Jungkat

7 Jutaan Dapet Core Ultra? 🤣 - Advan Workmate Ultra (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Baru 4 bulan yang lalu dengan uang Rp8,3 juta kita udah bisa dapat laptop Advance yang tipis. Beratnya cuman 1 kg, udah dapat 16 gig RAM on board, layarnya OLED dan juga prosesornya itu udah Ryzen 5 7535 HS. Nah, di 2026 ini harga udah pada naik. Kira-kira laptop Advance yang harganya Rp8,3 juta dapat spek kayak apa sih? Sama seperti workmatch series yang sebelumnya, build quality laptop ini tuh enggak terlalu bagus-bagus banget. Bahannya menggunakan polikarbonat plastik yang juga agak ringkih. Dan kalian harus ingat ya kalau laptop ini diunching dengan harga yang sama dengan workplang banget kotor kena sidik jari. Logo depannya pun enggak seelegan WordPL Air yang pernah dihargain sebanding dan ngebukanya itu enggak bisa pakai satu tangan doang dan hingch-nya juga kerasa lebih ringkih. Layarnya juga sekarang lebih tebal, lebih berat tapi bezelnya jadi lebih tipis. Ukuran panelnya masih 14 inch. Namun ya ini IPS dengan color gamut yang bahkan enggak 100% sRGB. Sebenarnya ini lumrah di lineup workmate yang di mana ini agak entry level, tapi karena harganya R jutaan, jadi gua membandingkannya dengan WordPL Air. Keyboard-nya punya ukuran per key yang lebih besar, apalagi bagian afro jadi agak gede-gede. Dan kalau ini enggak pembiasaan dulu pasti bakal sering typo. Fn lock masih ada tapi enggak ada backlit. Dan entah kenapa shift kanan dikorbanin untuk bikin right click mouse yang di mana ini agak redundant karena tombol copilot sendiri sudah sekaligus dengan right click. Touchpad-nya berukuran normal tapi navigasinya agak keset dan kurang akurat. Walaupun sudah pakai precision driver ini kemungkinan karena hardware-nya yang dilimit. Dan buat konektivitas di sebelah kanan ada micro SD card reader, audio combo jack, USB 2.0, ada 3.2 Gen 1 Type A dan cancing tur lock. Sementara di sebelah kiri ada dua USB 3.2 gen one full function dengan satu USB A 3.2 gen HDMI port. Perlu diakui kalau pilihan USB di laptop ini cukup banyak dan terutama buat USBC-nya itu bisa connect ke layar dan juga ngecas sekaligus. Jadi salah satu yang bisa ditonjolkan dari laptop ini adalah spesifikasinya. prosesornya itu memakai Intel Core Ultra 5 115 yang pakai Iris Xi 48 yang didampinginnya itu sama RAM 8 gig Sodim dengan satu lagi additional slot karena RAM makin mahal jadi di harga segini Advan udah enggak bisa ngasih RAM 16 gig lagi. Namun karena ini sodim jadi opsi untuk upgrade itu masih tersedia. Storage-nya juga hanya 256 gig PCI E gen 3x4 yang agak gimana gitu ya di harga segini. Tapi ya mau gimana juga harga komponen juga lagi mahal. Seenggaknya SSD dan RAM ini masih bisa di-upgrade. Lalu untuk ukuran prosesor efisien, performanya menurut gua masih cukup oke. Walaupun masih belum sebanding dengan Ryzen 5 7535Hs yang ada di WorldPL Air, tapi seharusnya skor segini buat Office usage masih oke. Kalau di gaming-nya ya kita cuma ngetes dua game aja. Kalau game-nya free kayak Arc Knights Enfield kita cuma dapat 27 FPS doang. Tapi kalau di Holog Knight Silk Song yang ringan banget masih bisa dapat sampai 130-an FPS. Dan karena kita juga enggak puas dengan performanya di 8 gig RAM doang, jadi kita nambahin lagi 16 gig RAM di sini. Dan ternyata Enfield bisa naik sampai hampir 40 FPS yang membuat game-nya menjadi lebih playable. Sementara kalau di Silk Song jadi ya 146 FPS ya lebih bagus aja lah. Tentunya laptop spec gini jangan diharapkan buat bisa main game berat tapi ya game-game ringan seperti Silksong dan teman-temannya harusnya sih masih oke. Lalu laptop segini juga sebenarnya enggak bisa diharapkan buat ngedit video berat. Tapi kalau mau dipakai buat Adobe Premiere Pro ya laptop ini masih bisa paling ngedit video yang resolusinya full HD aja. Dan karena laptop ini CPU-nya itu efisien banget, jadi gak heran kalau cuma pakai satu fan dan satu heat pipe aja. Jadi CPU-nya itu cuma sekali mentok di 78 derajat. Lalu stabilnya itu di 62 sampai 65 derajat celcius. Ini terjadi karena CPU-nya hanya sekali spike ngambil daya di 27 watt lalu sisanya ada di sekitaran 15 sampai 20 watt aja saat main game. Temperatur surface-nya juga enggak hangat. Jadi, ya secara suhu aman, secara nge-lag aja ya enggak terlalu aman. Dan laptop ini seperti yang kita bilang tadi, punya build quality yang ringkih dan juga suara keyboard-nya itu enggak enak. Dibawa ke cafe pun terasa kurang premium. Namun jangan ditanya soal batery life-nya. Karena prosesornya efisien, jadi batery life-nya ini lumayan panjang. Walaupun kapasitasnya tuh enggak terlalu besar. Sekalipun bawa casan, chargernya juga enggak berat. Jadi, ya kayak bawa casan HP aja gitu. Touchpad-nya sih paling yang kita malas makainya. Sampai-sampai di meja kecil aja kita masih prefer untuk pakai mouse. Ya, sebenarnya laptop ini secara build quality ya enggak jelek-jelek banget sih. Pricing-nya aja yang sampai ke R jutaan. karena ya komponen-komponen juga lagi pada naik dan kita kebiasaan sama barang-barang Advan yang di mana R jutaan aja biasanya udah ngasih yang bagus banget. Buat kualitas kameranya ini ya seperti yang kalian lihat ya kualitasnya Soso. Resolusinya sih udah HD ya terus juga ada shutter-nya juga tapi ya tetap aja ini enggak bisa memungkiri bahwa kualitas kameranya gelap dan desaturasi banget. Padahal ini udah pakai lighting studio sekalipun. Sejujurnya kita gak bisa ngomongin soal price to value kalau kita mau bandingin antara laptop yang tadi kita review dengan Advance WordPL Air yang launching saat harga masih normal. Dan kalau si WordPlus Air ini sendiri sebenarnya kemungkinan sih ya pas pembuatan video kita ini barangnya tuh masih beredar di pasaran dan juga harga ada beberapa toko yang masih jual dengan harga normal tapi mungkin stoknya udah makin sedikit. Jadi kalau misalnya kalian masih mau nyari laptop yang bagus di bawah Rp10 juta, mendingan beli sekarang. Tapi buat laptop yang tadi kita review ini ya, pengalamannya itu enggak seperti Ultrabook. Ini seperti laptop ya yang harganya 5 sampai 6 jutaan kali ya pas harga kemarin belum naik. Dan kalau misalnya e yang bisa ditonjolkan di sini adalah prosesornya yang di mana prosesornya itu benar-benar eh switch spot antara performance dan juga efficiency. Jadi laptop ini punya prosesor yang masih bisa nge-game tipis-tipis, masih bisa ngerjain office dan multitasking ringan, dan juga karena dia pakai USBC jadi masih fair style juga buat dibawa nongkrong WFC. Tapi kalau misalnya kita ngomongin soal layar dan lain-lain itu udah udah beda lah gitu. Cerita lain gitu. Nah, kalau misalnya kita bilang eh multitasking tadi, multitasking-nya itu multitasking ringan ya, karena ini RAM-nya masih 8 gig dan tentunya ini Windows 11 yang sangat-sangat boros RAM. Jadi kita sarankan untuk upgrade RAM ke 16 gig atau 32 gig kalau misalnya kalian mau multitasking lebih berat lagi. Dan kalau misalnya gua sendiri sih ngelihatnya ya ini agak serba nanggung ya. Tapi menurut kalian nih kira-kira laptop yang sekarang di bawah R10 juta itu jadi nanggung apa enggak sih?

Lihat di YouTube