8 Tips Hemat Baterai iOS 26 - iPhone Jadi Makin Irit! (YouTube Video)
Halo, selamat datang kembali di Live gua Indra. Di video kali ini kita mau bahas tips and trik nih buat teman-teman yang saat ini mungkin udah update iOS iPhone-nya ke iOS 26. Seperti yang kita tahu iOS 26 itu udah dirilis secara official ya dan kita udah buatin juga video review-nya pakai iPhone seri paling minimum nih, iPhone 11. Nah, tips-tips yang akan gua share berikut ini itu bisa mengimprove atau mengoptimalkan performa baterai di iPhone kalian dengan harapan semoga penggunaannya bisa lebih longlast lagi atau baterainya bisa jauh lebih irit. Jadi, tips yang akan gua share berikut ini sangat-sangat penting sekali buat teman-teman yang saat ini menggunakan iPhone seri 11, iPhone 12, iPhone 13 model maupun pro model biar performa baterainya bisa jauh lebih baik. Nah, di sini iPhone yang akan gua gunakan adalah iPhone 17 Pro nih. Mungkin buat teman-teman yang saat ini pakai Pro Max atau iPhone Plus model mungkin jauh lebih slow ya, lebih nyantai karena emang baterai capacity yang lebih besar dan lebih tahan lama lah kalau dibandingin sama base model 6,1 inch, 63 inch kayak di iPhone 17 Pro ini. Oke, yang pertama adalah brightness ya. Kalian enggak salah dengar fitur ini sepele tapi sebenarnya tuh penting banget buat baterai live di iPhone kalian. Untuk pengaturannya kita masuk ke settings. Lalu kita scroll ke accessibility. Lalu di sini ada display and text size. Dan di scroll paling bawah sini ada auto brightness. Ketika kalian nyalain ini, iPhone kalian itu bakalan secara otomatis mendeteksi cahaya di ruangan sekitar dengan menggunakan ambiien sensor light yang ada di trap kamera sensor di depan sini. Jadi enggak ada lagi tuh cerita iPhone kalian malam-malam buka keterangan atau siang-siang tuh kok gelap banget di luar ruangan gitu ya. Auto brightness ini menurut gua kunci yang punya peranan cukup penting ya buat ngejaga baterai left iPhone kalian. Karena dia benar-benar bisa naikin nurunin secara precisely sesuai dengan kondisi ambient di sekitar kalian gitu ya. Kecuali kalau gu lagi gua pakai syuting kayak gini. Biasanya gua auto brightness tuh gua offin ya. Karena di sini gua harus benar ngatur di kamera biar kalian tuh ngelihatnya bisa tetap jelas ya. Teks-teks kecil ini tetap kelihatan. Karena kalau misalnya tahu-tahu auto brightness tentunya ya gak enak juga kan kalian ngelihatnya tuh silau banget gitu. Jadi ya pastikan auto brightness-nya ini nyala terus ya guys di iPhone kalian. Lalu slide sedikit ke bagian bawahnya ini kita lihat ada option always on display. Nah ini dia nih. Kalau misalnya always on display kalian matiin, of course ini bakalan bisa save baterai di iPhone kalian. Cuman, cuman dari iPhone 15 Pro, iPhone 16 Pro, always on Display di iPhone Pro model itu gua enggak begitu ngerasain baterai yang signifikan banget borosnya. Tapi ya buat teman-teman di luar sana mungkin yang enggak terlalu suka dengan Always on Display iPhone yang muncul wallpaper-nya seperti ini. Ada opsi juga kalau di sini kalian bisa matiin wallpaper-nya. Jadi cuma muncul jamnya doang nih. Kalau lagi always on display, dia bakal full black kayak gini. Atau kalau kalian emang pengen super irit banget always on display-nya, langsung aja nih matiin semuanya. Jadi ketika kita slip iPhone kita, dia bakal totally black seperti ini. Lalu di bagian atasnya sini kalau kalian lihat ini ada reduce transparency. Ini penting banget buat teman-teman yang saat ini iPhone-nya itu sudah mulai asma ya, Guys. Di iOS 26 seperti iPhone 11 ini yang mana ini adalah iPhone yang kemarin kita pakai pada saat kita review iOS 26 official ya. Nah, kalau kalian masuk ke settingan yang tadi nih ya, setting accessibility display and text size. Dan di sini kalian nyalain reduce transparency, dia bakalan meminimalisir penggunaan e desain liquid glass ya, seperti yang ada di doc sini. Terus kayak kita masuk ke Apple Musik gitu misalnya. Nih kalian bisa lihat pantulan e liquid glass-nya tuh jadi enggak terlalu transparan gitu ya. Di sini cenderung lebih ke matte. Tapi secara keseluruhan desainnya ini tetap desain iOS 26 bedanya jadi agak kurang transparan aja gitu. Maybe kalau kalian di luar sana ada yang kurang suka sama desain transparan iOS 26. Nah, itu untuk reduce transparency secara visual. Dari motion-nya kalian bisa balik lagi ke settingan accessibility lalu pilih yang motion ini. Nah, baru di sini kalian tap yang reduce motion. Gunanya adalah kalian bakalan mematikan animasi-animasi nih. Kayak kalian buka aplikasi, nutup aplikasi, dia kayak ada animasi smooth motion gitu ya atau gua control center kayak gini ke atas ke bawah kayak ada bouncy-bouncya gitu kan. Nah, ketika reduce motion-nya ini gua nyalakan, pas gua close aplikasi dia kayak fat out gitu. Pas gua masuk aplikasi, dia kayak dissolve gitu ya. Jadi kayak fat in fat out gitu. Dan untuk control centernya, oh control center dia masih ya, Guys. Masih ada motion bounchy-nya gitu. Berarti untuk transisi perpindahan aplikasinya aja. Atau mungkin kalau kita hold tap kayak gini, nah dia langsung tek gitu. Jadi enggak terlalu dret gitu. Ah, susah amat jelasinnya. Atau ini deh, multitasking. Nah, dia langsung muncul gitu doang ya. Enggak ada animasi sama sekali. Tapi ya percayalah settingan redu motion ini sangat membantu sekali. Enggak hanya di iOS 26, iOS-ios sebelumnya, settingan reduce motion ini cukup menolong device-device yang udah dirasa kurang optimiz ya untuk performance-nya mengikuti update iOS-ios terbaru. Oke, lanjut. Yang kedua adalah background app refresh. Kita masuk dulu ke setting. Scroll sedikit ke bawah sampai kalian lihat general. Lalu kalian scroll lagi ke bawah sini. Nah, di bawah auto fill and password di sini ada background app refresh. Ini fungsinya adalah untuk mengizinkan setiap aplikasi yang ada di iPhone kalian itu nge-refresh konten yang ada di dalamnya ketika dia kekoneksi ke wifi atau selular secara otomatis di background gitu ya. Jadi ketika kalian keluar dari aplikasi masuk lagi ya enggak butuh loading atau refresh segala macam. Nah, ini bisa dibilang adalah suspek utama yang bakalan mempengaruhi performa baterai di iPhone kalian. Apalagi kalau aplikasi di iPhone kalian itu udah ratusan gitu jumlahnya. Nah, baiknya kalian harus m-maintain aplikasi mana aja yang kalian aktifkan background app refresh-nya. Di sini kan iPhone gua masih baru nih ya kan Ece C gitu ya kan ya kan. Makanya di sini tuh masih hijau semua gitu tole-nya masih pada on semua background app refresh-nya. Di sini kita filter satu-satu nih yang kira-kira aplikasi mana yang jarang kita buka dan kita enggak butuh dia selalu ng-refresh di belakang saat enggak lagi kita gunakan. Nah, di sini gua akan pilih aplikasi-aplikasi yang jarang-jarang lagi gua pakai aja nih kayak Books atau aplikasi BOS, lalu Kanva, CapCut enggak perlu, chat GPT biarin, Epidemic, Facebook, Freeform enggak terlalu, Garage Band, Gmail, e Google Maps biarin, HBO Max biarin, Imaging Edge Sony biarin. Yang penting kalian anggap kan poinnya ketika kalian mengatur settingan background app refresh di setiap aplikasi yang ada di iPhone kalian, percayalah guys, performa baterai iPhone kalian bakalan jauh jauh jauh lebih awet dari sebelumnya. Dan di sini ada opsi background app refresh-nya. Ini mau wifi dan seller data atau wifi only ya. Nah, ini mungkin buat teman-teman yang pengin ngirit kuota bisa pilih yang opsi wifi aja. Tapi kalau misalnya kuota bulanan kalian berlimpah-limpah gitu ya, selalu lebih pada saat udah masa tenggang ya udah Wii and solar data that's ok. Lalu berikutnya adalah location service. Penting banget buat kalian menonaktifkan beberapa settingan location service yang dirasa tidak diperlukan. Masuk lagi ke setting lalu kita scroll lagi ke bawah sini. Ini di bawah emergency SOS ada privacy and security. Lalu kalian tap yang location service. Nah, di bawah sini ini ada aplikasi-aplikasi yang terinstal di iPhone kalian. Terus kalau dalam waktu dekat ini gua enggak ada rencana atau enggak ada kerjaan ke luar negeri, setting time zone-nya ya gua offin aja. Terus kayak ini nih main-main iPhone nih ya. Jangan sekali-sekali deh lu berani matiin karena sekali ini lu matiin iPhone lu enggak bakal bisa kelacak kalau kalian pakai aplikasi Find My App ya. Terus kayak emergency call dan SOS ini gua juga biasanya gak gua nyalain ya. Jadi ini sesuai dengan keperluan kalian ya. Gua yakin juga setiap orang beda-beda. Jadi ya gak apa-apa banget kalau menurut kalian settingan yang barusan gua matiin kalian enggak mau terapin karena dirasa masih kalian perlukan. Lalu berikutnya adalah dark mode. Tentu tampilan gelap yang menjadi lebih ganteng ini ternyata punya peranan besar juga untuk saving baterai life di iPhone kalian. settingannya ini kalian bisa langsung masuk ke setting lalu display and brightness lagi. Lalu di sini ada dark sama ada light ya. Udah pada tahulah ya kalau dark mode ini. Intinya kalau misalnya kalian selama ini menggunakan dark mode ya itu sudah benar ya. Harusnya untuk baterai usage-nya bakalan jauh lebih irit ketimbang kalian gunakan light mode seperti ini. Atau kalau kalian suka light mode ketimbang dark mode, kalian juga ada opsi automatic nih di sini. Untuk option-nya juga kita bisa set dari matahari terbenam sampai pagi atau kita juga bisa set custom schedule di sini. Terangnya tuh menurut kalian jam berapa? gelapnya tuh di jam berapa gitu ya untuk settingan dark mode-nya. Atau kalian juga bisa langsung setting di control center. Hold tap di bagian brightness terus ada dark mode-nya di sini. Lalu berikutnya adalah notification. Penting banget untuk m-maintain setiap notifikasi yang ada di aplikasi iPhone ke setting lalu kita scroll ke bawah sini sampai ketemu notification ya. Ini di atas sound andtics. Lalu kita lihat nih di bawah sini notification style. Ini adalah aplikasi-aplikasi yang terinstal di iPhone gua nih. Nah, di sini gua harus benar-benar m-maintain satu-satu nih aplikasi apa aja yang kira-kira harus gua matikan secara totally gitu. Nih, kayak misalnya nih Kanva gua enggak butuh ya aplikasinya dia nih. Gua langsung matiin aja allow notification-nya. It means gak bakalan ada muncul notifikasi apa-apa dari aplikasi Kanva ini. Terus misalnya kayak chat GPT nih, kalau misalnya emang notification-nya pengin tetap gua nyalain tapi enggak pengin terlalu ngeganggu, gua pilih yang e banner di sini atau mungkin yang cuma muncul di notification center. Terus juga ada pilihan bunyi apa enggak kalau ada notifikasinya atau ya mendingan langsung dimatiin aja. Pokoknya aplikasi-aplikasi yang sekiranya kalian benar-benar enggak butuh notifikasinya sama sekali harus kalian matiin di sini. Karena notification setting ini mirip-mirip kayak background app refresh ya. Dan kalau kalian sejak awal cuek soal ini, kalian pakai iPhone kalian 5 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, puluhan ratusan aplikasi yang ada di iPhone kalian itu tidak kalian maintain untuk notification setting-nya. Location service, background app refresh, dijamin tahu-tahu baterai iPhone kalian boros aja pokoknya. Lalu berikutnya adalah optimalisasikan fitur low power mode ketika kalian pengen saving baterai di iPhone kalian. Untuk settingannya kita masuk ke setting lalu ke baterai dan di bawah sini ada power mode dan kalau kita tap di sini ada low power mode. Nah, buat teman-teman yang udah pakai iOS 26 penting juga nih untuk pastikan adaptive power adaptive power notification ini on ya. Jadi ini adalah fitur baru di 26 yang mana ketika penggunaan baterai di iPhone kalian itu lagi deres-deresnya, lagi tinggi dari biasanya, iPhone ini bakal melakukan performance adjustment ya kayak nurunin brightness secara otomatis ya. intinya buat bikin baterai iPhone kalian itu bisa bertahan lebih lama lah dari biasanya. Nah, kalau misalnya emang kalian benar-benar pengen save longer baterai lagi, fitur low power mode ini ya udah paling jelas solusinya gitu ya. Ketika kalian nyalain low power mode ini, iPhone ini secara temporary bakalan ngurangin beberapa background activity, processing speed, refresher display, brightness, dan lain-lainnya. Low. Power mode ini penting banget kalau misalnya kalian lagi perjalanan jauh pengen saving iPhone kalian atau mungkin baterai di iPhone kalian tuh udah sekarat 15% atau 25% 30% kalian pengin bertahan sedikit lebih lama, wajib banget low power mode ini kalian gunakan di saat-saat yang emang menentukan gitu ya. Atau kadang kalau gua lagi nge-trip gitu ya, lagi road trip gua lagi jadi penumpang, gua ngecek HP tuh kayak cuma buat meh buka Instagram, balas chat segala macam. Ketika baterai iPhone gua masih 80% 90% itu kadang ya gua nyalain aja low power mode-nya. Karena gua benar-benar enggak butuh full performance iPhone gua dan gua tukar untuk ketahanan baterai yang lebih lama. Nah, lalu terakhir kita di area lock screen iPhone kalian nih ya. Jadi buat teman-teman yang selama ini pakai e fitur-fitur widget seperti weather, baterai segala macam. Kalau misalnya emang kalian pengin mengoptimalkan baterai di iPhone kalian, baiknya enggak usah pakai yang begini-begini ya. Tapi terserah kalau misalnya kalian rasa fitur ini penting untuk kalian, performa baterai di iPhone kalian udah cukup oke, kalian tetap mau nyalain ini seperti yang gua lakuin saat ini ya enggak masalah juga. Cuman buat yang mau saving baterai iPhone-nya bisa lebih long, kalian better enggak usah pakai widget-widget kayak gini lah. Oke, segitu dulu aja untuk tips dalam video kali ini. Mungkin sebagai catatan tambahannya, pastiin aja iPhone kalian itu running ladest iOS updates-nya Apple. Terus pastikan aplikasi-aplikasi kalian itu juga up to date, ya. Cek aja di App Store kalau misalnya ada update, ya update-updatein nih. Karena ya pastinya setiap aplikasi itu nge-page terus ya dari setiap versi iOS yang sedang kalian gunakan. Lalu yang kedua, pastikan iPhone kalian itu tetap dingin ya, tetap adem. Intinya kurang-kurangin lah iPhone kalian kena sinar matahari secara langsung, di meja lagi di kafe kejemur gitu ya. Dari website-nya Apple juga ada peringatan untuk hindari iPhone kalian dari suhu yang ekstrem itu di kisaran di atas 35 derajat Celcius karena katanya bisa ngerusak kapasitas baterai secara permanen tuh. Lalu yang ketiga, sering-sering deh manage aplikasi-aplikasi yang selama ini tuh makan baterai live di iPhone kalian. Masuk aja ke setting lalu ke baterai. Dan di sini bakalan kelihatan nih aplikasi-aplikasi apa aja yang paling banyak makan baterai di iPhone kalian. Kayak gua di sini ada tiga aplikasi nih. Instagram, YouTube, sama Pokémon Unite, ya kan. Nah, kalau misalnya di sini ada aplikasi-aplikasi yang menurut kalian kayaknya gua enggak pernah buka-buka deh. Kok malah muncul di sini dan angka persenannya besar sekali. Nah, itu better ya kalian atur lagi tuh mulai dari background app refresh-nya atau mungkin delete aplikasinya kalau emang udah enggak kalian perlukan lagi. So, segitu dulu aja untuk video kali ini. Buat yang mau nambahin, silakan tulis di kolom komentar di bawah. Cek juga video-video baterai tips lainnya dari Live. Seperti yang gua bilang tadi, tips hemat baterai di iOS 18, iOS 17 juga bisa kalian terapkan di iOS 26 ini. Dan gua sangat ngerekomendasiin kalian untuk ngelakuinnya kalau emang kalian pengin mengoptimalkan baterai live di iPhone kalian bisa lebih tahan lama dari sebelumnya. Good luck dan semoga berhasil buat kalian yang udah nerapin apa yang gua share dalam video kali ini. Like and share this video. Thank you guys for watching. Saya Indra. Until next time, goodbye. [Musik]
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...

















