9 Jutaan ! 2.5K OLED 165Hz + Snadpdragon 8 Elite ! Nubia Red Gaming Astra (YouTube Video)
Hai Andika, guys. Di sini setelah kemarin kita ng-review Redmi Kepad Keypad ya. Sekarang kita seperti janji saya karena saya beli dua tablet pas di Cina kemarin. Jadi ada Red Magic Gaming Pad. Nah, ini udah dibranding gaming pad nih. Buat kalian yang enggak tahu Red Magic, Red Magic ini segmen gamingnya dari Nubia. Kalau misalkan yang versi-versi entry level itu di Indonesia ada Nubia V70 Desain ZTE. Ya itulah kalau kalian enggak tahu tentang Red Magic ya. Tapi harusnya sih kalau kalian ngikutin channel DKID udah pada tahulah Red Magic itu. Sayangnya memang kalau untuk gaming-nya yang Red Magic udah enggak masuk Indo. Enggak bisa bersaing sih ya dengan harga yang cuman gaming itu yang masih bertahan sampai sekarang yang resmi Indo itu cuma ROG. Nared Magic ini saya beli di harga R.999 yan atau sekitar 8 R9 juta lah Rp9 juta sekian kalau misalkan kita rupiahin. Tapi dia udah pakai layar OLED terus juga udah pakai Snapdragon it Elite. Nah, namanya kalau global itu Nubia Red Gaming Astra, tapi kalau di Cina namanya itu Nubia Red Gaming 3 Pro. Nah, ini jadi dia pakai license, Qualcom, Snapdragon 8 Elite, DTSX, terus WiFi 7, Snapdragon Sound ada juga untuk variannya 12256 yang saya beli ya. Jadi sebenarnya ada yang ada yang 12512 juga cuman karena budget saya terbatas jadi saya beli yang 12256 aja. Toh juga buat konten setelah ini juga bakal langsung saya jual untuk link pembelanjaan nanti di kolom deskripsi. Kenapa dijual lagi ya? Biar duitnya muter untuk beli device yang lain untuk kita bahas ya. Okelah, jadi langsung aja kita buka. Tapi sebelum itu, boksnya simpel aja, gak ada aneh-aneh, cuman red magic gitu aja. Dan untuk dimensi layarnya sih lebih gede dari Redmi kemarin. Dia di 9,06 inch, tapi ya selisih 0 koma sekian inch enggak masalah. Dan kita coba lihat. Wah, langsung kelihatan gaming look-nya ya. Dengan tulisannya di pojok red magic kayak gini. Aduh. Dan di dalam paket pembeliannya eh kepencet tadi ya, dia langsung booting. Sekarang kita coba lihat dulu di dalam paket pembeliannya ada apa aja. Nah, jadi ada adapter. Adapternya ini adapter versi Cina ya dan dia support fast charging-nya itu di 80 watt dan baterainya lebih gede ketimbang Redmi Pad kemarin. Dia ada di 8.200 maz. Nah, dia udah type C to type C ya, bukan type E to type C kayak di Redmi Pad kemarin. Terus dia udah pakai portnya itu 3.2 dan kabelnya juga 3.2. Stiker kayak gini dan ada buku panduan. Udah ya, enggak dapat case, enggak dapat aksesoris gaming tambahan. Udah cuma ini aja. Oke, jadi ini Nubianya yang gampang banget nempel magnet fingerprint ya. Ini bentar aja langsung kelihatan bekas-bekas fingerprint saya. Jadi saran saya sih pakai case atau pakai kayak semacam screen guard tapi untuk yang di belakang ya. Tapi yang saya suka Red Magic ini desainnya emang gaming banget ya. Tuh di sini dibikin kayak ala-ala transparan. Terus di sini ada tulisannya Snapdragon 8 Elite Vaper Chamber Composite Liquid Metal Win More Games. Jadi banyak aksen-aksen yang menunjukkan kalau dia ini tablet gaming. Nah untuk kameranya ini di 13 megapel ini bukan kamera. Terus ada flash. Cuman kalau saya lihat katanya di website-nya dia videonya itu bisa record sampai 4K 30 fps. Tapi sebenarnya buat tablet 4K 30 fps itu agak-agak mubazir sih ya. Tapi ya it's ok lah. Nice to have fitur kayak gitu. Terus ada di sini ada up and down volume. Ini tombol untuk masuk ke gaming mode-nya. Di bagian atas ada tombol power lagi, speaker. Terus di atasnya enggak ada apa-apa. Ada speaker lagi, ada type C. Jadi type C-nya ada dua. Iya enggak sih? Eh, satu apa dua nih? Satu doang ternyata. Kalau Redmi kemarin kan dia ada dua ya. Kalau ini satu di sini cuman posisinya agak ke atas sih. Jadi kalau misalkan kita main masih okelah masih enggak terlalu ngeganggu karena kabelnya masih di atas. Cuman sayangnya harusnya dibikin dua kayak Redmi kemarin sih. Jadi kita mau kalau misalkan tiktokan chargernya di sini. Kalau main game bisa di sini juga. Jadi ada dua opsi gitu. Terus untuk selfie kameranya angkanya agak unik 9 megapel dan posisinya landscape kayak gini. Kalau Redmi kemarin kan di sini ya posisi vertikal. Kalau ini landscape. Nah. 372 gr. Klaimnya itu 370 gr. Jadi selisih 2 gr. Masih okelah. Kalau Redmi kemarin klaimnya masih lumayan agak jauh sih ya sama real bobotnya. Nah untuk frame-nya ini kalau kata di website-nya ya dia pakai Aviation grade Aluminium frame dan ini memang aluminium sih yang solid banget dan feel grip dig genggamnya itu memang solid. Terus di bagian belakangnya juga pakai aluminium yang ala-ala unib. Maksudnya unibody itu jadi frame back-nya itu jadi satu sama frame-nya kayak gini. Bagian depan dia Corning Gorilla Glass cuman enggak dispesifikasiin Corning Gorilla Glass-nya. Ini Corning Gorilla Glass versi apa? [Musik] Jadi Nubia Astraanya udah selesai kita instalasi. Kita instal Play Store karena di versi itu enggak ada Play Store. Jadi beberapa aplikasi untuk handsons ons udah ada semua. Tapi ini ini saya turunin bentar deh karena kayaknya brightness-nya terlalu gede. Dan bedanya dengan Redmi Keypad kemarin, dia ini layarnya udah pakai OLED. Untuk refresh ris-nya ada di 165 Hz yang bisa adaptif tuh. Jadi kalau misalkan kita gerakin langsung 165 Hz-nya jalan. Kalau kita statik gini 60 Hz. Cuman kalau di GSM RNA katanya LTPO tapi bukan LTPO ini ya. Karena kalau LTPO itu dia bakalan bisa turun sampai 1 Hz. Nah, ini enggak. Jadi info di GSM Arena enggak valid. Nah, ini kalau kita lihat screen refresh-nya bisa sampai 165 tapi gak ada opsi 90. Kalau Redmi kemarin masih ada opsi 90 Hz. Ini 60 dan langsung jam ke 165 Hz. Untuk brightness dia diklaim tipikalnya bisa 1000 nitz. Tapi apa? Iya 1000 nits. Hmm. Kita coba tes pakai Kalman ya. Untuk YouTube sama kayak Redmi kemarin, dia bisa diupsaling sampai 2160p. Cuman dia HDR-nya ada ya. Kalau Redmi kemarin kan enggak muncul XDR-nya. Dan karena XDR sori sebentar. Nah, kira-kira seperti ini kualitasnya. OLED-nya cakep, dynamic range. Jadi antara terang dan gelapnya seimbang, cakep. Ini brightness-nya padahal masih segini. Coba kalau misalkan kita mentokin terus kita tembakin ke lighting tuh. Wah, di kamera tapi enggak terlihat yang gimana ya. Di kamera kayak malah over exposure. Bentar bentar saya set dulu, Guys. Nah, ini aja masih over exposure ya. Dan kalau kita tembakin ke lighting masih bisa terlihat dengan jelas dan enggak patah-patah sama sekali, ya. Nah, biasanya tablet sejutaan atau 2 jutaan itu kan kalau kita upskilling dia patah-patah. Kalau ini enggak aman, enggak ada kendala. Full screen-nya kayak gini aman juga. Ijaunya itu hijau-ijau khas colet. Cuman dia sayangnya enggak ada anti reflektif-nya ya. Jadi masih masih masuk gitu cahayanya. Mantulnya itu bukan mantul yang anti reflectif tapi ini bisa diakalin kalau misalkan kalian beli skincard yang anti reflectif. Nah suaranya saya lebih suka suara di Nubia ini sih ketimbang Redmi kemarin ya. Karena suaranya kayak dia suron gitu. Coba saya misalkan nyetel lagu Mangu Remix seperti biasa. Siapa yang tahu? Siapa yang tahu? Kencang banget sih ini suaranya ya. Untuk ukuran 8 eh 9 inch ya. Tuh bassnya juga dapat banget. Kencang sih ini. Walaupun dia speakernya cuma dua tapi kencang. Kalau untuk spesifikasi lengkapnya ini mohon maaf ya guys kalau misalkan layarnya ini kayak ada berkas sidik jari karena ya dia kesangan saya ini cepat basah. Tuh kan kelihatan kan gilapnya ya. Jadi memang cepat nempel fingerprint. Jadi untuk kapasitas baterai segini. resolusinya segini. Chipsetnya dia pakai Snapdragon 8 Elite Mobile. RAM 12 GB ya, aman. Terus untuk OS-nya dia udah yang terbaru ini Android 15 dengan Red Magic 10. Ini udah kita coba update dan udah enggak ada update lagi mentok. Nah, tapi kalau kita ngomongin fitur gaming, fitur gaming-nya karena dia brandingnya aja udah gaming tablet banyak sih. Tapi nanti dulu kita coba lihat setting-settingannya. Di sini ada AI-nya juga. Jadi ada red magic AI, ada yang buat sidebar tuh banyak opsinya. Jadi kita bisa kayak semacam portal, magic portal kalau di under namanya. Kalau di sini namanya side bar. Jadi kita bisa tarik opsi di sini ada bakal ada floating window ya. Jadi kita bisa enak multitasking-nya. Tapi ini bukan AI sebenarnya. Kenapa dimasukin AI ya? Ini sidebar biasa aja. Terus ada Red Magic Smart Window. Ini intinya kayak dia memaksa semua aplikasi biar cocok sama aspek rasionya dia. Kita tinggal pilih aplikasinya apa. Contohnya misalkan Untutu deh ya. Untutu aja karena biar cepat. Nah, ini ada original layout, ada centered landscape. Jadi, kita bisa atur tuh aspek ratiya mau yang mana. Masih banyak ada Intel L Touch. Wah, ini apaagi nih? Oh, jadi misalkan kita buka, bentar ya, kita buka Google Chrome, terus kita buka contoh kita buka detik.com gitu. Jadi, kalau misalkan kita tekan tahan layarnya dengan dua tangan, dia bakalan muncul ekstrak teks kayak gini ya. Okelah walaupun sebenarnya bisa di-cover sama Circle to search atau pakai Gemininya Google. Terus ada magic voice. Tapi sayangnya magic voice ini cuman terbatas di Cina dan ada red magic translation juga. Cuman ya sekali lagi untuk EA-nya ini masih bisa di-cover sama Google. Terus ada cooling fan juga. Jadi cooling fan-nya ini dia ada inin cooling fan seperti biasa Nubia ciri khasnya. Jadi kalau misalnya kita nyalain dia ada suaranya nih. Coba ya. Wah kayak suara mobil dan dia juga kerasa ada angin adem-ademnya gitu. Kalau misalkan kita dekatin tangan kita di sini, suaranya pun bisa diganti. Jadi kalau misalkan mau dan sedekar cross country. Oh, bisa bisa add sound juga ya. Jadi kita bisa import sound kita sendiri kalau misalkan mau. Nah, shortcut-nya ini ada light strip juga. Jadi kita bisa atur light strip-nya di sini. Coba ya kita tes yang nyala itu apa aja ya. Lighting mode kita onkan. Tuh kita bisa pilih warnanya mau apa aja. Dan yang nyala itu di area ringnya sini sama area tulisan red magic ini bisa nyala. Jadi kalau misalkan kita lagi di cafe gaming kayak gini dilihat orang, wah anjir itu tablet apaan nih nyala-nyala ROG ya? Eh bukan ternyata Red Magic gitu kira-kira, Guys. Dan sebenarnya fiturnya masih banyak ya. Tuh ada Magic Bnya apaagi banyak banget. Ada video call beautification. Jadi video call kita bisa muka kita itu bisa lebih halus, lebih mulus. Cuman kalau untuk gaming modood-nya sebenarnya di sini ada tombol dedicated lagi. Tinggal kita geser aja. Nah, wow. Wuh. Dan vibrate-nya enak juga ya. Jadi untuk bootingnya aja ada suara tapi juga ada vibrate-nya. Nah, di sini kita bisa atur game-nya apa aja. Terus kita bisa atur mode desktop juga. Tuh, ini jadi mode desktop kalau misalkan kayak gini. Ini mode mobile. Terus kalau kita punya aksesorisnya Nubia, kita bisa masuk ke sini harusnya. Nah, ini kita bisa pairing sama joystick, sama controller. Nah, ini ada apa aja? Ada heat sink banyak ya. Nubia ini mirip-mirip kayak Ruji lah. Jadi ekosistemnya banyak juga. Jadi, kita bisa koneksiin kalau misalkan kita mau beli gamepad-nya, mau beli konsolnya, mau beli sticknya. Nah, ini banyak pilihannya. Terus di bagian super base ini juga masih ada fitur. Jadi ada plugin plus ada graffiti X. Ini apa ni? Mungkin yang kalian tahu bahasanya bisa translatein ya, karena saya enggak tahu. Nah, ini device grafity-nya. Oh, ini kayak semacam itu engak sih? Kayak dia bisa mengkoneksikan warnanya. Jadi kalau misalkan kita punya keyboard-nya warna ungu, dia bakalan bakalan auto connect gitu. Kalau MSI itu MSI SN namanya. Jadi warna-warnanya itu bisa nyatuh di semua device-nya. Kalau saya salah, coba dikoreksi, Guys, ya. Karena ini pertama kali saya ng-review gaming tablet-nya Nubia. Terus ada game tas AI juga. Jadi ini namanya Mora. AI-nya itu dia bakalan ngasih pengingat kalau misalkan kita lagi main game ada AI voice interaction-nya juga. Jadi kalau misalkan kita nge-game terlalu lama dia bakal ngingetin. Nah Moranya mana? Nah ini Moranya nih. Cuman kalau kita buka dia masih bahasa kita misalnya bisa set up dia custom gitu ya. Coba ada bahasa Inggris enggak ya? Setting. Wah yang mana ini pilihan bahasa ya? Hm. Ah. Terus juga ada multi square subscreen. Jadi kita bisa koneksiin device Nubia kita dengan Nubia yang lain. Tuh kayak gini bisa connect. Mirip-mirip kayak emulator lah ya. Fiturnya lumayan banyak ya untuk gaming tablet. Nah, cuman kan biasanya kita kalau misalkan mau tes game FPS meternya itu kan kita pakai scene namanya. Nah, untuk scene-nya sayangnya dia cuman bisa ke-record 2 menit. Jadi mungkin ini saya langsung coba main wering wave aja game yang menurut kalian paling berat. Nah, kalau in game cakep sih ya. Ini kalau misalkan saya swap tuh, wah gila udah kayak armory crate-nya ROUG gitu. Di sini ada banyak banget fiturnya mulai dari RGB, terus MJ, MJ ini kita bisa mapping controller kita untuk bisa dipakai. Di sini ada MV ini untuk ganti suara. Terus bypass charging ada enggak charging? Oh, ini bypass charging ada gamad projection. Wuh, banyak banget ya. Terus cooling-nya kita mau aktifin atau enggak di sini bisa tuh. Waduh, suaranya agak alay sih ya sebenarnya ya. Terus kita juga bisa pilih. Woh, ternyata kalau in game dia bisa pilih tuh mulai 60, 90, 120, 144, 165. Coba kita paksa dia di 165 ya. Wih ganti loh 165 L ya. Gila cuman FPS game-nya itu di 30 fps. Coba kita setting dulu game-nya. Ini game-nya mungkin belum aktif ya 60 fps-nya ya. Tapi untuk herz layarnya di 165. Ini sama kayak interpolation lah. Sama kayak interpolation-nya ICo. Oh, ini harusnya sudah 60 FP-nya udah aktif sih. Coba kita setingannya. Tuh, graphic quality-nya udah high high semua ya. Udah kita set high dan coba kita main lah karena FPS meternya enggak bisa. Jadi kita lihat FPS-nya dari infonya dia aja. Tapi enak sih biasanya kalau untuk game mode yang lain ya, FPS meter ada, tapi dia enggak mau floating terus gitu. Jadi kalau misalkan kita pencet dia langsung hilang. Kalau ini enggak. Dia tetap ada. Nah, untuk FPS-nya dia bisa stabil di 55-an lah ya. Ini belum war. Coba saya cari monster dulu. Tapi kalau untuk screen herz-nya itu di 165 Hz. Jadi feel-nya uh mulus sih ya. Jadi kayak touch sampling-nya jadi lebih kerasa mulus. Nah, ini masih di mode balance loh ya. Kita coba bisa di mode rise juga. Wah, langsung warna merah. Terus notification-nya bisa kita atur di sini. Jadi kita bisa lihat tuh berapa gigahertz. Oke, settingan udah mantap. Envoice di samping kiri ada e kayak semacam custom flip juga kayak motion control lah ya nama lainnya. Terus kita bisa set screen ratio. Uh, banyak nih. Ada AI juga kayaknya enggak cukup deh kalau satu video nih. Ini harus benar-benar di-review deh kayaknya. Banyak banget nih fiturnya nih. Gila. Oh, ini ada musuh nih. Oke, kita coba war. Oke, kalau kita lihat FPS-nya masih tetap sama di 55-an. 54 turun. Oke, 55 aman juga. Wah, untuk skill-skill pun juga enggak ada kendala ya. Kita ganti pemain aman juga tuh. Okelah, mungkin cukup ya untuk unboxing-nya sama hands on. Nanti kalau untuk review lengkapnya sebenarnya tadi kita udah coba sih ya, cuman karena dia cuman ng-record-nya 2 menit jadi kita akalin tadi. Akalinnya itu dengan cara kita main dulu setengah jam terus 2 menitnya kita record. Jadi, ya semoga bisa membantuah coba ya. Oh, kalau exit dari game mode ini enggak bisa swap gini ya. Kita harus slide ke kanan seperti ini. Tapi ini udah lumayan anget sih. Nanti kita record kok. Kita tadi juga sempat record untuk super mukanya ketika kita main Gin Pack sama Boing Wave lumayan lama. Yah, aplikasinya enggak bisa dibuka lagi, Guys. Jadi emang dari tadi errornya di Breven sama space-nya sih. Jadi buat yang tanya, "Bang, kalau misalkan mau FPS meter pakai apa?" Nah, kita pakainya Braven sama ini scene ini namanya. Cuman harus dibuka keduanya. Cuma dia enggak mau kebuka. Ya nantilah ya kita coba di video review-nya kita akalin atau kita pakai software lain atau kita pakai Perf doc nanti. Terus kalau untuk OS-nya dia pakai Red Magic OS. Android 15 tadi sebenarnya fiturnya banyak sih kayak Red Magic Graffity ini kayak semacam ekosistemnya. Kalau di Xiaomi itu hyper connect-nya lah. Jadi kita bisa multie device, kita bisa gerakin device ya ekosistem lah. Namanya itu red magic graffiti kalau di Nubia. Terus ada light play mode strip refresh rich. kita bisa ganti di sini. Cooling fan juga kita bisa ganti. Cuman pilihannya cuma dua ya, balance atau fast cooling. Jadi kita enggak bisa atur RPM-nya. Dan ada red magic share. Ini sama kayak instan share kalau misalkan di Infinix ya. Fiturnya sebenarnya mirip-mirip tapi beda nama aja. Terus kalau untuk broadware-nya lumayan banyak sih ya di Red Magic ini. Sekarang kita cobain kameranya. Wuh, kameranya bisa pindah lensa ya. Sebentar ini ada Redmi keypad-nya. Sekalian aja kita coba untuk foto-foto Redmi Keepad. Jadi bisa satu kali, dua kali. Nah, ini dua kali dan lima kali. Agak susah ya touch-nya. Tangan saya basah ya. Dia berarti enggak support weight touch nih. Cuman zoom-nya ini lima kalinya ini digital aja. Jadi makanya detailnya ya kayak cuman satu kali yang dicrop gitu ya. Kameranya standar sih ya. Masih agak ngeblur juga jadi enggak boleh benar-benar gerak ya. Kalau untuk videonya sih, hmm mungkin rit bisa dicompare kan sama Redmi Keypad kemarin ya. Atau mau langsung aja mpung barangnya di sini. Hmm, enggak usah deh. Ini videonya sih biasa aja kameranya. Mungkin karena dia racikannya memang untuk gaming ya. Jadi kameranya itu kayak ya sebatas ada aja lah. Ini kayak kamera webcam, kayak kamera VGA laptop jadul gitu. Noise-nya masih berantakan, detail berkurang, warnanya pudar. Nah, kalau untuk kamera belakangnya gini. Uh, ternyata kalau misalkan dia lagi ng-record, dia muncul kayak gini nih. Tuh, ini tandanya dia record video ya. Ini 4K 30 fps. Tapi kayaknya saya lihat sekilas tadi sih standar juga ya 4K 30 fps-nya. Ya, sekali lagi karena dia gaming tablet jadi ada sektor yang harus dikompromi dan ya kameranya sih yang dikompromi ya. Fitur lain walaupun dia udah OLED, dia ada fingerprint-nya tapi masih side mounted. Cuman untuk UFS-nya ini kalau kata di GSM Arena ya 4.1 Pro. Jadi apa bedanya 4.1.1 Pro ya? Coba kita tes kalau untuk storage test-nya. Nah, ini storage testnya di yang katanya UFS 4.1 Pro. Nah, di Redmi itu UFS 4.1. Kita coba lihat storage test-nya dapat di speed berapa. Apa cuman gimmik kata Pro doang? Yah, yang ini belum dites lagi. Tapi intinya untuk yang pro ya, itu speed-nya di segini ya. Kencang sih, tapi kayaknya mirip-mirip aja sama 4.1. Nah, AnTutu-nya kayaknya tadi belum saya lihatin ya. AnTTunya itu untuk chipsetnya ini Snapdragon 8 Elite yang Redmi kemarin diamond City 9400. Cuman kalau secara skor Antutu lebih kencang si Diamond City ya dengan 2,6 juta ini 2,4 juta. Skor detailnya kayak gini. Tapi kalau untuk Geigbch-nya Geekbench-nya itu lebih kencang ini. Nah, 3.000 dan hampir Rp10.000 kalau kemarin itu. Kalau di Diamond City segini 9.400 plus segini. Snapdragon Elite segini. Jadi kalau ya kalau AnTu lebih kencang ini. Geekband lebih kencang Snapdragon 8 Elit. Nah kalian mau pakai standard mana? AnTutu apa Geekbandch? 3D Mark kita coba lihat 3D Mark Max-nya. Tadi juga kita udah tes max out. Terus kalau untuk white life stretch rest-nya base-nya di segini, lowest loop-nya di segini. Skornya di 72,9%. Cukup ok lah untuk Snapdragon 8 Elite ya. Woh ini lumayan nih. Ini harusnya di 77% masih lumayan dan sisanya kalian bisa lihat aja langsung di sini ya. Terus kalau kita ngomongin suhu permukaan, tadi juga kita sempat flleir suhu permukaannya. Kalau dibilang adem mana antara Redmi sama ini? Ini sih ya. Mungkin karena dia ada cooling fan memang dedicated cooling fan tambahannya. Dan untuk super mukaannya itu di bawah 40 derajat celcius. Bagian depan itu 39,2 derajat belakang 34,4. Wuh, ini sih adem banget. Padahal kita tadi coba main Gensin sama wotering Wif itu setengah jam setengah jam jadi hampir sejam. Terus kalau untuk baterai, karena baterainya lebih gede ini 8.200 Jadi konsumsinya pas kita coba untuk main PUBG 30 menit berkurang 6%, Mobile Legends 30 menit cuma berkurang 3%. Gensin Impack 30 menit berkurang 9%. Lumayan okelah ya karena biasanya Gensin sama wooding Wav itu butuh sekitar 12%. Ini 30 menit berkurang cuma 9%. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video unboxing dan juga handsons dari Nubia. Kekurangannya yang paling saya enggak suka sih nih lihat langsung kelihatan kotor karena nempel banget dengan magnet fingerprint. Tapi kalau soal desain sebenarnya saya suka banget desainnya inih beda dengan yang lain gitu. Red magic itu desainnya selalu unik ya. Nah, ini kalau kalian lihat kelihatan gaming banget dengan transparannya. Terus di sini ada tanda tuh Snapdragon 8 Elite. Jadi orang tuh udah bisa nebak ini. Kalau misalkan kita ke cafe terus kita main kayak gini orang baca Snapdragon 8 Elite. Wah gila ini pasti tablet mahal nih. Langsung gitu. Kalau di sini tulisannya Uni SOC gitu kan orang apaan sih ini tablet Uni SOC kan kureng yaak. Cuman sayangnya kayaknya dia enggak bakal masuk Indus sih. Kalau Redmi Keepad kan masih Xiaomi Indonesia kan masih kadang-kadang masukin ya. Ya entah masuk atau enggak tapi kalau ini ya kayaknya sih enggak bakal masuk Indo sih. Sayang banget. Padahal kalau misalkan masuk Indo dengan harga mungkin let's say R10 juta lah menurut saya masih oke lah ya. Apalagi aksesorisnya Nubia itu banyak ya. Semoga aja kalau Nubia nonton ini atau kalian kalau misalkan kalian lihat video ini, coba deh kalian komen apakah dia worthed untuk masuk ke Indonesia. Harganya kalau di Cina itu Rp9 juta sekian. Tapi kalau masuk Indo mungkin dengan TKDN dan lain-lain mungkin let's say R juta lah. R juta kemalan enggak sih? Coba deh kalau R juta menurut kalian masih pantas enggak masuk Ind? Saya dikedi and see you on the next video.
