Jungkat

9,9jtan.. Flip Moderen, motorola razr 60 Bagus!!! Tapi..... (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Guys, Motorola datang lagi nih. Tagline-nya make it iconic. Desainnya fashionable. Ada moto AI, ada layar luar yang bisa dipakai beneran dan pengalaman pakainya terasa beda dari smartphone mainstream. Ini adalah Motorola Razer 60. Pertanyaan sekarang, ini cuma gimmik flip phone atau beneran bagus sih? Yuk, langsung ya kita bahas Lego. Boksnya sih simpel banget, cuma berwarna hitam seperti ini. Di sampingnya ada penjelasan kalau semua boksnya ini tanpa menggunakan plastik sama sekali alias plastik free packaging. Di dalamnya kamu bakalan dapat protective cover berwarna biru. Lalu enggak kelupaan ada lembar panduan pengguna, garansi sim ejector, dan kartu perdana XL yang udah include di dalamnya. Lanjut lagi kita dapat device Motorola Razer 60-nya dengan disertain juga di dalamnya ada kabel charger type C dan juga kepala charger 30 watt. Fels-nya jelas lebih ke compact premium. Motorola masih mempertahankan 5 verion yang kuat. Bahan premium dengan warna yang udah divalidasi Pantter itu kelihatan beda dibanding smartphone lain yang kebanyakan glossy atau polos. Warna yang saya coba ini varian Gibral Tarsi, ada juga varian springbd parve pink. Dan jujur aja ada aura unik dari keseluruhan desainnya. Exelnya udah terasa solid. Dibuka tutup berulang kali juga enggak ada ngerasa ringki. Dan ini penting banget karena pakai pengalaman flip phone itu sangat bergantung sama hints. Yang saya suka sih jelas kefleksibelannya ini posisi setengah lipat itu kepakai banget. Mau nonton video sambil makan, video call atau bikin konten tanpa tripod, tinggal lipat dan taruh aja di meja. Layar lipatnya ini menggunakan panel P OLED 6,9 inch dengan resolusi full HD plus. Dari hasil pengujian yang kita lakukan, brightness normalnya tembus di angka 526 nitz. Buat indoor dan outdoor ringan masih nyaman. Warna juga terasa akurat karena ada beberapa mode warna. Di mode natural, layar bisa mencapai 100% sRGB dan 82% DCIP3. Kalau kamu pindah ke mode radian langsung naik ke 100% sRGB dan 100% DCIP3 yang warnanya lebih hidup. Sedangkan mode Vivit ada di 100% sRGB dan 99% DCI IP3 yang terasa lebih kontras. Tou samping red-nya juga maksimal di 1000 Hz dan layar dalamnya ini bisa menerima sampai 10 sentuhan jari sekaligus. responnya cepat, terutama pada saat kita pakai nge-scroll atau main game. Nah, buat layar depannya ini berukuran 3,6 inch yang cukup besar untuk balas chat, cek maps, dan buka kamera. Banyak momen di mana saya enggak perlu buka HP sama sekali, tinggal swipe di layar luar, beres deh urusannya. Contohnya waktu lagi jalan, saya coba cek notifikasi WhatsApp dan langsung replay dari cover screen atau waktu lagi dengerin musik, kontrolnya semua ada di depan. rasanya lebih cepat dan enggak ribet. Dan yang menarik nih ya, kebiasaan saya jadi berubah. Kalau dulu setiap notifikasi pas dibuka HP, sekarang lebih jarang buka cukup dari cover screen-nya aja. Ih, keren ya. Sekarang kita masuk ke bagian yang sering jadi pertanyaan. Performanya gimana nih? Motorola Razer 60 ini menggunakan chipset MediaTek Damen City 7400X dengan sistem fabrikasi 4 nm. RAM-nya dikasih 8 GB dengan LPDDR 4X. Terus storage-nya ini dikasih 526 GB UFS 2.2. Dari hasil benchmark yang kita tes, Anutunya ada di angka 753.414. Geig Band 6 mencatat single core 1044 dan multiore-nya 3.002. Untuk 3D Mark Slingshot ada di 5.829 dan white-nya di 3.700. Angka ini sebenarnya bukan yang mentereng ya, tapi dari segi penggunaan normal sih harusnya masih cukup. Tapi kalau udah ngomongin main game berat pasti akan lumayan berasa beratnya. Kita juga tes nih CPU trotin test selama 30 menit dan rata-rata performanya bertahan di 60%. Memang bukan device yang fokus ke performa ekstrem, tapi lebih ke stabilitas pemakaian harian. Sensor juga lengkap nih. Akselerometer sensor, light sensor, sampai magnetic sensor semuanya berfungsi dengan normal. Saya juga udah coba nih beberapa game buat lihat kemampuannya. Gensin Impact di settingan highest 60 fps selama 15 menit. FPS rata-rata ada di sekitar 30 FPS dengan drop di 20-an FPS di beberapa kondisi. Masih playable lah ya, tapi jelas bukan fokus utama device ini. Di Delta Force dengan settingan smooth dan frame rate ultimate hasilnya lebih stabil. Rata-rata di 49 FPS dengan FPS rendah di 40 FPS. Untuk gaming casual masih nyaman. Yang menarik, form ve vorlip ini bikin pengalaman main agak beda. Saat dilipat sedikit, posisi tangan terasa lebih ergonomis buat beberapa game. Motorola juga bawa kamera 50 megapel dengan dukungan Moto AI. Yang saya tangkap nih ya, kamera ini lebih fokus ke hasil yang natural, warna yang enggak berlebihan, dan tun kulit terlihat konsisten. Nah, fleksibelnya ini yang jadi andalan saya buat ngonten. Saya bisa taruh HP setengah lipat di meja dan langsung rekam video tanpa tripod. buat content creator ini fleksibel banget. Moto AI juga terasa hasilnya dari mulai optimasi foto, stabilisasi video, sampai pengaturan osure yang terasa lebih cepat. Jadi tinggal jepret aja enggak perlu pusing-pusing buat ngaturnya. Udah diaturin sama Moto AI. Kalian lihat sendiri ya hasil tangkapan kamera Motorola Razer 60 ini sebagai berikut. Ini adalah hasil kamera belakang dari si Motor Razer 60 di 1080 30 fps kayak gini dan dia juga ke lensa ultra wide nih tanpa harus stop ee perekaman. Tuh, balik lagi ke lensa utama. Untuk warnanya sih kelihatan bagus ya, lumayan saturated untuk karakternya. Tuh, kalian bisa lihat daun-daunnya tuh hijau banget. Terus juga untuk dynamic range-nya ini juga kelihatan cukup oke karena untuk detail di bagian shadow tuh sedikit berkurang. Sedangkan untuk di bagian highlight kalian masih bisa lihat di langit itu masih kelihatan si detail awan-awannya. Kalau kita sambil jalan nih hasilnya kayak gini stabil banget ya. Nah, ini untuk perekaman di full HD atau 1080 60 fps. Untuk 60 fps pastinya dia jadi lebih mulus ya. Kalian bisa lihat pergerakannya jadi lebih smooth, sedangkan detailnya juga masih bagus. Biasanya kalau HP-HP di kelas bawah itu kan kalau pindah ke 60 dia jadi stabilisasi berkurang. Sedangkan ini dia masih oke banget ya untuk sebuah HP flip. Masih stabil, enggak terlalu ada cheater dan masih bagus juga kualitasnya. Tuh masih bisa pindah ke ultrawide ya. Nah, ini untuk perekaman di 4K 30 fps. Jadi untuk 4K-nya dia cuman bisa di 30 fps. Dan kalau kita sambil jalan dia juga masih stabil ya. Paling ada tambah sedikit jedak-jeduknya gitu ya. Kayak tuh ada goncangan sedikit cuman sisanya stabil. Oke. Nah, dan dia juga bisa pindah ke ultra wide juga bahkan di 4K-nya. Untuk kualitasnya oke ya. Gimana menurut kamu? Lumayan lah ya buat posting-posting IG atau TikTok kan. [tertawa] Oh iya, dia juga bisa dengan camcord corder mode. Jadi penggunaannya seperti camcord corder dan di sisi layar satunya bisa zoom in, bisa zoom out dengan nge-slide ataupun double tap buat record. Oh iya, urusan suaranya dia dikasih satu speaker yang kencang ada pada bagian bawah. Moto AI-nya ini juga berfungsi dalam seperti personalized assistant yang bikin semua kegiatan atau kerjanya lebih cepat tanggap dan menyesuaikan dengan kebiasaan kita. Jadi, pengoperasian HP-nya bisa sesuai sama kebutuhan kamu. Nih Motorola Razer 60 dibekali baterai 4.500 mAh. Di Razer 60 menurut saya buat seharian penggunaan normal harusnya masih aman. Tapi kalau dipakai ngonten terus pasti akan cepat habis juga ya. Dari pengujian kita nonton video 1080p selama 30 menit hanya mengurangi sekitar 3%. Strolling TikTok dan Instagram 30 menit turun sekitar 4%. Bermain game selama 30 menit berkurang sekitar 10%. Untuk pemakaian harian saya masih bisa dapat 1 hari penuh dengan penggunaan normal. Mendukung 30 watt fast charging yang lumayan cepat buat isi 4.500 mAh baterai. Nah, setelah saya pakai Motorola Razer 60 beberapa hari sebagai daily driver, ada perubahan kebiasaan yang saya rasain nih. Penggunaan flip secara terus-menerus ternyata bikin jarang buka HP secara penuh loh, asalkan semuanya udah bisa diakses di layar depannya. Ini lebih selektif bukan layar utama dan pengalaman pakaiannya terasa fresh dibanding smartphone bar biasa. Kalau kamu cari smartphone yang beda dari yang lain, punya karakter kuat dan tetap nyaman buat pemakaian harian, Razer 60 ini menarik banget. Tapi buat dipertimbangkan kameranya ini walaupun oke untuk main kameranya tapi pada ultrawide atau zoom-nya masih berasa kurang ya buat saya. Tapi ya meskipun begitu setiap jepretannya bisa bikin muka tuh kelihatan detail banget. Jadi gimana udah tertarik buat belinya? Dari segi desain sih udah cakep cuy. Iconic banget dan feels pemakaiannya ini emang kerasa lebih mudah. Nah, Motorola Razer 60 hadir dengan harga sekitar Rp10 jutaan dan membawa konsep flip yang lebih matang di 2026. Udah resmi tersedia di Indonesia, di Shopee dan di digit khusus sampai Rp2 juta. Mantap kan? Langsung aja cek lewat link yang ada di deskripsi video di bawah ini. Oke, Guys. Jadi, itu dia pengalaman saya menggunakan Motorola Razer 60. Semoga bisa menemasan kalian. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye.

Lihat di YouTube