Jungkat

#99Talks Special GPA 2025: Hanya Proyek Berkualitas Berhak Atas Golden property Awards - Part 1/2 (YouTube Video)

  • 07/05/2025

Hello property people, welcome to 99 Talk special edition road to golden property Award 2025 The Legacy bersama saya Clara Antawijaya. Nah, sesuai dengan temanya ini, The Legacy Golden Property Awards 2025 hadir dengan konsep yang lebih istimewa karena apa? Sesuai dengan momentumnya yaitu anniversary 1 dekade alias sudah 10 tahun. Wah, luar biasa ya Property People enggak kerasa gitu ya. Dan tentunya tidak hanya untuk memberikan penghargaan tertinggi untuk legends-legends pada Insan Property juga tentunya kita memberikan apresiasi kepada semuanya yang tentunya memberikan sosok besar begitu yang memberikan kontribusi besar pada dunia properti yang sudah-sudah maupun yang sekarang. Nah, tentunya kalau misalkan di episode sebelumnya kan kita sudah menakar lebih jauh lagi. Kita sudah mengenal awal mulanya golden property itu seperti apa. Tapi kalau sekarang kita akan melihat dari sudut pandang yang berbeda karena kita akan melihat dari perspektif seorang pemenang. Nah, enggak sabar lagi kan kalau gitu langsung saja kita sapa narasumber kita yang pertama terlebih dahulu, CEO Indonesia Property Watch, The One Bapak Ali Ranghada. Halo. Sukses terus. Halo, Pak. Halo. Apa kabar? Ih, baik, Bapak. Gimana? Apa kabar? Baik. Luar biasa. Tentunya tidak hanya Bapak, tapi juga ada satu seorang pemenang. We Are the champion. Ya, kalau gitu langsung saja the founder dari Kesuma Agung Selaras, Bapak Ian Manik. Halo, Pak Wayan. Kabar baik. Selamat siang. Luar biasa, Pak Wayan. Terima kasih. Ih, aura-aura pemenangnya ya, Pak Ali ya. Sudah kerasa begitu ya. Terima kasih. Luar biasa. E anyway, congratulations, Pak Wayan. Berarti menang sekitar 2 tahun yang lalu begitu ya di 2023. Betul. 2025 seperti apa? Nanti kita akan melihat ya, Pak ya perjalanan seperti apa. Baik, tapi sebelumnya kita tanya dulu nih Pak Ali ya. Pak Ali di sini kan sudah pemenang nih ya. Dan tentunya enggak kerasa ya udah mau hampir 10 tahun nih Pak ya perjalanannya. Berarti Bapak sudah mengikuti perjalanannya luar biasa. banyakbanyak pemenang juga yang sudah Bapak saring gitu. Kalau boleh tahu, Pak, sebenarnya ee mungkin bisa enggak sih dikasih kisi-kisi untuk menjadi pemenang di Golden Property Awards tuh seperti apa sih, sesusah apa sih, sedewa apa speknya harus menjadi pemenang gitu, Pak? Iya, sebelumnya makasih nih, Pak Wayan. Ini ee kenapa kita mengharikan Pak Wayan di sini? Memang projjectnya banyak keunggulan ya. Nanti Pak Wan yang jelasin lah ya. Oke. Tapi isinya gini, intinya kan di Legacy 2000 e Godon Properti buat tahun ini itu kan udah satu dekade. Saya juga kadang-kadang mikir, loh kok udah 10 tahun aja ya sejak 2015 yang lalu gitu kan. Memang awalnya eh kenapa konsep temanya di Legu Legacy itu kan kayak apa ya warisan untuk pembangunan di tanah air dan kemajuan. kita akan mengundang lagi semua tokoh-tokoh yang 2025 eh 2015, 2017, 2019, 2023 gitu kan. Kita mau kumpulkan lagi semua yang legend-leend-nya itu kontributor untuk negara ini membangun properti yang dan kota gitu ya untuk kita sama-sama berkolaborasi kita ke depan mau seperti apa lagi nih gitu kan. Jadi kita mau bentuk ekosistemnya bisnis properti yang solid gitu ya. tentunya dengan pemerintah juga gitu, dengan asosiasi kita akan kerja sama seperti itu. H tapi sebetulnya ee kalau tadi-tani kriterianya apa gitu memang ini banyak yang bilang ini sebenarnya ee diawali dengan idealisme saya gitu. Saya itu melihat kriteria ee ketika satu project itu diberikan award harusnya itu bermanfaat dan ee apa merasa bangga gitu. bukan cuma bermanfaat, tapi penerimanya itu bangga. Bangga kenapa? Karena ternyata ada yang menilai, ada yang melihat dari ee apa eksternal dan mengakui itu. Heeh. Dan betul-betul jujur. Makanya kan ini harus projek yang jujur yang betul saya bisa klaim nih ini bukan word bayaran ya. Saya pastikan itu bukan word bayaran. Jadi kita menilai dengan kriteria ada 24 kriteria dan kita melakukan verifikasi awal sampai nanti kita kunjungan ke lapangan verifikasinya. Jadi enggak hanya desktop selesai oke kemudian negbong ya tapi memang enggak saya enggak ke sana gitu loh ya ini. Jadi memang ini saya mesti ungkapkan ke audiens juga karena memang itu yang kami rasakan ya ya. Saya di tim saya, saya bilang selalu bahkan ke timnya developers yang ikut ee apa ikut verifikasi. Saya bilang kalau ada tim kami yang apa ya ee minta-minta sesuatu, tolong jangan jangan di ini diabaikan aja gitu karena kita enggak ke sana. Heeh. Heeh. He ya. E kalau memang ada seperti itu enggak masah itu s aja kan semua itu. Tapi kita enggak mengambil jalur itu. Kita mengambil jalur yang betul-betul award yang bisa dibanggakan oleh si pemenangnya. Heeh. Ya kredibilitas ya Pak ya. I emang emang kan enggak enggak gampang ya menjadi 2015 itu Pak Wayan pas kita buat god properti buat pertama kali itu banyak yang bilang ah ini enggak akan bertahan karena semua itu yang punya backup dana gitu ya kan gitu ya ini kita bisa terbuka aja kan backup dana kemudian siapa di belakangnya itu yang bisa bertahan tapi ternyata kita buktikan ee kita bisa gitu karena dasarnya tadi dari idealisme gitu ya dari idealisme dan itu kita jaga integritas itu sampai saat ini dan seterusnya. He. Tapi memang sudah rahasia umum ya, Pak ya. Banyak awards-awards abal di luar sana. Tapi tentunya kalau misalkan kita melihat perjalanannya dari 2015 sampai dengan sekarang ya GPA sekarang menjadi golden rules gitu Pak ya bagi pelaku properti saat ini. Oh jadi kalau mau lihat yang bagus yang mana, tinggal aja lihat pemenang GPA tahun ini kapan GPA. Jadi tentunya pasti ada sense of apa ya winning gitu ya, Pak ya. Apagi kita tadi dibilang bahwa ada 24 kriteria lah, terus apalah inilah untuk masuk kategori aja berarti sulit ya, Pak ya? Ya, jadi memang di awal ee semua the whole e proses verifikasi awal itu sampai kita penentukan memenang kurang lebih 6 bulan minimal 6 bulan lagi. Itu malah di tahun berapa sampai 8 bulan gitu kan karena banyak seluruh Indonesia kita sampai 12 kota besar di Indonesia. Kita diawali oleh skrining awal. Heeh. Screening awal itu apa? Kita data semua proyek seluruh Indonesia mungkin enggak semua ya. 70% kita cover lah. Heeh. Kemudian kita cek ee legalitasnya. Heeh. Muncullah. Kemudian daftar list project yang ee tahap satu, tahap satu itu istilahnya lolos nilai en lah gitu. Jadi dari pembawatan itu en ke atas itu lolos. Iya. Heeh. Setelah itu kita ada cek lagi ke sampai nilainya itu del. Heeh. Jadi yang nilai del itu gimana caranya kita ee makanya saya nanti minta yang ke Pak Wayan. Pak Wayan, kalau ada calon konsumen ke marketing galerinya Pa Wayan nanya-nanya banyak-banyak, baw cerewet tapi enggak beli, itu jangan-jangan dari tim kami. Itu kan kayak misal intel karena kita butuh itu kan kadang-kadang kalau kita ketemu tim, "Bapak tim dari mana?" "Oh, disiapin semua nih." Kita enggak mau yang betul-betul sidak gitu ya. Tanya ee setelah itu kita dapat masukan sampai yang nilai 8 ke atas baru mungkin tim inti akan turun turun langsung ke verifikasi. He. Heeh. Tapi sebelum untuk dapatkan del kan enam dulu nih ber minimumnya ya. Itu aja untuk dapat en susah ya, Pak ya. Ee iya iya ee karena memang kriterianya dibilang susah sih enggak ya. Tapi kalau memang kita jadi satu pengembang yang betul gitu, yang benar, yang jujur itu harusnya enam dapat gitu. Jadi yang en ke atas itu ada keunggulannya, ada keunikannya ya konsepnya seperti apa. Kemudian kita nilai ee apa namanya itu e penjualannya rnya seperti apa. Sampai tadi mysteries consumer ya sampai kita tim kami, tim IT kami melihat ada enggak sih ee komplain-komplain di media sosial. Hmm. Sampai dicek ya, Pak ya. Cek karena kan biasa konsumen jujur ya, oh ini ininya apa ya? Kita akan konfirmasi nanti ke projjectnya ini. Betul enggak sih? Jangnya ada yang iseng aja jahil kan ada juga. Betul. Betul. Tapi sebagian besar kita akan akan e klarifikasi ke si pengembang betul atau enggak. Ya sampai kayak gitu sih. Makanya butuh 6 bulan kan kita nurunin hampir 20 tim 20 orang ee researcher dan itu dibagi jadi empat atau lima lima grup itu keliling ini mulai keliling nih. E Indonesia lah kita mulai keliling. Berarti ini sudah mulai belum sih, Pak? Heeh. Ee sebulan lagi setelah ee Idul Fitri nih kita akan mulai. Sebulan setelah Idul Idul Fitri sudah mulai screening sudah mulai ya, sudah mengincar-incar nih mana ya yang berpotensi seenggaknya begitu ya. Ohalah. Jadi memang jangankan jadi pemenang untuk masuk aja ke dalam kategori juga untuk mendapatkan nilai en yang ber minimum itu udah melalui beberapa tahapan gitu ya. Luar biasa. Tapi kalau menurut Pak Ali sendiri untuk memenangkan satu award ini golden property awards itu seberapa besar pengaruhnya sih Pak bagi developer atau brand di industry property? bisa tambahin nih, Pak. Ya, karena dari pastinya pastinya ini tapi kalau dari sisi kami itu gini yang tadi kembali lagi kalau pengembang itu ee menerima award harusnya dia bangga betul-betul bangga. He. Bukan karena oh saya dapat word bahkan dari internasional, oh saya dapat internasional gitu ya. He. Tapi apa betul ya gitu loh. Karena kalau kejujuran sendiri kan enggak bisa bohong tuh karena betul ya kalau kita bisa, oh saya senang tapi betul enggak sih ini pengembang pemenang ini bangga? Kenapa bangga? Karena ada lembaga independen yang menilainya dan betul-betul betul-betul enggak asal-asalan. Ada kriterianya gitu, ada pembobotannya, perhitungannya ada. Heeh. Ya, kalau memang bisa lebih kita bisa bisa buka juga nih penilaiannya seperti ini gitu ada gitu loh. Jadi enggak asal-asalan. Nah, itu yang kebanggaan itu yang saya mau ee saya mau pengembang itu rasakan itu gitu. Hm. Iya. I itu sebuah satu award yang memang bernilai gitu, Pak ya. Bernai. Oh, iya ya. Ya, saya juga mau kasih apa ya, sebuah testimoni saya gitu. Saya juga mau ngasih kas testimoni soalnya teman saya di dunia properti itu kan cukup banyak ya, Pak Ali ya. Dan ternyata juga ketika kita udah ngomongin golden property awards itu sudah masuknya bergengsi, bukan kredibel lagi, bukan bukan ee apa namanya terpercaya lagi, tapi memang sudah bergengsi karena untuk mendapatkan itu sulit gitu. Nah, kalau gitu langsung saja kita ke Pak pemenang ini. Aduh, Pak, rasanya jadi pemenang gimana, Pak? Oh, priceless ya, enggak bisa diungkapkan. Sangat Heeh. Ee kami sangat banggalah karena seperti Pak Ali bilang tadi ini ee sesuatu ya saya dengar berapa tahun yang lalu cuman mimpi ngebayang w mudah-mudahan suatu saat saya masuk dalam tahun 2021 ya kami mulai di bisnis properti ini perusahaan berdiri tahun 2013 sebenarnya iya jadi lama hampir mau tahun ini kita ulang tahun yang ke-14 ya kebetulan salah satu dari empat projek yang kami empat lokasi yang kami punya itu di kunjungi oleh timnya Pak Ali dari Golden Property Awards. Tentu itu kan ee tidak ternilai harganya kebanggaan bagi kami. Jadi rasanya sangat senang bahwa apa yang kami tekunin itu bukan hanya masalah, tapi mendapat perhatian, mendapatkan apa ya sesuatu apresiasi dari pihak yang sangat independen menurut saya yang sangat kredibel. Betul. Dan begitu 2 tahun lalu kami dapat bangganya luar biasa. Kami pajang di mana-mana jadinya. Wah iya kami pajang di baik di marketing galeri kami. Betul Pak Wan. Jadi saya saya ingat saya mungkin kalau saya salah saya kan kenalnya Pak Wayan itu di Uward Pak. Ya sebelumnya kita enggak kenal. Enggak kenal. Saya enggak kenal. Jadi saya betul-betul enggak tahu siapa gitu kan. Kemudian tim kita bilang ini ada proyek yang bagus kita kunjungi. Nah itu saya mau kenapa wayang. Jadi enggak ada enggak ada enggak ada koneksi orang dalam. Lama sekali. Mohon maaf saya sedikit mengidolakan Pak Ali. Kenapa? Kan beliau sering nulis, sering kasih statement. Kita semua mengidolakan Pak Ali, Pak. Jadi begitu begitu apa projek kami yang kami rancang dan kami delivery mendapat award dari tim beliau itu seperti saya bilang tadi, enggak ada harganya menurut saya. Iya ya. Iya. Dan jadi kebanggaan. Jadi kami kan karena di bisnis properti ini kan menyangkut banyak hal ya dari perbankan dari stakeholder. Saya selalu bangga nih kita bukan developer e abal-abal loh. Kami dapat award dan ee 2 tahun lalu itu kebetulan juga secara sales kami lompat ya tiga kali lipat ya di lokasi yang ketiga yang dapat award ini. Oh, setelah mendapatkan award eh sebelum memang pada saat mendapatkan award juga sebelum dapat award dari GPA itu kita dari perbankan baik dari Bank Konvensional BTN, Bank BNI, Bank BRI kita semua dapat dari mereka untuk produk yang kita ee delivery. Oke. Ini produknya spesifik ke satu yang Sentul atau memang dari mana? dari dari keduaah dari dari pro kami lakukan baik secara volume penjualan, kualitas produk, kemudian ee rumah contoh kami dipinjam oleh pihak perbankan untuk show unit, untuk bikin o. Jadi enggak salah sih GPE begitu menetapkan kami jadi salah satu ee berarti timnya Pak Ali keren ya untuk apa memata-matai mana yang bagus gitu ya. I banget dari sisi perbankan e perbankan lah yang lain-in mereka sudah ngasih ke kami. Jadi barengan jadi perbankan juga ngasih karena kita pencapaian penjualan segala macam dari pihak Pak Ali juga ngasih berarti kan kalau dilihat apa horizon-nya kan berarti ee tidak berdiri sendiri nyambung ke secara keseluruhan gitu loh. Iya betul. Ih, luar biasa. Bangga sekali kalau begitu dapat. Tapi berarti timnya Pak Ali keren banget. Bisa memantau nih mana yang oke gitu ya. Ada satu hal lagi. Jadi kalau menurut saya yang dapat award itu kan mostly yang sudah memang ee punya nama legasi di dalam bisnis e propertinya. Begitu kami yang boleh dibilang baru 12 tahun, 10 tahun berkecimpung di bisnis properti ini, dapat award dari yang sangat kredibel kan otomatis menambah semangat kami kan untuk terus improve, untuk memperbaiki diri, untuk me e apa mlauncing produk-produk baru. He. Sehingga kita memang ikut kredibel gitu sebenarnya, Mbak. Semakin semangat lagi ya, semakin semangat penambah semangat. Itu betul kelihatan saya mau tambahkan. Saya ingat Pak Wayan bilang seperti itu. Jadi ee biasanya tuh bukan mau bandingin ya. Kalau word-win itu yang hanya mendaftar aja ya. Dan itu biasanya pengembang-pengembang besar. I ee kita ngelihat pengembang besar satu wilayah tidak bisa dibandingkan dengan pengembang lokal yang hanya misalkan 10 atau 20 hektar bahkan 50 hektar enggak bisa kan ya. Ratusan hektar sama yang 10 kan enggak puluhan enggak bisa. He. Kita melihat ini pengembang yang di skala skala pengembangan ini yang cukup menengah sampai bawah bahkan LPP, Pak. Iya. Di ee subsidi kita kita ee validasi juga kita e apa namanya? Nilai juga gitu, asesmen juga. He. Nah, ini ada yang lokal-loka champion ini Yes. Yang ee sebetulnya bagus banget termasuk Pak Wayan punya nih, tapi tidak tidak diapresiasi gitu. Hm. Ya, mungkin ada bank apresiasi ya, tapi tidak ada lembaga yang enggak apresiasi. Betul. Betul. Jadi kita penilaiannya memang by scale by region. Jadi tidak yang atas di diadu sama yang lain skalah gitu apple to app juga ya. Apple to apple. Betul. Jadi kita buy by buy region-nya buy skala. Jadi itu nanti pemenangnya itu tadi ada berdasarkan skala berdasarkan wilayah gitu. Heeh. Itu jadi tadi lokaal-loka champion yang harusnya diapresiasi karena kan semua konsumen kan tetap enggak semua yang ngembang atas gitu ya. harganya kan enggak yang menengah atas juga yang menengah sampai bawah ini harus ada yang apresiasi dan yang penting itu message-nya sampai ke konsumen. Heeh. Artinya yang ketika kita yang teliti yang sudah kita assessment ini ada kok ternyata yang bagus juga gitu loh. Enggak semua harusnya pengembang besar. Jadi ini semua segmen kita masukin. Heeh. Jadi kembali lagi sebenarnya kita perlu untuk menitik beratkan dari local champion yang ada ya karena kebanyakan itu enggak kelihatan. Biasanya developernya gede-gede aja gitu ya. Dan kalau disandingkan dengan yang lokal memang agak jomplang, tapi ya pasti semuanya punya kategori masing-masing gitu ya, Pak. Oke, kerenkeren. Tapi Pak Wayan ee sebelum jadi champion gitu ya, Pak, tantangannya apa sih, Pak, yang harus dihadapin sebenarnya, Pak? Iya. Ee sebenarnya kan kami hanya fokus pada bagaimana meng-create produk yang ada value-nya sendiri. Heeh. ini tidak instan lah kita bisa menciptakan produk itu. Nah, tantangannya sebenarnya di dunia properti ini kan cukup ee ketat ya, cukup e banyak sekaliah. Ketat sekali ya, sangat ketat. Tapi saya bersyukur karena di bisnis property ini juga kita bisa create value. Ada banyak hal yang menjadi boleh dibilang ambisi pribadi bisa kita wujudkan. Ee ada timnya Pak Ali sampai bilang, "Oh, Pak Wayan kan hobinya orang Bali itu ngelukis." Tapi saya ngelukis itu dalam bentuk hamparan side plan di mana harus penataan ee taman, gerbang segala macam, terus ee tempat ibadah. Kita coba lukisan saya dalam bentuk itu. Oke. Kebetulan yang kemarin dapat award 2 tahun lalu itu kita awalnya itu Mbak itu izin lokasinya 18 hektar e sekarang kita sudah 25 hektar. Jadi kita akan terus perkembangannya ya. Iya. Jadi dan menurut saya sangat smart lah timnya Pak Ali. Bukan karena sekarang kita muji enggak, Kak. Maksud saya sangat cerdik, sangat smart. Kenapa? Skala kami ee itu dimasukkan waktu itu kami dapat award untuk compact skill eh development. Iya, development developer. Jadi compact skill lah. Jadi skala kompaknya saya juga mikir, oh kita bisa dapat sesuatu dan ee itu menurut saya memotivasi kami untuk bagaimana produk yang sudah ada itu tetap kita ee improve, kita kembangkan. sehingga kita terus terus tetap ada gitu loh. Ee jadi maksud saya gini ee justru dapat award dari GPE ini itu membuat kami bagaimana caranya bahwa ee kami next-nya itu dapat lagi. Heeh. Jadi kita tidak ini berjalan 2 tahun kita launching new product. Heeh. Berdasarkan ee inisiatif ee masukanlah dari teman-teman di GP. Kenapa enggak bikin gitu, Pak? Nah, kita tahun ini kan bikin itu namanya yang kluster Kopenhagen ya, Pak Ali. Tadi saya cerita sama beliau, kita tiga lantai disentul karena kita beber punya beberapa kelebihan. Itu yang kita coba explore, kita coba ee apa namanya kemas, memberikan nilai tambah lagi dan antusiasme pasarnya cukup bagus di tengah kondisi yang tidak menentu begini, malah kita juga apa surprise. Duh, ternyata kita bikin tiga lantai dan dikemas cukup baik. Eh, animo dari pasar cukup bagus, Mbak Kas. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Itu menarik sekali loh. Berarti ini juga bisa menjadi pesan ya bagi para pegiat industri properti bahwa jika ingin menjual ee sesuatu apapun itu jenisnya properti ya harus ada added value-nya. Mau balik lagi ada mau added value apapun itu harus ada yang membedakan properti kita dengan properti lain. Karena memang kalau kita lihat industri properti itu ketat ya, Pak. Ketat. ketat sekali. Pak Ali pasti sudah tahu nih ya segimana ketatnya, segimana ee antara satu developer dan developer lainnya ibaratnya tarik-tarikan konsumen gitu ya. Sekarang dilihat mana yang paling bagus. Tapi kalau dari Pak Wayan sendiri apa yang membedakan properti Bapak dengan properti orang lain? Aded value-nya ini di mana? Iya di samping kan kalau ilmunya Pak Ali kan dan ee di industri properti sebelumnya kan lokasi lokasi lokasi. Kami menang di lokasi tapi perlu effort yang luar biasa. agar lokasi itu menjadi ee sesuatu yang sangat premium. Beliau mengamati bagaimana perkembangan dari perumahan kami yang dapat kan namanya Graha Lara Sentul. Iya. Oke. Nah, itu perumahan ketiga kami. Bagaimana beliau tahu sejarahnya dulu kita masuk melalui pasar kemudian kita bikin jembatan sendiri sehingga ada nilai tambah yang kita ciptakan. Jadi memang kami mungkin satu-satunya properti yang ee di daerah Sentul yang ke pasar dekat kemudian di jalan raya Bogor. Nah, ini kan perlu invest yang luar biasa membuat jembatan sendiri, pembebasan lahan untuk akses sehingga dari itu kita bisa berikan nilai tambah yang berbeda. Nah, jadi menurut saya ee apa ya ee harus ada pembeda memang dengan ee yang lain. 2021 masalah kan kami ke sana. Jadi memang di kriteria kami itu tidak ada yang hanya konsep. Kita enggak nilai konsep, kita nilai realisasi. I udah udah ada udah ada belum sih? Ini konsepnya bagus tapi realisasinya enggak ada. Kita enggak mau nilai itu. Betul. He. Jadi yang kita nilai itu ketika 2021 memang saya ingat tuh, Pak. Jadi saya masuk dari pasar kan saya bilang kok aksesnya gini ya. Bukan enggak bagus tapi emang agak sempitlah. Agak agak crowded kan. Kalau enggak salah waktu itu belum menang ya? Belum belum belum belum belum. Jadi saya agak saya poin udah kalau ingat splash break lagi itu kita enggak menangin Pak. Kenapa? Karena tadi lokasi bukan enggak bagus meskipun lokit seperti itu ada lokasi yang lebih bagus proyek lain. J kita harus menangkan proyek lain. Tapi ketika 2023 ya. Nah kita ada lihat perkembangan ee karena di 2021 itu sudah ada rencana pembukaan akses tapi kita enggak mau akuin itu. Agak-agak sok nilai gitu. Enggak apa-apa. Betul kan? Kita enggak bisa ngebohongin konsumen kan. Depo ini menangnya kenapa? Karena akses. Kita bilang belum ada akses yang bagus. 2023 ketika kita lihat sana wah ternyata sudah realisasi ada aksesnya dan itu memang menciptakan edit value ke si project itu. Betul. Ya, layak menang gitu. Dalam waktu 2 tahun berarti ya perubahannya lumayan banyak ya. Iya mungkin sebelum itu udah. Tapi kita pas saya enggak tahu pas bukanya itu 2000 kapan 2000 jembatan tuh kita resmikan 2022 Pak. Nah, 2022 kita nilainya kan 2023-nya itu bekerja sama dengan pemda enggak enggak enggak sendiri sendiri all by yourself by kan effortnya kan betul-betul bagaimana menciptakan edit valu biasa itu. Heeh. Iya. Jadi juga konsumen mudah gitu ya untuk melihatnya. Yang tinggal juga nyaman. Aduh dekat pasar tuh udah paling strategis banget ya. Bisa ibu-ibu tuh pada paling senang tuh ya lokasinya mana dekat pasar. Oke. Nah gitu. Terus ee dari lokasi berarti itu bisa menjadi added value Bapak gitu ya. Dan ini juga yang dilihat dari Pak Ali ternyata ya ketika memenangkan ee Graha Laras Sentul. Betul ya? Dilihat dari lokasinya yang memadai. Terus apaagi Pak yang Bapak melihat keunikan? Yang utama sebetulnya pertama dari lokasi. He. Lokasi itu tadi kita enggak hanya ngelihat konsep eh apa ee rencana gitu kan, enggak gitu ya, location-nya seperti apa, kemudian development-nya seperti apa, pembangunannya tadi Pak, pembangunan seperti kualitasnya ee apa namanya ee fasad bangunan, desain segala macam. Kemudian marketing ketiga, keempat ee manajemen. Marketing itu terkait dengan penjualan ya ee dan segala macamlah. Kemudian manajemen itu tadi kita ngelihat serah terima seperti apa, kemudian ada komplain enggak di media sosial mengenai si project ini dan perusahaannya sampai seperti itu. Jadi ada empat empat kriteria utama tapi ada sub-subnya itu total 24. Oke. Jadi yang paling penting lokasi, manajemen, marketing, man. Marketing management. Oh, apalagi Pak tadi? Management. Management, marketing dan development di sini. Location, development, marketing, marketing and sales gitu ya. sama ee manajemen manajemen memang apa bedanya nih marketing ee Graha Laras Sentul dengan yang lain ya kalau misalkan bisa dilihat karena ini kan ee lebih ke lokal begitu ya apa bukan developer yang betul betul besar begitu apa yang bisa membuat Pak Ali ini terketuk hatinya ini marketingnya bagus saya data lengkapnya enggak tahu tapi ini saya satu yang proyek yang saya tahu betulah bukan tahu betul yang yang ee berkesan nih Pak ya karena tadi itu ya pertama lokasi itu tadi yang masalah akses itu kunci ya kunci itu itu yang ee ketika 2021 kalau kita bandingin nilainya sama 2023 gitu ya, itu nilai lokasinya di KB itu lompat gitu. Memang effortnya juga loncat, Pak. Betul. Itu nyambung ke development ketika akses yang sana pasti development konsepnya juga beda ya. Ee mungkin kualitas bangunan e apa fasad-fas juga sudah mulai kekinian gitu ya. Kemudian marketing tadi pawnya juga sudah di ee konfirmasi juga ada penjualannya naik di pas 2023 itu. Dibandingkan yang lain mungkin ee di atas average lah. Jadi memang kita lihat yang menonjol-menonjol itu apa. Managem. Management itu sebenarnya ada beberapa komplain tapi kita ngelihat itu kayaknya ee tidak terlalu apa ya ada yang iseng juga atau apalah. Kita lihat ke sana kita verifikasi apa bentuk kualitas bangunan kayak gitu gitu kan. misalkan ada bangun, oh i kok ini enggak bagus apa kita lihat gitu. He bukan di garol aja di semua project gitu. Jadi enggak hanya semata-mata kita dapat masukan dari metro kemudian itu kita akan cek ke lapangan makanya tim lapangan pun diterjunkan ke ini. Hm. Heeh. Betul. Melihat lokasinya seperti apa dan kualitas seperti apa. He. Sejauh ini ada komplain enggak waktu kemarin Pak Bapak lihat ee saya enggak tahu kayaknya ada semua hampir semua proyek ada, cuma memang enggak major ya. Kadang-kadang di beberapa lokasi tim kami itu sampai air tanah itu kalau ada ada info-info yang enggak bagus air tanah tuh kita cium tuh kadang-kadang jadi kan iya pengembang yang menutup-nutupin itu banyak loh ya kita kan ada yang kalau kita cium itu kan bau kayak besi gitu tapi kalau disentul pasti bagus enggak sih Pak tapi pakai PDAM nah kalau PDAM ada yang belum masuk PDAM tuh kan dia pakai sumur eh apa ee itu kelihatan orang enggak enggak kalau kita kan survei dia kan sudah terbiasa lah gitu kan kalau ada kuning-kuning dikit itu pasti kelihatan tuh airnya kenapa tuh kan kita cek gitu karena kita butuh apa ya kita kan bertanggung jawab juga kepada konsumen mungkin kami belum sempurna lah ya enggak bisa kami semua yang he betul bagus tapi minimal apa yang kami tahu kami sampaikan gitu betul ya itu ujung-ujungnya nanti apakah dia pemenang atau enggak yang pasti itu kita sudah verifikasi dan betul-betul sudah diverifikasi gitu bukan, bukan bukan omong-omong aja gitu. Iya. Ya. Ya. Ya. Pak. Keren banget sih, Pak. Bisa menang ya, Pak ya dari segala ketetatan yang diberikan oleh Pak Ali. Tapi bisa lolos berarti memang ee Graha Laras Sentul berarti ya yang kemarin dimenangkan ya. It's really well deserved, well earned juga. Mungkin Bapak bisa cerita, Pak, dampak setelah mendapatkan awards itu seperti apa? Ada sampai beberapa jenis pohon, Mbak Karla. Saya datangin satu truk, dua truk dari Bali. Berarti diperhatikan juga elemen-elemen seperti ketika pemenang sudah mendapatkan awards, bagaimana caranya untuk mempertahankan kita ada ada mau pantar sif oke tapi bukan sebelum ditentukan pemenang kita enggak mau ada salah satu yang berikan nilai tambah di industri properti ini adalah GPA saya bayangkan betapa bangganya kita yang menang dan itu diakui dan dihadiri oleh semua stakeholder properti gitu [Musik] Yeah.

Lihat di YouTube