Jungkat

#99Talks Special GPA 2025: Membangun Kredibilitas di Mata Para Pelaku Bisnis Properti - Part 1/2 (YouTube Video)

  • 21/05/2025

[Tepuk tangan] [Musik] Hello property people, welcome to 99 Talks special edition. Road to Golden Property Awards 2025 The Legacy bersama saya Clara Antawijaya. Nah, sesuai dengan temanya ini, The Legacy Golden Property Awards 2025 ini hadir dengan konsep yang pastinya lebih istimewa karena bertepatan dengan anniversary satu dekade alias 10 tahunan ya. Nah, tentunya tidak hanya untuk memberikan penghargaan bagi instant property, tetapi juga eh pastinya momen satu dekade Property Awards ini juga dipersembahkan untuk para legend yang telah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa besar di industri properti baik dulu maupun juga sekarang. Nah, di episode kali ini selain juga ngobrol dengan pemenang sebelumnya, kita juga akan mengulik nih ya perspektif lain tentunya dari seorang influencer property yang ah langsung aja ya kita ke narasumber kita yang pertama terlebih dahulu yaitu kita memiliki CEO dari Indonesia Property Watch Bapak Alit Ranghada. Halo, apa kabar? Saya mau apa kabarnya ya? Tapi baik Pak, apa kabar, Pak? Luar biasa. Luar biasa. Dan yang kedua, Theion of Last nih ya, yang merupakan General Manager Sales Marketing and Promotions dari Grand Wisata. Halo Bapak Hans Lubis. Halo, selamat sore, selamat malam. Jadi kita bicaranya semua salam ya, salam apapun ya, Pak ya. Tidak mengenal waktu. Iya, yang penting tuh semangat pagi biasanya, Pak. Semangat pagi. Semangat pagi. Sore, siang, malam, ujungnya selamat pagi. Selamat pagi. Yaudah. Baik banget. Selamat pagi, Pak. Pagi. Iya, sehat, Pak? Sehat, sehat. Sehat. Oke. Dan tentunya kita memiliki narasumber yang ketiga. Beliau merupakan property influencer top. The best. The best. The best. Langsung saja ke Pak Ruby Herman. Halo. Selamat pagi. Pagi pagi pagi. Closing closing closing. W kalau closing cuan cuan cuan cuan. Aduh luar biasa. Wow. Gimana? Baik baik sekali. Thank you so much. Mantap. Sekali selalu auranya tuh aura pagi gitu ya kalau ketemu Heeh. Kalau ketemu Pak Rubi itu Yes. Karena kita menginfluence kan harus mang terus. Iya benarlah kan. Betul. Eh tapi luar biasa loh kita udah perjalanan hampir 10 tahun nih Golden Property Awards ya. keren perjalanannya pasti ini bukan yang bukan yang bukan yang sulit untuk digapai tentunya tidak mudah tapi pastinya siapapun pemenang dari Golden Property Awards ini tentunya bisa mendapatkan dampak yang positiful ya bagi seluruh developer kah atau konsumen juga i di industri properti pasti ini memiliki dampak yang sangat positif tapi Bapak-bapak nih ya aku ada koncern sedikit deh terkait dengan awards-awards lainnya. Kalau Golden Property Awards ini kan memang sudah menjadi benchmark ya di industri property. Tapi sekarang aku tuh agak concern banyak sekali awards yang cukup abal-abal ya, yang tentunya tidak kredibel begitu ya, yang asal mungkin bisa dikasih uang, dikasih insentif mendapatkan award. Sedangkan golden property awards kan tidak seperti itu ya. Tapi mungkin aku mau nanya ke Pak Ali nih, Pak. Fenomena seperti ini bagaimana Pak Ali menyikapinya? Fenomena ini sebenarnya kan sah-sah aja ya. Artinya secara mungkin secara bisnis kan macam-macam juga untuk menggapai ke sana gitu kan. Tapi kami itu ee mencoba tidak ke seperti itu gitu ya. Awalnya itu Golden Property Award muncul dari keprihatinan itu memang sebetulnya kami mau mencoba membuat satu eh award mendefinisikan ulang arti award itu apa sih gitu loh. He ya. Kalau seorang pemenang ee apa mendapatkan award artinya dia harus bangga. Manfaatnya iya, tapi dia harus bangga jujur sama diri sendiri. Betul enggak sih saya dapat betul dapat award karena memang kualitasnya bagus gitu. Iya. I jadi ee bukan berdasarkan transasional pemenang ya. Di awal-awal saya minta dong kategori ini ee ya dengan bayar berapa lah gitu. Kita mau menghindari itu sebetulnya. Hm. He. Jadi sebelum ada pemenang kita enggak ada transaksional apa-apa kita enggak ada. Nanti bisa konfirmasi juga ini paham kita tidak ada dusta di antara kita, Pak. Silakan sejujurnya kita buka ya. Tapi artinya saya mau coba gini gimana sih ya? Coba kita bayangkan satu pemenang itu mendapatkan award tanpa ada verifikasi, tanpa ada assessment. Itu kan tanda tanya gitu maksudnya itu kok saya enggak ke sana ya? Tadi kan saya kok tadi kan kalau saya bilang tuh saya tuh agak idealis memang sih. Hm. Agak idealis. Saya enggak tahu apa sok-sok idealis, tapi memang saya maunya seperti itu. Iya. Dan sampai 10 tahun ini, Nah, di 2015 ketika awal golden property banyak yang menyangsikan gitu loh, paling benar ya buat kayak gini ya nanti bisa jalan enggak sih eventnya? Karena itu kan butuh modal seperti ee besar banget gitu ya. I. Heeh. Tapi ya ini kita buktikan g dengan dengan realita udah satu dekade, satu dekade pertama ini kita berhasil berhasil menjadi saya enggak tahu ya nanti Pahan yang bisa bicara juga gimana sih eh apa gengsinya golden property tapi kita mau harapan kita memang mau menjadi bench smart award di Indonesia. Heeh. Dan betul-betul credible. He. Ee objektif gitu ya. Dan memang ee ya diakuilah. Hm. Bisa jadi kebanggaan gitu. Enggak hanya nama saya dapat, tapi bangga tadi jujur loh. Jadi saya bisa dapat enggak sih gitu? Lu ya bisa gitu. I kan tidak tidak monopoli untuk pengembang besar aja. Semua pengembang kita akan apresiasi kalau memang dia memang punya kualitas yang bagus gitulah. Kalau sebenarnya untuk dapat awards sebenarnya untuk dapat awards itu mudah asal terkualifikasi. Menarik sekali, Pak. Semoga dengan adanya GPA ini ya ee bisa menjadi angin segar ya untuk dunia properti. Jadi tidak hanya awards-aards yang abal-abal saja yang bersifat transaksional, tapi di sini benar-benar pure dengan adanya integritas gitu ya. Karena kuncinya kan sekarang kayaknya integritas adalah hal yang mahal begitu ya. Jadi sulit gitu untuk dapat dengan ini kan kita apa ya memotivasi juga yang-uwetiklah itunya apa namanya tidak integritasnya dijaga lah gitu kan. Iya iya iya kita enggak nyalahin juga kan. Tapi artinya tadi ee God properti world tidak mengambil jalan itu mengambil jalan yang idealis gitu. Jadi yang memenangkan golden property words itu yang benar-benar well deserved, yang earned gitu ya seperti grand wisata ya. Ah hm. Pintar ya. Emas hebat. Gimana Pak Hans melihat fenomena awards-awards yang transaksional yang abal-abal lah bisa dibilang? Iya. Tadi saya sih sependapat dengan Pak Ali ya, bahwasanya ya itu hal yang ya lumrah terjadi gitu, tapi tergantung kita mau memposisikan di mana nih dan sebagai penerima award kita mau enggak sih dapat award yang abal-abal gitu kan. Kan kalau tadi Pak Ali bicara dari sisi GPA-nya kalau saya bicaranya ya pasti kita enggak mau dong dikasih award tapi kita harus kayak eh doing something, pay something and then kita enggak bisa ngebanggain award itu gitu. Karena bagi kita sebagai tentunya award ini kan enggak cuman sekedar kayak pajangan ya s hari selesai acaranya selesai habis itu sudah gitu enggak? Tapi kita pengin ee si award atau penghargaan ini bisa menjadi ee kebanggaan kita juga nih sebagai developer yang bisa kita ee berikan kepada ya orang yang datang ke Grand Wisata khususnya saat ini. Jadi melihat ee dengan adanya pencapaian yang diberikan ya pasti ini yang terbaik. He. Jadi dengan adanya abal-abal yang tadi katanya ya, yang sifatnya transaksional, yang sifatnya kayak ee apa ya ee memberikan tanpa ada proses assessment ya. Kalau yang saya suka dari GPA ini sebenarnya adanya assessment sih. Adanya assessment yang dilakukan yang benar-benar disesuaikan dengan kategorinya. Jadi enggak asal aja gitu. Misalnya mau jadi base ini gitu ya. Oh ya udah nih base ini ee kayak gini nih caranya supaya dapat base enggak kayak gitu. Tapi GPA ini melaksanakan yang namanya assessment dan itu berlapis. Benar ya, Pak Ali ya? Jadi enggak cuman assessment by eh pandangan atau ee terlihatnya seperti apa, tapi juga bahkan datang langsung. Dan waktu itu kita juga sampai dinilai langsung datang ke Grand Wisata melihat semua projectnya, perkembangannya seperti apa sehingga akhirnya terpilihlah ee Grand Wisata menjadi pemenang GPA pada masa-masa sebelumnya. Oh, masa-masanya boleh dijabarkan, Pak, tahun berapa gitu, Pak? Eh, kan kalau tadi Pak Ali itu dari tahun 2015 ya, Pak Ali ya. Jadi 2015 kita Grand Wisata itu kebetulan dari 2021 sudah mendapatkan ee award dari GPA, kemudian 2023 dan yang terakhir terbaru itu di 2024 kemarin yang waktu konsepnya People Choice ya, Pak Ali ya. Itu po agak sering ya. Agak sering agak beban ya. Beban malah enggak enggak bebannya beban positif sebenarnya. bagaimana kita sebagai itu tetap menjaga nih supaya kualitas kita enggak turun karena ada yang mantau terus gitu. Jadi kita seolah-olah tuh bekerja ee tidak hanya untuk bagaimana memuaskan konsumen dengan produk-produk kita, tapi kita juga kayak ada watcher-nya nih. Jadi ada yang ngelihatin nih kamu kredibilitasnya tetap terjaga enggak gitu. Nah, ini benchmark inilah yang tadi saya disampaikan oleh Pak Ali juga dan saya sependapat bahwasanya ini yang bisa dijadikan sebagai benchmark industri property. Jadi, award-award seperti ini gitu. Wih. Sering juga ya, Pak ya. 2021, 2023, 2024, 2025 ada kemungkinan lagi nih, Pak. Nah, kita lihat ya. Selama itu ee kinerjanya bagusnya kan enggak terlalu khawatir gitu ya. Pasti akan masuk. Betul. Apalagi di tahun 2025 ini sendiri grand wisata itu banyak sekali hal-hal yang baru-baru. Nah, wah udah dispill nih. Sekalian sekalian harus dong. Ya, maksudnya begini ee 2000 kita itu kan kalau GPA seperti saya sampaikan tadi ya, ada assessment di sana. Ketika mereka melihat sebuah properti itu kan enggak yang dilihat hanya tahun ini saja, tapi mereka lihat tahun-tahun sebelumnya seperti apa. Ada kemajuan enggak? Ada ke ada penambahan apa di sana? Bagaimana kualitas daripada ee desain-desainnya? Kemudian kualitas daripada bangunannya sendiri, ada penambahan perlengkapan apa di dalam kawasan kota mandirinya. Nah, itu pasti menjadi poin-poin kan. Nah, jadi di 2025nya sendiri ini Grand Nusant ee luar biasa sekali banyak melakukan hal-hal yang extraordinary dan salah satunya yang kita juga percaya bahwasanya e harusnya di Golden Property Award yang the legacy ya tadi ya itu bisa memberikan e penilaian positif juga terhadap GR Nisata. Cocok nih sama temanya Legacy, Legends, Legends nih, Pak. Depan mata saya saya flashback dikit ya. Saya waktu itu ee gaungnya Gilan Wisata itu ee apa menggema gitu ya setelah pandemi, pas waktu pandemi, Pak. Yes. Nah, itu ketika kita pantau itu memang 2021 itu muncul banyak yang inovatif-inovatif. Salah satunya yang stand outya ini bukan wisata dengan apa? Otu ya. Waktu itu kita melakukan rumah milenial. Ceritanya milenial? Iya. itu wah itu heboh itu kedengaranlah ke kami kan enggak kami aja market juga ee mengakui itu gitu dan itu dibuktikan sales-nya kan cukup bagus saat itu bagus sekali sold out sold out sold out jadi masuk radar oh iya ok setelah itu 2023 betul tadi Pak bilang juga kita ngelihat perkembangannya ada apa di sana kalau perkembangannya hanya gitu-gitu aja dia akan kalah sama yang lain betul kita gitu ditunjukkan ee masalah ada akses ya segala macam kan saya masih ingat tuh keling semua semua nah ini tandanya bahwasanya Pali beneran datang nih nges beneran datang ya. Iya karena memang kita ada tahap-tahapnya. Betul Pak jelasin dikit ya. Enggak apa-apa, Pak. Jadi awal-awal itu memang kita screening awal Pak. Screening awal dengan kriteria kami. Kita mungkin nanti ee setelah ee April eh ee April tengah gitu ya, kita mulai masukan, melakukan screening awal. Setelah itu penilaian yang angka 6 ke atas itu kita lanjut, Pak. He, kita lanjut lebih dalam lagi penilaiannya. Termasuk nanti ada legalitas segala macam, kita cek semua supaya kredibel, Pak. Ya. He. Setelah itu di periode itu biasanya kami akan menurunkan tim mysterious consumer, Pak. Y. H. Jadi tadi kalau ada tim kami eh ada calon konsumen yang ngomong bawel, cerewet, nanya-nanya tapi enggak beli tapi enggak beli ujung-ujung inteler gitu ya. Iya iya iya iya. Karena itu kita turunkan ee lumayan banyak itu dari mahasiswa juga dari tim kami juga kami turunkan semua soalnya kan dari tim kami kadang-kadang sudah kenal gitu i kita cari yang lain lah. Setelah itu masukkan di sana kita evaluasi lagi sampai nilai 8 ke atas yang nilai 8 ke atas itu baru tim inti turun tur verifikasi lapangan, Pak. Oke. Jadi memang prosesnya itu minimal 6 bulan itu cukup melelahkan tapi tim kita senang-senang aja Pak. Iya, malah dapat wawasan selama kita ke satu pro itu ya, setiap pro itu kita dapat dapat wawasan lebih lagi. Iya. I saya pas itu ya saya surprise juga loh, Pak. Yang digambarkan umum hanya gini gitu kan. Saya lihat di brosur pas lihat we ternyata betul-betul luar biasa. Ada yang dulu apa kayak komersial sama rumah apa tuh yang buat kafe apa ya ee rumah tiga fungsi. Rumah tiga fungsi kayak gitu. Wih, itu enggak terekspose, enggak nyampai juga sebenarnya. He. Tapi saya wah ini ini harus dipus. Iya. He. Banyak banget keunikan yang sebetulnya bisa lebih diplore lagi gitu kan. Iya. Karena salah satu pertimbangan dan juga penilaiannya adalah bagaimana si developer ini bisa memberikan inovasi kan Pak di beberapa ee kategorinya Bapak kan ya. Jadi inovasi-inovasi yang dilakukan oleh developer nih sesuai enggak sih sama perkembangan zamannya? Karena pada masa itu COVID ya. I jadi semua orang itu ee dipaksa harus dari rumah sehingga kami melihat sebuah peluang ya ini bisnis akan berkembang dari rumah. Nah, kami menyiapkan produk yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut dan memang pada masa itu Pak Ali luar biasa Pak Rubi juga luar biasa itu barang sold out habis. Betul. Pak Rubi sudah pernah belum ke Grand Wisata? Udah ya udah gimana? Menjawab kebutuhan banget. Benar-benar menjawab kebutuhan. Dan memang tadi kan work from home. Nah, ditawarkanlah home-nya itu ya ada banyak fasilitas dan lain-lain ya. Jadi di situ ya bisa bekerja, berinovasi, berkarya, kreativitas juga jalan. Jadi yang tadi ya ini juga pas nih kan saya punya campaign muda keren punya properti. Jadi para anak-anak muda melek nih pentingnya punya properti. Jadi pas banget apalagi developer-developer yang berkomitmen memberikan inovasi dan mendukung anak-anak muda jadi pas juga klik. Hm. Cocok, cocok, masuk, cocok. Tapi kalau perumahan udah didatangin sama property influencer hits ini di depan kita itu berarti udah udah itu datang terbaik berarti, Pak. Asik. Eh, kalau kayak anak zaman sekarang udah divalidasi. Asik. Divalidasi banget ya. Ada show unitnya, ada kolam renangnya. Ada kolam renang di situ. Kolam renangnya situ. Iya. Karena kan kita melihat juga perkembangan. Nah, pada masa COVID memang kebutuhan seperti itu ya. Tapi ketika sekarang sudah mulai reda, Covid sudah mulai hilang, ternyata properti itu berkembang lagi nih. Nah, kalau untuk di wilayah timur Jakarta khususnya di wilayah Bekasi ternyata properti premium menjadi diminati nih, Pak. Maka dari itu kita Grand Nisata sejak tahun 2024 lalu sudah mengkonsep sebuah ee kawasan yang nantinya akan menjadi kawasan premium. Hm. Nah, itu ternyata pada saat kita buah klase pertama diterima dengan sangat baik. H oleh ee konsumen-konsumen kita dan juga oleh ee masyarakat di timur Jakarta khususnya di wilayah Bekasi. Jadi memang ee penghargaan dari GPA inilah yang akhirnya juga mendorong kami untuk terus melakukan perubahan, terus melakukan inovasi pos beban tadi itu beban tadi tapi dapat ide ya. Iya. Jadi ee kita enggak bisa stu kan kayak kemarin kita sudah sukses dengan rumah milenial and then kita sukses dengan komersial and then what next gitu. Karena kalau properti ini kita enggak bisa hanya berdiam diri kan Pak ya. setiap saat atau setiap masanya itu pasti berganti-ganti dari mulai ee trennya, dari mulai ee kebutuhannya pasti mulai berubah. Dan saat ini di 2025 ini memang tren kebutuhan akan rumah-rumah yang premium itu menjadi sangat ee diminati dan juga sangat menarik untuk kita explore. Oh, trennya jadi ke arah situ ya, Pak ya? Oke. Tapi, Pak, setelah mendapatkan penghargaan nih, Pak ya, yang sering itu, itu perbedaannya apa, Pak? Selain mendapatkan beban positif itu Iya. I apa ee perbedaannya? Apakah sal semakin meningkat, marketing semakin mudah lagi? Of course. Yang pertama adalah kita mendapatkan kepercayaan lebih. Heeh. Ya kan? Karena kalau misalnya sudah percaya akan lebih yakin. Dan tingkatan berikutnya adalah ya pasti akan mendapatkan kemudahan untuk melakukan penjualan properti kita. Jadi properti kita menjadi lebih istilahnya lebih ee orang tuh percaya dan akhirnya bisa menjadi penjualan yang meningkat untuk kita juga. Nah, kemudian ee yang berikutnya adalah ini menarik, Pak. Karena ternyata-weg saja, artinya di dalam sendiri itu menjadi motivasi juga nih bagi tim kita. Bagaimana memotivasi tim di internal negeri Nusantara untuk ee menjaga agar kualitas dan juga kualifikasi yang sudah kita dapatkan dari award yang diperoleh itu bisa terjaga gitu. Semangat tim maksimal pastinya ya. komunikasi dengan tim juga pastinya akan menjadi optimal dan pastinya kinerja dengan standar yang berbeda setiap kita mendapatkan award tersebut. Jadi, ada development enggak hanya keluar, tapi di internal sendiri kita mendapatkan positif tersebut gitu loh. Nah, itu yang membedakan. Jadi ee istilahnya kayak ee makin kita punya penghargaan, makin kita diberikan apresiasi terhadap projek kita, makin juga kita berusaha maksimal kembali untuk kasih lagi, Pak. Apresiasi kasih lagi, Pak. Tapi harus diasses dong. Iya, harus diasses. Tadi kalau lihat Iya, panjang sekali tadi ya dari mulai ee screening sampai tadi yang nilainya del ke atas, Pak, ya. I del ke atas baru mulai ee di ee cek lagi, mulai lagi tim intinya turun. Iya. Salah, Pak. Di episode sebelumnya saya nanya ke Pak Ali, "Bapak tuh orang yang perfeksionis enggak sih? Bisa-bisanya dia ngomong enggak, Pak." Padahal yang dipilih itu spek dewa semua tuh. Udah habit, udah habit ternyata ya. Tapi enggak, tapi iya. Eh, tapi ini bukan menakut-nakuti dari sisi ee yang sekarang sudah menjadi nomenator ya. ini lebih kaya berarti siapun yang GP ini itu sekali begitu ya pastinya enggak kaleng-kaleng e zaman sekarang nih ngomongnya sudah tervalidasi gitu. Eh tapi kalau menurut Pak Ruby sendiri nih ya sebagai property influencer pasti kan ke satu properti ke properti lainnya pasti em ada yang approv Ruby juga gitu ya. Nah, peran awards di sini sangat berpengaruh enggak sih? Menurut saya sih pengaruh banget. ya, ada dua sisi nih. Pertama khususnya buat developer ya. Kita tahu nih market ini kan pasti menginginkan suatu yang bagus, yang baru, terus dari sisi harga mungkin juga. Nah, banyak pertimbangannya ya. Nah, untuk developer ya pastinya bisa saling berkembang meningkatkan standar mungkin dari sisi ee fasilitas, konsep, kemudian juga apa yang bisa diunggulkan, apa yang bisa menarik untuk orang-orang bisa datang dan membeli ujung-ujungnya kan. I. Nah, itu kan penting dengan adanya e golden property ini yang tadi developer semakin berpacu ya, bersaing secara sehat ya tentunya untuk menjadi yang terbaik pastinya di versinya masing-masing. Karena kan kita lihat banyak sekali nih ee untuk award-award-nya ya. Ada yang mungkin housing, ada yang mungkin apartmen ya, ada yang rumah subsidi, ada juga perbankan mungkin. Jadi semuanya ini berpengaruh di dunia industri. Menurut saya dengan adanya Golden Property W ini jadi semakin maju bersama-sama. Heeh. Ya. Jadi bisa melihat oh kelebihan yang satu di mana. Heeh. Keunggulan satu di mana atau kelemahan yang ini di mana bisa ditingkatkan supaya apa ya? Berkompetisi secara sehat. Kan ujung-ujungnya pasti kan jualan ya ujung-ujungnya ya. Tapi balik lagi dengan adanya Golden Property W ini sama-sama saling bersinergi gitu loh ya. Saling saling ee lihat nih mana nih yang developer yang menjadi benchmark. Oh, ini misalnya Gisata yang menang. Wah, kalau gitu mungkin developer lain bisa melihat contohnya nih. Iya, betul. Dan kalau bisa lebih lagi gitu ya. Jadi tantangan juga kan buat developer lain. Oh, menangnya di sini tahun depan kita mesti prepare gini gini gini misalnya gitu kan. Itu dari sisi developer. Nah, kalau kita lihat dari sisi buyer ya kan orang-orang awam misalnya gitu kan yang ingin membeli properti ya ini jadi salah satu acuan juga kan. Oh yang terbaik ini ini nih kok tinggal sesuai nih kebutuhannya sesuai enggak budgetnya sesuai enggak. He. Nah, tinggal dilihat. Oh, yang terbaik ini perbankan, yang terbaik ini misalnya. Nanti kan dilihat nanti baru survei ini jadi membantu. Heeh. Ya kan secara ee orang yang mau beli properti oh yang terbaik yang ini ini ini. Tinggal dilihat tuh di website-nya ada kan, Pak? Nah, baru dikunjungi cocok enggak masuk enggak gitu kan. Jadi menurut saya ini sangat membantu sekali khususnya di industri properti di Indonesia dan saling berkaitan satu dengan yang lain. Heeh. Heeh. Heeh. kalau misalkan menjadi property influencer tuh tidak seperti influencer kebanyakan ya maksudnya ini kan memang segmented dan tentunya juga ada good ditanya di sini kita bisa melihat bagaimana Pak Ruby sebagai property influencer itu bisa memberikan pandangan atau masukan bagi orang-orang yang mencari hunian gitu ya dan di mana hunian itu kan long term investment ya dan itu komitmen bisa jadi seumur hidup gitu ya tapi pastinya kan dengan ada awards itu kan pasti bisa jadi bench benchmark lah apalagi GPA lah itu enggak usah enggak usah diomong pasti orang pas sudah tahu oh ini developernya pernang GPA pasti udah out trustworthy tapi kalau sekarang kita kan suka melihat ya ada awards-awards yang abal-abal gitu yang sifatnya transaksional menurut Pak Rubi itu seperti apa ya menurut saya itu kayak mengambil keuntungan dari apa yang ada gitu loh developer mana nih yang misalnya ya mungkin enggak sesuai standar gitu kan lu mau menang enggak bayar gitu kan mau menang enggak bayar gitu kan tapi lama-lama kan semua bisa menilai tadi developer juga bisa bernilai ya kan belum tentu mau ikutan award tersebut dan ee untuk para calon pembeli properti juga menilai ini apa ini award-nya apa ini? Heeh. Iya kan atas dasar apa memang pastinya banyak ya realita ya semua itu bikin kayak ee uw-uwotan gitu kan ya. Nah tapi balik lagi lama-lama masyarakat kita juga kritis kan. He bisa melihat mana yang bodong atau mana yang benar. Heeh. Nah itu peran properti influencer. Iya. Jadi saya kadang-kadang ngelihat dari si yang e agak beda nih misalkan ya ada award abal-abal eh sori ada award yang bayaran misalkan anggap kita bilang gitu cuma projjectnya memang bagus heeh gitu kan itu sahsah aja sebetulnya he tapi kita memang ee maunya award yang kita berikan itu betul ada assessmentnya itu aja sih sebenarnya kan tapi dia dapat abal-abal dia bagus juga sebenarnya enggak masalah gitu karena jalurnya beda-beda kan kita enggak bisa enggak bisa enggak boleh enggak juga gitu ini peran properti influencer ini penting Heeh. Karena kan produk influencer yang dekat dengan konsumen ya. Bagaimana menyuarakan oh kalau misalkan proyek yang bagus itu memang yang mendapatkan award yang bergengsi gitu yang betul-betul di assessment ini bisa kita kolaborasi ternyata kita. Iya. Jadi artinya dari JP ini award dan divalidasi lagi oleh proper influencer itu makin kuat loh. Harus Ruby of ketemu kita awal-awal ketemu pas saya surve kita surve surve ketemu kenalnya ternyata di situ. Iya konten bareng lagi 10 tahun lalu ya. Iya kalau 10 tahun lalu. Iya iya awal 10 tahun lalu. Oke oke oke. Jadi itu memang ee tadi konsumen ini butuh diedukasi juga lah ya. edukasi kalau ngelihat properti bagus itu enggak semata-mata dapat award aja sebetulnya kan tapi award itu salah satu validasi salah satu yang membuat e proyek ini diakui. Betul. Bagaimana prof influencer itu juga valvalidasi gitu. Betul. Heeh. Yaah itulah kita kita mencoba dari sisi kami nih kita menjaga integritas sebagai benchmark. Tapi ketika ini dimulif, digaungkan, gaungkan lagi. Tapi susah enggak sih, Pak, sebenarnya untuk menjaga integritas mengingat ya mengingat persaingan ini kan sekarang wah kayaknya sulit sekali begitu ya dan e satu pemain properti dan pemain properti yang lainnya tuh kayaknya ingin sikut-sikutan gitu. Sebenarnya ee untuk menjaga integritas, untuk tetap fair itu susah enggak sih, Pak? kami bisa klaim god property word satu-satunya property word yang berbasis research kan memang awards-awards yang transnasional ya karena itu kan bisa merubah pandangan pasar intinya kalau mau masuk ke marketnya Genzet kitanya harus ngertiin ya betul harus tahu kondisi mereka gimana Yeah.

Lihat di YouTube