#99Talks Special GPA 2025: Membangun Kredibilitas di Mata Para Pelaku Bisnis Properti - Part 2/2 (YouTube Video)
[Tepuk tangan] [Musik] sebenarnya ee untuk menjaga integritas untuk tetap fair itu susah enggak sih, Pak? Ee sampai sejauh ini susah. Iya. He ee apa namanya? Gangguan-gangguan pasti ada, pernah ada, pernah ada gitu ya. Bahkan yang mau di awal-awal pun yang tadi dengan sejumlah uang ada juga. He ya doakan saja. Jadi saya sampai saat ini tim kami tetap menjaga integritas. Ya, bahkan saya lagi ke beberapa e hampir semua developer kita bilang kalau ada tim He kepahan sekali bilang juga ya pokoknya kalau ada tim dari yang mengakui GPA meminta sesuatu barang atau bentuk apapun heeh abaikan karena kita enggak mau kita jaga itulah sampai saat ini ee kita masih bisa menjaga itu. Heeh. Ya, mudah-mudahan ke depannya juga harusnya bisa gitu ya karena memang gangguan apa namanya itu banyak aja itu pasti banyak gitu. terhindarkan enggak sih, Pak, awards-awards yang tidak kredibel seperti itu? Nah, yang membedakan tidak kredibel dan kredibel itu sebetulnya bisa dibedakan sih ya. Kalau satu award yang tidak dilakukan assessment, tidak dilakukan survei, hanya data-data aja, dia juga mungkin dari kiri kanan dapat oh oke menang gitu kan. Dan satu lagi banyak hampir tidak hampir tidak banyak sedikit sekali award yang ee menggunakan kriteria. He artinya yang kita ini ada nilainya loh. Kita ada empat kriteria. 24 kriteria kita ceklis dan nilai pembobotan itu dilakukan oleh tim inti. Heeh. Ya. Jadi jangan salah juga ini yang yang menilai juga penting nih. Kalau yang menilai dia tidak tahu wawasan mengenai properti lokal ee apa ee apa pasar lokal segala macam dia gimana bisa menilai itu jadi pertanyaan kan. He ya. Bahkan akademisi pun, profesor pun kalau dia enggak ada pengalaman properti ya kan beda lagi ya beda lagi beda lagi. Jadi tidak hanya tekbook desktop gitu ya kita enggak gitu kita dengan dengan pembubotan. Nah tadi mungkin tidak sempurna juga gitu kan karena kan ya enggak mungkin ya kita tahu semua gitu tapi dengan data yang ada kita collect data yang ada kita survei he itu yang bisa kita berikan yang terbaik di GPA ini. Ah kalau gitu harapannya apa, Pak 2025 untuk GPA-nya? Iyalah. Pokoknya GP ini tadi kita pasti jaga integritas yang pasti kita mau lebih lagi ini diakui i ya diakui kredibilitasnya iya ee apa namanya kualitasnya iya sebagai benchmark property award di tanah air karena memang mm saya bisa klaim eh kami bisa klaim golden property word satu-satunya property word yang berbasis research yang berbasis assessment dan penilaian ya. Ada lagi enggak ya? Coba saya lagi mikir juga nih ya. Sepertinya enggak ada gitu. Tapi kalau ada enggak apa-apa. Artinya kita berterima kasih semakin banyak-but yang memberikan penilaian yang betul-betul objektif. Wah, itu lebih senang lagi saya ya. Heeh. Artinya kan lebih banyak yang tadi watchernya itu lebih banyak yang mengakui lebih banyak. Oh, bagus dong gitu kan. Kita enggak ngerasa saling e tersaingi. Malah itu sebetulnya saling mengangkat nanti gitu ya. Memang yang dikhawatirkan memang award-awards yang transnasional ya. Karena itu kan bisa merubah pandangan pasar. Terus juga sebenarnya sebagai pemenang juga pasti beda kan, Pak untuk memegang yang assesmentnya banyak terus tiba-tiba dapat gitu pasti kan rasanya beda ya bangganya. Yes. Tapi seperti yang saya sampaikan tadi di awal ya, bahwasannya kita juga sebagai ee developer itu atau sebagai winners lah dalam hal ini itu juga apa mau untuk dapatin sesuatu yang kita juga kayaknya enggak bisa percaya gitu kan. kan ujungnya kan tadi kepercayaan sama mungkin ke depannya ya kita berharap selain tadi disampaikan oleh ee Pak Ali bahwasanya GPA ini semakin kredibel, semakin diakuin dari sisi kami sebagai developer atau sebagai pengembang ya, Pak harapannya adalah munculnya ee persaingan yang tidak hanya based on eh award saja, Pak. He. Tapi juga persaingan berdasarkan seluruh ee nilai atau seluruh hal-hal yang berkaitan dengan properti ini tetap terjaga. Kalau tadi disampaikan, oh ujungnya kan jualan, yes, that's for us. Itu memang ujungnya jualan. Tapi bagaimana kita juga delivery kepada ee konsumen-konsumen kita untuk bisa tetap terjaga nih setiap kita melakukan ee ee pengembangan ee tempat baru, unit baru, residensial baru atau komersial baru itu terjaga kualitasnya. Nah, dengan adanya word ini yang menjadi tadi vure-nya kita nih sehingga kita tetap bisa kayak merasa eh kita enggak boleh nurunin standar kita, kita enggak boleh nurutin ee nurunin kinerjanya kita. Jadi kita tetap harus stay on the track supaya apa? Supaya ujungnya adalah bagaimana kepuasan terhadap konsumen-konsumen kita itu tetap terjaga. Ujinya di konsumen gitu. Ujungnya di konsumen. Bagaimana memuaskan mereka? Yang kita tahu manusia sendiri itu pasti enggak ada puasnya ya. Tapi sebagai pasti ada sesuatu titik tengah atau benang merah yang diinginkan oleh konsumen dan itu yang harus kita capai supaya apa? Supaya konsumen-konsumen kita ini menjadi konsumen yang loyal. Salam closing. Balik lagi closing. Tapi nih ya yang menarik e mungkin ke Pak Ruby. Yes. Kan paling dekat berarti sama konsumen kan Pak Ruby ya secara gitu ya influencer salah satunya. Tapi kan memang dekat gitu ya. Eh, bagaimana caranya biar konsumen tuh terhindar, Pak, dari awards-awards yang abal-abal ini? Jadi enggak kemakan kata-kata manis gitu loh, Pak. Oke. Menurut saya di tengah zaman now ini memang enggak enggak mudah nih. He. Karena ya tadi ya di media sosial pasti juga banyak sekali gitu kan. Enggak cuma itu, kadang juga sebagai properti influencer juga istilah kata kita juga mesti milih-milih. Heeh. Ya enggak sembarangan mau dibayar oleh developer misalnya kayak gitu kan untuk dan lain-lain gitu kan ya. Nah, gimana mencegahnya yang tadi khususnya ee masyarakat ataupun pembeli benar-benar harus research detail ya, investasikan waktu untuk datang ke developer tersebut. Check and recheck gitu loh. Jadi eh bicara soal yang bodong atau abal-abal banyak ya. Enggak cuma itu, developer yang bodong pun juga banyak, influencer yang bodong pun juga banyak gitu kan ya. Nah, ini bisa dicegahnya gimana ya? balik lagi kita harus sortir ya, research ya, memfilter apa yang masuk ya. Jangan cuman percaya apa yang dikatakan tapi buktikan aja. Heeh. Ya kan buktikan benar enggak track record-nya gimana ya kan secara e eh untuk pemilihan word itu track record-nya gimana, assessment-nya gimana, siapa aja yang terafiliasi misalnya developer-developer mana yang sudah ikutan. Nah, itu akan mensir juga gitu. Jadi background checking tuh penting juga ya. Engak cari jodoh aja. Ah, bibit bobot masuk. Jadi enggak hanya cari jodoh, cari rumah pun harus background checking gitu. Tapi memang nyari rumah sama nyari jodoh kan memang mirip-mirip ya. Susah gampang investasi jangka panjang. Salah milih ya bisa ciong. Kalau bisa sekarang yang sudah punya properti ya gitu. Mudah muda muda keren punya properti. Mudah keren punya properti. Tapi saya setuju karena ee 10 tahun lalu, Pak ee konsumen-konsumen kita ini berbeda dengan yang saat ini. Saat ini itu mereka sangat terinfluence sekali oleh influencer seperti Pak Ruby. Kemudian juga informasi itu dengan sangat mudah mereka dapatkan. Terlalu mudah. Kalau dulu kan kalau mau ini harus datang ke lokasinya, harus ngecek. Kalau sekarang kayak bisa double gitu loh, kayak ada screening-nya juga. Jadi pada saat mau cari rumah khususnya kayak di Grand Wisata, oh pengin lihat aksesnya di mana ya? ada lokasi ee pintu tolnya enggak. Ternyata ada di KM1 sekarang ada juga tambahan di KM 72800 Jor 2. Nah, akhirnya masuk Cok akhirnya orang bisa enggak cuman lihat dari ee sosial media tapi juga bisa langsung datang ceklistek. Nah, jadi dia membuktikan nih awalnya screening dulu benar enggak sih ini ada tolnya? Benar enggak sih ada mall-nya? Sudah ada tol ya. Saya 2023 kita diinformasikan kan baru akan kan kalau bahkan di 2025 ini kita sudah buka mall-nya. Mall living world brand wisata. Nah, benar enggak nih ada mall-nya? Nah, setelah dia bikin screening seperti itu baru dia datang baru lihat dia rumahnya. Apalagi kayak Grand Wisata setiap rumah yang kita pasarkan itu sudah disiapkan rumah contohnya. Heeh. Sekaligus juga kawasannya. Jadi rumah contoh dan rumah dan kawasannya itu bisa dieksperience kan karena grand wisata itu pengin ngasih experience. He benar-benar orang bisa mendapatkan experience sesuai dengan yang kita omongkan atau yang sesuai kita. Jadi kayak misalnya kita bilang, "Oh, grand wisata itu accessible atau aksesnya sangat mudah sekali. Mereka rasakan experience-nya dengan cara biar bisa ditinggalin dulu kayak seminggu gitu di rumah cok." Boleh sih boleh tapi tidak ada air tidak ada tidak ada api. Kan ke mall pak dekat. Ada ada ini ada ojol ya bisa ya itu salah satunya. Jadi contohnya experience kita bilang ini dekat dengan tol. Oh iya benar enggak dekat dengan tol. Kemudian kayak ee rumah premiumnya kita di dalam kawasan ini hijaunya banyak, greennya banyak. Dicek beneran ada enggak? Karena secara kawasan itu memang kita sudah siapkan. Jadi enggak beli ee propertinya itu kalau ibarat kata tuh tidak membeli kucing di dalam karung gitu. Iya iya iya. I karena kasihan kalau kucing jangan dibeli kan ya. Rumah aja yang dibeli. Rumah aja yang dibeli. Belinya di mana? Grand wisata. Grand wisata dong. Masih ada car free day juga, Bay. Kalau car free day itu biasanya kita memang ada agenda atau acara olahraga khusus yang dilakukan setiap hari e Sabtu atau hari Minggu di Grand Wisata di mana memang karena lokasi kita ini kan luas sekali ya 1100 hektar sehingga ee masih banyak akses-akses atau kawasan-kawasan yang memang dibuat atau dilakukan kegiatan-kegiatan olahraga seperti itu. Saya pernah datang eh saya kepikiran gak duit 2001 kan ee apa God wisata mendapatkan GPA ya itu kalau enggak salah membuktikan ketika 2019 kan GPR 2015 2019 yes itu tidak terlalu masuk radar oh gitu iya tapi setelah betul enggak ni saya ma koreksi kalau saya salah ya ketika 2021 bahkan itu event itu yang pas pas pandemi lah pas lolos pandemi ini langsung ee apa namanya banyak yang inovatif dilakukan betul enggak itu? Ya, betulbetul. Jadi pada masa itu memang, Pak kita tidak berhenti ya. Jadi banyak mungkin developer pada masa COVID itu stuck, stuck dan stop. Nah, kalau kita tidak berhenti. Jadi kita melihat ee peluang dalam sebuah masalah. Apa yang kita bisa dapatkan ketika kita bisa ee melihat peluang itu menjadi sebuah hal yang harus diwujudkan? Salah satunya adalah infrastruktur, Pak. Nah, jadi di dalam kawasan itu kita bangun infrastrukturnya termasuk satu itu memang peningkatannya ee perkembangan rate development rate jadi grand wisata itu cukup pesat gitu loh. Itu yang membuat loh ini kenapa ya gitu. Iya. Karena waktu awal-awal grandisata sekitar tahun 2007-an itu kita kan baru ada akses tol. Lalu 2017 itu baru kita mulai kembangkan beberapa fasilitas infrastruktur di dalam kawasan. Nah, di 2021 tuh kayak ibaratnya numpuk semua tuh, Pak. Jadi semua pro yang kita sudah siapkan di tahun-tahun sebelumnya akhirnya diopen di tahun 2021 tersebut. Dari mulai rencana akan dibangun mall dibuka pintu karena GR Indusata punya tiga pintu utama nih. Pintu utara, pintu timur dan juga pintu barat. Nah, ini juga akhirnya menjadi satu kesatuan yang pada masa itu kayak kompleks akhirnya masuk ke radar. Iya. Karena tadi Mas sebagai catatan juga jodoh property word itu tidak mentah-mentah menerima konsep ya. Jadi kita menunggu dulu tuh ini konsep betul enggak nih rencananya betul ada realisasi enggak. Ketika ada realisasi baru kita nilai. Yes. Nah itu yang yang kadang banyak ya tempih ya kan banyak uh master plan terbaik g terbaik kemudian ya desain terbaik tapi ketika realisasi kok enggak ada realisasi bahkan mungkin desain enggak sesuai itu kita hindari gitu iya iya ya iya karena pastinya kan dalam pengembangan kota mandiri atau development itu pasti ada yang namanya master plan saya setuju. Nah benar banget. Jadi, master plan-nya itu terwujud enggak atau cuman sekedar jadi master plan saja? Nah, ini yang menjadi salah satu penilaian juga oleh GPA dan kami merasa itu hal yang memang harus dilakukan karena enggak cuman sekedar menerima konsep tapi in reality-nya seperti apa dan baik lagi grandisata seperti yang saya sampaikan tadi experience-nya benar enggak? Heeh. Prove enggak validate enggak? Oke, oke, oke. Jadi kuncinya diekusi ya mau plannya bagus apa juga kalau eksekusinya tidak bagus dalam realisasi ya. gimana hasilnya? Nol. Tapi Pak Hans sebagai developer ini eh sudah memenangkan beberapa kali juga. Masih ada rencana yang ingin menang lagi? Harus dong. Harus ya dong. Berarti masa berhenti di 2024 gitu berarti masih semangat dong ya kan biasanya ah udah udah cukup ah gitu kan biasanya ada yang kayak gitu. Enggak harus karena apa? Ini menjadi ee tantangan baru buat Grand Wisata khususnya buat ee development-nya kita supaya apa? supaya GPA-nya datang lagi ke kita, kasih lagi kita inputan, kasih lagi kita masukan. Kalau gitu persiapannya apaagi dong? Persiapannya banyak. Heeh. Ini kan mau satu dekade loh. Ini satu dekade ya. Harus spesial nih berarti ya. Heboh. Heboh. Heboh. Heeh. Persiapannya apa sih, Pak Ali? Kita berdoa. Kita berdoa yang banyak gitu ya supaya tahun ini ee GR Wisata Bekasi itu bisa ee terpilih melalui asesmen yang akan dilakukan. Amin. Kemudian ya kita sebagai pastinya terus meningkatkan kinerjanya Grand Wisata, kualitas produknya, kemudian juga ee melengkapi semua yang harus dilengkapi dari sebuah kota mandiri. Heeh. Karena Grand Wisata sebagai 5 minut city nih ceritanya ya. 5 menit dari rumah mau ke mana? Ke mall. Mau ke tempat ee belanja, mau pasar tradisional, mau modern market, mau ke sekolah, mau ke rumah sakit, itu hanya 5 menit dari rumahnya. Nah, bagaimana konsep ini bisa kita lengkapi yang terus-menerus kita bangun apa yang ada di dalamnya. Jadi, orang kalau sudah tinggal di Grand Nusa udah enggak usah keluar ke mana-mana lagi. Heeh. Kan harapannya seperti itu. Makanya kita bilang Grand Wisata itu kota mandiri. Kenapa? Karena di dalamnya semuanya lengkap, semuanya tersedia sehingga orang enggak perlu jauh dari rumah. Kerjanya pun kalau perlu ada di dalam kawasan Grandusa tersendiri. Hm. Seperti itu. Jadi kita bagaimana berarti ya, jangan mager dong. kota yang bisa melengkapi semua kebutuhan daripada si ee apa namanya konsumen yang tinggal di sana. Jadi itu persiapan-persiapan kita bagaimana kita tadi berdoa yang kuat sekali supaya bisa dapat Oh, kalau sudah jalur langit sih sudah beda ya biasanya ya. Yang kedua, terus menambah, terus memperbaiki, terus meningkatkan kinerja, fasilitas kita, infrastruktur kita supaya apa? Supaya semakin diminati dan semakin ditinggal ditingkatkan kualitas yang ada di dalamnya. 2012 ada 2025 ada apa aja nih rencananya nih 2025 ini sekalian verifikasi boleh boleh boleh langsung berarti ini langsung ke tim inti ya jadi 2025 ini kita baru buka mall kemarin Pak itu sudah open grand opening dan ee ia diterima dengan sangat baik oleh pasar lalu nanti kita akan ada banyak sekali produk-produk residensial yang baru kita akan keluarin produk milenial lagi yang menyasar Genzi H dan juga milenial ee muda gitu ya. Eh, Genzet Bing power-nya udah tinggi ya. Cukup tinggi. Cukup tinggi. Mungkin karena efek parubi menginfluence sekali sehingga orang sadar bahwasanya sekarang kita enggak hidup enggak untuk foya-oya. Udah harus punya rumah gitu gitu ya. Enggak punya rumah gitu. Karena kan sekarang juga banyak sekali yang e point of view-nya diubah ya daripada kamu nyicil buat bayar kos atau buat bayar sewa apartemen misalnya atau apapun itulah untuk properti mending kamu cicil ke bank kan gitu kan. He. Apalagi masih muda, potensi untuk dapat KPR lebih gampang kan dibandingkan kayak usia-usia yang mungkin relatif udah lebih mature 40 itu akan agak lebih sulit. Tapi kalau sekitar 20 25 apalagi sekarang pekerjaannya juga cukup ee variasi ya. Iya. He. Salah satunya ee influencers, TikTokers. He di kita juga ada loh pembeli-pembeli yang mereka basic pekerjaannya seperti itu. Tadi saya appreciate masalah grand wisata itu masuk ke segmen milenial lagi sama Genzi karena banyak pengembang-pengembang eventpengembang besar dia ngecernya terlalu atas. Jadi di level-level milenial Gen itu sudah kosong Pak. He. Kita memang saya appreciate sih kalau wisata betul kita lihat nanti Pak ya. Saya Yes itu nanti itu mesti ada gitu medio tahun ini Pak. Iya karena kan satu kota ya. He satu kota kan kita semua segmen harusnya ada di sana saling melengkapi kan. Betul. Jadi buying power gzet tuh ada ya banget banget ya. Yes banget. Oh gitu ya. Nah tinggal pemahaman dari ee si Genetal pemahaman saat paham wah beli properti tek tek gitu. Karena once sudah bisa beli properti pertama dia bisa beli properti kedua, ketiga, keempat. Kalau mindsetnya atau pemahamannya enggak enggak ini cuma mindsetnya sewa sewa sewa artinya alam bawah sadarnya enggak enggak keetting tuh maka sulit untuk punya properti kedua ketiga. Nah itu dia kita mesti lebih gencer nih edukasi. Nah itu dia makanya bukan hard selling tapi edukasi paham. Ketika paham ketika paham orang dengan sendirinya akan setting goals-nya membeli properti. Betul. Betul. Habisnya Pak Rubi sekarang kan di internet tuh marak ya Genzet-Genzet itu tuh lebih ke kayak percaya beli rumah itu sulit lah, beli properti sulit, menyalahkan apa namanya boomers. Iya iya gitu. Tapi balik lagianggung jawab generasim siapa yang menggaungkannya. Siapa yang menggaungkan? Makanya apalagi teman-teman kita semua di industri properti. Nah, kita mesti memberikan pemahaman masuk ke dunia mereka. Jadi bukan bukan oh sini ini yang terbaik, ini terbaik, tapi masuk ke dunia mereka. He. Pemahaman apa sih hobinya? Heeh. Apa sih yang menjadi yang mereka lakukan? Nah, kita mesti nyelem ke situ dulu. Iya. I baru bisa ngobrol, kasih pemahaman baru bisa. Ini kalau enggak jadi ibarat kata tuh kita enggak bisa nih saya jual rumah enggak bisa begitu. Enggak bisa enggak bisa. Jadi kita harus tahu apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka inginkan. Kemudian apa yang kita baru saya enggak yakin kalau Gen itu enggak mau beli rumah. Saya enggak yakin semua manusia itu ada keinginan buat beli rumah. Tapi udah putus asanya itu loh. Betul. Itu kata kuncinya putus asa. Frustasi. Heeh. Ketika Genzi lihat harga rumah semakin tinggi, dia frustasi. Enggak bisa beli rumah deh. Udah enggak usah beli rumah deh. Gitu kan. Tapi keinginannya dalam lubuk hati yang paling dalam itu dia mau beli. Tapi masalnya tadi maka saya appreciate ini nyambung juga nih. Ketika G mau beli rumah, "Oh, ini pengembang kok mainnya atas-atas semua ya. Saya maunya di Grand Wisata. Tapi ada enggak ya yang se apa e day belinya rumahnya seharga day belinya ada enggak gitu. Makanya kalau karena yang terbuktiya O2 segala macam itu pasarnya ada gitu. Betul. Nih saya mau tambahin ya. Yang O2 kenapa bisa sukses? Karena gini waktu O2 keluarin ada include furniture. Betul ya? Furniture itu kalau misalnya kita enggak kita beli rumah kosong nih ee seorang pembeli harus nyiapin nabung dulu nih. Iya enggak mau ribet. Jadi benar-benar bisa melihat peluang di terhadap kesulitan yang ada gitu loh. Karena rata-rata Gensi sulit untuk menabung misalnya kan ya untuk ngumpulin uang buat furniture itu sulit juga. Nah, kalau di dengan beli Ou tadi dimasukin ke plafon otomatis tinggal bawa koper bisa kata gitu dan ini menjadi solusi. Betul. Pada masa itu memang kebutuhan hal seperti itu memang menjadi yang diinginkan. Nah, makanya kita coba masuk dengan konsep itu gitu. Jadi intinya kalau mau masuk ke marketnya Genzet kitanya harus ngertiin ya. Betul. Harus tahu kondisi mereka gimana. sih gitu kan agama aja tapi closing cuma memang ya udah prosesnya seperti itu ya kita belum bicara gen alfa dan beta nih belum itu lain lagi ya lain lagi ya jadi memang bagaimana ini kita bisa menempatkan posisi sebagai developer yang tadi saya setuju sama Pak Ali bilang ke grandwisata itu semuanya ada mau cari yang premium ada, mau cari yang milenial ada, mau berusaha berinvestasi juga bisa masuk lagi. Cek l ceking radarnya udah kencang nih ya. Terakhir nih ini pertanyaan untuk Pak Ali ya. Kok terakhir sih? Terakhir dong kita benar-benar panjang nih. Seru lagi di lapangan. Iya ketemu lagi di lapangan ya. Tapi Pak Ali yang terakhir untuk menjadi nominasi di GPA kali ini itu apa kriterianya? Bagaimana caranya? Kalau nominasi ya disebutnya kan gini ini terkait sama e kriteria kami sih kan IPW standar project rating 2.1. itu kita ada location yang pasti ini kita mesti ada location aksesibilitas segala macam kita cek semua development development itu tadi dari desain konsep pengembang semua kualitas bangunan masuk situ semua eh yang ketiga marketing and sales ada peningkatan eh sales enggak gitu ya kemudian pembatalan berapa kita lihat juga nih ya banyak penjualan tapi batangnya banyak juga kan kemudian yang penting juga yang kadang-kadang terabaikan manajemen manajemen itu kita sampai melihat di media sosial ada komplain enggak, major enggak kalau hanya minor? Nah, kita akan verifikasi klarifikasi ke ee pengembangnya, projjectnya betul seperti ini atau enggak ya. Karena tadi banyak juga yang iseng ya dari pesain segala macam ada jadi empat itu tuh. Jadi selama empat itu proyek sudah siap dengan berjalan dengan benar harusnya enggak khawatir guys ya. Satu lagi nominator ini kan kalau yang lain mungkin pendaftaran. Jadi yang dinilai itu hanya yang daftar. Kalau kami yang daftar iya kita bukan pendaftaran tapi tim kami akan men-survei di luar yang daftar kita akan survei semua. Kita di 12 kota kita akan menyisir satu-satu gitu ya sampai kurang lebih ada 70% cover eh coverage-nya lah satu wilayah itu. J kita tim kita itu ya nyusurin itulah. Setelah itu kita tadi di screening dan segala macam. Jadi tidak ada persiapan khusus yang tadi ya. Tapi artinya itu pun dengan ee yang penting kita bisa membaca pasar, berinovasi karena persaingan semakin ketat. Kita tidak bisa diam-diam aja gitu kan. Itu otomatis ya, Pak ya. Ya, semakin naiklah ininya apa namanya itu ee apa ya kualitasnya standarnya semakin naik semakin naik ya. Mudah-mudahan wisata harusnya masih sebagai benchmark ya di Bekasi ya. kita lihat perkembangan seperti apa nih karena tadi enggak hanya lihat udah gini berhenti kita enggak he jangan-jangan di wilayah lain ada yang lebih naik lagi. Nah itu yang ya ya persaingangannya sangat ket pressure enggak? Enggak enggak karena bagi kami dari ee apa developer properti itu persaingan itu suatu hal yang positif ya. Jadi ee kita berada dalam ee apa naungan atau industri ini industri properti ini yang menurut saya tuh kita sebenarnya enggak ada persaingan yang gimana-gimana karena dengan adanya properti satu kemudian ada properti yang lain itu bisa saling komplimary kalau tadi kata Pak Rubi ya. Jadi kita melengkapi apa pengembangannya makin kita oh dari sini ada pengembangan A wah kita juga harus termotivasi nih untuk bisa mengembangkan lebih baik lagi. Jadi semakin ujungnya apa? ujungnya tidak hanya jualan, tapi ujungnya memuaskan konsumen. Asik. Luar biasa. Luar biasa. Kita lihat ya apakah Grand Wisata masuk nominasi. Masuklah harusnya ya. Harusnya. Amin. Amin. Amin. Amin. Semoga sukses di GPA 2025. Terima kasih sebelum kita menutup acara di selamat pagi ini. Semangat pagi ini. Ee mungkin any last words mungkin dari Pak Ali terlebih dahulu. Bu ya. Tadi kita memang harapkan cita-cita dari awal di terbentuknya Property World ini, kita harapkan God Property World bisa menjadi benchmark ya. Benchmark dan yang penting itu bisa menjadi manfaat deh gitu ya, bermanfaat bagi dunia properti karena di forum God Property World ini kan tempat berkumpulnya eh ekosistem properti khususnya developers. Jadi itu bisa kolaborasi dari pengembang besar ke menengah ke bawah ya. Dan semua mata menuju ke pemenang. Artinya ini satu kebanggaan, satu kebanggaan karena di diberikan oleh lembaga independen dan kita akan jaga integritasnya. Luar biasa. Terima kasih Pak Ali. Sukses ya sampai dengan nanti assessmentnya dan GPA-nya. And the last words, Pak Ruby. Ya, saya apresiasi Pak Ali ya. Golden Property World ya. Luar biasa karena butuh passion yang besar dan action yang luar biasa karena enggak gampang loh keliling-keliling istilah kat gitu. Jadi ini juga membangkitkan dan menumbuhkan sektor industri properti khususnya. Jadi ee buat developer, buat juga para pembeli-pembeli properti ini mesti dukung juga GPA ini kan. Nah, karena ngebantu sekali ngebantu sekali di khususnya buat pembeli sudah disortir kan aman jadinya ceklist segala bacu. Nah, buat developer juga jadi ee kesempatan untuk maju lagi ya. developer bisa melihat apa yang mungkin developer lain belum lihat, bisa memberikan terobosan-terobosan ya dan bisa melakukan apa yang developer lain belum lakukan. Nah, ini bisa menjadi terobosan-terobosan dan bisa menjadi penilaian yang bagus sekali sehingga banyak ide-ide yang bisa tercetus gitu. Ini even entar 2026, 2027 ya kan ada konsep apaagi ya bisa terjadi dan dukung terus Golden Pot. Thank you. Iya. Luar biasa. Terima kasih Pak Rubi atas dukungannya. Sama-sama. Dan yang terakhir kayaknya sudah habis deh. Saya sudah diambil diranggum lagi. Singkat saja, Pak. Kata-kata hari ini, Pak. Kata-kata hari ini. Oke, yang pastinya terima kasih ya buat Pak Ali dan tim dan juga buat Pak Rubi, buat semua orang yang terus mendukung grand wisata dan pastinya kami berusaha untuk memberikan yang terbaik dan yang memberikan ee inovasi-inovasi lagi untuk ke depannya. Dan semoga dengan adanya properti award ini khususnya GPA bisa jadi benchmark yang tambah positif untuk perkembangan properti di Indonesia. Baik, terima kasih Pak Han. Sukses selalu Grand Wisata. Amin. Dan tentunya inilah akhir dari perbincangan kita Property People. Kami mengucapkan terima kasih banyak sekali kepada CEO Indonesia Property Watch Pak Ali Terangadan. Terima kasih banyak. Tentunya juga General Manager Sales Marketing and Promotion dari Grand Wisata, Pak Hans Lubis. Terima kasih banyak. Sukses selalu Pak. ya. Amin. 2025 GPA bisalah ya, Pak ya. Dan tentunya juga untuk property influencer kita, Pak Rubi Herman. Terima kasih banyak loh sudah sharing insight kepada kita semua. Terima kasih banyak dan tentunya semua property people yang telah menyempatkan waktu untuk menonton episode kali ini dari mulai awal hingga akhir dan terima kasih juga untuk semuanya jangan lupa untuk menyaksikan episode-episode selainnya daripada ini di 99 Talks di channel YouTube dan juga Spotify dari Rumah 123. Kalau gitu saya Clara Antawijaya pamit undur diri sampai bertemu di episode 99 Talks berikutnya. Ceritain nih Bu Lian kayaknya seru deh gimana waktu itu tim dari Pak Ali, tim GPA mendatangkan ke kota wisata untuk melakukan penilaian tuh itu seperti apa sih Bu? Bu ee langsung dua kategori loh, Bu. Oh iya gitu. Kebanggaan itu bukan oh saya dapat plakat selesai gitu kan. Tapi betul kebanggaan itu dari dalam hatinya oh iya ternyata ee kami cukup layak ya untuk menang. Yeah.
