Jungkat

#99Talks Special GPA 2025: Menuju Penghargaan Properti Paling Bergengsi di Indonesia! - Part 1/2 (YouTube Video)

  • 09/04/2025

[Tepuk tangan] Hello property people, welcome to 99 Talk Special Edition Road to Golden Property Awards 2025 The Legacy bersama saya Clara Antawijaya. Ah, senang sekali kali ini di episode kali ini kita akan berbincang lebih jauh lagi dengan sosok yang merupakan sosok di balik keberhasilan Golden Property Awards dari tahun ke tahun. Dan kali ini seperti judul yang sudah aku bilang, The Legacy, there will be something different, something special with this year's golden property award and we will find out soon. Jadi langsung saja kita berbincang lebih jauh lagi dengan narasumber yang telah hadir di sini. Selamat datang kepada CEO Indonesia Property Watch, Bapak Ali Trangada. Halo. Hai Pak Ali, apa kabar? Baik, baik baik. Luar biasa. Eh, fresh as always ya. Eh, luar biasa. Dan ada satu narasumber lagi yang tentunya aura paginya tuh kerasa sekali ke kita. Beliau merupakan Head of Brand and Marketing Communications Rumah 123, Mas Bayu Kresna. Halo. Halo, Mas Bayu. Selamat apa nih? Selam pokoknya semuanya selamat pagi. Selamat pagi. Oh, mau ini siang, sore, malam. Selamat pagi. Apa kabar, Pak Bayu? Alhamdulillah baik. Alhamdulillah. Lebih nyaman Mas Bayu atau Pak Bayu nih? Soalnya masih muda. Mas aja. Oke, Pak Bayu bercanda. Oke. Gimana nih sebentar lagi 10 tahun Golden Property Awards? Tidak kerasa ya, Pak. Tidak berasa. Tidak berasa ya. Tapi sebelum kita ngobrol lebih jauh lagi, sebelum kita mungkin menggali lebih jauh lagi terkait dengan mimpi golden property awards, kita tarik mundur dulu nih, Pak. Awalnya tuh seperti apa sih tujuan dari Golden Property? Berarti awal-awal yes ceritakan awal-awal munculnya golden property word kanang. Jadi gini, memang dulu awalnya golden property World itu muncul dari keprihatinan kami ee di dunia properti yang melihat ini semestinya kita mesti ada satu award yang betul-betul ee apa ya melalui proses-proses verifikasi yang bagus gitu loh ya. Jadi kita mau mendefinisikan ulang yang di yang dimaksud award ini seperti ini loh gitu loh. Bukan hanya award yang kita ya hanya asal-asalan dibagi selesai dapat kemudian foto-foto selesai. Enggak gitu loh ya. Ada ada ilmiahnya gitu ada proses yang dilalui sampai si pemenang ini mendapatkan award gitu. itu yang kami melihat kok hampir sedikit sekali yang ee seperti itu. Malah kita bilang juga kita kami bisa klaim golden property word ini sebagai satu-satunya property award yang berbasis research. Jadi apa yang kami lakukan itu semua berdasarkan data informasi. kami melakukan assesment, kami investigasi ke lapangan bahkan ke apa ke konsumen gitu ya untuk meyakinkan satu proyek ini layak loh mendapatkan award. Dan itu memang tidak sesederhana yang saya bicara juga gitu ya, tapi artinya proses itu kita lalui. Oke. Ya memang cukup challenging ya. Karena di awal-awal itu saya ingat ada beberapa tokoh properti malah itu bilang ini yakin enggak ya ini akan berlanjut ya karena ini kan ada aspek idealisme di sana. Kalau satu award itu mungkin kita tahu semua ada e biayanya cukup tinggi untuk mengadakan satu award itu cukup tinggi. Apalagi ini dengan adanya proses assessment yang itu sebetulnya enggak enggak enggak sebentar loh. Itu kita butuh 6 bulan untuk melakukan assessment. Kita keluar ee apa keluar kota butuh transportasi, akomodasi dan itu kita coba cover semua gitu ya. Dalam perjalanan itu kita masih masih di ini nih ini apa betul akan berhasil. Tapi kita membuktikan, kami membuktikan ternyata 2025 ini udah dekade pertama, 10 tahun pertama Golden Property World ini bisa memberikan manfaat buat dunia properti tanah air. Jadi terbukti ya tidak hanya untuk kemarin saja, tapi sampai dengan hari ini bisa bertahan begitu ya. Betul, betul, betul. Itu ya pencapaian yang tim kami ya tidak tidak berpuas di situ ya. Karena memang kita lihat nih banyak sekali tantangannya, banyak sekali hal-hal yang mesti kita perbaiki ke depan. ee kita belum yang terbaik banget, belum sempurna banget. Tapi artinya apa yang kita lakukan ini optimal. Apa yang kita bisa lakukan saat ini yang yang terbaik saat ini yang kita bisa lakukan di Golden Property Award. Heeh. Yang penting membuat awards yang trustworthy begitu ya. Jadi memang lucu ya terlahir dari sebuah em apa ya keabsenan awards yang berintegritas gitu. Jadi awalnya ya. Iya. Betul. Betul. Jadi saya selalu dulu membayangkan gini ya. Kalau ada award kemudian saya dapat award kemudian saya bayar award itu saya kok enggak bangga gitu. Jadi saya ini mau ee apa ya bukan mengulik saya mau coba kalau seorang developer dia dapat award harusnya dia bangga karena kan di meskipun dia dapat yang tidak diproses dengan verifikasi bla bla bla bla gitu kan tidak ada verifikasi di lapangan tidak dinilai itu dia akan menerima satu yang bohong-bohongan gitu. Heeh. Di dalam lubuk hatinya pasti dia enggak puas. gimana caranya award ini bisa memberikan manfaat dan bergengsi tentunya dan juga bangga bagi si penerima itu kan sulit gitu. Iya. I iya betul ya. Kalau kita ee hanya standarnya hanya nominal, hanya uang, itu gampang. Tapi ketika nilai yang kita berikan di Word itu lebih dari uang yang diberikan, wah itu luar biasa. Tapi biasanya kalau rencana baik itu juga jalannya dipermudah biasanya ya. Dan tentunya terbukti sampai dengan tahun ini hampir 10 tahun loh. Itu bukan waktu yang singkat loh, Pak. 10 tahun mempertahankan idealisme itu luar biasa sekali. Luar biasa sekali. Tidak mungkin kalau misalkan bukan eh golden property awards yang menginisiasi mungkin masih banyak awards-awards yang masih belum trustworthy yang di mana bisa dipercaya oleh developer konsumen dan tentunya ini sangat penting bagi dunia properti ya. Tapi kalau misalkan kita melihat persepsi publik ya, Pak e mungkin niat dari golden property itu baik begitu ya, tapi mungkin kita tidak bisa mendikte dari sisi e persepsi publik. Nah, di sini mungkin saya mau nanya Mas Bayu, apa yang mungkin sering disalah artikan? bisa dari kacamata masyarakat atau mungkin dari pelaku industri properti terkait dengan awards. Oke. Awards seperti golden property awards ini menurut ee kami adalah em selain yang tadi ya kita menciptakan bahkan menciptakan standar baru gitu. Standar yang mungkin bisa jadi inspirasi buat ee pemenang gitu ya ataupun buat ee buat yang lain. Yang paling utama adalah berbasis riset tadi gitu ya. Karena ya kita tahu ee IPW kuat sekali maksudnya di bagian ee riset ya Pak dan data gitu ya. Oke, sementara apa namanya? Gimana cara kita bisa memastikan bahwa ini benar-benar developer yang kita ases itu benar-benar punya kualitas gitu ya dan e punya kredibilitas di industri properti gitu. Dan gimana caranya supaya orang enggak berpikir bahwa award ini abal-abal gitu, abal-abal gitu ya. bahwa ya memang dari ee apa namanya GP ini dengan konsistensi yang tadi gitu ya, dengan hasil e asesmen yang panjang ee standarisasi ee penilaian yang kuat gitu. Nah, itu bisa menjadi simbol komitmen kami untuk menciptakan valid sebuah validasi baru dan standarisasi baru untuk ee awarding gitu khususnya buat di industri properti gitu ya. Betul tadi menarik nih Mas Bayu itu tadi ada kata-kata bagus banget ada standar baru ya. Jadi ada new standar untuk yang tadinya sudah kita lupain yang lalu lah. Tapi kita ada buat standar baru lagi yang membuat ini loh standarnya kalau memang mau diakui. Diakui dalam arti ada lembaga independen yang melihat itu karena akan berbeda kalau si pengembang akan nilai diri sendiri kan beda subjektif ya. ada lembaga independen yang objektif yang menilai itu dengan standar new standard ini. Jadi itu yang eh menurut saya menarik t Mas Bayo bilang standar itulah yang sebetulnya akan menjadi tolok ukur ke depan nih ya semakin lama semakin naik lagi. Dan itu kita rasakan di di ee penilaian kami juga tiap tahunnya ada aja standar yang memang sangat ketat sangat ketat lagi karena semua juga berinovasi ternyata di flover itu enggak hanya diam-diam aja. ee itu yang mungkin kita akan akan ee apa tingkatkanlah dari tahun ke tahunnya gitu loh. Menarik tadi yang bilang itu saya new standard itu. Iya. The new standard ya yang bisa diadopsi juga ya. Oke. Tapi kalau dari Pak Ali sendiri itu e sudut pandang terkait dengan persepsi masyarakat apa yang sering disalah artikan atau disalah kaprahkan gitu oleh masyarakat? Nah, memang tadi kembali lagi ya ee tidak semua masyarakat memang ya ada masyarakat yang ee sedikit melihat ah ini hanya buang-bohongan. Heeh. Ya, itu kan hanya persepsi negatif seperti itu ya. Itu yang memang jadi tugas god property award nih untuk menjaga independency dan tadi menjaga integritas award yang diilaksanakan ini terus terjaga gitu. Karena kalau kita ngomong 2015 kita ngomong, "Oh, ini akan orang enggak akan percaya juga gitu. Ini siapa sih?" Ya kan? Oke. Di di belakangnya di baliknya ada eh Indonesion Property Watch yang memang kami dikenal sebagai lembaga independen. Tapi setelah itu prosesnya seperti apa sih? Ya kan butuh pembuktian. Semakin lama itu kita buktikan kalau memang kita menjaga integritas itu, idealisme itu tetap kami jaga gitu ya. tidak hanya ee jadi semua di perusahaan kami, di tim kami itu selalu kamu jaga integritasnya bahkan ke semua project yang kita akan visit gitu, kita akan bilang, "Tolong abaikan kalau ada yang minta-minta ee apa imbalan jasa segala macam. Kita enggak mau sama sekali." Bukan bukan merasang sombong, tapi itu ya ee apa ya ee nilai-nilai etik dan integritas yang kami jaga sampai saat ini gitu loh. Mahal enggak sih, Pak, harganya untuk menjaga integritas itu? Sebetulnya itu tergantung dari kalau kita sudah terbiasa gitu ya, terbiasa untuk bekerja dengan integritas, dengan objektif, dengan independen tanpa ada konflik kepentingan konflik ent sana sebenarnya kita nyaman-nyaman aja loh. Gangguan di strike tuh banyaklah ya. ada yang seperti gimana gimana tapi kita tetap saya selalu balikan lagi kita tetap mau mau mau ke tujuan awalnya nih kita memberikan award yang terbaik buat bangsa ini seperti apa. Lantas yang pantas untuk mendapatkan awards itu siapa, Pak? Nah, pastinya tadi tidak hanya kembali lagi nih banyak-word yang hanya memberikan award ke pengemang besar aja. He ya wajar aja memang dia bagus bagus juga ya secara secara produk segala macam capital juga cukup bagus untuk mengembangkan satu proyek di property. Tapi ada kategori atau ada kelas-kelas segmen menengah dan segmen bawah bahkan segmen rumah subsidi yang belum sepenuhnya diapresiasi. Ya, itu yang kita masuk ke segmen itu, masuk ke kategori itu. Jadi, semua kategori itu dari skala menengah, skala kota ee pengembang besar sampai pengembang kecil, menengah kecil sampai app subsidi itu kita berikan apresiasi dan kategorinya by region, by scale, by skala. Heeh. Jadi tadi ya kalau pengembang besar kemudian satu kategori ee dibersaing dengan pengembang kecil pasti timpa enggak timpa enggak apple to apple juga di kelas FPP ya bersaing di klassrum FPP heeh dan enggak sedikit loh yang bagus ternyata tapi itu tidak terekspose tidak tereksplore di konsumen tidak enggak tahu gitu ya jadi banyak yang mungkin ya pengembang subsidi ya kita lihat ya banyak yang tidak terekspos ketika kita pemenang dia bangga dia menjadi bagian tools dari satu promosinya itu meningkatkan sales dan diakui itu gitu itu kan menjadi satu feedback yang luar biasa loh betul ya. Jadi idealis kami itu ee terpuaskan dengan adanya pengakuan dari para developers itu. Hm. Iya. I ya. Ya. Jadi senang gitu ngelihatnya kok senang banget ya. Dan kalau ee boleh menimpali mungkin dari sisi kami rumah 123 gitu ya as ee karena kita demand mater ya maksudnya kita ee mempertemukan nih antara calon pembeli properti gitu ya dengan ee produknya gitu ya. Dan ini bisa jadi sebuah em balik lagi kewibitas ya, di mana konsumen bisa lebih yakin, bisa lebih percaya gitu bahwa dengan adanya ee pemenang dari Golden Property Awards ini gitu ya, baik dari pengembang kecil ataupun pengembang besar ini bisa lebih meningkatkan ee tingkat kepercayaan konsumen dalam memilih ee properti mereka gitu. Dan ini bisa jadi indikator kredibilitas buat si pemenang gitu ya. dan ee baik menguntungkan untuk ee dua pihak ya, maksudnya untuk ee si pemenang juga pasti akan bangga dan konsumen juga pasti akan lebih merasa terbantu gitu ketika mereka mau mencari properti ini bisa ee apa namanya label ini tuh bisa jadi oh makin trusted gitu dan itu yang fungsinya jadi memang domino effect-nya tuh panjang ya untuk konsumen, untuk developer, untuk stakeholder yang lainnya begitu ya. Oke. Ih, luar biasa sekali. Tapi kalau dari Mas Bayo sendiri yang deserve to get an award itu siapa sih? Oke, kalau menurut ee saya agree sih sebenarnya sama Pak Ali. Semua pelaku industri ya yang memang mereka benar-benar berkontribusi untuk ee perkembangan properti di Indonesia gitu. Maksudnya kita enggak ada pilih-pilih ya, Pak. Maksudnya kayak enggak ada oh kayaknya harus ini segala macam gitu. Jadi memang dengan based on research yang memang based on research gitu. Jadi juga dicek juga benar yang tadi Pak bilang assesment juga panjang gitu. Jadi yang memang dia benar-benar punya komitmen baik di ee apa ya dia pengin mengembangkan ee produknya dia dan kayaknya dia benar-benar ee apa namanya ee pintu banget betul dengan dengan industri ini itu pasti ee deserve ya untuk dan tadi sebenarnya ada yang sedikit membedakan nih bukan membedakan membang beda dengan award yang lain ee itu yang menurut saya agak keunggulan GP pun di sana kita ee Golden Property World itu tidak hanya memberikan award terhadap project terhadap ee ya proyek perumahan atau properti gitu ya. Tapi kita pun mengapresiasi individu-individu Heeh. termasuk tokoh-tokoh founder-founder yang ee udah apa namanya? udah berkontribusi luar biasa kepada Indonesia gitu ya. Grup-grup besar, founder-founder, pengembang-pengembang besar yang kita berikan apresiasi. He. Kemudian individu-individu profesional itu yang betul-betul bekerja ee apa di perusahaannya yang betul-betul kinerjanya bagus, kita pantau loh tuh. Jadi dia ee ketika kita bagaimana sih penilaiannya kan B pertanyaan kan kenapa sih ini menang si enggak ya. Jadi ketika kita melakukan individu yang yang profesional ini kita itu selalu tanya tanya ke rekan kerjanya tanpa diketahui si ini. Itu menarik ya. Jadi banyak yang ini bagus enggak ya? Ini gimana sih kerjanya? Oh, ini enggak bagus. Nah, kan kayak gitu-gitu kan enggak bagus. Sudah skip gitu kan ya. Tapi kalau ini bagus loh, dia dari awal gini dari bawah itu bisa jadi penilaian kami itu kualitatif tapi diantifisir menjadi satu nilai. Yang menarik lagi banyak cerita kan gini ya kalau kita lihat perjalanan kita sudah hampir 10 tahun nih tahun 10 tahun pertama hampir semua founder pengembang-pengembang besar itu bersedia hadir loh di di acara God Property Award ya. Jadi waktu di Golden Prop 2015 itu eh Dr. Moktari oh almarhum PI ya kemudian Patri Hatma itu yang hadir pertama kali di Golden Property Award. Jadi bagaimana dulu tim kami travel kami itu bagaimana bisa meyakinkan itu kan susah ini golden property siapa sih gitu kan ya. Tapi itu satu satu cerita sendiri yang itu membuat kami oh ternyata mau loh kita jelasin ini award ini seperti ini seperti ini dan mereka menangkap semangat itu. Jadi 2015 itu jadi semua banyak yang banyak yang ee kaget juga oh ternyata kita bisa membuat satu word yang luar biasa gitu ya didasari oleh idealisme sebetulnya ternyata kan itu kan siapa gitu kan ya tiba-tiba muncul tapi itu itu berawal dari semangat itu gitu setelah itu banyak founder-founder yang eh hampir semua founder ya dari Pak Hendro Gondokusumo Intiland kemudian dari Pak Sucipto Nagaria Sumareon Pak Alexander Teja Pakon Pak SD Darmono dari JAB BK Pak Herman Sudarsono dari Duta Putra gitu ya. Kemudian dari Alam Sutra ya. Kemudian juga dari Pak Beni dari kota Harapan Damai Putra kemudian dari beberapa tokoh lain lah gitu kan. Jadi semakin lama ini kami melihat oh ini kayaknya jal ee apa ee jalurnya sudah benar nih. H ya. Jadi kita melakukan satu award tidak hanya award-awardan, tidak hanya aspek komersial. I, tapi kita ada semangat idealisme gitu. Mungkin buat sebagian orang ah ini ah hanya omongan aja gitu ya. Tapi ini kita buktikan gitu. Kita buktikan dan ee kita minta dukungan semua stakeholder juga dan semua saling saling mengingatkan. Mungkin kami ada salah juga gitu ya, ada miss gitu. Bisa diingatkan. Jadi misalkan kok ini sih kok ini sih? Karena ketika kita menentukan award tuh tidak hanya tim kami, kami juga dengan tokoh-tokoh kita ee dengan ee tokoh-tokoh profesional lain, ada timnya dari akademisi. Kita lihat nih ini layak enggak ya dapat gitu. Jadi tidak hanya basisnya kuantitatif nilai karena kan kadang-kadang nilai pun kita enggak tahu ya gitu ya. Tapi juga atas dasar justifikasi dari para profesional, para tokoh. He. Itu yang membuat kami yakin, oh iya udah ternyata ini gitu loh. Jadi winner ya pastinya udah worth it gitu ya. The best of the best. Betul betul betul. Ah I see. I see I see. Wah perjalanan ini berarti panjang ya Pak ya? Maksudnya bukan sesaat begitu tapi terharu deh maksudnya 2015 awal langsung bisa meyakinkan seorang Motaryadi. Itu itu epik sih Pak. You convince himself. Kita juga kaget tuh itu itu blessing lah ya artinya kan kita kan belum ya siapalah apalagi Indonesia property oke sudah ada tapi kan belum terlalu inilah kita kirim surat gitu ya ke tiga tokoh itu saya enggak tahu gimana ya tiba-tiba diminta ketemu aja gitu loh kan ya itu mungkin enggak tahu yaang jalannya ya itu it's a good milestone si iya jadi dulu kan gue pikir kalau misalkan dari awal kita enggak ada sesuatu senior yang hadir di sana itu saya sudah bilang ini kayaknya nya jangan deh. Heeh. Karena enggak ada pengakuan gitu kan. Tapi ketika ada tiga developer besar yang hadir di sana, wah itu menjadi semangat kita kan. Wah, wah ini betul betul-betul kan ya kan langsung dapat public acknowledgement, langsung dapat endorsement secara tidak langsung. Ya, betul betul betul betul. Keren, keren, keren, keren. Ini pasti perjalanan yang liku-likunya banyak nih, Pak. Luar biasa. Tapi kalau ee secara awards ini sebenarnya GPA ini ada label internasionalnya enggak sih? Jadi gini, seawal-awal seperti eh Golden Property World ini brand lokal. Oke. Ada banyak e brand-brand internasional di sana ya. Tapi saya ngelihat kok gini ya, pemenang yang mendapatkan U Internasional ya sasah aja. Ada gengsinya ada. Kita enggak bilang enggak mungkin enggak ada gengsinya, tapi kami mau menghadirkan satu brand meskipun itu lokal lokal gitu ya, nasional tapi ini berkualitas ya. Karena gini, saya saya lihat tuh award internasional itu harus membumi. Kita coba kita renungkan nih kalau dia eh award internasional, bagaimana yang jadi pertanyaan gini, bagaimana si tim si tim award ini bisa memverifikasi projek-projek yang ada di lokal Indonesia? Itu pertanyaan pertama. Apakah mereka datang ke lokasin dan dia tahu kondisi pasar nasional? Belum tentu. Itu pertanyaan kedua. He ya. He. Yang ketiga, ada enggak standar kriteria yang betul-betul dipakai untuk menilai satu pro? Banyak juga yang enggak ada gitu loh. I ya. Jadi artinya boleh boleh aja semua brand word itu diample internasional, tapi seharusnya di dalamnya itu harus dilengkapi atau harus disempurnakan dengan tadi prosesnya seperti apa, kriterianya seperti apa. Si tokoh-tokoh penilai ini juri ini tahu enggak sih dengan pasar properti Indonesia? Ya, tidak hanya internasional. Saya masih meragukan itu, mohon maaf gitu. He. Tapi artinya ya kita kita sama-sama ee meningkatkan lah ya apa yang memang kurang ya kita tingkatkan ya. Kita juga saya juga mau saya juga merasa belum sempurna banget gitu kan untuk penilaian ini tapi yang penting prosesnya betul ini ada ini ada ini ada. Iya ya. I karena golden property word ini kita mau menjadi benchmark. Heeh. Eh property world Indonesia dan pasar Indonesia di award itu pasar lokal loh gitu. Heeh. Ya. Bukan internasional. Betul. brand internasional tuh maksudnya ya oke gengsi dia dapat internasional tapi ketika konsumen melihat award dia harusnya lebih percaya yang dinilai oleh lokal karena pasarnya pasar lokal betul ya hanya nama aja internasional tapi ketika konsumen ee enggak diverifikasi di lokal itu jadi tanda-tanya big question misalnya kan gitu loh iya iya iya ya 2021 nanti kan ini sudah gabung sama 123 nah ini sebenarnya kan internasional juga nanti Mas Bayu bilang ya jadi kita mau coba me apa ya namanya namanya ee menjoin sinergikan gitu. Bagaimana yang God property word ini yang sedang ee apa menyempurnakan kualitasnya itu digabung dengan brand internasional seperti rumah rumah 23 under 99 gitu kan. Nah, Mas Bayu mungkin ini bagian Mas Bayu nih ceritain. Oke. Label internasional itu memang bisa jadi nilai tambah ya. Tapi ee balik lagi ketika kita bicara pasar Indonesia gitu, apakah ee ada suatu yang lebih penting dari itu sebenarnya gitu? Apakah em kredibilitas di negara sendiri itu seperti apa? Maksudnya yang tadi ee pi mention juga gitu, apakah ee kenal dengan behavior orang konsumen Indonesia seperti apa gitu ya. Nah, kami di rumah 123 sebagai marketplace yang memang secara jangkauan ee terbesarlah di tanah air gitu ya. Terbesar ya tanah air ya. Terbesar di tanah air gitu ya. Dan sudah bisa dikatakan seperti itu. Iya. Iya. Jadi kita mau konsinergi. Betul. Jadi memang ee paham akan roots-nya ee masyarakat Indonesia seperti apa gitu yang mereka inginkan seperti apa, knowing our customer seperti apa gitu. Dan walaupun memang Rumah 123 ini oke perusahaan sebenarnya bisa dibilang ee iya kami di dari Indonesia cuman holding kami 9 group internasional juga gitu ya. Jadi secara ee apa namanya menggabungkan gitu ya standar yang tadi kita akhirnya ciptakan baru gitu ya. Terus juga dengan gaya awarding yang memang kita persiapkan gitu ya dari e sesama IPW itu beneran menciptakan kualitas yang setara lah dengan standar internasional gitu. Walaupun memang kita e ini kerjaamanya sudah mulai dari kapan sih? Antara 2021 2021 ya Pak? 2021 gitu. Betul. Karena yang paling penting adalah itu ee relevan dengan pasar Indonesia ya gitu. Iya. Saya setuju sekali sih, Mas Bayu. Ini berarti satu suara juga dengan Pak Ali ya, bahwa memang well, it's good to have misalkan eh international credits gitu. Tapi kalau misalkan kita melihat GPA dari kacamata lokal ya karena kita mau beli rumahnya di Indonesia gitu. Karena kita balik lagi yang fit in melihat market yang ada di Indonesia ya kita gitu GPA. Kembali lagi satu standar gitu yang bisa memberikan scoring buat project property itu enggak ada. gimana akhirnya kita dapat idea the legacy gitu maksudnya gimana caranya ini kita pengin bikin satu dekade tapi nunjukin bahwa acara ini itu untuk kepentingan ekosistem developer untuk saling bersinergi di situ. H [Musik]

Lihat di YouTube