#99Talks Special GPA 2025: Pebisnis Properti Pilih Awards Yang Independen - Part 1/2 (YouTube Video)
[Tepuk tangan] [Musik] Halo Property People, kembali lagi di 99 Talk Special Edition Pro to Golden Property Award. Awards 2025 The Legacy bersama aku Clara Antawijaya. Nah, ini sesuai dengan temanya The Legacy Golden Property Awards 2025 ini hadir dengan konsep yang pastinya lebih istimewa lagi karena bertepatan dengan anniversary satu dekade alias 10 tahun. Bayangkan ya. Dan tidak hanya untuk memberikan penghargaan tertinggi kepada para insan property, tetapi juga momen satu dekade dari Golden Property Awards ini juga dipersembahkan untuk sosok-sosok besar, untuk legends-legends yang tentunya memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dari industri properti dari dulu hingga sekarang. Kita sambut dulu boleh ya pembicara kita di hari ini yang sangat spesial. Yang pertama tentunya CEO Indonesia Property Watch Bapak Ali Ranghada. Halo, Pak. Halo. Halo. Luar biasa. Ih, luar biasa. Selalu positif vibes yaitu ya. Mesti dong. Dan tidak hanya Pak Ali, ada juga nih pemenang GPA tahun-tahun sebelumnya. Langsung saja kita panggil bersama head marketing dari kota wisata, Ibu Liana Sari. I. Hai. Halo, Mbak Klara. Semangat pagi ya. Selalu pagi ya, Bu. selalu semangat dan selalu pagi kalau kita undang marketing selalu gini ya semangat pagi selalu semangat pagi gitu sama gurunya oke oke okakui itu pasti ya ee lebih nyaman dipanggil Buliana Bu Sari ee Buliana boleh Bu Liana boleh boleh boleh oke oke. E mungkin aku mau bertanya dulu ke yang punya nih ya Pak Ali. Pak Ali sebenarnya seberapa penting sih mendapatkan sebuah penghargaan bagi mungkin developer atau brand begitu ya khususnya di bidang properti? Iya. Jadi itu mungkin nanti lebih lebih ditambahkan sama Bu Liana juga ya sebagai pemenang kan gitu. Cuman gini ee kita dari awal kami dari awal itu ingin menyuguhkan satu award gitu yang betul-betul memberikan kebanggaan. Heeh. kebanggaan itu bukan oh saya dapat pelakat selesai gitu kan tapi betul kebanggaan itu dari dalam hatinya oh iya ternyata ee kami cukup layak ya untuk menang gitu ya. Kenapa? Ee idenya kan sebenarnya gini kita mau mendefinisikan ulang kalau award itu bukan semata-mata bayaran gitu. He ya. Ini ini yang kita jaga itu dari awal mulai 2015 itu sampai nanti yang tahun ini kan the first decade berarti kan ee 10 tahun pertama. Jadi kita bilang kita kalau memang kita ee memberikan satu award itu harus dengan proses assessment. Gimana caranya satu award memberikan award tanpa disurvei. Heeh. Tanpa datanya ada gitu ya. Atau tanpa ada hal-hal lain informasi yang sebetulnya itu ee menunjang untuk jadi pemenang. Nah, itu. Nah, dari situ kita lihat, oke, kita buat deh satu award yang penting, yang menjadi bermanfaat dan bisa dibanggakan dan betul-betul ini bisa dibanggakan gitu loh. Iya, Dok. Jadi, ada perhati tersendiri gitu ya bagian pemenangnya. Betul. Betul. Enggak cuman hanya panjang plakat kan, tapi Oh, iya. Ternyata saya layaklah gitu. Bu Liana, gimana kalau dari kacamata developer itu sendiri? Iya, iya betul. Ee jadi seperti tadi Pak Ali sudah sampaikan ya, pastinya kami sebagai pemenang wah eh appreciate banget nih pertama ya kan sebagai pemenang gitu loh ternyata gitu kan kita bisa juga berkompetisi ya kan pastinya dan akhirnya kita juga bisa mendapatkan ee apa ya di industri properti pastinya penghargaan yang memang ee bermanfaat banget gitu loh. Kenapa? Karena ya pastinya kita di dunia bisnis ini mau memberikan semua yang terbaik kepada customer. Nah, caranya seperti apa? Ya, tadi dengan adanya assessment dari Golden Property Award terhadap produknya kami gitu ya. Ee dan itu pun assessment-nya benar-benar ee objektif, ketat gitu ya di surveinya benar-benar side visit. Pak datang ke pro kami e di semuanya gitu loh. Kita juga didukduk nih gitu menunggu saya juga tim nih menunggu hasilnya nih gitu. Tapi ya kita ee tetap optimis ya semua ee kita pasti melakukan yang sebaiknya sebaik-sebaiknya gitu kan sebaik-baiknya produk kita mulai dari speknya seperti apa. Kita ee pastinya mau yang kualitas terbaik gitu ya paling the best secara ee desain secara ee produknya gitu. Eh ya akhirnya kebetulan kota wisata akhirnya bisa mendapatkan juga nih award dari golden property ya Pak banget. Kalau enggak salah dua award ya, Bu ya? Dua award. Betul. Yang pertama sebagai eh best housing project secara lingkungannya juga Pak Ali kemarin lihat keliling gitu kan ee aksesnya, infranya seperti apa gitu. Selain itu produknya juga kita masuk kategori eh best prestious produk eh untuk cluster Aerton. The best of best berarti ya. I senang banget tuh. Happy banget kita. Eh itu itu apa rasanya sih? Eh, 22 awards dan itu berarti berturut-turut ya 20023 gitu. 2022 2023 sama 2024 kemarin juga juga berturut-turut sih. Iya gitu. Nah, iya yang 2022 itu yang People's Choice. Oke. Yang GPA yang ee main-nya itu di 2023 ya tadi dapat dua kategori itu. Iya. Langsung langsung. Iya. Kita juga kaget diinfoin sama timnya Pali, Bu ee langsung dua kategori loh, Bu. Oh, iya gitu. Kirain cuma produknya doang nih gitu. Kaget apa pura-pura kaget biasanya kan udah kayaknya menang deh gitu. Ada enggak perasaan kayak gitu? Pastinya kan pastinya ya itu kita kan ee penilaian itu kan memang dari tim Pali itu benar-benar ee objektif dan ketat banget gitu kan. Kita kan pastinya merasa aduh ee ada yang kurang sesuai enggak nih ya? Aduh ada yang kurang apa enggak ya gitu. He ya. Tapi kan memang Pak sepertinya ee udah terkesima nih dengan produknya kita gitu sih. Kelihatan terkesiman enggak bisa bohong Pak Ali ya. Tapi yang yang memang kita ini banget surprise banget yang sebagai ee best project-nya sih gitu loh. Heeh. Nah itu ada cerita bagus nanti kita ceritain deh. Oh iya tapi nanti dulu nanti dulu kan tadi terkait dengan power nilaian gitu ya. Nah, boleh enggak diceritain nih Bu Lian ni? Kayaknya seru deh gimana waktu itu tim dari Pak Ali, tim GPA mendatangkan ke kota wisata untuk melakukan penilaian tuh itu seperti apa sih, Bu? Heeh. Jadi memang kita diinfo Pak dan tim nih mau datang langsung. Waduh, Paknya mau datang juga lagi gitu kan. Itu dadakan atau ee kayaknya cuma H minusnya sampai H-7 deh waktu itu. H-3 kayaknya. Iya, cepat banget. Mau datang ya, Bu ya? Kita mau survei. Oh, ya. Oke. Ee palinya juga datang ya, Bu ikut. Wah, aku bilang itu benar-benar kita prepare banget nih gitu. Itu langsung pernyataan ya, bukan pertanyaan saya ke sana ya gitu. Bukan saya boleh ke sana bukan. Iya. Heeh. Ya udah. Ee oh ya oke ya. Pastinya kita akan ee semaksimal mungkin wah apa nih yang perlu kita siapin gitu ya. Produk-produknya kita cek semua gitu kan. unitnya gitu sampai hari H-nya ya udah kita aja keliling keliling ke project wisata lalu ke ee show unit si produk Aertonnya gitu. Nah, Pak Ali kayaknya sempat ee surprise juga nih kota wisata membuat produk yang oke mungkin ya jual ekspektasi kali ya. Iya iya iya ya ya. kita jelasin juga penjualan kita, kita launching dari kapan sampai dengan kapan, ee penjualannya seperti apa gitu kan. Ee memang ee produk yang bagus sih si Aterton itu akhirnya juga mendapatkan award dari Pak Ali gitu. Wah, tambah heboh lagi sih kota wisata mau klarifikasi enggak, Pak Ali? Iya. Jadi sebetulnya ee sebelum kita biasa tuh ee semua project assessment kita semua yang di 12 kota Bu kita 12 Kota Indonesia itu kan minimal butuhnya itu 6 bulan bahkan sampai 8 bulan kalau enggak salah 2023 itu sampai 8 bulan deh karena banyak coverage areanya banyak sebelum kita putuskan untuk ee ke set visit ke kami tim inti gitu kan termasuk saya ke kota kota wisata itu memang sebelum Sebelumnya kita ada team screening awal, Bu. Oh, I. Jadi enggak enggak enggak enggak ujuk-ujuk saya ke sana ya. Enggak kan. Jadi ee kita ada kurang lebih 10 sampai 12 tim surveyor itu akan gerilia tuh Bu ke semua project yang kita data, gitu kan. Dari situ ee kita screening awal tanpa menginformasikan ke kita tuh ya, Pak. Tanpa Iya, sudah siap-siap ya, Bu. Jadi bahkan waktu itu ee jadi skreining awal itu ada kriterianya. Bahkan kita kan kalau yang nilainya 6 ke bawah gitu ya gitu ya bobotnya kita enggak akan lanjut ke berindakan set visi enggak ada enggak akan betul. Nah jadi ketika skrining awal pun tuh sampai ke konsumen pun kita tanya biasanya kalau yang sudah dihuni itu ada yang sudah biasa kita tanya konsumen dan kita beberapa konsumen ya sampling gitu ya. He. Kemudian kita ke tim kita akan ke marketing galery-nya masing-masing project itu yang disurvei. Jadi ingat-ingat lagi tuh Bu Liana, kalau ada calon konsumen yang tanya-tanya banyak gitu ya, eh enggak jadi itu. Jangan-jangan kita mau gali kan. Padahal udah prospek banget nih ya, Pak. Ya udah dikejar terus nih sama tim aku. Soalnya itu ada ceklist ya. Ini kalau kita bedah tuh lucu. Bukan lucu sih ini menarik. Jadi tim kita happy gitu, senang juga dia cek, saya suruh ceklis gimana produk nohnya sales. Heeh. Heeh. Gimana kemudian dia menjelaskannya gitu kan servisnya sampai istilahnya toilet-toiletnya kita lihat Bu ini bersih enggak? Eh ada loh ada loh yang bagus ya tapi ee toiletnya itu ya maaf enggak enggak baguslah mungkin ya. Jadi kita cek di situ bagian dari satu kriteria lagiah. Setelah itu lolos baru tim inti kita diskusi tim inti baru kita akan datangin ee ke project itu gitu kan. Iya. Ini yang yang atentu menarik nih. Dulu kita aten itu enggak masuk belum masuk radar kita Bu ya kan. Kalau enggak salah pas kita ke sana kan kita tanya nih ini seekspektasi saya itu istilahnya ya mungkin biasa aja gitu. He ya karena itu saingannya banyak Bu lagi Bu. He heeh. Tapi ketika ke sana, betul sih, kayaknya kelihatan muka saya itu enggak bisa bohong kan. Saya ee mesti saya ada listnya, ceklistnya, tapi saya enggak enggak hafal ya. Itu ada yang membedakan Aertan ini sebagai kan yang paling best prestige-nya kan ya itu dibandingkan yang lain. Heeh. Ada itu ada keunikan yang menurut saya ini harusnya layak untuk ee di diinfo ke market gitu loh. Heeh. Kadang-kadang kan developer itu asik dengan itu, tapi keunikan-keunikannya itu kadang-kadang konsumen yang lihat kan, Bu. Heeh. Oh, saya beli di sini kayaknya beda loh. Ini lebih bagus lah. Itu kan mesti terinfo ke ke masyarakat dan kami sebetulnya kan kepanjangan tangan konsumen lah gitu kan. Kalau kita tertentu bagus ya itu layak loh wajar kita harus harus kasih tahu ke ke market tuh bagus gitu. Betul kan? Ada dua ya best project dan best prest itu best project. Kalau best project itu kita keling. Nah. Nah, ini menarik nih yang tahun 2023 kan Bu ya? 2021 eh 2019 2021 sebetulnya kota wisata sudah masuk kita sudah survei cuma kita belum survei kan Bu. Iya karena kita ngelihat kok masih waktu itu enggak tahu koreksi kalau saya salah ya belum perkembangannya kan masih biasa-biasa aja tuh. Betul ya? Nah betul mendekati 2022 21 kan pandemi. Heeh. 2022 kita ngelihat sampai 2023 nih ada pergerakannya cepat gitu. Saya enggak tadi Bu Anda bisa konfirmasi ya. Heeh. Itu pun terkait juga infra ya Bu ya. Rencana tol dulu kan belum jadi kan. Nah rencana tol dari Cimanggis Cibitung dulu belum tembus ke kota, belum keluar exit di kota wisata. Kita enggak berani 2021 2022 kita enggak akan kita berbanding nilai itu bagus gitu. He he. 2023 ketika kita ke sana sudah mulai sudah mulia lah ya gitu ya. Wah, saya bilang nih prospeknya bagus. This is so you banget sih, Pak Ali. Iya. Jadi kan enggak ujug-ujug ini tuh ini proyek bagus, tapi ketika enggak ada faktor yang mendukungnya ini mungkin hanya gitu-gitu aja. 2023 kita lihat, wah ini prospeknya bagus. Ini bisa jadi bocoran ya. Oh, bocoran. Buat nominator-nominator yang ingin menang, kuatkan di sisi infrastruktur ya. Iya. Betul, betul itu iya iya. Tapi menarik ya berarti yang perkembangan rapidnya itu setelah setelah adanya pandemi 2022 gitu. Iya. 2021 sudah mulai ya. Oh iya. Apa tuh yang membuat ee kota wisata berkembang segitu pesatnya? Iya betul. Tadi ee mengenai infra secara projectnya itu kita tuh punya planning memang ee sangat kita mau punya deadline yang sangat cepat gitu ya, Mbak. Jadi mulai adanya informasi akan ada tol Cimangis Cibitung yang memang bisa ee menjadi benefit untuk kota wisata nih gitu loh. Itu juga jadi secara infra di projectnya kita semua ee mulai dipersiapkan sampai dengan ke produknya sendiri gitu sih. Jadi ee infranya contohnya kita mau akan ada mall, mall terbesar di Cibubur. Terus kita juga ee mall-nya itu akan ada hotel integrated dengan hotel. Nah, jadi memang ee planningnya itu langsung berubah besar banget gitu loh, Mbak. He. Oh, itu nanti rencananya 2024 20005 2025 ini pertengahan ee deadline-nya si hotel itu udah opening, Pak. Operasional. Oh, masih survei gitu lagi. Iya. Jadi tahun lalu ee bulan Maret ee si Mall Living World-nya opening gitu. Nah, nanti tahun ini di pertengahan tahun rencananya si mall-nya sudah opening gitu sih. E milestone milestone itu sih yang kita butuhkan. Karena ketika ada satu milest komersial langsung harga kenaikan growth-nya pasti lumayan tuh. Oh iya i ya. Terus area CPD-nya kita langsung kita grab tuh dengan si lokomotifnya si yang awal itu ya si Mall Living World-nya Pal. Iya betul betul betul. 2021 2022 waktu itu kan kita lihat komersialnya ya hanya itu aja CBDCBD-nya belum terbentuk kan. Heeh. He, ada rencana itu pas kita lihat ada rencana exit tol ke sana. Ini komersial pasti itu sebenarnya sebetulnya ee apa ya? Satu kota itu bisa kelihatan di situ sih. Heeh. Sudah kelihatan tuh ada poin-poinnya di mana yang bisa masalahnya itu jadi atau enggak gitu kan. Ini living sudah jadi kan? Living sudah jadi trigger ya. Tapi Pak Ali bagus sinyalnya berarti dari dulu ya. Udah ditunggu tuh akhirnya datang juga nih Pak 2023 akhirnya turun gunung Pak ya dan langsung berarti skornya di atas 6 tuh ya sampai lolos itu itu kayaknya lebih itu udah masuk yang cukup baguslah 8 lebih itu. Oh iyalah iya karena kita masuk udah kita yakin makanya waktu ada tim kami bilang dua ya kalau udah dua itu udah pasti del ke atas tinggal tinggal nanti kan yang 888 ini siapa nih be the base-nya kan semua bagus sih sebetulnya tapi kan ada kita lihat kadang-kadang tuh rumah mewah itu kan semakin mewah memang semakin bagus lah orang pasti pasti seperti itu kan tapi ketika mewahnya ini dibungkus ada satu keunikan apakah itu dari materialnya atau desainnya gitu kan itu lebih lagi jadi nilainya nilainya lebih gitu added value-nya apa kalau boleh tahu Desain tuh sudah pasti beda. H desain tuh ada yang ee pengembang kadang-kadang agak latah juga ya desainnya gini-gini aja lah gitu kan. Di satu lokasi ada yang klasik gitu ya, tapi di satu di lokasi lain mungkin enggak mau klasik karena di sana bukan gayanya mungkin beda lah behavior-nya kayak gitu-gituya beda ya Pak. Iya betul. Termasuk materialnya saya saya biasa kalau pokoknya kalau masuk tuh saya pasti ketok Bu. Saya itu ngetok enggak ya? Ketok itu bukan minta izin. Minta izin sih maksudnya itu kita lihat materinya cek ee eh pernah loh Bu kita nemuin ya saya ketok itu kosong. Oh itu mewah loh. Iya iya. Nah jadi kalau kita tim kita sudah yakin tiba kita ketok lah anggap ya yang enggak sesuai material kita jadi enggak enak bawanya kan aduh kok saya mau beb saya mau ngomong juga enggak enak gitu kan. Jadi kita keep sendiri aja sama tim gitu. H saya kadang bilang, "Aduh, ini ya enggak seantusias, enggak seantusias kalau ah gimana saya ngomongnya enggak enak kan, masa ini jelek kok kan enggak gitu kan." Tapi kan beban buat tim kan, Bu. Karena yang kita cek harusnya sudah del atas gitu. Itu lebih ke ya verifikasi final aja sih ke lapangan. Betul enggak sih gitu. H itu sampai naik-naiknya ke atas itu apa? Itu aton ya? Iya, Atton, Pak. Oh, yang view-nya bagus itu ya. Wah, masih ingat loh view. Masih ingat. Betul, betul, betul. Oh, iya ya. Jadi itu yang membuat Pak Ali terkesima ya. Heeh. Langsung spontan jadinya kelihatan. Tapi tetap kita tetap fifty-fifty nih. Aduh menang enggak ya? Menang. Iya. Viewnya view-nya bagus. View-nya lagi. Apa gimana sih? L saya lupa. Tapi saya ingat masih ingat kok view-nya kok sampai ke atas. Tapi tapi Pak Ali gini deh misalkan ya kota wisata dan mungkin beberapa ee dulu pemenang dari GPA itu mungkin sudah beberapa kali menang gitu tapi yang paling sulit kan mempertahankan ya. Kalau untuk menangnya kan mungkin usahanya bisa dicoba-coba sampai menang. Tapi biasanya kan ada yang namanya winner syndrome yang di mana udah menang jadi kayak ya udahlah udah dapat juga gitu. Pengembang selalu tanggap sih, selalu kreatif ya, inovasi ya kan melihat juga mungkin pesaing-pesaingnya atau market kemauan seperti apa dan itu dinamis banget gitu. Ee mereka harusnya bisa mengikuti kondisi terkinya apakah dari trend desain gitu ya, biding material apa termasuk tadi itu harusnya dilakukan kok. Heeh. He. Nah, ini nanti kita tanya bocorannya Ibu Liana ada next ini enggak gitu. Next apa apagi ya? Gebrakan baru apa gitu kan. Iya pasti kan ada Bu ya. Dong yang sudah disiapin Pak. Nah. Nah. Siapin. Nah. Nah. Itu yang yang jadi seakan-akan gini biasanya enggak biasanya lah mungkin enggak banyak juga lah pengembang yang udah tadi ya winner syndrome itu dia meng-copy dari desain-desain yang sudah ada dulu. He. Jadi di yang udah ada nih, dia enggak mau pusing lah kan dia copy aja modelnya hampir sama dikit ganti kurang lebih luasnya sudah jadi gitu kan. Tapi ternyata pasarnya sudah beda gitu. Heeh. Misalkan gitu kan ini sudah kelihatan kan Bu ee saya di beberapa yang yang tertentu berapa miliar ya? 10 ya? Ee 4 sampai dengan 7 4 ya 4 sampai 7 sekarang sudah 10 enggak? Sekarang udah sampai ya hampirlah Pak kan sampai 7 ya. Iya. Nah, dulu dulu kan kita mungkin masih eh gen gen gen X atau baby boomers gitu ya. Oke. Tapi sekarang itu 3 sampai 7 di beberapa wilayah itu gen milenial gen bahkan sudah masuk mungkin belum sebesar yang ini ya cuman kayak gitu kan ini pengembang kan mesti nangkap nih idenya nih marketnya seperti apa kan. Iya mewah tapi belum tentu desainnya itu mesti klasik gitu atau mesti yang old style enggak mesti gitu. Heeh. Heeh. Ya, mungkin ada sentuhan ya milenial atau apa yang lebih casual tapi tetap mewah. He. Jadi kuncinya harus adaptif ya, Pak ya. Iya. Karena market kan pengembang bisa aja mengeluarkan produk tapi yang nanti feedback-nya dari market yang penting kan. Kalau feedback-nya enggak enggak marketnya enggak mau ya enggak mau pasti enggak laku gitu. Iya. Iya. Jadi ngikutin demand yang ada juga Pak ya. Ngikutin demand yang ada bukannya cuma asal ngikut-ngikut nih kita sebagai developer. Iya. Eh, tapi pressure enggak sih, Bu? Oke, 2002 dapat awards, 2023 dapat awards, 2024 dapat awards. Kayak tiap tahun gitu ya dapat awards. Harus dong. Harus. Pressure enggak nih 2025? Ee namanya di dunia bisnis ee tantangan pasti ada ya, Mbak ya. Tapi bagaimana kita ya ee mempersiapkan itu semua ya. Contohnya ee kita sudah menang nih berturut-turut, enggak mungkin dong kita enggak mau menang lagi gitu kan. Apa nih yang harus kita update? apa nih yang harus kita ee buat lebih inovatif lagi gitu. Ee ya pastinya tadi menyesuaikan ee market di areanya kita seperti apa. Bukannya cuma sekedar ikut-ikut oh lagi ee trennya ke tipe seperti apa nih kita ngikut enggak juga kan. Nah, mungkin ee kita juga melakukan survei terhadap di areanya kita itu terhadap customer kita profile-nya seperti apa baru kita menciptakan si produknya. Nah, pastinya setelah menciptakan kita juga membuat si speknya, kualitasnya semua yang ter the best lah gitu. Jadi consumer driven ya gitu. Oh, iya. I ee supaya ya kita diakui lagi nih produknya kita itu memang ee dapat dipercaya, bisa diterima oleh si masyarakat. Nah, ujung-ujungnya apalagi sih pastinya nilai investasinya juga kan menjanjikan buat si ee customernya kami. Itu sih maunya kita membuat customer tuh selalu happy gitu. Nanti ada produk unggulan Bu ya? Ada dong, ada dong. Supaya Pak Ali juga mau datang lagi ya. Iya. Tinggal ditunggu nih ya. Ya, persaingan di Cibubur itu memang ketat sih ya. Sudah mulai ketat ya. Iya, sekarang udah cukup ketat tuh, Pak. Udah mulai banyak banget yang pada bertumbuh lagi sih developer-developernya mengembangkan lagi, mengembangkan projek lagi, mengembangkan projek lagi seperti itu. Itu termasuk ancaman enggak bagi kota wisata? Ee ada sih, pastinya ada. Cuma ya tinggal bagaimana kita menyikapinya ya, menjadikan itu nilai positif atau nilai negatif gitu ya. Pastinya kita ee harus lebih termotivasilah. Jadi banyak yang itu motivasi yang lebih bagus lagi. Lebih bagus lagi. Iya. Betul Pak. Jadi 2025 udah ada inceran lagi ini Bu. Udah yaudah kita bisa dip dikit Bu. Oh jadi kan sebenarnya gini ya misalnya kita mau kasih award. Oke awardnya kita sudah jaga dengan konsistensi dengan assessment dengan sisi dan lain-lain ya dengan yang kriteria lah. Setelah itu kita masuk ke konsep the legacy itu kebayangnya kayak apa ya? Don Corleon apa Italian Mafia Godfather gitu ya. Iya. Iya ya. kita selalu standar kita naik padahal enggak sengaja nih diketok gitu ternyata itu yang menjadi spesifik sangat detail banget kan gitu kan ini berarti bukti bahwa GP noordalordal noord dalam Iya. Iya. Ini kan
