Jungkat

A Night of Celebration: Rumah123 Agent Awards 2025 - Beyond The Deal [Part 3/4] (YouTube Video)

  • 24/11/2025

Rumah 123 menyadari betul bahwa pencapaian tertinggi dari kantor properti itu tidak hanya jatuh pada angka transaksi, hadirin. Untuk itu dengan semangat Beyond the deal, Rumah 123 memberikan apresiasi khusus untuk kantor properti yang menorehkan berbagai prestasi dalam kategori recognition awards. Dan ini dia para pemenangnya. Pemenang Rumah 123 Agent Awards 2025 kategori Best Producer Agency adalah Selamat kami ucapkan kepada Rewat Prestige kami persilakan untuk berkenan hadir di atas panggung dan kami turut mengundang kembali Bapak Yusal Manager Agen Bisnis untuk berkenan memberikan penghargaan. Sekali lagi selamat untuk Ray White Prestige atas Recognition Awards Best Producer Agency. Kami mengundang sekali lagi General Manager Agent Business Bapak Yusuf untuk bisa memberikan Sekali lagi kita berikan tepuk tangan untuk penghargaan yang diberikan Recognition Awards Best Producer Agency. Kami persilakan untuk dapat kembali ke tempat. Bapak I Yusuf izin tetap berada di atas panggung. Terima kasih, Bapak. Baik, Bapak, Ibu hadirin. Ini dia untuk penghargaan selanjutnya. kategori best Commercial Property Agency adalah Xavier Mars Prestige. Selamat kami ucapkan kepada Savier Marks Prestige. kami persilakan untuk berkenan hadir di atas panggung dan menerima piala ataupun penghargaan dan penghargaan ini merupakan Recognition Awards Best Commercial Property Agency. Sekali lagi kami undang perwakilan dari Savier Marx Prestige untuk dapat naik ke atas panggung dan menerima penghargaan dalam AG Awards 2025. Baik, selamat kami ucapkan untuk kategori Best Commercial Property Agency. Baik, sekali lagi selamat atas penghargaan yang sudah diterima kami persilakan untuk dapat kembali duduk dan kita beralih ke penghargaan selanjutnya. kategori Client Choice Award adalah Interpro Properti. Selamat kami ucapkan kepada Interpro Properti. Kami persilakan untuk berkenan Interpro Property merupakan prai penghargaan Recognition Awards Client Choice Agency. Sekali lagi selamat atas penghargaan yang sudah diterima. tempat duduk dan kita beralih ke Baik Bapak Iki Yusuf. Izin Pak Masih untuk penyerahan penghargaan selanjutnya Bapak Ibu. Ini dia untuk kategori berikutnya. Pemenang rumah 123 Agent Awards 2025 kategori best service Agency Ana Properti Jelambar. Selamat kami ucapkan kepada Ana Properti Jelambar. Kami undang untuk perwakilan properti jelambar sebagai penerima penghargaan Recognition Awards Best Service Agency dalam Asian Award 2025. Selamat sekali lagi kami ucapkan kepada Anna Properti Jelambang. Terima kasih. Baik. Selanjutnya Bapak Ibu, ini dia kategori berikutnya. kategori best collaborative Agency Selamat kami ucapkan kepada Fame Properti. Kami persilakan perwakilan dari Fame Property untuk berkenan hadir di atas panggung dan menerima penghargaan. Penghargaan kepada Fame Property diberikan atas Recognition Awards Best Collaborative Agency. yang sudah didapatkan atas Best Collaborative Agency dan kami persilakan untuk dapat kembali ke tempat dan kita berlanjut ke kategori best client Rtion Agency adalah Era Radial. Selamat kami ucapkan kepada Era Radio kami persilakan perwakilannya untuk berkenan hadir di atas panggung dan menerima penghargaan. Era Radian sebagai Recognition Awards Best Client Retention Agency. Kami kembali mempersilakan Bapak Eki Yusuf untuk bisa memberikan penghargaan untuk kategori Best Client Retention Era Radia. Terima kasih banyak Ibu. Selamat, terima kasih. Baik, dan selanjutnya mohon izin Bapak Ekius tetap berada di atas panggung. Betul. Terima kasih. Masih ada kategori selanjutnya. Baik, Bapak Ibu. Ini dia untuk kategori berikutnya. kategori Best Property Presentation Agency adalah One Reelty Elite. Selamat kami ucapkan kepada One Real Elite. Kami persilakan kepada perwakilan dari One Real Elite untuk berkenan hadir di atas panggung dan menerima One Realty Elite mendapatkan penghargaan Recognition Awards Best Property Presentation Agency. sebagai best property presentation Kami silakan untuk dapat kembali ke tempat duduk. Baik Bapak Ibu hadirin. Ini dia kategori selanjutnya. kategori Best in Customer Experience Vipro Properti. Selamat kepada Vipro Properti. Kami persilakan kepada perwakilan dari Vipro Properti untuk berkenan hadir di atas Vipro property recognition awards based in customer experience agency See terima kasih dan selamat sekali lagi kami ucapkan kepada Vipro Property. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Eki Yusuf. Kami persilakan berkenan kembali ke tempat. Dan hadirin sekalian, kita akan berlanjut ke kategori berikutnya. kategori Best Reliabel Agency adalah Professional Properti. Selamat kami ucapkan kepada profesional hadir di atas panggung dan kami mengundang kembali Bapak Faizal Abdullah selaku Senior Vice President Listing Business untuk berkenan memberikan penghargaan pada kategori ini. Dan kami mengundang perwakilan Professional Property untuk menerima penghargaan dalam Recognition Awards Best Reliable Agency. penghargaan yang sudah diberikan. ke tempat. Baik Bapak Ibu, ini dia untuk kategori kategori Best Tourism Project Consultant and Agency adalah Epic Bali. Selamat kami ucapkan kepada Epik Bali. Kami persilakan kepada perwakilan dari Epik Bali untuk hadir di atas panggung dan menerima penghargaan. Sekali selamat untuk Epic Bali, Recognition Awards Best Tourism Project Consultant and Agency. Kami persilakan kembali untuk dapat kembali ke tempat duduk. Baik dan ini dia kategori selanjutnya. kategori Best Innovation Agency adalah Xavier Mars Ho. Selamat kami ucapkan kepada Xavier Mars Ho. Kami persilakan kepada perwakilannya dapat berkenan hadir di atas panggung Savier Mars Home menerima Recognition Awards: Best Innovation Agency. yang sudah diberikan. kami persilakan kembali untuk menerima penghargaan Baik dan ini dia Bapak, Ibu hadirin untuk kategori selanjutnya. kategori best Auction Agency adalah Era Star. Selamat kami ucapkan kepada Era Star. Era Star untuk hadir di atas panggung penghargaan yang diberikan Era Star Recognition World Best Auction Agency. Baik dan kita akan lanjutkan ini dia kategori berikutnya. kategori Top Excellence Office adalah Eagle Tree Group. Selamat kami ucapkan kepada Eagle Tree Group. Kami persilakan untuk berkenan Eagle 3 Group mendapatkan recognition awards Top Excellence Office. Sekali lagi selamat Eagle Tree Group atas penghargaan Recognition World Top Excellence Office. Baik hadirin sekalian, ini dia kategori kategori Best Residential Agency adalah Gading Pro. Selamat kami ucapkan kepada Gading Profik. Kami persilakan kepada perwakilan dari Gading Pro untuk Gading Pro mendapatkan Recognition Awards Best Residential Agency. Sekali lagi selamat kepada Gading Propik Recognition Awards Best Residential Selamat sekali lagi, terima kasih. Kami persilakan berkenan kembali ke tempat. Baik, Bapak Faisal Abdullah tetap berada di atas panggung. Terima kasih, Bapak. Selanjutnya ini dia kategori berikutnya. kategori Best Newcomer Agency adalah Properti Juan. Selamat kami ucapkan kepada properti cuar. Kami persilakan perwakilan dari properti cua untuk berkenan hadir di atas panggung dan menerima penghargaan. Properti Juan mendapatkan recognition best newcomer agency. Sekali lagi selamat dan kami persilakan untuk dapat kembali ke tempat dan kita berlanjut ke penghargaan selanjutnya. kategori Best Progressive Agency adalah Selamat kami ucapkan kepada Gading Pro. Selawat sekali lagi kami persilakan kepada Bapak Faisal Abdullah untuk memberikan penghargaan kepada Gading Pro. Pengadangan kepada Gading Pro atas Recognition Awards Best Progressive untuk Terima kasih banyak Bapak Faisal Abdullah. Kami persilakan berkenan kembali ke tempat. Wah, itu tadi ya berbagai kategori sudah kami bacakan tapi belum selesai. Masih ada kategori lainnya ya Jen. Betul sekali banyak yang best best semua di sini ya. Baik yang agent maupun counter agent semuanya best yang hadir di sini ya. Setuju banget. Dan ini adalah malam untuk Bapak Ibu semuanya. Bagaimana tentunya usaha pencapaian yang begitu luar biasa dari Bapak Ibu. semangat yang rasanya Jason Inda tuh pengin banget belajar banyak bagaimana sih bisa semangat seperti Bapak Ibu bisa dilihat tuh tetap semangat ibunya tetap ceria dari store dari siang loh tetap ceria dari siang sampai dengan malam naik panggung ambil penghargaan kembali ke meja lihat lagi target udah sampai man customernya hilang apa enggak betul ada yang lagi nge-wor project-projject lain dapat enggak sih project ini dapat enggak sih kita harus dapat nih ngwor nih ya kan apalagi yang baru nonton PK tadi ngikutin produk knowledge dari berbagai project. Benar jadi terinspirasi kan, makanya jadi dapat insight-insight baru kan. Jadi yang best best di sini kan saya yakin enggak mau mentok hanya sampai di posisi ini aja. Pasti setelah mendapatkan penghargaan ini harus menjadi be better i kan selalu be better. Nah, gimana caranya? Ya tentunya kita perlu ilmu-ilmu, kita perlu insight-insight baru. Betul. Bekal untuk kita kembali untuk bersemangat lagi ya. kembali bersemangat. Karena gini, industri properti kan makin ke sini makin berkembang. Iya, kiranya makin ke sini makin ke sana bukan? Oh, kalau itu yang lain. Kalau ini industri properti makin ke sini makin melesat dia ya. Setuju banget supaya kalau kata Indah biar enggak makin ke sini makin ke sana tapi harusnya makin ke sana itu makin ke atas ya. Nah, tentunya kita akan sama-sama mendengarkan nih nanti ada insight-insight yang akan dibagikan oleh coach. Ini bukan sembarang coach nih ya. Ini adalah Coach Harianto Kandani. Siapa di sini Bapak, Ibu? Ada yang enggak sabar untuk sama-sama nanti kita dengerin session bersama dengan Coach Harianto. Siapa kira-kira? Boleh kasih tepuk tangannya Ibu Bapak di sini. Betul. Wah, semangat semuanya ternyata pada malam hari ini ya. Karena memang kalau kita mendengarkan jujur ya, Bapak Ibu ya, mungkin Jesson juga pengalaman yang sama. Indah pun senang banget kalau mendengarkan motivasi-motivasi. Heeh. He itu seperti membakar semangat kita lagi yang mungkin sudah redup jadi kembali. Betul. Apalagi namanya Bapak Ibu semua yang ada di sini pasti namanya jualan itu ada aja ya naik turunnya. Mungkin kalau lagi jualannya lagi laku lagi semangat tapi gimana caranya juga kan pasti harus menghadapi masa-masa pasang surut juga. Nah, itu tuh gimana tips dan triknya supaya bisa kemudian bisa booster lagi, bisa bangkit lagi kalau memang lagi layu nih kayaknya ininya nih calon kliennya nih atau calon buyernya nih gitu. Betul, setuju banget ya. Karena pastinya kita bisa lihat langsung di sini banyak sekali een dan kantor properti agen yang hebat-hebat yang sudah terbukti tadi seperti kata Jason Beyond the Deal, tapi gimana caranya biar kita bisa go beyond juga dan istilahnya kalau misalkan e level up gitu naik level gitu ya naik level benar jadi enggak cuman deal-nya aja yang kemudian menjadi prioritas utama jadi memang malam ini tuh adalah malam yang sangat luar biasa sekali banyak sekali agen dan juga kantor properti hebat yang sudah terbukti beyond The Deal Indah. Betul, tepat sekali. Dan tentunya untuk ee menjawab segala pertanyaan tadi dari Jesson ya dan juga bagaimana caranya kita bisa go beyond dan terus naik level dan jadi top perform di dunia properti. Nah, itu pertanyaan yang harus dijawab kayaknya sama orang yang tepat ya. kita akan sama-sama mendengarkan langsung dari ahlinya yangni Bapak Ibu seorang achievement motivator yang sudah sukses ya dan dia juga adalah sales and leadership coach juga dengan topik pembahasan gobond strategi jadi top performer dan kuasai pasar properti. Betul sekali ya. Wah seorang achievement motivator penulis dan buku best seller. Tadi eh Yasan sampaikan Bapak dan juga Ibu sales dan juga leadership coach ya. Sebelum kita undang kehadiran dari Coach Haryanto Kandani, Bapak dan juga Ibu, marilah kita akan saksikan terlebih dahulu video profile dari pembicara kita yang satu ini. telah memotivasi lebih dari 1 juta orang dari berbagai kalangan. berpengalaman belasan tahun membawakan seminar di ribuan perusahaan dan organisasi. Lebih dari 30 kota besar di Indonesia dan beberapa negara berhasil membantu orang-orang meraih sukses dan perubahan hidup. membawa peningkatan produktivitas dan pencapaian target dengan gayanya yang inspiring. Dynamic. Apa kabar? Dipercaya memberikan coaching and training program untuk X Factor Indonesia. Rising Star, Indonesian Idol, The Voice, KDI. Mempersiapkan setiap Miss Indonesia. Tampil di Miss World membantu persiapan pencapaian medali emas bagi atlet fon, atlet Asian Games, dan juga melatih beberapa pemimpin politik serta pejabat daerah berfokus pada life changing program. secara rutin mengadakan public seminar dengan berbagai topik inhouse training, mengisi di acara acara-acara radio dan program TV serta menjadi penulis untuk enam buku bestseller. Amazing sekali sungguh luar biasa. He does his training from the heart and that is most important. Banyak ilmunya, teorinya juga bagus karena saya udah ngerasain sendiri manfaatnya. Beliau adalah seorang personal coach, business owner, founder of next level training and motivation. Let's welcome Haryanto Kandani. Selamat malam semuanya. Apa kabar? Sekali lagi saya yakin suaranya bisa lebih semangat karena ini adalah top-top een yang mendapatkan award dari Rumah 123. Apa kabarnya semuanya para dari rumah 123? Kalau luar biasa, boleh enggak kita bangkit berdiri sejenak? Kasih tos kiri kanannya bilang, "Kamu juga luar biasa." Wow. Senang sekali bisa ada di acara yang begitu spektakuler, yang begitu fantastis untuk pencapaian kita. Beroleh apresiasi. Silakan duduk semuanya. Wow, saya senang sekali bisa ada di bagian dari rumah 123. Untuk kesekian kalinya kami berkolaborasi dan saya tahu banyak een-agen yang sudah sering ketemu dengan Coach Haryanto Kandani. Boleh saya bertanya, siapa yang sudah sering bertemu dengan Coach Haryanto Kandani di event-event lain? Wow. Ya. Dan siapa yang baru pertama kali ketemu dengan Coach Haryanto Kandani? Wow. Hari ini saya sudah siapkan hadiah buat Anda, buat para peserta yang interaktif, yang responsif, berhak mendapatkan buku coach terbaru dengan harga Rp225.000. Siapa yang mau angkat tangan? Wow. Siap-siap ya. Setiap kali ada kesempatan saya akan kasih buat Anda bagi-bagi supaya kita semangat belajar kita dan tentunya satu tujuan kita untuk bisa jualan lebih banyak lagi, cuan lebih banyak lagi dan kita bisa closing lebih banyak lagi. Pada kesempatan ini saya punya waktu yang singkat untuk membantu teman-teman semua untuk punya pencapaian yang luar biasa di mana pun Anda berada baik secara mindset maupun juga skill set. Nah, saya mau pastikan dulu semua sudah siap belajar. Kalau saya katakan are you ready? Saya mau dengar suara yang semangat. Katakan yes, are you ready? Wow. Dan kalau Anda belum follow Instagram Coach Haryanto Kandani, Anda boleh follow @hariyanto. Karena banyak sekali konten-konten tentang sales, marketing, teknik closing yang saya bagikan buat Anda semuanya. Saya tahu di ruangan ini ada banyak principlals, banyak agents ya. dan Anda adalah bagian dari orang-orang yang top penjualannya hingga diundang ada di tempat ini. Baik, tepuk tangan dulu buat kita semua dan kita langsung belajar sama-sama. Kasih tahu kiri kanannya bilang, "Saya mau lihat kamu tambah sukses." Oke, ada sahabat saya Pak Heri di situ kayaknya. Pak Widiadi ada di situ ya. Wow. Saya bisa lihat ya. Dan semoga kita bisa belajar sama-sama. Nah, inilah momentum terbaik buat kita di tahun 2025. Pasti Anda lalui suka dan duka. Ada kesulitan di lapangan ya, kebijakan yang berubah, situasi market yang menantang. Tapi kalau Anda bisa ada di sini, sesuatu yang perlu kita apresiasi dan syukuri, bukan? Iya. Dan kita sudah masuk di penghujung tahun 2025 tinggal menghitung hari kita masuk 2026. Siapa yang ingin lihat 2026 lebih banyak closing, lebih banyak cuan? Katakan saya. Oke. Inilah waktunya kita melakukan namanya evaluasi. Jadi sebagai seorang een jangan cuma semangatnya aja, tapi kita harus bisa melakukan evaluasi. evaluasi kinerja, performance ya, aktivitas, bagaimana target yang kita miliki sehingga kita bisa melakukan strategi-strategi baru di tahun 2026. Kita enggak bisa mengulang waktu, tapi beberapa hari yang tersisa ini bisa kita pakai untuk menutup tahun 2025. Minimal ada closing-closing sebelum tahun 2025 berakhir. Siap. Amin. Nah, oleh karena itu kita harus melihat apakah sebagai agent property kita ini ada progres enggak? Siapa yang pengin ada progres Oke. Nah, caranya bagaimana? Kita harus lalui namanya proses. Ada proses penjualan, ada proses listingan, ada proses personal branding dan lain sebagainya. Nah, di sinilah kita mau bantu Anda. Saya mau membantu Anda untuk setiap kita bisa berprogres, tapi harus lelui proses. Asal jangan hidupmu banyak protes. Ah, jadi cara mengukur progres bagaimana? Jangan bandingkan pencapaianmu dengan pencapaian orang lain. Karena selalu ada yang lebih cantik ya, ada yang lebih kaya, ada yang lebih closing-nya banyak, ada yang lebih ee hebat listingannya juga banyak sekali ya. Tapi cara membandingkan terbaik apalagi di zaman sosial media sekarang tiap hari kita buka sosmet selalu banyak sekali orang-orang yang ada yang jalan-jalan, ada yang beli tas baru dan lain sebagainya. Kadang-kadang kita jadi insecure sendiri. Tapi saya mau bagikan kepada Anda, cara terbaik mengukur progres adalah dengan timeline dulu, sekarang, ke depannya seperti apa? Jadi, coba ukur bulan-bulan kemarin bagaimana penjualanmu, tahun-tahun kemarin bagaimana tingkat closinganmu dalam konteks misalnya rumah 123 sudah berapa banyak di dalam platform ini kita jualan? Nah, teman-teman sini juga ada sahabat saya ya. Wah, Pak. Oke, thank you dari Gadimpro ya. Thank you. Nah, jadi banyak sahabat semua di sini sahabat-sahabat ya. Jadi kita lihat sudah berapa banyak penjualan Anda selama ini. Anda ukur sebagai een apakah tahun ini penjualan saya lebih banyak dari tahun lalu? Itu namanya progres. Setiap bulannya ada peningkatan enggak penjualan saya? Saya mau tanya, kalau kita jualan bulan lalu cuma dua, sekarang tiga, ada progres enggak? Ada. Jadi jangan bandingkan. Uh, tapi dia lima, Pak. Dia lima kita dua. Ketiga. Itu sudah kemajuan. Kalau kita bandingkan sama orang yang jualannya banyak, kita jadi minder. Tapi kalau jualan kita lebih banyak, kita jadi apa? Sombong. Kalau kita merasa orang lain lebih kurang. Jadi, saya selalu men-challenge diri Anda dan men-challenge diri saya. Progres selalu diukur dari sebelum, dari yang lalu dengan sekarang. Ada kemajuan enggak? Baik secara kesehatan, baik secara income, baik secara aset, baik secara listingan, baik secara performance. Kalau Anda princiipal mungkin secara tim Anda seperti apa. Nah, atau tahun lalu tidak dapat kategori di rumah 1 2 3 tahun ini siapa yang baru tahun ini dapat terundang di sini dapat penghargaan? Ayo, ayo angkat tangan. Itu progres Bu, itu progres Pak. Tapi jangan sampai hari ini kita ada di sini dapat award, tahun depan udah enggak ada. Itu namanya kemunduran. Jadi hari ini saya yakin kita ada hari ini kita pengin ada kemajuan. Tapi jangan puas sampai di sini. Tahun-tahun mendatang pastikan diri kita semua penjualannya lebih banyak, pencapaiannya lebih hebat, income kita lebih cuan lagi. Tepuk tangan dulu buat Anda semuanya. Setiap kali Anda ketemu Coach Haryanto Kandani 20 tahun lalu, 10 tahun lalu, 5 tahun lalu, saya selalu men-challenge ada kemajuan. Nah, jadi nanti coba lihat ya, berat badan saya ada kemajuan, muka saya tambah awet mudah. Itu banyak yang bilang ya, bukan saya ya. Nah, oke. Ini gigi saya baru dipakaiin apa nih kemarin ya sama dokter invisiline ini agak ah karena saya mau ada kemajuan gigi saya makin rapi lagi. Cuma enggak kelihatan kan infisi lain clear katanya. Supaya nanti saya bisa kalah ganteng sama Pak Herita. Nanti lihat saya 1 tahun lagi, wah tambah ganteng lagi. Karena saya selalu berproses. Siapa yang mau berkomitmen? berproses lebih baik lagi. Nah, kita lihat inilah waktu perubahan buat kita. Dunia sudah berubah, teknologi berubah, kebijakan Trump berubah-berubah terus. Nah, itu akan mempengaruhi semua sektor ekonomi, sektor properti. Begitu pula kalau dunia berubah, andanya dan saya tidak berubah, apa yang ketinggalan? Diri kita. Siapa yang setuju dunia sudah berubah? Angkat tangan. Nah, sekarang saya mau bagi-bagi hadiah ya keliling. Kalau dunia berubah, kita tidak ikut berubah, apa yang terjadi? Ayo angkat tangan. Oke, saya antarkan dulu bukunya, Bu. Tapi Ibu harus jawab. Salah benar tetap dapat hadiah. Bu, kenapa banyak orang susah berubah? Karena kita harus mengikuti teknologi zaman. I mengikuti teknologi zaman. Kenapa banyak yang susah berubah, Bu? Padahal teknologi sudah berubah. Tidak adanya keinginan. Wah, tidak adanya keinginan. Tepuk tangan dulu buat beliau. Ada Bapak-bapak enggak yang mau tambahin? Ah, priapia supaya adil. Pria. Oke, berdiri, Pak. Langsung jawab, Pak. Ada kasih mic boleh. Oke, maju sini ya. Saya keliling ya biar dekat dengan audiens. Boleh, Pak. Sini maju dekat saya. Dekat saya. Oke. Kenapa banyak orang susah berubah, Pak? Padahal dunianya sudah berubah. Karena dia tidak punya mimpi. Karena dia tidak punya mimpi. Tepuk tangan dulu buat beliau. Mantap. Iya. Artinya apa? Perubahan itu penting. Kadang-kadang lebih cepat keluar handphone terbaru daripada gaji karyawan naik. Artinya apa? Anda tahu dunia otomotif sudah dihantam selama 2 tahun ini dengan produk electri vehicle dari China. Ya. Wah, kita lihat persaingan ketat, dunia pendidikan berubah, dunia kuliner juga berubah. Kadang-kadang orang bukan lagi beli makanannya, beli sensasinya. Wah, garamnya dilempar begini kada yang ngantar pocok. dong. Ya, begitu-begitu sekarang ya. Saya makan di kebun jeruk ya, ada restoran Chinese food. Kita mau makan ayamnya. Ayamnya harus diketok dulu. Sudah kebongkar tanah lihatnya baru keluar asap baru kita makan. Ah, yang begitu-begitu sekarang persaingannya. Jadi kalau kita cuma bersaing jual makanan, wah susah. Apalagi kita lihat dunia hiburan. Siapa pecinta drama Korea di sini? Angkat tangan. Weit drama Cina. Ah, saya tahu wajah-wajah korban drama Cina enggak bisa berhenti, kan? enggak bisa berhenti. Padahal ceritanya itu-itu aja kan. Pura-pura jadi petani, pura-pura jadi orang miskin, tiba-tiba pakai jaz, latar belakangnya orang kaya banget. Eh, itu aja diputar-putar. Begitu kita sudah penasaran, harus download Rp50.000. Ah, korbannya sekarang ya. Tapi saya tahu tidak semua suka drama Cina, tidak semua suka drama Korea. Karena beberapa dari antara Anda wajah-wajahnya aliran ikatan cinta. Katanya, "Ipar adalah maut. Ah, yang kecawanya kencang itu memang alirannya. Ada lagi yang bilang begini, "Coach, saya enggak suka semua drama. Kenapa? Hidupku sebagai een properti sudah banyak drama. Anda kalau saya bikinin episode laku loh. Sudah hampir tanda jadi tiba-tiba WA centang satu. Pernah ngalami? Eh, itu diblok sudah dua tiga kali ke sio unit tiba-tiba ditikung. sama BT broker tradisional. Wah, apalagi coba episode-ya? Ayo, siapa yang bisa bikin satu episode satu judul suka duka dari EEN Properti? Saya kasih hadiah buku lagi 2225.000 harganya. Ayo angkat tangan. Saya sudah kasih contoh dua judul. Oke, sini Pak, sini kalau boleh ada satu tim yang standby mic ya. Jadi kita banyak interaksi biar teman-teman fun di malam hari ini habis makan. Apa contoh drama kehidupan seorang een rasa? Kejadian adalah pada waktu itu ada klien menghubungi untuk jan-jari unit, tetapi karena waktunya belum jodoh, belum cocok, akhirnya nanya sama een lain, janji sama agen lain. Karena waktunya enggak cukup ambil yang lain, ambil sama agen lain, tapi unit yang sama. Aduh, itu dramanya ya. Kasihan. Makanya baca buku saya supaya tetap semangat, Pak. Ya, sudah hampir jadi tidak cocok waktu janjian unit sama ambilnya sama een yang lain. Ah, itu drama kita ya. Tapi pastikan apapun drama Anda sebagai een properti, enggak apa-apa. Drama itu penuh suka dan duka. Yang pasti ciptakan happy ending di setiap drama kehidupan kita. Tepuk tangan dulu buat Anda. Intinya apa? Jangan dikit-dikit baperan. Saya bukan cuma pembicara, Bapak, Ibu. Saya berangkat 20 tahun yang lalu di industri properti. Bos saya yang bangun fluit Muara Karang. Bapak, Ibu, ya. Saya tahu rasanya kerja di dalam kontainer dengan dua marketing, jualan apartmen, jualan unit ya dari belum jadi sampai jadi gaji enggak sampai sejuta. Tapi lumayan enggak kalau 20 tahun lalu penghasilan 15 sampai 20 juta? Lumayan ya. Ah, itu kehidupan dan saya sudah alami namanya ditolak, ditikung, di PHP, digosting. Biasa itu makanannya orang sales. Tapi yang luar biasa kita punya kesempatan memiliki unlimited income. Kita yang menentukan penghasilan kita mau banyak atau sedikit. Tepuk tangan dulu buat Anda semuanya. Makanya kalau Anda enggak berubah, malu. Celana dalam aja berubah. Masa incomemu dari waktu ke waktu sama terus. Masa closingannya itu-itu aja, celana dalam aja sudah berubah. Bapak, Ibu coba tanya sampimu kamu pakai tahun berapa punya. Oke. Nah, inilah yang saya mau bagikan materi inti dalam 1 jam ke depan. Siapa yang semangat sampai 1 jam ke depan mengikuti sesi Coach Haryanto Kandani? Nah, karena ini ruangannya besar sekali ya, jadi saya mau pastikan kita bisa engage, kita bisa interaktif. Nah, inilah dunia sales, Bapak, Ibu. Kita ini semua lomba lari, beda warna, beda principal, beda properti. Ya, kita semua saling berkompetisi. Tahukah Anda satu mejamu pun walaupun kamu satu kantor itu juga kompetitormu? Benar enggak? Iya dong. Kita lagi floor time lima orang di satu brand misalnya, terus ada data mau kasih listingan lima orang dia enggak kenal. Ah, itu kompetisi kita. Siapa yang bisa yakinin? Makanya akhirnya terjadi cobroking. Jadi di ruangan ini even satu mejamu itu kompetitormu. Tapi tentu kita mau berkompetisi dengan sehat bukan? Nah, jadi kita ini lomba lari semuanya. Mengejar award, mengejar closingan, mengejar listingan, mengejar unit-yunit primary, secondary. Nah, saya mau tanya juara 1 2 3 4 beda jauh atau beda tipis? Beda jauh jaraknya atau beda tipis? Beda tipis. Enggak beda 1 menit, enggak beda 2 m. Juara satu nomor berapa? Ayo. Enam. Juara dua nomor berapa? Tiga. Masih gampang, Pak. Juara tiga nomor berapa? Ah, sudah nyaris mepet dengan nomor berapa? Antara 4 dan 7 itu sudah dikit lagi, tapi tujuh yang dapat closingan. Misalnya juara satu dapat mas, juara dua dapat perak, juara tig perunggu, juara 4 56 dimaki-maki sama pelatnya. Tahu enggak? Kadang-kadang ini dunianya agen properti. Benar enggak? Antara een agen properti satu dengan yang lain kadang cuma beda tipis. Katakan sama-sama, beda tipis. Apanya beda tipis? Pola pikirnya, usahanya. nya, penampilannya, product knowledge-nya, hasil bisa beda jauh. Setuju? Nah, beda tipis inilah yang kita mau pelajari dalam 1 jam ke depan dari kapasitasnya, mentalitasnya, stabilitasnya, kualitasnya, dan produktivitasnya. Siapa yang siap belajar? Katakan saya. Kalau Anda pelajari ini, kita akan memenangkan market dan mendominasi dunia properti, dunia penjualan supaya apa? Kita bisa bersain satu dengan yang lain. Yang menariknya begini, kita sama-sama di rumah 1 2 3 atau mungkin princiipal Anda sama, oke, ada produk yang sama Anda jualin misalnya apartemen atau ruko. Kira-kira penghasilannya sama atau beda? Beda loh. Beda loh. Sama-sama dengar sesi motivasi, sama-sama ada di rumah 123 sama kantornya, produknya juga mungkin sama. Di luaran kita ada jual produk yang sama kadang-kadang ada ya. Nah, tapi kira-kira closingannya sama atau tidak? Saya temukan inilah pembedanya. Siap belajar? Yang pertama, kapasitas. Katakan sama-sama. Kapasitas. Kapasitas. harus diperbesar. Semakin besar kapasitasmu, semakin banyak tingkat closing yang akan terjadi. Kenapa demikian? Saya kasih contoh begini. Ada orang baru urusin dua tiga hal udah mumet. Ada orang urusin banyak hal masih ketawa-ketawa. Beda kapasitas. Lif ada yang muat lima orang. Ada lif yang muat 10 orang. Beda apa? Kapasitas. Apa yang terjadi kalau lift yang muat 5 orang diisi 9 orang? Responnya lif apa? Bunyi tet terus enggak bisa nutup, enggak bisa naik disebut apa? Overload. Sama agen properti. Ada properti kapasitasnya kecil baru pegang tiga listingan disuruh floor time dua tiga kali seminggu. Dia juga punya tanggungan istri anak misalnya. Eh, udah pusing hidupnya. Dia sudah mulai mengeluh. Aku P11 pergi pagi pulang petang. pencapaian pas-pasan, pantat pegal-pegal, kepala pusing-pusing. Baru begitu loh. Tapi ada orang dia bukan cuma sebagai agen, tapi dia juga pimpin tim. Siapa di sini juga punya tim? Angkat tangan. Angkat tangan. Artinya apa? Dia sendiri pusing, dia ngurusin pusingnya timnya juga. Benar ya? Timnya jualan, dia juga masih bisa jualan. Terus apa? Wah, dia punya listingan, dia masih punya hubungan baik dengan developer ya, dia masih sempat bikin konten, dia masih sempat untuk apa? Upgrade dirinya, dia juga punya istri, anak atau sebaliknya punya suami dan anak. Wah, bukan itu saja loh. Ada masih sempat pergi padel, ada lagi aktif di RTRW-nya. Kalau ada pemilu dia jaga TPS, kalau dia muslim lagi ada hewan kurban, dia juga ikut potong. Ada yang begitu tuh. Terus kalau ada urusan apa ee urusan-urusan tambahan organisasi aktif di keagamaannya ikut kajian, ikut acara persekutuan banyak loh yang dia bisa buat tapi hidupnya tidak mengeluh. Apa membedakan kapasitas? Enggak heran semakin besar kapasitasmu, semakin banyak berkat dan rezeki yang kau terima dalam hidup. Karena kau siap menanggung banyak beban dalam hidup. Tepuk tangan dulu buat Anda. Jadi, dalam hidup selalu challenge diri kita memperbesar kapasitas, Coach. Kapasitas apa yang perlu saya perbesar? Kapasitas karakter tentunya. Itu yang pertama. Apa maksudnya? Sebagai een properti, karakter apa yang kita butuhkan? Tangguh, semangat, profesional, jujur. Saya sudah enggak usah bahas deh. Tapi enggak cukup. Kita juga harus punya kapasitas, skill. Katakan sama-sama. Skill. Skill apa yang dibutuhkan sebagai seorang een properti? Sudah wajib. Skill selling, skill negosiasi penting enggak? Penting. Skill komunikasi penting enggak? Jangan sampai calon buyer bilang begini, "Kamu sih ngomong bagus. Kalau enggak ngomong lebih bagus." Makanya tiap bulan ya kami bikin training public speaking, presentasi skill. Wah, itu datang semua tuh berbagai macam industri datang, orang sales, orang marketing. Wah, belajar teknik presentasi. Anda boleh ngintip di bio saya Instagram. Tiap bulan kami ada program. Ada teknik selling, teknik public speaking, teknik presentasi. Itu skill harus ditambah. Even sampai hari ini saya masih belajar loh. Saya download podcast kemarin 2 hari saya ikut conference, Bapak, Ibu. Ikut conference lagi, belajar lagi dari orang lain. Nah, kadang-kadang orang itu belajar sama saya, saya belajar sama dia. Tukar ilmu. Skill apaagi? digital marketing ini kita harus kuasai. Karena zaman dulu kita ngandalin plang, ngandalin brosur, canvasing, siapa lagi yang mau lihat? Bahkan saya latih orang sales sudah hampir 20 tahun dulu saya bilang senjata orang sales bagi-bagi kartu nama. Udah enggak zaman. Sekarang tukaran IG. Saya mau lihat reputasimu. Saya lihat IG-mu. Wih, ada orang IG-nya dia agen properti tapi buka IG-nya Open PO, Bangkok, Justif, Sioman. Hah? Saya kalau mau beli properti, saya enggak akan beli sama orang-orang seperti itu. Kenapa? Ini sebenarnya dia jual apa sih? Nanti propolis, nanti herbal, nanti madu, nanti pembalut. Ada loh network marketing punya pembalut. Nanti juga ada foto apartemen, ada foto listingan. Oh, saya tahu profesinya. Palu gada apa lu mau? Gua ada. Saya cari orang yang reputable, reputasinya terbangun di sosial media, ya. Nah, skill. Jadi, kita harus punya kemampuan memperbesar kapasitas, bukan karakter, bukan cuma skill. Satu lagi knowledge, pengetahuan. Contoh ya, pengetahuan apa yang paling wajib dikuasai seorang een properti? Product knowledge. Penting enggak? penting. Jangan sampai Anda jual sesuatu, Anda tidak kuasai produknya. Orang tanya ini ee SHM atau HGB? Ee tunggu ya, saya tanya dulu supervisor atau principal saya ini SHM atau ini ya? Oh iya, Pak. Kata principal saya SHM, Pak. Oke. Oke. Kalau SHM ini sudah PPJB atau AJB? Oh, tunggu-tunggu, tunggu, Pak. Oh, ya. Masih belum AJB, Pak. Oke, saya mau beli. Kira-kira kamu punya enggak referensi bank berapa sih suku bunga KPR sekarang? Ee enggak tahu juga, Pak. Tunggu, tunggu, tunggu. Tiga kali Anda begini udah enggak closing. Sementara een agen lain dia kuasai semua product knowledge dari A sampai Z. Anda tanya dia kuasai. Saya sudah tinggalkan 20 tahun industri properti, tapi semua produk knowledge properti yang kami jual dulu masih ada di sini saya. Wah, karena sudah berapa kali diulang-ulang itu aja tiap hari antar tamu 28 lantai ya hadap mana? Wah, sanitnya apa? Ada tipe 36, tipe 37. Kalau apartmen zaman dulu ya sudah masih ingat semua KPR-nya sama bank apa, suku bunganya berapa. Nah, apalagi? Tapi tidak cukup cuma product knowledge. Kita butuh namanya support knowledge. Katakan sama-sama, support knowledge. Tidak secara langsung bicara properti, tapi men-support. Contoh, saya harus kuasai dulu tentang interior. Oh, saya enggak pernah lulusan interior. Tapi kadang-kadang saya antar tamu, dia lihat kosongan apartemen. Ih, kayak kandang burung ya. Kecil sekali. Karena zaman dulu 20 tahun lalu orang jarang tinggal di apartemen dan kami punya tuh tipe 36. Sekarang masih lebih kecil lagi studio 24. Benar ya? 24. Jadi dulu dihina kita kayak kandang burung. Saya bilang, "Ci, Cik lihat sini C nih ada yang sudah diisi nih. Nanti kasih cermin di sini. Wah, ini gede ya." Ini contoh ya. "Wah, ini gede." Sama C sama. "Wah, ini lebih gede." Ini karena nanti kalau cici pakai cermin juga lebih gede. Terus nanti dapurnya taruh di sini. Nah, di sini nanti kelihatan luas. Oh, gitu ya. Orang bisa closing loh karena ada support knowledge dalam hal apa? Interior. Bahas saya tahu ini 1 PK di sini 1eng PK. Bahas apaagi? Bahas apa tuh? Eh flooring bisa. Bahas apaagi? Suku bunga bank. Legalitas bisa. Sampai saya harus tahu fengsui. Fengui kan ada yang percaya ada enggak percaya. Kalau saya sih semua hari baik, semua tanggal baik, hadap mana pun baik yang penting disertai Tuhan. Tapi kan masalahnya market kita beda. Dia tanya nih, "Hadap mana nih, Pak?" "Barat." "Hah?" "Barat." "Wah, Ciong kata suhu." Anda tahu Ciong? Ciong itu natural konflik. Ah, itu Cion yang cari di kamuslah. Ciong itu apa. Nah, saya langsung harus edukasi, "Ci atau Kok ini kan barat itu kalau di apartemen lihat dari jendela tapi coba tanya suhunya pasti yang dia maksud itu dari pintu tuh. Biasakan dari matahari masuk. Iya. Nah, sebenarnya berarti kalau matahari masuk ini kan apartemen jendelanya. Berarti ini hadap timur. Timur mungkin bisa, Ci. Oh, suhu ini katanya pintunya di timur gini gini gini. Oh, i ya. Timur boleh. Ah, boleh kan, Ci. Coba tanda tangan dulu tanda jadi R juta. Ada tepuk tangan-tepuk tangan yang terbaik. Ini kan support knowledge tidak didapati di sekolah, di kuliah harus nambah ilmu. Benar. Oke. Apalagi? Dia lihat eh ini lantai berapa ya? Tadi kan di lift kita lihat sebenarnya kita keluar 3A. Hah? Ini berarti lantai 4 ya? Ee iya kalau secara struktur empat. Ah itu sih orang Tionghoa bilang mati. Oh enggak mau saya mati. Saya di sini. Hah. Wah gimana nih jualan nih kalau mati? Nah, Ci ini kan Koh. Nah, biasa itu yang Ci koh gitu yang banyak tuh fengsu-fengnya tuh. Iya kan? Jadi kita harus edukasi lagi. Kalau enggak enggak closing loh. Ada lagi ini Mikul ya. Ee siapa yang masih enggak tahu Mikul sebagai agen properti? Harus tahu Mikul tuh lima di kanan, lima di kiri, dia di tengah. Kejepit katanya rezekinya. Ada yang suka, ada yang enggak suka. Kalau biasa kan yang Anda tahu tusuk sate. Tapi buat saya enggak masalah. Mau tusuk sate, mau hadap barat. Yang penting kemampuanmu untuk skillmu membuat closing itu terjadi. Tepuk tangan dulu buat Anda semuanya. Itu apa namanya? Ada product knowledge, ada support knowledge. Ah, ini satu lagi nih paling penting nih. General knowledge, pengetahuan umum, tidak ada hubungannya dengan Setuju enggak kita ketemu macam-macam orang tiap hari? Ada orang ketika kita ngobrol-ngobrol, eh dia sukanya ngomong tanaman hias janda bolong. Ayo saya ngomong sama ibu-ibu yang lain. Dia sukanya apa? Bicara kuliner. Ayo. Eh saya mau tanya. Anda mau tantang saya ngomong apa aja saya bisa nyambung. Wuh ada yang suka ngomong pedle. Padahal saya enggak pernah main pedal. Tapi saya tahu tuh ya reketnya ada pelatihnya dari Spanyol. Saya bisa tahu ada reclab-nya seperti apa. Saya enggak pernah main golf, tapi saya bisa duduk sama orang pengusaha yang suka golf. Wah, ngobrol asyik banget sambil ditraktir makan oma kas yang R3 jutaan satu. Anda mau ngomong apa sama saya? Skinclowing, botox, filler. Ayo. Mau ngomong celana, sneaker, mau ngomong jam tangan, patek, pilip, epi, hublot, Rolex, daytona. Ayo, mau ngomong apa, Ibu-ibu? Dari Michael Korse sampai Hermes Kroko saya bisa bahas. Karena kita enggak tahu market kita ini siapa dan itu ada di mana. Makanya update berita. Nah, kadang-kadang ketemu seseorang aja begitu lihat jamnya, begitu lihat ee handphone-nya sudah bisa jadi bahan obrolan. Katakan sama-sama dari interaksi jadi transaksi, sharing-sharing jadi selling. Tepuk tangan dulu buat kita semuanya. Ayo, siapa yang mau tantang saya, Coach? Ayo kita ngobrol. Ayo, Anda mau ngobrol apa aja saya bisa nyambungin. Karena sampai gosip artis terkini aja saya tahu gimana perkembangan lu, Cinta Luna, Raisa gimana. Ya, makanya jangan lupa follow Lambetura ya. Pak Hotman Paris lagi di mana sekarang? Anda harus tahu gimana kebijakan Pak Purbaya. Bahasa apa? Krypto sama saya. Ayo, siapa yang pegang kripto? BTCmu lagi bingung kan? Apakah be market atau bullish kan? Mau bahas apa? Aster, mau bahas hype? Mau bahas Solana? Ayo. Ah, mau bahas apa lagi? Saham. Kemarin kita cuan 40%. Nah, saya sudah bisikin beberapa teman masuk masuk. Benar kan? Langsung meledak 30% yang enggak ikutin saya. Ah, udah. Artinya apa? Saya perluas wawasan saya karena saya tahu market saya itu macam-macam. Siapa yang setuju? Anda ketemu calon buyer, calon investor, macam-macam orangnya. Diajak ngomong Porsche, Ferrari enggak bisa. McLarenmu warna apa, Anda enggak tahu. Jadi harus tahu, enggak harus punya. Yang kita perlu punya apa? Knowledge-nya. Setuju? Ini yang kita harus perluas. Menurut Anda penting enggak ilmu pengetahuan umum? Karena dia rasa nyaman, nyambung. Saya tadi closingin lagi. Saya paling kalau ketemu peaching, ketemu peaching tadi perusahaan besar saya langsung lihat perusahaannya apa sih. Oh, ini resources, mining apa semua. Nah, sebenarnya mereka bilang ini tahap terakhir, Pak. Kandidatnya sisa dua, Pak. Saya tenang. Pokoknya asal saya yang ngomong, kemungkinan besar deal. Saya langsung bilang gini, kebetulan kami menghadapi gini, proyek begini begini begini begini. Uh, itu CEO-nya bilang, "Iya, benar, Pak. Benar. Itu yang kami punya, ini yang kami lakukan." Karena saya ngerti tentang mining, tentang apa? Resources, nikel, batu bara. Saya cuma hubungkan dengan beberapa brand. Wah, langsung percaya. Udah harusnya tunggu besok dapat jawaban sore sudah deal. Malah saya balikin begini. Ini posisi ya. Jadi saya enggak kelihatan gini. Oke. Saya bilang gini, "Ini CEO-nya semua. Jadi ini penentu nih." Saya tenang. Saya bilang gini, "Pak, kalau boleh tahu ee nanti tanggal 27 November kapan saya bisa tahu jawabannya?" Karena ini sudah beberapa ngantri nih jadwal saya. Oh, saya bilang begitu loh. "Memang ada, memang ada." Nah, jadi kalau kita enggak jadi kerja sama enggak apa-apa ya. Siapa tahu kita berjodoh tahun depan. Uh, saya yang ngomong begitu bukan dia. Langsung dan saya kasih satu pertanyaan penting. Ini juga pertanyaan Anda boleh pakai di dunia properti. Mau tahu ilmu negosiasi? Katakan saya ah ini enggak ada di materi. Ini tambahan tiba-tiba keingat. Boleh? Saya bilang begini, "Pak, Bu, dalam sebuah kerja sama apa pertimbangan yang paling penting untuk sebuah kerja sama?" Ini CEO division head ada 5 en orang. Saya tanya begitu. Ini sama kalau kita mau transaksi properti ya kita boleh tanya, "Pak, Bu, dalam beli unit ee cavling, apa sih pertimbangan yang paling penting buat Bapak?" Woh, dia jawab, "Itulah yang kita tekan." Misalnya, "Oh, saya paling penting sih posisinya." Ada yang gitu. Ada yang bilang gini, "Saya paling penting sih enggak apa-apa posisi mana yang penting murah bisa di KPR supaya lolos bijekin saya." Oh, tekan di situ. Tadi dia bilang apa? Saya yang paling penting, Pak, suasananya. Oh, ada lagi yang penting enggak, Pak? Ya, selain yang penting suasananya, materinya juga mantap. Oh, Pak, kalau seandainya saya bisa ciptakan suasana lebih dari yang Bapak harapkan dan Bapak enggak perlu bayar kalau Bapak kecewa. Bapak suka enggak? Heeh. Heeh. Closing udah. Karena saya cuma penuhi apa yang dia mau. Benar ya. Tapi kadang-kadang sales orang mau ini, kita apa? Nyenggolnya di sini ya. Enggak masuk. Dia pengin lokasinya yang penting kita senggolnya di harga murah sampai dia marah, "Eh, buat gue ya harga enggak masalah yang penting lokasi nih view-nya." Ah, tapi kalau dia maunya apa, kita bisa tekan itu namanya hot button. Jadi itu knowledge yang kita perlu miliki sebagai properti. Tepuk tangan dulu buat kita semuanya. Dan yang kedua, kembangkan mentalitas. Kalau tadi perbesar apa? Kapasitas. Kembangkan mentalitas. Apa itu mentalitas? Pola pikir. Level pencapaian yang berbeda butuh cara berpikir yang berbeda pula. Sejauh ini setuju sellers yang jualan banyak, agen yang jualan banyak dengan jualan dikit. Kira-kira mindsetnya beda atau sama? Beda seorang staf dengan seorang manajer dengan seorang CEO beda enggak pola pikirnya? Karena beda pola pikir, beda pola kerja. Karena beda pola kerja, penghasilan beda beda. Berarti kalau kita mau meningkatkan closingan income kita yang perlu kita upgrade apa? pola pikir. Nah, kenyataannya ya saya sudah hampir belasan tahun tangani teman-teman developer, teman-teman agen, macam-macam brand ya. Nanti bulan depan lagi ada satu brand. Nah, saya mau tunjukkan begini. Ada orang ya. Nah, ini coba konfirmasi ke saya benar enggak analisa saya ya, karena Anda lebih ee sering di lapangan ya. Ada een ya, dia jago jualan apartemen tapi kavling enggak pernah pecah telur. Jadi dia spesialis kaveling, ada, spesialis apartemen, ada, ada juga serba bisa kavling, bisa apartemen bisa, pergudangan tapi hotel enggak pernah. Tapi saya ketemu, wah Pak ini hotel dijualin. Wuh, gitu ya. Jadi ada juga begini. Ada ada agen jagonya jual secondary. Begitu primary aduh enggak mantap dia. Tapi ada yang jagonya. Wah primary dan tiap kali ada PK dia maha hadir. Di mana ada ampau, door price dia ada di situ. Saya kalau ada acara saya bilang sama developer ya pokoknya kalau ada PK pokoknya perbanyak ampaunya. Perbanyak kalau bisa barong saya setiap gerakan ampau keluar datang tuh semua agen ya agen lain ya. Egen lain kalau Anda kelasnya lebih tinggi karena sudah di award-nya tepuk tangan dulu. Dan mereka itu masih tipe dijemput pakai bus. Habis dijemput pakai bus pergi ke unit. Ah kemarin baru saya temenin di Bekasi ya eh sori ee Cikarang. Ah ada yang gitu wuh semangat banget gitu ya. Tapi setelah itu enggak ada jual cuma beberapa. Tapi ada yang pola pikirnya beda loh. Saya lagi habis PK saya ngomong begini dia nge-live loh. Wuh dia nge-live dia kasih tahu investornya nih Pak ada posisi bagus langsung ambil NUP Pak. Wih, beda. Yang lain cuma tunggu oh door price door price ampau. Wah gitu ya. Ini kalau PK lah. Jadi memang itu mindset. Ada yang jago secondary, ada yang jago PK eh apa sori eh primary. Ada lagi mindset agent tidak pernah tembus nilai closingan 1 M. Ada tahu seperti itu? Dia jago jualan unit-unit R00 juta, R00 juta. Dia enggak kebayang gimana jual yang 5 M. Tahu enggak itu namanya apa? Mental block. Karena dia ukur dalam hatinya, "Siapa yang bisa beli?" Iya, karena dia rasa dia enggak mampu. Jadi, dia juga rasa enggak mungkin orang mau beli padahal banyak sekali unit-yunit mm-an banyak pembelinya. Benar, ya? Jadi, kita harus upgrade pola pikir kita supaya bisa upgrade penjualan kita. Sama dengan Coach Har saya itu ada yang ajakin bikin webinar. Saya kan kelasnya offline R juta. Pak Herit udah udah korbannya tuh semua dibeli ya. Eh, ada yang R juta sekarang Pak sudah lebih mahal Pak R5 juta, Pak. Bapak dulu Rp juta belinya. Udah lama banget sebelum pandemi. Nah, jual itu gampang loh. Waiting list orang. Begitu saya bikin webinar diajakin ya 95.000 murah enggak zoom? Orang pada DM saya, "Coach ini beneran enggak nih? Scam enggak?" Dikira scam. Memang kalau sudah biasa jual mahal yang murah dianggap penipuan. Karena mental saya sudah biasa jual yang mahal. Begitu jual murah orang pertanyakan kenapa ada Rp95.000 sesi online-nya. I kan ada yang ajak kerja sama kadang-kadang, "Ya udahlah, enggak balik modal juga yang penting berbagilah." Nah, itu artinya apa? Mindset. Siapa yang pengin mindsetnya tambah berkembang? Katakan yes. Izin ya, kita interaksi ya. Tara tanganmu di sini bilang, "Pola pikirku menentukan pola kerjaku menentukan penghasilanku." Nah, kita lihat di sini Bapak Ibu ya. Ada istilah new mindset, new result. Jadi kalau Anda mau punya penghasilan lebih banyak harus yang diubah apanya? Pola pikirnya, mindsetnya. Contoh ya, ada agen property kan ada biasanya jadwal apa itu floor time. Benar ya kadang-kadang ya. Nah, ada yang lihat jadwal floor time sebagai beban. Aduh, gua lagi. Tapi kalau mindsetnya positif, dia bilang gini, "Kalau bisa saya yang floor time tiap hari." Karena dia tahu siapa tahu kadang-kadang ada yang lewat nitip ke dia, ada yang nanya kadang-kadang gitu loh. Oke, sama-sama floor time aja. Ada yang masuk jam 09.00 yang jualannya banyak. 0.30 datang sudah langsung buka laptop, follow up customer, database-nya rapi. Yang jam 09. Datang .30 baru start. Dia beli dulu apa? Ee pisang goreng, beli dulu apa? E bubur ayam samping kantor makan. Udah 0.30 dia update status. Kalau cewek dia make up dulu baru start jam 10. Heh, yang jam 09.00 sudah closing mungkin cara kerjamu beda, pola pikirmu beda, penghasilanmu beda. Makanya angkat tangan kanan kita semuanya tepok sampingnya bilang semangat ya, upgrade pola pikir. Nah, saya mau beritahu ya, seorang sales agent itu mentalnya harus mental entrepreneur, bisnis owner. Karena yang tentukan penghasilan kita siapa? Bos kita atau diri kita. Mau masuk kantor atau enggak masuk kantor yang tentukan siapa? Kita. Makanya banyak princiipal makan hati. Dia bilang gini, "Gua datang aja syukur ya. Apa yang lu expect?" Ya, principal enggak bisa ngapa-ngapain ya. Kita enggak gaji dia. Nah, ini kita upgrade ya. Anda lebih suka pendapatan tetap atau tetap berpendapatan? Eh, kalau ditanya mikir dulu dong. Cepat sekali ibu jawabnya ya. Tapi saya suka pendapatan tetap atau tetap berpendapatan? Tepok sampimu. Makanya lu tetap jualan. Hihi. Tepuk tangan dulu dong. Kalau karyawan dia carinya apa? Keamanan. Yang penting aman ya. Uang kacamata rembers ya. THR ada sekali. Kalau bagus dapat bonus. Kalau een agen properti mah udah enggak mikir gitu. Saya pengin bebas finansial, bebas atur waktu, bebas weh. Tapi kadang-kadang ya saking bebasnya enggak datang-datang kantor, satu kali closing 3 bulan enggak muncul, udah uang habis baru menyerahkan diri lagi. Saya tahulah suka dukanya. Kerja sesuai tuntutan entrepreneur. Kerja untuk pengembangan. Nah, pengembangan apa? Tim, pengembangan ee diri. Wah, mengejar target. Woh, mungkin Anda protes, Coach. Een juga kejar target. No, no, no. Anda enggak kejar target. Anda kejar visi dan impian hidup Anda. Tepuk tangan dulu buat kita semuanya yang dibentuk dalam pecahan target. Kalau profesional kerja buat bos ya. Sehingga apa? Dia seringki menghindari resiko. Yang satu ambil resiko. Resiko ditolak, diketawain, disuruh tunggu tanpa kepastian. Ah, yang ketawa paling kencang itu ngalami. Dan kadang-kadang kita korbankan hari libur kita karena calon bayar cuma bisa hari Sabtu. Sudah kita batalin acara anak Sabtu pun begitu 1 jam sebelum batal. Aduh, pernah ngalami Bu? Pernah. Pernah. Ya sudah saya kasih bukulah karena Ibu pernah ngalami ya. Saya paling senang lihat orang-orang antusias ya. Nah, apalagi profesional kerja buat bos. Kita kerja buat siapa? Diri kita sendiri, orang-orang yang kita cintai. Nah, makanya sudah ya. Boleh difoto nih. Boleh difoto ya. Saya kembali dulu. Oke. Anda pilih mana nih? Mental karyawan atau mental bisnis owner? kita agent, kita sales, tapi mentalnya entrepreneur. Setuju? Nah, dengan pola pikir demikian, cara kerjamu beda. Berani keluar duit, investasi. Kalau karyawan, ya apa-apa mau dibayarin semua. Tapi kalau entrepreneur enggak apa-apa keluar duit kopi, enggak apa-apa kasih parcel, enggak apa-apa nih mau natalan, mau ink, mau apa invest. Eh, tahu-tahunya keluar duit ini dapatnya closingan gede. Karena sebenarnya ya buyer, investor, customermu itu ada duit semua, tapi dia terkesan karena perhatianmu. Tepuk tangan dulu. Kita lihat stabilitas harus dijaga. Jadi, kapasitas diapain tadi? Diperbesar. Mentalitas atau mindset dikembangkan. Stabilitas dijaga. Stabilitas itu apa? Perasaan. Karena banyak orang di dunia sales perasaannya naik turun. Kadang semangat kadang loyo. Benar ya? Kadang antusias kadang muntaber mundur teratur tanpa berita. Kalau mood-mu tidak stabil maka pencapaianmu tidak stabil, performanceemu tidak stabil. Enggak heran pendapatanmu tidak stabil. Simpel itu dari mood. Kalau mood dia cari listingan. Kalau mood dia hadir di PK. Kalau mood dia ikut di award-nya Rumah 123. Dia mulai bus dia punya di platform Rumah 123. Kalau lagi enggak mood, didiamin tu platform 3 bulan. Anda tahu enggak? Hidup ini digerakkan oleh emosi kita loh. Saya kasih contoh ya. Siapa di sini setuju secara logika olahraga itu baik buat kesehatan? Angkat tangan. Angkat tangan. Angkat tangan. Siapa yang tahu secara logika tetap malas olahraga. Ah, jadi yang Anda buat olahraga atau tidak? Tidak. Karena ikuti mood kan. Siapa perokok di sini? Angkat tangan. Yang merokok tahu enggak bahwa merokok itu tidak baik buat kesehatan? Menyebabkan impotensi, Pak. Gangguan jantun, kanker, paru-paru, tahu. Tapi kita tetap ngerokok, kan? Karena yang kita ikuti logika atau perasaan? Perasaan. Lihat ya. Hidup kita dirive oleh emotion, perasaan. Makanya kalau kita bisa kelola mood kita, perasaan kita, performance kita naik, suka tidak suka tetap dijalani, pengin enggak pengin tetap dilakukan, itu namanya disiplin. Yang Anda butuhkan sebenarnya bukan motivasi, tapi membangun kebiasaan disiplin sebagai seorang topen yang luar biasa. Tepuk tangan dulu buat Anda. Yang keempat, kita harus meningkatkan kualitas. Katakan sama-sama, kualitas. Setuju enggak? Ada handphone mahal, ada handphone murah. Oh, sama-sama Samsung, sama-sama misalnya iPhone. Ada yang mahal, ada yang tipe murahnya. Apa bedanya? Merek sama, fitur, spesifikasi sama. Ada een berkualitas, ada een tidak berkualitas. Makanya kualitasmu menentukan fasilitas dalam hidupmu. Jadi di sini kita perlu create value dalam diri kita. Kita lihat ya. Nah, di sini saya akan kasih beberapa ilmu baru buat Anda. Siapa yang masih semangat di waktu setengah jam terakhir? Katakan saya. Anda suka dikejar-kejar customer atau customer kejar Anda? Eh, sori kita kejar-kejar customer atau customer kejar kita. Cari-cari buyer atau buyer cari-cari kita. Uh, enak aja maunya begitu semuanya. Boleh, boleh, boleh, boleh. Ya, bisa enggak? Bisa. Tapi ini dua hal yang harus kita mainkan. Waktu kita ngejar-ngejar calon pembeli, calon penyewa, investor, itu namanya apa? selling. Tapi kalau sampai Anda bisa dikejar, itu namanya branding. Nah, saya bersyukur ya bukan GR ya. Saya yang dikejar-kejar sekarang. Jadi saya milih tepuk tangan dulu buat Anda. Apalagi kalau sudah akhir tahun nih, awal tahun. Wah, saya harus milih. Wah, ini mau ini mau. Ya, paling gampang apa? Kita tahan harga. Iya dong. Yang paling tinggi yang kita ambil. Tapi banyak orang senjatanya begini. Sakin enggak ada yang ngejar dia. Dia ngejar senjata sales paling terakhir. Pak, bantulah Pak. Pak bantu. Ah, itu ada loh een begitu loh. Sudah enggak mau kim, Pak. Tolonglah, Pak. DP lah, Pak. Buat makan istri anak, Pak. Aduh, jangan ada satuun di sini di Agent Awards mentalnya, closing-nya pakai jurus. Kita punya kelas. Setuju? Kita punya kelas. Kita punya kelas. setuju

Lihat di YouTube