Ada Apa di Epson Media Gathering 2025? Jajal Bangkok ft. Epson Indonesia (YouTube Video)
Ya, kemarin kita baru saja diundang oleh Epson Indonesia untuk menghadiri ajang tahunan mereka, yaitu Epson Media Gathering yang kali ini berlokasi di Bangkok, Thailand. Lalu sebenarnya apa aja sih yang kami lakukan selama 3 hari di sana dan apa saja yang dibahas dan kenapa event tahun ini terasa sedikit berbeda dibanding sebelumnya? Untuk mengetahui itu, simak jajal kami bersama Epson Indonesia kali ini. [musik] Ya, beberapa waktu lalu kami kembali diundang oleh Epson Indonesia untuk menghadiri event media gathering tahunan mereka. Kalau tahun lalu acaranya diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Ya, kali ini Bangkok, Thailand dipilih sebagai lokasi eventnya. Acaranya sendiri berlangsung dari 11 hingga 13 Februari 2026. Selama 3 hari tersebut kami diajak untuk keliling kota Bangkok, sesi FGD bersama media hingga sesi puncaknya gala diner. Tentunya acara ini dihadiri langsung oleh jajaran manajemen Epson Indonesia ya. Di antaranya ada Mr. Engi Kiang selaku Managing Director Epson Indonesia. Kemudian ada Mr. Zani Parsudi Arsono Siadari sebagai Head of Produk marketing Epson Indonesia. Lalu ada Mr. Nolili selaku Head of Brand and Communication serta ada Miss Indah Febrianti sebagai public relation Epson Indonesia. Selain manajemen, acara ini juga dihadiri oleh kurang lebih 50 media dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran media dari berbagai latar belakang baik nasional maupun regional membuat diskusi menjadi lebih beragam dan representatif. Untuk tahun 2026 ini, Edson mengangkat tema United is Strength, Strength Your Identity. Sekilas tema ini terdengar filosofis. Namun ketika dijabarkan lebih dalam, pesan yang ingin disampaikan cukup jelas. Menurut penjelasan dari Mas Noli, tema ini sebagai pengingat bahwa sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu benar-benar mengenal siapa diri kita, apa nilai yang kita pegang, dan apa keunggulan yang membedakan dari yang lain. Selain itu, tema ini juga sejalan dengan filosofi Epson Indonesia, yaitu kompetisi sesungguhnya bukan ada di kompetitor, melainkan dengan customer. Oleh karena itu, dibutuhkan jati diri sendiri agar bisa melekat dengan customer. Artinya fokusnya bukan sekedar angka penjualan atau pangsa pasar, melainkan bagaimana produk dan layanan mereka benar-benar menjawab kebutuhan pengguna. Pendekatan ini terasa cukup menarik karena di era sekarang konsumen semakin kritis. Mereka tidak hanya melihat harga atau fitur, tetapi juga nilai yang dibawa oleh brand tersebut. Kemudian untuk bagian yang menurut kami paling menarik dari media gathering tahun ini adalah adanya sesi focusion atau FGD. Biasanya event seperti ini cenderung satu arah. Perusahaan mempresentasikan pencapaian dan rencana. Media mendengarkan lalu sesi tanya jawab singkat. Namun kali ini berbeda. Epson justru mengajak media untuk duduk bersama dalam forum diskusi yang berlangsung sekitar 2 jam. Tujuan FGD ini cukup jelas ya. Pertama, mendengarkan pandangan media terhadap produk Epson di Indonesia. Kedua, memahami persepsi terhadap brand dan bisnis Epson saat ini. Ketiga, menggali masukan mengenai bagaimana komunikasi dan layanan dapat ditingkatkan. Topik yang dibahas pun cukup strategis dan relevan dengan kondisi pasar saat ini. Salah satunya adalah regulasi TKDN dan bagaimana penundaan pengeluaran pemerintah dapat mempengaruhi keputusan pengadaan ini. Ini menjadi isu penting terutama bagi sektor bisnis to bisnis dan pengadaan institusi. Kemudian dibahas juga tentang percepatan pertumbuhan bisnis Epson di Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi, perusahaan perlu mencari strategi yang tepat agar tetap kompetitif tanpa mengorbankan kualitas maupun nilai brand. Topik lain yang menarik adalah tren kepemilikan printer rumahan di kalangan anak muda Indonesia. Meskipun era digital semakin berkembang, kebutuhan cetak untuk pendidikan, usaha kecil, maupun keperluan personal ternyata masih cukup signifikan. Dalam sesi ini, suasana diskusi terasa cukup terbuka. Media diberi ruang untuk menyampaikan pandangan bahkan kritik. Dan yang menarik, manajemen Epson terlihat benar-benar mendengarkan dan mencatat poin-poin yang disampaikan. Dari sini terlihat bahwa Epson tidak hanya ingin menyampaikan road map mereka, tetapi juga ingin memastikan bahwa strategi yang dirancang tetap relevan dengan kondisi nyata di Indonesia. Pendekatan seperti ini memang tidak selalu kita temui di event korporasi pada umumnya. Selain sesi formal, acara ini juga menyediakan ruang untuk interaksi yang lebih santai termasuk gala diner di akhir rangkaian acara. Dalam suasana yang lebih informal, diskusi tetap berlanjut. Banyak obrolan yang justru berkembang di luar sesi resmi. Mulai dari perkembangan teknologi cetak, tren pasar, regional, hingga tantangan distribusi di Indonesia. Di momen ini juga tim PR Epson Indonesia menyampaikan rangkuman komunikasi serta evaluasi perjalanan brand mereka dalam periode terakhir. Networking seperti ini menjadi penting karena hubungan antara brand dan media tidak hanya dibangun lewat rilis resmi, tapi juga lewat dialog yang terbuka dan konsisten. Selain sesi FGD ini, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi puncak yaitu gala diner serta pelaporan dari PR tim Epson Indonesia. Untuk makanannya di sini enak-enak ya, bahkan pengen saya bungkus kalau boleh. Secara keseluruhan, Epson Media Gathering kali ini terasa lebih reflektif dan strategis. Bukan sekedar ajang untuk memerkan pencapaian atau target pertumbuhan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengevaluasi diri, memperkuat identitas, dan mendengarkan pasukan dari pasar. Di tengah perubahan industri yang semakin cepat, kemampuan untuk beradaptasi dan mendengarkan menjadi kunci. Dan dari apa yang kami lihat selama 3 hari di Bangkok, Epson Indonesia tampaknya ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga bergerak dengan arah yang jelas. Oke, itu dia tadi jajal Epson Indonesia di Bangkok, Thailand. Kalian sendiri ada pengalaman apa nih dengan produk-produk dari Epson? Coba tulis di kolom komentar. Sampai di sini dulu episode Jajal kali ini dan sampai bertemu di episode selanjutnya.
