Jungkat

Ada Batu & Pohon Asli di Tengah Rumah (YouTube Video)

  • 23/03/2025

Hai, guys, balik lagi di Bri. Sekarang kita masih di Bali dan kita akan house tour di rumah yang desainnya terinspirasi dari goa. Penasaran kan? Yuk, ikutin housenya. [Musik] Nah, Teman-teman, sekarang kita udah di Gua-Gua Villa bersama Pak Jerry dari Jen Architek. Apa kabar, Pak Jeri? Kabar baik. Wah, thank you banget ya udah bisa visit rumah ini. E menarik nih. Aku boleh nanya enggak soal mungkin dari luas lahan dan luas bangunannya itu berapa sih? Oke, untuk lahan villa ini sendiri dia luasnya satu are atau 100 m². Terus untuk bangunannya dia total luasnya itu 90 m². atas dan bawah ya kayak gitu. Terus untuk e villa ini sendiri itu ukuran lahannya itu 6* 17 ya gitu. Jadi lumayan memanjang dia ukurannya. Iya iya iya. Oke kalau gitu dari boleh diceritain enggak mungkin dari style arsitekturnya atau kayak konsep awal itu gimana sih? Boleh diceritain enggak? Oke, sebenarnya untuk proyek ini cukup unik ya untuk konsepnya itu sendiri. Karena dari request dari klien itu saat ketemu sama kita, dia maunya bikin villa yang ada karakternya yang kuat gitu. Terus dia juga terinspirasi dari gua gitu. Makanya nama villanya gua, Gua Villa gitu. Gua gua. Terus kita coba implementasikan ee konsepnya. Jadi bentuk bangunannya itu kita buat curve gitu. Jadi kayak terkesan seperti gua kayak gitu. Nah, kalau buat materialnya kayak mungkin tadi gua-gua apakah ada kesinabungannya dari itu? Ya, kita coba kejar dari segi teksturnya ya gitu. Jadi dari owner dan dari kita pun sepakat kita enggak mau dindingnya itu flat atau rata seperti villa atau rumah pada umumnya gitu. Jadi kita coba ee agak bereksperimen juga nih cari tekstur dinding yang tetap punya karakter tapi sesuai sama konsep kita gitu. Jadi kita pilih dending tekstur seperti ini. Jadi teknisnya kita buat menggunakan pasir cor gitu. He biasanya pada umumnya kan kalau pleseran tuh dindingnya kita pakai pasir halus kan jadi hasilnya juga halus gitu. Jadi biar mendapatkan dinding yang agak kasar dan e berpori seperti ini kita pakai pasir cor kayak gitu. Oh jadi tetap jadi kayak natural gitu ya. Natural. Betul gitu. Ini pun juga challenging sih kita bikinnya beberapa ee sampel. Heeh. sampai dapat nih sesuai apa yang kita mau gitu. Soalnya kan biasanya kan tukang tuh biasanya mereka masternya pasih rata lurus kayak gitu kan. Saat kita uji dengan teknik seperti ini mereka juga perlu waktu untuk apa? Untuk mencoba biar dapat sesuai sama yang kita mau teksturnya seperti itu. Oke. Oke. Oke, Pak. Mungkin kita bisa lihat kali ya dari entrance-nya sendiri ee boleh diceritain enggak dari pintunya dulu? Oke, mungkin. Jadi untuk entrance ini kita sebenarnya e rumahnya atau villanya ini kita enggak ada carboard ya. Jadi karena konsepnya villa kita lebih menekankan pada sepeda motor kayak gitu. Makanya kalau dari depan kita lihat sangat simpel dan minimalis untuk ruangannya gitu. Jadi ee bentuk lengkung untuk entrance-nya dan kita kasih pintu yang cukup besar nih seperti gerbang seperti itu. Heeh. Yang menggunakan kayu bingkrai untuk ee pintu eksteriornya ini kayak gitu. Oh, sliding door ya juga ya? Sliding door. Betul. Sekarang kita ke mana nih, Pak? Ini area seb. Ini area ee entrance-nya. Jadi di area entrance nih kita juga mau sesuatu yang hijau gitu. Jadi kita masuk kita mau lihat kebun dulu nih. Jadi kayak semak belukarnya gua-gua inilah gitu. Jadi enggak langsung flat tembok semua atau beton semua. Kita mau agak soft dikit nih di area entrance-nya gitu. Makanya ini agak lebat kan kita buatnya kan. Jadi banyak jenis tumbuhan juga yang kita kombinasikan di sudut ini kayak gitu. Dan di ee diletakkan di sini tuh dengan bentukan kayak lengkungan ini tuh emang sengaja atau gimana, Pak? Iya, kan kalau kita misalkan ada dua opsi nih, kita mau buat kotak atau lengkung kan. Kalau mau buat kotak nanti kesannya terlalu formal, terlalu rapi gitu. Jadi kita buatnya agak curve biar dapat nih kesan naturalnya kayak gitu. Oh, oke. Oke. Berarti dari e entrance sendiri itu ini termasuk namanya teras. Mungkin teras dulu kali ya sebelum masuk ke area villanya. Area vilanya. Selain e di luar sini aku tadi notice juga ada ini ada satu elemen di sini tuh. Ini apa ya, Pak? Ini apakah pintu? Ini pintu ya, Pak? Iya. Ini dari segi entry ni kita juga menempatkan dua ruang storage ya. Jadi yang di sisi sini itu untuk ruang MP. Jadi ada tandown di sini. ada water filter, ada lain sebagainya. Kalau yang di sini dia lebih ke untuk storage untuk klien gitu. Jadi di sini ada barang-barangnya mereka sendiri, ada alat untuk pembersihan ee kolamnya atau lin-linannya juga disimpan di sini sebagian kayak gitu. Jadi biar area villanya lebih rapi lah gitu. Oh, oke. Terus untuk pintunya pun kita juga tetap mau kelihatan bagus nih. Walaupun dia fungsinya sebagai ruang MP atau tetap kita maunya ada unsur estetiknya juga gitu. Cuma kan kalau ruang MB kan dia perlu sirkulasi udara kan. Makanya untuk pintunya kita buat kisi-kisi nih gitu. Oh. Jadi biar tetap ada sirkulasi udara di dalam ruangan ee MP-nya kayak gitu. Terus disambungin sampai atas. Ya, betul. Betul. Ini sebenarnya kan dua ruangan kan, cuma kalau misalnya kita pecah kan kurang bagus kan sejarah ee geometri gitu. Jadi biar ada kesan ee grandenya atau besarnya gitu, kita buatkan sambung untuk pintunya ini kayak gitu. He heeh. Oh, itu itu di bagian situ ada water tank ya? Ya, water tanknya. Betul. Oh, oke. Oke. Kalau untuk entrance utamanya tu di mana nih, Pak? Oke. Jadi kalau dilihat kita tempatkan entrance pas di sebelahnya garden nih gitu. Terus kita juga mau buat sedikit voy. Jadi kalau misalnya tamu atau ee tuan rumahnya datang ke vila, mereka enggak kehujanan kan gitu. Jadi seperti ini. Jadi kita ada kayak ruang kecil dulu sebelum biasa masuk ke filmah. Oke, silakan Pak William masuk. Coba kita masuk yuk. Oke. Wah. Oke. Silakan, Pak William. Ini kita ke mana dulu nih? Kita ke kita ke area living. Jadi di sini ada sofa untuk e living room-nya dan di sini untuk area kitchen-nya kayak gitu. Oh di kitchen ya. Mungkin bisa diceritain dulu enggak dari living areanya nih? Kayaknya ee nyaman banget, cozy banget. Terus dibikinnya sofanya yang mungkin nempel ke tembok ya. Betul. Betul. Gimana tuh? Jadi untuk ee sofanya ini sendiri pun kita desain juga bentuknya organik ya. Makanya kalau kita lihat dari lantai ke beton sofanya juga dia nyambung kayak gitu. Jadi biar kesan unity antara lantai dan semua furniture itu kayak satu kesatuan lah kayak gitu. Terus di belakangnya kita softkan sedikit dengan adanya tumbuh-tumbuhan dan lampu kayak gitu. Terus karena ukuran cukup panjang ini kan biasanya tamu-tamu juga bisa rileks duduk santai di sini sambil lihat ke kolam atau ke gazebo kayak gitu. Oh dia jadi kalau misalnya dinyambungin sama lantai itu ee dia pakai material apa nih, Pak? Nah, untuk lantai ini sendiri kita keseluruhannya pakai lantai teraso ya. Jadi dari lantai lantai du sampai ke poolnya pun kita semuanya pakai satu material gitu. Pakai teraso ya. Pakai teraso gitu. Ini pun juga e kursinya juga sofanya juga sama. Jadi ee beton sofanya ini kita pakai teraso juga. Maternya sama pakai yang diinding juga kayak gitu. Dan konsep teraso juga dia lebih seamless kan beda kalau kita misalnya pakai tile gitu kan dia ada growing-nya tuh ada kotak-kotaknya kayak gitu. itu masih bisa nanti kita sambung dikit-dikit. Tapi kalau teraso emang sekali jalan tuh harus langsung jadi dia gitu. Oh oke oke oke. Pak pengin nanya dong tentang bagian area kitchennya ini boleh diceritain enggak? Kayaknya tadi ee apa dengan lingkungan-lingkungannya itu juga masuk ke sini juga ya? I betul betul. Nah, jadi untuk kita juga coba konsisten juga kan dengan konsep curve-nya itu sendiri. Jadi di area kitchenan pun juga kita implementasikan juga bentuk lengkungnya terutama di area ee kompornya kayak gitu. Jadi untuk hood-nya kita buatkan ee kayak kabinet seperti itu. Itu materialnya kita pakai kayu jati. Oh kayu jati untuk untuk fix furniturnya semuanya kayak gitu. Terus untuk yang paling uniknya itu di sisi island ya. Ah iya tadi aku notis di ini benar-benar kayak batu asli gitu ya. Emang ini batu asli. Betul. Betul. Nah, ini pure batu asli satu utuh nih sebesar ini kayak gitu. Gimana cara pasangnya ini, Pak? Untuk teknisnya ini lumayan rumit ya, gitu. Jadi sebelum ini dipasang, dinding belakang ini kita enggak kerjakan dulu, gitu. Terus untuk waktu pemasangan tuh kita menggunakan dua kren. Jadi krennya satunya di sebelah kiri, satu lagi sebelah kanan. Jadi masing-masing mereka pegang batunya dan dimasukkan ke area vila kayak gitu. Emang emang ini dari klien yang mau bawa batu segede ini ya. Kita propose kan kita biasanya kalau meja island tuh kan standarnya pasti ee furniture. He. Atau atau teraso atau kayu atau HPL kayak gitu kan. Iya. Kan kita biar lebih kuat nih karakter ee gua-guanya atau cave-nya itu pastinya harus ada bentuk railnya lah dari batu itu sendiri kayak gitu. E, jadi kita coba ajukan ini dan klien happy walaupun memang cukup challenging ya karena kita enggak boleh salah nih karena sekali taruh kita enggak bisa geser lagi gitu. Benar seperti itu. Terus setelah ditaruh ini bentuknya juga enggak serata ini. Jadi masih agak berantakan kayak gitu dan lain sebagainya. Setelah tempatnya udah benar baru kita ukir nih semuanya nih. Jadi top table ini kita potong rapi. Terus untuk si basin ini sendiri pun kita pahat juga. bentuk lengkung kayak gitu. Jadi ini satu kesatuan sama meja island-nya ini. Dan ini e pengerjaannya juga dari timeri juga. Betul. Ini dari ee vendor kita juga yang dari Jawa Tengah. Jadi emang spesialis batulah mereka lah kayak gitu. Jadi setelah batunya nyampai di sini baru mereka pahat semua, mereka bor, mereka potong semuanya sesuai sama bentuk yang kita inginkan kayak gitu. Salah satu poin yang paling seru itu ngajian island ini lah. Iya. ya. Iya. Ini kayak jadi ee poin poin dari rumahnya ini juga ya. Betul. Kan namanya gua-gua batu-batunya juga. Batatunya harus ada ya. Heeh. Dan selain batunya juga view-nya keluar agak menarik nih. Sebelum kita keluar ini ada ada pohon yang yang muncul juga nih dalam rumah. Boleh diceritain enggak gimana ceritanya? Oke. Kan kita mau agak lebih soft tapi sesuatu yang ee menarik kan di dalam villa ini sendiri. Karena kebetulan kita juga untuk waktu kita m-planning denahnya, kita denahnya itu juga enggak flat. Jadi ada double volume gitu. Heeh. Jadi untuk mengisi double volume ini sendiri kita tempatkan satu pohon palem nih di tengah-tengah ini. Jadi kita emang planning dari awal. Jadi di sekeliling pohon palam itu sudahudah kita siapkan konkrit biar nanti waktu mereka tumbuh enggak merusak lantai lain sebagainya kayak gitu. Oh. Biasa kalau misalnya mau disiapin e konkrit itu kayak pot gitu kan sebenarnya ya. Itu tuh kayak ada ketebalan khusus gitu enggak sih yang harus diperhatiin? Oke. Dari sini sih untuk pohon palemnya ini kita siapkan dua lapis ya. Lapis pertama itu kita pakai buis beton itu kita tumpuk kurang lebih tiga atau empat biji baru kita cor lagi sisi dalamnya. Jadi biar lebih aman untuk keseluruhannya. Selain kita nyiapin konkrit batonnya juga kita siapin juga tuh piping-nya gitu. Jadi misalnya kalau kita siram-siram dan sebagainya, airnya juga langsung serap ke bawah gitu. Oh, berarti harus ada pipingnya juga ya? Betul, betul. Oh, oke. Kalau misalnya koncern nih, ini kan bakal tumbuh bakal lebih tinggi ya. Gimana nih kalau misalnya tumbuh tinggi? Oke. Sebenarnya kalau dibandingkan ini kan proyeknya selesainya tuh di akhir ee tahun 2023 ya, jadi udah 1 seteng tahunan lah kan kurang lebih. Ini tinggi pohonnya sebenarnya sudah nambah sekitar semeteran gitu. Wuh, lumayan ya. Jadi lumayan lumayan cepat karena kita juga pencahannya lumayan bagus kan untuk palem ini sendiri kan dan ownernya pun juga sangat bagus untuk perawatannya gitu. Mereka ngasih pupuk dengan rajin, nyiramnya juga bagus kayak gitu. Jadi kalau misalnya nanti palemnya udah sampai ke siling dan sebagainya ya mau mau kita harus ganti kayak gitu. Sebenarnya kemarin atau awal kita konstruksi sempat dibahas juga kan misalnya opsinya pakai tanaman palsu kan, tapi kayaknya sayang kan konsepnya gua-gua tapi kita pakai tumbuhan palsu kayaknya apa agak bertentangan gitu loh. Jadi kita ambillah apa e challenge-nya itu. Jadi nanti kalau misalnya palamnya udah agak tinggi ya kita ganti dengan yang baru kayak gitu. Dan ee ini mungkin ee dilihatnya tertutup kayak goa. Gua kan sebenarnya konsepnya tertutup ya sebenarnya. Tapi ee tapi ini banyak bukaan-bukaan cahaya juga ya. Jadi maksimal ee pencahayaan juga. Betul. Oke, sekarang kita lihat nih ee view dari dalamnya ke taman luar. Wah, ini ada pool area sama ada gazebo juga ya. Betul, betul. Jadi ini juga sebagai vokal point juga di area villa ini sendiri ya. Jadi ada yang open decking, ada gazebo juga. Jadi ada dua opsi lah. Kalau misalnya agak gerimis-gerimis dikit, tuan rumahnya bisa diam di gazebo atau enggak misalnya penat di dalam film, mereka bisa kerja atau ngobrol di sisi gazebo kayak gitu. Dan gazebonya itu ee mater tetap sama ya. Sama sama. Biasa kan kalau misalnya orang-orang mau gazebo tuh pakai pakai kayu. Kayu gitu. Betul. Nah, ini kita tekankan lagi untuk konsisten saat mendesain kan gitu. Karena biar kita memperkuat karakter dari bangunan sendiri pun kita juga propose desainnya pun kita juga samakan dengan desain villanya kayak gitu. Jadi walaupun fungsinya beda tapi soulnya atau karakternya sama kayak gitu. Kalau misalnya boleh tahu nih, Pak ee dari ukurannya sendiri itu berapa sih? Ini polnya sebenarnya enggak terlalu besar ya. Jadi sebenarnya kalau untuk renang kurang sesuai cuma nyaman untuk berendam kayak gitu. Berendam ya. Karena di Bali kan kadang ada s-sat tertentu agak panas kan. Jadi untuk berandem nyaman kayak gitu. Kemarin juga daripada kita full-nya kita panjangkan, mending kita kalahkan sedikit tapi dapat gardan yang lebih luas kayak gitu. Garden. Betul. Kalau tanaman di sini itu berguna untuk kayak selain privacy dari luar juga. Betul. Terus juga akhirnya juga ada sun shading juga ya. Jadi akhirnya enggak gitu panas banget. Betul. Betul. Dan ada pull biar dingin. Betul. Betul. Oke. Boleh boleh ceritain enggak, Pak, dari fasad belakangnya nih? Kan enggak cuman depan doang gitu. Biasanya kalau fasad belakang rumah tuh ya udah gitu aja gitu. BON ini ada dua fasad. Dua dua fasad nih kelihatannya. Oke. Sebenarnya kalau diambil garis besarnya atau dari floor plan-nya ee tanah ini cukup menarik ya dan mereka juga punya potensi yang bagus. Kalau dilihat secara luas dari sisi utara tuh kita dapat view gunung. Oh. Terus dari sisi selatan kita dapat view pantai atau sunset kayak gitu. Makanya kita decide openingnya harus dua sisi nih gitu. Karena sayang kan dapat dua view tapi enggak kita manfaatin kayak gitu. Betul. Betul. Berarti ini orientasinya itu ee utara ya? Iya. Tadi kita masuknya dari utara dan sekarang ini kita berada di sisi selatan kayak gitu. Oke. Wah. Kalau dari kusen-kusennya sendiri itu dia pakai material apa tuh, Pak? kita untuk kusen dan pintu tuh semuanya full kayu bingkra. Wow. Kalau misalnya buat maintenance kadang-kadang kan kita bingung ya kalau maintenance tuh penting juga ya buat jangka panjang. Kalau maintenance kayak kaca-kacanya gini kira-kira gimana nih, Pak? Oke. Sebenarnya untuk semua desain tuh kan ada pasti ada challeng-nya juga kan gitu. Kita kalau untuk ini sih sebenarnya agak challenging juga ya untuk bersihin kacanya. Jadi nanti kalau misalnya dari owner kan punya tim cleaning tuh biasanya daily mereka ada tim cleaningnya juga. Jadi saat-saat tertentu misalnya kacanya sangat kotor mereka bakalan atur tangga lipat yang agak tinggi atau scaffolding untuk bersihkan di sisi atasnya juga kayak gitu. Tapi lumayan terbantu juga sih karena kita kan di fasad ini juga ada kayak tritisan atap gitu kan jadi enggak direct langsung kotor di sisi atasnya gitu. Kadang biasanya yang kotornya di sisi bawahnya atau tengahnya kayak gitu. Biasok kan kalau misalnya biar enggak biar kalau hujan itu enggak enggak gitu kena kaca ya. Betul. Oke, sekarang kita bisa ngelihat ruangan lain dari lantai satu ini. Oke, jadi lantai satu nih ada ruang living tadi yang sudah kita bahas ada dapur dan island-nya juga. Terus yang di belakang sini kita ada toilet ya. Oh, oke. Ini toilet ya? Iya, toilet dan laundry yang dipakai sama owner. Oh, oke. Let's see. Ini nyaman banget sih. Terus apalagi? Ada bukaan cahaya natural juga ya. Betul. Betul. Jadi ini toilet dan ini powder room aja atau gimana? Nah, untuk di villa ini kita cuma ada satu toilet. Oh, ini aja I ini aja. Jadi misalnya dari atas nanti ke bawah lagi. Terus ee dari segi openingnya kita juga buat cukup banyak kan karena toilet ini kan ruangnya biasanya lembab kan. Jadi kita banyak bukaan juga, banyak pencahayaan juga bisa buka dari pintu ini sliding atau enggak jendela ini juga kayak gitu. Oh, ini buat pintu sliding buat buat ke mana nih, Pak? Ini aksesnya untuk ke outdoor showernya. Oh, ini shower. Ini gimana? Oh, ini sliding ya, Pako. Oh, ini shower, Teman-teman. Terus ini shownya juga menarik ya. Biasanya kan kalau tipical villa pasti standar kan sanitary-nya. Ini dicustomize sama owner nih. Mereka kalau enggak salah ngambilnya di Turki atau di Maroko kayak gitu. Oh, buat ininya ya untuk si ee shower unitnya. Showernya itu ya. Wah, terus juga dia ee bikinnya tuh showernya enggak enggak tertutup. Jadi kayak dapat ee apa namanya? Udara juga sirkulasi. Jadi privasinya dari tumbuhan depan tadi sebenarnya. Wah gila adem banget sih rasanya ya di sini. Selain toilet berarti yang di lantai sini itu aja ya Pak. Mungkin kita bisa lihat di lantai dua kali ya sekarang. Boleh silakan. Oke, terus yang menarik juga dari ee tangga ini sendiri, He. Kita relnya kan menggunakan besi juga nih. Terus kita Wow, aplikasikan bentuk curve-nya juga gitu. Terus untuk coatingnya atau warna besinya pun kita atur juga nih biar warnanya tuh agak rastik atau berkarat-berkarat seperti itu gitu. Oh, bertanya emang pilih ini diproses lagi atau gimana? Betul. Jadi untuk finishingnya kita gradasikan lah. Jadi bukan cat yang datar atau flat kayak gitu. Heeh. Oh oke. Terus ini view-nya kita waktu naik tangga juga. Iya di void-nya ini ya. Di void-nya ini. Jadi rasanya juga luasnya k kerasa banget sih. Betul. Betul. Saat kita naik ke tangga. Oh. Silingnya juga sebenarnya dibentuknya ee sama ya curve juga. Curve juga ya. Oh. Aku kira tadi ee luarnya doang curve tapi kayak dalamnya tetap sama gitu. I. ini juga challenging kan biasanya kan kita siling tuh e rata-rata datar juga kan atau enggak main-cof gitu. Cuma karena kita mau biar feel-nya itu jujurlah luarnya curve, dalamnya pun juga curve gitu. Jadi kita padankan juga, kita samakan juga silingnya, kita buat curve juga. Selain itu juga membuat ee ruangan atau ee room-nya itu jadi kesannya lebih tinggi dan lebih luas juga kayak gitu. itu pemasangannya ribet ya, susah ya eh lebih rumit atau lebih challenging lah daripada kita pasang gipsom yang flat kan dan lebih lama juga pastinya. Itu harus kayak mastiin dari sini sampai situ juga harus rata ya. Sama. Betul. Betul. Berarti kalau misalnya dari ee material ee atapnya sendiri itu dia atapnya juga curve juga yang di depan. Betul. Betul. Oh iya iya. Materialnya apa tuh, Pak? Nah, untuk kan atap ini kan terdiri dari dua ee sisi kan. pertama strukturnya dan finishing atapnya sendiri. Jadi strukturnya ini biar bisa kita ngajar bentuk lengkungnya kita menggunakan pipa besi nih gitu. Jadi pipa besi itu kita buat tekuk kita lengkungkan. Terus untuk sisi finishing atapnya itu kita pakai atap aspal karena beberapa pilihan material atap yang bisa bantu lengkung kan agak terbatas ya. Iya. Jadi yang bisa mengakomodir bentuk lengkungnya dan mempunyai daya tahan yang bagus kita pilih atap aspal gitu. Oh. Oh, oke oke oke. Dan dan ini kan bentuknya fasnya dua gini ya kayak Iya betul. Ee dan di tengahnya itu tuh ee kalau misalnya hujan atau gimana itu ada kemiringan tertentu enggak nih di indisat? Oke. Nah, untuk atapnya sendiri pun kita juga lengkapi tiga gutter ya. Jadi sisi tengah ini gutter utamanya, terus yang sisi sini juga ada gutternya dan sisi ee belakang bet itu juga ada gutternya gitu. Jadi kita pecah air hujannya dibagi beberapa sisi gitu. Jadi kalau misalnya hujan debitnya enggak terpaku satu sisi lah gitu. He he. Seperti itu. Oh, tapi tetap ee tetap garis ini tetap rata ya, satu aja ya. Betul betul. Oh, berarti gutternya aja yang miring ya. Betul. Oh, oke oke oke. Aku suka sih ee perpaduan terasonya sama railingnya. Bagus sih warnanya. Dapat kontrasnya juga kan dia. Ya. Heeh. Benar. Wah. Oke, sekarang kita di lantai du ini. Langsung kamar nih kayaknya. Betul. Jadi di lantai du ini kita lebih straight forward gitu. Jadi ruangan di sini sebenarnya untuk tempat tidur aja. Oh. Jadi enggak ada ruang tambahan. Jadi kita buatnya open. Nah, sesuai sama yang tadi saya bilang juga. He. Di sisi bathroom nih, sisi yang view yang terbaik juga ya. Jadi opening yang di sisi utara itu view-nya persawahan, pegunungan juga gitu. Terus yang di sisi selatannya bisa lihat sunset atau view laut kayak gitu. Wah. Iya ya. Dan jadi ini juga udara juga lewat ya. Betul. Jadi secara cross ventilation juga cukup baik karena kan dua sisinya kita buka kan. He. Jadi kadang kalau cuacanya lagi adem-adem itu kita enggak usah pakai AC gitu. Benar. Benar. Itu juga lumayan menghemat juga lah. Terus kalau dilihat juga cahaya mataharinya juga open banget kan. Jadi kalau enggak terlalu ee mendung tanpa hidup lampu pun sebenarnya juga enak gitu. Jadi efisien juga ya sebenarnya. Lumayan. Lumayan. Apalagi juga high ceiling. Jadi kayak e udara-udara panas juga ke ketrap di atas ya. Betul. Betul. Selain itu boleh ceritain enggak konsep dari ee master bedroom-nya ini? Oke, dari master bathroom-nya kalau dilihat Pak William untuk bed frame-nya ini atau dipanning kita buatnya pakai batu juga nih gitu. Tapi beda dengan island yang di kitchen ini kita buatnya baton dulu baru kita clading dengan batu gitu. Oh, karena berat ya kalau misalnya beri berat dan membanik beton juga kan gitu. Iya, benar benar benar. Terus tapi kita pilih batunya juga yang mirip-mirip dengan e islandnya itu sendiri gitu. Jadi tapi kayak batu juga ya. Iya sama. Heh. I ras kayak maksudnya rasanya juga kayak kayak batu padahal. Padahal cuman cliding doang ya. Betul betul. Oh terus di sini ada small wardrob dan aku juga noti ada kelambu. Ini emang salah satu part of the konsep atau gimana. Ini kayak romantis banget ya sebenarnya. Iya. Sebenarnya kan kalau dari segi kenyamanan kalau kita tidur di siling yang agak tinggi kan agak kurang nyaman ya gitu. Oh, makanya kadang kalau sering lihat di vila-villa yang atapnya tinggi itu pasti mereka ada kelambunya kayak gitu-gitu. Jadi di sini juga kita buat ee atau pasang kelambu cuma kita enggak mau terlalu bentuk atau gimana. Jadi kita buatnya kelambu yang simpel aja yang hanging nanti mengelimuti si kasur atau bet ini sendiri kayak gitu. Oh, jadi walaupun silingnya tinggi, kita tidur di ee bawah kelambu lebih nyaman kayak gitu loh. Oh, itu aku juga bahkan baru tahu sih kayak fungsinya kelambu itu biasa dipakai buat ruangan-ruangan yang tinggi-tinggi ya. Betul. Terus kalau kita jalan lagi ini ada hal unik nih yang mau aku sampein ke Pak William. Wah, ini apa nih di area bat room-nya tapi atau gimana? Itu kok ada di bawah. Nah, ini sebenarnya kan e dari villa kan umumnya harus ada batap ya. Iya. Tapi kita enggak mau juga nih bikin batap yang batap pada umumnya yang standing batap kayak gitu-gitu. Oh. Tapi biar enggak mengganggu view juga. Jadi kita propose waktu itu gimana kalau batapnya tuh kita bawa ke bawah lantai gitu loh. Ke bawah lantai. Iya. Jadi kalau misalnya enggak kepakai ya jadi decking seperti pada umumnya kayak gini. Jadi maksudnya gimana tuh? Kalau di Nah, kalau misalnya kita buka seperti ini. Oh, ini bisa dibuka. Wah. Oh, ini relingnya. Jadi sistemnya seperti pintu sliding atau rel gitu. Jadi kalau kita tarik langsung ada batap di bawahnya. Wow, keren banget. Dan ini gimana pemasangannya tuh? Gimana nih ceritanya, Pak? Jadi untuk teknisnya atau pemasangannya kita ee mikirkan membuat kotak beton dulu, ya. Jadi waktu lantai du ini di cor, kita emang sudah siapkan bak betonnya kayak gitu. Heeh. Jadi setelah buttonnya selesai, terus kita tahap finishing baru si bataknya kita bentuk sesuai sama bentuk yang kita mau gitu. Jadi dalamnya juga udah kita pikirkan, lebar dan panjangnya juga kita pikirkan demi kenyamanan e kliennya juga kayak gitu. Wah. Dan dan beratnya juga kan ini aku juga sadar ee itunya ee tebal floor to ceiling yang di sininya itu kan cuman kayak 50 cm. C. Betul. Ini kan berapa? agak beda. Nah, sebenarnya untuk di sisi Bat ini berada di sisi teras e living room ya. Jadi bukan direct di bawahnya living room gitu. Ini klien pun juga surprise banget waktu kita ajin apa e konsep seperti ini karena dia juga senang sesuatu yang unik kan gitu. Jadi kita juga berpikirnya atau kita deliver idenya pun juga kita coba keluar dari pakem-pakem pada umumnya juga lah gitu. He. Walaupun memang waktu konstruksinya kita juga lebih meres otak juga nih. Gimana sih bikinnya biar tetap e estetik tapi juga fungsional kayak gitu-gitu loh. Jadi kayak tutup decking ini juga kita pikirkan waktu tariknya itu bagaimana. Kita juga sempat tr try and error juga untuk si relnya ini kan kita juga enggak mau terlalu tinggi kan daging ini kan. Jadi kita pilih ee relnya yang pendek tapi masih kuat juga kayak gitu-gitu. Relnya pendek tapi masih kuat. Iya. Kalau misalnya dari ee sinknya sendiri buat cuci tangannya itu ee pakai material apa tuh, Pak? Ini sama seperti lantai ya, kita pakai bahan teraso. Jadi ini juga kita cor dulu, cor beton kita bentuk seperti ini. Baru kita lapisi dengan ee teraso kayak gitu. Terus sama seperti shower yang di bawah juga untuk basin mixernya ini juga custom. Oh, iya ya. Kayaknya dari klien itu suul buat ininya ya. Betul. ya karena dia juga enggak mau sesuatu yang standar juga kan si ownernya gitu. Tapi challenging-nya memang mungkin nanti tips and trick-nya juga karena kadang kalau sesuatu yang custom tuh ukrannya beda kan benar dari brand-brand yang sudah biasa kita pakai. Jadi emang harus benar-benar diperhatikan juga adjustmentnya waktu pemasangan kayak gitu. Oh wuit harus harus didesain lagi dong ya. Harus diadjust lagi. Betul diadjust lagi di lapangan kayak gitu. Kalau soal kayak tantangan-tantangan dari konstruksi ini, kita bisa ngobrol-ngobrol lagi di bawah kali ya. Boleh, boleh. Oke, yuk kita ngobrol dulu di bawah. Oke, sekarang aku pengen nanya-nanya nih soal durasi penting dari desain sampai konstruk. Untuk situ berapa lama sih, Pak? Oke, untuk ee desainnya sendiri kurang lebih itu 3 bulanan ya. Heeh. Karena kita kan dari awal karena tanahnya juga bukan satu petak tapi memanjang gitu kan. Jadi kita seperti biasa biasanya ada konsep ee block plan yang dulu kita sama owner mau pastiin dulu nih kita mau bagi berapa villa, terus peranya itu mau ada berapa bathroom kayak gitu-gitu. Terus setelah itu selesai baru kita biasanya lanjut ke gambar eh desain schematik baru lanjut ke construction drawing atau gambar kerja gitu. Terus untuk konstruksinya sendiri itu kurang lebih 7 bulanan ya dari awal ee 2023, Februari atau Maret itu selesainya sampai di akhir tahun 2023 juga kayak gitu. Kalau misalnya soal kayak ini kan di Bali nih kita kan ee dari owner sendi tuh dia ownernya orang Bali lokal atau orang luar? Oke. Kebetulan ownernya ini dari luar ya. He. Terus eh owner ini sendiri pun juga kenal sama kita dari temannya mereka juga yang udah kita pernah buatin vilanya gitu. Jadi referensi mulut ke mulut lah gitu. Bianya kalau orang luar kan mereka lebih trasa itu kalau dapat referensi dari temannya kan. Kadang mereka juga enggak berani tiba-tiba nyari orang dari sosial media atau lain sebagainya. Benar sih. Jadi kalau udah ada yang jadi mereka happy dengan hasilnya, baru mereka biasanya lebih trust kayak gitu. Oh. Boleh diceritain enggak mungkin dari ketemuan sama klien gimana prosesnya? Waktu itu kita lagi ngajakin villa temannya kliennya ini ya gitu. Terus dia mampir ke proyeknya lihat berjalan oke terus sampai selesai juga gitu. Jadi saat villanya sudah selesai, ownernya diset kayaknya aku mau bikin juga deh villa satu di daerah sini kayak gitu. Terus dia minta tolong ke kita juga untuk bantu nih pilih-pilihin lahannya yang cocok atau yang sesuai kayak gitu. Jadi kita bantu waktu itu kita dikasih pilihan tiga atau empat opsi lahan kan. Jadi kita berikan dari sudut pandang arsitek aja. Oh yang ini nih bagus nih lahannya. view-nya ke sini. Tapi nanti konstruksinya bisa mahal karena lahannya jauh lebih rendah daripada jalan lain sebagainya kayak gitu mungkin. Terus yang lahan berikutnya mungkin kita juga bilangin nih potensi kebisingan juga nih karena dekat sama jalan, terlalu banyak sama tempat tinggal juga lain sebagainya kayak gitu-gitu. Jadi pas pilih lahan ini itu yang beda sama lahan lainnya. Betul. Akhirnya apa? Karena dari segi lingkungan masih tenang ya. He. Terus ee belum banyak konstruksi juga. Terus ee viewnya yang tadi kita bahas juga. Jadi lahan ni ada dua potensi lah. Ada view gunung di sisi utara dan view laut dan sunset di sisi selatannya kayak gitu gitu. Oke. A si kalau soal budget kira-kira boleh di boleh dipel enggak nih? Oke total budgetnya ini kurang lebih sama furniture ya kurang lebih 1,7-an gitu. Heeh. 1,7-an. Iya. itu e kos yang paling besarnya di sisi atap sih sebenarnya sih karena atap lengkung itu kan bentuknya agak beda kan dan challenging kan jadi strukturnya biasanya kalau misalnya villa pada umumnya kita pakai baja ringan kan kosnya lebih murah terus atapnya genteng karena kita mau ngajar bentuk lengkung ini kita harus ada batonnya dulu di dua sis terus kita pakai struktur baja pipa kayak gitu terus penutup atapnya juga pakai atap aspal yang kita tahu kosnya yang paling mahal lah Wah, untuk finishing atapnya lah kayak gitu dibanding genteng atau material lainnya kayak gitu. Kalau misalnya teman-teman pengin nanya lagi nih soal karya-karya lainnya itu Heeh. bisa nanya ke mana nih, Kak? Pak, oke kita bisa ee kita ada ee akun Instagram di Jena Architek dan kita juga ada website juga Jena Architek. kita post eh beberapa eh karya-karya kita di IG dan di website. Mungkin teman-teman yang mau apa tertarik melihat karya kita lebih jauh bisa melihat ke Instagram atau website kita. Oke, langsung saja teman-teman mungkin dari situ aja Pak. Thank you banget buat ee house tour-nya kali ini. Sama teman-teman kalau pengin nanya langsung aja ke komen dan dan jangan lupa untuk like, share dan juga subscribe. Bye bye. Oke, thank you. Bye bye.

Lihat di YouTube