Jungkat

Ada Harga, Ada Rupa ! Ini Yang Bikin Legion Pro 5 OP Abis !! (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Kita kasih nama laptop ini si overper karena dia punya otot sekuat Arnold Swaren Seneger tapi tampangnya secakep Paul Walker. Kalau dipakai cewek bikin para cowok auto gemeter, tapi kalau dipakai cowok bikin cowok lain kebling kalian. Ya udah gak usah sok ganteng kayak Justin Bieber. Selamat menonton calon miluner. Hai Andika guys di sini kalau setelah nonton video ini kalian masih bilang laptop ini kurang, mending kalian ke dokter mata atau ke dokter keuangan karena fix yang salah itu kalian bukan laptopnya. Kenalin ini adalah Lenovo Legend Pro 516 AFR10 dan isinya bukan prosesor laptop normal yang biasanya kita kenal. Dan kita ada info penting nih buat kalian karena ya kita dapat bocoran dari orang dalam. Harga laptop bakalan naik lagi karena RAM ya seperti yang kita tahu disikat sama perusahaan AI. Jadi kalau kalian udah ada rencana beli laptop mending enggak sekarang sih sebelum nanti cuma bisa bilang, "Ah, dulu harganya lebih murah deh." Tapi sebelum kita masuk ke performanya, kita masuk ke penamaannya dulu ya. Karena Lenovo ini salah satu brand yang penamaannya menurut saya paling gampang. Enggak kayak brand lain yang namanya itu kayak password Wii. Tapi istilahnya itu enggak jelas. Lenovo itu rules-nya simpel lah. Pokoknya kalau kalian lihat ada Lenovo Legend Pro berarti itu kasta tertingginya Lenovo. Terus kalau diikutin angka Pro 5, Pro 7, Pro makin tinggi angkanya makin brutal performanya. Makin dekat juga dengan kebangkrutan karena makin mahal. Terus kode 16 AFR10. 16 itu menandakan kode layarnya. Berarti dia 16 inch. Terus huruf AFR itu kepanjangan dari AMD Fire Range alias dia pakai platform AMD 9000 series. Dan yang dipasang di laptop ini, wih prosesor monster beneran. Terus yang terakhir ada angka 10. Nah, angka 10 itu menunjukkan generasi bearbon dari Lenovo Legend-nya. Jadi kalau ada Lenovo Legend Pro 5 tapi belakangnya 10 pasti ya bearbon-nya atau casing-nya itu bakalan mirip-mirip samalah kayak gini. Yang beda itu cuman spesifikasinya aja. Makanya kalau kalian perhatikan secara body, laptop ini ya mirip dengan Legend Pro 516 AD R10 yang pernah kita review juga. Tapi yang beda itu salah satunya ya di bagian prosesor. Dan ini adalah salah satu prosesor yang menurut saya paling luas yang pernah dipasang sama Lenovo. Apalagi after sales atau jaminan garansi di laptop premium Lenovo itu enggak pernah main-main. Di laptop ini dikasih garansi 3 tahun full di cover ADP plus loh. Dan klaim ADB-nya enggak cuma sekali aja tapi bisa diklaim berkali-kali. To benchmark ya. Oke, Mas Dik. Buset Rp36.000. Saya kira 36.000 itu biaya buat benchmark bayar ke ito. Ternyata bukan ya. 36.000 adalah skor dari R23-nya. Gila, kencang banget. Ternyata di dalamnya ini dia pakai prosesor AMD Ryzen 9 995 HX. Dan ingat ya, HX di sini tuh bukan hanya singkatan, tapi HX itu high performance extreme. Yang artinya apa? Intinya prosesor ini memang dilahirkan buat bukan hidup irit. Intinya itu dia gas pol dulu ngirimnya. Nah, prosesor ini punya 16 skore dan 32 trad yang secara jumlah dan turbo clock bisa sampai 5,4 GHz. Emang kelihatan sama kayak seri sebelumnya, tapi jangan tertipu dulu karena dia punya arsitektur Zen 5. Secara angka performanya itu naik sekitar 10 sampai 15%. Memang kayak dikit ya 10 sampai 15, tapi di dunia CPU 10% aja itu udah kencang banget. Konfigurasi TDP-nya direntang 55 sampai 75 watt plus. Plusnya ini biasanya tergantung tuningan dari brandnya. Dan sebenarnya kalau kita ngomongin 75 watt di laptop itu sebenarnya udah lumayan enggak lazim loh ya. 75 watt itu udah kayak lampu bolam yang terang banget. Tapi kalau kita lihat power dari adapternya memang 245 watt ya. cukup banget untuk handle spesifikasi monster di laptop ini. Dan enggak cuma itu, baterainya sebenarnya secara kapasitas gede kalau dibandingin laptop dengan ya prosesor seri U. Dia ada di 80 wat hour. Cuman karena ini memang laptop gamingnya enggak mikirin efisiensi, intinya gaspol remblong ya dia boros ya. Ya, laptop gaming pada umumnya. Dan pas kita tes di modern Office, dia cuma tahan 3 jam aja ya. Kalau dibandingin dengan laptop prosesor seri HS atau U ya memang boros. Selain jumlah core dan juga TR yang keroyokan tadi, L3 case-nya juga gede banget. 64 MB. Ya, analogi gampangnya si L3 Case ini ibaratnya kalian kerja tapi ada piring yang isinya itu cemilan di sebelah kalian. Jadi kalau misalkan kalian mau makan tinggal ambil aja makan gitu. Jadi enggak perlu ambil dari storage atau RAM, enggak perlu ambil dari kulkas yang ada di dapur yang bakalan butuh waktu lama untuk jalan ke sana. Efeknya langsung pas dipakai itu dia apa ya? E dia itu gak kerasa eh enggak responsif ya kayak saya ini tadi dia bakalan responsif ngomongnya lancar enggak nyendat-nyendat enggak gagap. Untuk RAM-nya konfigurasinya dual channel 32 GB DDR5 yang kalau sekarang kondisi RAM lagi naik RAM-nya ini kita cabut kita jual kita bisa beli laptop entry level. Gokil kan? Stnya juga udah dikasih 1 TB nvmi Gen 4. Tapi beda dengan kebanyakan Genf 4 yang lain. Genf 4 di laptop ini speed-nya kencang banget. Redit-nya 7200 Mbps w-nya 5800 Mbps. Kalau 1 TB dirasa kurang, tenang, Lenovo juga masih ngasih satu slot kosong lagi dan support NVM Gen 4 juga kok. Selain itu, JPU-nya juga gak bisa dibilang enteng juga karena dia pakai Nvidia RTX 5070 GDDR7 yang TGP-nya 115 watt. Bisa dibilang 115 watt itu salah satu yang paling kencang lah di mobile atau di laptop. Jadi dia udah pakai CPU monster Ryzen 9995 HX, RAM 32 GB plus RTX 5070 full power lagi. Ibaratnya ini laptop dia bukan minta dites ya, tapi malah nantang untuk dites. Okelah, kita mulai dari benchmark sintetisnya dulu. Tadi si Itok ngomong R36.000, tapi faktanya pengujiannya hampir sentuh di R7.000. Dan gak cuma skornya aja yang bikin melungguh, konsistensi performanya juga bikin geleng-geleng kepala ya. Walaupun performa tinggi ini skornya enggak pernah sentuh di bawah R36.000. Bahkan di bawah 36.500 aja enggak. Kalau untuk mode baterai only karena memang ya adapternya tadi 200 watt lebih. Adapter 200 watt tadi dicabut ya logikanya bakalan ada penurunan performa. Wajar. Dan penurunan performanya itu sekitar 40%. Dan penurunan 40% itu skornya masih di 22.000. R000 itu pun masih kencang banget. Dan yang bikin menarik setelah Cinebensch R23 tadi dia lariin maraton 10 lab atau kita running 10 kali suhu rata-ratanya ada di sekitar 82 derajat celcius. Padahal perlu diingat si Ryzen 9 995 HX ini secara desain masih aman sampai 100 derajat celcius. Artinya di kondisi full load pun sistem pendinginnya masih punya ruang nafas dan enggak kerja di ujung tanduk. Ya, ibaratnya sama kayak tadi, dia lari maraton 10 lab tapi enggak keringetan sama sekali. Soal konsumsi daya juga enggak kalah absurd. Tadi sempat kita tes TDP dasarnya itu di 75 watt, tapi pas dipantau lebih dalam power CPU-nya bisa naik sampai 122 watt. Ini sebenarnya angka yang cukup gila untuk sebuah CPU di laptop yang menandakan berarti tuningnya Lenovo ini benar-benar bagus. Jadi prosesornya itu enggak ditahan-tahan tapi cooling-nya tetap bagus. Performa basem max sintetis CPU tadi kalau kita tarik benang merahnya ke relu skenario contohnya di editing Adob dengan template yang memang biasanya kita pakai export ke 4K itu selesai dalam waktu cuma 53,76 detik enggak ada 1 menit. Kalau export full HD cuma 30,30 detik. Gokil. Dan kalau kita lihat rendering tadi, CPU-nya itu bisa diangkat sampai 90 watt. Makanya ada tulisan 75 watt plus tadi. Karena kadang saya itu merasa heran dengan laptop gaming yang dia itu klaimnya wah bisa sampai 100 watt tapi real skenarionya di bawah itu. Tapi ini enggak. Dia klaimnya di atas itu. Nah, yang menarik lagi di sini nih. 3D Max biasanya laptop gaming itu skornya ya dapatnya di 80-an% lah ya untuk time spice test ya. Tapi si Lenovo bisa dapat angka 98,70%. Angka yang lumayan bagus banget untuk stability. Kalau untuk skor spy, fireestrike, dan solar B-nya udah kencang bangetlah. Kalian langsung lihat aja di sini. Nah, Benchmark GPU ini kalau kita tarik benang merah lagi ke rendering 3D juga kencang banget. Jadi blender template BMW, CPU rendernya selesai dalam waktu 1 menit 3 detik aja. Kalau pakai GPU-nya GPU render 15,10 detik aja. Gila sih. Kalau dipakai buat kerja, wah ini sebenarnya terlalu overkill ya. Contohnya kalau misalkan kalian mau export powerpoint ke PDF 150 slide, selesai cuma dalam waktu 6 detik aja. Excel randomis data yang large, gede banget itu cuma di 23 detik aja. Intinya kalau kalian buat kerja laptop ini udahlah terlalu overkill, tapi ini kan laptop gaming, Bang. Gimana kalau dibuat untuk gaming? Oke, kita cobain juga disclaimer dulu sebelum masuk ke tes gaming. Lenovo ini punya software yang namanya Legend P. Nah, di situ kita pakai mode performance dengan kondisi dicas rata kanan dan GPU-nya juga bisa di OC. Nah, ini fitur OC-nya juga udah kita aktifin di Legend Space-nya. Dan hasilnya kalian lihat sendiri aja kayak Wa, dia bisa 120 FPS dengan average 108. Valoran tembus di 235 fps. BTW, ini settingan rata kanan ya, Dota 2 117 FPS. Cyberpunk dengan resolusi 2,5K. PT Racing-nya on. Di LSS ada di balance multifame generation-nya 4 kali bisa 117 FPS. Indiana Jones kita juga sempat coba Black Meid Wukong terus Monster Hunter semuanya dilibas. Untuk lebih jelasnya kalian lihat chart ini aja enggak ada kendala sama sekali. Dan yang menarik suhunya pas kita coba main game kayak di game Black Mid Wukong contohnya ya suhunya itu hit di 98 derajat Celcius. GPU-nya hit di 85 derajat celcius. Tapi yang menarik saat kita tes su permukaannya itu dingin banget dan kalau kita coba bongkar ternyata memang metal blocking di laptop ini gede banget. Hampir tutupi semua bagian mainboard-nya. Mungkin ini ya faktor yang buat performanya liar, bisa dijinakkan. Teknologi sistem cooling ini sama Lenovo dikasih nama Legion Cront Hyper. Walau sebenarnya hepad-nya cuma ada tiga, tapi kalau segede ini gimana enggak dingin coba? Dan pas kita tes su permukanya, suhu tertinggi seperti biasa di atas keyboard itu 45 derajat Celcius, tapi tombol WD dan tombol-tombol lain yang biasanya kita pakai itu di bawah 40 dengan 37,2 derajat celcius. Dan kenapa kita dapat performa kencang tapi tetap dingin? Karena Lenovo punya teknologi bernama Lenovo AI Engine Plus. Performanya itu dibantu sama chip La A1 dan LA3. Di mana laptop ini bisa ngatur tenaganya sendiri. Intinya dia jaga performanya tetap kencang, stabil, dan enggak gampang panas tanpa perlu kita atur manual. Sekarang kita bahas layarnya ya. Kenapa layarnya kita bahas setelah performa? Karena jujur aja percuma laptop kencang kalau misalkan layarnya ya urik ya karena bakal battle neck. Tapi di Lenovo ini layar juga termasuk salah satu alasan kenapa dia layak banget dipertimbangkan. Sesuai namanya 16AF RR10, jadi dia 16 inch 16 bing 10 resolusinya 2,5K bukan full HD plus ya. Lenovo juga lagi senang-senangnya pakai panel OLED di laptop gaming mereka. Plus dia udah ada sertifikasi display HDR True Black 1000 dan ya hasilnya emang cakep ya. Hitamnya itu dalam warnanya keluar. Nonton atau ngedit itu kelihatan mahal. Cuman ada satu hal yang mungkin ke depan bisa diperbaiki sama Lenovo yaitu refresh ris-nya cuman 165 Hz. Padahal kalau kita lihat tes game tadi dia tembus di atas 165 Hz semua. Ayolah ya Lenovo mungkin ke depan bisalah minimal 180 Hz lah atau 240 Hz lah ya. Memang ada di Lenovo Legend Pro yang lain yang lebih tinggi. Tapi kalau misalkan bisa dimasukin di sini juga uh menurut saya bakal lebih cakep lagi sih. Karena ya ibaratnya masa naga dikasih sayap burung pipit kan kayak enggak cocok ya. Tapi yang menarik di layarnya ini ada di pengaturan warnanya sih sebenarnya. Di pojok kanan bawah kita bisa langsung ganti profile warna. Ada sRGB, Adob RGB sampai Re 709 tinggal klik enggak perlu ribet. Kita juga udah tes semuanya pakai Kalman. Jadi bukan kata-katanya ya. Dan hasilnya mode DJI3 sama default itu yang paling cakep. Coverage warnanya tinggi, akurasinya juga aman. Brightness-nya sampai 475 cukup tinggi. Jadi dipakai di ruangan terang masih kelihatan jelas. mau ngedit preview atau sekedar mantengin timeline berjam-jam layarnya masih enak di mata. Dan baselnya ini juga tipis ya, dia punya basel 91,7% screen to body ratio. Tipis banget bagian bawah aja yang memang tebal untuk nopang layarnya. Intinya kalau soal layar sih saya enggak ada komplain kecuali di refreshernya yang mungkin bisa lebih digedein lagi. Untuk kamera di atas kertas spesifikasinya dia 5 megapel dan kualitas kameranya kira-kira seperti ini. Masih ada noise ya. Ya, standarnya kamera seharusnya sih kalau Lenovo bisa 1080p 60 FPS atau bisa bikin webcam gaming-nya ini oke, bakalan cakep juga karena gamer itu kan pasti ada beberapa yang streaming juga ya. Dan kalau streaming pakai webcam eksternal itu ribet banget ya. Kalau kayak gini sih menurut saya harus pakai webcam eksternal ya biar lebih bagus lagi kualitas streamingnya. Kalauurusan keyboard, jujur kalau kita ngomongin keyboardnya Lenovo itu saya paling malas ya bahas keyboardnya Lenovo itu panjang-panjang. Bukan karena dia jelek, karena dia konsisten. Keyboard-nya itu salah satu yang paling enak. Ngetik di sini tuh enggak lelah kayak habis panjat tebing karena travel distance-nya pas terus nyaman buat spamming pas gaming. Ditambah lagi karena gaming jadi dia RGB dengan 24 zona. Tapi kalau saya pribadi enggak suka RGB. Biasanya saya ganti ke static. Tapi ya bebas sesuka hati kalian mau ganti kayak apa. Soal touchpad sih feel-nya standar aja ya. Bahannya ABS dan gampang magnet fingerprint. Jadi harus sering-sering dibersihin. Cuman kalau punya laptop gaming menurut saya sih ya harus sering bawa mouse ya. Karena saya sih enggak bisa ya main game Valoran pakai touchpad. Mungkin kalian bisa. Tapi kalau kalian bisa dan menang sih saya salut sih karena susah. Gimana mau main game pakai touchpad kan capek. Lenovo juga terlihat terlalu niat ngerjain laptop ini bahkan sampai urusan port pun mereka all in. USB type A ada tiga, ada salah satunya yang sudah 10 Gabbit/s. USB 2 hmm haram sih hukumnya di laptop ini ya. USB type C-nya juga salah satunya support power delivery sampai 100 watt dan bisa dipakai buat display port juga yang bikin makin lengkap gigabit atau RG45 Lnya ini masih dipertahankan. Jadi mau kerja gaming atau butuh koneksi yang lebih stabil enggak perlu dongel-donggelan lagi. Dengan kombinasi gear kayak gini dia bisa terkoneksi dengan empat monitor sekaligus. Terus untuk koneksi yang wireless-nya Wi-Fi-nya dia udah ada yang terbaru WiFi 7 dengan Bluetooth 5.4. Tapi percuma sih kalau providernya masih pakai WiFi 5. Wifi server itu menurut saya masih mubazir aja di Indonesia. Seperti yang udah saya jelasin di awal, angka 10 di belakang laptop ini berarti menandakan dia bare generasi ke-10. Yang secara desain atau artinya apa sih 10 itu? Berarti dia secara desain identik sama Legend Pro 5 lainnya. Yang belakangnya juga ada angka 10 kayak seri 16 ADR10. Jadi kalau kalian lihat di toko-toko kok mukanya sama semua jangan bingung karena Lenovo itu mungkin prinsipnya ya kalau udah ganteng ngapain diganti? Yang penting kan hatinya. Wih, tapi J enggak engak jeruannya. Tapi HT itu kan juga jeruan ya. Terus soal BD quality laptopnya juga kerasa solid banget ya. Walaupun beberapa masih pakai plastik ABS tapi sayangnya masih ada magnet fingerprint. Desainnya itu sebenarnya simpel tapi entah kenapa kayak mengintimidasi gitu. Jadi kalau misalkan kita ke cafe bawa laptop ini cetas itu kayak laptopnya ngomong ini Lenovo Bos. Minggir dulu. Paling komprominya karena dia butuh airflow yang gede karena prosesor GPU dan juga RAM-nya tadi juga yang powerful banget. Jadi komprominya ada di compactnya ya. Dia tebal. Jadi tebalnya itu kalau ditutup ada di hampir 3 cent, 2,59 cm. Kalau misalkan di bawah bobotnya di atas 2 kg belum chargernya yang 200 volt tadi. Jadi ya memang wajar kayak gitu ya. Berat. Untuk speakernya not bad lah. Tapi kalau saya beli jujur ada banyak yalah yang lebih oke dari ini. Tapi setidaknya kalian bisa setting-setting pakai software Nahim biar experience gaming kalian makin impresif. Ya, kurang lebih suaranya kayak ginilah. kau men gila ini tak biasa tadi saya sempat mention tentang legend space sebenarnya legend space ini fiturnya banyak sama kayak Lenovo Vintage ya semua pengaturan penting ngumpul di sini di Legend Space kalian bisa atur mode performa mulai dari mode santai sampai mode ngebut. Mau laptopnya adem atau irit atau mau semua tenaga dilepas buat gaming dan render tinggal klik di sini. Kalian juga bisa atur fan profile. Jadi mau adem atau lebih agresif bisa. Terus ada software lagi yang namanya Lenovo AI Nov. Ini menurut saya juga cakep. Semacam asisten AI bawaan Lenovo yang fokusnya bukan cuma chat doang ya, tapi lebih ke ngurusin hal-hal di laptop kita kayak bantu cari file, rangkum dokumen sampai bikin kita tanya berdasarkan pengetahuan yang kita simpan di laptop. Yang menarik fiturnya ini jalan di offline, jadi gak butuh internet. Terus karena ini barang resmi, garansi resmi, bukan garansi PI atau disry, jadi dia sudah include sama tas jelas. Terus include preinstall Windows 11, Office 2024, dan Office 365 basic. Jadi bisa sinkron dengan Microsoft Copilot juga yang bikin makin tenang karena harganya nanti saya spill dia lumayan. Lenovo itu udah terkenal ADP-nya dan ADP-nya Lenovo itu 3 tahun ya, enggak 1 tahun. Jadi kalau misal suatu saat entah laptop kalian itu kebakar, kongslet, jatuh, asal gak kalian gadaikan hilang aja masih digaransi loh sama Lenovo ya. Ya intinya human error 3 tahun ke depan itu masih aman. Fitur-fitur mahal Nvidia di laptop ini juga bisa jalan maksimal mulai dari Nvidia app. Di sini ada EI untuk bantu settingan optimal di setiap game yang kita mainin. Terus ada juga Nvidia Broadcast yang kualitas-nya jadi naik yang udah kita jelasin di beberapa video lah ya. enggak usah kita jelasin lagi. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Lenovo Legend Pro 5 ini yang harganya untuk SK yang kita review ini ya di Rp33.999.000. Link beliannya di pojok kiri atau di deskripsi nanti kita pasangin dan kita cariin harga yang paling okenya lah. Di harga segini kita bisa dapat laptop monster yang menurut saya allrounder yang dipakai desain bisa, layarnya cakep, dipakai render video juga. Ryzen 9995 HX-nya siap dipakai gaming apalagi semuanya gas aja. Dan yang saya salut tadi coolingnya sih dengan ya TDP dan TGP segede itu coolingnya masih bisa nahan bisa menjinakkan. Salut sih ya buat tuning atau engineernya Lenovo untuk sistem coolingnya. Garansinya juga tercover Legend Ultimate support selama 3 tahun dan ngasih akses langsung ke teknisi yang memang khusus untuk perangkat gaming Lenovo. Jadi lebih expert lah kalau kita mauin kekurangan. mungkin ya kekurangan mm ya sedikit aja ya kayak ya harusnya 180 Hz bukan 165 Hz. Terus karena dia memang laptop yang powerful bukan untuk efisiensi. Ini laptop yang benar-benar butuh performance. Kekurangan lain ya bodinya ini gemo ya. Aduh berat berat banget. Belum lagi adapternya berat lah. Jadi kalian harus rela punggung kalian agak encok tapi kalian dapat performa yang gahar. Kalau ditanya cocok buat siapa? Y, laptop ini buat gamer hardcore yang enggak mau kalah sedik pun ya, editor video profesional juga masuk yang hobi render project berat. Atau kalian yang memang punya budget lebih dan pengen pamer full power ke teman-teman tongkrongan. Overall sebenarnya harganya kalau kita lihat speknya dengan kondisi komponen yang kayak gini harganya menurut saya sih sebenarnya enggak terlalu mahal kok. Saya and see you on the next video.

Lihat di YouTube