Jungkat

Ada Satu Masalah😬 First Impression MacBook Neo (vs MacBook Air M1) (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ada apa nih? Tada. Yo, what's up, guys? Welcome back to YouTube channel sama gua mafin dan nah ini dia yang ditunggu-tunggu, yang dicari-cari dari kemarin ada laptop terbarunya MacBook yang bisa dibilang ini MacBook termurahnya Apple sekarang. Terus nanti kita bakal compare juga di video ini sama Yes. MacBook RM1 yang waktu itu gua review ya. Berarti udah berapa tahun yang lalu ya, udah lama banget. Jadi kita lihat apakah ini menjadi pengganti dari M1 karena dari kemarin kayaknya banyak dimendang-mendingin ya sama kalian di ee rels dan di segala macamnya. Makanya langsung aja kita cek di video kali ini. Langsung aja kita mulai videonya. Let's go. Yes. Jadi untuk MacBook Neo yang gua pilih ini yang warna citrus namanya ya. Jadi dia warnanya kayak stabilo bisa dibilang kayak lemon ya. Dan ya ini dia. Jadi kalau boxnya sendiri tulisannya ya MacBook Neo ini pertama kali MacBook ngerilis varian NE ya. Dan kalau kita cek di bagian belakang ini, gua pilih yang varian 8 GB dan storage-nya 512 GB. Yes, variannya sendiri memang cuma ada dua, yaitu 8256 dan 8512. Enggak ada varian RAM yang lebih gede dari 8 GB karena keterbatasan dari si chipset MacBook ini sendiri. Si A18 Pro yang dipakai berarti chipset dari iPhone 16 Pro, 6 core CPU dan 5 core GPU 13 inci untuk ukurannya dan dengan pikelnya 2408 * 1506. Ini liquid retina display ya. Terus untuk yang varian 512 dia itu ada Touch ID-nya. Kalau yang varian 256 itu enggak ada. Terus ada two USBC port, headphone jack, sama magic keyboard. Dan sisanya ini untuk ukurannya. Uh, wah ada tulisan Hello. Kita angkat. Berbobot juga ya. Ada kertas ya. Sayangnya udah enggak ada stiker-stiker lagi ya. Laptop ini kan tujuannya mungkin buat anak sekolahan atau Genzy atau yang generasi-generasi muda lainnya. Tapi sayangnya enggak ada stiker yang bisa bikin berkesan gitu. Mungkin kan bisa ditempel-tempel di mana. Nah, chargernya ini kita dapat yang Oh, ya. Ini kan charger 20 watt ya. Seperti yang gua pernah candain di video rails, chargernya cuma 20 watt dan kabelnya cuma USB C2C bukan Max safe. Jadi, yes, ini kabelnya yang standar dan ya memang enggak ada port Maxsave juga di MacBook Neo ini. Wah, warnanya cakep banget sih. Huh, look at that. Wow. Ini kayak hero color. Mungkin kalau kena cahaya terang ya. Tapi kalau kalian kelihatan tuh gimana cakep ya. Hijau. Tapi ijaunya lebih strong sih dibanding kuningnya ya. Ya, kayak lime bangetlah. Gold quality-nya mantap banget. Aluminium ya. Ya, ini port untuk USBC-nya dua di samping kiri. Terus ada headphone jack dan sampingnya ini adalah speaker. Jadi dia kayak side firing speaker. Jadi speakernya itu nembaknya ke samping ya, bukan dari belakang. Biasanya kayak MacBook Air itu di belakang atau kalau MacBook Pro itu di kiri kanan gitu langsung ke front firing gitu. Bagian bawah ada rubber fit-nya semua. Dan moment of truth ya yang jadi ciri khas dari MacBook sendiri adalah dia tuh selalu bisa dibuka pakai satu tangan dan itu jadi ciri khas laptop premium. untuk sekarang. Jadi kita coba lihat ya apakah MacBook IEO ini bisa. 1 du. Wah, dan langsung hidup ya suara ciri khas MacBook-nya ya. Nanti gua sekarang set up dulu dan nanti kita akan balik lagi sekalian gua testing lebih lengkap. Let's go. So excited. Uh, nice. Oke, yah. 3 hari kemudian gua udah pakai si MacBook Neo ini dan kurang lebih ada satu masalah yang gua alamin dan bakal gua share ke kalian dalam total 8 poin. So, langsung aja mulai dari setup prosesnya. Seperti biasa kalau gua pakai MacBook gua itu mindahin data dan gua benar-benar pakai MacBook ini ya. Jadi MacBook gua selama sehari-hari. Jadi proses pindahannya ini ada sedikit trouble. pertama adalah karena gua itu punya kabel sekarang itu kan Thunderbolt kompatible sama USB 4. Jadi gua banyak kabel yang USB 4. Nah, itu ternyata enggak kompatibel sama si MacBook Neo ini ya. MacBook Neo ini port USB-nya itu cuma USB 3.2 yang mana nanti juga akan kita temukan masalah utamanya nih. Itu yang gua bilang masalahnya sebenarnya itu. Jadi pas banget kebetulan ee ada Nata kemarin bawa kabel Thunder Ball 3. Nah, itu ternyata Thunder Ball 3 itu aman. Jadi, gua ada kabel TB 3 kita colokin dan proses pindahan datanya lumayan cepat sekitar 250 up to 300 MB bahkan kalau enggak salah ada 4empat 400 ya kalian bisa cek datanya kurang lebih di sini dan proses pindahin sebentar kurang lebih setengah jam ya beres tapi kalau kalian pakai Thunderbot 4 itu bisa lebih kencang lagi di mana MacBook M1 M2 itu Thunderbolt 3 habis itu tapi compatible sampai Thunderbolt 4 juga kurang lebih kayak backwards compatible tapi USB 3.2 itu ini ada yang enggak kompatibel nanti gua share ke kalian. So, langsung aja setelah gua pakai, setelah gua pindahin, gua langsung coba compare soal design dan build quality-nya. Nah, secara dimensi ini tuh sebenarnya lebih kecil ya secara keseluruhannya ya kayak karena lebarnya itu dia layarnya 13 inci aja. Di mana MacBook Air M1 itu 13,3 inci dan MacBook yang M4, MacBook R yang udah desain M2, M3, M4 itu sekitar 14 inci hampir layarnya. Jadi kalian bisa lihat dimensinya ya secara gua sandingin ini di meja side by side. Kalian bisa lihat kalau MacBook Neo ini paling kecil di antara yang lain. Cuma pas gua timbang memang MacBook Neo ini beratnya di tengah-tengah di antara MacBook R M4 gua sama MacBook R1. Ternyata MacBook R1 paling berat. Nah, sekarang kita ngomongin soal desainnya sendiri ya. Memang ini secara bentuk udah berbeda total sama MacBook R1 yang desainnya lancip ya. kayak peninggalannya Steve Jobs yang terakhir. Jadi sekarang udah balik ke desain yang bisa dibilang flat ya kurang lebih sama. Cuma yang gua notice adalah perbedaan utama ada di finish aluminiumnya di mana MacBook Neo ini finish-nya itu enggak sesmooth MacBook Air dari yang M1 bahkan yang sampai M4 juga. Di mana di kalau kalian lihat secara close up ini tuh kayak MacBook Neo ada garis-garis kayak brush aluminium gitu ya. Jadi mungkin finish materialnya agak berbeda atau finish cara finishnya agak berbeda dibandingin sama MacBook Air yang mana MacBook Air tuh kayak lebih smooth gitu finishnya. Ya, mungkin agak susah kelihatan di kamera, tapi itu mata gua notif kayak ada garis-garis eh kayak sikat ya namanya apa? Metode finish brush aluminium kurang lebih kayak gitu. Yang kedua adalah bagian ujung-ujung edges-nya di mana dia itu kayak lebih curve ya, kayak lebih round gitu. Jadi pas dipegang pas buka tutup nih lebih enak ya. Dan seperti yang gua bilang, MacBook ini tuh masih bisa buka tutup pakai satu tangan aja gitu ya, walaupun yang paling murah sekalipun. Dan itu nunjukin engineering level-nya Apple ya, yang bisa ngedesain si Excel-nya tuh sebagus itu. Bahkan buat laptop yang paling terjangkau bisa dibilang buat MacBook gitu. Jadi ya balik lagi secara bisa qut gua sebenarnya enggak mau komplain karena memang dari segi harga ini udah menurut gua dikasih wah banget kalau kita terutama bandingin sama laptop-laptop Windows di kelas harganya. Kita ngomongin bagian keyboard sama trackpad. Yang pertama gua notice adalah sekarang bagian desain ya. Keyboard-nya sekarang minimalis ya. Enggak ada tulisan shift capslock lagi semuanya pakai logo. Kedua, dia keyboard-nya sewarna body ya. Jadi kalau kalian pilih warna lain itu dia akan berbeda sama kayak MacBook Air tuh kan cuma warna hitam ya untuk keyboard-nya. Kalau ini sesuaiin warna ada warna hijau, warna pink, biru ya, silver. Jadi e secara fels juga menurut gua mirip ya. Kenapa gua bilang mirip? Karena ada perbedaannya. Gua ngerasa di MacBook Neo ini dia agak sedikit wob. gitu. Jadi, pas tangan pertama kali taruh di keyboard-nya ya sedikit ada goyang. Kalau kalian biasa mungkin pakai MacBook Pro, MacBook Air, keyboard-nya kan pakem gitu menurut gua. Nah, ini sedikit enggak sepakem R lah. Tapi overall oke-oke aja. Paling trackpad-nya yang mungkin eh banyak jadi perbincangan karena dia enggak pakai force touch trackpad di mana ini tetap e menurut gua sih trackpad ini tuh apa ya? Bikin nostalgia menurut gua. Karena gua ngingetin trackpad ini tuh sama MacBook. Dulu waktu zaman gua kuliah, gua ingat banget trackpad itu tuh menurut gua MacBook sih the best ya. Bukan one of the best, emang the best kalau ngomongin trackpad. Dan gua sampai pakai trackpad itu untuk bikin kalau kalian yang mungkin pernah bikin animasi zaman dulu, kita tuh pakai Adobe Flash di mana kita bikin animasinya tuh per satu frame, 1 frame, 1 frame dan gua bisa ngerjain tugas itu ya, tugas sekolah gua itu pakai trackpad. Gua enggak pakai mouse, pakai trackpadnya MacBook. Karena trackpad MacBook sebagus itu gitu. Makanya itu bisa dipakai ya. Gua enggak tahu sih trackpad Windows, mungkin ada juga yang bagus cuma untuk bikin animasi yang gua mesti precise 1 frame per satu frame ya itu yang menurut gua eh nostalgia. Karena gua ingat banget waktu itu ya rasa gua bikin tugas itu berapa 1 minggu lebih pakai trackpad doang dan setiap hari itu gua bikin. Makanya gua keingat banget feel-nya dan ini yang ngingetin gua sama itu tadi. Dan mungkin buat kalian yang udah lama pakai Mac bakalan ngerasain hal yang sama gitu. Jadi enggak jelek, enggak masalah menurut gua ggak pakai force touch trackpad, trackpad MacBook. Yang ini tetap jempolan. Naik ke bagian atasnya kita ngomongin screen ya. Yang mana kalau kita lihat memang seperti yang gua bilang tadi di awal, dia ee secara ukuran lebih kecil 13 inci. Cuma secara panel menurut gua kalau dilihat mata telanjang itu mungkin agak susah bedainnya ya. Pada gua coba putterin klip HDR ini ya, side by side. Dan gua ngerasa memang paling MacBook New sedikit enggak sevibrant kayak warnanya enggak se MacBook Air tapi sedikit banget kontrasnya. Paling dikit banget, enggak terlalu beda jauh. Nah, untuk resolution angka-angkanya nih gua taruh aja di sini ya. Memang secara specs dia itu kelihatannya di bawah tapi pas dipakai day to day gua enggak ngerasa sebeda itu ya. Ya, secara penggunaan kayak gua kayak merasa pakai MacBook Air gua aja gitu sebelumnya. Enggak ada yang signifikan perbedaannya. Lanjut ke bagian speaker. Yes. Kalau udah pakai layar kita nonton kan gua nonton kemarin dan gua coba comparein side by side. Yes. Memang MacBook Neo ini dia speakernya itu side firing yang artinya dia itu nembak ke samping-samping gitu ya. Dan waktu kemarin gua sempat tes di ruangan yang terbuka itu emang berasa kalau dia itu agak ee beda kualitasnya ya. Enggak ngomong jelek tetap bagus standarnya Apple ya. cuma stereo image-nya gitu. Yang mana ketika gua tadi coba di kantor gua yang ruangannya mungkin enggak terlalu gede ya, berasa banget stereo image-nya gitu kayak karena mungkin dia mantul kan ke dinding ya. Dan kalau kalian yang mungkin di ruangan yang kecil e ya itu jadi feelingnya lebih immersif dibandingin sama speaker yang front firing yang langsung nembak ke muka gitu. Kalau ini tuh speakernya kayak jadi mantul jadi bikin suaranya tuh kayak ada di sekitar kita gitu. Walau memang kalau dari segi matrixnya kayak bass-nya itu enggak senendang ya, apalagi ngomongin MacBook Pro. Kalau ngomongin sama MacBook Air menurut gua masih bisa bersanding side by side, cuma lucunya karena ini side firing ya kalian bisa ya berasa lebih imersif kalau ruangan kalian mungkin lebih kecil kayak gitu kurang lebih. Next, ngomongin performance di mana chip A18 Pro yang dipakai di MacBook New sekali lagi ini adalah chip iPhone 16 Pro. Jadi chip HP itu gua sempat coba compare sama Apple M1. Dan satu hal yang gua notice adalah snappiness-nya. Snappiness-nya itu kayak responsivitasnya itu mirip sama MacBook R4 yang sekarang gua pakai. Dan kalau kita lihat sendiri memang dari segi benchmark udah banyak yang nge-benchmark. Kalian tinggal cek aja. Secara angka single core memang MacBook Neo dengan A18 Pro-nya ini pakai 3 nanm 6 core lebih tinggi angkanya dibandingin sama Apple M1 yang 5 nanm 8 core. Cuma emang untuk segi multior-nya core-nya kurang lebih mirip ya sedikit lebih unggul A18 Pro cuma enggak sesignifikan itulah bedanya gitu. Jadi overall menurut gua kalau kalian yang emang kebutuhannya lebih buat day, browsing, ngetik-ngetik, gonta-ganti tabs gitu ya di browser, pindah-pindah aplikasi, menurut gua sih buat kebutuhan yang ringan-ringan ini bakal lebih dari cukup. Bahkan beberapa teman-teman udah sempat ada yang coba tes untuk ngedit juga ya hashag eh Erwin. Dia udah sempat tes ngedit 4K di Adobe Premier itu aman. Gua cek sih memang beberapa ee dari tes-tes yang ada kalau M1 itu kalau export masih lebih kencang dibandingin sama si A18 Pro. Tapi buat ngedit itu bisa masih ya terutama yang ringan-ringan 4K itu udah aman dilibas. Dan ngomongin RAM-nya nih sekarang ya, RAM-nya memang cuma 8 GB yang mana enggak bisa dixpend karena tadi seperti gua bilang di awal video yaitu soal limitasi dari chipsetnya sendiri yang memang enggak bisa lebih dari 8 GB katanya. Tapi so far gua pakai dengan day to day task gua yang gua ini kalau kalian cek ya banyak gua buka apps-nya ya. Ini so far aman-aman aja gua enggak ngerasa ada apa slowd atau apa. Gua buka berapa nih? Coba kita lihat. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. Ni yang di bawah tuh ya. itu apps-aps yang gua buka semua dan ya gak ada cekukan no hicups so far so good. Jadi buat kebutuhan gua, gua sendiri memang pakai MacBook Air sekarang ya karena gua ngeditnya itu enggak terlalu seberat sebelumnya udah ada tim editor basictech yang semangat semua dengan M4 Max ya walaupun masih ada M1 Pro jadi semoga-moga bisa upgrade ke M5 Pro Apple. Jadi overall secara performance day to day buat kalian yang memang enggak berat ya gua rasa ini A18 Pro gak bakal masalah. Cuma buat specific use case cek aja review-nya di YouTube ya. Buat specific use case gua yang day to day ngetik, day to day nge-script, day to day nonton YouTube, day to day browsing, ini aman banget gitu. Lanjut ke webcam. Nah, ini webcam-nya kecil banget kalau kalian lihat ya di atasnya ya. Tapi dari segi hasil ini gua coba kasih kalian lihat perbandingan sama MacBook Air M1. Let's go. Oke, ini untuk kualitas webcam dari MacBook R1. Ini masih resolusinya 720p ya, yang mana di MacBook Neo itu udah di-upgrade jadi 1080p. Tapi kualitas gambar menurut gua sih masih oke-oke aja ya. Terutama kalau buat video call, skin tone, detail mungkin ya, detailnya aja mungkin enggak setajam nanti bakal ada yang 1080p. Jadi kita coba compare. Oke, ini untuk kualitas webcam dari MacBook Neo ya. Kalau kalian bisa coba lihat perbandingannya, terutama detail di bagian belakang mungkin lebih kebaca. Dan overall sih masih kualitasnya MacBook ya, standarnya MacBook yang udah bagus. Kualitas mikrofon juga bisa kalian nilai ya perbandingannya kayak gimana sama MacBook R1 dan let me know pendapat kalian. Silakan dikomen di bawah. Oke, itu masuk ke poin yang menurut gua jadi masalah utama ya, yaitu di bagian boards ya. Seperti yang gua bilang di awal tadi ya, boards-nya USB di MacBook New ini cuma dua USB type C aja dan dia itu USB 3.2 sama USB 2 ya. Jadi port yang kiri itu USB 3.2 yang mana port yang kencang sampai 10 GB. Port yang kedua itu USB 2 yang cuma 480 MB/s. Apple kenapa sih? Ya pelit banget soal port ya. Cuma intinya memang gua itu kan sebelumnya pakai MacBook Air dari M1 sampai ke M4 tuh semua port USBC-nya compatible sama Thunderbolt. Dan gua kalau kalian semua ngikutin dari lama, gua selalu setupnya itu adalah One Cable setup. Di mana gua itu ada doc, Thunderbol Bolt doc yang semua dicolokin ke sana dan satu buah kabel USBC nyolok ke laptopnya atau ke MacBook-nya. Dan di sinilah masalahnya terjadi di mana MacBook Neo itu enggak bisa connect sama Thunderbolt Dog yang gua pakai. Yang gua pakai itu Thunderbolt Dog. Thunderbot 4, doc, dari brand Anchor. Yes. Jadi, balik lagi ke problem yang utama. Problemnya mungkin karena adalah si Thunderbolt Dognya pakai Thunderbolt dan jadi akhirnya gua coba tes ke beberapa doc lain karena Tim Bas Indotch kan semua rata-rata pakai one cable setup juga karena influence dari saya. Gua sempat tes ke beberapa doc itu enggak bisa. Tapi ketika gua tes ke USB hub yang biasa yang di pasaran yang mungkin kalian juga semua ada itu kompatibel. Si Fen pakai MacBook RM1 pakai USB doc-nya U Green-nya kalau gak salah. Itu bisa jadi HDMI dicolokin ke situ sama charger tinggal dicolokin aja ke port yang kencangnya itu compatible ke monitor. Dia pakai ultra wide 30 inci-nya Xiaomi ya. Jadi sebenarnya kalau kalian pakai USB hub biasa itu bisa aman. Cuma memang problem dari USB hub biasa adalah dia punya kabel enggak panjang jadi mesti ngatur-ngatur dikit. Tapi ya bisa kalau kalian mau extend ke satu layar itu bisa pakai USB hub yang biasa enggak perlu pakai thunderbolt doc yang mahal-mahal gitu. Sama satu lagi soal charging port-nya yang mana memang charger bawaannya kan cuma dapat yang 20 watt lagi-lagi ya. Cuma setelah gua cek charging portnya ini ternyata kompatibel sampai 45 watt tertulis di layarnya ya. Cuma ngecasnya rada slow aja sih gua ngerasanya ya. Kayaknya butuh charger terbarunya Apple yang dynamic 40 watt adapter ya untuk ngecas bisa lebih cepat. Charger bawaannya kalau ngecas 20 watt itu bisa 3 sampai 4 jam baru bisa full baterainya. Dan so far gua pakai sendiri ya. Ini udah kurang lebih berarti 3 hari. Tapi waktu weekend gua enggak pakai terlalu lama ya. Aman-aman aja. Ini baterai masih 52% di hari Senin. Jam berapa nih? Jam 11.00 ya. So far buat dipakai seharian sesuai dengan klaimnya Apple harusnya masih aman ya. Sedikit di bawah MacBook Air tapi menurut gua hemat-hemat aja tergantung ya pemakaian kalian juga. Oke, conclusion dan seperti yang gua pernah bilang di video-video gua sebelumnya pas review MacBook ya, MacBook itu sekarang udah value for money karena buat laptop yang kalian dapat secara performance-nya kencang ya dari cip M1 sampai M sekian baterainya awet build quality-nya dipastikan premium ya at least di kelas harganya bukan at least lagi sih ini bahkan buat harga 500-an dolar tuh udah wah banget gitu. Gua sendiri dapat laptop ini di harga Rp14 juta ya, nitip sama teman dan gua cek sendiri sih di pasaran harganya bakal sekitar di 10 sampai R jutaan buat yang varian ini 512 yang varian tertingginya. Dan buat gua sendiri MacBook Neo emang Apple masih ngasih value yang terbaik sih. Ya memang ada sedikit yang dikurangin ya finish-nya tadi, trackpad-nya, port-nya. Tapi secara value yang dikasih ya tetap menurut gua ini laptop dengan value for money yang bikin musuh geleng-geleng nih. Bahkan CEO-nya Asus kan udah ngomong kalau laptop ini tuh MacBook New ini bikin ya brand-brand Windows harus mikir gitu, harus berpikir keras untuk bisa step up level mereka di saat ya komponen sekarang lagi pada mahal gitu. Jadi pusing semua tuh pasti pimpinan-pimpinan laptop brand Windows ya. So, ya moga-moga jadi motivasi buat laptop-laptop lainnya untuk step up karena ya dunia laptop jadi seru lagi nih karena ada si MacBook Neo ini. Oh ya, ditambah juga MacBook Neo ini klaimnya ya dari IFixed adalah laptop dengan repair atau laptop MacBook yang paling gampang untuk dibenerin ya karena semua parts-nya benar-benar kayak literally plug and play gitu ya. Tinggal cabut, colok, ganti baru misalnya bermasalah. Jadi yung next-nya ya movement-nya. Cuma ya overall itu dulu sih buat impresi unboxing dan ya testing awal. Semoga videonya bermanfaat dan kalau kalian ada yang mau ditanyain coba diskusi di bawah. Nanti gua akan coba pakai long term atau at least kita racunin tim Basch aja. Yang belum pakai Mac untuk cobain MacBook New ya. Let me know komen aja langsung di bawah. Dan itu aja. Semoga videonya bermanfaat kasih jempol. Kalau iya jangan lupa subscribe ke bing. Kita mau 800.000 ya. Gua suka angka delan karena gua lahir di bulan 8. Jadi, please help us help Indotech dikasih subscribe dan hidupin notifikasi biar enggak ketinggalan video-video berikutnya. Let me know pengen diapain si MacBook Neo ini ya. Di-ompare, diapain, dijual. Ya udah, itu aja linknya gua taruh di bawah seperti biasa dan kita ketemu lagi di video selanjutnya. Nama gua Marvin. Thank you so much for watching and coo. Bye byye. Dingin sih, tapi tetap. Uhuh. Oh, iya. Logo Apple-nya tidak glossy-glossy lagi ya ini ya. Kayak cuma Nah, itu yang gua bilang tadi. Kayaknya logo Apple-nya ini di finish-nya kayak yang MacBook Air, sedangkan luarnya ini kayak ada satu level finish yang dikurangin. Kurang lebih kayak gitu.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Apple

Apple adalah brand teknologi premium dengan produk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menghadirkan inovasi, performa tinggi, dan keamanan terbaik untuk produktivitas serta hiburan modern.

Apple Macbook Neo

Bagi Anda dengan mobilitas padat yang mencari peranti komputasi serbaguna, Apple MacBook Neo adalah jawaban relevan saat ini. Terbungkus material aluminium kokoh namun ringan, laptop ini merombak standar kelir tradisional melalui suguhan warna Indigo, Citrus, Blush, dan Silver yang atraktif. Integrasi visualnya makin kental berkat tuts keyboard yang memiliki nuansa...