Jungkat

Adu harga & fitur! Mending Chery TIGGO Cross atau 2 rivalnya dari Jepang? (YouTube Video)

  • 22/05/2025

[Musik] [Tepuk tangan] Di momen lebaran kayak gini memang paling pas buat cari validasi calon mertua. Dan cara yang paling bonafit adalah main ke rumah calon mertua dengan small crossover yang paling laris Honda WRV. Ah, zaman sekarang laris tuh enggak jaminan. Yang penting itu value for money. Ini smart buying. Jadi mertua juga ngelihat kita tuh pintar gitu loh. Cerdas. Smart people. Udah udah udah berisik bertelel semua. Yang penting kan Toyota. Eh, itu udah cukup. Iya kan? Halo semuanya, selamat datang di Autoret Max bersama gua Hil Satrio. Ada Satria Kanaan dan ada Bung Towel. Audi. Ini toowel mah ini nih toowel. Toel hari terakhir ya. Aduh, habis di rujak netizen. Oh iya mirip sih, Bang. lebih. Iya. Oke, seperti biasa kita bikin komparasi lagi ya dan kita lagi di Surabaya. Heeh. Kelihatan dari platnya ya walaupun ada B juga tapi kita di Surabaya dan ini kita bawa semua SUV SUV compact I ya kan dan tentunya ada benang merahnya kenapa kenapa ustaz ya jadi customer atau orang yang berminat sama mobil-mobil kas ini itu biasanya masih kaum mendang-mending jadi e demografinya lumayan menarik ya karena mereka tuh biasanya gimana biasanya betul biasanya mobil-mobil kayak gini tuh dibawa sama atau dibeli sama orang-orang yang baru marit anak satu atau single-single juga buat ke kampus buat buat kuliah ini biasanya mobil king ini cocok biasanya mobil perang mobil perang benar perang dan biasanya juga kalau sudah sampai di segmen ini setidaknya mereka sudah pernah pakai mobil sebelumnya mau itu LCGC mungkin atau mobil atau mobil orang tuanya mobil orang tuanya benar jadi mereka mulai aware ya iya mereka mulai awar jadi mereka udah ada preferensi oh mobil ternyata harus begini harus begitu tapi biasanya preferensi sama duit berbanding terbalik kalau di kaum ini nah biasanya maunya banyak duitnya ngepas ya itu fakta sih kita juga mengalamin sih ya Jadi ya udah kita mau bahas seperti biasa kita akan bahas eksterior, interior, kita akan bahas driving juga ya. Ya, feature tentunya karena di sini tu feature akan cukup penting ya, diadu banget dan paling penting dong bensin efisiensi karena kalau menang mending cuan harus nomor satu walaupun segmen ini dia sudah bisa beli mobil tapi ngisi bensin masih mikir ya tadi masih mikir. Iya. Jadi kita lihat antara Honda WRV dan Toyota Race GRS gimana mereka menantang pendatang baru sih Cherity Gocross ini yang paling baru loh yang menghebohkan ini baru-baru ini harganya menghebohkan aja kita bahas de pertama-ama kita bahas eksterior dulu ya mulai pertama oke sekarang kita bahas soal eksteriornya si pendatang yang baru duluan, si Tigo Cross. Jadi, mobil ini adalah mobil baru sekaligus penerus dari Tigo 5X yang sempat menghebohkan pasar Indonesia juga, tapi sekarang desainnya Tigo Cross ini jauh lebih matur, jauh lebih Eropa kalau gua bilang dia masih mewarisi garis-garis desainnya kakak-kakaknya. Tigo kan artinya Tiger. Wah, jadi mukanya tuh Tiger harimau. Harimau, Mas. Bukan harimau, bukan harimau. Tiger Face. Lampu udah full LED. Desain-desainnya ala-ala Tigo yang kakaknya lebih gede. Pelek juga udah 17 inci. Di belakang juga desainnya udah lebih clean. Lampunya juga dia bening dan ada tulisan Cherrynya. Jadi kesannya lebih elegan. Jauh dong. Plus yang enggak dipunyain oleh dua rival Jepangnya dia udah pakai di fogger. Teknologi 90-an dihilangin. Ah ah. Iya iya iya. Ah lanjut WRV. Sekarang Hondal WRV. Ini adalah small SGV atau small software yang paling kompact dari Honda Brio itu L CGC. Nah, jadi kalau WRV ini udah didesain dan dipikirin semuanya menurut selera ASEAN atau Asia Tenggara. Makanya ada tajam-tajamnya jadi masuk banget selama selera orang sini. Dan untuk trim RS ini dia dapat banyak aer kit atau body kit dari RS, lampu depan LED, lampu sekuquensial, antena shvin, dan kita juga bisa pesan warna two tone untuk Honda WRV ini. Pelek 17 inci dengan twoone atau dual tone. Dan dia punya lampu belakang mirip sama kakaknya atau mungkin abang jauhnya ya, Honda Civic RS. Jadi kalau dari Jak 500 m nih malam-malam ini bisa disangka Civic 50 kilo kali 500 m doang. Kalau itu mah cuman gitu doang bisa bangganya. Ya udah deh, Toyota deh. Toyota deh. Nah, Toyota seperti biasa Toyota race ini adalah opsi yang paling masuk akal kalau kalian mau beli tapi kalian enggak mau punya Daihatsu. I kan daripada lu cengin mending gua cengin sendiri dulu ya lebih aman. Tapi kalau kalian lihat ya mukanya seperti ini. Ini adalah wajah yang sama yang dimiliki lot toaris juga di Jepang. Jadi kalau yang situ Asia Tenggara body kitnya enggak ada. Bud kitnya enggak ada bud kitnya Karawang itu lebih dihatsu GR itu gede rasa ya. Yang jelas wajah depannya ini ala JDM gitu ya dengan grill trapezoidal ala SUV SUV Toyota yang lebih gede juga grillnya seperti ini. Lampu LED pula ada dial juga di bawah ada juga fog lamp-nya dan dia juga masih pakai lampu sein yang sekuensial. Aeroit enggak mau kalah sama yang W RV RS itu ya. Di sini juga ada aerokit dari GRS. Tuton juga ada, Shvin Antena juga ada. Jadi enggak kalah sama kanan kirinya kok. Bagus juga TRD Toyota rasa Dehatsu Sors. TRB JR TRB. Udah udah udah bahas interior deh. I yuk yuk bahas interior ya. Sekarang kita lihat interior Cherity Go Cross. Di sini kelihatan kalau bahan-bahan yang dipakai tuh lebih bagus. Di sini empuk, ada lapisan kulit, ada jahitan. Terus setir sama joknya yang full kulit ini, ini diambil dari abangnya Cherry Omoda. Dan soal kantong lumayan banyak dan lumayan gede. Di sini kantongnya gede. Terus di sini juga ada cup holder. Di sini ada pad, tapi ini bukan wireless charger. Untungnya di sini ada seterol boxnya lumayan gede. Dan ini bisa digeser-geser. Plus ada colokan USB A sama USBC di sebelah sini. Dan enggak cuma itu, kantong di pintunya gede-gede, instrumen udah full layar, head unit juga, dan setirnya bisa tilt dan teleskopic. Satu-satunya di komparasi kali ini. Ruang belakangnya juga gede karena mobilnya juga gede. Tinggi gua 178, ruang kepala bagus, ruang kaki bagus, dan ada armr dan cup holder. Dan bagasinya seperti ini. Interior Honda WRV. Salam satu. pintar ya. Dashbornya sama kayak Honda-Honda lain, tapi di sini dibikin lebih beda dengan lapisan kulit di sini, jahitan merah di sini, aksen merah di sini, plus joknya itu kombinasi bahan fabrik sama bahan kulit. Jadi sedikit lebih berkelas gitu ya. Dan kalau soal ergonomi, Honda top. Jadi biarpun setirnya cuma bisa tilt doang, tapi posisi nyetir udah enak. Di antara ketiganya ini yang paling nyaman buat dikentarin sendiri. Kalau soal kantong standar aja. Di door trip ada kantong, tapi ukurannya biasa. Lacinya juga cukup standar. Ada kantong kecil di sini, colokan, cup holder, dan ada lagi spot buat nyimpan barang-barang kecil. Plus ada center consol box, tapi ini juga kecil. Nah, kalau misalnya di instrumen dia ada layar sama ada jarum analog biasa. Dan layarnya sebenarnya agak kecil sih ya. ada head unit dan kalau duduk belakang, biarpun mobil ini kecil tapi ternyata belakangnya lumayan lega buat mobil sekecil ini. Tinggi gua 178, ruang kepala bagus, ruang kaki juga bagus dan bagasinya seperti ini. Interior Toyota race dari desain dia masih ada kemiripan sama Dehatsu, maksudnya sama Toyota lain gitu ya. Karena ini versi GRS, ada logo GR di headr dan kalau bahan-bahan mungkin kita gak usah expect, semuanya plastik dari atas sampai ke bawah, tapi jog kombinasi fabrik sama kulit. Posisi nyetir biasa aja, tapi setirnya juga cuma bisa tilt tapi enggak bisa teleskopik, tapi ada pedle shift layarnya. Untuk instrumen dia udah layar, tapi enggak sebagus si Cherity Gooss. Dan dia pakai transmisi di CVT. Terus kalau buat kantong-kantong di depan penumpang sama di depan driver ini ada cup holder yang dekat AC, kantong glove box. Oke, standar. Di sini juga ada kantong. Di sini ada kecil dan center konsol box-nya juga agak kecil. Kantong di trim juga agak kecil. Nah, buat duduk belakang juga standar-standar aja. Ting gua 78. Ruang kepala masih oke, ruang kaki juga masih oke. Dan bagasinya seperti ini. Jadi dari ketiga mobil ini Honda WRV sama Toyota Rest kelihatannya punya bagasi yang secara space mirip dan untungnya semua barang kita bisa masuk. Ada Copper 29, Copper 26, coper cabin 20 dan satu backpack. Tapi tig cross ini agak beda karena dia dimensi paling gede sendiri dan masukin semua barang ini enggak masalah buat p beli. Jadi kalau secara space memang tig cross di atas kertas itu jauh lebih gede daripada Toyota Race dan Honda WRV. Oke, setelah eksteriorin interior kita masuk ke satu poin yang mungkin jadi pertimbangan banyak orang kalau beli SUV seperti ini. Yes. Apalagi kalau bukan fitur. Dan kita mulai dari Honda WRV yang paling tinggi jualannya bukan fiturnya. Kalau bagian depan kalau kita lihat dia lampu LED sudah ada, fog lamp LED juga udah ada, lampunya juga udah auto pastinya semua mobil yang di sini sudah auto lampunya. Dan dia begitu kita mau masuk gitu ya, kita bisa remote engine start dari kuncinya. Dan kalau kita mau keluar auto dock-nya juga bisa. Masuk ke dalam kita langsung lihat panel instrumennya. Gabungan antara analog dan digital. Paling kecil sih digitalnya 4,2 inci tapi dia sudah berwarna. Untuk head unitnya dia 7 inci dan sudah ada konektivitas Android Auto dan juga Apple CarPlay. Tapi sayangnya belum wireless ya. AC-nya udah digital, climate control pula. Tapi ya udah itu aja enggak terlalu banyak untuk fitur-fitur secara umumnya. Mobil yang kedua kita bahas tentunya adalah si Toyota Race. Ini adalah yang paling tengah ya di antara komparasi ini. Kenapa? Karena dia sedikit lebih baik daripada Honda WRV. Bagian depan masih ada lampu eh LED juga, fog lamp juga. Lampu seinnya sekuensial sama WRV tadi juga sekuensial ya. Tapi dia enggak ada remote engine start dan sebagainya tapi dia dapat pedle shift di dalamnya. Panel instrumennya lebih gede 7 inci dan juga head unionnya lebih gede 9 inci. Tapi sayangnya dia belum ada konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay-nya. Dan di dalam sini dia dapat AC yang bukan cuma climate, tapi juga dia ada nanoi-nya. Dan untuk airbag ya, dia dapat airbag-nya dua. Wv tadi airbag-nya 4. Tapi sama kalau kalian kepengin dapat yang en kalian harus beli tipe-tipe yang ada adasnya. Honda Sensing buat WRV, TSS buat yang race. Tapi ya jujur aja harganya jadi tinggi banget. Enggak on par kalau kita bandingin dengan mobil yang di belakang ini yang justru fiturnya paling komplit dibanding dengan dua rival-nya dari Jepangnya. Ada ada udah komplit ada 15 fiturnya dan dia juga punya teknologi IOV alias internet of vehicle. Jadi kita bisa akses nyalain mobilnya, nyalain AC-nya dan sebagainya. Ngontrol mobilnya itu via handphone dan itu justru lebih gampang banget. Bahkan gak cukup itu aja, kita masuk ke dalam. Kita akan ketemu langsung layar 10,25* 2 buat panel instrumen sama buat head unitnya. Head unitnya juga konektivitasnya Android Auto, Apple CarPlay sudah wireless. Ada electronic parking brake, ada auto hold-nya juga dia ada TPMS kamera 360, airbag-nya udah dapat langsung en juga dan dia ada colokan untuk type C-nya dan banyak fitur yang lain yang menarik juga. Ada sunroof juga di bagian atasnya. Bahkan AC buat bangku baris kedua. Type C-nya juga ada. Jadi kalau kita bandingin memang fitur paling lengkap ya di mobil ini. Oke, sekarang saatnya kita bahas soal driving atau berkendaranya. Dan mobil pertama yang gua coba tentu saja si pemimpin pasar dari segi volume si Honda WRV atau WRV. Rasanya kayak gimana khas Honda sih ya. Jadi dari posisi duduk dulu, posisi duduknya dia paling sporty, dia paling sedan, paling brio sih sebenarnya di antara semuanya. Visibility-nya bagus, pilar A enggak terlalu gede. Duduknya juga sporty ya kalau gua bilang ya. Setirnya saynya pengaturannya memang enggak ada teleskopinya, tapi dia cukup bisa kita dapetin pengaturan yang pas dan mobilnya sporty banget alias keras bantingannya. Nih kalian lihat nih jalanan sini banyak polisi tidur-pulisi tidur dan bantingannya tuh brio banget banget dan itu berefek juga pada sektor kenyamanan. Dan di luar itu juga NVH-nya juga masih kerasa Brio banget. Jadi suara-suara masih masuk dari lingkungannya maupun dari bagian bawahnya. Enggak buat yang nyaman sih, tapi ini mobil fun banget karena setirnya direct banget. Dan ini juga didukung sama mesinnya, performa mesinnya yang oke banget. Dia pakai mesin 1500 cc. Tentu saja transmisinya CVT. Cuman dia power outputnya itu sekitar 121 PS. Torsinya juga paling gede di antara ketiga mobil yang kita coba kali ini 145 Nm. Otomatis tarikannya tuh responnya memang khas Honda banget ya. Intinya ini mobil buat kalian yang suka nyetir sporty. Dan di antara ketiganya si WRV ini termasuk yang paling kompact. Dia dimensinya cuma 4 meteran lebih dikit, tapi dia paling ngatung, paling jangkung karena ground clearance-nya mencapai 220 mm. Dan memang lagi-lagi kerasanya jadi kayak Brio versi tinggi. Nah, yang selanjutnya adalah si Toyota Race. Jadi Toyota Race ini seperti halnya sebuah Toyota semuanya di tengah-tengah. Posisi duduknya enggak sporty-sporty banget, tapi juga enggak comanding-cending banget. Dibilang sedan banget juga enggak, tapi dibilang visibility bagus juga ok lah ya ibaratnya ya. Setirnya enggak sedirect Honda tentu saja dia cenderung malah kayak lebih berat, lebih ada bobotnya tapi akurasinya ya begitulah gitu. Dan yang gua demennya lagi selain itu juga bantingannya itu loh, bantingan suspensinya dibilang empuk banget juga enggak, tapi dia kayak stroknya ada lebih panjang lebih main jadi comfortnya masih lebih dapat. Tapi tentu saja tidak seseporty si Brio. Nah, bagaimana soal ee dimensinya? Dimensinya dia 4 mrip-mirip sama WRV gitu kan. Cuman entah kenapa ini mobil kerasa lebih berat daripada ee ukurannya ground clearance-nya. Padahal juga sebenarnya lumayan 200 mm. Jadi mobil ini masih kerasa lebih tinggi. Gimana performa engine-nya? Performa engine-nya sendiri dia pakai mesin 1000 cc 3 cinder turbo. Beda sendiri nih dibandingin dua lainnya. lainnya, dua lainnya dia pakai 1500 na. Ini pakai turbo sendiri. Jadi getaran 3 silindernya itu memang kalau dari awal-awal tuh kayak dedutnya kerasa banget. Powernya sendiri juga enggak gede-gede banget 98 PS tapi torsinya lumayan 140 Nm dipadukan dengan transmisi di CVT-nya atau dual CVT-nya Toyodai Toyota Hu. Tarikannya gimana? Cukuplah ya. Enggak sesport Brio. Sor Brio lagi. Enggak sesporty WRV. Brio tinggi. Tapi ini kayak menurut gua ini lebih pantas buat kalian pakai untuk harian. Nah, terakhir driving dynamic-nya si TIG cross. Jadi di antara ketiga ini dia memang ukurannya paling gede. Dia panjangnya 4,3 m. Tapi posisi duduknya dia paling comanding di antara semuanya. Dia kerasa bawa SUV banget. Agak tinggi gitu kan posisinya agak di atas. Cuman sayangnya pilar A-nya masih agak tebal. Jadi, visibility-nya di satu sisi kebantu, tapi di satu sisi agak kehalang. Tapi enggak terlalu menghalangi kalian buat bawa mobil ini untuk harian. Kenapa? Karena mobil ini kerasa kayak mobil satu kelas di atas kedua mobil lainnya. Benar. Sedikit tambahan lagi buat ergonominya, dia korsinya pakai korsinya Omoda, setirnya juga pakai setirnya Omoda. Dan pengaturan setirnya sudah til teleskopik. Jadi, kalian bisa dapetin posisi duduk yang ideal. Jadi, bantingannya itu dia sangat-sangat refine, sangat-sangat dewasa. Ibaratnya stroknya panjang, dia bisa meredam semua kondisi jalan dengan baik dan mobilnya juga jauh lebih hening, NVH-nya jauh lebih matur, jauh lebih dan jauh lebih enak. Jadi, kenyamanan berkendara bisa kalian dapatin dengan gampang. Nah, performa engine-nya sendiri seperti apa? Performa engine-nya dia pakai mesin 1500 cc, powernya sendiri sekitar 116 PS, torsinya sekitar 138 Nm dipadukan dengan transmisi CVT ya. di antara kedua mobil rivalnya memang dia bukan yang paling lincah atau paling kencang karena mobilnya kerasa lebih gede. Dan tarikannya nih ya enggak jelek sih cuman memang bukan sesuatu yang bisa dibilang sebagai eh fun to drive ya karena memang cukup aja buat kalian pakai mobil ini untuk harian. Tapi overall balik lagi mobil ini kerasa paling dewasa, kerasa paling beda segmen dibanding kedua rivalri. Ya, sekarang kita pengen kasih lihat efisiensi penggunaan bahan bakar dari ketiga mobil ini. Ini dia hasilnya. Gimana menurut kalian? Ya, seperti itu. Iya. Nah, sekarang Satria pengen bahas soal hal yang cukup penting sebenarnya. Betul. Jadi kalau kalian kamu mending-bending ya biasanya sudah beli mobil dipakai harian mobil perang. Mobil perang kalian harus pertimbangin satu hal lagi yang namanya after sales. Oke. Toyota sales. Hondaond. Emang kenapa sih after sales-nya Toyota sama Honda? Coba coba coba sebutin garansi berapa lama? Kita kan dapat 4 tahun Rp50.000 kan. Kita juga dapat sama 4 tahun Rp50.000. Ada tikare servis tahun Rp.000 tahun Rp60.000. Apa tikare sama apa pakai servis hemat. Jadi waktu bayar di awal pakai temuli. Bayar kan? Iya kadang gratisin. Bayar itu namanya dipotong diskon. Gua gratis dapat part itu 3 tahun senilai R juta. Oke. Servisnya lebih lama. Ayo. Ya udah ya udah. Ayo ayo lagi harga. Waduh lu harga. Lu yakin mau ngelawan harga nih? Enggak apa-apa enggak apa-apa. Soalnya Toyota itu tengah ya kan. Kalau kalian kepengin beli yang Toyota Race GR Sport ini masih under 300 291. Oke TSSnya TSS-nya sensingnya nambahnya di atas 300 lebih dikit lah, Chengli lah. Honda. Oke jadi itu aja video kali ini. Belum nyampai Honda berapa duit WRV? Eh mau yang mana nih? Sorry Bro enggak bisa ngebelain ya. Yang paling terjangkau menurut ukuran lu ya udah yang nonsensing deh. E nonsensing. Heeh. 10,7 lebih dikit. Lebih berapa? Bukan lebih dikit, lebih Rp300 juta mah enggak lebih dikit. Itu namanya 310 kan? 300 sih. 300 yang sensing 330 berapa? 330. Oh 330. Oh R30 juta. Beda Rp50 juta sama ini 279 bedanya 1/6 mobil. Ada orang yang mau beli mobil sepernya lebih murah gocap giman pun juga. Belum versi bawahnya cuman 249. mau lawan harga ya udahlah kesimpulan aja lah kasih spotlight-nya. Oke, jadi kesimpulannya adalah Honda WRV cocok buat kalian yang pengen mobil Honda kecil dan karena mobilnya juga masih kompact tapi ruang kabin sama bagasinya ternyata masih akomodatif. Posisi nyetir Honda banget dan mesinnya juga masih efisien. Dan fun drive juga Honda. Siapa yang enggak tahu kalau Honda itu asik dikendarain? Betul. Nah, terus coba mobil lain monggo ya. Toyota Race. Ya, Toyota itu kan lagi-lagi kayak status ASN lah ya. Ya kan? Jadi tadi kayak awal disetujui atau diac sama mertua, tampilannya Jepang juga. Dia tengah-tengah semua harganya tengah-tengah, fiturnya tengah-tengah. Nyetirnya enggak sesorty WRV tapi dia juga masih nyaman dan isi tuh drive buat harian. Oke aman. Kalau ini di tengah-tengah, kalau ini di ACC. Kalau ini langsung disayang karena ini bisa saving paling banyak. Harga lebih murah daripada ini dua yang lebih kecil tapi dapat mobil lebih gede, lebih refine, lebih banyak featurnya dan lebih nyaman. Mertua auto approve. Begitu naik duduk enak ya mobilnya. Nah, gimana? Aduh. Oke oke terus. Tapi Toyota masih oke. Honda Honda siap at least ya kita lihatnya charity Go cross ini bonus satu hal lagi lah. Harimau. Iya kan? Harimau yang bikin kantong kalian enggak kempes. Asik. Terutama yang buat kalian baru mau nikah mungkin ya. Saving-nya banyak lumayan. Oke, oke oke. Udah, udah, udah, udah. Oke, jadi itu aja video kali ini dan enggak lupa juga kita berterima kasih sama pihak-pihak yang sudah men-support video kita kali ini ya, S ya. Sama siapa aja? Honda WRV-nya kita dapatnya dari Honda Suroby Center yang sudah support kita. Terima kasih. Toyota race-nya dari co Michael Bujar dari Bu Design. Tapi kita diupport juga sama teman-teman dari Asri Motor Toyota ya. He. Dan tig cross-nya dari Cherry S Indonesia lebih jauh nih dari Jakarta. Dari Jakarta kita bawa langsung ke Surabaya. Iya. Jadi mana di antara ketiga mobil ini yang jadi pilihan kalian dari segi bagian luar, dalam nyetir mesin, dan lain-lainnya? Komentar di bawah dan jangan lupa kasih jempol untuk video ini. Subscribe dan sebarkan video ini. Semoga membantu pilihan kalian dalam memilih small crossover di Indonesia. Oke, gue Hilari Satrio, saya Satria Katana, saya Audi Surya. Sampai jumpa di video berikutnya. Thank you sudah nonton. Bye. Dadah. E jangan lupa mampir ke TikTok dan Instagram kita ya. Loh, kok ke sana? Gua ke sini.

Lihat di YouTube