Jungkat

Adu irit Chery TIGGO Cross CSH Hybrid VS Suzuki FRONX Hybrid! (YouTube Video)

  • 18/07/2025

Wih, Bagas Aura Farming pacu jalur, Pak. Iya dong. Oh, pasti ingin pacu jalur kesuksesan dunia crossover. Ya, benar. Bosan sama market reader. Market leader lah. Tapi enggak akan mudah perjalanan lu. Kenapa tuh? Ada ini. Ini adalah Cherry Tigocross CSH hybrid ya. Tigocross karena pakai mesin hybrid. Strong hybrid loh. Oke. Oke. Lu megang apa? Gua megang Suzuki Frong tipe SGX yang paling tinggi lengkap dengan fitur smart hybrid vehicle by Suzuki. Jadi udah dapat fitur mild hybrid khas Suzuki. M hybrid strong hybrid. Waduh. Tapi enggak apa-apa. Sekarang kita undi siapa megang siapa dan biar adil kita pakai ini receh. Kenap itu dia kenapa kita selalu rece? Itulah kenapa Ilsa selalu receh sih sebenarnya. I jadi lu pegang apa? Gua angka deh. Oke ya. Jadi kalau angka gua menang, gua megang tig cross CSA hybrid. Oke. Kalau gambar lu kalah lu megang Suzuki Frongs. Oke. Deal. Deal deh yuk. Oke. Ya udah. Yuk. Ya. H. Angka. Oh angka. Gua menang. Oh iya, gua megang cerit cross casah hybrid. Lu pegang Suzuki FR ya. Kayaknya ada aneh enggak sih? E ya udahlah dia megang tig cross deh. Eh ini mah bagian penumpang. Nah ini bagian pengendara. Mari kita review. [Musik] Oke, Sat. Sekarang yang pengen kita bahas pertama dulu adalah soal mesinnya. Karena gua penasaran nih, kalau si Frx kan malt hybrid ya. Sementara kalau tig cross yang baru dia udah menganut sistem hybrid. electric vehicle tapi berbeda dengan kakaknya si Tigo 8. Coba jelasin dulu nih, Saat gimana cara kerja mesinnya Tigo Cross, ya. Oke, jadi sekarang kita nyobain sebuah cerity Tigocross, tapi bukan Tigo Cross yang kalian kenal karena yang kita coba ini adalah untuk pertama kalinya kita bisa melihat Cherry Tig Cross bermesin hybrid. Nah, nama mobilnya adalah Cherry Tigocross CSH hybrid. Dia pakai mesin 1500 cc tapi bukan sembarang mesin. Karena ini adalah mesin yang dedicated untuk mesin hybrid kayak mobil ini ya, dedicated hybrid engine gitu ya. Nah, enggak cuma itu, dia pakai transmisi juga DHT, dedicated hybrid transmission. Seolah-olah semua yang berkaitan dengan power trend itu dedicated buat mobil hybrid chry cross CSH hybrid ini. Nah, jadi dia punya baterai sekitar 1,8 kWh letaknya ada di lantai dan dia bisa berjalan dengan tenaga listrik aja meskipun buat beberapa kilometer. Tapi ini cara kerjanya mirip dengan beberapa hybrid yang sudah kita kenal sebelumnya. Jadi di kecepatan rendah misalnya dalam kotak begini santai, dia bisa pakai tenaga listrik aja atau kadang-kadang bisa gabungan antara bensin dan listrik untuk menggabungkan atau mendapatkan efisiensi yang lebih maksimal dan bisa bensin aja misalnya kayak di jalan tol biar lebih irit bensin lagi. Gimana dengan Suzuki Frongg? Kalau Suzuki Frong sih enggak seribet itu ya karena simpel banget sistem smart hybrid vehicle by Suzuki ini ya. SHS karena cara kerja dari sistem hybridnya itu cuma membantu di putaran mesin awal aja, cuma start awal aja. Motor listrik membantu putaran roda depan dan sisanya dilanjutkan dengan mesin full perjalanan. Itulah kenapa dibilangnya mal hybrid nih, Ustaz. Karena bagi orang-orang putaran awal yang dibantu sama listrik tuh bagi mereka enggak bukan hybrid tuh namanya ah hybrid bohongan apa segala macam. Tapi ingat nih buat para penonton juga, kinerja mesin yang paling berat itu justru di putaran awal. Nah, sistem SHVS ini justru membantu putaran awalnya dengan putaran motor listrik sehingga kinerja mesin bobot enggak terlalu berat membuat efisiensi bahan bakar dari mesin K15C-nya jadi semakin irit. Walaupun memang standar mesin K15C-nya udah irit sebenarnya, tapi dibantu lagi dengan sistem SHS yang membantu putaran awal mesinnya dengan motor listrik. Jadi lebih simpel memang sistem SHVS ini. Soal keluaran tenaganya sebenarnya biasa aja ya. Punya keluaran tenaga 99 horsepow atau 100 PS dengan torsi 135 Nm. Ya, jadi apa yang Bagas bilang itu benar. Kinerja mesin mobil itu memang paling berat pas start sama pas putaran mesin rendah gitu ya. Tapi justru mesin hybrid kayak si Tigo Cross CSH hybrid ini itu membuktikan kalau misalnya sistem hybrid itu bisa membantu meringankan kerja mesin. Contoh dengan baterai yang lebih gede 1,8 kWh dia bisa menjalankan mobil murni dengan tenaga baterai aja. Jadi kadang-kadang mesinnya dikasih istirahat dulu, tapi pas memang dibutuhkan mesinnya bisa nyala dan itu otomatis ee tergantung atau sudah diatur oleh sistem hybridnya, sistem cherry super hybrid-nya. Nah, kalau misalnya kalian penasaran berapa output si Charity Go Cross CSH hybrid ini, dia punya tenaga dari engine itu sekitar 97 PS, torsi engine 118 Nm, tapi dibantu sama motor listrik yang ada di roda depan yang bisa ngasih tenaga 150 PS dan torsi maksimal 310 Nm. itu itu gede banget sih. Apalagi buat mobil yang seukuran atau sekelas TIG cross CSA hybrid ini. Nah, karena tenaganya lebih gede dan torsinya juga lebih gede, gimana kalau kita coba 0 ke 100-nya? 60 Oke, itu dia hasil dari 0 sampai 100 km/h tig cross dan Suzuki Frongs. Curangnya emang tig cross itu pakai dedicated hybrid transmission, jadi responsif banget. Sementara Suzuki Frx masih torque converter. Makanya angkanya bukan agak jauh lagi. Jauh. Nah gas. Lu tahu enggak e apa nih? Belum dikasih tahu soalnya ya dari Cherry ngeklaim kalau Cherry TIG cross CSH hybrid ini no ke 100nya 9 detik tapi ternyata dapatnya lebih cepat. Gila banget tuh. Dan tadi selain mesin sama motor listrik yang tadi gua bilang, dia juga ada satu generator yang tenaganya 95 PS dan torsi 118 Nm yang tugasnya adalah ngasih suplly listrik ke baterai. Nah, dari baterai ke motor yang menggerakkan roda depan. Jadi, itulah kenapa dia bisa ngasih title dedicated hybrid transmission karena emang sistemnya udah didesain khusus mobil hybrid kayak mobil ini. Monggo lanjut Bapak. Enggak ribet banget ya ternyata ya. Emang sistem CSA hybrid tehnya canggih canggih. Aduh, tapi enggak apa-apa soal kenyamanan berkandara mungkin masih bisa melawan nih si Suzuki Fr ini. Tapi sekarang kita mulai berpindah topik ee cepat-cepat move on aja karena hasil 0 ke 100 lumayan jauh. Sekarang kita bahas soal eksterior dan interiornya. Mulai dari tig cross dulu nih. Oke, jadi Cherry TIG cross CSA hybrid ini dia tampil kurang lebih cukup familiar dengan tampang yang familiar. Mungkin sering kalian lihat di jalan, tapi ada perbedaan yang mendasar yaitu dia sekarang pakai peleg baru dengan desain aero yang bisa memaksimalkan efisiensi energi. Jadi enggak cuma tampil beda, tapi juga menghemat bahan bakar dan penggunaan energi baterai. Selain dari itu semuanya masih sama ya. Dia masih ada grill dengan Romboid Star, terus Tiger clow lamp yang ada di depan. Jadi nature si Cherry TIG cross CSA hybrid ini. Dan ada juga lampu depan Crystal Energy yang dibangga-banggakan oleh Cherry dan lampu belakangnya punya desain yang keren dan konon katanya itu terinspirasi dari motif kulit harimau. Harimau Tiger Tigo. Dan by the way yang kalian lihat sekarang ini adalah unit yang bisa dicoba oleh Migga. Tapi nanti kalau misalnya kalian tertarik dan ingin memiliki mobil ini, nantinya mobil ini akan memiliki beberapa feature tambahan dari yang sekarang. Contoh, kalau misalnya kita sekarang pakai mobil yang enggak ada sunroof-nya, nanti mobil kalian bakal ada sunroof-nya. Oke, kalau Suzuki Prong sebenarnya udah kita bahas secara tuntas sama Bapak Grady ya di video di atas ini. Dan kalau soal desain eksterior memang di sana masih menganut desain Maruti, tapi garis body desain eksteriornya dari si Frons ini sudah mulai bisa diterima sama orang Indonesia. Makanya penerimaannya sama masyarakat Indonesia udah bagus banget, arah desainnya udah top. Tolong dijaga nih sama Suzuki. Soal pelanpelan juga udah oke. LED untuk yang tipe SGX juga bagus fiturnya. Lampu depan belakang udah full LED. Dan soal interior memang masih ciri khas desain Suzuki ya. Agak campursari, menumpuk-menumpuk gaya desainnya dengan beberapa material dan warna yang beragam. Tapi ini membuat bagian interior dari Suzuki Frongs tidak membosankan sama sekali dengan hadir permainan warna. Oke, soal fitur sih memang enggak dapat panoramic sunroof eh membuat interiornya jadi sedikit claustrofobik tapi dengan gaya desain ala-ala Cupe membuat Suzuki Frog tampil dengan sangat dinamis. trendy cocok buat anak muda. Jadi kesan Suzuki buat bapak-bapak tuh udah hilang nih di Suzuki Frisa dipakai sama anak muda juga Bapak-bapak kalau mau nongkrong juga sama teman-teman yang tuanya masih bisa dipakai front sini. Nah, kalau City TIG Goross CSH hybrid ini sebenarnya enggak cuma bagian luar yang dikasih beda tipis-tipis, tapi ternyata bagian dalam berubahnya lebih banyak daripada bagian luar. Ambil contoh nih ya, center konsol yang sekarang mirip sama kakak-kakaknya 38, 38 Pro gitu-gitu. Ini bakal familiar banget. Dan untungnya kalau mobil-mobilan itu AC-nya dikasih touch screen, touch panel, dia masih dikasih tombol fisik bahkan buat dua sisi gitu. Jadi driver dapat tombol fisik, penumpang juga dapat tombol fisik. Ini adalah ubahan yang gua sangat-sangat welcome karena ngatur tombol fisik itu jauh lebih gampang daripada pakai layar sentuh. Dan enggak cuma itu, sekarang dia pakai PM 0.3 jadi bisa ee menyaring e partikel-partikel buruk dari udara luar untuk masuk ke bagian dalam. Jadi udara bagian dalam itu lebih bersih. Nah, sisanya kurang lebih masih sama seperti CT3 Go Crus yang udah-udah. Jadi kita bisa expect bahan-bahannya bagus, fitting yang bagus, setir, jok itu semuanya desainnya masih sama semua. Dan kalau misalnya kita bicara soal kelengkapan di sini juga lengkap bahkan lebih lengkap lagi. Kenapa? Karena kalau ch cross yang biasa yang bukan bermes mesin hybrid itu adasnya cuma 15 feature ya 15 bukan cuma sih itu banyak ya adasnya ada 15 feature di Cherry Go Cross CSA hybrid ini ditambah 2 jadi 17 feature termasuk driver monitoring system yang ada di balik setir. Jadi dia konsisten memonitor mata kita kalau misalnya kita meleng dia bakal ngasih warning. Dan enggak cuma itu, untuk power 10 hybrid-nya dia ada mode tambahan untuk mengatur seberapa kuat atau lemah regenerative breaking dari mobil ini. Ya, kita bisa atur mau low, medium, atau high. Kita set di low, kalau kita lepas gas, dia meluncur kayak mobil biasa. Kalau kita set di high, dia Rnya itu berasa lebih kuat, tapi dia enggak one pedal driving, ya. Jadi e kita bisa atur sesuka kita kalau misalnya pengin yang biasa di low, pengen agak nahan di high segala macam. Dan feature baru di mobil ini adalah dia ada wireless charger di bagian bawah. Tapi kalau misalnya kita pengin pakai kabel ada type A, type C, dan ada juga power outlet 12 volt. Dan di belakang nanti bakal ada reading lamp buat penumpang belakang. Oke, kalau dibandingkan dengan Suzuki Frongs, Tigo Cross memang memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki sama Frs. Namun, Suzuki Frx ini sudah sesuai dengan masyarakat Indonesia. sudah cukup dari segi ADAS-nya aja dia udah ada landeping assist udah forward collision mitigation juga udah adaptive cruise control pun juga udah jadi udah enak banget untuk dipakai atau digunakan sama konsumen Indonesia dan pengoperasiannya mudah seluruh pengoperasian yang ada di Suzuki Frx ini semua fiturnya itu bisa diakses lewat tombol fisik enggak tombol capacitive touch doang Jadi Suzuki Frongs ini enggak membuat kalian berpaling dari panel instrumen ke kaca depan sehingga kalian cukup meraba aja untuk menemukan beberapa fitur. Walaupun memang dari segi climate control ya dia tidak ada AC dual zone. Jadi benar-benar cuma single zone. Tapi single zone udah cukup karena kabin interior Suzuki Frog ini enggak terlalu luas juga sebenarnya. Udah oke. Lalu ada head up display. Nah. Di Suzuki Frup display yang bisa kita nonaktifkan. Kalau misalkan merasa terganggu bisa kita aktifkan juga lewat lagi tombol fisik. Jadi dimudahkan banget enggak perlu buka-buka head unit sama sekali. Lanjut lagi. Di Suzuki Froongs ada pedle shift ya. Walaupun memang transmisinya masih tor cononverter dan responsmisi tur converternya itu enggak terlalu cepat ya. Tapi dengan hadir pedle shift ini kita bisa mengatur akselerasi dan deselerasi sesuai kemauan kita. Lalu untuk kamera 360, Suzuki Frong juga tersedia. Jadi round view monitornya depan belakang kiri kanan ada kameranya, wireless charging juga udah ada. Dan colokannya memang dia enggak USB type C ya. Tuh, masih USB type A biasa. Tapi tersedia colokan 12 volt kalian menaruh aksesoris untuk ngecas smartphone kalian. Jadi bisa bebas tuh colokannya mau type E mau berapa, type C-nya mau berapa, itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan kalian. Di bagian belakang dia ada colakan juga untuk pengecasan smartphone. Jadi enggak berebutan sama penumpang depannya. Udah cukup fitur yang disediakan Suzuki Frongs untuk masyarakat Indonesia. Itu Bagas enggak belajar dari pengalaman. Kalau bicara feature lu lawan mobil Tiongkok mending udah langsung kipadi bendera putih aja. Karena di mobil ini feature-nya seabrek, segudang. Dia punya layar gede di tengah-tengah ada buat instrumen sama infotainment gitu ya. Dan dia juga bisa wireless Android Auto dan Apple CarPlay. Semua lengkap di sini. Nah, bahkan enggak cuma itu. Jadi kalau misalnya nih ya, misalnya kita pengin mengatur mobil ini dari smartphone kita, itu bisa banget pakai aplikasi Carling O karena dia udah pakai teknologi IoT atau internet of things gitu ya. Enggak, enggak cuma itu, masih ditambah lagi, masih ada lagi dia punya personal assistant yang bisa kita aktivasi dengan bilang hello Cherry. Ya, kira-kira seperti itu dan terlebih lagi ada update di mana nantinya kita bisa menggunakan personal assistan si Cherity Gooss CSA hybrid ini menggunakan bahasa Indonesia. Jadi lebih nyaman ya kalau kita pengin minta tolong bantuan dia tinggal ngomong bahasa Indonesia aja. Dan kalau misalnya ngomong akomodasi segala macam enggak usah ditanya. Cerity Go Cross ini punya dimensi yang akomodatif banget. Jadi enggak cuma kita bisa duduk di depan dengan nyaman dan bahkan jangan lupakan jok driver udah elektrik. Jok driver elektrik di kelas segini kapan lagi coba? Speakernya pun banyak, bahan-bahan bagus dan kalau duduk di jok belakang karena mobil ini tinggi dan lebar, space-nya lega dan bagus. Bahkan mau duduk di tengah pun masih oke gitu loh. Dan bahkan kalau misalnya nih ya misalnya kita pengin naruh bareng-bareng itu space-nya juga masih kurang lebih sama seperti cerry cross yang bermesin bukan hybrid. Cuma memang ada sedikit tonjolan di bagasi karena kalau di mobil Cherity Gocross CSA hybrid ini akinya dipindah ke belakang jadi ada tonjolan sedikit di bagasinya seperti itu. Makanya gua bilang juga apa? Kalau misalnya pengin bicara feature atau teknologi enggak usah ngelawan mobil Tiongkok atau mobil China terutama Cherity Gocross CSA hybrid ini. Tapi ya gua juga bukannya mau ri atau sombong ya. Kalau misalnya Cherity Go Cross CS Hybrid ini dia jadi Australian Car of the Year. Gua enggak mau sombong soal itu. Dan gua juga enggak mau sombong kalau Cheritigo Cross CSA Hybrid ini dia memenangkan lima bintang dari tes keselamatan Australisian New Carar Assessment Program atau ANCAP. Dan gua juga enggak pengin ngingetin kalau Suzuki Frx itu cuma dapat 4 bintang. Sementara Charity Go cross CS Habib ini dapat 5 bintang. Ya, gua enggak mau ngingetin itu karena gimanapun juga kita harus humble. Humble. Ah, lagian IOV begitu apa voice comen AI. Berapa kali sih dipakai? Walaupun emang di Suzuki France enggak bisa sombong-sombong banget ya soal fitur enggak bisa banyak-banyakan, tapi Suzuki FR juga ada kok saat Android Auto sama Apple CarPlay. Tenang, masih bisa ngelawan lah. Ya, selesai bahas fitur, sekarang kita pengen kasih tahu impresi berkendara kita soal Suzuki Frx dan Tigo Cross. Mulai dari gua dulu megang Frongs nih. Kalau dari setir akurasinya bagus banget nih ya. Ketika kita belokin secara mendadak tuh. Uh arah rodanya dengan jelas terbaca sama pengemudi. Jadi setirnya nyambung banget nih sama pengemudinya. Kalau soal bantingan, Kak Suzuki peredamannya bagus untuk jarak main suspensinya. Memang dia enggak terlalu jauh tapi dia bisa meredam kontur jalanan yang tidak rata dengan sangat baik. Tapi kalau untuk rasa suspensinya memang dia lebih ke arah suspensi settingan onroad bukan offroad. Jadi kalau misalkan kita belok-belokin gini nih ya tuh pindah jalur dia masih stabil. Body roll terasa minim dengan arah buntut yang jelas. Jadi enggak kabur-kabur buntutnya. Dan soal kedapan kabinnya memang terdengar sayup-sayup dari roda nih, suara angin. Kalau dari samping suara angin di bagian jendela tidak terlalu terdengar karena ya kebetulan daerah kita syuting memang tidak terlalu ramai. Tapi road noise itu memang masih terdengar di Suzuki Frongs ini. Namun sisanya untuk penggunaan dalam kota, sedikit-sedikit luar kota, Suzuki Frong ini cocok banget. Namun sayang, kita belum mencoba Fron bermesin bensin biasa tanpa teknologi SHVS. Jadi kita enggak tahu apakah ada bedanya di bagian akselerasi. Kalau pengereman mungkin sama nih ya, kalau kita rem enak, empuk, jarak pengeremannya bisa kita takar dengan baik. Jadi mau mengerem halus, mau mengerem tajam itu bisa dilakukan di Suzuki Frog ini dengan sangat mudah. Tapi kalau soal akselerasi, kita enggak tahu nih bedanya yang hybrid dengan yang non hybrid. Gimana kalau Tigo Cross nih, Ustaz? Tigocross kan kebetulan udah ada yang bensin, sekarang udah ada yang hybrid. Boleh tuh dijelasin bedanya apa? Nah, kalau kalian udah cobain Cherry Tigo Cross, ternyata si Cherry TIG Cross CSA Hybrid ini dia ternyata lebih nyaman lagi. Kenapa gua bisa bilang begitu? Ingat, dia mobil hybrid yang bisa jalan pakai tenaga listrik aja. Jadi enggak ada suara, enggak ada getaran. Dan mobil ini punya kekedapan suara atau peredaman kabin itu yang bagus. Dia enggak pakai kaca double glazing, tapi kaca samping depan itu udah lumayan tebal. Jadi, suara-suara dari luar kayak misalnya suara angin dari spion kayak gini-gini itu bisa terdam dengan baik. Meskipun dari kolong ada tipis-tipis, tapi ini adalah salah satu crossover yang paling kedap suara yang ada di kelasnya. Dan kita masih dapat beberapa kemudahan yang kita sudah familiar sama mobil-mobil CD lainnya. Contoh, electronic parking brake ada, auto brake hold ada. N dan di mobil ini spesial dapat sunglasses holder. Jadi kalau kita bawa kacamata lebih dari satu bisa kita taruh di atas dan dia punya tujuh airbags ya. Jadi udah lebih aman. Dan enggak cuma itu, kita tetap dapat kamera 360 derajat. Jadi mau pas parkir atau mungkin pas manuver di tempat yang terbatas ini bisa diandalkan karena kita bisa lihat ke sekeliling mobil AC-nya udah dual zone. Penumpang belakang dapat AC. Terus kalau dikendarai harian dia punya setir yang enteng banget. Jadi kalau misalnya kita baru punya SIM, kita pengendara pemula gitu, kita bakal ngerasa gampang, mudah, dan effortless buat menguasai mobil ini. Bantingan suspensinya juga lembut. Dan jangan lupa sekali lagi gua tengatkan, dia lega di depan, lega di belakang, dan lega juga bagasinya. Dan kalau misalnya kita pulang malam gitu pengin ngendarai mobil ini malam-malam, dia juga bisa ngasih ambiionce yang bagus karena dia punya ambient light yang warna lampunya bisa kita pilih-pilih. Jadi secara keseluruhan Cherity Go Cross CSH hybrid ini memberikan semua yang kita kenal dari Cerity Go Cross tapi dibuat lebih baik. Mesin hybrid baru, tenaga lebih gede, tarikan lebih kencang, teknologi lebih canggih, dan tetap nyaman. Dan karena sistem CSH ini dia adalah strong hybrid beneran, dia bisa jalan pakai tenaga listrik aja dengan range yang lumayan. Yang namanya mobil hybrid pasti iritnya bikin penasaran dong. Yuk kita tes bensinnya. Jadi CDT Go Cross CSA hybrid dan Suzuki Frog Ses ini kita isi full tank di pom bensin yang sama. Trip meternya kita reset dan kita jalan sejauh mungkin 150 km lebih dengan kondisi normal. Musik nyala, AC nyala enggak pakai eco driving. Dan setelah jarak jauh kita tempuh, kita isi bensin lagi. Dan ternyata hasilnya di luar dugaan kita. Jadi tigo cross CSA hybrid bisa dapat sekitar 19 km/l. Sementara Suzuki F SHVs dapat sekitar 12 km/l. Ternyata bedanya jauh ya. Gimana? Kalian bisa lihat siapa yang irit, siapa yang lebih irit ya kan? Benar sih. Aduh emang susah sih mal hybrid melawan yang hybrid. Iya. Oke, jadi gimana kesimpulan setelah kita cobain dua mobil yang berbeda ini ya? Oke, pertama soal Suzuki FX. Jadi Suzuki FX ini memang membawa desain khas Maruti tapi bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Ganteng ciri khas body SUV ala Coupe pun ke interiornya. Permainan warnanya cukup menarik. Walaupun memang ada beberapa orang yang suka, ada beberapa orang yang enggak suka dan soal fitur-fiturnya udah komplit bisa bersaing dengan mobil-mobil baru sekalipun. Dan lanjut lagi soal kualitas pengendaraannya. Hasuzuki masih mengedepankan sektor kenyamanan tapi kedinamisan berkendaranya diimprove lagi di Suzuki Frongs ini. Jadi untuk mahasiswa, untuk para bapak-bapak itu bisa bawa Suzuki Frx ini. Mau bawa pacar kalian, mau bawa istri kalian, mau bawa tante-tante ya bisa juga sih pokoknya. Gimana soal TIG Cross CSH hybrid? Ya, jadi soal Cherry Tigo Cross CSA hybrid ini. Jadi kalau kalian pikir Suzuki Frog menggebrak pasar crossover tahun 2025 ini, ini duluan. Ingat waktu IMS 2025 kemarin ini hadir dengan harga yang fantastis menggebrak pasar. Bayangin harga ramah di kantong dapat crossover selengkap ini. Nah, di varian hybrid ini semuanya di-improve dengan teknologi hybrid beneran. Strong hybrid bisa jalan pakai tenaga listrik aja. efisiency yang sky to the roof gitu banget loh dan jangan lupa dia tetap canggih tampilan ganteng cross CSA hybrid ini dan kabinnya luas bagasi juga luas teknologi canggih io personal assistant ambient light wiress charger sand segala macam ada di Moli dan tetap dengan kemudahan berkendara khas cherry tig cross tapi diimprove di cherry tig cross csa hybrid in setir enteng bantingan nyam segala macam semua bisa kita dapatkan di mobil ini dan ditambah dengan efis bahan bakar yang lebih baik di varian Cherity Gocross CSA hybrid ini. Nah, kalau soal harga, Cherry TIG Cross CSA Hybrid ini udah diunching di Malaysia dengan harga sekitar Rp99.800 atau sekitar Rp382 juta. Jadi menurut kalian kira-kira berapa harga yang cocok buat Cherry Ting Gocross CSH di Indonesia? Oke, jadi pilihan kembali lagi ke kalian. Cukup yang mult hybrid aja atau perlu yang hybrid full? Komentar aja di bawah. Iya. Dan jangan lupa kalau misal kalian pengen lihat mobil ini secara langsung datang aja ke Boot Ceri di GIAs 2025 di ICE BSD. Siapa tahu bisa test drive dan kita lihat harganya nanti kayak gimana Penasaran sih emang. Iya. Oke, jadi itu dia impresi pertama kita soal kedua mobil ini. Jika kalian suka dengan konten ini, klik like, subscribe, dan tekan loncengnya untuk mengetahui video seru selanjutnya. dari Autonet Max. Gua bagi satrio. Gua tatang knalpot. Kenapa tatang knalpot? Ya enggak tahu. Pengin aja sih. Oke, gua tatang share. Sampai jumpa di video berikutnya. Dadah. Yuk. [Tepuk tangan]

Lihat di YouTube