Jungkat

Adu SUV 7-Seater 350 Jutaan sampai 500 Jutaan, Mending Mana? (YouTube Video)

  • 28/12/2025

Ini adalah Hyundai Stargazer Carensx. Ini adalah Mitsubishi Xpander Cross dan ini adalah Mitsubishi [musik] Destinator. Nah, di Indonesia Expander Cross terus Stargazer Car10X ini itu sering disebut sebagai kategori LSUV atau low SUV yang adalah SUV seven seater entry level yang biasanya berbasis dari sebuah MPV. Nah, selain kedua mobil ini LS SUV itu juga ada misalnya Honda BRV, ada Suzuki XL7 dan ada Toyota Ras atau Daihasu Terios. Nah, sedangkan si Mitsubishi Destinator ini di sini sering disebut sebagai sebuah medium SUV. Jadi dia mirip-mirip sama LSUV, cuman dia ukurannya sedikit lebih besar, terus mesinnya lebih besar, dan harusnya punya fitur dan safety yang lebih lengkap. Nah, pertanyaan kita, wor enggak sih buat ngabisin puluhan juta sampai ratusan juta lebih banyak dari LSUV gini buat upgrade ke sebuah medium SUV atau sebenarnya low SUV yang varian-varian tinggi gini udah cukup, apalagi misalnya si Xpander Cross itu terkenal punya kenyamanan yang satu level di atasnya. Nah, terus si Stargazer Car10X ini itu selain punya mesin dan kenyamanan yang jempolan, dia juga punya fitur dan safety yang sangat-sangat enggak masuk akal buat di kelasnya. Nah, buat detailnya smak di 10 komparasi Hyundai Starer CarX, Mitsubishi Xpander Cross, dan Mitsubishi Destinator satu varian dan harga. Oke, dari ketiga mobil ini semuanya kita pilih yang varian paling tinggi ya, Stargazer Carens harga lineupnya mulai dari Rp360 jutaan. Di sini kita ambil yang varian prime package dengan opsi warna matte ini. So, harganya Rp390 jutaan. Xpander Cross harga lineupnya mulai dari Rp330 premium CVT. So, harganya Rp360 jutaan. Destinator harga lineupnya mulai dari Rp395 jutaan. Di sini kita ambil yang varian Ultimate Premium. So, harganya R00 jutaan. Nah, yang menarik adalah meskipun harga Xander Cross ini aja udah menyentuh [musik] spektrum atas gelas low SUV, harga Stargazer CarX ini bahkan lebih tinggi lagi ya. Tapi apakah worth it kalau [musik] dibanding dua contender lainnya di sini? Coba kita lihat di komparasi ini ya. Dan kenapa enggak kita pilih Destinator varian GLS buat lebih pas ketemu sama Stargazer Car10 dan [musik] Xander Crosser tinggi biar harganya lebih mepet gitu? Well, bisa aja sih. Tapi dengan kita pilih itu udah pasti soal fitur, safety, dan interior destinator GLS bakal kebanting banget kalau kita ambil varian terbawahnya. So, semua kita pilih yang paling atas supaya bisa kejawab juga apakah perbedaan di kelas low SUV dan medium SUV benar-benar sejauh itu buat menjustifikasi perbedaan harganya. Anyway, buat pilihan warnanya, Stargazer Carens ada enam pilihan warna. putih creamy white pearl, silver magnetic silver metallic, abu-abu titan grey metallic, hitam midnight black pearl, dan dua warna matte atau warna dove ya yang perlu nambah Rp3,5 juta. [musik] Ada putih doof white matte dan abu-abu doof graffiti gold mat yang kita lagi videoin ini. Tapi ini unik sih ya, warna doof di mobil sekelas ini terkesan lebih mahal aja ya karena jarang banget bisa ditemuin. Xpandre Coross ada tujuh pilihan warna. Silver blade silver metalic, hitam [musik] jet black mica abu-abu gravite gry metalic, abu-abu kehijauan green bronze metalic. Putih quartz white pearl yang perlu nambah R,5 juta. Putih two tone quartz white pearl two tone yang perlu nambah R juta. Dan green bronze metalic twoone yang perlu nambah Rp3,5 [musik] juta. Dan Destinator varian Ultimate Premium ini ada lima pilihan warna. Silver blade silver metalic, hitam Jet Black Mika, abu-abu gravite gry metalic, biru lunar blue mika, dan putih quartz [musik] white pearl yang perlu nambah 2,5 juta. Dua eksterior. [musik] Oke, kayak yang kita selalu bilang desain itu subjektif. Satu mobil bisa disukain bentuknya sama satu orang dan bisa dan enggak disukain sama orang yang lain juga yang objektif [musik] dimensinya. So kalau umumnya kelas low SUV panjangnya ada di 4,4 man dan lebarnya 1,7 man. ZXpander cross dan stargazer carens ini menurut kita bukan lagi ada di spektrum atas kelas low SUV doang, tapi udah sangat mepet satu kelas di atasnya ya. Xandry cross panjangnya sedikit di bawah 4,6 m dan lebarnya sedikit di bawah 1,8 m. Dan Stargazer Carensx lebih besar lagi dengan panjang sedikit di atas 4,6 m dan lebar di atas 1,8 m. Dan kalau diketemuin sama Destinator yang panjangnya sedikit lebih besar dari 4,6 man dan lebarnya sedikit lebih besar dari 1,8 man. Jadi ngerti kan kenapa sebenarnya kelas low SUV yang atas-atas tadi ini dengan medium SUV sebenarnya sangat mepet kalau dari segi dimensi. Anyway, desainnya kita bakal detail tapi kalian tentuin opini kalian sendiri ya lebih suka yang mana. Dari overall desainnya dulu ya, Stargazer [musik] Carens. Meskipun dari ketiga ini dia jadi yang paling love itim effort jande ngubah Stargazer dan Stargazer X lamanya buat ngikutin selera desain masyarakat Indonesia [musik] dengan bentuk yang lebih mengotak dan gagah ke SUV-an tentunya. Mungkin kalian ada yang kayak kita juga awalnya enggak terlalu suka lihat ini tapi lama-lama malah jadi demen ya kan. Okelah berani dan harusnya enggak nyaruh dengan lautan low MPV dan low SUV lainnya di jalanan. Expander Cross tetap mempertahankan design proven alias terbukti yang disukain sama masyarakat sini sejak faceliftarnya di tahun 2022 dulu yang kelihatan tangguh ala SUV tapi dengan beberapa perbedaan minor buat nunjukin facelift di tahun 2025-nya dan Destinator yang paling ke SUV-an ya karena dia enggak punya basis MPV kayak Stargaser Carens dan XAnder [musik] gitu. So, selain kesan tangguhnya dari bentuk SUV-nya, modelnya juga cenderung kelihatan kefuturistikan ya. Detail depannya Stargzer Carens X dengan grill raksasanya yang pakai model garis-garis menonjol gini. Terus bumber bawahnya yang kayak dibuat melebar banget di ujung kiri kanan ya. Dan ini panel [musik] luarnya pakai warna kayak bra silver gitu ya. Bakal lebih kelihatan kontrasnya kalau pilih warna body yang gelap sih ya. Cup mesinnya jauh lebih tegak dibanding sebelumnya dan lampunya enggak pakai model CPIT atas bawah kayak Star GazerX lama lagi ya. [musik] Sekarang di atas semua tapi dengan garis diarel yang membentang panjang kayak huruf H gitu. Oh dan emblemnya pakai yang kehitaman gini ya. Terus Expander Cross tetap mempertahankan panel chrome dynamic shield-nya yang lebih tegak dibanding Xpander biasa. Tapi motif [musik] grillnya sedikit diubah jadi lebih ketiga dimensian dan bumper bawahnya kayak dibuat satu panel besar dari housing fog lampah gitu ya dengan dua panel vertikal besar yang barunya. Oh dan Xandry Cross tetap pakai layout lampu terbisa ya. Yang bawah sini dengan banyak proyektor itu buat lampu besar dan lampu jauh. Sedangkan yang atas sekarang jadi ada dial-nya dan lampu seinnya. [musik] Destinator desain yang sekilas kayak XForce meski beda ya. Lampunya modelnya One Piece aja, gak terpisah dua kayak di Xpander Cross. Dan ini dengan projecttor yang dibuat menumpuk vertikal. Desain depannya juga pakai tema Dynamic Shield yang lebih baru ya, yang ditandain dari panel satin [musik] grum besar di bawah lampunya itu. Grillnya pakai mika transparan gini dan paling bawahnya ditambahin panel trapezoidal abu-abu yang jadi housing fog lamp-nya juga. Detail lampu depannya [musik] dari Stargarten dulu. Di relnya LED yang di pinggir aja dan baru nyala pas kita matiin rem parkir elektriknya. Lampu malamnya yang tengah ikut nyala jadi kayak huruf H. Lampu besarnya LED yang dua sisi luar, lampu jauhnya LED yang sisi dalam, [musik] dan lampu C-nya jadi LED. Gantiin yang di bawah lampu besarnya itu ya. Lampu depannya XAnder Cross. Sekarang jadi ada di arel-nya yang langsung nyala pas mobilnya nyala. [musik] Lampu malamnya dari diarel-nya yang lebih meredup. Lampu besarnya yang LED projecttor T-nya itu kecuali yang sisi dalamnya. Lampu jauhnya LED projecttor yang paling [musik] dalam. Lampu seninnya LED di bawah di arealnya. Dan ada fog lamp LED. Dan lampu depannya Destinator Ultimate Premium. [musik] Di area-nya LED yang gede ini. Lampu besar dual LED projecttor atas bawahnya. Lampu jauhnya LED projecttor yang atas jadi jauh. Lampu sennya LED raksasa juga yang gantiin di area-nya. Dan ada fog lamp LED juga. [musik] Sampingnya ini Stargazer Carens X. Ini Xander Cross dan ini [musik] Destinator. Oke, Stargazer Carens dulu. Dari ketiganya ini yang paling kelihatan kayak MPV yang di SUV kannya. Dan kita senang sih dari awal Yonde juga mengembrace itu dengan menuliskan crossover di kategorinya Stargazer [musik] X dan Carartens X. Toh enggak ada salahnya kan bisa dapat kelegaan ala MPV dengan sedikit tampang ke SUVan. Tapi emang di generasi yang baru ini kelihatan lebih mengotak ya karena desain one curve siluet lamanya sekarang jadi two box silh [musik] buat stand ke SUVannya yang lebih kentara. yang nbang ke SUVan juga roof rail-nya dibanding di Star Gazer XX dulu yang modelnya terintegrasi, sekarang jadi pakai model bridge gini dan sanggup buat angkut beban hingga 100 [musik] kg ya. Velegnya 17 inci warna hitam gloss gini dan pakai ban 20550 R17. Spionnya bertengger di pilar A dan handle pintunya sekarang jadi sewarna body dibanding Star Gazzer X dulu yang chrome [musik] Xpander Cross. Ini pun karena berbasis sama dengan Xander jadi masih ada profil ke MPVan-MPV-nya [musik] ya. Meski dari awal emang udah cenderung dirancang sangat mengotak ala SUV dan ditegasin juga dengan cliding plastik hitam di bagian bawahnya yang jadi pembeda dengan Xpander biasa. [musik] Sedangkan yang bedain dari Xpander cross sebelumnya ada di panel yang di bawah pintu ini jadi sewarna body. Veleknya pun 17 inci. Modelnya sedikit berubah dari Expander Crows [musik] sebelumnya ya. Sekarang dengan warna hitam yang lebih banyak dan sama ya pakai ban 2055 R17 juga. [musik] Ada roof rail model terangkat gini juga. List jendela bagian bawahnya dikasih chrome, spionnya warna body yang bertengger di pintu, dan handlennya sewarna body. Destinator dari ketiga model ini emang dia yang paling kelihatan ke SUV-nya ya, karena cup mesin lebih panjang dan pilar A-nya yang lebih tegak. Atau mungkin karena ground clearance overall-nya juga yang emang paling tinggi sampai 244 mm. Nah, karena Destinator ini emang masuk kategori medium SUV, jadi velegnya beneran bisa pakai yang lebih besarnya [musik] 18 inci dengan ban yang cukup tebal juga 2255 R18. Dan buat penanda varian tinggi, dia veleknya two tone gini ya. Ada roof rail juga meski pakai yang model terintegrasi gini. Spionnya bertengger di pilar A. Ada listrom di jendela yang lebih kecil dibanding yang di Xpander. Dan handle pintunya juga sewarna body gini ya. Nah, belakangnya ini Stargazer Carens X, ini Xander Cross, dan ini Destinator Stargazer Carens dulu kayak depan dan sampingnya. Belakangnya sini pun dibuat [musik] jauh lebih ke SUV-nya dibanding di Stargazer X dulu. kelihatan dari bumper bawahnya yang jadi jauh lebih besar karena sekarang nomor platnya juga [musik] diposisikan di bawah sini bukan lagi di atas kayak sebelumnya dan kayak depannya pinggirnya bumper bawah ini juga kayak dikasih warna brush silver gitu ya dengan bagian dalamnya hitam dove lampunya pun lebih kekotak-kotakan dibanding sebelumnya ya dan jadi satu-satunya dari ketiga ini yang pakai model lampu menyambung dari kiri ke kanan [musik] gini oh dan k depannya juga setiap emblem di sini dibuat gelap ya warnanya ada spoiler tambahan gini dan ada antena si review-nya juga expander cross bagian sini yang facelift 2025 pun menurut kita cukup proper ya buat ngasih kesan lebih ke kotakan. Terutama dari bumper bawahnya yang sekarang dibuat ada panel sewarna body memanjang dan ada dua panel vertikal buat ngikutin [musik] bagian depannya. Jadi enggak mengesan mengerucut di bawah lagi guys sebelumnya tuh ya. Lampunya tetap mengandalkan model force hammer yang menyamping [musik] kayak di depan. Ada antennas review juga. Dan unit yang kita videoin ini dikasih aksesoris spoiler tambahannya yang lebih gede. Ini Destinator kayak depannya juga. Ini pun sekilas kayak XForce tapi dibuat lebih tegap ya alias lekukannya lebih vertikal. Lampunya juga pakai model ketiga dimensian gini isinya. Dan kayak Stargazer di Destinator yang varian tinggi ini juga pakai emblem yang dieja besar di tengah-tengah ya. Bumber bawahnya kayak dibelah sama panel abu-abu besar di kiri kanannya. [musik] Ada spoiler terintegrasi dan ada antena C review-nya juga. Detail lampu belakangnya dari Stargzer CarX dulu. Lampu malamnya LED yang kayak huruf H [musik] gini yang jadi lebih tebal dibanding Star GazzerX dulu ya. Lampu remnya LED dengan highmon stop lamp LED. Lampu seninnya halogen dan lampu mundurnya halogen di paling bawah. Xander Cross, lampu malam LED yang kayak palu itu. Lampu remnya LED dengan highmon stop lamp LED. Lampu seninnya halogen, dan lampu mundurnya LED. [musik] Lampu belakangnya Destinator, lampu malamnya LED yang bertingkat-tingkat gini. Lampu rem-nya LED vertikal yang kecil ini dan [musik] highmon stop lamp LED. Lampu seninnya LED dan lampu mundurnya LED. [musik] So, dari ketiga ini desain eksterior mana yang paling kalian suka? Tiga, [musik] interior. Sama kayak eksteriornya, desain interior tentunya selalu subjektif. Kalian suka desain yang mana sama kita suka desain yang mana bisa [musik] beda sesuai selera masing-masing. Tapi menurut kita masing-masing punya karakter interior yang beda ya. Stargazer Carteron X desain dashboard barunya yang alasan tafe baru [musik] dan konsol tengahnya yang kayak di rombak ekstrem dari Starg sebelumnya. Bukan cuma bikin aura di dalam kabinnya kerasa jauh lebih mahal dan canggih [musik] dari standar di kelasnya, tapi juga banyak sentuhan-sentuhan pintarnya. Misalnya carens ini jadi satu-satunya yang pakai tuas transmisi elektronik atau shift by wire di balik setirnya sebelah [musik] kanan sini dan efeknya bagian konsol tengahnya sini jadi berlubang raksasa gini kayak di mobil listrik gitu ya dan jadi bisa nyimpan barang yang gede. Dan desain konsol tengahnya juga super unik nih yang ada kayak handle ini. Coba lihat [musik] ya. Jadi kita bisa charge HP di bawahnya pakai wirel charger. Tapi kalau mau charge HP pakai kabel disediain lubang kecil di sini yang bisa kita pakai buat bypass kabel. Jadi kabelnya enggak kelihatan berantakan gitu di bagian atas ya. Dan HP-nya setelah dicolok bisa bersandar dengan sangat rapi sama yang kayak sandaran tangan ini. Keren ya. [musik] Ada ambient light juga yang satle aja di dashboard dan di pintu sini ya. Dan ini bisa diatur tingkat keterangannya dari head unitnya. Okelah ya. Atau coba lihat di kanan dashbor sini yang di ujung panel head unit dan [musik] instrumen kluster terintegrasinya itu yes ada lubang kecil yang ada tulisan maksimum 1 kg. Ini titik [musik] modular nih ya. Jadi kita bisa pakai macam-macam aksesori yang disediain nyande. Misalnya kayak modul magnet ini. Tinggal kita masukin aja dan putar aja. Dan kita bisa taruh apapun yang bermagnet kayak HP yang ada Max safe-nya gitu misalnya ya atau foto gitu juga bisa kita tempel di sini. Dan di carens X juga ada tambahan lagi ya panel modularnya di bawah panel AC-nya bisa kita tempel serupa juga. [musik] Dan ini di website-nya ada beberapa modul-modular yang dijual tapi ke depannya harusnya bakal banyak yang jual dari pihak [musik] ketiga buat ngasih fungsi yang lebih unik-unik atau malah mungkin kita bisa bikin sendiri ya pakai [musik] 3D printer. Dan meskipun cuma satu tapi ada meja lipatnya di balik jok penumpang depannya. sesuatu yang termasuk jarang di kelas ini. Dan ini pun desainnya barunya dibanding di Starga Gazer [musik] X sebelumnya. Xpander Cross ini dan Xpander biasa menurut kita kayak selalu ngasih standar gimana cara nghadirin feel mewah satu atau dua kelas di atasnya ke kelas low MPV dan low SUV. Apalagi di yang facelift ini bagian yang berlapis kulit semua dibuat [musik] jadi warna merah marun gini. Mulai dari kulit di dashboardnya yang atas ini yang ada jahitannya [musik] dan yang di bawahnya juga. Dan ini dua-duanya empuk beneran ya. Terus yang di laci konsol tengahnya dan di pintu bagian tengahnya plus di sandaran tangannya. Dan yang di facelift ini juga jadi dapat setir [musik] baru kayak diestinator ya plus desain instrumen cluster yang baru juga. So makin ngelengkapin. Overall emang masih desain horizontal aksis yang mirip kayak Expander Cross facelift pertama di tahun 2022 kemarin yang emang udah disenangin banyak orang [musik] tapi ini dibuat jadi lebih seger aja ya. dan Destinator pakai bahasa desain punya XForce [musik] yang bisa kelihatan dari panel head unit layar lebarnya dan instrumen custernya itu yang kayak jadi satu dom tapi dibedakan dari bagian kiri dashbornya sini [musik] yang desainnya ada dua tingkat dan dilapis kulit empuk ini ya dan juga desain konsol tengahnya yang modelnya lebih miring naik gini [musik] sekilas sih menurut kita emang enggak terkesan semewah Xpander Cross gitu malah desainnya ya tapi karena Destinator ini emang dikategorikan di kelas medium [musik] SUV dan varian yang kita videoin ini harganya Rp100 jutaan lebih mahal dibanding Kart 10X dan Xpander cross juga. So, ada beberapa printilan yang enggak bakal kalian temuin di kelas low SUV kebanyakan kayak ambient [musik] light misalnya. Di destinator ini ada di dashboard-nya, ada di pintu depan, dan ada di pintu belakang [musik] juga. Dan ini warnanya bisa kita ubah-ubah dari head unitnya ya. Plus warnanya pun bisa diganti pas [musik] ganti skenario. Jadi misalnya pas baru dibuka kuncinya warnanya apa, pas mobilnya dinyalain jadi warna apa, pas pintunya dibuka jadi warna apa atau pas lagi nerima telepon jadi warna apa? Terus juga Destinator ini ada panoramic sunroofnya. jelas ngasih kesan satu kelas di atas yang [musik] lainnya. Panel ventilasi AC double blower-nya terintegrasi ke plafon dibanding dua lainnya yang menonjol keluar sampai ada dua meja lipat ini di balik [musik] kedua jok depannya. Semua setir di sini di lapis kulit yang lingkarnya dan kiri kanannya pun full tombol-tombol semua. Tapi di carens X sedikit kelihatan lebih padat karena ada pedal shift-nya. [musik] Dan yang kita suka ketiga model ini sama-sama ngerti kebutuhan keluarga banget dengan banyak storage-nya. Misalnya card SX yang punya storage bertumpuk di dashboard sini dan lubang gede di konsol tengahnya tadi. Exp cross dengan lubang di dashboard, lubang kecil di kiri kanan konsol tengah. Tempat tisu di balik konsol tengah sampai laci di bawah jok penumpang depan. Dan destinator dengan storage yang besar di kiri kanan konsol tengahnya. Laci juga di bawah jok penumpang depan dan banyakan lubang di balik jok [musik] depan sini. Ketiganya sama-sama punya slot cup holder yang banyak di pintu depan dan di pintu belakangnya juga ya. Nah, joknya ini jok depannya Stargazer Carens X yang sekarang lapisan kulit sintetisnya full [musik] hitam ya dengan Embos X di tengahnya. Gak ada lagi jahitan merah-merah dari Stargazer X sebelumnya yang [musik] jadinya bikin kelihatan lebih elegan overall. Ini jok depannya Xandary Cross yang yes sama [musik] kayak dashboardnya juga. Sekarang bagian pinggir lapisan kulit sintetisnya dikasih warna merah marun gini. Dan ini jok depannya Destinator yang support pundaknya kelihatan paling besar ya. Berlapis kulit sintetis juga dan full hitamnya [musik] di sini. khusus Stargazer Carens dan Destinator. Bahkan jok drivernya sama-sama udah elektrik pengaturannya, tapi keduanya perlu pilih varian paling atas ya buat opsi ini. Nah, yang beda jok baris keduanya Stargazer Carens jadi satu-satunya yang ngasih [musik] opsi bisa jok bench biasa alias seven seater atau jok dengan captain seat gini yang bisa [musik] bikin dia jadi six seater. So, flexible-nya mau pilih bisa ngangkut penumpang lebih banyak, nyambung semua di tengah atau lebih eksklusif ala captain seat gini. Nice sih ya. masih [musik] sangat jarang bisa ditemuin di kelas ini. Ini jokbers keduanya Xander Cross. Tetap sama kayak sebelumnya ya yang bagian tengahnya bisa dibuka dan kayak ngasih F semi captain [musik] seit. Bedanya sekarang dari headr tambahan buat penumpang tengahnya dan ini jok bars keduanya Destinator [musik] desainnya mirip kayak di Xpander Cross juga yang bagian tengahnya bisa dibuka dan ngasih feel semi captain se ini. Sedangkan ini jok bar ketiganya Star Gazer [musik] CX ini Xpander Cross, dan ini Destinator. Nanti kalau penasaran rasa duduknya di nomor habis ini kita detailin [musik] ya setiap perbedaannya. In case kalian penasaran, ini desain pintu depan ketiga model [musik] mobil ini dan ini desain pintu belakangnya. Oke, detail-detail lain di dalam kabinnya. Stargazer kartan dulu. Lampu kabinnya di depan LED ada dua gini. Nice ya. Dan di baris kedua gabung sama baris ketiga ya, satu [musik] LED gini. Sunfisernya yang kanan ada card holdernya. Kacanya hanya di bagian kiri aja ya. Pegangan tangan plafon yang paling depan hanya ada di sisi penumpang depan aja yang di driver enggak ada. Sedangkan yang di baris kedua keduanya model lipat. yang ada gantungan bajunya hanya di sisi kanannya [musik] dan di baris ketiga enggak ada pegangan tangan plafonnya. Spion tengahnya DN9 manual ya. Jadi kau silau [musik] tinggal dicetekin aja. Xander cross. Lampu kabinnya di depan halogen. Dan di baris kedua gabung sama baris ketiga ya satu halogen gini. Sunfisernya yang kanan ada card holder di dalamnya. Yang di kiri ada card holder di dalam juga plus kaca bisa ditutup buka tapi tanpa lampu. Pegangan tangan plafon yang paling depan ada di sisi penumpang dan sisi [musik] driver. Di baris kedua di kanan kiri tetap pakai model lipat tapi tanpa gandungan baju. Dan di baris ketiga masih dapat [musik] juga ya yang model lipat gini. Spion tengahnya juga day and night manual ya. Jadi kalau silau tinggal dicetekin aja. Destinator lampu kabin yang di depan ada dua titik LED. Yang di baris kedua ada di kiri kanannya [musik] LED juga. Dan yang di baris ketiga pun masih dapat ya. Ada dua titik gini tapi sekali klik nyalanya bareng. LED juga [musik] sunfisernya yang kiri dan kanan. Di dalam sama-sama ada cart holdernya dan dua-duanya juga ada kaca MC untuk dibuka dan ada lampu LED-nya juga di dalam. Pegangan tangan plafonnya yang di paling depan ada di sisi penumpang dan driver. Yang di baris kedua pakai model lipat gini dan masing-masing ada gantungan bajunya juga. [musik] Dan di baris ketiga juga ada yang tetap pakai model lipat juga ya. So, dari ketiga model ini, desain dan keunikan interior mana yang paling kalian [musik] suka? Empat, konfigurasi jok. Oke, sekarang kita praktekin duduk di jok baris pertama, kedua, dan ketiga masing-masing mobilnya. Dari buka pintunya dulu, pintu depannya Stargazer Car10X ini termasuk berat ya. Tapi unik nih, [musik] angsel-nya kayak enggak maksain berhenti di beberapa titik gitu. Makanya kayak lebih fleksibel ya mau berhentiin di [musik] titik yang mana. Jadi beratnya bukan kerasa karena diopin angsel doang, tapi emang karena feel-nya berat aja. Nice ya, Xpander Cross sedikit kerasa lebih berat. Nah, meski di sini berasa sih ya karena angelnya juga ngeberhentiin di beberapa titik tertentu, tapi masih okelah. Sedangkan Destinator kerasa lebih berat lagi pintunya seperti seharusnya lah ya karena satu kelas di atasnya kan. Buat nampak ke dalamnya, Stargazer Car10X ini kerasa [musik] yang paling rendah dibanding ketiganya. Mungkin karena ground clearance-nya juga ya yang paling rendah meski udah cukup tinggi juga sih ya 205 mm. Xandry cross sedikit kerasa lebih tinggi buat nampak ke dalamnya. Meski enggak beda terlalu jauh sih ya karena ground clear aparance 220 mm-nya dan naik ke destinator cukup kerasa jauh lebih tinggi. Nih udah border lain dikit lagi kayak kerasaannya ke SUV leather frame gitu ya. Soalnya meskipun dia monokok tapi ground clearance-nya sampai 240-an mm. Oke, posisi duduknya kalau kita set joknya ke paling rendah di Stargazer Kart 10X ini kerasa tinggi. Setinggi normalnya MPV lah ya. Menurut kita posisinya yang paling ergonomis ya, paling kayak nyetir mobil biasa gitu, enggak berlebihan tinggi. Visibilitas ke depan sangat aman. Dashbardnya di yang baru ini kerasa lebih rendah dan rata ya. Apalagi karena panel head unit dan instrumen clusternya jadi lebih rendah. Jadi jelas banget lihat ke depan. Dan lakukan kap mesin barunya juga jauh lebih kelihatan dibanding di Stargazer X selama ya. Visibilitas ke samping juga termasuk cukup oke. Meskipun kaca spion masih di pilar A, tapi ada kaca tambahan di pilar A-nya buat ngurangin blind spot juga, plus ngasih V lebih lega juga ke depan. Xander Cross posisi duduknya termasuk tinggi dan lebih tinggi dibanding di Carens X ya. Kayaknya di kelas SUV sih dia yang paling tinggi nih sebelum masuk ke kelas semaer frame kayak Rus atau Terios gitu. Visibilitas ke depan meski sebenarnya cukup oke, tapi lekukan kap mesinnya enggak terlalu kelihatan buat patokan ke depan. Sedangkan visibilitas ke sampingnya oke ya karena spionnya di pintu jadi udah mengurangi blind spot dari sananya dan Destinator posisi duduknya ini sangat sangat tinggi ya jelas paling tinggi dari ketiga mobil di sini ini [musik] udah cenderung mirip sama SUV leather frame sih jadinya hampir ngasih feel kita berasa duduk di atas mobilnya bukan di dalam mobilnya gitu meskipun masih tetap lebih ergonomis dibanding SUV leather frame kayak Pajero Sport gitu ya ini saking tinggi posisi duduknya lakukan kap mesinnya jadi sangat terlihat jelas ya bahkan frame ini pun meskipun besar tapi enggak jadi ngalangin pandangan kita. Sedangkan visibilitas ke samping termasuk dia saja ya, karena kita cenderung dekat sama pilar A-nya kayak di SUV beneran dan spionnya juga masih di pilar A. Nah, jadi tergantung nih kalau kalian suka feel duduk yang ergonomis buat nyetir asik itu posisi duduknya Stargazer Carens X bakal ngasih feel yang paling oke. Tapi kalau tinggi badan kalian cenderung pendek dan selalu pengin berasa comending banget di jalan, ya posisi duduk Destinator bakal kerasa lebih pas. Pengaturan jok driver stargazer kartance varian tertinggi ini elektriknya delan arah slide recline naik turunin ketinggian joknya dan naik turunin bagian depan joknya nice juga ya seelas ini bisa dapat jok elektrik ini. Xandry cross manual slide recline dan naik turunin jok meski masih pakai model yang knop gini ya bikin cuma bagian bawahnya doang yang naik bukan seluruh joknya destinator varian tertinggi ini juga elektrik 8 area slide recline naik turunin ketinggian joknya dan naik turunin bagian depan joknya nice. Sedangkan pengaturan jok penumpang depan ketiga model ini full manual ya, slide dan recline aja. Nah, sedikit catatan joknya Stargazer Carens ini support pahanya cenderung lebih pendek ya dibanding Xandary Cross dan Destinator. Buat kita sih enggak terlalu pengaruh ke kenyamanan, tapi mungkin buat beberapa ada yang berpengaruh ya. Headr-nya adjustable di ketiga model ini dan tiga-tiganya juga udah cukup maju. Jadi bikin kepala kita enggak ngedangak kalau mau sandaran sambil nyetir. Okelah. Nah, head room-nya di Stargazer Carens sisa 9 jari, Xander Cross sisa 8 hampir 9 jari lah. Sedangkan Destinator karena kepotong sunroof jadi hanya sisa lima jari ya. Meski masih aman lah ya karena ada sunroof juga kan dia. Sandaran tangan tengah tiga-tiganya dilapis kulit jadi empuk. Enggak ada yang bisa digeser maju mundur tapi tetap bisa buat sandaran tangan sambil pegang setir juga. Sedangkan yang buat sandaran tangan di pintu tiga-tiganya juga di lapis kulit ya. Jadi empuk juga. Seat belt-nya juga di ketiga model ini fix setirnya. Ketiga-tiganya bisa tilt dan teleskopik. Yang jadi catatan teleskopicnya CarterX kerasa [musik] paling panjangnya. So, sedikit lebih gampang buat cari posisi duduk yang paling pas. Sedangkan adjustability-nya Destinator paling pendek nih. Dan mungkin karena joknya saking tingginya itu jadi bikin jarak bawahnya lingkar setir ini ke paha kita paling kecil [musik] ya. Jadi kayak agak sempit gitu. Makanya overall F duduknya paling kerasa off gitu ya karena posisi duduk yang paling tinggi dan setirnya kerasa paling rendah. Sekali lagi mungkin buat driver yang badannya lebih kecil, hal ini enggak terlalu masalah sih ya. Sedangkan buat sandaran kaki kiri driver ketiga model semuanya ada gundukan kecil tapi tanpa pet plastik tambahannya. Oke, sekarang kita ke baris kedua. Oke, buat masuk ke belakang semua model pintunya lebih berat ya dibanding pintu depannya karena emang ukurannya lebih besar juga bukan pintunya mirip-mirip ketiganya termasuk lebar. Paling desin aja yang sedikit lebih enggak selebar yang lainnya. Dan karena ketiga model ini juga atapnya enggak ada yang turun, jadi kita masuk ke dalam yang enggak perlu nunduk sama sekali ya. Oke, dari ketiga model ini cuma Stargaser Caron size saja yang ada opsi captain seat kayak yang lagi kita videoin [musik] ini. Dan selera sih kalian lebih suka bench atau captain gini tapi emang jok yang terpisah kiri kanan gini otomatis ngasih feel lebih eksklusif ya pas lagi duduk dan lebih bebas gerak juga buat bocah-bocah gitu bisa ke paling belakang dengan gampang. Dan enaknya ada opsi juga buat pilih jok yang biasa kalau enggak suka gini jadi fleksibel lah. Nah, jarak dudukan joknya sama lantainya di ketiga modelnya jauh ya. Jadi sudut paha kita ketopang dengan baik sini. Jadi ketiga model ini aman, posisinya bakal nyaman semua. Nah, ketiga mobil ini juga jok baris keduanya sama, bisa digeser maju mundur ya buat sesuaian ruang sama baris ketiga. Nah, ini kalau kita geser sampai paling maju di Stargens X ruang kakinya segini sisa lima jari. Masih cukup aman lah ya buat orang dewasa duduk juga. Di Expander Cross segini ya sisanya kalau dimajuin mentok sisa en jari. Beda tipis sama di CarterX. Sedangkan [musik] di destinator segini ya. Kalau dibuat paling maju malah cuma sisa empat jari. nya ini karena mejanya intrusif banget nih. Sedangkan kalau mejanya kita lagi angkat baru deh sisanya lumayan en jari sama kayak [musik] di Xpander Cross. Nah, kalau kita geser sampai paling mundur jok baris keduanya di Stargazer Cardens X sisa ruang kakinya segini 10 [musik] jarian. Nice lah. Udah kerasa lega sih ini di expander cross segini kalau dibuat paling mundur sedikit lebih lega ya. Sisanya 11 jari. Dan di destinator segini kalau dibuat paling mundur sisanya jari. Ya. Ya sekali lagi karena mejanya inusif banget. Kalau mejanya dinaikin baru deh sisanya 11 jari sama kayak di Xpander Cross. Nah, di Stargazer Carens X yang sisi ada mejanya [musik] gimana? Karena di sini model mejanya lebih masuk ke cekokannya dan modelnya juga lebih ramping. Jadi enggak pengaruh ya ke ruang kakinya sih masih sama. Tapi mengejutkan ya. Kirain karena Destinator masuk ke kelas medium SUV, ruangnya bakal jauh lebih lega di tengah sini. Ternyata cenderung mirip-mirip ya sama kelas leadernya low SUV gini. Ruang gerak sepatu ketiga-tiganya aman banget. Paling lega emang di Destinators ya karena joknya bertumpu sama dudukan tambahan gitu di bawahnya. [musik] Oke, headr-nya di Stargazer Carens X karena ini yang model captain seat tentu hanya ada di kiri kanan aja ya, adjustable gini. Di Xpander Cross di ketiga sisinya adjustable sekarangnya di model yang facelift dan [musik] di Destinator juga ketiga sisinya adjustable. Sudut trik lainnya juga tentunya ketiga model ini fleksibel [musik] ya. Meski dari ketiga ini Stargazer Carens X kelihatan jadi yang paling rebah jadi bisa paling rileks ya. Expandry cross danator sama sih bedanya gak terlalu jauh tapi cukup berasa lah ya. Ini kalau kita duduk tegak di Stargazer Carens X misalnya mau kerja ngetik pakai laptop gitu ya. Nah, ruang kepalanya masih sangat lega ya. Sisa sekitar 9 jari. Ini kalau di [musik] Xpander Cross dibuat tegak banget. Ini juga masih aman banget ya ruang kepalanya sisanya sekitar jari. [musik] Sedangkan ini Destinator kalau dibuat tegak. Karena ada gundukan panoramic sunroof-nya otomatis ruang kepalanya jadi enggak selega yang lainnya. Sisanya cuma dua jari aja. Dan ini kalau dibuat paling rebah ya di Stargazer karten seksi karena lebih rebah dari yang lain. Jadi otomatis ruang kepalanya jauh lebih [musik] banyak sisanya ya sekitar 13 14 jari gitulah ya. So enak nih pas lagi rebahan gini berasa lega. Di Xpander Cross [musik] ini kalau dibuat paling rebahnya sisa ruang kepalanya sekitar 9 jari ya. Sedangkan di Destinator meskipun udah dibuat paling rebah tapi sisa ruang kepalanya juga enggak terlalu banyak ya sekitar 4 atau 5 jari gitu [musik] ya. Plusnya di sini kalau kita lihat ke atas bisa lihat kaca panoramic sunroof-nya lah ya. Oke, buat sandaran tangan di pintu. Di ketiga mobil sama ya, sama-sama di lapis kulit jadi empuk. Yang di tengah Starger Carance X karena pakai captain seat jadi pakai armr yang dedicated gini perkursinya. Ini dilapis kulit ya, jadi empuk buat sandaran. Okelah di Xpander Crossbr tengahnya bisa diturunin gini dan ini bikin tengahnya jadi bolong ya. Ini empuk juga ya buat sandaran tangannya. Dan di destinator sama ya kayak di Expander [musik] Cross. Tengahnya bisa diturunin jadi bolong gini dan empuk ya buat sandaran tangannya. Oke, di Stargarten karena yang ini [musik] captain seat, jadi otomatis gak bisa duduk bertiga lah ya. Di tengah sini harus pilih yang varian seven seater kalau mau [musik] bisa bertiga di tengah. Tapi lantai di tengah sini kecil aja gundukannya. Jadi buat pindah-pindah jok ke kiri kanannya enggak [musik] sulit kakinya di Expander Cross dan Destinator kalau mau duduk bertiga mirip ya. Nampak ke tengahnya sedikit perlu ngelipat kakinya. Ada gundukan kecil juga di lantai tengah sini. Jadi kaki kita sebaiknya ke kiri kanannya ya. Dudukan jok tengahnya sedikit lebih tinggi dan sedikit lebih keras dibanding kiri kanannya. Kalau sandarannya ini jauh lebih maju, tapi cuma sedikit lebih keras saja dibanding kiri kanannya. Dan karena ada headr, jadi kepala kita gak bakal ngedanga juga ya. Di tengah sini headro-nya pun cuma berkurang sedikit banget dari kiri kanannya. Dan seat belt-nya sama-sama pakai yang model dari plafon gini ya, tiga [musik] titik. Oke, sekarang kita ke baris ketiga. Karena Stargon Sex ini jadi satu-satunya yang punya opsi captain seat, jadi kita bisa ke paling belakang langsung dari tengah sini ya. Enggak perlu lipat apa-apa dulu. Anak kecil demen banget nih ya. Biasanya sedikit catatan pas kita ngelangkah ke belakang lantai tengahnya dia sedikit lebih naik gitu ya. Jadi kepala kita perlu agak nunduk. Nah kalau dari kiri sini cukup pakai tuas ini aja kita cetekin dan joknya bakal langsung kelipat ke depan gini alias one touch tumble. Dan buat ngelangkah ke belakang dikasih pad plastik tambahan dan pas ke dalam kelihatan ada grab handle dari sisi dalamnya sini ya. Dan dari sebelah kanan juga sama persis one touch tumble. Ada pad plastik buat napak dan ada cekokan buat jadi pegangan ke [musik] belakang gini. Xpander cross kalau mau ke paling belakang bisa dari kiri atau kanan. Kalau dari kiri kita pakai tuas ini kita cetekin sama ya satu jok paling kiri sini bakal langsung ngeliput ke depan alias one touch tumble [musik] tapi emang enggak ada tapakan kaki khusus ke paling belakang dan cekokan buat pegangan tangannya juga enggak terlalu kentara ya. Nah, kalau dari sebelah kanan sama one touch tumble juga tapi yang kelipat itu jok kanan dan jok [musik] tengahnya sekaligus ya. Destinator kalau mau ke paling belakang bisa juga dari kiri atau [musik] kanan. Kalau dari kiri kita pakai tuas ini kita cetekin satu jok paling kiri sini bakal langsung ngelipat ke depan one touch tumble. Tapi kayak Xander Cross, gak ada tapakan kaki khusus ke paling belakang. Cuman emang cekokan buat pegangan tangan bantu ke belakangnya lebih jelas di sini ya, [musik] dibanding di Expander. Kalau mau ke belakang dari sebelah kanan sama ya, one touch tumble juga, tapi yang kelipat jok kanan dan jok tengahnya sekaligus ya. Oke, ini baris paling belakang ketiga [musik] modelnya. Semua headr-nya kita naikin dulu ya biar duduknya enak. Dari Stargazer CarX dulu, jarak dudukan jok ke lantainya termasuk cukup jauh ya. Paha kita masih naik sedikit sudutnya tapi buat ukuran low SUV si termasuk oke banget ya. Xander cross juga mirip ya, dudukan jok ke lantainya. Paling sudut paha kita sedikit [musik] lebih naik aja dibanding Carens X. Tapi bedanya gak terlalu kentara ya. Sedangkan di Destinator dudukan jok ke lantainya kelihatan yang paling oke. Sudut paha kita ketopang sedikit lebih oke dibanding di Starg. Nah, ketiga model ini jok baris ketiganya bisa diatur sudut terbanyak dan semuanya [musik] pas diatur recline-nya bagian bawahnya juga ikut gerak ya menyesuaikan sudutnya. Oke, di Stargazer Karten Sex dulu. Kalau joknya kita bikin paling tegak, misalnya mau ngasih ruang bagas yang lebih gede gitu kayak gini ya, ruang kepalanya sisa satu jari nih ya. Sangat mepet. Nah, kalau dibuat paling rebah termasuk rileks ya sudutnya buat baris ketiga. Okelah [musik] ini. Dan sisa ruang kepalanya sedikit lebih baik ya, sisa dua jari jadinya Xander Cross kalau kita bikin paling tengah gini sisa ruang kepalanya sekitar dua jari ya. Kalau [musik] kita bikin paling rebah, sudutnya cukup oke meski gak sampai serebah curens dan Destinator. Dan sisa ruang kepalanya jadi sekitar [musik] satu jari, ya lebih mepet. Destinator ini kalau kita bikin duduknya paling tegak. Sisa ruang kepalanya sekitar dua jari dan ini kalau dibuat paling rebah. [musik] Sudutnya sedikit lebih rileks dibanding Xandary Cross. Tapi kerasa mirip sama Kartens ya. Sisa ruang kepalanya sedikit lebih mepet. Satu jari lebih sedikit [musik] lah ini ya. Ruang kakinya gimana? Stargazer Karten Sex dulu. Ini kalau jok baris keduanya kita set paling maju. Dan sudutnya kita setik lebih rebah dari paling tegaknya. Sisa ruang kakinya masih lega sekitar lima jari. [musik] Sedangkan kalau kita geser paling mundur jok baris keduanya, nah mengejutkannya masih muat nih. Sisa satu jari. Jarang banget nih ya kelas low SUV low MPV gini masih cukup di baris ketiga buat orang dewasa meskipun jok tengahnya udah dimundurin mentok. Salah satu alasannya juga karena bentuk jok tengahnya cukup ramping nih. Okelah, Xander Cross ini kalau jok baris keduanya kita set paling maju dan sudutnya kita set satu titik lebih rebah dari paling tegaknya. Sisa ruang kakinya sekitar 4 sampai 5 jari nih. Sedikit lebih sempit dibanding Cartens X tadi. [musik] Dan ini kalau dimundurin mentok jok baris keduanya udah enggak cukup lagi ya ruang kakinya. Sebenarnya bukan artinya Xander Cross ini sempit banget, [musik] tapi emang kebanyakan mobil di kelas ini udah enggak cukup ya baris ketiganya. Seandainya jok baris keduanya kita mundurin banget. Dan [musik] di Destinator ini kalau jok baris keduanya kita majuin mentok dan sudutnya kita set satu titik lebih rebah dari paling tegaknya. Sisa ruang kakinya oke nih ya sekitar lima jarian dan ini kalau kita bikin paling mundur mentok sisa satu jari ya. Yes. Lebih lega dibanding Xander Cross. [musik] Tapi mengejutkannya masih mirip sama di Carens X-nya ya. Meski dimensi overall-nya sedikit lebih besar Destinator ini, ruang gerak sepatunya di Stargazer Caron Sex masih aman banget terutama kakinya di tengah ya. Kalau model yang Captain City ini bakal bebas gerak banget. Di Xander Cross masih aman meski sedikit lebih sempit ruang gerak sepatunya dan di Destinator juga masih aman ya mirip di Carens X. Ketiga model ini sama-sama [musik] ada buat sandarin tangan di pinggir kanan dan kirinya ya. Dan kaca baris ketiganya di Stargazer Carens X kelihatan yang paling besar ya. Jadi paling enggak ngasih kesan yang claustrofobik. Xandry Cross pun masih cukup besar karena berbasis dari MPV [musik] juga. Sedangkan Destinator yang desainnya paling SUV itu kelihatan yang paling kecil ya [musik] kaca baris ketiganya. Jadi kalau kita lihat keluar lebih kelihatan pilarnya dulu. sebelum lihat kacanya. Meski ini juga sebenarnya not bad lah ya. [musik] So, rangkuman rasa duduknya Stargazer Carens X yang kita suka selain F eksklusif dari captain seat-nya, tapi enaknya juga bahkan kalau jok baris kedua digeser mundur mentok, orang dewasa masih tetap bisa duduk di paling belakangnya. Sangat-sangat jarang di kelasnya bisa kayak gini. Xpander Cross sangat enak di baris kedua [musik] dan tetap kerasa lebih baik dibanding mayoritas di kelasnya. Meski bakal lebih enak lagi kalau bisa recline lebih jauh dan kalau pengaturan ketinggian jok driver pakai model tuas yang proper ya, bukan pakai rotary noob gini. Dan Destinator jelas SUV seater yang bisa muat tujuh [musik] penumpang dengan sangat aman. Catatan kita ada di posisi jok driver yang sangat-sangat [musik] tinggi dan meskipun ini lega tapi leganya cenderung mirip sama di Carance X ya dan masih cukup jauh di bawah MPV medium kayak Innova Zenix gitu misalnya ya. Lima detail fiture. Dari ketiga model ini sebenarnya masing-masing punya fitur yang termasuk oke di [musik] kelasnya. Nah, karena Destiny jadi satu-satunya yang masuk kelas medium SUV di sini dan jadi satu-satunya yang harganya nembus R500 juta. [musik] So, seharusnya dia bakal punya fitur terbanyak. Tapi apakah benar? Nih kalau mulai perbandingan sekilasnya aja kita tunjukin di tabel ini ya. Model mana, ada fitur yang apa dan enggak ada fitur yang apa. Tapi kalau mau [musik] lebih lengkap kita detailinya. Kalau mau Char device apalagi zaman sekarang satu anak punya satu HP satu tablet ya kan di depan dulu. Stargazer Car10X punya satu powerlet 12 volt dan 2 USB port, satu type C dan satu type E. Dan yes, USB port di depan sini bisa manfaatin lubang di konsol tengah ini tadi ya, yang bikin kabelnya enggak kelihatan berantakan di atas dan HP yang kita colok pakai kabel itu bisa bersandar rapi di depan yang kayak hand grip ini. Okelah [musik] ya, Xandry Cross sama juga ada satu poweret 12 volt dan 2 USB port, satu type C dan satu type E. Dan ada storage juga di samping sini yang cukup tipis buat naruh HP yang lagi dicolok kabel ya. Dan destinator [musik] pun sama, ada satu poweret 12 volt dan 2 USB port, satu type C dan satu type [musik] A. Nah, dua dari ketiga mobil ini juga ada wireless charger. Dan yang enggak ada mungkin bukan mobil yang kalian pikirin. [musik] Di Stargazer Caronx wireless chargernya ada di konsol tengahnya sini dan ini model yang build in [musik] dari sananya ya. Jadi kalau kita keluar mobil waktu HP-nya masih di wirel charger nanti juga bakal diingetin di [musik] instrumen clusternya dan ini baru bisa charging kalau semua pintu tertutup ya. dan matiinya lainnya pun langsung [musik] dari head unitnya. Di Xpander Cross juga ada. Meski lebih kayak tambahan APM lokal sih ya, tapi gak apa-apa [musik] yang penting ada tombol buat matiin nyalanya juga di sebelahnya. Seandainya mau naruh barang lain selain HP gitu ya di atasnya yang enggak ada justru destinator ya. Mobil termahal di sini dengan margin yang cukup jauh justru enggak ada wireless chargernya. Oke, baris kedua semuanya ada dua USB port. Bedanya di Starizer Carens X [musik] portnya dua-duanya type C ya. Dan uniknya di kiri kanan mejanya yang di balik jok penumpang depan ada cantolan kecil yang bisa dipakai buat cable management. Seandainya [musik] kita mau colok iPad gitu ya dan dipakai nonton di mejanya nanti kabelnya bisa dibikin enggak terlalu berantakan gini. Begitu juga bisa kalau dibalik ya di Expander Cross dan Destinator yang satu USB port dan satu lagi type C. Dan yang kita senang keduanya ngasih kantong khusus buat naruh HP di balik kedua jok depannya yang di bagian [musik] paling atas. Dan di baris ketiga, Stargazer Carens dan Xander Cross sama-sama dapat power outlet 12 volt. Sedangkan Destinator enggak ada power outlet, adanya dua USB port tambahan lagi ya, yang satu type A dan satu type C. Lanjut. Destinator jadi satu-satunya yang punya atap berkaca di sini. Panoramic sunroof nih. Ukurannya cukup besar dan selain bisa buka shade-nya, bisa juga buka kacanya. [musik] Dan ini selain bisa dibuka tutup pakai tombol physical di overhead console, bisa juga pakai menu dari head units ini ya yang lebih detail. Sedangkan Stargazer, Carter X dan Xander Cross atapnya full solid ya, gak ada sunroof-sunroof. Tapi ada juga fitur yang adanya di Carterance X doang. Ventilated seat alias pendingin [musik] jok buat jok driver. Yes. Mobil sekelas ini dapat pendingin jok ya 5 tahunan lalu kayaknya cuma ada di mobil di atas R miliar [musik] ya kan? Sekarang ada di Carens X. Gila sih ini Carensx juga jadi satu-satunya yang dapat padle shift ya di sini. Yes. Karena dia pakai control transmisi elektronik shift by wire. Jadi buat simulasi ganti giginya dikasih padle shift [musik] gini. Asik ya. Oke, balik ke yang cuma ada di Destinator aja lagi. Wiper otomatis. Nice ya. Sedangkan Stargazer CarX dan Xpander Cross wipernya sama-sama intermittent variable [musik] ya. Destinator juga jadi satu-satunya yang dapat spion tengah auto diming alias yang bisa meredup sendiri kalau kena silau dari belakang. Sedangkan Stargazer Cardens dan Xfander Cross day and night manual dan spion tengahnya. Buat pengaturan lampu di Stargazer Carens dan Destinator sama-sama otomatis [musik] tapi Destinator ada tambahan pengaturan ketinggian suara tahan lampu juga. Sedangkan di Expander Cross pengaturan lampunya manual ya. Sound systemnya Stargazer Carens dan Destinator varian teratas yang kita videoin ini sama-sama dapat sound system premium ya yang ada [musik] delan speaker di Carens X. Sound systemnya dari Bos yang isinya ada dua midbass depan, dua twitter depan, satu center speaker di dashboard, dua speaker di belakang, [musik] dan satu subwover di bagasi. Kalau diinator sound systemnya dari Yamaha. Ada dua midbass di depan dan dua twitter depan. Dan di belakang ada dua speaker koexi two way yang [musik] masing-masing ada gabungan woover dan twitternya. Keduanya sama-sama ada beberapa setting sound premiumnya. Meski di destinator emang ada beberapa preset dan opsi soundnya. Outputnya gimana sebenarnya sesuai selerat-nya? Menurut kita di Destinator kedengaran lebih rich ya bagian mid-nya ya. Mungkin kebantu efek sound-nya juga sih. Tapi di cartens pun tetap terbaik di kelasnya sih ya. Dan center speakernya emang ngasih staging dan separasi suara yang sulit banget buat dikasih dari setting time alignment speaker standar gitu [musik] ya. Nice lah kedua mobil ini. Sedangkan Xander Cross pakai enam speaker standar ya. Ketiganya punya fitur welcome light. Stargazer Carensx bakal nyalain lampu besarnya pas kita buka kuncinya [musik] di tempat gelap. Dan opsi ini bisa kita matiin dengan cetekin tuas lampunya ke offet. Xander Cross bakal nyalain lampu kecilnya pas kita buka kuncinya di manapun. [musik] Dan Destinator bisa nyalain lampu kecilnya aja atau lampu besarnya pas kita buka kuncinya di tempat gelap. Tergantung [musik] settings yang kita pilih di head unit ya. Ngomongin kunci, kunci stargzer card dulu. Ini remote-nya ya. Ada tombol lock, unlock, remote start, dan buka kunci. Bagasi [musik] ada pasif kill entry. Jadi kalau mobilnya dikunci, remote-nya tinggal dikantongin aja. Dekatin mobilnya dan klik tombol di handle ini dan kuncinya kebuka sekaligus spionnya juga kebuka. Ya, buat kunci lagi tinggal klik lagi dan spionnya juga bakal kelipat lagi. Spion kebuka tutup otomatis ini bisa kita atur dari head unitnya. Sedangkan buat lipat spionnya manual pakai tombol [musik] yang di sini ya. Buat nyalain mesinnya pakai tombol start stop di dashboard sini. Ada welcome function juga. Jadi kalau kita dekatin mobilnya sambil bawa remote-nya nanti [musik] spionnya bakal kebuka buat nyambut kita. Tapi mobilnya masih kekunci ya. Kita tetap harus klik tombol ini buat buka kuncinya. [musik] Dan ada fungsi remote window control. Jadi kalau kita tahan tombol unlock di kuncinya nanti bisa buka jendela drivernya dan kalau kita tahan tombol lock-nya nanti bisa buat [musik] tutup lagi juga. Nice ya. Kuncinya Xander Cross. Remote-nya hanya ada tombol lock dan unlock aja. [musik] Ada passif cooless entry. Jadi kalau mobilnya dikunci, remot-nya tinggal dikantongin. Dekatin mobilnya dan klik tombol di handle ini dan kuncinya kebuka sekaligus spionnya juga kebuka. Ya, buat kunci lagi tinggal klik lagi dan spionnya juga bakal kelipat lagi. [musik] Spion lipat otomatisnya enggak bisa diatur ya, bakal selalu aktif. Sedangkan kalau lipat spionnya manual pakai tombol yang di sini ya. Buatnya lain mesin pakai tombol start stop di kanan dashbor [musik] sini. Tapi tentunya si cover Captain America ini aksesoris tambahan ya, bukan bawaan. Kuncinya [musik] Destinator khusus varian paling atas ini selain tombol lock dan unlock ada juga buat buka bagasi elektriknya. Ada pasifless entry-nya juga. Jadi kalau mobilnya dikunci, remotnya tinggal dikantongin, handle [musik] ini dan kuncinya kebuka kunci lagi tinggal klik lagi [musik] dan spionnya juga bakal keliput lagi. Buat atur spionnya kelipat otomatis atau enggak bisa dari head unit sini. Sedangkan buat lipat manual dari tombol di sini ya. Dan buat mati nyalan mesin pakai tombol start stop [musik] yang ada di tengah dashboard sini. Nah, dari ketiganya Stargazer Carens jadi satu-satunya yang punya fitur remote [musik] start engine dari remote kuncinya ya. Desinator ada tapi cuma dari aplikasi aja yang bakal kita bahas nanti. Jadi dengan fitur [musik] ini kita bisa nyalain mesin mobilnya dari luar ya dengan klik lock terus klik dan tahan tombol remote start-nya ini dan nanti mesinnya bakal nyala. Nah nanti kita bisa panasin mesin mobil dan dinginin kabinnya dulu sebelum masuk ke dalam mobilnya. [musik] Tentunya kalau mau masuk ke dalam kabin setelah diemote start tetap butuh bawa kunci ya. Dan kalau kuncinya sudah terdeteksi begitu kita tutup pintu drivernya sistem mobilnya bakal udah aktif semua dan langsung bisa dibawa jalan. Nice ya. Lanjut. Ketiga mobil ini sama-sama punya fitur rem parkir elektrik atau IPB. Jadi buat aktifin rem parkirnya tinggal tarik aja tuasnya dan buat nonaktifin tinggal dorong sambil injak pedal remnya. Tapi tentunya semuanya bisa otomatis nonaktif pas masuk gigi D dan injak pedal gas kalau udah pakai seat belt driver ya dan bisa aktif lagi pas masuk gigi P ya. Ketiganya ada auto hold juga yang bisa nahan rem mobilnya pas sudah berhenti. Jadi enggak perlu pegal terus-terusan nahan pada remnya kalau lagi di lampu merah gitu. AC-nya Stargazer CarX dapat auto climate control alias AC otomatis single zone. Expander cross dapat AC manual dan Destinator dapat auto climate control dual zone. Jadi suhu depan kiri dan kanan bisa dibedain [musik] dari Caren size dulu ya. Suhu paling dinginnya 16,5 derajat celcius dan paling panasnya 27 derajat. Ada buat arahin angin ke kaki dan difoser kaca depan tapi belum ada di foger kaca belakangnya. Oh, uniknya ini selain tombol fisikal dan kapasitif di bawah sini [musik] bisa juga dilihat dan dikontrol AC-nya langsung dari head unitnya ya. Kalau ini AC-nya Xandry Cross full manual tapi digital [musik] dan dia tanpa heater tentunya dapat buat arahin angin ke kaki dan ada di fogger kaca belakang. Sedangkan ini AC-nya Destinator [musik] suhu paling dingin 18 derajat celcius dan paling panasnya 32 derajat. Ada mode dry juga buat ngurangin kelembaban kabin. [musik] Ada max cool buat langsung ng-set semua kepala yang dingin. Dan ada memori buat simpan konfigurasi AC favorit kita. dan bisa langsung recall [musik] opsi tadi dengan klik aja ya. Ada buat tarinan ke kaki diforcer kaca depan dan di foger kaca belakang juga lengkap. Dan destinator juga dapat ventilasi AC unik di bawah setirnya. [musik] Ini menuasi destinator ini bisa dilihat dari head unit tapi enggak bisa diatur dari situ ya. Ketiga model ini sama-sama dapat double blower, Stargazer Carens dan Xfunder Cross. Pakai model yang menggunduk gini khasnya kelas low SUV dan low MPV ya. Sama-sama ada empat ventilasi. Carardx dapat tiga level kipas dan expander cross dapat 4 level kipas. Sedangkan Destinator pakai ventilasi AC double blower yang terintegrasi [musik] di plafon baris kedua dan plafon baris ketiga. Ya, buat kontrolnya dapat layar digital gini di [musik] belakang. Di setirnya Stargazer Carten SEX. Setir sebelah kirinya ada tombol buat atur audio, telefoni, dan voice [musik] comand. Sedangkan setir sebelah kanan ada buat atur MID, lan keepeping, lane following, dan spark cruise controlnya. Xpander cross. Tombol setir. Yang sebelah kiri ada pengaturan audio dan instrumen cluster. Yang sebelah kanan ada cruise control, telefoni dan voice command. [musik] Destinator setir sebelah kiri ada pengatur audio dan instrumen cluster kayak di Expander. Yang sebelah kanan ada buat adaptive cruise control, teloni, voice comand, dan tombol kamera. Oke, Starger, Caren, Sex dan Destinator sama-sama dapat fitur internet connected ya, yang artinya mobilnya selalu terkoneksi internet dan bisa dipantau plus dikontrol pakai aplikasi dari HP kita. Nama fiturnya di Stargazer Carens X disebutnya Blue Link, di Destinator disebutnya My Mitsubishi Connect. Dari Blue Linkia Carens X dulu kayak Stargazer sebelumnya, ada tombol SOS dan road side assistance di overhead consoles ini buat keadaan emergency. Nah, dari HP aplikasi Blue Link kita bisa pantau status cepat, kontrol beberapa fungsi cepat, aktifin valet mode dari sini, masukin navigasi dari sini. Yang uniknya nanti pas masuk mobilnya navigasinya bakal langsung muncul di head unitnya. Bisa lihat report perjalanan dan diagnostik juga. Kontrol lebih lengkap kayak buka kunci dan kunci mobilnya [musik] lagi. Nyalain hazard atau hazard dan klakson buat cari mobilnya. Nyalain mesin mobil dan bisa matiin mesinnya juga kalau tadi udah nyalain mesinnya dari sini. Bisa aturasi juga mau langsung nyala seberapa kalau kita nyalain mesin dari sini. Dan di bagian lihat status mobilnya yang lebih lengkap ada yang unik nih. Kita bisa manfaatin kamera 360 derajat mobilnya buat ambil gambar saat kita request. Dan nanti gambarnya bakal kesimpan di HP kita. ya lumayan [musik] kepakai jadi mata tambahan lah ya mobil kita kalau misalnya mobilnya lagi kita tinggal di suatu tempat gitu. Di Destinator pun serupa ya ada tombol SOS juga di overid konsolnya dan roadside assistance-nya di head unit. Nah, kita sayangnya enggak dapat akses my Mitsubishi Connect mobil yang [musik] kita lagi videoin. Tapi kita ada sampelnya sih ya. Ini aplikasi bisa ngapain aja kayak buat lihat lokasi mobil, status dan kondisi mobilnya gimana. [musik] Remote start AC bisa, nyalain lampu dan klakson gitu juga bisa ya. Nah, dua-duanya juga dapat fitur kayak Geo Fancing gitu atau fitur yang bakal otomatis hubungin SOS seandainya terdeteksi ada airbag mengembang dari kecelakaan. [musik] Canggih ya. Lanjut sekarang ke dua layar utama di mobilnya. Stargazer CarX pakai dua layar kembar yang diintegrasikan dalam satu frame panjang yang rata ya. Head unitnya 10,25 inci dan instrumen clusternya full LCD TFT 10,25 inci juga. [musik] Xander cross pakai layout terpisah. Head unitnya 9 inci yang model floating ini dan instrumen clusternya full LCD TFT 8 inci. Iniator pakai layout DOM yang digabung, tapi dia enggak flat ya. Head unitnya yang 12,3 inci ini rata sama frame-nya. [musik] Sedangkan instrumen clusternya yang full LCD TFT 8 inch gini lebih masuk kayak yang dipakai di Xpander Cross juga. Kita bakal bahas masing-masing layar ini bisa ngapain aja. Tapi enggak bakal kita bahas terlalu dalam kayak di review lengkap ya karena bisa kepanjangan banget itu. Nanti bisa kalian cek langsunglah di review lengkap kita soal masing-masing mobil ini nantinya. Stargazer KartenX dulu instrumen clusternya. Ini bisa diganti temanya waktu kita ganti model berkendara ya. Nah, tapi kalau yang sesuai sama mode berkendara tiga tema. Sport kayak gini, smart kayak gini, eco kayak gini, dan normal sama kayak smart ya. Dan kita juga bisa pilih manual temanya dari head unit. Dan nanti selain tiga tema yang tadi, ada satu tambahan tema lagi ya yang [musik] cube ini. Okelah ya, info yang bisa diganti ada di tengahnya ya. Ada layar adas, layar 3 tripeter yang berbeda dan speedometer digital, kompas dan info navigasi. Dan ada TPMS instrumen clusternya Xander Cross. Animasinya baru ya. Dan sekarang desainnya di yang facelift ini juga disamain kayak punya Destinator yang artinya ada dua tema [musik] juga ya. Satu yang speedo dan takometernya di atas dan satu lagi yang takometernya lebih kecil di bawah. Infonya ada detail trimeter, ada juga yang nunjukin status active your control dan wheel control-nya, ada yang nunjukin warning dan ada settings juga yang cukup banyak nih ya. Tapi kita detailinnya dieview sendiri aja ya. Instrumen cluster Destinator pada dasarnya dia mirip sama XAnder Cross. Ada dua tema juga yang serupa ya, yang speedo dan takometernya di atasnya [musik] dan satu lagi yang takometernya di bawah. Nah, tapi di sini infonya lebih banyak. Ada info detail trimeter juga, info range dan active vi control plus wheel control juga. Tapi di sini ada kompas, media yang lagi diputar, info adas, warning, dan settingsnya yang di sini sedikit lebih lengkap ya karena ada settings adasnya [musik] juga. Head unitnya Starg 2. Jadi selain layar sentuhnya tadi dia juga ada beberapa shortcut dan control fysikal yang di bawah ACS ini. Jadi selain beberapa tombol ini ada juga knock track dan volume [musik] ya. Nice. Oke dari interface utamanya kayak gini yang langsung ngasih lihat navigasi titik GPS kita dan cuaca sekarang. Dan bisa ganti-ganti profil juga ya. Aplikasinya ada [musik] kiblat dan kompas. Ada navigasi bawaan dan ini terkoneksi internet ya. Jadi bisa lihat hal kayak kemacetan gitu juga. Next ya. Kayaknya di kelas ini enggak ada yang punya fitur navigasi connected gini. Bluetooth telephoni, ada Apple CarPlay dan Android Auto wired alias pakai kabel ya koneksinya. Ada voice memo buat rekam suara, climate buat atur AC dari layar. Ada valet mode ini buat kasih mobilnya ke Vale supaya semua entertainment-nya terkunci kode ya dan kecepatan plus beberapa info yang dilakuin sama Val terdeteksi. Ada quiet mode buat kecilin suara dan sisain suara dari depan aja. Medianya cukup banyak nih ya. Selain radio, Bluetooth, USB music, dan video, ada juga [musik] yang disebut sounds of Nature yang mensimulasikan berbagai kondisi suara di kehidupan nyata [musik] gitu. Nice sih ya. Ada menu blue link termasuk buat lihat cuaca dan diagnostik mobilnya. Dan ini settings-nya banyak banget ya. Ada kayak settings lengkap padasnya, settings kedua layarnya, settings AC, settings ambient light, settings perkuncian, wireless charger, dan masih banyak lagi. Sekali lagi kalau mau lihat lebih lengkapnya bisa cek review lengkap per mobilnya nanti ya. [musik] Head unitnya Xander Cross ini juga baru ya, beda dari model yang sebelum facelift ini. Di kiri kanan layarnya ada tombol-tombol kapasitif dan di interface utamanya yang unik ada info pitch, [musik] roll, altimeter dan kompasnya. Mantap. Ada kalender juga. Terus konektivitas HP-nya ada Android Auto dan Apple CarPlay wireless alias yang koneksinya [musik] tanpa kabel. Terus bisa screen mirroring dari weblink juga dan persettingannya lebih standar [musik] ya karena dia enggak ada yang menyangkut settings mobilnya di sini. Paling settings audionya aja yang cukup detail. Head unitnya Destinator selain layar sentuhnya di bawahnya ada shortcut tombol kapasitif. Sedangkan di interface utamanya di bagian kiri dan kanan juga dijadiin shortcut buat beberapa menu pentingnya ya. Oke, interface utamanya dia nunjukin ada tiga widget [musik] gini dan ini bisa kita swipe-swipe juga ya. Mau nunjukin widget yang mana. Aplikasinya. Ada konektivitas HP Android Auto dan Apple CarPlay wireless-nya alias tanpa kabel. Nice. [musik] Dan ada screen mirroring weblink juga di sini. Media lainnya bisa dipilih. Ada Bluetooth, USB, iPod [musik] connection, dan radio ya. Wallpaper player. Selain bisa pilih wallpaper statis, bisa pilih wallpaper bergerak juga, ya. Aplikasi ambient lighting buat atur ambient light. Sunroof buat buka tutup sunroof dari sini. USB photos buat lihat foto-foto. Ada macam-macam jenis jam. Ada juga aplikasi vehicle information yang bisa nunjukin info sejenis multimeter tadi, tapi di sini langsung ditunjukin lebih banyak dan tampilannya kayak kokpit pesawat gitu ya. Aplikasi kamera buat buka kamera 360-nya. Menu AC buat lihat status AC-nya. Drive mode buat nunjukin mode berkendaraannya. Ada buat telepon Mitsubishi Assistance dan menu maintenance buat pengingat servis yang variabelnya cukup banyak ya. Kayak curen size settings di head unitnya Dinator ini juga banyak banget karena banyak yang menyangkut settings kendaraannya bukan settings unitnya [musik] doang. Sekali lagi kalau mau lihat detailnya bisa cek di review first impression atau review lengkap kita. Tapi satu catatan meskipun head unit Destinator ini gede dan isinya banyak banget, sayangnya responsnya termasuk sangat-sangat lambat ya. Oke, [musik] so apalagi Starzer Carens jadi satu-satunya yang punya sistem perintah suara yang cukup mendalam ya dan ini hanya bisa diakses pakai bahasa Indonesia aja. Nih beberapa contohnya nyalakan AC. Menyalakan AC. Set suhu menjadi 25 derajat. Atur navigasi [musik] ke Ancol. Sebutkan nomor baris lokasi yang ingin Anda tuju. Satu. Ingin panduan ke lokasi ini? Iya. Di luar itu yang agak mengecewakan dari ketiganya adalah yang jendelanya auto up down hanya sisi driver semua aja ya. Oh dan meskipun ketiganya enggak punya rear seat entertainment tapi Stargazer Carens punya satu meja lipat di belakang jok penumpang depan sini. [musik] Dan ini selain bisa dipakai buat makan gitu ya, bisa juga kita pakai buat naruh tablet. Jadi bisa [musik] nonton di sini ya. Dan Destinator punya dua meja lipat kayak gini di belakang kiri kanan jok depannya. sama ya sisa dipakai buat makan atau minum bisa juga dipakai [musik] buat nonton. So, kesimpulan kita soal fitur Stargazer CarX dulu ini sih gila ya, banyak banget fitur mobil kelas atas yang masuk ke sini kayak pendingin jok, konektivitas bluink, jok driver elektrik, bahkan head unit dan instrumen clusternya pun kerasa lebih mewah dibanding hampir semua di kelasnya. Gila sih menurut kita gimana Caren Sex ini selisih harganya R jutaan lebih sama desinator teratas dan fiturnya kayak terasa beda-beda tipis aja ya kalau aja ada sunroofit beh ya ini Xander Cross sebenarnya sih buat sebuah mobil keluarga 3 sampai 4 tahun yang lalu sih fiturnya ini udah jauh lebih dari cukup ya bahkan kalau dibanding kebanyakan kompetitor kayak Rust Terios, [musik] BRV, Suzuki XL7 gitu ini fiturnya juga masih lebih oke menurut kita sayang aja kalau mesti ketemu Carens dan Carens jadi kerasa kayak kebanting banget ya dan [musik] Destinator Fiturnya kebanyakan enggak mengecewakan ya. Panoramic sunroof, head unit gede, internet [musik] connected, dan favorit kita sound system Yamaha-ya mungkin one of the best ya di harga [musik] segitu. Kalau aja bukan karena head unit yang lagy banget dan ab wireless charger, mungkin menurut kita ini udah termasuk sangat oke di kelasnya. Enam, [musik] detail safety. Nah, ini poin yang agak mengejutkannya. Kita detailin dari dua jenis safety ya. Pertama, safety yang standar dan kedua fitur safety aktif ADAS. Oke, dari safety yang lebih [musik] standar nih, tabelan ini masing-masing dipunyai di Stargazer Carens X, Xander Cross, dan Destinator varian teratas yang lagi kita videoin ini bisa kalian pause aja kalau mau lihat lebih detail perbandingannya. Tapi kita jabarin masing-masing ya. Dari yang kelihatan dulu sensor parkir Stargaser Car 10X ada empat titik sensor parkir belakang yang terintegrasi dan empat titik lagi sensor parkir depan yang [musik] terintegrasi juga. Sensornya bisa dimati nyalain pakai tombol fisikal di tengah sini. Dan ini ada indikator detailnya di head unit dan di [musik] instrumen cluster Xander cross. Di belakang sensor parkirnya ada dua titik, tapi bukan model yang terintegrasi ya. Sedangkan di depan enggak ada dan di dalam juga enggak ada tombol buat matinya lainnya dan enggak ada indikatornya ya. Destinator di belakang ada empat titik sensor parkirnya yang terintegrasi dan di depan ada empat titik lagi [musik] dan ini bisa dimatiin nyalain dari settings instrumen cluster. Ada indikatornya di layar mid-nya dan di [musik] head unitnya juga kameranya. Nah, ini yang menarik nih. Ketiga model ini sama-sama punya empat kamera ya. Satu di belakang, satu di masing-masing bawah spion, dan satu di depan. Nah, tapi penerapannya yang agak beda dari Stargazer Caren Sex dulu garisnya [musik] ikut gerak ya waktu kita putar-putar setirnya. Nice nih ya. Pilihan angle-nya banyak juga. Kalau belakangnya bisa lihat top down gini, lihatin dua ban belakang gini dan lihatin lebar biasa gini. Dan bisa juga [musik] lihatin full screen gini ya, belakangnya doang. Nah, angle depannya juga ada beberapa angle depan standar, terus ada top down gini [musik] dan bisa lihat sisi samping ban depannya yang kepakai buat pasin supaya velegnya gagak seruk ya. Dan ada buat lihat full screen juga ya angle depannya. [musik] Nah, yang asik dia ada mode tiga dimensinya gini yang bisa kita putar-putar. Nice ya, bisa dibuat dari atas gini juga. Overall sih pas gerak pun termasuk paling smooth dan kualitas gambarnya paling oke ya. Oh, dan ada tombol physical juga buat akses kamera 360 derajat-nya. Nih, Xander Cross. Nah, ini sayangnya garisnya enggak bisa ikut muter pas kita putar setirnya ya. Angle-nya yang ada belakang ada white angle, [musik] white angle full screen atau semi top down gini. Sedangkan angle depannya ada white angle full gini. Bisa dilihat dari 3/4 depan kanan belakang kanan, 3/4 belakang kiri. Dan ada buat lihat tiga dimensi muter-muter gini. [musik] Tapi enggak bisa kita putar manual ya. Meski yang unik, warna animasi mobilnya bisa kita ubah-ubah ya. [musik] Nah, dari ketiga mobil ini pas jalan kualitas kamera 360-nya Xpander Cross ini emang yang paling kurang oke sih ya. Meski ini pun sebenarnya udah peningkatan drastis banget dari versi sebelum facelift-nya. [musik] Dan ini juga jadi satu-satunya yang pakai tombol capacity buat buka kameranya, bukan tombol fisikal kayak yang lainnya. Destinator garisnya ikut belok nih ya pas kita putar setirnya. Pilihan angle belakangnya ada standar gini. Ada lihat belakang sambil lihat ban kiri depan dan full white [musik] angle belakang aja. Sedangkan pilihan angle depannya ada lihat depan sekaligus ban kiri dan ban [musik] kanan. Lihat depan standar. full lihat depan dan lihat ban depan kiri. Sayangnya dia enggak ada mode tiga dimensinya sama sekali ya. Pas lagi jalan sebenarnya termasuk oke ya. Cukup lebih baiklah [musik] dibanding Xander Cross. Meski emang cukup jauh di bawah kualitas kamera 360-nya Carens X ya. Dan dia ada tombol buat aktifin atau ganti angle kameranya di setir sini. Oh, dan di luar buat lihat gambar 360 derajat Stargazer Carens X jadi satu-satunya yang bisa manfaatin kameranya buat fungsi lainnya yang disebut blind spot [musik] view monitor. Jadi kalau kita nyalain lampu Sin ke kanan nanti bakal muncul gambar sisi sebelah kanan kita di instrumen clusternya supaya kita dapat gambaran lebih jelas dibanding yang kelihatan di [musik] spionnya. Kalau nyelan lampu se kiri bakal muncul gambar yang sebelah kiri. Nice ya. Cukup membantu buat enggak perlu nengok-nengok ke belakang pas mau pindah ke lanjur kiri atau lajur kanan. Oke, lanjut ya. Rem dan sistemnya Stargazer Carensx. Rem depannya cakram ventilasi dan rem belakangnya cakram juga. Sistem rems EVD lengkap ya. Xander cross. Rem depannya cakram ventilasi tapi rem belakangnya masih tromol ya. Tapi tentunya rem ABSBD ada juga. Sedangkan Destinator rem depannya cakram ventilasi, rem belakangnya cakram [musik] juga dan tentunya lengkap sistem rem ABS dan EBD-nya. Traction control dan stability control ada di ketiga model ini. [musik] Di Stargazer Carensax ada tombol physicalnya. Kalau kita klik sebentar bisa matiin traction control-nya aja. Dan kalau ditahan lama bakal matiin traction control dan stability controlnya. Xander cross juga ada tombol physicalnya buat matiin stability controlnya. Sedangkan Destinator buat matiinnya dan dari settings instrumen clusternya [musik] sini ya. Nah, khusus expander cross dan destinator ada fitur stability control lebih advance yang [musik] disebut active yow control yang bakal membuat mobil lebih stabil pas pendikung ekstrem dengan cara ngeremban depan sisi dalam supaya roll pas ngelakuin tikungan ekstrem itu berkurang [musik] drastis dan mengurangi efek under steer juga. Ketiganya juga ada heal start assist yang bisa ngeremin mobil beberapa detik pas kaki kita pindah dari pedal rem ke pedal gas waktu mau jalan lagi setelah berhenti di tanjakan. [musik] Fungsinya supaya pas mau jalan lagi mobilnya enggak merosot dulu. Airbag-nya ketiga model ini sama-sama dapat enam airbag ya. [musik] Dua airbag di depan, dua airbag samping ada di samping kedua jok depan dan dua airbag pilar yang memanjang. Lanjut. Stargazer Carens jadi satu-satunya yang punya TPMS atau pengukur tekanan ban langsung di instrumen clusternya. [musik] Dan ini model yang mendetail dikasih lihat tekanan di masing-masing bannya ya. Sedangkan yang cuma ada di Destinator, indikator individual seat belt per joknya [musik] ada di overhead konsolen-nya. Nah, ada juga fitur safety yang terhubung sama sistem connectednya tadi. Stargazer Carens dari sistem blu-nya punya tombol road side assistance buat disediain layanan direct seandainya terjadi keadaan darurat. [musik] Dan ada juga tombol SOS yang bisa disediakan layanan emergency kalau terjadi kecelakaan. expander cross gak ada fitur kayak gini karena gak punya layanan connected. Sedangkan Destinator ada ya. Ada tombol SOS buat hubungin layanan emergency serupa di overate consolnya juga. Sedangkan buat layanan roadside assistance-nya bisa diakses dari [musik] head unitnya ya. Sedangkan tentunya ketiga model ini sama-sama punya dudukan isofix buat pasang jok bayi lebih mudah di baris kedua ya. Oke lanjut ke fitur safety pintarnya atau ADAS alias Advance Driver Assistant System. Nah, yang punya fitur ini hanya Stargazer Carens dan Destinator aja ya. Xander Cross gak dapat sama sekali ya. Dan mengejutkannya, fitur ADAS ini justru jauh lebih lengkap di Carens X dibanding di Destinator. Oke, kita bahas dua-duanya. Sistem ADAS di Stargazer Carens yang disebut Yan Smart Sense memanfaatkan kamera di balik spion tengahnya [musik] ini dan radar di bawah sini buat baca jarak dan batas garis dan dua radar yang sembunyi di balik kiri kanan bumper belakang buat sistem blind [musik] spot dan sejenisnya. Sistem adasiator yang disebut diamond sense juga sama ya. memanfaatkan kamera di balik spion tengah ini dan radar di depan sini buat baca jarak sama objek di depan dan dua radar yang sembunyi di balik kiri kanan bumper belakang buat sistem blind spot-nya. Oke, pertama rem otomatis di Stargazer Car10X disebutnya forward collision avoidance assist. Jadi ini dia bisa mendeteksi kalau ada kemungkinan nabrak sama mobil pejalan kaki, atau pesepeda di depan. Dan kalau enggak kita gubers juga mobilnya bakal ng-rem otomatis. Dan update dari Stargazer X dulu, sekarang jadi ada junction turning ya buat ngerem otomatis kalau ada objek dari berlawanan arah pas kita mau belok [musik] ke kanannya. Oh, dan dibanding di Stargazer X, F rem otomatisnya juga enggak semengagetkan dulu ya, jadi lebih halus. Fitur yang serupa di Destinator namanya forward collision mitigation system. Sama ya, dia bakal mendeteksi kalau udah kemungkinan nabrak objek di depan dan bakal ngeremin otomatis kalau enggak [musik] kita gubris juga. Tapi emang di sistem FCM ini enggak ada fungsi sejenis junction turning-nya carens [musik] X gitu ya. Lanjut. Fitur yang di Stargazer CarX disebut leading vehicle departure alert dan diator disebut leading card departure notification. Pada dasarnya ini bakal ngasih peringatan kalau pas kita lagi berhenti dan tiba-tiba mobil di depan kita jalan [musik] supaya misalnya kita lagi terdistraksi main HP gitu ya bisa langsung sadar dan bisa ikut jalan juga ya. Lanjut lagi. Lampu jauh otomatis yang di Stargazer Carenx disebut high beam assist dan [musik] yang di destinator disebut automatic high beam. Pada dasarnya ini bakal otomatis menyalamatikan lampu jauh buat menyesuaikan tingkat penerangan di sekitar. Kalau terdeteksi enggak ada kendaraan yang berpotensi [musik] karena silau di depan kita. Dan yang asik, fitur yang di Stargarten X disebut smart cruise control dan diinator disebut adaptive cruise control. Jadi, [musik] selain bisa nge-set kecepatan konstan tanpa perlu pedal gasnya terus-terusan, kita juga bisa nge-set jarak sama mobil di depan kita dan nanti mobil yang kita kendarain bakal memelan otomatis pas depan kita memelan dan bakal [musik] mengencang otomatis lagi sampai kecepatan maksimal yang tadi sudah kita tentuin kalau mobil di depan kita menaikkan kecepatan [musik] juga. atau kalau kita pindah ke lajur sebelah yang enggak ada mobil di depan kita ya dan memelan mengencang ini otomatis ya tanpa kita perlu injak pedal gas atau pedal remnya. Plus di Stargazer CarX dan di Destinator ini fitur cruise control pintarnya sama-sama support sampai stop and go ya. Jadi bisa ikutin memelan sampai mobil depan berhenti dan bisa [musik] langsung jalan lagi juga. Kalau mobil di depan berhentinya lebih dari beberapa detik baru deh perlu toel pedal gasnya lagi atau klik tombol plus di setirnya buat jalan lagi. Nice ya. Ini fitur yang udah cukup umum sih di kelas medium SUV kayak Destinator gitu apalagi yang varian tingginya tapi masih sangat sangat sangat jarang di kelas low MPV atau low SUV kayak Stargazer [musik] Car10X gitu ya. Mantap. Dan di Kartens juga ada opsi buat nge-fine tune adaptive cruise controlnya mau secepat apa respons-nya, secepat apa akselerasi baliknya dan sejauh apa jaga jaraknya sama mobil di depan. Keren sih ya kayak model-model Yande lainnya yang lebih mahal. Nice lah. Lanjut fitur blind spot yang di Stargazer Carens disebut blind spot collision avoidance assist dan [musik] diinator disebut blind spot warning dengan lane change assist. Jadi ini bakal ngasih peringatan berupa indikator menyala di spion dan instrumen cluster hol terdeteksi ada objek di titik buta 3/4 belakang kiri atau kanan belakang dan kalau kita tetap kasih lampu sein ke arah situ, nanti indikatornya bakal berkedip dan kasih peringatan bunyi. Nah, tapi kalau di Destinator hanya sekedar peringatan aja. Fitur blind spot di Stargazer Carteron size ini juga ada tambahan rem otomatisnya. yang bakal otomatis mengerem mobil seandainya kita lagi mau keluar parkir paralel dan ada objek mendekat dari sisi yang kita lagi mau keluar itu mantap. Ada fitur rear cross juga yang di Stargzer Carter size disebut rear cross traffic collision avoidance assist dan diator disebut rear cross traffic alert. Pada dasarnya fitur ini bakal kasih peringatan kalau kita lagi mundur dan ada objek mendekat dari belakang kiri atau kanan. Nah, bedanya kalau di Destinator mau objek yang lewat di kanan atau kiri itu tetap bakal menyalakan peringatan di kedua spion sekaligus plus indikator di instrumen cluster. Jadi enggak bisa sekilas lihat langsung tahu objeknya datang dari arah mana ya. Di Stargizer Carenx yang bakal nyala di spion hanya di sisi yang ada objek mendatangnya aja dan di head unitnya juga dikasih tanda panah dari mana objeknya bakal datang. Jadi kita bisa tahu dengan lebih cepat [musik] ya. Oh dan di Stargazer Carton X juga ada rem otomatisnya ya. bisa mengerem otomatis seandainya peringatan Rar Cross-nya udah bunyi dan kita tetap lanjut mundur juga. Nah, yang di Destinator enggak ada fitur yang [musik] di Yande disebutnya safe exit warning. Jadi, ini bakal ngasih peringatan seandainya kita mau keluar mobil dan ada objek mendekat dari sisi yang kita buka pintu itu. Nice ya. [musik] Dan sayangnya juga di AD ada Destinator sama sekali enggak ada sistem buat baca [musik] garis lajur dan steering assist-nya. Ya, kebalikan sama Stargazer Carens yang termasuk lengkap. Pertama ada lan keepeping [musik] assist. Ini bisa kita aktifin dengan klik dan tahan tombol bergambar setir ini di setir sebelah kanan atau bisa juga diaktifin dari [musik] head unitnya. Nah, kalau ini udah aktif dan kita udah jalan di atas 60 km/h dan diapit dua garis lajur yang jelas nanti bakal ditandain di indikator instrumen clusternya yang jadi warna hijau ini. Ini bakal ngasih peringatan kalau terdeteksi kita mau jalan ke luar lajur tanpa kita kasih lampu sein dan setirnya pun bisa belokin supaya kita balik lagi ke dalam lajurnya ya. Jadi kalau mau pindah lajur tentunya harus nyalain lampu sein dulu kayak yang [musik] seharusnya. Dan yang paling asik ada juga lane following assist. Ini bisa kita aktifin dengan klik aja [musik] tombol bergambar setir ini tadi. Nah, kalau ini udah diaktifin dan kita udah diapit dua garis lajur yang jelas saat jalan dari kecepatan berapa pun nanti fitur L-nya bakal [musik] mulai bekerja yang ditandain dari indikator gambar setirnya jadi warna hijau. Dan nanti kita bisa lepas tangan buat sementara waktu [musik] dan setirnya bakal selalu bergerak mengikuti lekukan garis lajurnya ya. Yes. Jadi mobilnya bisa nyetir sendiri ikutin garis lajurnya yang penting belokannya enggak terlalu tajam aja ya. Dan kalau udah terlalu lama lepas setirnya nanti bakal dapat peringatan. Kalau udah lebih lama lagi peringatannya bakal tambah keras dan nanti sistem LF-nya bakal mati. Dan bagian favorit kita, enggak kayak kebanyakan Adas mobil lain yang sistem [musik] lane center-nya ini harus dinyalain bareng sama adaptive cruise control-nya, lane following assist-nya Yonai ini bisa dinyalakan secara individual ya. Jadi kita bisa lepas setir aja atau bisa juga dinyalain bareng sekaligus adaptive cruise-nya. [musik] Jadi kaki dan tangan kita bisa jauh lebih rileks kalau lagi jalan jauh di tol. Mantap. So, buat ngerangkum soal safety-nya, Stargazer CarX lengkapnya sangat-sangat gak masuk akal ya buat di kelasnya. [musik] Boleh dibilang safety-nya serasa satu atau dua kelas di atasnya gitu. Kamera 360-nya misalnya bukan cuma yang penting ada, tapi kerasa kayak diturunin langsung dari Ionic 5 gitu ya. dan adasnya yang di versi baru ini lebih smooth dan bahkan lebih lengkap lagi dengan adaptive cruise control Xander Cross. Meskipun udah improve dari versi sebelum facelift [musik] dengan nambah airbag dan kamera 360 lebih baik tapi tetap masih jauh dari excellentnya karena absennya si fitur ADAS dan Destinator yes safety-nya lengkap tapi kita masih enggak ngerti kenapa sih semua fitur [musik] lane detection dan steering assist absen di sini dan jadinya bikin mobil yang kelasnya di bawahnya bisa punya list yang lebih lengkap. Tujuh [musik] bagasi dan storage. Oke, bagasinya Stargazer kart dulu. Di remote yang ada tombol ini yang kalau kita tahan dia bakal buka [musik] kunci bagasinya aja. Jadi remote-nya bisa kita tinggal dan nanti pintu bagasinya udah bisa dibuka gini. Sedangkan setiap pintu lain tetap terkunci ya. Atau bisa juga buka pakai passif killless entry-nya ya. Jadi cukup kantongin aja remote-nya pas mobilnya lagi kekunci dekatin mobilnya dan klik satu-satunya tombol di pintu bagasinya dan bagasi udah bisa dibuka sementara setiap pintu lainnya tetap terkunci. expander cross. Gak ada tombol di remote, tapi dia nyambung sama passifs entry-nya juga ya. Jadi kalau remote-nya kita kantongin pas mobilnya lagi kekunci kita tinggal klik aja tombol yang panjang sebelah kiri sini dan nanti pintu [musik] bagasinya kebuka dan ini kunci setiap pintu lain juga kebuka sekaligus ya. Nah, Destinator dia punya bagasi elektrik ya. Well, karena di kelas medium SUV juga kebanyakan udah punya fitur ini sih. [musik] Tapi ini pun harus pilih destinator yang paling tingginya ya kalau mau ada bagasi elektriknya. Ini buka pintunya bisa klik dua kali tombol yang di remote sini. [musik] Tutupnya juga bisa ya. Bisa pakai gesture kaki juga. tendang ke bawahnya kalau lagi kantongin remote-nya. Buat tutup lagi [musik] juga bisa. Dan ke Xpander juga dia nyambung sama passifless entry-nya juga ya. Jadi kalau remote-nya kita kantongin pas mobilnya lagi kekunci [musik] kita tinggal klik aja tombol yang panjang sebelah kiri sini dan nanti pintu bagasinya kebuka dan ini juga sekaligus ngebuka [musik] setiap kunci pintu lainnya ya. Oke ini bagasinya Stargazer Carens X kalau semua joknya lagi kepakai. [musik] Ini bagasinya Xander Cross dan ini bagasinya Destinator. Sayangnya karena data volume bagasi yang disediain kurang terstandar, jadi kita enggak bisa ngebandingin langsung ya angka-angkanya. [musik] Tapi ketiganya punya bibir yang cukup lebar buat lewatin koper raksasa kayak gini, jarak bibir bagasinya dari tanah pun enggak selisih jauh-jauh banget ya. Paling karena Stargazer Carans X ground clearance-nya paling rendah, dia jadi yang lebih gampang buat masukin angkat barang berat ke dalam dan destinator sebaliknya ya, karena ground clearance-nya paling tinggi. Dan ketiganya juga lantai bagasinya rata sama bibirnya ya. Oke, Stargazer Cardens Access detailnya di sebelah kiri sini [musik] rata ya dan ada gantungan belanjaannya. Sebelah kanan sini juga rata ada grill subwover sound system B-nya. [musik] Dan ini lantainya full memanjang dari kiri sampai kanan. Jadi ketinggiannya sama semua. Dan di bawah lantainya ada [musik] tiga lubang besar-besar gini sampai ke ujung kiri kanannya. Lantainya bisa ditaruh gini juga. Dan tengahnya sini bisa buat naruh dongkrak dan tool kitnya. Plus kalau mau nurunin ban serap ada di kanan sini. [musik] Tinggal kita buka aja dan pakai kunci yang disediain. Nanti ban sereapnya bakal turun ya. Yang posisinya ada di bawah mobil XA Cross. Detailnya di sebelah kiri sini juga full rata tapi dia sampai nembus lantai ya. Jadi kayak [musik] berlubang gitu. Yang sebelah kanannya ada kompartemen gini yang isinya dongkrak dan tulit ya. Nice. Dan ini juga berlubang kayak di sebelah [musik] kiri ya. Di bawah lantainya ada tiga kompartemen gini juga tapi dia dibatasin sampai lubang kiri dan kanan tadi ya. Dan kalau mau turunin ban sereap bisa buka ini dan putar pakai kuncinya. Nanti ban serepnya juga turun dari bawah mobilnya. Oke, Destinator detailnya di sebelah kiri sini ada kompartemen buat nyimpan dongkrak [musik] dan tool kit. Dan lantainya juga berlubang gini ya. Yang sebelah kanan lebih rata aja dan berlubang juga lantainya. Nah, dia karena ada lampu di baris ketiga, jadi [musik] bisa dipakai buat terangin bagasi juga ya. Di bawah lantainya ada tiga kompartemen gini juga yang dibatasin sampai lubang kiri dan kanan tadi. Dan kalau mau turunin ban sereap bisa buka [musik] ini dan putar pakai kuncinya. Nanti ban serepnya juga turun dari bawah mobilnya. Oke, ketiga mobil ini jok baris ketiganya [musik] bisa diatur sudut sandarannya. Tentunya kalau dibuat lebih rebah penumpangnya bakal lebih nyaman tapi muat bagasinya lebih sedikit [musik] dan sebaliknya. Ya, kita tes dulu pakai koper dalam keadaan jok kanannya paling rebah dan jok kirinya dibuat [musik] tegak. Stargazer caren size dulu. Coer cabin size gini diberdiriin vertikal di titik yang direbahin [musik] enggak cukup ya. Bisanya diberdiriin horizontal gini ya. Ditidurin gini enggak cukup juga. Kalau di sisi jok yang ditegakin bisa diberdiriin [musik] vertikal gini dan mengejutkannya ngadapin keluar gini masih cukup ya. Nice loh. Kok raksasa ini kalau joknya masih dirubahin enggak cukup ya. [musik] Jadi harus dibuat tegak dulu ya semuanya baru deh cukup berdiri horizontal gini dan mengejutkannya juga bahkan diberdiriin vertikal aja masih cukup [musik] meski udah mepet banget ya sama kacanya pasti tutupander cross copper cabin size-nya mengejut karena bisa diberdiin vertikal di titik [musik] yang joknya direubahin oke ya diberdiriin horizontal gini juga aman sedangkan di sisi jok yang ditegakin diberdiin vertikal gini cukupnya hanya kalau menghadap ke dalam [musik] aja kalau menghadap keluar dia enggak cukup ya koper raksasa ini kalau joknya masih direubahin juga enggak cukup jadi harus dibuat tegak dulu Ya baru [musik] deh cukup buat diberdiriin horizontal gini. Tapi kalau diberdiriin vertikal gini enggak cukup ya dia. Destinator koper cabin size gini kalau diberdiriin vertikal dan ditaruh di titik [musik] yang joknya direbahin enggak cukup ya. Yes. Ini karena sudut recline mentok jok bar ketiganya sedikit lebih rebah dibanding yang di Expander. Kalau diberdiriin horizontal tentunya cukup dan ditidurin gini enggak cukup. Nah, kalau di sisi yang joknya ditegakin diberdiriin vertikal gini cuma cukup kalau menghadap ke dalam ya. Kalau menghadap keluar gak cukup karena sudut kemiringan bibirnya lebih miring dibanding di Star Dieser. Koper raksasa tentunya gak muat ya kalau joknya direbahin. Dan kalau joknya dibuat tegak paling bisanya kalau [musik] diberdiriin horizontal aja. Kalau diberdiin vertikal gini enggak cukup juga karena sudut kemiringan bibir pintunya tadi. Dan ini kalau dimasukin koper dua-duanya. Stargzer Cartens X dan XAnder Cross mirip-mirip si copper cabin size-nya harus dihadapin ke dalam gini. Sedangkan di Destinator bisa [musik] cukup buat dihadapin ke luar juga. Oke, kalau mau luasin kapasitas bagasi ketiga mobil sama-sama bisa lipat jok baris ketiganya dengan konfigurasi 50 bing 50. Semua bukan pakai tali yang ini ya, [musik] tapi pakai tali yang di atasnya buat lipat joknya. Nah, kalau jok yang kiri kelipat, kita bisa masukin barang lebih besar sambil tetap duduk satu orang di jok baris ketiga. Dan kalau dilipat yang satunya lagi jadi kayak gini. Ini bagasi Stargzer CarinX. Kalau jok baris ketiganya kelipat, ini expander cross. Dan ini [musik] Destinator semuanya lantainya rata. Dan ini masing-masing kalau dimasukin koper raksasa tadi, semua bisa diberdiriin vertikal ya. Dan dimasukin dua koper ini juga gak [musik] masalah semua ya. Oke, kalau mau luasin kapasitas bagasi lagi jok bars keduanya bisa [musik] dilipat. Karena Stargzer CarX yang ini pakai cutton seat, jadi lipatnya pakai konfigurasi 50 bing [musik] 50 ya. Jadi kalau yang kiri dilipat, kita bisa masukin barang super panjang sambil tetap duduk satu orang di baris kedua. Dan kalau dilipat dua-duanya jadi [musik] gini ya, bagasinya full rata ya. Tapi jangan lupa tengahnya bolong karena dia captain seat. Jadi kalau geser barang jangan sampai jatuh ya. Sedangkan Expander Cross dan Destinator [musik] mirip nih konfigurasinya 40 bing 20 bing 40. Jadi tengahnya sini bisa dibuka [musik] dulu dan bisa masukin barang panjang sampai tutup duduk berdua dengan nyaman di baris kedua. Tapi ini masih ada gundukannya sedikit tuh ya di tengahnya. Nah, kalau bukanya yang sebelah kiri bisa masukinnya lebih proper nih ya rata sama belakangnya sambil sisain dua jok nyambung di tengah dan kanannya. Dan kalau dilipat juga yang kanan. Nah, nanti joknya juga jadi rata gini ya dari belakang sampai depan. Jadi bisa masukin barang yang besar dan panjang juga. Nih kalau mau lihat joknya Stargazer KartensX pas jok baris kedua dan ketiga dilipat. Kalau ini bagasinya XAnder Cross. Dan ini bagasinya Destinator. Oke, ketiganya sebenarnya dari kapasitas dan konfigurasi bagasi tadi mirip-mirip lah ya. Ada bedanya plus dan minusnya masing-masing. Tadi kalian udah lihat sendiri yang kita jabarin. Oke, buat tutup pintunya semua ada handle di sisi kanan sini. Sedangkan destinator ada tombol buat tutup secara elektrik dan langsung kunci. [musik] Ya, Stargizer CarX. Kalau kita dari tadi enggak buka pintu lain, begitu bagasinya ditutup, seluruh mobilnya bakal langsung kekunci lagi. [musik] Sedangkan XAnder Cross kalau habis kita tutup perlu klik tombol yang kanan sini dulu ya, yang kecil buat kunci semua pintunya lagi. Nah, ini sisa storage di dalam kabin masing-masing mobil dari Stargazer CarX dulu. Delapan, performa dan konsumsi. Oke, [musik] mesinnya Stargazer Carens dan Xpander Cross. Sama-sama pakai mesin 1500 cc naturaled ya. Yes, serupa kayak mayoritas kelas low SUV dan low [musik] MPV lainnya lah. Nah, desinnya terbeda sendiri karena dia di kelas medium SUV. Jadi, mesinnya 15500 cc dengan turboya. Kita jabarin speknya dulu, ya. Mesinnya Stargazer Car1X ini yang sering disebut mesin Smart Stream. Tenaganya 113 HP atau 115 PS dan torsinya 143,8 Nm. Sebenarnya termasuk tinggi ya ini output tenaga dan torsinya buat di kelasnya. Xander Cross, mesin yang berkode 4A91 dengan tenaga [musik] 103 HP atau 105 PS dan torsinya 141 Nm. Sedangkan Destinator mesin yang berkode 4B40 ini tenaganya 161 HP atau 163 PS [musik] dan torsinya 250 Nm. So, dari sini aja udah kelihatan mesin jadi salah satu yang pasti diunggulkan kalau naik kategori kelas ya. Tapi apakah pas dipakai harian beda sejauh itu? Nanti coba kita jawab transmisinya. Ketiga, mobil ini otomatis berjenis CVT. [musik] Tapi Stargens pakai istilah yang Yande sebut sebagai IVT atau intelligent variable transmission atau pada dasarnya CVT yang [musik] pakai chain belt dan bisa mensimulasikan rasa up shift atau down shift kalau pedal gasnya diinjak lebih dalam. Dan buat pindahin giginya unik nih ya pakai yang disebut shift by wire. Di balik setir ini ala modelnya yang lebih mahal kayak Ionic 5 gitu misalnya. [musik] Cara pakainya yang penting sambil injak pedaran remnya aja. Putar ke depannya jauh buat masukin ke D. putar ke belakang [musik] yang jauh buat masukin ke R. Kalau dari R mau masukin ke N cukup putar ke atas sedikit aja. Dari D mau masukin ke Nar bawah sedikit aja. [musik] Dan kalau udah mau berhenti parkir tinggal klik tombol P di samping sini. Nah, IVT di karat ini bisa mensimulasikan perpindahan gigi delapan percepatan. Tapi karena tua shift by wire-nya [musik] enggak bisa ada plus minusnya, makanya dikasih pedle shift ya di balik setirnya. Yes, pedle shift di sebuah low SUV. Nice ya. Tuas transmisi Xander Cross kayak gini. Dari D bisa kita klik tombol DS kecil ini di sampingnya buat naikin putaran mesinnya atau kalau mau buat tanjakan dan turunan curam bisa masukin ke gigi L di bawahnya. Begitu juga Destinatornya sama persis dari D bisa klik tombol DS ini di sampingnya kalau mau naikin putaran mesin. Dan buat lewatin tanjakan dan turunan curam juga bisa masukin ke L di bawahnya. Ketiga model ini semuanya berpenggerak roda depannya. [musik] Stargazer Car 10X dapat empat mode berkendara yang bisa dipindah-pindahin pakai tombol di konsol tengah sini ya. Ada sport, smart yang bisa menyesuaikan sendiri sesuai gaya kita, eco [musik] dan normal. Sedangkan Destinator ada lima mode berkendara ya. Normal, wet, gravel, tarmax, dan mat. Oke, pertama performanya dulu ya. Akselerasi 0 sampai 100 km/h Star Gazer CarX berhasil menembus angka 11,4 detik buat akselerasi ini. Sedikit lebih lambat emang dibanding Stargazer X dulu yang kita coba di 11,1 detik. Tapi sangat wajar sih karena kan penambahan popot desain barunya juga dan ini juga tetap jadi yang paling kencang ya di kelas luar SUV. Nice lah ya dan top speednya itu 184 185 km/h di speedometer. Notepad ya buat 1500 cc. Xander cross akselerasi 0 sampai 100 km/h ya ditembus dalam angka 12,9 detik. Persis sama kayak yang sebelum facelift juga ya. Dan top speed-nya di angka 175 km/h di speedometernya ya. Destinator tenaga dan torsi besarnya jelas kasih pengaruh yang bikin dia luar [musik] biasa kencangnya 0 sampai 100 km/h dalam 8,3 detik. Nice ya. Di gelas medium SUV pun ini termasuk [musik] cukup oke. Dan top speed-nya juga di speedometer bisa tembus 196 km/h. So, kalau adu kencang-kencangan di komparasi kali ini udah pasti desinator yang paling kencang ya karena [musik] mesin turbonya itu. Tapi gimana rasanya dipakai sehari-hari? Stargazer Car10X dulu respons awalnya termasuk smooth ya. Tapi kalau kita beda gas lebih dalam, kita ngerasa kali ini sedikit [musik] lebih agresif dibanding di Star Zerx dulu ya. So, buat keadaan stop and go juga jadi lebih enak. Kalau kita naikin kecepatannya dengan santai injek pedal gasnya, enggak bakal ada perpindahan gigi. Jadi bakal smooth rasanya. Tapi enaknya kalau kita pjek yang dalam pedal gasnya, responsnya termasuk sangat cepat ya buat simulasiin down shift dan pas sampai putaran tinggi pun nanti bakal turunin RPM lagi yang simulasiin up shift. Dan ini feelnya natural banget ya meski cuma simulasi padahal. Nice loh ya. So, bukan cuma performanya yang sangat oke juga di kelasnya, tapi feel mesinnya di bawah agresif pun menurut kita termasuk playful ya karakternya. Dan somehow punya getaran mesin paling minim ya dari ketiga mobil ini, Xandry Cross respons awalnya lebih agresif sedikit ya dibanding Carens X. So, meskipun CVT tapi enak juga buat stop and go macet-macetan. Tentu dia enggak ada perpindahan gigi juga jadi smooth juga dan jalan konstan 100 km/h pun putaran mesinnya tepat di bawah 2000 rpm ya. So, cruising di kecepatan tinggi kerasa [musik] rileks. Kalau kita kick down responsup cepat tapi emang masih cukup jauh dibanding carens dan yes, meskipun CVT-nya ada simulasi perpindahan gigi naik juga kalau dibjak terus-terusan tapi rasanya termasuk artificial ya. Ya, paling [musik] enggak enggak ngejar terus-terusan kayak CVT yang di sana ya. So, enak buat stop and go tapi lebih asik lagi pas cruising di kecepatan tinggi dan Destinator [musik] kita kira karena dia berturbo jadi tenaganya bakal baru berasa galak di putaran menengah aja ya. Ternyata dari awal dibejek emang udah langsung kerasa torsi besarnya. So, gak ada isu stop and go ya pakai mesin 15 turbo ini yang kayak banyak ditemuin di mobil Cina [musik] gitu. Dan lebih kerasa lagi kalau kita injak pedal gasnya setengah dan mainin di range optimal boost turbonya. Tenaganya berasa ngisi terus ya dan naikin kecepatan ke triple digit terasa luar biasa gampang ya. Paling feel mesin yang kayak kumur-kumur gitu yang tipikal [musik] mesin turbo lebih kerasa aja di sini. Tapi dari turbo lag yang minim, responsnya enak, dan sangat mudah juga buat ngerasain tenaga dan torsi besarnya ini. Nice lah menurut kita cukup jarang ya mesin turbo yang enjoyable di kelas-kelas ini. [musik] Tapi gimana dengan konsumsi BBM-nya? Kita ngetes dengan dua metode ya. Rute kombinasi lewatin jalan tol macet, sering dibuat idle pas lagi video, dan tes akselerasi yang di tootal sejauh 250 km. Dan Stargartens X kita dapat 12,3 km/l yang emang sih sedikit lebih boros dibanding di Stargazer X lama. Mungkin karena lebih besar juga ya, tapi tetap masih sangat irit di kelasnya. Xandry cross 11,3 [musik] km/l sama kayak yang sebelum facelift ini ya yang kita tes. Dan desinator di 11 km/l. Yes, mengejutkan juga ya Carens [musik] X meskipun performanya lebih baik dibanding Xandry Cross, tapi konsumsi BBM-nya cukup jauh lebih r nice lah ya. Dan cukup surprise juga konsumsi Destinator enggak beda terlalu jauh dari Xandry Cross mengingat tenaga dan torsinya yang jauh lebih buas tadi ya kan. Sedangkan konsumsi eco driving-nya alias mengemudi rileks hingga kecepatan maksimal 90 km/h, Stargazer Carens dapat konsumsi 24,8 km/l, expander 24,6 km/l, dan destinator 21 km/l. So, buat merangkum dari tiga mobil ini yang performanya paling baik jatuh ke Destinator, disusul Stargazer Carens X dan kemudian Expander Cross. Sedangkan konsumsi BBMnya yang paling baik Stargazer [musik] Carens X disusul Xandry Cross dan baru Destinator semilan. Kenyamanan dan handling. Dari kenyamanan dulu spek basic-nya ya. Ketiga model ini sama-sama pakai suspensi depan mic version strat ya [musik] dan sama-sama pakai suspensi belakang torsion beam. Awalnya kita agak bingung sih, Medium SUV kayak Destinator kok pakai suspensi belakangnya belum independent. [musik] Tapi yang penting gimana rasanya ya kan Stargazer Carens X dulu. Sebenarnya sih Yande enggak bilang ada revisi suspensi [musik] dari Stargazer X sebelumnya tapi kita coba bawa back to back sama Stargazer X lama dan kerasa sedikit ada perbedaan sih ya di KartenX ini suspensinya masih cukup rigid tapi bantingannya [musik] sedikit kerasa lebih empuk pasti kecepatan rendah mungkin karena body overallnya jadi lebih panjang juga kali ya atau mungkin karena emang ada sedikit tuubahan dari sebelumnya. Jadi buat ngeredam speed bump atau [musik] lubang gitu pas lagi jalan pelan kerasa lebih refined ya. Enggak sekasar yang dulu. Enak sih ya, jadi lebih pas buat dipakai daily use gitu. Lewatin speed bum di kecepatan medium pun termasuk sangat enak ya. Masih cukup kerasa tapi enggak sampai kasar. Termasuk ok lah di kelasnya. [musik] Dan di sisi lain kalau diisi penumpang penuh dan di jalan bergelombang pas lagi kecepatan tinggi mobilnya jadi agak sedikit memantul dibanding sebelumnya. Tapi masih dibatas yang wajarlah. [musik] Xpander Cross. Kalau ini gak ada beda rasa dari yang facelift terakhir di 2022 ya, yang artinya sama juga kayak Expander biasa dari tahun 2021. [musik] Kartu suspensinya cenderung rigid ya. Jadi emang kalau di kecepatan rendah lewatin lubang dan speed bump gitu lebih kerasa kerasa dibanding di Carens X. Meski perlu diingat keras ya bukan kasar. [musik] Nah di kecepatan medium lewatin speed bump gitu baru mulai kerasa banget kenikmatan suspensinya. Mirip Carens X lah. Di dalam lebih kerasa kayak dug dug dug gitu bukan brak brak brak brakk. Dan kondisi penumpang penuh di jalan bergelombang pas kecepatan tinggi kerasa banget stabilnya. [musik] Ya, overall ada alasannya lah kenapa kita selalu bilang suspensinya Expander dan Expander Cross ini kayak kerasa satu level di atasnya. Meski kali ini kita harus akuin ya suspensinya Carens X di kebanyakan skenario harian bakal kerasa lebih pas ya. Dan Destinator sebenarnya karena ground clearance-nya dia yang jauh lebih tinggi dibanding yang lain dan posisi duduk kita yang elevated banget kita sedikit ngerasa agak kayak naik SUV leather frame gitu ya. agak kayak jauh dari tanah gitu posisi kita meski tetap [musik] lebih normal sih, tapi soal kenyamanan Destinator ini gak ada mirip-miripnya sama SUV leather frame-nya. Lewatin speed bump dan lubang di kecepatan rendah kerasa paling lembut dan paling refine dibanding yang lain. Dan pas naik ke kecepatan medium, refinement-nya makin kerasa ya. Lewatin speed bum hampir enggak kerasa sama sekali. Benar-benar nyaman dan kestabilan pas di kecepatan tinggi pun sangat terjaga. Overallator bukan cuma suspensinya kerasa proper buat sebuah medium SUV, tapi bahkan [musik] lebih baik dibanding kebanyakan medium SUV lainnya yang harganya lebih mahal ya. Sementara buat peredaman suara ketiga ini termasuk sangat-sangat baik. Tapi dari ketiganya menurut kita Destinator yang paling oke ya disusul Expander Cross yang beda tipis banget sama Stargazer Carx. So buat ngerangkum yang kenyamanan Anda kerasa paling maksimal dari lewatin jalan [musik] jelek speed bump kena lubang gitu jatuh ke Destinator ya. Nomor dua buat kita jatuh [musik] ke Stargazer CarX dan beda-beda tipis di bawahnya Expander Cross. Dan perlu dicatat kenyamanan suspensi dan kekedapan Xander Cross dan Starg ini benar-benar ada di spektrum atas kelas low SUV dan apapun yang di harga R00 juta juga. Menurut kita kalian cannot gorong lah dengan salah satu dari kedua ini kalau emang [musik] lagi ngincer segmen ini. Tapi gimana dengan handlingnya? Well, agak aneh sih ngomongin ini di kelas SUV, [musik] tapi gimanapun juga ini tetap bagian dari rasa berkendara ya. Dari Stargazer Karten Sex dulu dibanding yang lainnya di sini, Karten Sex [musik] ini punya feel menikung yang paling natural ya. Yes. Dari rasa muter setirnya itu enggak kerasa terlalu ringan kayak di mobil Cina gitu, tapi juga enggak berat yang bikin kurang nyaman pas lagi putar balik. Cukup miriplah sama F setir model-model Yande yang lebih mahal juga. Emang rasa indikasi pas muter setirnya enggak sampai kayak engaging [musik] gitu ya, tapi kerasa akurat. Jadi kita jauh lebih aware sama setiap gerakan setir yang kita lakukan ya. Dan karena bentuknya yang paling ke MPV-an dan ground yang paling rendah, body rollnya pun kerasa yang paling minim [musik] di sini. Nice lah ya. Ya kalau cari low SUV yang fun to drive ini boleh dibilang bisa jadi kandidatnya lah ya. Xander Cross Fel setirnya kerasa lebih berat dibanding Cardens [musik] X tapi enggak sampai menyulitkan juga. Mungkin bakal ada beberapa orang yang lebih suka f steer ini juga sih. Tapi menurut kita emang feedback-nya [musik] enggak senatural di kartens gitu ya. Body roll-nya juga lebih kerasa di sini karena emang ground grage-nya lebih tinggi juga. Meski kayak yang pernah kita bilang di review dedicated-nya, body roller ini masih cukup respectable lah buat mobil setinggi ini. Dan Destinator F setirnya lebih ringan ya dibanding Xander Cross. Kelihatannya karena pengin dibuat rasionya lebih besar juga supaya tetap bisa ngasih radius putar yang besar tanpa feel yang tichy begitu dibawa di kecepatan tinggi. Makanya di kecepatan rendah pun Fel setirnya enggak kerasa seresponsif Kartens atau Xanda Gross gitu. [musik] Nah, body roller di Destinator ini lebih berasa lagi. Tapi sekali lagi wajar karena ground clearance yang ekstrem banget tingginya. Dan ini pun menurut kita masih jauh dari kata mengganggu ya [musik] buat coba bermanuver cepat dalam kecepatan tinggi. So, dari ketiga ini yes body roll-nya masing-masing cukup berbeda dan masih linear dengan perbedaan ground curen saya ya. Dan meskipun kita bilang fernirnya juga beda-beda, tapi enggak ada dari ketiga model ini yang ngasih rasa kayak mobil murah [musik] gitu. Semuanya termasuk proper atau malah lebih oke dibanding kebanyakan di kelasnya. Tapi emang dari ketika ini buat [musik] karakter handling-nya Stargazer Kraten Sex. Jadi yang lebih bisa ngasih sedikit rasa senyum lebih sembari kita lewatin jalan menikung bareng anggota keluarga ya. [musik] 10. Detail-detail lain. Oke, sekarang ke hal-hal yang biasanya enggak dibahas kebanyakan orang. Ketiga model ini sama-sama [musik] dibuat lokalnya di pabriknya di sini. Dan bukan cuma SKD imut-imut yang dirakit sedikit di sini aja ya. [musik] Bensinnya Stargazer Carens X ada di kiri sini. Enggak ada tulisannya buat pakai bensin apa. Tapi di buku manualnya tertera jelas ya. Bensin dengan minimal [musik] oktan Ron 90. Expander Cross juga di cupnya enggak ada tulisannya pakai bensin apa. Tapi di buku manualnya juga tertera nih bensin dengan minimal oktan Ron 90. Sedangkan Destinator tertera di cupnya. Ya, disarankan pakai bensin dengan oktan RON 95 ke atas. Tapi kalau darurat bisa pakai bensin dengan minimal ctan RON 90. Nah, after sales-nya buat garansinya Stargzer Carens dapat garansi 4 tahun atau 100.000 km mana yang tercapai duluan. Expander Cross garansinya 3 tahun atau 100.000 km. Sedangkan Destinator garansinya 4 tahun atau 120.000 [musik] km. Buat servisnya, Stargazer Carens dapat gratis biaya jasa dan spare part selama 4 tahun atau 60.000 km. Mana yang tercapai duluan? Expander Cross sebenarnya hanya dapat gratis biaya jasa servis saja selama 4 atau 60.000 km. Meski di website-nya itu hampir selalu ada program after sales tambahan yang juga dapat gratis biaya spare parts buat periode yang [musik] sama. Ya, begitu juga Destinator. Aslinya hanya dapat gratis biaya jasa servis saja selama 4 tahun atau 60.000 km. Tapi di website-nya hampir selalu ada program after salale tambahan yang juga [musik] dapat gratis bias spare parts buat periode yang sama ya. Tapi perlu diingat yang jadi bagian dari program after sales tambahan ini harus dicek ya pas kalian mau beli itu masih ada atau enggak. [musik] Nah, yang unik Stargazer Caron size juga dapat asuransi ban ya yang bisa mengganti satu ban kalau ada yang rusak. Ini berlaku selama 1 tahun. Nah, Expander Cross dan Destinator itu juga dapat asuransi ban yang serupa selama 1 tahun, tapi sebagai bagian dari program after sales tambahannya. Begitu juga Stargazer Carens X dapat asuransi kecelakaan diri selama 1 tahun. Sedangkan Expander Cross dan Destinator bawaannya enggak ada, tapi dapat juga program yang serupa sebagai bagian dari program after sales tambahan. Stargazer Carens juga dapat asuransi pelunasan cicilan selama 1 tahun seandainya terjadi kecelakaan. [musik] Begitu juga asuransi penggantian mobil selama 1 tahun jika terjadi kecelakaan. Dan yang paling unik, Stargazer Carens juga jadi satu-satunya yang dapat program resale Value guarantee yang bisa ngasih jaminan nilai jual kembali senilai 70% dari harga pembelian kalau Carens XL mau diade in dengan mobil Hyundai apapun di tahun ketiga kepemilikannya [musik] dengan usia maksimal kendaraan 3 tahun atau jarak tembuh maksimalnya 60.000 km. So, [musik] gimana kesimpulannya? Expend cross dulu ya. Desainnya menurut kita paling aman ya karena terbukti sangat [musik] sukses di facelift pertamanya tahun 2022 dulu ya. Dan kita juga sangat suka feel interiornya yang kelihatan luar biasa mewah dan kerasa satu kelas di atasnya. Begitu juga kenyamanannya yang terasa satu kelas di atasnya ya. [musik] Di harganya yang Rp360 jutaan. Menurut kita ini pilihan yang aman ya kalau kalian prioritasin hal-hal tadi. Tapi jelas harus sangat berbenah di soal fiture dan safety yang udah mulai kerasa tertinggal di kelas [musik] ini. Ya, Destinator ada alasannya ya kenapa dia digolongkan jadi medium SUV. Kenyamanannya jadi yang terbaik di ketiga model ini dan fleksibilitas yang dikasih dari GR super tingginya juga luar biasa. Performa mesin turbonya juga enggak bakal bisa didapat di konten dari lo SUV di komparasi kali ini. Menurut kita, Destinator earn its name banget lah [musik] ya sebagai salah satu medium SUV terbaik. Hanya aja kalau mengincar ini karena bakal kira dapat kabin yang jauh lebih lega dan fitur atau safety yang jauh lebih banyak dari best of the base yang kelas low SUV. Well, ternyata di case kali ini enggak kayak gitu ya. [musik] Dan Stargazer CarX dari ketiga ini, ini yang ngasih kejutan paling banyak ya. kenyamanan suspensi yang menurut kita improve dari sebelumnya [musik] dan jadi to banget dengan Xander dan kadang lebih baik ya interiornya kelihatan up market dan pintar ya karena sentuhan kayak shifter elektroniknya dan modul-modularnya itu ruang kabin yang mengejutkannya beda tipis banget sama Destinator soal kelegaannya yang nota B ini padahal satu kelas di atasnya [musik] dan fitur safety-nya yang super lengkap itu. Yes, harganya memang termasuk sangat tinggi tapi mengingat banyak fitur canggih dan inovatifnya menurut kita worth it sih ya dengan harga segitupun. [musik] So, balik ke pertanyaan kita di awal. Worth it gak sih buat ambil sebuah medium SUV kayak Destinator ini dengan selisih puluhan sampai ratusan juta dari low SUV yang spektrum-spektrum atas kayak Xander [musik] Cross dan Starizer Karat and size gini. Well, kalau yang kalian prioritaskan adalah performanya dan kenyamanan suspensinya, menurut kita sih worth it ya. Karena mau diapain pun, sepertinya kelas low SUV semahal apapun bakal tetap [musik] sangat sulit ngejar satu kelas di atasnya di dua hal ini. Tapi kalau diincer hanya kelegaan kabin atau fitur, well, beberapa di kelas low SUV kayak kart gini misalnya, ternyata ada bisa ngasih yang serupa dengan selisih harga yang cukup [musik] jauh ya. So, gimana menan so tiga mobil ini? Mana yang paling kalian suka? Silakan sampaikan komentar kalian di bawah, klik like dan jangan lupa subscribe video kali ini. See you next time.

Lihat di YouTube