ADVAN Punya Laptop Super Ringan? Review ADVAN Air Neo (YouTube Video)
Ini adalah laptop ultra tin ultra light terbaru dari Advan. Bobotnya enggak nyampai 1 kg, tebalnya cuma sampai 1,29 cm doang. Bodinya full aluminium, beneran terasa premium dan kokoh. Performanya juga mantap karena udah pakai pressor baru Intel Wild Cat Lake. RAM-nya 8 GB LPDDDR 5. Layarnya mewah pakai IPS 100% sRGB dan harganya 11 jutaan aja ya. Ini adalah Advance A Neo [musik] ya. Laptop satu ini bisa jadi salah satu gebrakan terbaru dari Advance. Body super tipis, bobotnya super ringan dan pakai prosesor generasi terbaru. Semua ada dalam laptop yang ini. Ya, berbagai keunggung tersebut membuat laptop ini cocok ditujukan untuk pelajar, mahasiswa, first jobber yang baru mulai kerja dan butuh laptop buat kerja misalnya. Karena performanya udah cukup banget kalau dipakai untuk kegiatan-kegiatan mereka. Nah, nanti kita akan bahas performa lebih dalam lagi. Tapi sekarang mari kita mulai dari spesifikasi utama terlebih dahulu. Untuk prosesor dia pakai Intel Core 5 320. Litografinya Intel 18A. Apa itu 5 nm, 6 nanm? Enggak. 18A ini udah ya. Base power-nya 15 wat. Dia punya total 6 core 6 tradow efficient core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 4,6 GHz. Untuk casernya 6 MB Intel Smart Casash. Untuk NPU-nya ya, dia punya NPU ya, dia punya NPU Intel AI boost dengan performa up to 16 tops. Kalau dijumlahkan dengan performa CPU dan IGP-nya, total dia punya up to 38 tops. Integ graphisnya pakai Intel Graphics dan dia punya 2 X course di sini. Nah, walaupun namanya Intel Graphics IGP ini pakai architur baru ya, sama seperti yang ada di Intel Arc B90 yang ada di processor Intel Core Ultra Series 3 ya yang kencang banget itu. Jadi IGP ini sudah support Intel XCS3 seperti multiframe generation yang bikin makin lancar kalau maajak main game. Kapasitas RAM-nya adalah 8 GB LPDR5 5600 onboard single channel. Karena onboard jadi ya ini enggak bisa di-upgrade ya. Perlu diperhatikan bahwa kontrol memori pada prosesor ini juga hanya mendukung konfigurasi RAM single channel atau 64 bit ya. Jadi ya makanya single channel. Tapi harusnya udah aman sih ya karena udah pakai LPD 5 jadi kencang. Untuk kapas storage-nya ada di 256 GB SSD MD.2 and Viami PCI Gen 4. Tenang, ini masih bisa di-upgrade. Ini enggak menyatu dengan motherboard-nya seperti yang itu. Eh eh tapi hanya tersedia satu slot SSD M.2 ya di laptop yang satu ini. Jadi kalau mau ngupgrade kita harus ganti SSD bawaannya dulu. Untuk KB wirelessnya di pakai Intel WiFi AX211, support WiFi 6E, dan Bluetooth versi 5.4. Sementara kapas baterainya ada di 50 wat hour. OS-nya pakai Windows 11 Home 25 H2. Nah, untuk body font factornya adalah clampell atau laptop klasik. Materialnya aluminium. Ah, ini kokoh nih waktu dipegang nih ya. Untuk warnanya ini silver. Untuk desain, laptop satu ini punya desain simpel dan profesional mirip seperti Advance AI Gen yang pernah kita review sebelumnya. Bedanya yang satu ini terlihat jauh lebih ringkas dan lebih tipis. Warna silver dari laptop ini juga menambah kesan mewahnya laptop ini. Ya, intinya kami suka banget sama desain laptop ini. Untuk dimensinya panjang 31,1 cm, lebar 21,8 cm, dan ketebalan di 1,29 cm. Nah, untuk bobotnya menurut Advan, bobotnya ada di 990 gr. Tapi kalau kita cek, ternyata Advan berbohong di sini ya. Bukan 990 gr, ini 976 gr. Makanya rasanya ringan banget ya. Chargernya 162 gr. Jadi total bobotnya kalau di bawah-bawah adalah 1,13 kg. 1,13 kg. Di tempat lain ya, di laptop-laptop lain itu termasuk laptop ringan. Tapi laptopnya aja karena normalnya laptop ringan 1,2 1,3 kg. Ini di bawah 1 kg untuk laptop dan total sama chargernya 1,13 kg. Oke, untuk display dia pakai panel IPS ukuran 14 inci, resolusinya full HD plus atau tepatnya 1920 * 1200 pikel. Jadi, aspek rasionya udah kekinian ya 16 bing 10. Refresh-nya itu ya standar aja di 60 Hz. Dan menurut Advance tingkat kesaran maksimalnya itu mencapai 300 nitz. Kalau kelar gambnya 100% SRGB. Nah, dan pengujian kami membuktikan bahwa Advan lagi-lagi berbohong. Tingkat kecahan maksimalnya itu ternyata mencapai 336 lebih dari 10% lebih, ya. [tertawa] Kemudian untuk gamut covers-nya ada di 93,5% sRGB dengan gambut volume di 100,9% sRGB. W keren nih. Kalau mau dipakai buat kerja ngedit foto sampai ngedit video juga layarnya udah cocok banget sebetulnya. Dipakai buat nonton, wah jelas mantap banget. Layar laptop ini juga mirip seperti layar laptop kelas bisnis ya. E karena bisa dibuka 180 derajat. Jadi memudahkan kalau kita ingin menampilkan isi layar ke lawan bicara yang tepat ada di depan kita. Layar seperti ini juga mampu mengurangi resiko patah engsel saat layarnya enggak sengaja kedorong atau kesenggol. Bingkai layar juga tergolong sangat tipis ya dan terasa seperti laptop premium banget. Bingkai atas memang agak tebal karena ada kamera di situ tentunya ya. Nah, kalau untuk kameranya, webcam laptop ini hanya punya resolusi 720p 30 fps untuk kuat perekaman kamera dan mikrofon yang kurang lebih seperti ini. Oke, kali ini kita uji kemampuan mikrofon dari laptop Advance Aneo yang satu ini. Bisa kalian lihat di sekitar saya ini lumayan rame ya sama kendaraan soalnya ini jam pulang kantor. Nah, gimana nih kualitas mikrofonnya? Suara saya bisa ketangkap dengan jelas atau enggak nih? Oke, kali ini kita uji kemampuan kamera dari laptop Advance Air Neo yang satu ini. Resolusi maksimalnya dia hanya bisa sampai di 720p 30 fps. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Gimana menurut kalian? Oke enggak nih kualitasnya? Lanjut lagi. Advance Aneo ini menggunakan dua buah speaker masing-masing 2 watt yang terletak di alas mengarah ke sisi kanan kiri laptop. Dan kualitas suaranya untuk sebuah laptop di kelas harga segini udah oke ya. Bukan yang paling rapi tapi kita masih mendapatkan bass yang cukup dan separasi yang cukup oke ya. Kalau mau lebih mantap lagi ya pakai headphone aja. Toh ada colokan audio jacknya juga di sini. Nah, kalau untuk konektor kita lihat di kiri ada dua USB type C, di kanan ada satu USB type C dan ada satu audio jack combo 3,5 mm. Di laptop ini tidak tersedia USB type A dan belum disertakan dongle type C dalam paket penjualan. Jadi kalau butuh pakai flash disk atau perangkat lain yang pakai USB A yang besar itu kita harus pakai dongle tambahan lagi. Nah, untuk keyboard laptop menggunakan keyboard chcklet yang tergolong silent dan terasa cukup nyaman saat digunakan mengetik. Untuk tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end ini sudah menyatu dengan tombol anak panah. Lalu untuk tombol anak panah atas dan bawah ini ukurannya setengah dibandingkan tombol tombol lainnya. Tombol power-nya ini menyatu dengan layout keyboard di pojok kanan atas. Tapi tenang, karena kita bisa atur melalui window supaya laptop enggak mati atau keslip saat tombolnya enggak sengaja ketekan. Keyboard ini juga dilengkapi dengan backlit putih yang punya dua tingkat kecerahan. Hm, ingat masih ada backlit-nya di sini ya. Nah, untuk touchpad laptop ini punya touchpad yang letaknya cenderung center to body. Jadi memang melebar ke kanan dari tombol space bar sampai ke tombol copilot. Tentunya touchpad ini juga sudah mendukung Windows precion driver. Oke untuk s pendingin kalau dilihat seas dari luar laptop ini seperti menggunakan sistem pendingin yang pasif ya karena kita tidak melihat lubang intake udara yang biasa ada di tengah cover. Tapi sebenarnya laptop menggunakan sistem pendingin yang aktif dengan satu buah kipas dan satu buah heat pipe. Nah, lubang intaranya ini menyatu dengan lubang speaker yang ada di bawah laptop. Jadi memang menyamar dia ya. Dan lubang pembuangan udaranya ini mengarah ke belakang laptop. Sekarang mari kita lihat konsistensi performanya dengan Sinab R23 stability test. Pertama kita coba dengan kondisi tercolok ke chargernya. Skor maksimalnya ya di 6.862 poin dan skor yang bis pertahankan ada kisaran 6.400-an poin. Kalau kita cek saat tidak dicolok ke charger. Untuk skor maksimalnya ada di 6.397 poin dan untuk skor yang bisa dipertahankan ada di 6.200-an poin. Jadi mantap ya. Mau dipakai kerja sambil colok charger atau tanpa charger sama-sama kencangnya. Untuk suhu kerjanya dengan sinabes R23 stabilitas selama setengah jam, kita lihat suhu CPU sempat bertahan di kisaran 100 derajat celcius di awal pengujian. Tapi tenang karena suhunya turun kemudiannya dan bertahan di kisaran 80 sampai 82 derajat Celcius dengan sesekali spike ke 90-95 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kalau kita pakai Adobe Premiere Proisi 2026. Kita pakai video dengan durasi 5 menit seperti biasa. Kalau video 1080 fps export time itu saya dalam waktu 6 menit 34 detik. Kalau videonya 10p 30 fps itu butuh waktu 2 menit 46 detik. Jadi masih oke nih kalau mau dipakai buat editing video 10 sampai 60 FPS pakai Premiere Pro 10 sampai 30 jelas lebih mantap seperti video kita ini 10 sampai 30 fps. Nah untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 10p 60 fps video exporting suhu CPU ada di kisaran 70 sampai 80 derajat celcius aja enggak tinggi kayak tadi kan ya. Lanjut untuk Davincy Resolve 20 software profesional tapi ini versi gratisnya. Kita masih pakai video yang 5 menit lagi ya. Untuk 10 60 fps video exporting selesai dalam waktu 8 menit 12 detik. Kalau 10 fps itu butuh waktu 4 menit 15 detik. Kalau Da Vinci sih sepertinya cocoknya 10p 30 aja masih kencang soalnya ya. Untuk suhu kerjanya di 1060 FPS video Sporting SU CP terlihat mirip seperti pengujian Cine Bench nih. SU sempat bertahan sebentar di 100 derajat celcius tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 75 sampai 80 derajat Celcius. Jadi tenang ee sistemnya bisa mengendalikan supaya suhunya tetap aman. Cuma mungkin di awal dia colongan aja ya sampai 100 ya. Lanjut untuk capcut video editor masih dengan video 5 menit yang sama ya. Untuk 10 amp 60 fps videonya butuh waktu hanya 3 menit 25 detik dan untuk 10 amp 30 fps butuh waktu hanya 1 menit 45 detik. Nah kalau mau yang paling kencang sih emang pakai capcut nih. 10 sampai 60 fps pun kencang banget di sini. Nah untuk su kerja pada saat melakukan exporting 10 sampai 60 fps suaraan 77 sampai 87 derajat celcius. Masih aman. Oke, walaupun dia super tipis dan super ringan, laptop yang satu ini ternyata masih bisa diajak main game seperti apa nih? Lihat nih. Nah, keren kan? masih bisa main Cyberpunk. Nah, su kerja pas kita menjalankan Cyberpunk 2077 selama setengah jam. SU CPU dari kesaran 72 sampai 76 derajat celcius dan seperti sesekali spike tapi hanya ke 80 derajat celcius saja. Sementara tusuk permukaannya titik terpanas ada di area lubang pembangan udara di kanan atas yang mencapai 47 derajat celcius. Tapi ini wajar lagi-lagi ini kan lubang pembuangan udara panas ya, bukannya tempat yang kita pegang-pegang. Kalau untuk permukaan keyboard, area panas ada di tengah keyboard dengan suhu mencapai 41 derajat celcius saja. Su segini pun terlihat di sela-sela tombol keyboardnya aja. Kalau ditambal keyboard-nya aja semuanya aman di bawah 40 derajat celcius. Untuk area kiri dan kanan bahkan aman di bawah 35 derajat Celcius. Area pamrest wah adem banget di bawah 30 derajat Celcius. Sekarang kita lihat kecepatan storage-nya atau SSD-nya. Kecepatan baca di 3256 MB/ dan tulis di 2718 MB/s. Performa yang sudah sesuai untuk tipe SSD-nya. Lanjut untuk daya tahan baterainya. Untuk pengujian Kita set brightness 150 hits dan volume 25%. Hasilnya untuk lokal video playback 1080p. Baterai habis setelah nyari 11 jam. tepatnya 10 jam 50 menit. Untuk laptop yang super ringan [mendengus] dengan baterai yang kecil seperti ini hasilnya udah sesuai harapan sebetulnya ya. Nah, kita tes juga baterai menggunakan ulion Office Productivity untuk menggambarkan dataan baterai saat laptopnya dipakai buat kerja nonstop. Jadi, software ini akan mensimulasikan saat laptopnya buka tutup aplikasi Word Excel PowerPoint gitu ya. Hasilnya baterai bertahan sekitar 9 jam kurang 1 menit lah ya 8 jam 59 menit tepatnya. Ini sih dipakai sepanjang jam kerja sih harusnya aman ya kan kerja sekitar 89 jam harusnya. Tapi ya masih mending kalau di luar terus kerjanya dan agak lama ya bawa charger lah. Nah bicara soal charger dalam 30 menit pertama baterai sudah terisi di 47% sebentar dari kosong sampai penuh dia butuh waktu 1 jam 50 menit. Sedikit lebih cepat dari harapan kami yang di 2 jam. Jadi okelah 1 jam 50 menit. Oke untuk harganya laptop yang satu ini dijual di harga Rp1.249.000. Yang lebih terjangkau juga ada ya. Semua speknya sama persis. Bedanya yang ini pakai prosesor Intel Core 34. Harganya di Rp9.49. Rp499.000 dan keduanya sudah mendapatkan Windows 11 Home dan ada garansi 2 tahun resmi dari Advance Indonesia plus ada garansi accidental damage protection selama 1 tahun atau ADP namanya ya. ADP ini mengcover seluruh kesusakan yang akibatkan oleh ketidaksengajaan pengguna seperti enggak sengaja jatuh, enggak sengaja ketumpahan cairan, dan bahkan ada perlindungan terhadap kecurian juga. Keren ya. Advance sekarang punya ADP. Oke, hal yang perlu diperhatikan pertama untuk prosesornya ini memang hanya mendukung konfigurasi RAM single channel dan RAM-nya ini onboard 8 GB. Jadi kita tidak bisa upgrade, tapi enaknya RAM-nya udah dar 5, jadi udah kencang. Dan yang masti diingat adalah Microsoft sudah berkomitmen untuk meningkatkan optimalisasi Windows 11 di perangkat dengan RAM 8 gig di akhir tahun 2026. Jadi harusnya ke depannya ini enggak ada masalah sih ya harusnya. Lalu kapas SSD-nya ini cuma 256 GB. Tapi lagi-lagi wajar mengingat semua harga memori mau itu RAM, SSD atau UFS yang di smartphone tuh harga naik semua sekarang. Ya, kalau buat kami si Kap segini sebenarnya enggak masalah ya. kita tinggal langganan cloud storage yang bisa jadi alternatif SSD yang mahal atau mungkin kalau masih punya SSD eksternal bisa juga dimanfaatin di sini. Lalu kemudian kameranya ini masih 720p 30 fps. Harapan kami 1080p sebenarnya lalu hanya tersedia konektor USB type C saja tapi untungnya konektornya ada tiga. Jadi bisa dicolok ke monitor sambil nge-charge laptopnya juga nih bisa ya. Kemudian dia masih belum ada Microsoft Office. Tapi pada saat kita nyalain laptop ini sudah ada WPS Office-nya ya. Kalau enggak cocok dengan WPS Office dan pengin instal Microsoft Office ya ee itu juga bisa instal sendiri ya tapi ya beli dulu. Oke. Nah, dari si menariknya pertama jelas desain dimensi dan bobot Advance Air Neo ini beneran jadi hal yang sangat menarik dari laptop ini. Bobotnya super ringan dijanjiin 990 gr ternyata cuma 970-an gram ya. Jadi kalau di bawah-bawah tuh enggak bikin capek pundek gitu ya. Di teng-tenteng ini pasti masih enteng banget. Bodinya juga terasa super tipis, mewah banget rasanya. Material aluminium pada body laptopnya juga menambah kesan premiumnya lagi ya. Lalu prosesor yang pakai Intel Core 5 Series 3 yang arsitektur itu ngambil dari core Ultra series 3 dipakai buat maitas ringan sampai kelas menengah seperti ngetik, browsing, web, nonton, online, meeting, editing, foto, sampai desain Kanfa ini masih oke banget. Mau gaming tipis-tipis juga ternyata masih aman banget ya. Dipakai ngedit video 10 P 60 FPS juga masih aman. Bisa pakai Premiere Pro atau CapCut yang lebih kencang lagi tuh. Apalagi layarnya juga mewah ya pakai panel IPS FHD Plus yang udah 100% sRGB. Ini mantap buat casual content creator. Baterai juga cukup oke untuk laptop. Harga segini ya. Bisa dipakai buat kerja seharian nih. Dan karena chargingnya pakai USB type C, kita bisa pakai gun charger yang lain juga. Mau lebih enteng lagi tuh pakai gun charger tuh bisa tuh. Ya, garansi juga menarik 2 tahun resmi dari Advance Indonesia plus ada 1 tahun accidental damage protection yang juga cover kecurian. Dan yang terakhir harganya menarik nih. Rp1 jutaan udah dapat laptop yang tipis dan super ringan seperti ini. Ini keren. Jadi Advance Air Neo 1 ini cocoknya buat siapa sih? Nah, buat pelajar, mahasiswa, guru, atau dosen yang butuh laptop tipis, super ringan, dan mudah dibawa ke mana-mana, cocok nih ya, enggak mau banyak-banyak bawa beban gitu ya. Enak nih untuk kerja kantoran yang butuh laptop pipis dan ringan dan kuat dipakai buat multitasking ringan, mungkin mau buka browser belasan santap, wah masih aman di sini. Untuk mobile creator yang suka editing foto atau edit video di 10 sampai 60 fps atau mungkin editing di Kanva, nah ini cocok banget layarnya udah 100% sg untuk penggunaan di rumah sebagai laptop sharing atau laptop sebagai sarana hiburan untuk nonton browsing atau gaming ringan juga bisa. Intinya laptop ini keren banget dan kalau memang dicari adalah sebuah laptop ultra tin, ultra light dan udah pakai pers terbaru dari Intel, rasanya Advance Air NE1 ini sangat layak untuk dipertimbangkan.
