Jungkat

AIO 6 Jutaan yang Flexible | Review Axioo Hype Flex 3 (YouTube Video)

  • 08/04/2025

Ini adalah AIO PC yang keren tapi terjangkau cuma 6 jutaan aja. Tapi layarnya bisa naik turun seperti ini. Bisa diputar jadi vertikal juga. Mau diputar ke kanan ke kiri bisa juga. Desainnya simpel dan elegan ya. Ini adalah all ininone PC terbaru dari Axio. Prosesornya langsung pakai Intel Core generasi ke-12. Jadi lumayan kekinian ya. RAM-nya bisa di-upgrade, storage-nya juga bisa pasang sampai dua storage. Layarnya IPS dengan color gamut mendekati 100% sRGB. Ini adalah Axio Hype Flex 3 ya. Ini adalah all ininone PC Axio Hype Flex 3. Penampilannya elegan sekali, warnanya putih semua, performanya lumayan mumpuni, layarnya keren dan ah kita langsung mulai aja pembahasan kali ini dari spesifikasi dasar dulu ya sebelum langsung masuk ke dalam. Oke, untuk prosesor dia pakai Intel Core i3 1215 fabrikasi Intel 7 base power 15 wat. Dia punya 6 core dan 8 trade yang terdiri dari du performance core dan 4 efficient core. Untuk Intel smart cas-nya ada 10 MB. Lalu integrated graphisnya pakai Intel UHD graphics dengan 64 execution unit dan sudah support Intel Quicks juga. RAM-nya yang terpasang adalah 8 GB DDR4 3200. Jadi single channel ya. Nah, pakai standarnya memang masih pakai RAM single channel, tapi karena dia pakai Sodim, jadi kita bisa menambahkan satu keping lagi di sini supaya RAM-nya jadi lebih lega dan lebih kencang lagi. Nah, untuk storage yang terpasang adalah 256 GB SSD NVM PCI Gen 3. Hanya ada satu slot SSD M.2 di sini. Jadi kalau mau upgrade SSD kalian bisa melakukannya dengan mengganti SSD bawaannya ini. Tapi ada opsi lain sebetulnya kalau enggak pakai MD.2 kalian bisa pakai slot yang 2,5 inci untuk memasangkan SSD di sini. Mau dipasangin hardisk notebook juga bisa ya. Tapi rasanya sih masang SSD lebih mantap ya untuk performanya. Untuk aktivitas wireless-nya dia pakai Realtech 8821 C ya. Ini sudah mendukung Wii 5 dan Bluetooth versi 5 juga. Dan ada juga Gigabit Ethernet dengan chip dari Realtech. Lalu untuk power adapternya ini 65 watt. Sistem operasinya menggunakan Windows 11 ya udah bawaannya ya. Lalu untuk body ini form factornya all inone PC. Jadi mesin utamanya ditempatkan menyatu di belakang monitornya. Untuk materialnya adalah perpaduan polikarbonat dan metal. Warnanya total putih ya di sini ya. Nah, untuk desain secara tampilan Axio Hype Flex 3 ini punya desain yang simpel dan juga minimalis. Untuk stand ini dipasang ke bagian punggung atau belakang allil in one PC seperti ini ya. Ini adalah sebuah dynamic stand yang memungkinkan kita untuk memutar layarnya. Jadi mau pakai horizontal bisa, mau pakai portrait bisa ya. Selain itu layarnya juga bisa ditundukkan sedikit dan ditengadahkan ya. Nah, sudut pendudukannya lebih kecil ketimbang sudut tengadahnya di sini. Tidak hanya itu, sisi layarnya juga kita bisa atur ketinggiannya menggunakan mekanisme di tiang stannya ini. Nah, ini pengaturan naik turunnya lumayan besar rentangnya ya sampai 13 cm. Lalu, kalau tidak ingin menggunakan stun all-inone PC ini juga sebenarnya bisa mendukung pemasangan ke bracket dengan Vesa mount 100* 100 atau bisa juga langsung dipasang ke dinding kalau mau ya pakai Vesa mounting ini. Nah, untuk bobot AI office ini di 4,76 kg. Lalu untuk power adapternya adalah 373 gr. Untuk display ini adalah panel IPS ukuran 23,8 inci. Sering dibilang 24 inci ya. Untuk resolusinya full HD AT 1920 * 1080 piksel. Refresh rate-nya 60 Hz. Dari keterangan AXio, layar ini punya color gamut di 96% sRGB. Nah, kalau kami uji beratas maksimumnya itu ada di kisaran 255 nits. Sementara untuk color gambut coverage-nya ada di 92,4% SRGB dengan gambut volume di 101,9% SRGB. Jadi sudah sangat mendekati klaimnya. Selain itu, hasilnya juga terbilang memadai ya untuk berbagai aktivitas. Bahkan editing-editing untuk warna di foto atau video juga masih aman sebetulnya. Kemudian untuk layarnya ini permukaannya non glare ya. Jadi enak banget kalau mau dipakai ngetik-ngetik atau kerja berlama-lama ya enggak banyak yang mantul-mantul di layarnya. Ini bezel atau bingkai layarnya terlihat tipis di sisi kiri kanan dan atas. Bingkai bawahnya memang sedikit agak tebal tapi ini wajar ya. Nah, untuk kamera dan mikrofon all inone PC ini dilengkapi dengan pop up kamera 5 megapel yang dapat disembunyikan di balik layar saat tidak digunakan. Untuk memunculkannya kita hanya perlu menekan bagian tengah atas layarnya ini. Nah, segi catatan saat menekan modul kamera ini, kita perlu sambil menahan layar dari bagian bawah. Karena ini agak berat mekanismenya ya. Kalau kita tekan hanya dari atas saja, ini bisa mendorong layar turun ke bawah. Nah, resolusi kamera ini maksimum di 5 megapel dengan rasio 4 band 3. Kemudian kemampuan perekamannya itu support sampai 1440p 30 fps. Nah, untuk kualitas hasil rekamannya sendiri sudah tergolong oke ya untuk kelas harganya. Selama pencarian diitarnya memang sudah terbilang mencukupi. Nah, untuk kas mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Ini adalah hasil perekaman menggunakan kamera serta mikrofon dari Axio HFlex 3. Di kondisi pencahaan yang cukup, video yang diskan dari kameranya ini sudah tergolong oke ya. Apalagi di sini opsi perekamannya bisa sampai 1440p yang bagi kami kualitasnya ini bisa dibilang lebih baik dibandingkan kamera IO atau laptop lain dengan resolusi 1080p di harga yang sama. Oke, untuk audionya all ininone PC ini dilengkapi dengan dua buah speaker yang mengarah ke bawah ya. Kesen hasil itu terbilang cukup rapi dengan ada sedikit bass di situ. Sementara untuk volume suara ini terbilang sekedar mencukupilah untuk las harganya. Nah, sekarang kita lihat untuk konektornya. Deritan konektor utama dari AIO ini terletak di sisi belakang di bawah tempat pemasangan stand. Semua konektor ini menghadap ke bawah. Nah, di sini ada 1 DC input, 1 HDMI output, ada satu VGA port atau DAP ya. Lalu ada 2 USB 2.0 type A, ada 1 GB Ethernet. Lalu ada 2 USB 3.0 type A, ada 135 mm mikrofone in. Dan ada 135 mm audio out. Jadi, kalau mau kerja dengan tiga monitor sekaligus di IO ini bisa banget sebenarnya. Asik kan? Selain itu ada juga dua USB 2.0 type A di area kanan bawah dari all inone piece ini. Jadi, ini yang lebih mudah untuk diakses karena dia lebih ke depan posisinya. Sementara itu untuk bagian kiri bawah terdapat sebuah Kensington lock slot ya. Untuk tombol-tombol di sini aknya menjadikan tiga tombol pengendalian untuk all-inone PC ini yang posisinya di area kanan bawah. Nah, di sini terdapat satu tombol power dan sepasang tombol untuk mengatur brightness. Untuk pendinginan, dia menggunakan sistem pendingin aktif dengan dua buah heat pipe dan satu buah kipas. Intake-nya dari bawah, exhaust ke arah atas. Ini klasik untuk sebuah all-inone PC. Nah, untuk keyboard dan mouse-nya di sini disediakan ya keyboard dan mouse wireless ya. Ini ini standar dalam paket penjualannya. Tentunya dengan bonus tersebut ini akan membuat setup di atas meja itu jadi lebih rapi dan bebas dari kabel yang berserakan. Keyboard dan mouse ini menggunakan satu dong saja untuk terhubung ke PC. Jadi ini menghemat port di AIo PC ini juga dan warnanya juga senada dengan Aio PC ini. Sama-sama warna putih juga. Tidak hanya itu, mouse-nya ini juga menggunakan silent button di sini. Jadi kalau kita klik-klik itu enggak berisik. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian performanya. Ya, kita lihat dulu konsistensi performanya kalau kita pakai Sin Band R23 ya dengan stabilitas selama setengah jam. Skor maksimumnya ada di 4.521 poin di awal run pertama. Sedangkan untuk skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 4.500 sampai 4.400 poin selama setengah jam pengujian. Nah, untuk suhu kerja kita lihat bahwa dia stabil di kisaran 54 sampai 57 derajat Celcius. Jadi ini adem banget. Oke, konsumsi dayanya kalau kita pakai SBZ R23 itu bisa mencapai 61 wat di awal pengujian, tapi kemudian akan turun dan bertahan di kisaran 47 sampai 49 watt. Oke, sekarang kita lihat kalau kita pakai software untuk video editing. Kita pakai Adobe Premiere Pro 2025, kita pakai video 2 menit 7 detik yang biasa kita pakai. Oke, kita coba dulu dengan kondisi default alias RAM-nya single channel 8 GB untuk 1080p60 video export dengan software on dalam waktu 4 menit 46 detik. Sementara kalau pakai open seal saya dalam waktu 5 menit 11 detik. Nah, kalau RAM-nya kita bikin jadi dual channel ya 2 * 8 jadi 16 GB kita mendapatkan dengan software only sesai dalam waktu 4 menit 41 detik. Sementara kalau untuk GPS pakai open shell sesuai dalam waktu 3 menit 18 detik. Nah, ini kelihatan ya jadi lebih kencang. Jadi memang kalau kita pakai dual channel itu efeknya terasa sekali. Oke, untuk su kerja pada saat melakukan video exporting dengan open shell su terlihat bergerak dari 43 derajat celcius hingga ke 54 derajat celcius. Lalu di akhir ekspor suhu terlihat sempat naik ke 66 derajat celcius. Lagi-lagi ini adalah suhu yang tergolong sangat aman. Nah, untuk konsumsi dayanya saat melakukan video exporting dengan open itu ada di kisaran 52 sampai 56 watt. Lanjut ke Dainci Resolve 19.1.3. Ini adalah software kelas profesional tapi versi gratis yang kita pakai. Durasi videonya masih sama juga. Untuk single channel itu selesai dalam waktu 9 menit 18 detik. Sementara untuk dual channel selesai dalam waktu 6 menit 27 detik. Jadi kelihatan lagi-lagi kalau kita bikin dual channel tentunya akan lebih baik performanya. Nah, untuk suhu kerjanya di 1080 60 fps video exporting suhu si CPU terlihat ada di kisan 52 sampai 57 derajat celcius saja. Lagi-lagi adem banget. Sementara untuk konsumsi dayanya ada di kisaran 53 sampai 58 watt. Kita lanjut dengan caput ya. E untuk videonya masih sama durasinya juga. Konfigurasi single channel. Export video 4K60 hasilnya adalah 9 menit 11 detik. Sebentar kalau kita export ke full HD 60 fps selesai dalam waktu 2 menit 30 detik. Nah, sekarang kalau kita pakai konfigurasi dual channel export video 4K60 dapat dilakukan dalam waktu 5 menit 15 detik. Sementara kalau kita eksport ke full hari 60, kita dapat dalam waktu 1 menit 44 detik. Lumayan juga ya kalau 1080 60 fps pakai capcut ini kencang. Untuk su kerja kitaat prosesor mengalami fluktuasi di kisaran 50 sampai 60 derajat celcius selama proses eksporting. Untuk konsumsi dayanya pada saat melakukan 4K60 video export dia ada di 53 sampai 58 wat. Oke, sekarang langsung kita tes juga buat gaming karena kita tahu pasti banyak yang nanya ya. Untuk pengujian ini kita langsung pakai konfigurasi dual channel aja 16 GB dan hasilnya kurang lebih seperti [Musik] ini. Oke, di game yang terakhir ini GTA 5 selama setengah jam suhu sipi dari kisaran 53 sampai 56 derajat Celcius saja. Sementara untuk konsumsi dayanya kita lihat ada di kisaran 52 sampai 53 watt. Oke, kita lanjut lagi dengan pengujian konsumsi daya. Semua pengujian ini yang sekarang dilakukan di brightness 100% dengan volume 100%. Kita mau lihat pentoknya aja ya. Nah, saat idle enggak ngapa-ngapain konsumsi dia terlihat ada di kisaran 30 watt saja. Nah, untuk nonton film HD di YouTube dengan browser Google Chrome konsumsi daya dari kisaran 32 sampai 36 watt. Kalau kita nonton Netflix pakai Google Chrome juga ya, konsumsi daya dari kisaran 36 sampai 44 wat. Nah, kalau kita ngetik-ngetik aja nih dokumen ya, itu konsumsi ada kisaran 31 sampai 32 watt. Nah, dari beragam pengujian yang kita lakukan tadi ya, daya maksimum yang sempat tersentuh kalau kita pakai aplikasi sehari-hari adalah 58 watt. Jadi, coba deh kita ambil aja skenario terberatnya ya, pick di 58 wat dan kita gunakan terus-menerus selama 12 jam dalam 1 hari. Nah, kalau kita gunakan tarif dasar listrik rumah tangga yang 1300 VA dengan harga 1444 per kWh hasilnya biaya pemakaian listrik itu sekitar Rp1005 per hari. Artinya kalau selama 30 hari kita pakai terus 12 jam sehari full load di 58 watt ya itu membuat kita harus mengeluarkan Rp30.165 saja. tentunya kalau misalnya digunakan untuk giatan yang lebih ringan, yang biasanya memang lebih ringan ya kalau ngetik-ngetik kan cuma 30-an watt doang ya, biaya listriknya tentunya akan jauh lebih rendah. Oke, kita lanjut dulu untuk storage test-nya sekarang ya. Kita lihat dengan kesalisma kita dapatkan bahwa SSD-nya kecepatan baca di 3093 MB/ sementara tulisnya di 1828 MB/s. Ini udah lumayan ok lah untuk SSD PCI Gen 3. Paling enggak ini untuk kecepatan bacanya udah kencang. Nah, untuk harganya Axio Hype Flex 3 ini SRP-nya ada di kisaran Rp7.549.000 untuk yang varian Windows 11 yang kita uji ini. Nah, kalau misalnya sebuah perusahaan mau menekan pengeluaran ya itu bisa juga membeli yang varian DOS itu dijual di Rp7.49.000 ya. Atau mungkin kalau kalian sudah punya Windows sendiri misalnya ya, ah udahlah enggak perlu saya instal sendiri aja. Nah, itu bisa juga lumayanlah hemat-hemat tipis-tipis. Oh ya, sebuah catatan coba deh ya, cek-cek dulu ke toko-toko online. Nah, kalau kalian di toko-toko online tuh ketemunya di harga berapa sih? Apakah benar harganya segini atau mungkin lebih rendah? Oh ya, jangan lupa harga tadi sudah termasuk satu set keyboard dan mouse wireless ya. Lalu ada garasi 1 tahun plus 1 tahun accidental damage protection juga. Berdasarkan keterangan Axio, klaim adep ini dapat dilakukan berkali-kali di 184 service center mereka selama masih dalam limitnya. Nah, limitnya itu adalah senilai 90% harga SRP unit dan ada 10% untuk admin asuransi. Dan untuk sparepart, Axio menjamin ketersediaan sparepart selama masa garansi. Oh ya, Axio itu masih tetap berkolaborasi dengan JKT48 loh, termasuk untuk AIO ini. Tapi untuk setiap pembelian dari seri Hype Flex ini memang tidak ada atau belum ada bonus stiker dan fotocard JKT48. Oke, sekarang kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya yang terpasang memang single channel. Jadi saran kami langsung buat jadi dua channel aja biar langsung mantap. Harganya udah murah kok, nambahin RAM sendiri lagi enggak apa-apa l ya. Lalu kemudian meskipun layarnya bisa kita atur ke mode potret atau berdiri, namun all inin One pie ini masih belum dilapi dengan fitur auto rotate. Jadi ya kita harus secara manual ngatur layout tampilannya tapi yang penting bisa, ya. Lalu, mekanisme pop up kameranya. Ini rasanya agak berat sih memang untuk bukanya ya. Lalu ada dua konektor USB yang mudah dijangkau dari depan tapi keduanya itu cuma USB 2.0. Kemudian dia belum dilengkapi dengan port USB type C di sini. Jadi kalau butuh transfer data yang kencang di situ adanya ya cuman dua USB 3.0 yang type A. Kemudian dia juga belum punya banding Microsoft Office. Tapi tenang kalau Axio kan selalu ada ngasih Libre Office juga sebagai pengganti. Dan kalau dibutuhkan, kalian tetap bisa nginstal Microsoft Office di sini. Nah, dari segi kelebihannya prosesor yang digunakan terbilang lumayan memadai untuk kelas harganya. buat kegiatan harian seperti browsing, nonton atau kerja dengan set aplikasi office misalnya, ini lancar banget. Kalau buat main game tipis-tipis juga masih memadai lah yang satu ini. Lalu dia hemat tempat dan mungkinkan meja kita terlihat rapi sekali ya, khususnya kalau dibandingkan dengan PC desktop biasa ya. Proses instalasi juga tergolong mudah di sini. Layarnya juga keren dengan kar gambut yang mendekati 100% sRGB jadi mantap. Lalu ada port HDMI untuk display output. Ada Vesa M 100* 100 untuk masangan ke bracket. Desainnya juga keren banget. Stand adjustable. hemat listrik, ada kameranya dan ini 5 megapel bisa ngerekam sampai 1440p 30 fps. Lalu ada bonus keyboard dan mouse wireless. Bahkan mous-nya juga udah silent button ini ya. Jadi all-inone PC dari Axio ini cocoknya buat siapa sih? Ya, Axio Highflex 3 ini bisa jadi pilihan untuk yang mencari PC stasioner dengan kemampuan memadai serta layar yang besar, rapi, hemat tempat, dan enggak ribet masangnya cocok buat PC keluarga di rumah juga nih. Orang tua jadi lebih mudah mengendalikan anak saat menggunakan PC dibandingkan kalau pakai laptop kan. Lalu untuk kebutan PC di sekolah, kantor, kampus, perpustakaan, atau instansi lain, wah ini sih cocok banget. Apalagi hemat listrik kan dibandingkan PC desktop yang klasik. Ya, pada akhirnya buat yang sedang mencari sebuah AIO PC terjangkau yang berpenampilan sangat elegan, performa cukup oke buat kerja, nonton, bahkan gaming tipis-tipis, Axio Hype Flex 3 ini bisa jadi pilihan yang sangat menarik. Saya Dedi Irfan, Jaka TV.

Lihat di YouTube