Jungkat

AJAK JEJE DAN OM MOBI BERTUALANG PAKAI JAECOO J8 AWD (YouTube Video)

  • 21/06/2025

Ah, halo semuanya, selamat datang di channel Fitrai. Kita baru aja offroad pakai JK J8. JK J8 ini luar biasa sekali di tempatnya Om JJ. Dan kalau Anda ingin lihat kami offroad dengan mobil yang benar-benar full standar ini bisa cek di channelnya JJ Logi. Oke, tapi sekarang kita akan lanjutkan lagi perjalanan kali ini lebih jauh karena saya bilang ke Om Jej di ee episode sebelumnya, "Masa cuman offroad-offroad aja? Ini mobil kayaknya enak banget buat jalan jauh. Jadi Om Jej katanya udah siapin tempat ya?" Enggak, belum dibilang di mana. Belum, belum, belum. Lihat aja nanti. Di mana? Tapi jauh yang penting kan yang penting jauh. Jangan yang dekat-dekat sini aja, kurang puas nanti. Oke, enggak ada masalah. Oke. Dan karena mobil ini sudah kotor, supaya Anda ngelihat view-nya lebih enak, ternyata Om Jeja udah nyiapin Jaqu J8 satu lagi ya. Ya udah ada. Oke. Mana? Itu dia. Wah, masih baru. Baru, Gres. Huh, harus dikretekin dulu ini. Oh. Oh, nikmat. Ah. Wah, sedap. Puas ya rasanya, Om ya. Ah. Wah. Ah. Mana lagi? Mana lagi? Eh, Om, om, om. Biar saya aja. Apaan ini? Ada. Ah, atp ada. Ah. Eh, atep atp. Tolong tolong tolong tolong tolong. Aduh. Aduh. Susah lagi. Eh, eh, eh, eh, enggak, enggak. Gua lihat duluan. Eh, kan. Ah, besar saya. Eh, ada ini. Apaagi? Apaagi? Oh, depan masih ada satu lagi. Ini baru gres, Dek. Masih gres. Kita langsung aja. Wah. Oke. Ada lagiak. Nitip dong videografer. Oke, udah enggak ada lagi. Oke, sekarang kita langsung lanjut jalan perjalanan jauh. Saya yang nyetir. Ini channel saya. Ini channel saya. Kemarin udah nyetir channel saya. Yuk. Udah emang posisi posisi duduknya kayak gini emang enggak enggak enggak enggak enggak enggak enggak bisa ya dioverride di situ ya bisa coba kita bisa berantem nih di sini oh iya bisa berantem benar ayo ayo ah sekarang udah mau masuk tol Jagorawi. Kita ke arah mana nih, Jeng? Kita ke arah Jakarta, Om. Hah? Jakarta. Jakarta. Jakarta doang ya? Oh, enggak. Belum kan? Oh, Jakarta. Kita bukannya mau keluar kota kayak yang jauhan. Kita arah Jakarta dulu aja nanti. Terus kita lihat aja nanti ke mana. Ahah. Oke. Kalau cuma ke Jakarta aja pulang dong. Selesai. Iya. Ini makanya tinggal kanan Jakarta nih. Kalau cuma ke Jakarta a judulnya bukan road trip, Om. Kurang jauh itu. Oh iya iya. Ini hari-hari itu. Ini by the way kita dari arah Sentul ni ya. Sentul. Sentul. Sentulatan. Oke. Arah Jakarta ya. Kanan ya. Jakarta ya. Dekat doang paling, Om. Eh, gantian dong. Ini cuma dekat doang. Enggak berar 100 km. Tenang aja, nanti ada gilirannya. Ada gilirannya, Om. Coba kalau misalnya mau minta nyetir, coba lihat ke bawah lagi. Lihat channel-nya siapa namanya? He, Fitra Erik. Emang kenapa? Ya terserah saya yang nyetir. Siapa? Eh, tapi ya sekarang dengan tidak pakai topi gini kelihatan umurnya. Ini paling tua enggak? Ubannya paling banyak. Ini cuma membuktikan cat lebih banyak hitamnya Om Mobi pakai cat rambut yang lebih yang lebih bagus. Enggak enggak bisa ngencet selembar-selembar gini. Enggak bisa enggak? Eh, ada orang dari umur 20-an juga udah ubanan, Om. Enggak gini gini enggak usah gini. Nah, Jej itu enggak beda jauh sama Om Mobi umurnya. Enggak mungkin beda jauh. Tapi benar kata Om Fitra tadi zaman sekarang tuh anak muda pun juga udah normal kalau tumbuh putih. I iya i enggak enggak. Aduh, ini putih semua ini. Udah udah lebih udah 60 70% putih kali. Enggak, ini belum cukur aja. Ini kemarin tuh mau beli cat rambut hitam, ternyata belinya putih gitu loh. Oh, ada yang putih ya. Ini sign of wisdom, Om. Ah, wisdom. Tua ganti, nanti. Dah, nyantai aja dulu masih beratus-ratus kilo kata Jej. Iya. Jakarta tuh paling cuma berapa kilo dari sini nih? Karena kita. Wah. Wah. E eh. Pelan-pelan. 248 HP, 385 Nm. Nanti saya akan jelasin lebih detail tentang mobilnya. Tapi kita melaju dulu sampai saya tahu nih ke arah mana sebenarnya. [Musik] Ini berarti enggak ke Jakarta nih. Ke mana kita ini? Disuruh Jej lewat sini nih. Mendadak nih. Kita pindah tol nih, Om. Kita ambil yang tol Cibitung. Hah? Cibitung. Iya. Daerah Jakarta berarti, Om Opi. Iya, makanya di mana Cibitungnya? A enggak kita enggak ke Cibitung, lewat tol Cibitung. Oh. Ih, stabil. Stabil loh ni mobil untuk ukuran mobil tinggi ya. Iya. Iya. Stabil loh. Tuh body rollnya dikit. Oh, fitra. Oh, kayaknya kurang nih. Kurang peloknya masih bisa. Masih bisa. 65 km/h. Oke. Oke. Lurus ya. Nanti kasih tahu lagi ya kalau ke mana. Ke mananya ya. Oke. Om, kita lepat ini keluarnya di mana nanti? J. Bentar, Om. Pokoknya kita ke arah Cibintung dulu kan nih. Nanti habis itu ke mana? Sanya lagi. Lihat aja nanti Om kayaknya enggak sabar mau nyampai apa gua gantian gantian ada saatnya Om ada saatnya perjalanan juga belum pernah ya pengin offroad sebenarnya ini sekarang udah on road mau gimana mau ke mau ke pinggir tol cari rumput kita dengerin audio bagus eh tapi gini loh audionya Sony loh nih atas thank you enggak gini ini kan kalau audio tuh kena copyright ya Om. Heeh. Kita bisa kita jangan berpikir harus nyanyi sendiri di sini. Enggak enggak enggak nyanyi. Enggak nyanyi. Kita pakai alat musik. Apaan? Apaan sih? Musik sendiri. Mau lagu apa? Ya paling gampang deh. Doraemasol Mido. Enggak ya? Susah dikit. Susah dikit. Ee apa ya? Ee oh apa sih? Lagu-lagu baru tuh. Kak tadi yang lagi kita dengar aja ya. Ni ne ni. Oh apa? Saat ku bertemu ku jatuh hati padanya. Cinta by pandu vina pandu. Untung pakai andas. Om mending dengar lagu sih daripada Inovit tapi copyright nanti mending copyright daripada dengar Om siul pakai apa sih itu Om? Tidak ada yang berniat memang meng-copyright-kan itu tadi. Iya Eh, ini lurus nih. Cikampek ya? Oh, lurus. Iya, emang jalannya lurus itu kena exit. Gerbang tol Jati Karya Utama. Stop, stop, stop, stop, stop. Bentar, start. Loh, kalau ngelihat dari karakter suaranya, hah, ini harus lagu yang iba gitu loh. Meminta belas. Kasihan Ayah dengarkanlah. I karena copyright kita enggak bisa ngencang-kencang. Ah, tapi mendingan kita dengerin audio premiumnya mobil ini. Dia Sony, di sini juga ada speaker di drivernya. Yaudah. Ya, itu ditutup. Coba itu ditutup dulu. Itu ditutup. Itu bisa ditutup enggak? Enggak. Enggak. Itu bisa ditutup ya atas ya? Iya. Coba tutup. Coba tutup dulu. Coba tutup dulu nih. Nih aku saya kasih tahu nih. Oke. Tutup dulu. Buka jendela kiri. Nah, lempar tuh keluar. Jangan dilempar. Ah, simpan aja nih. Nih. Nanti mereka tuh selera musiknya tuh belum nyampe. Belum nyampai. By the way, begitu dibuka tuh suara luar tuh langsung masuk segala macam ya. Iya. Karena ini double double kacanya. Uh, kedap ini, Om. Ya, kedap sekali. Nah, di cuaca eh apa? di cuaca di ruangan kedat itu kan artinya kita tidak terintervensi sama bunyi-bunyi lain. Iya, artinya kita benar-benar bisa mengapresiasi bunyi apa yang ada di ruangan itu. I makanya itu jangan dimainin lagi. Ah, karena suaranya jadi lebih bagus ya. Karena jadi lebih kedengaran, lebih merasuk ke jiwa gitu kan. Itu positif ya. Merasuk lagi dalam konteks ini tidak positif. Iya. Iya. merasuk ke jiwa itu bisa mengubah suasana jiwa kita ini mengubah ke arah yang agak negatif enggak? Tapi kan mungkin lagunya salah. Lagu apa lagi. Enggak, enggak. Udah, udah cukup cukup cukup cukup. Oke, kita dengerin kita ke mana nih? Nah, kita kiri, Om. Kiri, I. Kita pindah eh Bekasi, Jakarta, Cikampek. Balik ke Jakarta lagi. Balik ke Jakarta lagi nih ke arah Jakarta. Oh, enggak. Itu kan ada tulisannya Bekasi, Jakarta, Cikampek. Bekasi. Kita yang Cikampek. Oh, ke arah timur. Oke. Kalau ke arah timur kita sudah biasa sampai mau sejauh apa ke timurnya? Pokoknya kita nanti ke arah timur, tapi nanti tempatnya di mana? Tungguin aja nanti. Tungguin perintah berikutnya. Iya. Heeh. Terus gantiannya kapan? Tenang aja, Om. Kan masih menikmati nih, Om. Iya. Bantingannya enak nih mobil. Posisi nyetirnya enak, alus. Gimana sih? Enak nih buat perjalanan jauh. Kita tidur aja. Nih ada tuh. Keluarin kaki. By the way, dari tadi kita belum kenalan sama mobilnya. Ini JQ J atau J8 dan ini belum di launching nih pas kita nyoba nih karena mobil ini nanti akan sekaligus dipasarkan dan diperkenalkan juga sebagai Jaeku. Nah, Jau itu adalah grupnya Cherry kalau di Cina. Tapi positioning-nya dia adalah yang eh apa ya? ee siap beradventure ke mana saja dengan kemewahan. Jadi, ini mobil yang kualitasnya sangat bagus di dalam. Kemudian dia berpenggerak 4* 4. Sebenarnya lebih tepat tepat dibilang all wheel drive. Dan all wheel drive-nya ini juga bukan sekedar menggerakkan empat roda, tapi juga dia punya sistem yang namanya Artis, Allroad Driving Intelligence System. Jadi dia bisa mengatur ee keluaran tenaga ke masing-masing roda, mengatur besarnya tenaga di tiap-tiap roda atau tor factory-nya. Dan kita bayar tol dulu. Eh, di mana ya? Yang makai tadi siapa terakhir? Oh, ini dia. Eh, yang terakhir dia yang makai kan berarti. Iya. Nah, kita lanjut lagi. Jadi, Rardis itu bikin mobil ini punya kemampuan offroad yang istimewa karena dia bisa mengatur keluaran tenaga di masing-masing roda. Itu sudah dibuktikan di channel-nya Om Jejet ya. Iya. Jadi, kita ngelewatin medan yang sulit sekali. Bahkan sampai roda ngangkat itu dia bisa pindahkan ke roda lain tenaganya. Dan ee ketika hanya ada satu roda yang punya daya cengkeram, dia juga bisa pindahin semua tenaga itu ke satu roda. Coba udah kan kemarin di channelnya Om Jej. Oh, enggak nyetir ya? Tapi offroad session kan udah kemarin, Om. Ini sekarang kita coba jalan aspal. coba juga coba mobil ini dengan perjalanan jauh karena speknya buat aspalt itu juga ee menjanjikan. Mesinnya 2000 cc turbo, tenaganya 248 HP, torsnya 385 Nm, 8 speed AT, dan dia punya suspensi yang adaptif. CDC suspension. Dia magnetic sistemnya dan dia bisa adaptif tergantung kondisi jalan bisa mengeraskan dan melunakkan secara otomatis. Ini sekarang lagi keras Lak ini pasti lagi agak keras karena jalannya halus supaya stabil. Makanya kalau misalnya kita gitu kan e coba mantap gitu. Sport mod sport mod sport. Oh langsung lebih keras lagi Om. Eh, udah udah di tol loh. Ya kan enggak keluar jalur dan enggak ada mobil lain. Normal mode. Normal mode. Nah, ini juga ada tujuh driving mode. Banyak banget ya. Tujuh. Coba ya kita sebut tahu deh sambil jalan kalau kita tahu-tahu di mat gitu gak apa-apa ya. Jangan, jangan, jangan, jangan, kenapa sih? Kan orang bisa aja keputar bisa aja sih engak normal sport mat s offroad. Oke. Nah, tapi kalau buat perjalanan jauh seperti ini yang sangat-sangat berguna adalah adasnya. Jadi tadi ketika Om Mobi memainkan musik yang sumbang itu mau lagi dengar enggak? Enggak. Saya tuh bisa nutup kuping dua tangan gini karena nih tinggal pencet satu tombol. Nah, dia akan e mengaktifkan adaptive cruise control dan land keepeping assist-nya. Jadi dia bisa nyetir sendiri paling cuman berapa belas detik sekali kita goyangin dikit setirnya. Harusnya ada kayak gini dipakainya tangan tetap disetir. Iya, tangan memang tetap disetir kecuali keadaan darurat kayak tadi di mana dua-duanya harus tutuping. Enggak bisa itu orang dinik misal dinati malah tutup kupingnya. Sayang banget. Nah, tapi adasnya bukan cuman ini ada 19 fungsinya banyak ya. 19 ini komplit loh ada di sini nih. Yang mungkin fungsi ADAS itu tidak terpakai di tidak semuanya terpakai di offroad tapi kalau di on road ini semuanya terpakai tuh lihat tuh. Uh, banyak banget ini sampai ada break pitch control. Break pitch control sama breaking feel-nya juga bisa diatur. Breaking bisa diatur kayak gimana. Wah, itu menarik. Iya. Jadi kadang-kadang kita mau yang cekatan remnya atau kita mau yang agak soft gitu ya bisa diatur ya. Nah, kenapa mobil ini canggih terus habis itu mewah terus punya kemampuan offroad? Karena memang ada inspirasi dari Range Rover, Om Y dari bentuknya udah kelihatan. Iya. Heeh. Bahkan chief desainer dan chief engineer-nya dari Jacko itu mantan desainer dan engineer dari Jaguar Land Rover. Dan mereka memang ada joint venture dengan Jaguar Land Rover. Oh ya, makanya dia nih punya ada darahnya situ berarti ya. dia punya eh slogan lah from classic beyond classic from classic dari classic from classic sampai beyond classic gitu jadi di reborn gitu kayak dari ee semangat filosofi ee mobil yang legendaris kayak Range Rover diterapkan di sini bukan hanya di desain tapi di sistem penggeraknya juga supaya kita bisa nyaman, kita bisa merasakan kemewahan kita bisa offroad dengan effortless tapi tentu saja tanpa keluar uang banyak-banyak. Ini harganya seperapanya Range Rover ya kalau dibandingkan Velar ya mungkin ini seperempatnya. Velar tuh hampir tiga ya kira-kira ya Om ya. 2 koma ya. Iya 2 koma tinggi ya. Itu masih dijual ya kayaknya ya. Kayaknya ya. Ini ini cuma seperempat yang ni. Ini harga belum fix ya, karena pas kita ngetes ini memang belum belum keluar harganya. Belum resmi belum keluar. Belum. Ini mobil juga baru banget keluar dari pabrik. He. Pas di awal itu cuman 14 km. Hah? Mau baru. Iya. Oke. Udah. Ini enak banget nih kita jalan jauh. Keluarnya di mana, Je? Ada. Kenapa sih? Kenapa sih koncern banget pengin tahu keluar jadi ke rest area deh. Kalau enggak deh biar gantian. Kenapa? Udah capek. Biar gantian. Enggak capek ini mobil. Enggak, enggak usah gantian. Kasihan udah tua belum satu belum tua dan enggak capek dan mobilnya juga nyaman. Belum tua enggak pernah ngaca. Nah, cuman penasaran sama tujuannya Jej. Karena kalau ada Jejala ini channel Fitra Eri, baunya bau-bau lumpur bukan bau tanah. Enggak berani ngomong itu. Tadi mikir dulu bau tanah gitu. Enggak ada enggak ada yang mau nyautin lagi. Oke. Tapi kita lihat apakah bau lumpurnya itu benar terjadi. Nanti kita lihat. Oke kita kita jalan ya. Mungkin hari ini, mungkin besok. Tapi tunggu aja, kan perjalanannya kan enggak cuma selesai hari ini. Mungkin lusa atau di lain waktu. Oke, sekarang kita udah jalan 218 km gantian. Nanti dulu sabar. Ini lumayan irit loh, 15,4 km/l dari pertama kali kita jalanit. Dan kita tuh jalan 100 terus walaupun e mungkin ada macet-macetnya. Jadi tadi ee average speed-nya 74 km/udah foto dulu. Ada buktinya tuh kan ada di gambarnya kan. Jelas enggak tuh? Kam jelas asli handphone-nya asli bukan kopian. Oke. Nah ini sekarang kita udah dekat ke Cirbon. Jadi kita mampir di Cirbon nih. J. Oh enggak enggak enggak. Masih lanjut lurus lagi. Masih lanjut lagi. Iya. Mau nyampai Cirebon aja. Kurang jauh dong. Ya ampun. Oke, ini artinya seru nih. Perjalanan benar-benar jauh dan e lu enggak mau nyoba je? Boleh juga sih. Boleh ya? Soalnya kan belum nyoba nih kalau yang on road. Tadi kan full offroad. Jam terbang Om Mobi di jalan tol ini nih udah pasti lebih banyak daripada JJ. Jej tuh khatam di jalan-jalan tanah offroad. Iya makanya kaknya lebih aman. Enggak bukan W Jej juga aman. P hajam terbang lebih tinggi. Enggak, enggak. Jadi jarang-jarang kan kita di jalan disetirin JJ di jalan aspal. Memang iya buat kita ngelihat ugal-ugalan enggak dia? Ya enggak. Mendingan dia apa mendingan yang satunya lagi gitu loh kalau nyetirin kita. Ya udah ya. Habis itu Om Mobi gampang itu nanti bisa dibicarakan. Oke, nanti itu kita ada rest area 206. Kita ee berhenti di situ dulu ya. Oke, kita ganti kita cari angin segar terus kita gantian detail. Oke. Iya. Selain ada fitur keselamatan aktifnya seperti ADAS juga ada yang seperti airbag. Tadi salah ngomong saya bukan delapan ternyata 10. 10 10 ya. Ada 10 airbag. Coba dihitung. Satu-satu. Bingung kan? Ada di mana aja? Ah. Oke, sekarang udah KM 200. Artinya bentar lagi kita masuk. Nah, kita udah sampai rest area. Nah, kita pengen coba ininya nih. Apa? E, auto park nih. Ini, ini nih. Autopark. Katanya dia akan bisa nyari sendiri sesuai garis. Nah, tuh tuh tuh ada kotak-kotaknya nih. Iya. Jadi kita dia enggak perlu ada mobil lain. Kita pilih yang ini deh. Oke. Eh, ini nih nih. Yang ini dah parkir. Start parking. Start parking. Oke. Oh, iya. Kita enggak usah ngerem juga katanya ya. Eh eh ngeri ngeri ngeri ngeri. Ini ini benar-benar enggak megang remak e enggak nginjak rem enggak nginjek gas nih. Ngeri. Dia pasin sesuai maunya kita. Oh iya. Mau masuk ke garis yang itu. Dia maju sendiri. Maju dulu. Maju dulu. Enggak ada apa-apain nih kaki. Enggak, enggak sama sekali enggak. Coba tu tong sampah ditabrak sama dia. Eh. Oh, ya bener loh dia tahu. Ngerapiin loh dia. Pos dia ngerapihin. Heeh. Udah kebaca kan to sampanya enggak akan Udah parkir dia lebih jago dari Om Vita parkir. Om Fitra ada miring-miring emang ini enggak miring. Coba lihat pasti ada L miring coba lihat. Enggak cuma bisa parkir tapi kayaknya rata sama garis ya. I kayaknya miring. Lurus lurus lurus lurus. Coba kita lihat. Lurus lurus. Oh garisnya yang miring makanya dia ngikutin garis. Lurus. Hebat. Selisih garis kanan dan kiri aja, tapi lurus pas digaris. Kita benar-benar parkir tuh pakai auto parknya. Kita baru sekali nyoba biasanya autopark itu dia melihat ini ya, dia melihat ada mobil lain terus ada gap. Tapi ini enggak ada mobil lain. Enggak ada mobil lain. Dia cuma ngelihat garis aja. Garis aja. Jadi dan benar-benar udah maju mundur ngegas ngerem tuh dia semua pindah gigi mereka ini juga mobilnya juga. Oke kita sudah sampai di Raserea. Kita istirahat bentar. Habis itu nyetir-nyetir JJ dulu dong. Dia yang nyediain mobil ini loh. Tapi masih ada waktu nanti masih panjang Om. Ini grillnya ini banget ya. Tegas banget ya. Grill kayak ya kayak stens out gitu. Stens out gitu ya grillnya. St out. Ini juga tulisan Jaik besar ini kokoh gitu ya. Iya. Fontnya juga mencerminkan mobil yang siap beradventure. Velegnya 20 inch Om. 20 inch ya? PKnya 20 inch, garis bahunya juga tegas. K dan permainan tutun antara warna body sama atapnya tuh juga enak. Eh, mau coba dijepit enggak tangannya? Mau coba. Coba ya. Nih lihat nih dijepit nih. Awas kalau sakit ya. Kalau sakit balas ya. Gantian kalau sakit ya. Engak sakit. Aman. Masih 1 2 3 4 5. Aman belakangnya. Yuk. Kita lihat yuk. Ada tempat sampah lagi di belakang. Siapa yang pilih parkir di sini? Siapa yang milih? Yang mencap dia nanti lihat di insertnya aja. Nih belakangnya di dalamnya tuh kayak e kaca dari ujung ke ujung. Kaca dari ujung ke ujung. Tulisan jackunya sama lampu LED-nya tuh di dalam. Mewah ininya. Mewah sama garis ininya melandai dia ya. Iya melandai. Khas Range Rover juga. Sadar enggak ini nih? Mirip-mirip velar sampai sini. Sadar enggak nih? Pintu tuh panjang banget. Apa? Sama J7 juga panjang loh ini pintu ini hampir 90 derajat nih bukan nih. Iya bukanya luas. Terus sama ini. Ini kan mobil bisa dibawa ke lumpur kan dan kita sudah bawa ke lumpur. Cuman kalau dibuka dia tuh sampai bawah pintunya bawah. Jadi kaki ini enggak enggak kotor kalau mobil sana. Astagfirullahalazim. Apaan tuh? Ban meletus. Enggak tahu kedengaran apa enggak. kayaknya bukan ban meletus deh. Ini ban meletus kayak rem angin bocor. Rem angin bocor. Bisa ini dong bisa blok dong. Bisa blok. Suara rem angin. Suara rem angin ya? Iya kayak pik lepas gitu loh. Waduh waduh waduh waduh. Ya udah sekarang kita lanjutkan ya. Silakan C. Oke. Sabar ya Om Mobi. I ya. Apa? Saya mau duduk belakang jadi bos. Eh hei belum nyoba duduk belakang heran. Let's go. Ah, gini rasanya di belakang. Ini mewah banget loh. Ini enggak kayak SUV biasa. Ini captain seat. Iya. Dua terpisah dan duduknya duduknya tuh proper dan ini depan juga saya proper loh. Ini duduk yang ini yang lebih yang lebih proper tuh begini Om. Eh, enggak enggak enggak enggak enggak om omah ini loh baru proper nih. Itu nih gini Om segini kalau misalnya yang di belakang itu yang duduk bos. Kalau yang di belakang itu anak buah bosnya di kiri depan bosnya bisa mundur kalau naik mobil ini pasti bosnya ada di Ah, udah habis lagi. Gua tahan bukan habis ya. Coba kalau dihabisin deh om enggak bisa pengin lihat lihat enggak usah. Mendingan habisin ke depan. Pengin lihat ada ke depan. Heran nih. Kalau di depan Anda tingginya adalah 177, propernya dia duduk begini. Jarak dengkul dengan jok depan itu masih sangat lega sekali. Hampir satu jengkal, kaki masih bisa masuk. Headroom-nya masih lega sekali. Dan ini jok nyaman. Jok ini menopang paha kita dari ujung ke ujung habis nyamuk dapat lagi. Dan di depan ini juga saya masih bisa selonjor paha saya ter e sangga dengan baik dan itu saya 177 cm tingginya. Kalau 174 mah lebih lega lagi ini depan 174 sama 17 tergantung tingginya bagian mana. Pinggang ke bawah apa pinggang ke atas. Merata dong. Merata kan proporsional kita nih di pintunya. Kalau mau privasi lebih tinggal ditutup tuh, Om. Lagian ditutup, Om. Privacy privasy misalnya enggak mau kelihatan dari luar enggak cukup pakai topeng privasynya harus ditambah tirai lagi. Masih juga tambah tira. Topeng sudah cukup, Om. Perlu ini perlu satu. Oh, terus bisa akses bagasi ya? Akses bagasi langsung. Dan ini kan tiga row ya. Jadi ada jok lagi di belakang ini yang sedang kita lipat karena untuk banyak bawa barang. Nah, ini pintunya pun kualitasnya aduh empuk-empuk. Biasanya kan mobil-mobil biasa itu depan empuk-empuk belakang keras kan. I ini belakang empuk-empuk juga. Terus ini yang keren ini ada electric seat. Pengaturannya ada di pintu ya. Dia bisa maju mundur dan senderannya juga. Nah, ada memory seat-nya tuh. Ada dua memory seat. Ngapain? Ngapain? Ini ada pemanasnya di belakang. Ngapain? Nah, di belakang sini selain ada dua ventilasi AC, ada pendingin dan pemanas jok maksudnya. Iya, saya bantu operasikan. Enggak usah, enggak usah. Oh, bisa kita iniin dari bisa depan ya. Nah, ini kalau kita ininya hijau berarti pendingin. Kalau ininya merah ini pemanas kayaknya biru deh, Om. Hijau apa biru. Biru. Salah. Biru. Biru. Bukan hijau. Salah. Salah. Tapi di depan ada massasnya, Om. Hah? Ah, massas bisa tidak? Di mana aja ke tempatnya bisa langsung juga apa-apa. Belakang ada massage kan? Oh sori ada cuma ee Ajuan tolong hidupkan massnya dihidupin dari layar tengah. Emang ada. mana sih? Kita lihat ke ke bawah itu. Geser bawah. Ke bawah bawah lagi. Lagi. Vehikle comfort. Oh ini comfort. Comfort. Vehicle comfort. Seat massage. Seat massage. Oh ganti coba coba. Oh iya bisa second row. Second row left. Coba coba coba. Second row left. Iya. Enggak, enggak mau hidupin. Enggak mau hidupin. Cuman pengin tahu beneran apa enggak. Jangan gua hiupin. Udah pasti beneranupin. Udah pasti beneran tidur ya. Nih nyetirnya di nyetirnya sih enak sih. Ngomong-ngomong kalau misalnya soal nyetir on road ya apalagi jauh gitu saya lumayan piky nih Om. Picky piky lumayan kayak milih banget mobilnya soalnya. Oh sangk milih harus jalan yang rusak. Oh enggak. Lebih lebih ke mobil rusak. Iya, tetap jalan yang susah ya. Kalau halus nih jalan nih cari yang rusak. Ah, tapi so far enak sih. Dan kalau saya pun buat nyetir on road, saya tetap nyari tuh mobil yang geraknya tetap empat roda. Jadi all wheel drive kayak gini. Kan orang-orang kadang-kadang suka mikir, "Oh, kalau all wheel drive gitu ya, kalau enggak dipakai offroad buat apa gitu kan." Iya. Padahal kan dia kan pas lagi misalnya di jalan tol gitu ya, di aspal gitu dia kan tetap ada manfaatnya. Iya. Lebih safety, lebih ke kontrol. Misalnya mobil tiba-tiba slim atau tiba-tiba jalannya licin. Kita traksinya ee terbantukan dengan dari empat roda itu. Tapi anyway kan all wheel drive itu ada salah satu ee kerugiannya adalah kadang-kadang jadi tidak efisien kan kalau kita kita menggerakkan empat roda padahal tidak dibutuhkan. Benar. Benar. Nah, ini mobil bisa depan aja nih. J Oh, iya. Jadi teknologi hardisk-nya itu kan hardisk. Iya. Salah satunya adalah yang bisa bikin kalau misalnya kebutuhan lagi on road dan traksinya itu optimal, dia hanya roda depan aja yang aktif dikasih tenaga. Iya, lebih efisien. Benar nih. Itu sih bikin enaknya sih. Tapi ini nih enak buat long journey ya. Enak sekali. Belum ngerasain jadi bos aja saya di belakang. Enggak usah. Yang belakang juga belum ngerasain nyetir, Om. Oh, iya. Nanti nanti ya, Om. Ada saatnya, Om. Oke, kita nih ke mana nih, Je sekarang? Je, kita masih lurus lagi terus. Masih lurus lagi nih. Masih lagi. Sampai sampai berapa jauh coba? Oke, tunggu aja pokoknya nanti tetap ada e bagiannya Omobi nyetirlah gitu. Tapi enggak tahu berapa lama ya, Om ya nyetirnya. Pokoknya ada aja sempat nanti nyobain Om Obi. Hah? Kita ke ngetas dulu ah. Ini ada belakang ada colokan USB C banyak. Ah, tidur dulu ah. Kita rebahin. Ah, kita rebahin. Enggak bisa enggak bisa kayaknya ada yang ada yang enggak rela kalau Om. Udah udah peace peis peace. Oh, keluar ke Semarang, Je? Semarang. Kita singgah dulu Semarang soalnya kan udah malam nih. Singgah dulu. Iya, besok masih berlanjut lagi. Heh, kalau malam-malam nanti ke tempat yang serunya enggak kelihatan kan, sayang. Jadi, kita lanjutnya pas besok pagi aja udah terang, Om. Oke. Jadi, sekarang kita nginp dulu di sini. Kita bermalam dulu, Om, di Semarang. Oke. Tapi belum selesai perjalanannya. Oh, belum, belum, belum. Besok masih lanjut lagi. Udah siapin hotel juga, Je? Udah, udah. Eh, mewah. Harus mewah. Eh, yang pasti sih satu kamar buat saya sama Om Fitra. Dapatnya cuma satu. Maaf, Omobi. Ya udah, kita sekarang langsung ke hotel dulu ya. I i. Oke. Oke, Om. Kita udah sampai nih di hotel. Oh, ini po hotel. Eh, eh kapan gantian nyetirnya? Kita kan tidur dulu. malam ini. Besok kan masih besok ya. Masa mau nyetir dari lobi ke parkiran mau enggak mau. Mau enggak mau. Boleh sih, Om. Enggak mau. Lumayan kan diparkirin Om Mobi. Enggak. Enggak mau. Jadi kita istirahat dulu ya. I sampai besok kalau gitu. I hah. Selamat pagi. Selamat pagi Semarang. kita ke salah a eh Jej nyetir. Enggak ada cerita ya gimana, Om? Engak ada. Ya udah dia udah udah pengin banget nyetir dia. Heran susah banget memang jiwa untuk nyetirin kitanya tuh gede banget gitu loh. Oke sekarang kita ke mana nih? Kita akan lanjut perjalanannya. Kita akan mampir dulu ke satu tempat yang seru buat kita ee refreshing ya sambil offroad-offroad tipis. Nah tuh bisa nyetir ke tujuan berikutnya. Ayo. Oke. Ayo jalan. Let's go. Oke. Heran gantian lu di depan. Oh iya ya. Oke oke Semarang tuh indah ya. orang-orangnya juga behavior, orang nyetirnya segala tuh lebih ee memberi gitu loh. Rata-rata kota-kota di Jakarta eh-kota di Jakarta, kota-kota di Indonesia itu yang bukan yang major city seperti Jakarta ee Surabaya gitu ya. Karena trafficnya mungkin enggak sepadat di dua kota itu ya. Jadi lebih ini lebih ee kalem gitu. Kalem iya ngasih jalan apa enggak serandal-seruntul amat gitu. Sebenarnya Semarang itu ibu kota provinsi juga cuman belum sepadat Jakarta dan ee Surabaya atau kita mungkin jam ini. Oh bukan jam sibuk ini orang pada ngantor jam si makanya. Nah jadi lebih bisa enjoy mobilnya udah cukup jadi apa enggak enggak cukup sama sekali kayaknya ini posisi nyetirnya pas loh dia. Setirnya itu bisa diatur elektron elektrik loh. Motoriz tilt dan teleskopik. Coba di kelas ini nih keren banget. Tapi yang saya enggak nyangka belakangnya sih, Om. Enak banget kan belakangnya kan? Iya, belakangnya itu individual seat ee paha tersangga dengan baik, Light room masih bagus, kita bisa ngatur bangku depan, terus ee headroom-nya lega, ee kedap, ada tirai. Pas banget nih, Bos. Disupirin itu bos yang kemarin di situ dulu. Hm. Terus nih sekarang bos nyetir. Bos nyetir sekarang. Udah enggak jadi bos berarti. Enggak. Bosnya yang nyetir sekarang. Oke. Nihir ya nih visibility ke depan leak. Nih kita dashboard itu terasa rendah karena jok kita tuh tinggi nih on default ya. Tapi kita juga jadi bisa ngelihat ininya nih je kap mesin yang ada kayak mengklingon gitu loh. Jadi bisa tahu kap mesinnya kap mesinnya masih ada atau udah hilang kita tahu ya. Om enggak. tuh tekukan-tekukannya kelihatan jadi berasa lebih berotot gitu loh. Iya. Ini kalau ngomong-ngomong buat dipakai kayak offroad ya, Om ya. Kayak kap mesinnya apa? Ngelingon tadi. Kamu kapelingon itu bentuknya kayak jidat kelingon. Oh iya. I yang kap mesinnya lebih kelihatan itu sebenarnya juga sangat ngebantu banget buat offroad walaupun ya mungkin kalau sekarang nih banyak juga orang bilang kayak wah kan bisa kebantu dari kamera gitu dari depan. Tapi tetap mesin kelihatan itu masih sangat ngebantu sekali gitu buat kita ngukur pas lagi offroad. Iya. Makanya kemarin pas kita offroad kan kemarin kita kita jadi penumpang doang ya kan tetap jatuhnya Om mobil di dalam mobil ini offroad juga ya Om Fitra offroader Om Mobi udah jadi kemarin tuh iya walaupun enggak nyetir ya ya tetap offroad kan kita di dalam mobil yang sama enggak gitu tetap dalam sama kayaknya kemarin tuh saya nyetirnya atau Om Fitra lebih enak ya itu dia karena visibilitasnya enak ke depan iya oh ya Om di belakang emang enggak ngelihat sih m drive Heeh terus ini suspensinya ini loh Dia ma usah aneh-aneh tuh langsung offroad mode kan. Lanjut tong lanjut tong lanjut mode. K ada komplain satu ya. Kenapa ada tombol pemanas di sini ya? Kan ketemu orang-orang kayak ini nih. Kacau kacau. Omobi duluan yang mulai apa? Om Mobi duluan yang mulai kemarin. Tapi kan dari depan kamera lah. Enggak mungkin kita di belakang kamera. Dikapesin dong kita kalau di belakang kamera. Iya benar ya. Anyway, suspensinya enak loh. Mater gitu loh. Iya. Mater tuh apa? Hm. Mater tuh. Akhirnya dia pakai kata yang sama. Enggak enggak enggak gak ini waktu kata dia ini mater. Mater bisa apa beda mater bahasa artinya apa? Mater tuh bisa ini loh apa? Sudah matang. Matang bantingan bantingan suspensinya matang. Loh, matang. Maksudnya matang nih kayak kayak nih udah matang itu lawannya mentah. Iya. Kalau matang tuh malah biasanya lebih keras. Ada perumpamaan lain untuk matang. Udah oke. Bantingannya matur. Heeh. Eh mecur bukan dewasa lah. Gimana mecur bukan dewasa. Matang gitu. Matang tingannya matang. Heran. Ahah. Nyitir aja. Eh nyitir aja. Diam aja kesel. Nah, tapi kita mesti fair juga dong, Om. Apa? Oke. Ini mobil emang mengagumkan apalagi untuk harganya ini seperti mobil miliaran. I tapi pasti ada dong yang kita masih kurang srek dari mobil ini. Tentu ada. Tentu ada. Oke, Om Mobi apa? Ee nih ya, kami tuh benar-benar kurang suka ini. Benar-benar tapi kurang suka aja. Enggak, enggak, enggak suka. Benar-benar tuh benar-benar tidak suka, kurang suka karena indar-benar kurang suka. Jadi di setir ada tombol bagus, ada tombol cruise control, ngontrol audio, ngontrol e mid tapi ini tombolnya tombol model touch tapi dipencet gitu loh. Jadi ini sebenarnya satu tombol gede yang kanan dan satu tombol gede di kiri tergantung jempol kita duduknya di mana mencetnya. Masalahnya, masalahnya itu enggak enak, enggak ada feel-nya mencetnya kan tetap ada physically dipencet. Physically ada nekan cuma enggak ada feel-nya. Ni kalau kalau kita mencetnya nanggung nih, nah kita bisa nanggung nih antara volume up dan next track bisa nanggung kan jadinya kurang user friendly buat jarinya Om Mobi. Kurang iya banyak mobil-mobil sekarang seperti bukan gitu loh. Iya kan? Banyak mobil-mobil sekarang seperti ini yang kami kurang suka. Oke. OJ. Kalau saya mungkin yang kurang suka malah pas kemarin coba di belakang, Om. Jadi ini kan mobil kan emang dibikin benar-benar luxury ya, serasa first class apalagi duduk di captain seatnya. Tapi yang saya lihat malah kurang enggak ada buat light rest-nya, Om. Di yang depan. Oh, iya belakang ada restnya. Iya, depan ada ya? Depannya ada. Eh, bahkan driver punya. Eh, enggak eh driver itu buat manjangin paha deng. Oh, buat. Oke, ini kan mestinya kan jadi bosnya kan di belakang kan. Bentar, Om. Buat manjangin sandaran paha. Paha kita enggak bisa dipanjangin pakai tombol. Oke. Belakang enggak ada kan? Belakang ada. Mesinya di belakang ya. Iya. Bosnya kan mesinnya kan di belakang nih yang full service itu aja sih Om. Palingya iya iya. Oh, dia benar-benar mental bos artinya Om. Dia menyadari hal itu. Iya. I iya ya. Ya. Ada ada ini bakat bos lah. Ada bakat bos. Sedih aja. Saya kan diajarin Omobi dari kemarin kan memposisikan diri sama-sama jadi bos. Sementara yang di belakang ini dari kemarin nyetir menjadi yang ya drivernya kita gitu. Siap. Nah, Om Fitra apa? Kalau saya Om itu entertainment system ya. He. Itu benar-benar sangat bergantung ke touchsreen. Jadi enggak ada tombol-tombol shortcut tuh enggak ada. Emang zaman sekarang begitu. Nah, itu dia satu. He. Nah, lebih parahnya lagi pada saat Apple CarPlay, he itu enggak ada enggak ada shortcut button untuk ke home. Jadi, kita harus swipe-swipe dulu. K banget sih nih ya. Kalau AC tinggal geser set, set. Nah, nah, nah kan. Nah, kan. Ayo, ayo AC nih sekarang nih. Mesti back dulu. Back dulu. Nah, tuh AC tuh geser dari bawah ke atas. Padahal untuk AC misalnya ya, kita untuk ngatur su mestinya enggak perlu dua langkah seperti itu. Harusnya tuh langsung ada shortcut minimal buat AC lah gitu ya. Atau disediakan icon-icon-nya di bawah Apple CarPlay-nya atau di sampingnya. Iya. Jadi Apple CarPlay enggak full frame. Iya, ini Apple CarPlay-nya full frame secara tampilan bagus tapi secara fungsi kita jadi repot kalau mau mengoperasikan yang lain. I tapi lumayanlah. Enggak jadi masih ada dipikirin dikit lah. Ini ada jadi dua dua langkah gitu semuanya tuh enggak inst itu aja sih. I cuma ini loh tapi kami tetap mengapresiasi adanya volume audio fisik. Nah untuk untung ada volume fisik di situ ya. Oh iya sama ini driving mode-nya fisik. Iya. Padahal sebenarnya itu diapresiasi ya volume. Volume tuh sering kita gunakan. driving mode enggak terlalu sering kita gunakan. Yang sering kita gunakan tuh AC. AC ya ini terlalu blower apa segala. Karena Aspirata di semua mobil yang climate control itu ee mungkin kebiasaannya mau digeser ke semuanya auto. Oh jadi tinggal auto aja. Auto aja nyalain mobil blower kencang dulu nanti lama-lama dia ngecil. Alhamdulillah suhunya menyesuaikan apa yang kita mau. Ya gitu to ya. Itu kan itu preferensi pribadi dong. Iya. Saya lebih prefer kalau misalnya AC itu dikeluarkan shortcut-nya atau minimal ee ada di layar pada saat Apple CarPlay sekalipun. Iya. Ini udah nyampai mana nih kita? Ah, 13 menit lagi nyampai ini menurut navigasi emang tahu ke mana? Enggak tahu. Ikutin kan navigasinya yang dia anjak nih. Efortless. Ah, ngantuk Om. Apa ngantuk? E oh ternyata bisa direclining. Lumayan rebah loh belakangnya. Oh gitu ya, Om? Eh e eh eh enggak usah macam-macam. Enggak usah macam-macam. Enggak enggak enggak ada pemanas. Enggak ada pemanas. Enggak gak gakak ada. Pasti kontrolanak resistanceingting bawah lagi. Nyetir-nyetir. Eh konsentrasi ke depan enggak ada driver open changer aja. Ah, itu dia. Eh, bisa nyal pemalas dari situ. Untung untung bisa matiin dari sini lagi. Yang lain lagi. Jadi ternyata bisa nyalain pemanas dari depan itu. Itu semestinya tidak perlu. itu bisa disalahgunakan oleh oknum-oknum supir seperti ini nih. Jadi kalau misalnya Anda kebetulan kerja sebagai driver dan majikan Anda ngeselin di belakang, Anda bisa diam-diam nyalain. Ih, overall sih ini kita di daerah Brown Canyon namanya. Keren banget itu. Lihat deh di sebelah kiri tuh apa? Ee dua bukit yang tajam. Kok bisa ya bikin begitu ya? Enggak bikin. Hah? Alam apa bikinan ini? Ini di sini tambang nih, Om. Tambang. Iya. Tapi memang sudah enggak ditambang lagi. Masih masih aktif sampai sekarang. Oh, masih truk beralu lalang tuh. Jadi juga di sini warga Semarang tuh suka pada datang sini terutama pas jam-jam sunset tuh, Om. Nikmatin sunsetnya tuh bagus di sini. Enggak, enggak. Siang-siang bolong dengan suhu 35 derajat itu. Ada suhunya di sini. Jurang benar Omik. Genap sih enggak kelihatan kirian dikit, Om. Di kanan, kita di kiri. Om kenapa kita ke sini je? Soalnya entar entar offroad mode. Oh iya benar. Kita coba dulu. Offroad mode apa? Se ini bukan ya? Kita pakainya offroad. Kalau offroad nih yang generalnya. Oke. Oke. Karena Om Fitra ada yang rengek kan minta nyetir dan belum kedapatan offroad. Belum kedapatan offroad. Iya iya iya. Asik. Jadi diajak ke sini kita ini nyaman loh nih Om. Iya ini tanah benar ini. Tanah bohongan tuh gimana Om? Tanah bohongan tuh karpet gitu Om. Kiri dekat banget Om. Iya Om. Enggak mau dikek kananin dikit Om. Om kananin dikit ah. Ngeri longsor atau apa gitu loh. Enggak, ini kayaknya kuat. Longsor sih. Masuk akal tuh. Oke, kita terusin aja, Om. Oke. Ini kalau slip gimana, Je? Kan dia kan ada yang namanya hardisk, Om. Yang Allroad driving intelligent system-nya. Itu yang dia ngebagi mana sih rodanya lebih ngebutuhin traksinya, mana yang perlu di dikurangin karena over spin gitu. H. Jadi, makanya kalau kita ketemu jalur-jalur kayak gini ya enaknya kita lebih effortless. Jadi, biar mobil aja yang mikir nih mana yang perlu disesuaikan traksinya. Nanjakan tuh. Nanjak sini nanjaknya langsung buntu gitu. Balik. Muar balik gimana? Mundur. Muar balik. Mundur. Itu mau nyoba mundur itu di atas luas, Om. Mundur. Yah, enggak berani itu loh. Di atas luas. Enggak luas, Om. Mundur. Kita ke kanan terus mundur terus balik. Mundur. Iya. Muter ada mundurnya emang. Enggak ganggu aja orang lagi offroad. Oke kita lanjut lagi. Nih hitungannya sebenarnya jalurnya sih sebenarnya sih light sih, Om. Sebenarnya light gitu. Light banget ini. Heeh. Karena kalau misalnya di sini juga sebenarnya yang nikmatnya itu karena sambil kita ngelihat suasana sekitarnya nih. Heeh. He bagus, Om. Keren banget ini. Iya. Benar-benar kayak Grand Canyon ya. Iya, kayak Grand Canyon nih. Tapi brown. Jadi Indonesia punya dua, ada brown Canyon, ada green Canyon. Heeh. Oh, licin. Licin. Ini ambil lumpurnya dong, Om. Kanan dikit. Nanti kotor mobilnya. Aduh. Katanya mau offroad nih, Om. Geser-geser, geser-geser. Uh, geser-geser. Dicobain kena-kena lumpurnya, Om, Om. Ini kanan kiri sekarang. Kalau air nih. Yang cuman bisa kanan kiri, Om. Iya. Enggak kanan kiri kita air diapit sama ini ya. Nyaman lagi danau. Heeh. Nyaman lagi. Lh. Asik ya. Huh. Apa nih kalau kayak gini bandingannya apa, Om? Mecur. Mecur artinya mature tuh berarti sudah dievelop dengan baik. Matang. Oh, dewasa. Matang matang. Pokoknya jangan sampai ngomong ngomong dewasa ya, Om. Tahu gua ngindarin ngomong dewasa tuh kata-kata dia banget. Gak boleh ke kanan sini om. Ah, gitu orang-orang menginterpretnya ini nih kanan nih. Ya boleh kita kanan lagi. Lanjutin lagi dikit lagi. Udah, Om. Hah? Engineernya Jaeku itu udah bekerja keras, Om. Mobi udah enggak usah mikir, biar mobilnya aja yang mikir. Iya, ini offroad mood ya. Benar. Nikmatin aja. Makin sempit. Je, muter aja yuk. Ya udah, mau mutar. Oke. Boleh, boleh, boleh. Kenapa sih bisa kayaknya enggak bisa? Kalau tahu-tahu dead end, Om. Dead end tinggal mundur. Ada kamera 36 540 malah kameranya. Udah muter aja muter aja. Oke. Mungkin mungkin maksudnya takut ngeganggu flow ya, Om ya. Para pekerja di sini menghormati yang ada di sini. Oke, positif thinking aja kita, Om. Fitra, Om, di tengah-tengah kok ada manar gitu, Om. Mana menar? Jam 11.00, jam 10, 11.30 digital lagi jamnya kiri depan tuh. Main her di mana-mana ini mah. Om enggak mau nanjak dulu Om, nanjak dulu dong, Om. Ke bawah enggak ya? Enggak mau mundur dikit, Om. Om, Om. Biar nanti truk lewat bisa. Om nanjak dong, Om. Ya Allah itu nanjak gitu doang. Itu mentok, Om. Harus mundur lagi baliknya. Oak. Ah, maksudnya maju mundur aja gitu nanti keluar turunnya maju. Eh, enggak mau. Gimana dong kalau enggak mau? Yang megang setir siapa ya? Ini ini terlalu enteng buat mobilnya. Kita coba yang itu. Engak mau. Enggak mau. Ih, ya udah ke tempat lain transplor tuh. Ke sana nih. Kita turun dulu ningangan. Oke, Huh. Uhuh. Kotor sebenarnya apa? Agak mix sih rasanya. Entah harus kagum atau harus miris. Karena ini kan sebenarnya bukan fenomena alam natural kan. Ini karena ditambang jadi terbentuk ee manir-menhir manir-mir yang unik gitu ya. Di satu sisi keren tapi di satu sisi ya ini penambangan. Tapi ya memang penambangan bagian dari kehidupan kita juga. Karena di tambang itu kan nanti bagian jadi dari barang-barang yang kita pakai juga. Iya. Ini ngomongin tambang lagi sensitif nih Air nih soalnya. Iya. Iya. Yang penting tambang jangan sampai merubah merusak objek wisata. Betul. Nah, ini membuat jadi objek wisata. Jadi objek wisata ini malah jadinya yang bukan apa-apa jadi objek wisata karena ada penambangan. Iya. Keren. Oke. Jadi perjalanan kita udah berakhir sampai sini aja ya. Iya. Ah. Jadi ee Omobi juga udah dapat nyetir. E belum kelar dong. Masa cuma nyetir? Dari hotel ke sini cuma setengah jam. Omradnya cuma begini-gini doang. Setengah jam setengah jam itu Om artinya 1800 menit eh 1800 detik. Terus dihitung 1800. Enggak. Enggak, Om. Enggak, Om. Ini jangan jadi tujuan akhir. Ini berlanjut. Bentar. Kita kan cuman drivernya di sini. Yang punya tempat kan dia. Apa dia masih punya tempat lagi? Je katanya cuma pengin nyetirnya enggak bilang berapa lama. Enggak. Kurang jauh. Nih ada tempat nih. Oke kalau gitu part berikutnya di channel Omobi ya. Oke. Masih ada ini masih ada ee stok lokasi lagi. Hah. Karena Omobinya masih bawel pengen lanjut lagi. Oke kita sediain satu lokasi lagi. Oke ada. Ee tapi lumayan jauh dari sini. lumayan jauh biar happy. Omong kita lebih lebih dari 100 kilo enggak? E lebih dari 100 kilo. Nah, itu. Oke, kalau gitu nanti bisa lanjutin di channelnya Omobi. Ee jangan lupa juga untuk ee nonton part pertama ada di channel-nya Jej Logi kalau belum nonton. Ini adalah part keduanya. part ketiganya finalnya kita akan lihat tujuan mana lagi yang akan disasar oleh JJ naik JK J8 ini yang luar biasa dari Jakarta sampai Semarang enggak ada capek-capeknya sama sekali. Offroad, on road semuanya bisa dilibas. Pastikan Anda langsung nonton ke channel Omobi. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra Eri Omobi JJ Logi. Follow Instagram kami bertiga. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye. Terima kasih telah saya nyetir kan Om tadi udah nyetir.

Lihat di YouTube