Akhirnya ada yang bisa saingin Macbook Pro?! ASUS ExpertBook Ultra (YouTube Video)
Surat terbuka untuk pemerintah. Sepertinya Anda harus segera berbenah karena percuma kalau klaim laptop anak bangsa tapi ujung-ujungnya beli di Cina juga. Mending ambil yang udah jelas punya nama kayak si Asus Expertbook Ultra. Karena jelas lebih aman di bawah-bawah, terlihat lebih berwibawa. Garansinya juga enggak bikin pusing kepala dan yang penting datanya itu enggak bakal bocor ke mana-mana. Ya udahlah ya, enggak usah kebanyakan mencerca. Selamat menonton yang kalau udah punya jabatan suka lupa. Lupa [musik][bernyanyi] lupa lupa lupa lagi syairnya. Hai Andika guys di sini ini adalah laptop bisnis dari ASUS yang langsung aja lah ya ini bukan laptop untuk semua orang. ASUS saja bilang kalau laptop ini untuk para pemimpin dan juga profesional yang modern. Nah, kayaknya laptop ini cocok deh buat kepala BGN biar lebih profesional. Siapa tahu tiba-tiba laptopnya ketumpangan kuah shop lalu gak sengaja keinjek karyawan [musik] SPPG. Siapa tahu loh ya. Saya sudah pegang laptop ini sekitar 1 minggu dan menurut keyakinan saya ini adalah salah satu laptop bisnis yang paling perfect yang pernah kita review. Feel-nya aja pas dipegang beda banget bahkan lebih premium dibandingkan MacBook M4 yang saya pakai. Dan kalau ditanya sebenarnya siapa yang butuh laptop ini? Ya, menurut saya sih kayaknya kementerian butuh deh. Yang biasanya simpan data di Google Drive, yang suka kebocoran data. Ini cocok buat kementerian karena laptop Asus ini udah punya sertifikasi keamanan yang namanya itu agak panjang bentar. N SP8193. Yang ini biasanya ada di laptop tingkat entry price yang udah flagship. Plus dia juga udah punya dual bios room yang bisa self heeling kalau ada virus yang nyerang firmware. Plus juga udah punya garansi 5 tahun onsite daripada laptop-laptop yang DAC terus Mugen laptop [musik] merah putih itu kan ujung-ujungnya kalau masuk e catalog harganya itu bakalan mirip-mirip aja sama Asus Expert Brook Ultra. Jadi mending sini sekalian lah. Satu lagi yang menarik walaupun dia positioningnya bukan laptop gaming, tapi kita udah cobain juga untuk main [musik] game triple A dengan setting high resolusi native-nya alias 3K dan hasilnya bah bikin geleng-geleng kepala sih. Ini kayaknya laptop bisnis yang menjelma laptop gaming juga. Karena jeran laptop ini udah pakai Intel Panther Leck alias Intel Cool Ultra X7358H yang awalnya jatuhnya saya cuman ng-review aja laptop ini, tapi jadi kayak lupa kalau saya itu punya MacBook. Dan ada satu lagi sih hal yang sama Asus itu gak terlalu di-highlight. Apa aja itu kita bahas dari sisi desain dulu lah. First impressi saya pas pertama kali buka box terus saya angkat laptopnya gila ini laptop solid tapi enteng banget. Saking entengnya kalau saya bawa laptop ini di dalam tas kadang-kadang saya lupa kayak ketika udah jalan ah laptop ini udah masuk tas atau belum ya? Karena kayak enggak bawa apa-apa. Dan yang bikin saya langsung klik sama desainnya itu ada tiga hal sih. Pertama, bodinya ini pakai magnesium aloy yang kokoh terus enteng tadi. Terus warna morn green-nya ini kayak warna yang anti mainstrip kan [musik] biasanya cuman grey aja ya. Tapi ini dia kayak semacam pastel-pastelnya yang jatuhnya cakep. Terus kalau dilihat dari samping jangan tertipu ya kalau body laptop ini cuma 1,09 mili. Jadi kalau misalkan tertutup itu sama kayak kalian naruh iPhone di meja pakai casing. Mirip-mirip aja tebalnya bodinya. Dia pakai nanoeramic coating dengan kekuatan 9H hardness. Ini angka yang sama dengan Gorilla Glass dan lima kali lebih keras dibanding coating standar biasanya. Nah, logo Asus-nya juga dibikin kecil aja. Dia enggak over branding ya, enggak over confidence kayak laptop merah putih yang kemarin yang logonya itu wah [musik] gila sampai booting aja logonya bisa segede itu. Dan mat liwat [tertawa] ketis dan materialnya ini definisi yang benar-benar bersih. Dia itu enggak gampang nempel fingerprint enggak kayak berkas yang kalian bawa ke keluraan karena terlalu sering dilempar sana lempar sini jadinya banyak fingerprint di berkas kalian. Nah, kalau ini mau ditempel-tempelin tangan pun masih aman karena permukaannya ini mid. Plus ada teknologi ternyata ya selain mid-nya ini dia punya teknologi UV yang namanya eximer UV yang bikin Noda enggak berani nempel. ASUS kasih teknologi ini plasma electrolic oxidation. Terus kalau untuk portnya dia juga enggak split MacBook ya. Masih ada type A type C di sini. Terus type C-nya satu lagi di kiri HDMI lengkaplah. Yang enggak ada itu micro SD dan juga input L karena bodinya memang terlalu tipis. Dan yang gokil lagi ya, pas kita nyalain laptopnya, kita akan disambut gimmik yang menarik yang Asus kasih nama Asus Expert Lumi. [musik] Jadi enggak cuma saat booting aja, saat dipakai untuk login dan shutdown si expert lumi ini akan [musik] muncul. Cuman untuk sementara sih ini saya belum tahu pusingnya apa. Saya sudah tanya ke tim ASUS. Nanti bakalan fungsi-fungsinya itu ditambahkan. Ya, kita tunggu aja L ya versi update-nya Asus nanti. Nah, kalau body tadi udah bikin saya jatuh cinta sama laptop ini. Sekarang layarnya. Layarnya ini dia enggak pakai OLED biasa. Laptop ini pakai 3K Tandem OLED. Ini teknologi dual layer. Jadi ada dua layer yang bikin kecerannya pecknya itu bisa tembus 1400 nits. Bayangin aja resolusinya 3K OLED Pck Brightness bisa tembus 1400 nits. Jadi kalau kalian tanya tajamnya, tajamnya ini kalau kata Gensi tajamnya ini yang ngetajam banget. Cuman perlu digaris bawahi 1400 itu pick brightness-nya ya yang memang muncul saat konten XDR yang butuh dibost sampai segitu. Nah, pas kita uji sendiri di kondisi SDR atau penggunaan harian hasilnya tetap impresif kok di 649 nitz untuk laptop itu tinggi banget sebagai konteks. Perbandingan biasanya laptop bisnis itu di 300 sampai 400 nitz. Jadi untuk tipical brightness-nya dia dua kali lebih besar dibandingkan laptop bisnis pada umumnya. Dan kalau untuk color akurasinya pas kita tes sRGB udah di 100%, Adob RGB-nya 88%, P3 99%, NTS-nya ada di 86%. Nah, yang menarik karena ini bukan OLED biasa, tapi tandem OLED. Tandem OLED ini diklaim dia bisa 40% lebih efisien dibandingkan layar olet yang biasanya. Terus buat yang suka kerja di luar ruangan atau cafe yang lampunya terlalu semangat ya tenang aja layarnya ini udah dilapisi Corning Gorilla Glass Mid juga yang bisa ngurangi refleksi bukan refleksi ya, refleksiy picit ya benar ya, reflection sampai 80%. Dan yang bikin betah lagi, dia juga udah punya refresh range 120 Hz dan juga variable refresh range. Jadi dia bisa adaptif dari 30 sampai 120 Hz. Ibaratnya kayak panel LTPO yang di layar HP lah. Jadi dia enggak nge-lock di 120 yang tujuannya baterainya jadi [musik] lebih hemat. Cuman ada kekurangan yang menurut saya ini subjektif sih ya. Dia memang udah bisa dibuka dengan satu tangan. Kan ada konten yang biasanya wah kalau laptop kalian bisa dibuka dengan satu tangan, berarti laptop mahal. Sebenarnya enggak juga ya. Cuman kan dia ini touch screen ya layarnya ya, tapi dia gak bisa dibuka sampai 180 degh. Jadi kayak agak ngeganjel aja buat saya pribadi kalau ada laptop touch screen tapi enggak bisa mentok sampai 180° karena di touch-touch tuh kayak enggak enak tuh dia kayak jombat-jombat. Sekarang dari layar turun ke keyboard. Jujur saya bingung mau ngumpin atau nyacat produk Asus ini dari mana kalau untuk keyboard. Karena keyboard-nya ini enak banget, empuk. Travel distance-nya juga 1,5 mili, jadi pas aja enggak ada yang kerasa dalam atau cetek seperti butterfly-nya keyboard milik sebelah. Terus untuk backlit dia rapi ya, enggak ada LED yang demlok-demblok atau bocor. Semuanya itu rapi, presisi, dan font-nya itu dibikin transparan. Jadi yang nyala itu cuma font-nya aja, enggak ada LED yang bocor. Cuman sayangnya tolong ya, Asus ya, entah kenapa tombol power-nya masih dibikin jadi satu dengan keyboard. Jadi untuk user yang sering type sih agak merepotkan ya walaupun memang di settingannya bisa diubah sih. Turun lagi ke bagian touchpad. Nah, ini nih akhirnya saya ada satu hal yang bisa saya kritik dari Asus. Jadi touchpad-nya ini memang dia enak ya, lebar dan dia juga udah support palm rejection. Tapi pas kadang itu lagi asik ngetik, tiba-tiba bagian tepiknya itu kesentuh dan brightness atau volumenya berubah sendiri. Ya, jadi touchpad-nya itu ada custom gester yang bisa atur brightness dan juga volume. Kalau kalian belum tahu ya di beberapa laptop Asus sih sebenarnya udah ngelakuin hal itu ya. Kayak Asus seri S ke atas itu udah pernah kita coba cuman biasanya itu ada kayak indikatornya gitu. Nah, di sini dibikin simpel. Memang secara desain bagus sih, tapi perlu adaptasi biar kita tahu custom gesture dari touchpad-nya. Dan touchpad-nya ini ada htic feedback-nya loh. Sama kayak iPhone home button. Jadi kayak kalau misalkan kalian-kalian uh kayak volumenya tek tek tek gitu. enak gitu dipakainya. Untuk permukaannya dia di sini juga udah pakai material glass yang halusnya minta ampun. Ini semut aja ya. Kalau misalkan dia jalan di touchpad ini dia kayaknya bakalan kepleset deh. Dan untuk hptic feedback-nya ini ada enam titik sensor. Asus menama dengan ACC HTIK Engine. Jadi hardware-nya ini tersebar di beberapa bagian touchpad-nya. Saya biasanya bilang touchpad MacBook itu yang paling enak, tapi Asus ini kalian bisa cobain deh. Ini lebih enak dari MacBook sih feel-nya ya. Kalau untuk webcam kira-kira kualitasnya seperti ini? Biasa aja. Sayang banget sih ya kalau misalkan dibandingkan dengan MacBook. Menurut saya webcam-nya MacBook lebih bagus. Sayang banget sih kalau misalkan Asus mau bikin webcam-nya lebih bagus ya walaupun bisa ditolong dengan Windows Studio Effect ya. Karena dia ada NPU-nya bisa pakai background effect kayak gini biar noise-nya itu enggak terlalu kelihatan. Cuman detail-detail muka itu kayak jadi minyak gitu kurang detail. Coba kalau misalkan Asus berani invest di kameranya biar lebih bagus, wah saya yakin bakalan jadi laptop yang semakin sempurna sih. Dan sebelum kita bahas performanya, kita kenalan dulu lah ya sama prosesor terbarunya Intel. Karena ini pakai prosesor paling baru, yaitu Panther. Bukan Panter yang cumi darat yang kalau pakai solar itu hitam asapnya keluar ya. Ini Panter Lag ini prosesor dari kalangan kasta atas di generasi si prosesornya Intel. SK lengkapnya itu Intel Core Ultra X7358H dengan 16 core. 4 core-nya buat kerja berat dan 12-nya buat efisiensi. EA-nya punya 50 TUPS atau 50 trillion operation per second. Level kecerdasannya 50 TUPS ini ibaratnya udah melebihi oknum pejabat yang kalau mau subscribe langganan Zoom aja itu butuh 5,7 miliar. Padahal di Shopee kan cuman ratusan ribu. Untuk grafis dia pakai Intel Arc dengan 12 Xi TR Course. Dan yang menarik walau GPU-nya itu integrated alias numpang ke CPU, tapi dia udah punya teknologi frame generation khas GPU dedicated. Terus untuk TDP-nya karena ini pertama kalinya kita ng-review Panter League ya, kalau saya cek di notebook check paling bawah itu di 15 watt dan di turbo boost bisa sampai 80 wat. Tapi kalau untuk laptop setipis dan seenteng ini sih harusnya sih mentok-mentok di 35 watt lah ya. Tapi nanti kita buktikan di tes performanya. Untuk spesifikasi lainnya kalian bisa baca di sini aja karena namanya laptop ultra ya pasti spesifikasinya banyak banget atau kalian bisa cek di website-nya ASUS. Tapi yang jelas RAM-nya dia kita dapat yang 32 GB speed paling kencang dengan DDR5. Storage-nya juga udah pakai 1 TB NVME Gen 5 yang speed-nya bisa tembus 14.000 Mbps untuk read-nya di 8.000 1000 Mbps. [musik] Gila, ini SSD yang kencang banget sih. Terus untuk baterainya sebenarnya secara kapasitas bukan yang gede banget, tapi pas kita tes di PCM 10 modern Office dia tembus di 16 jam 40 menit. Sebenarnya klaimnya 20 jam lebih tapi untuk dapat 16 jam 40 menit itu masih oke banget sih. MacBook juga sekitar segitulah ya untuk RM4 sekitar 15 sampai 16 jam real use-nya. Dan untuk real use-nya pas kita coba juga awet banget. Kayak contohnya kita coba YouTube 10 menit berkurangnya cuma 3%. Untuk Office 10 menit berkurang cuma 2%. Gaming 10 menit berkurang 4%. Dan perlu diingat itu tadi pakai 3K Tandem OLED ya, bukan layar full HD yang IPS. Sekarang langsung aja kita coba gimana performanya Intel Panter League Core Ultra X73D58H plus racikan cooling dari tim RNG Asus yang biasanya mind blue sih untuk laptop yang tipis. Pertama seperti biasa kita coba sintetisnya dulu ya. dibandch R23 dan hasilnya gila ini beneran bikin mind blowing sih ya. Skornya tembus di 17.000 lebih. Skor segini biasanya itu cuma bisa didapat di laptop gaming yang ukurannya tebal-tebal yang punya airflow yang maksimal. Dan di awal tadi saya bilang kan biasanya laptop PC itu TDP-nya cuman di limit di 35 watt ya. Tapi Asus ini enggak loh. Pas kita lihat datanya beh, ternyata bisa 60 watt lebih. ini juga di atas klaim Asus yang katanya cuma 50 wat, tapi ternyata bisa di atas itu loh. Performasi CPU seperti itu bisa dibilang kalau dibuat kerja aja sih udah lebih dari cukup sebenarnya ya. Karena kalau dipakai untuk rendering maupun render video 3D di pengujian kita di Adobe Premiere Pro, render 4K ataupun full HD semuanya di bawah 2 menit. Terus di Blender CPU render dia memang lumayan lama sih ya 2 menit. 2 menit sih sebenarnya enggak lama. Tapi kalau kalian pengin lebih cepat, pakai eGPU-nya aja karena cuma 25 detik aja. Padahal bukan dedicated graphic card ya. Gila ini sih gokil sih ya. Apalagi kalau digunain untuk kebutuhan ya sesuai kodratnya dia Office aja 150 powerpoint export ke PDF cuman selesai dalam waktu 10,54 detik aja. Exel randomiz data yang gede banget 36,12 detik. Sekarang kita coba peras performanya ini di 3D Max. Kita coba loop sebanyak 20 kali di time spy stress test dan hasilnya gila saya angkat topis ya sama tim Randya Asus karena skornya itu lolos di 99,2%. Jarang ya laptop tipis yang kencang yang bisa lolos uji stability 20 kali loop seperti itu. Terus ada anomali juga untuk GPU-nya di sini karena untuk pengujian solar B-nya dapat skornya itu 29.000 lebih. Ini pengujaan untuk retracing ya. Dan skor segini itu lebih tinggi dari RTX [musik] 3050. Gila ya, IGP udah rasa dedicated grafik cardat dengan RTX 3050. Bahkan lebih kencang sekarang. Dan walaupun sebenarnya ini bukan laptop gaming, seperti yang saya bilang tadi, ketika kita main game di resolusi natifnya trik enggak kita turunin resolusinya. Di game Valoran dia bisa dapat average FPS 101, maksimumnya bisa tembus 126 dan dropdopnya cuma 76 fps. Dota 2 average di 92 maksimum bisa 106. Drop trop-nya 69 fps. Wering wave game yang juga ada di Android yang juga lumayan berat ya average FPS-nya. Settingannya di quality plus frame g-nya kita matiin. Average FPS-nya di 33 memang, tapi pas frame gen-nya kita nyalain, average FPS-nya bisa dapat di 84 FPS. Gokil. Cyberpunk kalau frame gen-nya mati dia average FPS di 19 tapi kalau nyala bisa playable dengan average FPS yang didapat itu 48. Dropnya cuma 33 FPS. Karena masih kuat, kita lanjut lagi ya. Kita coba di game Resident Evil juga dengan settingan yang sama. Frame gen-nya mati dulu. Fage FPS cuman 13 ah enggak playable. Tapi frame gen XISS-nya on dengan resolusi natif ya. average FPS-nya di 63, maksimumnya bisa tembus 135 FPS. Jadi saya salut sih ya, perkembangan teknologi memang cepat banget. Di mana sekarang IGP aja rasanya bisa kayak rasa-rasa GPU dedicated. Dan kalau kita lihat di beberapa game, CPU power-nya kadang bisa tembus 50 watt ke atas, tapi dijaga di 45an watt. Masalah performa aman, enggak ada throttle juga. Cuman biasanya penyakitnya laptop tipis itu karena airflow di dalamnya itu ruang untuk echo sedikit. Jadi audionya itu biasanya biasa aja tapi tidak berlaku untuk Asus ini. Asus kasih enam speaker system dengan dukungan Dolby Atmos. Jadi di sini ada dua Twitter dan 4 woover yang suaranya itu enggak cuma kencang aja, bassnya juga nendang. Vokalnya itu jernih. Gila sih ini termasuk salah satu laptop tipis yang audionya paling enak yang pernah saya review. Kira-kira seperti ini suaranya. Tapi namanya laptop bisnis sebenarnya enggak dibuat kayak untuk gaming tadi ya. Dia butuh security biar enggak ada kebocoran data kayak di Konoha. Kalau dulu mungkin kita kenal dengan standar militer 810H. Biasa aja itu udah teknologi lama tapi security untuk layer-layer-nya sekarang lebih banyak. Kalian pernah ingat ggak ada virus yang namanya LOX Lojak di tahun 2018 yang ketika virus itu udah menyerang ya kita mau instal laptopnya, ganti SSD, Inul, tetap virusnya itu balik lagi. Karena dia enggak sembunyi di file ya. Dia sembunyi [musik] itu dibias ibaratnya kayak ya kayak pejabat titipan lah walaupun udah ganti berapa periode karena titipannya ini kuat jadi mau siapapun presidennya dia bakalan nangkring di situ karena kuat banget nih virus titipannya. Nah seperti yang saya bilang di awal tadi dia punya sistem keamanan yang namanya NIST SP8193. Misalnya si lojak tadi mencoba merusak atau memodifikasi pondasi sistem, laptop ini enggak bakal pasrah. Terus dia juga punya fitur dual BIOS room yang bisa melakukan self heeling alias pemulian mandiri. Jadi kalau misalkan BIOSnya itu di otak-atik virus, dia bakalan self healing atau recovery sendiri. Jadi datanya bakal tetap aman, laptopnya enggak bakal cepat rusak, enggak gampang kena virus. Bahkan buat jangka panjang, Asus juga menanamkan yang namanya post quantum cryptografy. Ini adalah enkripsi masa depan yang disiapkan buat ngelawan komputer quantum yang super cepat. Intinya data bisnis kalian tetap bakal rahasia meskipun nanti teknologinya udah makin canggih. Dan jangan bosan dulu ya karena masih banyak fiturnya. Saya jelasin nanti saya kasih time eh time lagi time stamp aja biar kalian bisa loncat-loncat kalau kalian pengin tahu bahasan di segmen tertentu. Karena untuk AI productivity belum kita bahas dan AI-nya ini juga lumayan banyak. AI on devices yang secara natif di laptop ini tanpa internet ya. Kalian bisa bikin dokumen summary dari AI translator. Bahkan di bahasa Indonesia sekarang juga udah bisa. Biasanya di brand lain opsi bahasa Indonesia itu belum ada ya seingat saya. Jadi ASUS termasuk yang pertama kali juga walaupun udah saya coba untuk akurasi katanya ya tinggal tunggu aja update dari Asus ya. Karena akurasinya itu belum yang gimana gitu ya 80-an lah. Selain itu udah jelas karena udah ada logo laptop copilot plus PC. Jadi semua fitur copilot yang keren yang udah pernah kita din juga ada di sini. Terus coc creator left caption sampai copilot recall juga ada. Wah, akhirnya kelar juga ya poin-poin itu. Kayaknya masih banyak yang belum saya jelasin [musik] sih. Saya pilih yang menarik-menarik aja. Tapi kesimpulannya [musik] ini beneran laptop yang main blue banget untuk ukuran laptop tipis 1 cent dan bobotnya seringan ini. Karena biasanya limitasinya laptop tipis itu banyak banget. Terus kapasitas baterainya sebenarnya gak gede, tapi ternyata si Intel Panter Leck-nya dengan Ultra X7 358H itu bisa gabungin performa H dan V series di Intel Core Ultra 200 series yang beneran bikin performanya seperti yang kalian lihat tadi performanya gimana galak tapi baterainya juga lebih awet jatuhnya coolingnya pun juga lebih dingin. Nilai plus lain soal CCB build quality dia udah pakai nanoeramic coating. Ini juga ciri khasnya Asus ya. Jadi dipegangnya itu kayak kalian megang kayak megang apa ya? Kayak megang keramik. Tapi dia punya hardeners itu 9H jadi solid. Terus dari sisi keamanan dia punya standar level dewa dengan N Kalian coba cari aja deh laptop lain yang punya standar ini. Harganya itu biasanya lumayan. Terus kekurangannya paling ya kekurangan yang kalian sebenarnya bisa adaptasi lah ya. Kayak misalkan palm rejection-nya kalau misalkan kesenggol bagian samping touchpad ini dia bakalan kayak nambahin BR volume atau brightness. Cuman kalau kalian udah tahu polanya harusnya enggak terlalu mengganggu. Yang mengganggu ini sih ya engsel. Exel-nya ini kenapa enggak dibikin 180 di Grily L aja? Karena kan laptop bisnis ya, sering dibuat presentasi, sayang banget gitu. Tapi terlepas dari itu menurut saya ini adalah laptop yang bisa nyaingin MacBook sih. Kekurangan lain harga mungkin ya. Karena ini marketnya itu B2B, bisnis to bisnis. Saya enggak tahu sih harganya berapa. Biasanya kalau market B2B itu kalian bisa neigo langsung ke Asus. Jadi untuk harganya kalian bisa langsung kontak Asus saja l ya karena saya enggak tahu. Tapi kalau misalkan nanti saya dapat update harganya saya taruh di judul ataupun di deskripsi. Link [musik] pembelian juga saya taruh di kolom deskripsi. say and see you on the next video.
