Jungkat

Akhirnya Diijinin Istri Beli Drone TERVIRAL Tahun ini ❤️❤️ (YouTube Video)

  • 14/04/2026

Uh, gambarnya cakep banget sih. Nah, ini dia udah mulai dekat. Halo, ini tangan saya nih. Nah, hai Andika, Guys. Di sini hari ini kurasa bahagia. Saya excited banget ya, karena akhirnya saya diizinin sama istri saya untuk beli drone baru. Kenalin, ini adalah DJI Avata 360 yang flyore combo lagi ya, yang ada googles-nya. Hah. Terakhir saya punya drone itu di DJI Mini 3 Pro. Dulu saya buat untuk review-ngreview di channelnya Dikidi Garagits. Yap, jadi di Kedi tuh punya channel yang sebenarnya ngebahas mobil. Tapi udah lama vakum ya, karena saya enggak ada waktu, enggak punya budget juga buat beli mobil buat di-review. Jadi, ya vakum dululah. Dan di DJI Mini 3 Pro aja saya udah senang banget apalagi ini dapat yang 360 yang paling baru. Nah, video ini bukan video review ya, kita video unboxing aja sambil nanti kita tes flight sebentar aja karena kalau untuk review-nya saya mau ke Bromo atau ke wisata mana gitu biar dapat footage yang bagus sekalian kita cobain fiturnya. Nah, sekarang kita buka pemain utamanya dulu. Si DJI Avata 360. Boknya paling gede di antara yang lain. Dan kalau kita ngomongin box packaging, entah kenapa saya suka aja ya dengan boknya DJ itu. Dia itu clean, simpel, minimalis, dan enggak perlu cutter. Jadi di bagian atas ini ada green pillinggal disobek aja set. Nah, udah beres ya. Plastinya harus diginiin gitu. Uh. Uh, untuk harganya ya kalau saya lihat di masa PU itu harganya di Rp13.456.000 untuk yang fly more combo dan yang menton fly combo dengan Googles itu di Rp13.400. Kalau RC2 atau box ini aja ya itu di sekitar Rp10.700. Kalau dibilang mahal enggak juga ya. Karena saya dulu beli DJI Mini 3 Pro itu di Rp15 juta untuk yang flyore combo. Itu pun belum 360 artinya kameranya cuman satu. Nah, kalau ini kameranya ada dua. Okelah, langsung aja kita buka dan uh pertama kita dapat begnya ya. Apakah drone-nya juga langsung ada di tasnya? Uh, tasnya juga disal sama dia. Jadi kita langsung dapat di dalam tasnya seperti ini. Ada green peel-nya juga. Tinggal kita sobek. Yuk. Hmm. Oh, iya. Ah, jadi ada sling bag-nya. Sling bag-nya ini nanti aja lah ya kita bahas. Yang jelas kalau sling bag-nya ini dia pasti water riplen. Jadi dia anti air. Karena kalau enggak anti air gampang rusak ya. Wah, ada banyak sih di dalam paket pembeliannya ya. Coba kita lihat di sini ada apa aja nih. Ada buku panduan, terus propler. Propler backup-nya ada empat buah. Terus coba ini kita taruh sini dulu. Ada remote-nya dengan DJI RC2. Ini sih harusnya sama dengan punya saya, sama dengan kayak DJI Mini 3 Pro. Terus kita juga dapat tempat mendarat, Guys. Gokil nih. Ini enggak didapetin di DJI Mini 3 Pro, ya. Ini kirain kalau dari belakang kayak solar panel kil battery pack gitu. Ternyata ini adalah tempat mendaratnya dengan ada logonya Handika kayak gini. Oke, ini kita taruh di sini dulu. Menarik banget ya. Wah. Dan ini bintang utamanya nih, si DJI Avata 360-nya. Wah. Ah, entar pelan-pelan, Guys. Karena ini lumayan lumayan ya. Karena saya harus izin istri dulu. Wah, nih kayak gini. Kita taruh sini dulu deh sebelum kita bahas. Karena isi paket pembelannya banyak banget ya. Ini apa? Ini ada harusnya sih charging hub-nya ya. Coba kita lihat. Yap, jadi kita dapat tiga baterai. Intelligent baterai juga ini. Jadi charging hub. sekali ngecas di sini bisa langsung ngecas tiga baterainya sekaligus dan dia dua arah katanya nanti kita coba dua arah itu maksudnya berarti kalau misalkan kalian enggak bawa powerbank dia juga bisa dijadiin powerbank buat ngecas device kita h menarik banget sih terus kita juga dapat udah enggak ada apa-apa lagi tuh oh ini ada nih di sini nih ada perkabelan guys nih ada kabel sama lens cleaner ya ini juga ada baut baut L buat ganti propernya dan yap itu sih Oke, jadi kita bahas si bintang utamanya ini ya. Jadi dia punya desain yang namanya Sbop atau desain yang bulat kayak gini yang artinya ya untuk keamanan sih ya. Jadi kalau misalkan terbang di dalam ruangan ada orang, orangnya itu enggak langsung patah tulang gitu ya kena propellernya. Jadi masih aman dengan desain Sebut bulatnya kayak gini. Untuk bobotnya dia ada di 455 gr. Yang sebenarnya kalau dibilang ini enteng enteng sebenarnya 455 gr tuh cuman segini doang. Cuman kalau regulasinya 455 gr itu kalau kita terbang harus izin dulu. Kalau yang enggak perlu izin itu drone yang di bawah 250 gr. Nah, kita copot dulu nih plastiknya. Drone itu kan biasanya dia punya ibaratnya kayak leher kita lah ya. Jadi anggap aja ini kameranya. Jadi dia bisa noleh kiri, kanan, atas, bawah. Cuman dia punya titik buta. Kalau drone yang bukan 360 ya. Jadi dia enggak bisa noleh ke belakang. Tapi kalau yang 360 ini dia punya dua kamera nih. Coba kalian lihat. Jadi, satu dua. Eh, bisa diide enggak nih? Sat du. Nah, ini jadi dia nanti bakalan digabungkan gambarnya sama software-nya Avatar 360 untuk bisa bikin gambar yang 360. Nah, untuk sensornya kameranya ini kalian lihat wah gede banget dan ini paling gede di kelasnya ya. DJ G Avat 2 sebelumnya itu punya sensor 1/1.3 inch, sedangkan ini 1/1.1 inch. Jadi lebih gede. Dan kalau kita ngomongin pesaingnya, pesaingnya itu ada graffiti. Dia itu 1/1.28 inch. Jadi di kelasnya ya sensornya ini paling gede yang artinya dynamic ris-nya lebih luas dan low light-nya lebih jago. Tapi nanti kita tes terbang ya. Terus di bagian depan ini kalau kalian lihat ada leadar sensornya juga. Jadi ini sensor buat dia tahu di depan itu ada obstruction apa, ada obstacle apa. Jadi dia bisa menghindar gitulah. Sama kayak adas lah kalau di mobil ya. Untuk resolusi videonya dia diklaim bisa 8K 60 fps. Gokil 8K. Jadi kalau misalkan kalian mau cropping lebih bisa detail. Dan waktu terbangnya sih kalau di spesifikasinya dia mampu terbang sekitar 23 menit. Terus untuk sistem transmisinya dia pakai DJ Gioi Oo4 Plus yang diklaim bisa sampai jarak 20 km. Terus dia juga punya internal storage. Jadi kalau misalkan kalian mau terbang sebentar aja enggak pakai exsternal clutch, itu masih bisa dengan internalnya itu di 42 GB. Wah, tapi coba lihat cakep banget ya. Hmm. Kita taruh sini dulu. Nah, sekarang kita bahas aksesoris yang kedua. Tapi saya mau jujur dulu, saya tuh belum pernah nerbangin drone pakai Googles kayak gini ya. Karena saya tuh pengen sebenarnya nerbangin drone yang FPV, tapi kalau saya lihat ekstremnya kayak gitu kadang takut ya. Nah, ini pertama kalinya saya bakalan coba nanti pakai FPV. FPV itu first person view yang artinya kalian bisa melihat drone-nya langsung dari Googles-nya, dari kacamata. Ibaratnya kayak kita ikut terbang gitu. Biasanya kan cuman lewat dari remote gini ya, monitoringnya ya. Nah, sekarang saya mau cobain pakai Googles-nya dan Googles N3 ini dia punya one fit glass design namanya. Jadi kalau misalkan kalian adalah user yang pakai kacamata, kalian gak perlu lagi tuh copot kacamatanya karena dia udah di-fittin sama pengguna yang pakai kacamata. Oke, ini kita pretelin dulu dan kita cobain ya. Saya mau pasang di headband saya apakah bisa pas. Jadi sistemnya itu di bagian belakang ini tinggal kita putar-putar seperti ini. Nah, uh ini sih fit banget ya. Nyaman ya. Dan bobotnya ya kalau misalkan dipakai lama sih lumayan ya. Cuman ini gelap total karena belum terhubung sama drone-nya. Jadi nanti kita coba. Terus dia juga punya sistem transmisi O4 Plus juga yang artinya sama kayak remot-nya tadi, dia bisa jaraknya sampai 20 km. Nah, yang menarik dia punya fitur anti fogging. Jadi, di dalamnya ini ada kipasnya. Misalkan kita nge-drone di tempat yang lembab, yang tempat kayak contohnya di gunung gitu ya, dia bakalan nyala kipasnya biar dia ngeluarin uap air. Jadi pandangan kita itu enggak terganggu. Kalau untuk bobotnya dia ada di 120 gr. Okelah ya untuk sebuah Google. Dan baterainya diklaim bisa tahan sampai 10 jam dan ngecasnya 0 ke 100% via charging USB. Fast charging-nya ini ya itu 2 jam bisa full. Tapi ya itu klaimnya ya nantilah di video review-nya kita bahas. Lanjut. Ini aksesoris kecil-kecilnya. Ini ada uh semuanya walaupun aksesoris kecilnya udah pakai green peel kayak gini ya. Jadi enggak perlu pakai cutter. Udah mirip-mirip sama produknya Apple ya. Dan ini adalah replacement. Untuk apa nih tadi? Lens kit-nya dengan tools yang artinya buat tools untuk ganti lensanya ada juga. Cuman ini enggak usah dibuka lah ya karena sayang banget kalau dibuka. Jadi lensanya kalau misalkan ya kena ada retak atau udah ngembun itu kita bisa ganti tuh. Nah ini jadi lens replacement-nya beserta tools-tools-nya ya. Jadi ada pembersihnya juga. Tapi sayang, Guys. Jadi saya simpan dulu aja karena masa belum diganti. Nanti kalau misalkan hilang kan repot ya. Nah, ini nih yang menarik. Walaupun kecil tapi sangat-sangat menarik. Kalau kalian pernah main Wi Wi tahu enggak ya? Yang gini-gini itu. Nah, ini sistemnya mirip kayak gitu. Jadi kalau misalkan mau gerak maju tinggal dimajuin aja, mundur dimundurin aja gitu. Jadi kayak pakai Cro gitu sistemnya ya. Remote-nya kecil banget. Jadi kalau saya lihat sih dia lebih gak gemuk dibandingkan dengan yang motion 2. Terus gripnya juga lebih enak. Tuh kayak gini. Jadi kalau misalnya mau maju set mundur. Weh. Dan kalau misalkan mau full throttle kita tinggal ditekan ini aja. Kayak ibaratnya pedal gas lah di kalau misalkan setengah gini. Kalau mau full speed kayak gini. Wah cakep sih. Dan gripnya kalau buat tangan saya lebih nyaman sih ya. Kalau dulu kan gemuk banget. Nah ini pas. Terus plastiknya ini dia kayak plastik-plastik yang teksturnya kasar. Jadi enggak licin. Walaupun tangan saya nih lihat udah mulai berkeringat tuh udah ada airnya kan ya. Karena ini sebenarnya saya degdegan banget pengen nyoba nerbangin drunnya. Jadi seekuted itu sampai degdegan jadi tangannya cepat basah. Terus di sini ada tombol take off dan landing. Ada throtor wheel juga yang tadi. Terus ada acceleratornya di depan. Terus dia katanya punya fitur yang kayak langsung amatir itu jadi bro. Jadi kalau misalkan kalian main drone FPV biasanya kan kalian harus akro ya atau manual untuk manuver-manuver yang susah gitu kayak flip terus 180. Tapi kalau pakai ini ada katanya ada tombol yang bisa langsung jadi langsung bisa akrobat gitu. Gini aja deh kita coba langsung terbangin dia di luar tapi tipis aja ya karena review-nya nanti saya pengen di wisata biar dapat footage yang bagus. Oke jadi ini kita coba tipis-tipis dulu ya. Jujur saya belum pernah pakai yang DJI remote RC3-nya ini dan pertama kali pakai Google. Jadi kalau misalkan terlihat noob ya memang noob. Jadi mohon dimaafkan ya. Nah, untuk naik itu kita tinggal tekan tombol yang orange ini dua kali sampai motornya starting. Terus kalau mau record video yang tombol ada tombol record button-nya ini. Nah, ini kita tekan tahan untuk dia naik. Uh. Oke, sekarang kita record. Nah, udah mulai record. Nah, terus kalau misalkan mau pakai beloknya pakai tangan ini ya. Terus kalau misalkan mau naik lagi ini bisa diangkat kayak gini. Tuh, dia bakal terbang. Wuh, ini belum kita aktifin 360-nya ya. Dan ini misalkan saya mau muter-muter kayak gini tuh ini 360 semua nih. Terus di bagian pojok bakal ada vision assist. Coba ya nanti editor tolong dicari screen recording-nya ya kayak gimana ya. Ini drownya ada di mana nih? Jadi kalau misalkan saya muter kayak gini, oh drunnya ada di situ tuh. Di situ ada kayak indikatornya. Ah. Nah, jadi enaknya kalau drone 360 kayak gini ya. Tuh kita bisa ambil tuh. Nah, ini ini ada kita nih di sini nih. Dan ini enak ya, Guys ya. Karena di Googles-nya ini ada kayak semacam indikator. Jadi ada bulat-bulat yang kita mau ke kanan. Ih, saya belok ke kiri tuh. Ke kanan lagi. Agak ke atas tuh. Wih, enak sih. Uh, jaraknya 5 m tuh. Ini udah di range berapa nih? Masih 3 km. Jadi, masih aman. Ini kalau saya mau naikin lagi, huh, ini saya agak deg-degan ya, karena ini mahal harganya buat saya ya. Jadi kalau misalkan jatuh, semoga enggak jatuh ya aman sih harusnya enak sih. Jadi kalau misalkan mau belok nih kita tinggal geser kayak gini tuh. J kita putar balik dulu. Set. Nah, kita coba lihat rumah kita tuh ada yang home tuh di situ. Nah, jadi return to home-nya ada tulisannya tuh ha kayak gitu. Nah, ih enak, Guys. Tuh, kelihatan kan, ya? Nih, kita saya coba balik ke rumah tanpa lihat drone-nya, ya. Cuman saya jadi ikut miring-miring nih. Nah, ada bulat-bulatnya. Uh, ini enak banget sih. Jadi kayak main FPV beneran nih. Cuman mungkin speed-nya ya, speed-nya kurang kencang. Tapi segini aja deh, jangan kenceng-kenceng karena berbahaya juga sensitivitas. Nah, ini kalau misalkan saya turun lagi tuh. Entar jangan turun kayak gitu. Bahaya kayaknya. Kita tunggu dulu sampai dia di atas saya pas. Nah, di situ juga ada map-nya tuh. Jadi, return to home-nya saya pasin dulu. Ini kayaknya udah di sini nih. Wit ke sini dulu. Oh, sama harus ditekan berarti ya. Oke, ini kayaknya dia udah di atas nih. Ini kalau landing aman enggak? Bentar udah aman. Oke. Jadi kalau misalkan saya landing tanpa menekan tombol orange. Coba saya mau turunin bisa enggak? Weh, ini kelihatan nih 1 m, 1,3, 1,2 0,8. Ini udah pendek banget harusnya. Weh, benar. Jadi gitu sih. Dan ini saya bisa lihat 360 dari sini loh. Mantap. Oke, kita sekarang berangkat ke UB, Guys. Coba. W. Oke, siap berangkat. Kita coba record dulu bentar. Stutnya tinggal 30 menit. Kita naik sekarang. Wuhu. Mantap. Terbang ke UB. Coba ya kita semoga enggak hujan ya, karena ini ah mulai mendung. Wah, ini kayaknya saya jadi sopo ri sing konten kreator sing nang gunung iku FPV. Aduh, ini jaraknya udah 5 m. Kita harus coba naikkan lagi. Kurang naik, Guys. Dia suruh kita naik. Cuman kalau dilihat orang saya kayak gimana gitu, ya. Coba naik lagi sampai sana. Amanu turun nih. Weh, coba kita lihat bawah dulu sebentar. Nah, ih enaknya ya. Jadi kalau misalkan mau bikin shoot gitu, set enggak usah pakai apa namanya? Remote. Tinggal diedit aja nanti di software-nya. Tuh, kita bisa lihat ke mana pun. Wah, ini kalau buat mata-mata bahaya sih ya. Oke, latency-nya ini Mbps ada 55 Mb. Sinyalnya juga masih aman sampai sini ya. Biasanya di perkotaan itu sinyalnya susah kayak di GI Mini 3 Pro dulu yang pas saya coba di perkotaan gini dia sinyalnya sering los. Tapi kalau ini belum ada tanda-tanda los. Terus jaraknya tingginya ini 39 m, 40 m, distance-nya 92 m. Belum ada 1 kilo. Masih jauh nih. Masih bisa jauh loh. Bater to homry. Nah, ini kalau baterainya habis dia langsung balik ke rumah sendiri ya. Oh, yang saya lihat 45% itu baterai Googles-nya. Ternyata baterainya dia drone-nya tinggal 15% dan dia balik. Ya, kalau balik dia enggak record ya. Oh, coba ini sambil saya record ya. Kita coba lihat apakah dia bakal balik dengan selamat. Saya enggak lihat drone-nya sama sekali. Uh, gambarnya cakep banget sih. Nah, ini dia udah mulai dekat. Halo. Ini tangan saya nih. Nah. Ye. Oke. Mantap. Balik ke mode semula ya. Bahkan madepnya arahnya itu sama kayak tadi 13%. Jadi ingat 15% dia bakalan return to home. Uh. Oke. Okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja ya unboxing dan juga test flight sebentar aja dari DJI Avata 360. Mohon maaf kalau saya noob karena memang masih noob ya. Saya mau pelajari dulu gimana sambil lihat-lihatin review-nya. Nanti kalau misalkan saya udah expert, kita ambil footage di tempat-tempat wisata karena masih banyak fiturnya kayak following-nya. Uh, banyaklah fiturnya ya kalau saya lihat di review-nya. Jadi nanti aja di video review-nya. Tapi overall sih impresi saya menyenangkan untuk orang yang baru pertama kalinya pakai Googles dan juga remote 3-nya kayak gini menyenangkan bisa kayak benar-benar di time zone gitu ya. Jadi saya seakan jadi first person view-nya tuh beneran enak dan navigasinya juga nyaman. Jadi overall dengan harga Rp1 juta, saya sih worth it ya buat saya apalagi ini penuh dengan perizinan yang sulit untuk ke istri saya. Tapi ketika saya ngomong, "Ya, ini karena ini 360 terus nanti kamu bisa saya videoin yang bagus gitu." Akhirnya dia mau sih. Jadi cukup segitu aja saya di K Budi and see you on the next video.

Lihat di YouTube