AKHIRNYA KITA COBA JUGA HONDA STEPWAGON TERBARU! (YouTube Video)
Oke, kembali lagi di Flord Aanif ya. Jadi, mobil ini baru launching di GIAs 2025 kemarin dengan harga Rp629 juta. Artinya dibandingkan dengan Foxy, dibandingkan dengan Serena, dia ini yang paling murah. Dan enggak cuma itu, mobilnya adalah CBU Jepang ya, jadi bukan CBU Thailand. Harganya bisa masih under 700 ya. Secara bahan dan kawan-kawan pasti kelihatan lah ya. Ini pasti lebih mahal dibandingin dengan Honda Civic. Tapi dibandingkan dengan Civic yang buatan Thailand atau CRV buatan Thailand, dia justru harganya paling value for money meskipun dengan mesin yang sama 2000 cc hybrid. Nanti kita akan ngomongin bagaimana mobil ini rasa berkendara dan kawan-kawannya. Karena mobil ini kita pinjam dari Honda Megatama Kalimalang. Jadi buat teman-teman yang mau beli Honda, gua biasa dari dulu ke Honda Megatama Kalimalang. HRV Brio dan kawan-kawan ke sana semua. Let's go kita bahas mobil ini yuk. Depannya gua suka, belakangnya gua suka. Bagus. Emang kelihatan sederhana dan enggak mungkin semua orang bakal setuju sama gua. Tapi dibandingkan dengan varian yang Air, menurut gua ini lebih mewah yang Sada ini. Dan mungkin kalian udah pernah lihat gua bahas waktu itu mobilnya seperti apa, sejarah dan kawan-kawan untuk kita di GIAS ya. Videonya bisa dilihat di sini ya, gua taruh di deskripsi video ya. Sekarang kita bahas yang lebih detail aja. Kayak misalkan dari lampunya kesannya tuh dia kayak ada proyektor padahal enggak. Jadi semuanya masih pakai multireflektor, ada LED DRL di sini. sama di sebelah sini nih. Ini tuh kayak ada proyektor kecil ya. Kayak dia pas kita lampu se atau belokin setir dia ada lampu ke samping. Jadi kayak sejenis corner lamp gitu tapi ditaruhnya di sini. Biasanya cornering lamp itu taruhnya di bagian sini ya atau di bagian bawah fog lamp tapi sama dia ditaruh di samping sini. Bagus sih bisa ngebantu sih. Jadi Honda tuh emang small details meter dan cerdas ya. Disembunyiin taruh samping dua kelihatannya kayak enggak ada manfaat. Padahal pas kita lampu sein kita belokin eh ada ininya. Ada lampunya, projecttor. Nah, terus kalau kita pakai wiper set, nah dia semprotannya ada di wipernya. Kalau kata Mamang Ican kecrutannya tuh. Nih, lihat di sini nih. Nanti kalau dia nyala ke samping tuh. Jadi dia akan lebih bersih dan juga kelihatannya lebih clean gitu. Jadi enggak ada tonggolan-tongkolan di sini. Ini semuanya bersih tapi ditaruh di bagian wiper sininya. Dia tuh mirip-mirip kayak magic vision-nya MercedesBenz di mana wipernya itu dia punya semprotannya sendiri di dalam bilah wipernya cuma bukan pakai modelnya Honda. Dia itu benar-benar ditaruh di titik-titik di sini gitu ya. Jadi lebih bersih lagi punya Mercedes-Benz. Tapi ini perlu kita apresiasi. Dan mobil ini ke samping kita lihat peleg sama bannya itu kecil. dia itu cuma 16 inci dengan finishing warna hitam sehingga kalau misalkan kalau kita lihat itu enggak kelihatan kekecilan ya padahal ukurannya cuma 20560 R16. Ciri khas yang SPADA itu dia punya chrome dari bawah sampai ke ujung ngelingkerin si mobilnya. Sedangkan untuk bagian frame kacanya itu enggak dikasih chrom sama sekali. Jadi chromnya cuma di bawah doang. Bagus sih. Gua suka banget ya. Sama karena dia kotak-kotak ya. Kalau kalian lihat ini bagian pintunya benar-benar rata lurus sehingga meskipun lebarnya enggak terlalu signifikan tapi dalamnya bisa lega banget. Lekukannya cuma garis di sini doang nih. Satu, dua. Sisanya dia rata. Kalau di Jepang mobil ini tuh ada dua model ya. Yang pertama Steapwagon Air dan yang kedua adalah Snapwagon Sada. Di mana yang masuk Indonesia itu yang Sada bentuknya kayak gini beda. Kalau yang Air grill-nya lebih kecil ya. Terus yang lucu adalah Honda gak bilang ini Honda Stepwagon Sada. Tapi kalau kita lihat di belakang ada emblem SP untuk menunjukkan bahwa dia adalah tipe yang SPAD. Nah, sepeda juga sebenarnya di e Jepang tuh ada dua lagi. Ada espada biasa, ada spada premium. Terus kalau kita lihat spionnya bentuknya seperti ini. Tamon pars dengan Honda yang lainnya. Dan sepertinya dia enggak ada blind spot monitoring ya di bagian sininya. Jadi kacanya tuh enggak ada yang buat bilang kalau di sebelah kanan ada mobil. sama di pilar A-nya dia ada kaca ya, ukurannya pendek ya, tapi potongannya tuh bagus gitu. Jadi kacanya itu pinggir-pinggirnya itu dikasih karet kayak gini. Bukan cuma kaca doang, tapi karetnya tuh masuk ke infus ke pinggiran kacanya. Karet-karetnya juga rapi ya. Detail-detailnya bagus, gua suka. Nah, ini dia bentuk belakangnya rata ngotak begitu aja ya. Dan lampunya juga cuma lurus garis seperti ini aja ya. Memang enggak semua orang suka tapi menurut gua ini belakangnya ok lah ya. Sama kalau kita buka belakangnya. Nah, ini yang gua bilang dia tuh enggak kayak model sebelumnya yang bisa dibuka dari sebelah kiri gitu ya. Ini tuh panjang sekali. Jadi kalau misalnya kita buka, kita pepet tembok, kita harus butuh space sedikit ya. Bukan sedikit sih, ini banyak banget biar jadi enggak mentok sama bagian belakang pintu. Nah, sebaiknya kalau kalian punya Honda Stepwagon bagian ujungnya ini kayak dikasih semacam karet. Jadi kalau misalkan pas buka itu mentok sama tembok gitu ya, yang karetnya duluan, bukan mobilnya. Kasihan nih kalau misalkan ini banyak bocel-bocel. Nah, ini dia nih yang kemarin gua bikin video banyak diprotes. Katanya pas pelipatannya malah enggak dilihatin, malah lihatin yang lain. Nih gua kasih lihat caranya. Ini kita tarik seperti ini. Ah, langsung turunin sesimpel itu. Enggak perlu pakai tenaga karena pegasnya sudah bekerja semua. Terus ini ada tahu enggak nih apa ini? Stopper. Jadi buat taruh di rel. Kalau misalkan kita punya orang di belakang terus kita mau naruh stopper biar enggak bisa mundur lagi, diselipin aja di sini. Kepasang langsung langsung tuh stoppernya. Oke. Nah, sekarang stoppernya kita naikin lagi. Ini ditaruh mana ya? Karena ini itu besi. Jadi kalau kita naruhnya sembarangan bakal bunyi-bunyi ya. Hmm. Iniah bisa ditaruh bunyi enggak di jalan? Ya udahlah, anggap aja kalau kalian beli stoppernya taruh di dalam rumah, bukan di sini. Fungsinya buat apa? Kalau misalkan kalian di belakang ada orang ya kan, terus yang di tengahnya lupa, udah mundur, sret, gubrak. Kasihan kan kena sakit tuh kakinya. Nah, ini enggak kejadian tuh. Nanti kalau di jalan bunyi berarti ada stopper. Terus kalau udah dilipat begini buka buka langsung jadi rata lantai. Cerdas. Honda emang luar biasa. Ini lebih bagus dan lebih gampang pengoperasiannya dibandingkan kita lipat ke kanan kiri. Ya, sekarang kita tutup lagi. Tutup lagi. Buka lagi kursinya. Caranya gimana? Gampang sekali ya. Tinggal tarik yang ini atau tarik yang ini ya. Set. Tek. Udah tarik yang ininya nih. Nah, jadi deh. Simpel sekali. Yang sebelah kanan juga sini rekre. Ayo set. Ah, tarik. Sudah jadi. Mudah sekali bukan? Terus kalau kita punya barang ya, saya enggak dikasih separator di bagian sini. kita mau naruh sesuatu itu juga lebih dalam karena dia enggak dikasih tutup. Jadi naruh tas, koper dan kawan-kawan tu bisa sampai ke bawah banget. Ini bagus sekali ya. Seandainya yang lain juga ikutan kayak gini, waduh pasti cakep banget. Tapi kayaknya dipatenin sama Honda nih. Enggak ada yang boleh niru ya. Nah, sekarang kita masuk ke bangku baris kedua, ya. Nah, enaknya Steapwagon dia tuh stepnya stepw dia tu buat naik itu enggak terlalu tinggi banget ya. Jadi buat anak-anak itu harusnya lebih gampang. Dan kalau misalkan kita jadi anak kecil nih ya, set mau naik ada pegangannya di bagian sini. Set naik baru kita ke dalam. Ah, udah seperti ini ya. Jadi lumayan gampang karena enggak tinggi-tinggi amat. Nah, di bangku baris kedua seperti yang kalian ah nonton di video sebelumnya, tapi gua jelasin lagi, dia nih kursinya fleksibelnya itu bagus. Mungkin kalau gua bilang sama kayak Nissan Serena persis. Cuma dia sedikit lebih lebar ya. sama kalau kita tarik ini bisa geser kiri kanan masih sama seperti Serena ya bisa kita mundurin juga sampai ke belakang banget kalau kita ketengahin ya dan kalau misalkan kita taruh ke sebelah kanan sini dia mundurnya enggak bisa terlalu banyak karena mentok sama banah jangan dipaksa yang ini nih bisa tengur banget bahkan kalau misalkan kursi belakang dilipat itu bisa lebih mundur lagi. Jadi kita punya space yang banyak fungsinya buat apa? Berbeda dengan Foxy atau Serena yang enggak punya automat, dia punya automan. Jadi buat kakinya itu enak ya bisa naikin ke atas. Neskipun gantung ya, jadi kalau menurut gua jangan terlalu tinggi juga. Segini cukuplah. Terus kita ke belakangin. Nah, ini buat tidur lebih nyaman dibandingkan dengan mobil sekelasnya karena dia otomnya lengkap. Majuin lagi set terus kita kanan. Nah, seperti ini ya. Nah, terus kita pencet lagi buat ngeratain lagi. Nah, kalau misalkan enggak pakai otoman, kursinya kayak kurang tinggi sedikit ya. Bagian situ masih agak kurang nopang buat gua yang tinggi 170. Terus ada meja makan ya, ada buat naruh minuman sama ada colokan USBC di bagian belakang sini buat naruh handphone. Lengkap dengan tempat naruh handphone-nya di bagian sini. Dan ini enggak cuma sebelah kanan doang, yang sebelah kiri juga dapat sama persis. Untuk buka tutup pintu ya. Ada tombol di bagian sini sama tuas dari pintunya. Nah, sama dia juga punya power window, tapi kalau kita buka dia lumayan turun dan kalau misalkan kita butuh privacy, dia ada Nah, emang mobil-mobil di kelas gini harus pakai cray sih. Kalau enggak ya kurang asik. Terus kalau kita lihat bagian atas ya, dia tuh warna hitam plafonnya enggak ada sunroof, biasa aja. Lampunya ini covernya mirip kayak punyanya Mobilio atau Brio ya. Jadi dia common parts dan warnanya sudah warna putih. Terus ada AC temperaturnya bisa beda dibandingkan dengan yang depan. Jadi dia sebenarnya udah triple zone. Kiri kanan depan beda, belakang juga beda. Dan bisa kita atur ya, mau keluar lewat plafon atau lewat kaki. Nah, dia tuh ada pengaturannya. Sekarang kita ke belakang yuk. Kalau ke belakang bisa lewat tengah, sini, lewat gang atau kita ee lipat. Tapi kalau kita lipat dia tuh enggak ada ininya loh. Jadi dia bukan one touch tumble ya, dia harus dua kali. Nah, sekarang kita di kursi belakangnya ya. Leg room itu tergantung yang depan. Kalau misalkan depan kalian baik ya, makanya kalian harus baik sama orang lain biar enggak dijepit di bagian belakang. Nah, kita punya dapat leg room yang menurut gua luas. Headro apalagi luas banget. Cuman kalau kita mau duduk yang benar, headr harus dinaikin. Kalau gak, gak enak dia. Kalau headr dinaikin ini jauh lebih enak dibandingkan pas lagi nutup. Terus ini wajib banget kalian mundurin lagi karena kalau terlalu tegak enggak enak dan kalian kalau pengen tidur juga bisa karena tuh sampai bisa mentok ke belakang. Jadi kalau misalkan kita beginiin, nah ini kita bisa tidur ya. Ee lebih enak sih dibandingkan dengan mobil lain yang belakangnya enggak terlalu recline ya. ini bisa recline banget, tapi kursinya tuh rata sama kecil ya. Jadi karena dia bisa ngelipat ke belakang, ada banyak dikorbanin sama Honda. Kayak misalkan nih ya, kita masih ngedingklik dan kurang maju sedikit aja. Kalau dimajuin sedikit ini jadi kursi yang proper buat duduk dan kaki kita tuh bisa dimasukin ke dalam sini tapi enggak terlalu banyak ya. Jadi cuma satu kaki doang. Kalau dua kaki enggak bisa. Nah, terus di sini juga ada colokan 12 volt USBC sama dua buah cup holder. Tapi di sini enggak ada buat tutupannya. Oke, tapi kita dapat pegangan di bagian belakang sini. Yuk, sekarang kita ke depan. Oke, sekarang kita udah ada di dalam Honda Stepwagon. Dan interiornya seperti yang kalian tahu, dia masih sangat Honda sekali, ya. Jadi, Honda tuh banyak common parts-nya dengan part-part seperti Civic, CRV atau dengan Honda Accord. Kayak misalkan nih, setirnya sama, which is good. Gua suka tombol-tombolnya bagus di pencet itu satisfying ya. Dan buat kontrol speedometernya dar dari kiri kanan sini itu ada lengkap dengan ada pedle shifternya. Jadi meskipun dia MPV dia dikasih pedle shifter ya. Terus tuas-tuas sebelah kiri kanannya sama. Speedometernya pun juga sama dengan Civic dan CRV. Kisi AC-nya dia agak sedikit berbeda tapi nuansanya sama ya. Tombol transmisi, tombol buat elektronic parking brake ikcon, terus ada tombol buat AC-nya. AC ini mungkin kalian jarang lihat seperti ini ya, karena ini adalah tombol AC yang digunakan juga. sama di Honda Freed. Berhubung Honda Freed enggak masuk ke Indonesia, jadi kita ngelihatin itu kayak wow baru gitu kan. Padahal sebenarnya sama. Nah, Honda juga dia punya banyak hal yang membuat kita tuh nyaman di perjalanan buat bawa-bawa barang. Kayak misalkan di sini nih. Tuh ada laci ya. Udah gitu nih lacinya bagus nih. Ada lapisan kulitnya. Ini ada labelnya nih. Kesannya kayak dari butik mahal ya. Dan enggak cuma di sini doang. Di door trim juga ada nih stepwagon-nya. Terus menurut gua yang bikin interior jadi kesannya sederhana gitu ya, dia tuh warnanya hitam. Kalau misalkan warnanya dimainin lagi mungkin jadi lebih bagus ya. Terus di bawahnya ada tempat penyimpanan lagi. Ada cup holder, ada laci meskipun enggak gede ya. Di sini ada lagi nih buat cup holder, laci lagi. Ada laci lagi di bawah ya buat naruh-naruh barang. Di sini ada laci lagi dan sudah lengkap dengan rubber finish ya. Di sebelah kanan ada cup holder di bawah AC ya. Jadi kalau misalkan kita punya minuman dingin bisa dijaga kedinginannya. Di bawah tempat buat naruh-naruh lagi ada rubber finish-nya. Nah, terus kalau kita lihat plafonnya warnanya hitam tapi kalau kita pegang ini sebenarnya enggak bagus-bagus amat sih. Bahannya biasa aja ya. Terus kita buka Sunfiser. Dia ada kaca dan ada lampu. Lampunya warna kuning. Terus di sini ada tempat buat naruh kacamata ya, lampu kiri kanan ya. Sama ada projection light. Jadi kalau malam dia tuh ada lampu ke bagian sini ya. itu bagus sih. Jadi ciri khasnya Honda itu masih ada. Yang gua kurang suka dari mobil ini adalah pertama head unitnya. Head unit yang sepertinya dari Jepang itu dikirimnya itu dia yang audio jadi sama Honda ditambahin sendiri dari Honda Indonesianya. Dan ini e jujur aja head unitnya kurang ya. Mulai dari LCD-nya kayak kurang tajam, terus juga bezelnya gede banget ya. Tombol volumenya kapasitif di sini ya. Ada home sama matiin nih. Ada tulisannya jangan melihat mengoperasikan sama ada bahasa Thailandnya di bawah kita pencet. Oke ya. Dia ada Apple CarPlay Android Auto, tapi masih pakai kabel belum wireless ya. Ada pengaturan di sini. Dan gimana dengan suara audionya? Menurut gua suara audionya B saja ya. Mungkin ee ini mobil ah R00 jutaan ya kan orang yang ah beli mobil R00 jutaan pasti dia punya Bingung power. Nah, di mana kalau misalkan ee audionya bawaannya standarnya kurang bagus, pasti orang akan bawa mobil ini ke bengkel audio. Nah, jadi sepertinya Honda ingin berbagi rezeki dengan bengkel audio. Sama seperti Toyota dengan Zenix-nya dan lain-lainnya. Soalnya biasanya kalau mobil jutaan dia dikasih audio bagus gitu ya. Misalkan ada yang dikasih Bose, ada yang dikasih Sony, ada yang dikasih D Audio. Itu tuh menurut gua udah lebih dari cukup gitu ya. Udah bagus malah. Jadi enggak perlu lagi ke tukang audio buat upgrade. Nah, kalau mobil ini dia tuh pengin berbagi rezeki lah dengan tukang audio. Nah, terus kita lihat AC-nya udah dual zone kiri kanan ya sama belakang jadi triple zone. Ini onof-nya ada logo plasma cluster. Cuma gua enggak ngerti gimana cara matiin plasma clusternya ya. Jadi gua pencet tahan lama ini tuh enggak ngaruh. Tetap plasma clusternya pasti nyala. Dan kita bisa lihat udara kita tuh yang di dalam interior seberapa bagus. Awal-awal kalau kita habis buka-buka mobil ini pasti e dari kekuning-kuningan atau kemerah-merahan ya. Tapi setelah kita pakai lama, lama-lama dia jadi hijau. Jadi kayaknya plasma clusternya itu benar-benar bekerja dengan bagus. Tuh makin turun kan. Nah, kurang lebih kayak gitulah. Nah, terus di sini ada rear. Kalau kita pencet controlnya nanti dia akan ngatur buat yang kursi belakang. Nah, kita matiin ya. Sama bisa buat matiin belakang dari sini. Nah, di sebelah kiri kanan sini ada tombol kosong. Ini buat penghangat kursi. Tapi sayangnya di varian ini dia gak ada. Oke, let's go kita jalan yuk. Karena mobil sebagus apapun interiornya kalau di bawahnya gak enak ya sama aja bohong. Yuk, let's go. Nah, sekarang gimana rasanya dibalik kemudiwagon? Ya, gua udah pernah nyobain Foxy, gua udah pernah nyobain Nissan Serena dan kawan-kawan. Cuma Honda Stepwagon yang lama gua belum pernah coba ya. Nah, dibandingkan dengan mobil-mobil yang gua sebutin tadi, dia ini rasanya tempat duduknya itu gak kayak mobil MPV loh. Jadi, dia itu tuh duduknya lebih rendah ya, setirnya lebih pas, sama pedal-pedalnya juga pas gua nyetir itu lebih enak sih, lebih proper. Jadi secara ergonomi menurut gua mobil ini paling proper dan paling enggak terasa MPV dibandingkan dengan yang lainnya ya. Terutama gua suka kan kalau duduk itu ya tempatnya rendah ya. Nah, ini tuh benar-benar bisa dibikin rendah seperti ini. Dan untuk sebuah MPV ini benar-benar pendek gitu kursinya. Jadi, rasanya enggak kayak bawa MPV. Nah, pas kita lihat ke depan, lihat visibilitasnya ya, ini baru rasanya kayak MPV. Tapi visibilitasnya so far so good. Kaca depannya lumayan tegak. Pilar A-nya ya, dia punya kaca yang gede sama dia naruh spion ya. Meskipun dia spionnya itu naruhnya bukan di pilar ya, tapi ditaruh di bagian bodinya. Tapi pas kita lihat lagi, terutama sebelah kiri ya, kita enggak bisa ngintip di celah-celahnya kaca itu loh, spionnya. Sebelah kanan pun juga sama, ada gap sedikit aja cuma enggak terlalu ngebantu. Nah, terus mobilnya itu enggak dilengkapi dengan kamera 360 atau bird IW. Jadi, kalau misalkan kita mau lihat kiri, kanan, atau secara keseluruhan ya itu kita mesti bawa ke tukang aksesoris atau minta tolong teman kita. Tapi tenang aja, kita ditambahin kaca parkir yang kecil sekali di sebelah kiri. Jadi, spion kiri itu bawahnya ada kaca dua biji ya buat ngelihat ke depan sama lihat ke samping kiri. Tapi tetap aja menurut gua e agak sulit terutama buat kalian yang matanya minus. Nah, berhubung mata gua alhamdulillah masih bagus ya, gua sih bisa ngelihat sih. Cuma tetap aja biasa pakai teknologi kamera 360, kamera mundur itu rasanya jadi kayak mmm gimana gitu ya. Jadi emang eh Honda Stepwagen itu kayaknya kalah di fitur-fitur elektroniknya. Kamera 360-nya enggak ada, head unitnya sederhana, terus juga Android Auto Apple CarPlay-nya masih pakai kabel ya. Cuma pas sudah berjalan enggak ada problem, aman-aman aja. Sama ini nih spion belakangnya itu dia masih pakai manual di mana kalau menurut gua ya spion belakang ini sebaiknya pakai kamera. Kenapa? Karena kalau pakai kamera kita jadi bos di belakang, suir kita nyetir, spopir tuh enggak bisa ngintip dia karena langsung bypass ke kamera. Kalau ini tuh masih bisa ngelihat tuh ada rere yang lagi megang kamera tuh ya. Tuh masih kelihatan di situ tuh. Ya, jadi itu sih. Nah, tapi untungnya itu adalah hal-hal yang bisa kalian upgrade sendiri. Jadi kalau misalkan kalian bawa ke aksesoris gitu ya, ah ganti spion yang ada kameranya ya kan. Tambahin kamera 360, ganti head unit yang lebih gede ya kan. Audi yang lebih bagus ya. keluar sekitar R jutaan ya itu pasti bengkel audio dan aksesoris itu akan tersenyum lebar. Weh berbagi rezeki sedikitlah karena kalau kita beli kayak Serena gitu ya udah lengkap semuanya ya mau berbagi rezekinya paling cuma audio doang gitu. Nah terus di sebelah kanan lampunya itu bisa kita atur ketinggiannya dan waktu dipakai di malam hari lampunya itu biasa aja terangnya kurang lebih kayak mirip-mirip Civic sama Honda CRV lah. Waktu lagi malam kan terangnya emang ya segitu aja gitu ya. Jadi kalau misalkan mau tambin aksoris buat lampu lebih terang itu juga bisa. Dan untuk panel kacanya dia belum all auto, masih yang depan kanan doang. Sama kalau kita turunin kacanya masih single glass, belum double glass. Tapi untuk mobil di kelas ini menurut gua kalau dibandingin sama Zenix ya ini lebih kedap sih. Memang kalau dibandingin dengan Serena dia enggak sekedap itu. Tapi kalau dibandingkan dengan Zenix dengan Foxy ya bisa diadu lah. Kedapnya lumayan. Terus gimana soal performa dan keiritan bahan bakarnya? Dia itu punya mesin 2000 cc hybrid yang sama seperti CRV, sama seperti Civic, tapi dia punya harga yang paling murah dan output tenaganya juga mirip 184 horsepow dan torsinya 315 Nm secara gabungan. Akselerasinya cukup kencang ya. Kayaknya sih di bawah 10 detik kan juga dapat ya. Gua enggak bawa alat tesnya lagi kan. Eh, cuman dia ini kalau misalkan kalian pikir hybridnya sama seperti hybridnya Nissan Serenai e Power, enggak. E- Power itu kan dia pakai mesin listrik, mesin bensinnya cuma jadi genset. Nah, kalau ini enggak. Ini mesin bensinnya itu tetap jadi penggerak. Jadi, kalau misalkan di kecepatan-kecepatan rendah gua ngerasa dia banyak pakai listriknya ya. Mesin tuh jarang nyala. Tuh, bisa dilihat di sini ya. Terus kalau misalkan kita agak sedikit kebut gitu ya, kita gas. Dia tuh mesin bensinnya cepat ngeresponnya dan dia CVT-nya juga cepat gitu. Jadi turun giginya dia enggak pakai nunggu lama. Nanti kita akan praktikkan coba ya. Nah, ini ya kalau udah masuk ke tol gini baru kerasa ya. Oh dug dug dug dug. Jadi perdaman kabinnya itu masih khas Honda. Artinya bawahnya masih berisik ya. Untuk di kelasnya mungkin ini yang paling berisik kolongnya. Rasa tuh ini masuk tol ee aspal agak lumayan ya. Tapi pas sudah masuk ke jalan beton tuh udah masuk belakang bawahnya tuh masih berasa suara kolongnya lah. Jadi kalau misalkan kalian beli mobil ini juga bisa berbagi rezeki ke ee perdaman kabin ya karena masih lumayan berasa dan suara mesinnya pun juga raungannya itu masih terasa masuk ke dalam ya. Jadi kalau kita gas CV-nya cepat banget turunnya. Oke. Dia tuh di kickd tuh rasa enginnya tuh masih bensin banget gitu loh ya. Emang mesin bensin sih enggak ditutup-tutupin gitu langsung dikeluarin ngeng gitu ya. Suaranya ok lah buat gua. Dan kalau misalkan kalian masih terasa kurang menurut gua CVT udah kencang banget, udah cepat banget. Artinya kalau kita gas dia tuh langsung e dia shifting ke bawahnya itu turun giginya cepat. Tapi kalau menurut kalian kurang cepat ada pedle shifter. Nah, tapi pedle shifternya itu agak sedikit beda sih. Jadi, pedle shifternya tuh bukan gigi plus minus. Dia tuh kayak eh engine brake ya. Jadi kita gas, kita lepas. Dia tuh engine brake-nya kayak lebih berasa gitu. Kalau kita pakai yang D ada P kita puncet minus minus minus minus minus gituah. Kalau di plus jadi berkurang tuh charge-nya. Nah, kelihatan ya. Jadi dia lebih ke regenerative breaking-nya sih, bukan ke pedal shifter buat naik atau turun giginya. Giginya tetap dari CVTnya. Tapi yang paling menarik adalah tadi tadi gua pakai ini karena dipakai ngebut ya. Kalau pakai ngebut kayak tadi jadi 14 km/l. Tapi kalau kita pakai santai, daily commuting kayak biasa itu buat dapat 120 itu enggak sulit ya. Jadi kebayang kalau misalkan mobil-mobil kayak gini kan banyak yang dipakai buat keluarga anar jemput anak sekolah ya. Ya, dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit daripada Brio atau Mobilio atau BRV, tapi kita dapat mobil segede gini itu menarik banget sih. Ini PR-nya buat Foxy. Foxy tuh kalau datang dengan hybrid tuh pasti akan lebih asik ya karena serudah hybrid, e stackwagon udah hybrid, Foxy doang yang belum hybrid. Tapi overall buat mesin gua gak ada komplain lah. Komplainnya apa? 110 114 suara kolong. suara angin ya itu masih berasa di mobil ini gitu. Dan gua enggak bisa comparing dengan eh tipe yang lama karena gua belum pernah coba Honda Snapwagon yang sebelum ini kan enggak masuk Indonesia. Nah, sekarang gimana soal Honda Sensing-nya? Nah, Honda Sensing-nya ini gua pakai itu lebih bagus dibandingkan dengan BRV atau HRV di mana Honda Senscing-nya itu pakai yang model yang buat low end. Nah, yang ini itu sama kayak dipakai Honda Civic sama Honda CRV. Jadi kalau kita pakai Honda Sensing-nya dia itu lebih halus pengeremannya, akselerasinya juga halus ya dan bisa dipercaya. Jadi setirnya itu akurat sama kayak kita next Civic atau CRV gitu. Jangan disamain sama HRV atau e Honda BRV yang sama-sama punya Honda Sensic. Ini lebih bagus dan kalau misalnya kita lama enggak pegang ada steering required. Jadi kita harus pegang setirnya tetap biar dia ngedeteksi ada orang yang lagi nyetir di bagian belakang sini. Karena e semua ADAS itu didesain bukan buat mengeliminasi spopir, tapi didesain untuk membantu saja biar kita nyetirnya lebih santai. Karena biasanya kalau gua ke Klaten gitu ya 500 kilo, kalau pakai ADAS itu lebih nyantai sih dibandingkan dengan pakai mobil yang tanpa ADAS gitu. Nah, terus bagaimana soal suspensinya? Eh, gua suka banget sama suspensi mobil ini ya. Jadi kalau kita bandingin antara ketiga mobil ya, Serena, Foxy sama ini menurut gua mobil ini tuh yang paling the best buat suspensinya. Kenapa? Karena secara handling dia terbaik, tapi secara suspensi dia enggak keras. Jadi meskipun dia suspensinya empuk ya, dikatan rendah empuk, d kecepatan tinggi lumayan stabil ya, empuknya juga empuk yang enak, bukan yang ganggu gimana-gimana gitu ya. Empuknya juga empuk yang enak gitu ya, bukan yang empuk kebanyakan ngayun gitu ya. Enggak. Ini benar-benar cocok gitu. Jadi fine tuning dari mobil ini itu paling the best ada pada suspensinya. Gua ngerasa ketika kita duduk di depan, duduk di belakang dengan Honda Stepwagon ya itu menyenangkan sih. Jadi kita sebagai ayah gitu ya, bawa anak-anak, bawa istri kan kalau mobil sekelas kayak Alpart, kayak Denza itu kita bawa kan rasanya kayak driver ya, enggak cocok gitu. Nah, kalau ini kita sebagai eh kepala keluarga kita nyetir ini menurut gua ini paling the best kalau kita buat rasa nyetir. Handling-nya bagus ya, posisi duduknya enak, rasanya kayak sedan di bawah ya. Tapi buat keluarga pun suspensi depan sama suspensi belakangnya itu tuh enak gitu. Jadi, mobil ini menurut gua paling cocok buat kalian yang pengin punya MPV tapi masih pengen nyetir. Jadi, buat disetirin oke. Di tengahnya dia ada auto main seat ya, bisa tiduran dengan nyaman. Tapi kalau misalkan kalian pengen jalan-jalan sama keluarga ya kan terus nyetir sendiri itu juga rasanya masih enak, masih nyaman, dan masih cukup fun to drive. Tuh handlingnya nih ya. tuh natural setirnya bagus gitu loh. Even dibandingkan dengan bawa Zenix ya, gua lebih senang bawa ini meskipun dia itu mobil MV yang ngotak gitu yang kesannya bukan driver car banget gitu, kesannya kayak mobil keluarga banget gitu kan. Kalau Zenx kan masih ada rasa-rasa oh ini bawa sendiri tuh kelihatan kayak wah pasti masih enak nih. Tapi gua lebih suka ini sih. Emang Honda kalau bikin kaki kaki menurut gua udah enggak perlu diragukan lagi ya. Nah, terus tadi kita balik dari arah tol ke sini di jalan sekitar 10 kilo ya. kita kecepatan normal 100 sampai 110 dapat 23 km/l. Irit sekali ya. Nah, dan enaknya mobil hybrid beneran bukan m hybrid. Dia tuh kalau kita pakai di kemacetan itu tuh tetap irit gitu loh. Bahkan beberapa mobil hybrid dipakai di keluar kota, kita bawa agak kencang malah lebih boros dibandingnya kita pakai dalam kota yang stop and go gitu ya. Terus e catatan berikutnya adalah dia ini punya lampu tengah. Kalau kita set di off bukan di door, nanti lampu belakang, kabin belakang itu enggak bisa nyala. Kita di off nih, kita pencet gitu mati dia. Tapi kalau kita masukin ke door baru dia bisa nyala. Kenapa gitu ya? Agak sedikit aneh sih. Terus klaksonnya. Ah, suaranya eh harus ganti sih. Nah, cuman di luar dari itu ya. Salah satu yang gua take notes ketika bawa mobil ini, kenapa bisa irit banget gua 3,2 sekarang dia itu regenerative breaking-nya bagus sekali. Jadi dia pedalnya bagus, tapi kalau kita injak rem ya, dia tuh sering banget regeneratifnya mentok sampai mentok banget gitu. Jadi pas gua pakai ee di tol gua ngerem mau depannya ada ini tuh kayak cepat banget turunnya baru nginjak dikit udah seteng biasanya kan pelan-pelan gitu ya. langsung bek gitu loh. Kayak dia tuh nyerap energinya tuh cepat gitu. Makanya mungkin baterainya gampang keisinya dibandingkan dengan mobil hybrid lainnya. Itu sih. Jadi hybridnya Honda bagus ya. Jadi setelah kita nyobain Honda Stepwagon ya ini adalah mobil Honda yang harganya paling reasonable bisa dibilang paling value for money. Bayangin Rp29 juta kalian bisa dapetin MV super nyaman seperti ini. CBU Jepang ya. fleksibilitas di dalamnya bagus dan menurut gua ini lebih value format dibandingkan dengan CRV atau Honda Civic hybrid yang punya mesin sama sekaligus. Nah, buat teman-teman yang udah beli Honda Snapwagen coba gimana rasanya dan komentarnya bisa langsung taruh di bawah aja seranif sampai jumpa di video berikutnya. Terima kasih telah menonton.
