Jungkat

AKHIRNYA MITSUBISHI PUNYA MOBIL KELUARGA BARU YANG GAGAH & CANGGIH! (YouTube Video)

  • 17/07/2025

[Musik] [Tepuk tangan] Ini adalah Mitsubishi Destinator SUV 7 seater medium barunya Mitsubishi. Loh, kalau pengen SUV7 seater Mitsubishi di sini bukannya udah ada Xander Cross sama Pajero Sport? Nah, Mitsubishi ngeposisin Destinator ini buat jadi pilihan yang lebih besar dan lebih premium dibanding Xpander Cross, tapi dengan harga yang masih cukup jauh lebih murah dibanding Pajero Sport. Dan enak ya meskipun si Destinator ini punya interior yang termasuk lega, tapi dia juga punya ground clearance yang tinggi banget. Jadi selain bisa bawa keluarga dengan nyaman, harusnya juga bisa bawa keluarga ke tempat yang jauh lebih menantangnya. Nah, detailnya simak di 10 hal berali ketahui dari Mitsubishi Destinator. Satu. Apa itu Destinator? So, Mitsubishi Destinator. Yes, ini adalah versi produksi dari mobil konsepnya Mitsubishi DST Konsep yang keluar di Filipina tahun 2024 dulu. So, konsepnya di Filipina tapi produksi model pertamanya di Indonesia dan bahkan langsung dibuat di Indonesia juga ya. Nice nih ya. Kayak yang tadi kita bilang Destinator ini adalah sebuah SUV seater monocok. Dimensinya sedikit di atas Xander Cross dan masih di bawah Pajero Sport dengan panjang yang hampir sampai 4,7 m. Meski harganya masih cukup jauh di bawah SUV Jepang lainnya yang dimensinya 4,6 4,7 man gitu ya. Dan kalau kalian bilang ini XFce tapi dikasih tujuh jok aja, well tentunya bukan ya. Dimensinya Destinator ini jauh lebih besar dibanding XForce. Mesin yang dipakai juga beda dan Mitsubishi pun ngeklaim pakai platform yang beda. Dua, varian dan warna. Sayangnya waktu video ini kita buat, Mitsubishi belum bilang bakal ada berapa varian finalnya Destinator di Indonesia ya. Tapi di tempat kita syuting sendiri ada tiga mobil ya. Yang warna silver ini Mitsubishi bilang nantinya bakal jadi varian tengah atau sekarang kita sebutnya mid trim aja kali ya. Yang warna putih ini Mitsubishi bilang nantinya jadi varian atas atau sekarang kita sebutnya top trim aja. Meski kalau kita lihat emblemnya sih di belakang Destinator Ultimate ya harusnya nama variannya tapi kita sebutnya top trim dulu aja di sini. Dan yang warna biru ini Mitsubishi bilang adalah varian opsional, varian atas tapi dengan beberapa tambahan fitur premium. Sekarang kita sebutnya trim top premium aja ya. Sebenarnya Mitsubishi bilang ada satu lagi varian di bawahnya mid. So, mungkin nanti gambarannya gini ya total variannya. Tapi ingat, ini bukan nama final variannya dan mungkin aja nanti masih ada yang bisa berubah dari sini. Nah, nanti kalau udah ada detail harga dan nama variannya bakal kita update di kolom deskripsi dan komentar atau kalian juga selalu bisa cek website Mitsubishi ya. Pasti lebih update juga. Sedangkan pilihan warnanya ada lima ya, putih white pearl, silver blade silver metalic, hitam black mika, abu-abu gravite grey metalic, dan warna ini yang hanya ada di top trim dan premium trimnya biru lunar bloomy tiga, mesin dan transmisi. Destinator ini pakai mesin 1500 cc ya. Loh, kok mobil gede mesinnya kecil? Tenang, ada turbonya ya di sini. Jadi bisa punya tenaga dan torsi kayak mesin yang lebih besar tapi dengan konsumsi BBM yang enggak jauh beda dari kapasitas segini. Mesin berkode 4B40 ya. yang mirip kayak di Eclipse Cross dulu. Tapi ini generasi keduanya ya, improvement-nya banyak. Tapi salah satu yang paling krusial adalah intercoolernya sekarang water cold dibanding sebelumnya yang air cold ya. Tenaganya 163 PS 161 HP. So, mirip-mirip mesin 2000 cc tenaganya dan torsinya 250 Nm. Mirip-mirip torsi mesin 2.500 cc nih ya. Nice. Ada sistem idling stop juga nih ya yang bisa matiin mesinnya sesaat pas kita berhenti dan bakal otomatis nyala lagi pas mau jalan buat nambah efisiensi BBM-nya. Transmisinya hanya tersedia dengan pilihan transmisi otomatis saja ya. Jenisnya CVT kayak di Xpander dan XForce juga. Dia ada tombol d ini buat masuk ke mode transmisi sport buat ngasih respon yang lebih agresif atau masukin ke L kalau mau lewatin tanjakan atau turunan yang sangat curam. Tentunya Desinator ini penggerak roda depannya. Dan yang asik kayak di XForce juga di sini ada mode berkendaranya. Yang kerennya bukan cuma ngubah respon gasnya aja, tapi ngubah karter traction control, AYC atau active control, respons akselerasinya, dan bobot setirnya juga. Modenya pertama ada normal. Ini dirancang buat lewatin jalan beraspal standar dengan reliable buat daily driving wet. Ini mode yang diciptain khusus buat daerah ASEAN ya. Jadi ini dirancang agar kita bisa ngelewatin jalanan basah atau bahkan banjir di jalan beraspal dengan lebih aman. Nice ya. Gravel ini mode yang dirancang agar kita bisa lewatin jalan yang belum di aspal yang biasanya berpermukaan batu kerikil gitu ya dengan mulus dan stabil. Yang baru ada Tarmax. Ini mode yang dirancang supaya bisa berakselerasi lebih cepat. Misalnya dipakai pas mau overtake atau di jalan perbukitan gitu. Dan terakhir mat. Ini mode yang dirancang agar kita bisa ngelewatin jalanan enggak beraspal yang basah ya, alias berlumpur. Gimana dengan suspensinya? Well, kita jelas belum bisa cobain lah. Tapi Mitsubishi bilang sendiri suspensinya Destinator ini pakai pengembangan dari suspensi Xpander. Misalnya suspensi depannya diameter stabilizernya diperbesar, sedangkan suspensi belakangnya diameter shock absorbernya diperbesar dan ada penambahan stabilizer. Apakah bakal senyaman Xpander yang luar biasa nyaman di kelasnya atau bahkan lebih baik lagi? Boleh kita tunggu aja nanti ya setelah bisa cobain. Beberapa poin lain yang penting juga kayak misalnya Grand clearance Destinator ini tinggi ya tepatnya 244 mm. Tinggi banget malah ya buat sebuah SUV monocok harusnya bakal ngerasa aman nih dibawa ke macam-macam medan menantang juga ya. Dan yang unik juga radius seputarnya juga termasuk sangat kecil sih ya buat mobil 4,7 m kur gini cuma 5,4 m aja. Penasaran rasanya? Tunggu aja nanti pas sudah ada unit tesnya ya. Empat, detail eksterior. Di antara Pajero Sport-nya yang punya tampang tanggu banget dan XForce-nya yang kelihatan futuristik banget, Destinator ini seakan kayak kombinasiin dua-duanya ya. Kelihatan tangguh tapi di saat yang sama tetap ngasih efek futuristik, terutama dari depan sini. Oke, ini Destinator dari sudut 3/4 depan yang varian top premium, ini yang varian top trim dan ini yang mid trim. Kita lebih fokusin ke yang top trim ya. Oke, kita tegasin dulu dari sekarang. Meski sekilas agak kelihatan kayak XFce, tapi enggak ada sharing komponen di eksterior XForce ke Destinator ini. Ya, Mitsubishi bilang kemiripannya mungkin karena Destinator ini juga udah dipakaiin bahasa desain dynamic shield barunya mereka yang ditandain dari bentuk fasianya yang kayak perisa itu dengan panel satin chrome besar di bawah lampu depannya. Lampunya, yes, meski sekilas bentuk Tshape-nya ini kayak punya di XForce, tapi ini beda totalnya. Nih lampunya XForce dan ini lampunya Destinator. Dari urutan dielnya dan bentuknya aja udah beda. Dan projecttornya Destinator lebih dibuat di tumpuk vertikal ya dibanding di XForce yang disusun horizontal. Grillnya baru nih di line up Mitsubishi. Grill heksagonal yang dipakaiin mika transparan di depan panel abu-abunya lebih nambah kesan futuristiknya overall. Sedangkan bagian bawahnya dikasih panel trapezoida abu-abu gini yang jadi hoing for lemen juga detail lampu depannya full LED ya. Varian tengah ke atas dapat diar LED yang gede banget ini. Lampu besarnya dual LED projecttor atas bawahnya. Lampu jauhnya LED projecttor yang atas jadi jauh. Lampu senya LED raksasa yang gantiin diarel-nya. Dan ada fog lamp LED juga. Nice ya. Oke sampingnya ini sampingnya Destinator yang top premium. Ini yang top trim dan ini yang mid trim. Nah kalau Xander Cross masih ada bentuk-bentuk MPV crossovernya. Destinator ini lebih kelihatan kayak SUV sejati ya dari bentuk bonet overall-nya yang lebih panjang. Permukaan kaca yang seakan kayak dibuat nyambung terus sampai ke paling belakang juga ngasih kesan yang lega ke dalam mobil ya. Dan di pilar C-nya ada sentuhan unik garis-garis gitu yang kayak dibuat menyerupai garis-garis di lampu depan dan belakangnya. Nah, yang kita senang kayak di XFC juga lakukan di fender depan dan fender belakangnya dibuat uniform dan kayak berotot banget gitu. Semua destinator dipakaiin clading plastik hitam di bawah dan yang di bagian vender dibuat lebih mengotak dan ada cekokannya sedikit biar kesan SUV-nya lebih dapat ya. Sedangkan yang di paling bawah pintunya dapat panel abu-abu buat varian top trim dan top premium dan hitam aja di varian tengah ke bawah. Velegnya semua varian sebenarnya sama ya 18 inci. Bentuknya pun sama tapi emang di varian tengah dan bawah dipakaiin warna abu-abu gini veleknya ya. Sedangkan di top dan top premium dipakaiin warna dual t gini yang lebih mewah. Dan ini dipasangin ke ban 225 55 R18. Nice ya. Varian top dan top premium juga sama-sama dapat roof rail kayak gini. Dan list jendelanya dikasih chrome ya. Belakangnya ini belakangnya Destinator yang top premium dan ini yang top trim dan ini yang mid trim. Dan sekali lagi mungkin kalau kalian ada yang bilang, "Ah, beneran nih belakangnya Xorce." Well, sekilas mirip tapi semua komponennya beda ya. Nih kalau di XForce pintu bagasinya kelihatan ada belahan dan kacanya juga lebih landai. Di Destinator pintu belakangnya kelihatan lebih tegap, lebih vertikal ya. Overall pun sekilas kelihatan mirip tapi beda juga. Lampu XForce lebih miring gini dan isinya kayak gini. Nah, lampunya Destinator lebih tegap. Lekukan ketiga dimensionnya lebih kelihatan juga di mikanya dan isinya pun beda total ya. Nah, varian top dan top premium sama-sama bakal dapat emblem destinator gede ya di tengah sini. Sedangkan varian bawahnya lebih kecil emblemnya di kiri bawah. Bagian paling bawahnya dikasih panel abu-abu besar yang kelihatan berlekuk-lekuk gini ya. Nice sih. Sedangkan knalpadnya ngumpet di sebelah kanan bawah sini ya. Semua varian juga dapat spoiler kayak gini dan antena C review gini ya. Det lampu belakangnya lampu malamnya LED yang bertingkat-tingkat gini. Lampu remnya LED yang vertikal dan highmon stop lamp LED. Lampu sein LED vertikal dan lampu mundurnya LED juga yang dibuat horizontal ini. Nice ya. Full LED. Lima. Detail interior. Oke, biar enggak bingung ini dashboard Destinator yang trim top premium option. Ini yang varian top trim dan ini yang varian mid trim. Kita pakai yang topter trim nih buat detailin. Nah, sebenarnya kalau lihat desain ventilasi AC tengahnya dan panel head unit dan instrumen clusternya yang dibuat dalam satu panel piano black panjang, mungkin banyak yang ngira, "Ah, ini dashboard yang sama persis nih kayak di XF." Nah, tapi sebenarnya agak beda sih ya yang kelihatan dari bagian kiri dashboardnya Destinator yang kayak gini dan yang di XForce kayak gini. Sama-sama pakai desain horizontal axis kayak model Mitsubishi baru lainnya. Tapi di Destinator panel soft padding-nya yang di dashboard ini lebih didominasi. Ada dua tingkat ya yang dipisahin sama garis hitam gloss ini dipakin bahan kulit empuk ya di depan sini. Konsol tengahnya juga meski sekilas kayak yang di XForce tapi beda juga ya. Di Destinator ini pakai permukaan piano black yang jauh lebih besar ya overall tapi pakai model center konsole tinggi juga kayak yang di Xpander dan di Xforce juga. Setirnya pakai model 3 SP box full bulat ini kayak yang dipakai di model-model Mitsubishi baru lainnya juga. Lapisan kulitnya mix nih ya sama yangvorated di pinggir kiri kanannya. Dan kerennya bahkan sampai varian tengah pun juga udah dilapis kulit loh. Yang keren lagi varian top trim ke atas dapat ambient light di dashboard, door trim depan, dan door trim belakangnya. Dan ini bisa pilih dari 64 warna yang kerennya dan belum pernah kita lihat sebelumnya di mobil lain kita bisa settings buat MB light yang beda-beda buat berbagai skenario. Misalnya kalau lagi driving atau lagi jalan mau warnanya apa? Kalau tiba-tiba ada telepon berubah jadi warna apa? Kalau pintunya lagi dibuka berubah jadi warna apa dan kalau baru masuk mobil warnanya jadi apa? Nice ya sampai tingkat customnya bisa banyak banget gini. Oh dan top trim ke atas dapat panoramic sunroof gini. Nicenya nambah kesan premiumnya. Dan yang kita senang kayak di Expander juga banyak sentuhan di Destinator ini yang masuk akal buat sebuah SUV keluarga kayak storage yang kelihatan banyak banget tempat penyimpanan ekstra. Di depan aja di kiri dan kanan konsol tengahnya ada lubang penyimpanan. Di kanan dashboard ada laci tambahan. Di bawah jok penumpang depan ada lace ekstra gini. Di overhead conso yang varian tengah ada tambahan tempat kacamata gini. Di balik jok depan banyak banget kantong ekstra. Atau yang di baris ketiga kiri kanannya bukan cuma ada cup holder aja, tapi di atasnya ada storage lagi bisa buat naruh HP atau bahkan tablet gitu ya. Sentuhan kayak meja lipat gini di baris kedua yang bahkan udah ada dari varian tengah itu menurut kita juga sangat penting buat sebuah mobil keluarga tapi suka dilupain ya. Bisa dipakai buat naruh makanan lah atau buat naruh tablet gitu kalau pengin nonton. ini masing-masing ada cup holdernya ya. Dan yang keren lagi di ujung kiri kanan mejanya ada hook ya. Kalau mejanya lagi enggak dipakai, ini bisa kita pakai buat gantung barang. Nice ya. Nih jok depannya yang varian top premium. Ini jok depan yang top trim. Dan ini jok depan yang varian mid trim. Sebenarnya yang bedain top dan top premium cuma pengaturan jok driver ya. Karena yang top premium dapat pengaturan elektrik. Tapi lainnya sama sih ya. Bentuknya yang kita senang nih kelihatan support pundaknya dibuat lebih lebar gitu ya. Varian top trim ke atas sama-sama pakai bahan kulit sintetis yang ada anti heat guard-nya. Ya, Mitsubishi bilang bisa mencegah efek panas yang biasanya kerasa banget tuh di bahan kulit sintetis kalau dijemur di luar terlalu lama. Sedangkan varian mid ke bawah pakai material fabriknya. Nah, yang jok baris keduanya kayak gini full set nih. Yang ketiga joknya full ada headr adjustable-nya. Dan ini jok baris ketiganya. Yes. Dari sini aja kelihatan nih jok baris ketiganya enggak sekecil jok baris ketiga kebanyakan SUV 4,6 4,7 manan di nomor habis inilah ya kita praktekin cobain duduk. Nah, ini pintu depannya. Bahan paling atasnya emang plastik, tapi di bawahnya sedikit langsung ada bahan yang dilapis kulit dengan jahitan gini yang termasuk besar ya sampai ke bagian sandaran tangan. Panel yang buat kontrol jendelanya dilapis piano belah gini. Dan di bawahnya meskipun plastik tapi bentuk cover grill speakernya dibuat unik nih ya. Ala-ala ketiga dimensian gitu. Nice ya. Sedangkan ini pintu belakangnya mirip sih bahannya. Yang tengahnya ada lapis kulit gini sampai sandaran tangan dan yang kotor jendelanya piano black juga. Tapi grill speakernya emang dibuat lebih standar ya di belakang sini. Detail lainnya lampu kabinnya yang depan ada dua titik ini LED. Yang di baris kedua yang di varian bur sunroof lampunya ada di kiri kanannya ya LED juga. Dan yang di baris ketiga pun masih dapat ya ada dua titik gini tapi sekali klik nyalanya barangnya LED juga. Nice ya. Pegangan tangan plafonnya di paling depan bukan cuma di sisi penumpang doang tapi yang di sisi driver juga ada. Yang di baris kedua juga tetap pakai pondelipat gini dan masing-masing ada gantungan bajunya juga. Dan bahkan yang di baris ketiga itu juga masih ada lagi ya pegangan tangan plafon gini yang bahkan masih model lipat juga. Mantap. Sunfisernya yang kiri dan kanan di dalam sama-sama ada card holdernya dan dua-duanya juga ada kaca yang bisa ditutup buka dan ada lampu LED-nya juga di dalam. Tapi gimana rasanya duduk di Destinator ini? Enam. Konfigurasi jok buat masuk ke depan pintunya termasuk berat. Okelah solid feel-nya. Nah, yang kita suka pintu ini nge-cover sampai bagian paling bawah pintunya ya. Jadi kalau bagian luarnya sini kena cipratan kotor gitu, bagian dalamnya sini bakal tetap terlindungi ya, tetap bersih yang bahkan ada karet cukup besarnya ya di paling bawah yang harusnya bakal ngelindungin juga cipratan dari bawah. Jadinya kaki kita enggak bakal kepeperan kotor ya. Dan buat nampak ke dalamnya meski ground clearance-nya tinggi banget tapi mirip-mirip SUV monok seukuran ginilah ya. Tinggi tapi enggak terlalu sulit. Jauh lebih gampang dibanding naik ke Pajero Sport gitu misalnya ya. Oke, posisi duduk by default-nya termasuk tinggi. Lebih mirip kayak di XAnder ya, dibanding di XForce. Tinggi dapat elevated feel-nya, tapi gak sampai tinggi berlebihan kayak naik SUV lader frame gitu. Dan patokan ke depannya sangat-sangat jelas ya, karena ujung kap mesinnya kelihatan banget. Pengaturan joknya yang driver dari varian paling bawah sampai yang top trim manualnya, slide recline dan bisa naik turunin ketinggian bawahnya dengan putar knopnya. Nah, khusus yang trim premium yang jok drivernya elektrik 8 arah ya. Jadi, selain bisa naik turunin ketinggiannya bisa tilt juga bagian depannya. Nice ya. Sedangkan yang penumpang depan semua varian manual Slide dan recline aja. Headr-nya hanya bisa dinaik turunin aja. Posisinya udah cukup maju. Jadi kepala kita kalau mau sandaran sambil nyetir enggak bakal ngedanga ya. Headro-nya meskipun kepotong sama sunroof di top trim dan premium trim tapi masih tetap aman lah ya. Mirip sama di Xpander kalau Mitsubishi bilang dan malah dapat feel leganya kalau ngelihat kaca besarnya di atas ini. Dan ngomong soal ukuran, ruang bahu overall kita di depan sini 35 mm lebih lega dibanding di Xpander ya. Yang itu aja udah termasuk lega ya di kelasnya. Nice sih buat sandaran tangan di tengah ada konsol tengah tingginya gini yang dilapis kulit jadi empuk buat sandarin tangan enggak bisa digeser maju mundur sih tapi masih bisa lah pas-pasan ya buat sandarin tangan kita sambil pegang setir yang di pintu juga dilapis kulit jadi empuk juga sandarin tangannya seat belt-nya fix ya enggak bisa dinaik turunin setirnya selain tilt bisa teleskopic juga nice ya dan sandaran kaki kiri driver ada gundukan tanpa pet plastiknya sekarang kita ke belakang pintu belakangnya berat juga sedikit lebih berat dibanding yang depan jadi mantap juga ya feel-nya bukanya juga termasuk lebar banget ya Nice. Dan karena atapnya enggak turun-turun, jadi kita masuknya gampang nih. Kepala kita enggak perlu nunduk sama sekali. Oke, posisi duduk di belakang sini lebih tinggi ya, dibanding di depan. Dan ini support pahanya sempurna ya, nopang paha kita secara full. Jadi kita yang 173 cm enggak ada naik-naik sama sekali pahanya. Nice ya. Jok baris kedua ini bisa digeser maju mundur. Nah, kalau dibuat paling maju gini sebenarnya masih ada sisa ruangnya. Ini seandainya kita pengen ngasih ruang lebih ke joks ketiga gitu. Dan kalau dimundurin mentok, nah ruang kakinya masih termasuk sangat aman. Enggak yang sampai super lega sih, karena kan kepotong meja juga. Tapi ruang kakinya udah aman bangetlah segini. Sama kayak di Xpander kok ruang kaki baris keduanya kalau menurut Mitsubishi. Ruang gerak sepatunya luar biasa aman ya. Kakinya bisa gerak bebas tanpa nabrak bagian bawah jok depannya sama sekali. Nice ya. Headr-nya adjustable di ketiga sisinya termasuk yang tengah juga ya. Jadi bisa sandaran lebih rileks gini. Sudut rebah jok bars kedua ini bisa diubah mirip Xander ya sudutnya kalau dibuat tegak kayak gini ruang kepalanya segini masih aman lah ya meski kepotong panoramic roof-nya dan kalau direubahin maksimal kayak gini enggak sampai tiduran tapi udah rileks lah ya ini. Dan kalau gini ruang kepalanya jadi kerasa lebih lega ya dan karena ada panoramic roof-nya jadinya ngelihat ke atas juga dapat feel leganya ya karena ada kaca besar buat sandaran tangan di pintu dilapis kulit jadi empuk dan yang tengah unik nih ya kalau diturunin kayak gini modelnya. Nah, ini selain jadi sandaran tangan karena tengahnya jadi bolong, ini jadi kayak misahin jok kiri kanan ya. Makanya kayak semi-semi captain seat gitu. Nice lah. Kalau mau duduk bertiga, langkah ke tengahnya masih gampang karena kakinya enggak perlu terlalu ngelipat karena gundukannya kecil banget juga. Jadi, kakinya juga tetap bisa di tengah-tengah sini kalau enggak mau ke kiri kanannya. Dudukan joknya di tengah sini sedikit lebih tinggi dibanding kiri kanannya tapi enggak terlalu keras ya. Masih cukup enaklah buat didudukin. Dan sandarannya juga enggak berlebihan keras kayak yang biasanya ada arm-nya ya. Dan kita sandaran juga enggak ngedangak kepalanya. Headro-nya masih aman dan seat belt di tengah sini juga tiga titiknya. Oh, dan shoulder room atau ruang gerak bahu kita di baris kedua ini lebih besar 45 mm dibanding di Expandernya. So, lebih proper buat duduk bertiga harusnya. Sekarang kita ke paling belakang. Nah, kalau dari sebelah kiri sini buat ke baris ketiganya kita pakai tuas ini nih. Tarik aja dan nanti joknya bakal langsung mental kelipat ke depan gini ya atau one touch tumble biasa disebutnya. Nah, ini yang kelipat satu jok aja yang sebelah kirinya ini nanti buat ke belakangnya ada buat napaknya dan ada cekokannya buat pegangan pas ke belakang. Dari sebelah kanan juga sama ya pakai tuas ini dan joknya bakal langsung mental kelipat depan gini alias one touch tumble. Bedanya ini yang kelipat jok kanan dan jok tengahnya juga. Ini juga ada buat napaknya dan ada buat cekokannya juga ya buat pegangan pas napak ke belakang. Oke, duduk di baris ketiga. Headr-nya kita naikin dulu ya biar duduknya lebih enak. Nah, dudukan jok ini ikut berubah nih sudutnya kalau kita ubah-ubah sandaran joknya. Dan buat ukuran jok beris ketiga ini termasuk enak sih ya. Jarak dudukan jok ke lantainya cukup jauh. Jadinya meskipun sudut paha kita masih sedikit naik tapi ini ah sangat-sangat baik. Lebih kayak posisi duduk baris ketiga MPV sih ya dibanding SUV SUV 4,7 man yang biasanya kan baris ketiganya sangat enggak proper tuh buat didudukin. Nice lah ini. Oke balik lagi. Sudut rubah jok ini bisa kita ubah dari paling tegak segini sampai paling rebahnya segini. Ini kalau dibuat paling tegak ruang kepalanya masih ada sisa sedikit ya. Dan kalau dibuat paling rebah emang gak sampai rileks banget. Tapi buat ukuran jok baris ketiga udah cukup santai lah ya. Dan ruang kepalanya emang lebih sempit tapi masih ada sisa sedikit. Malah kalau Mitsubishi bilang di baris ketiga sini headron-nya lebih besar 7 mm dibanding di Xpander ya. Nice lah ruang kakinya ini. Kalau jok baris kedua ini kita geser paling maju. Jelas masih ada sisa ya. Not bad lah hitungannya. Dan kalau digeser paling mundur. Nah ini nih. Kalau biasanya di SUV 3 baris 4,7 manan kan udah enggak ada sisa ruang kaki sama sekali. Itu di Destinator ini pas-pasan ya masih ada ruang sedikit banget. Ini lebih panjang 23 mm dibanding di Xpander ya. Makanya masih muat meskipun jok bar keduanya dimundurin mentok. Jadinya kalau ada orang dewasa badannya gede kayak kita gitu ya pengin duduk di sini ya masih bisalah majuin setengah jok depannya kayak gini. Nice ya. Ruang gerak sepatunya enggak terlalu luas tapi masih aman ya. Kaki kita masih bisa gerak. Sandaran tangan di pinggir kanannya plastik jadi agak keras tapi ujungnya dimiringin ya jadi masih enak. Yang di sebelah kiri juga sama ya. Meski emang jendelanya sayangnya agak kecil aja ya. kas-kasnya SUV 3 baris gitu. Jadi emang ada kesan klaustrofobiknya duduk di sini. Tapi not bad lah. Jauh lebih baik dibanding apa yang kalian ekspektasikan buat sebuah SUV 4,7 man. Tujuh detail fitur. Fiturnya Destinator termasuk banyak ya. Kita bahas yang ada di trim top premium dulu. Pada dasarnya varian ini dapat semua yang ada di varian top tapi ditambah tiga fitur lagi. Satu si joke driver elektrik del arah yang tadi udah kita jelasin. Du bagasi elektrik yang kita nanti detailin di nomor 9. dan satu lagi sound system premium dari Yamaha yang disebut dynamic sound Yamaha Premium. Jadi ada delan speaker ya, empat speaker depan yang ada dua midbus dan dua twitter yang sama-sama pakai grill bertuliskan Yamaha ini. Dan di belakang ada dua speaker Quxal way ya yang masing-masing ada gabungan woover dan twitter dalam satu casing. Dan ada beberapa settings di head unitnya dari Yamaha buat mengimprove experience-nya. Pertama ada presetnya, ada signature, lively, powerful, dan relaxing. Terus ada opsi surround nih ya, buat mensimulasikan jenis sound-sound di dalam kabin. Ada listening position buat mengoptimalkan suara berdasarkan posisi pendengar dan speed compensate volume yang bisa otomatis naikin volume dan kualitas audionya kalau kita jalan makin kencang dan sebaliknya. Nice ya, selain trim top premium, varian lain speakernya ada enam ya. Nah, nextnya kita bahas yang top trim ya. Yang baru pertama kali di Mitsubishi Indonesia ada My Mitsubishi Connect ya. Ini adalah sistem telematics ya yang artinya kita bisa mantau beberapa status mobil dan ngontrol beberapa fungsi mobilnya dari manaun via smartphone kita selama ada koneksi internetnya. Fungsi utamanya Mitsubishi Connect ini ada tiga ya, safety, security, dan convenience. Safety yang paling keren ya. Jadi di dalam Destinator ini ada tombol SOS yang bisa otomatis hubungin call center Mitsubishi seandainya terjadi keadaan darurat. Nice ya. Dan ada juga yang bisa otomatis hubungin call center seandainya kita terjadi kecelakaan dan sampai ada airbag yang mengembang. Okelah ya. fitur security misalnya kita dapat notifikasi kalau kendaraan kita dicuri dan ada beberapa alarm yang bakal kita dapat di HP kita kalau mobilnya kita dipakai di luar tempat yang kita tentuin atau di luar waktu yang udah kita tentuin. Dan terakhir fitur convenience ini misalnya buat lihat kondisi mobil kita di mana, status dan kondisi mobilnya gimana dan kontrol beberapa fungsi kayak remote start AC, nyalain lampu dan klakson buat nyari mobil di parkiran yang besar dan sejenisnya ya. Lanjuter yang trim top dan top premium dapat panoramic sunroof ya. Ada atap kaca yang gede gini. Lebarnya 87, cm nih kacanya dan bagian kaca bisa kebuka sepanjang 34,7 cm. Nah, buka tutupnya bisa pakai tombol fysikal di overhead conso gini kayak biasa atau yang unik bisa dari head unit sini ya. Dan ini komplit ya, kita bisa buka tutup kacanya atau mau tilt atau ada comfort juga buat buka setengah atau dibuka pakai slidernya juga bisa. Sunshat-nya juga bisa diatur detail dari sini. Nice lah ya. Lanjut AC-nya. Dual zone auto climate control nih alias suhu AC depan kiri dan kanan bisa dibeda-bedain ya. Suhu paling dingin 18 derajat celcius dan paling panasnya 32 derajat. Jadi ada heaternya ya. Ada mode dry juga buat ngurangin kelembaban kabin. Ada max cool buat langsung nge-set semua ke paling dingin. Dan ada memori nih. Jadi kita bisa nge-set konfigurasi AC favorit kita dari semburannya fan level sampai temperatur masing-masing. Terus kita klik dan tahan memori ini buat simpan. Dan kapanpun mau recall opsi tadi tinggal klik aja sih memorinya. Ada buat arin angin ke kaki tentunya difoser kaca depan dan di fogor kaca belakang juga lengkap ya. Oh dan AC ini juga ada display bisa dilihat di head unit dan tiap kita ubah-ubah sesuatu pakai kontrol fisikal yang di bawah nanti di head unitnya bakal muncul infonya juga ya. Oh dan kayak di XForce Destinator juga punya ventilasi yang posisinya di bawah setir. Nih simpel tapi ini berguna banget buat bikin bagian bawah badan kita enggak keringetan ya. Nice sih ini. Nah, karena ini seven seater jadi dapat double blower ya. Dan posisi ventilasi AC-nya pun proper. Yang di baris kedua ada di plafon kiri kanan gini yang bisa diatur masing-masing. Dan yang di baris ketiga ada di depan penumpangnya ya. Nah, ini buat mati nyalain blower belakangnya. Kontrolnya ada di baris kedua yang ada layarnya sendiri ini. Nice lah. Lanjut spion tengahnya. Varian top ke atas auto diming. Jadi kalau silau dia bakal meredup ya, menghijau gini supaya kita enggak kesilauan. Nice. Sedangkan varian tengah ke bawah pakai day and night manual gini ya. Lampunya trim top dan top premium. dapat lampu otomatis dan ada pengaturan ketinggian lampunya juga. Sedangkan varian di bawahnya lampunya manual gini ya. Wipernya pun yang top dan top premium dapat wiper otomatis. Sedangkan varian lainnya intermittent variable. Rem parkirnya elektrik buat aktifin tinggal tarik aja. Dan nonaktifinnya tinggal tekan sambil injak pedal rem. Dan ada auto hold juga buat nahan rem pas kita lagi berhenti biar kita enggak perlu nahan pedal remnya terus-terusannya. Lanjut. Ini kuncinya Destinator dari varian paling bawah sampai yang top trim. Sedangkan ini remote kuncinya yang trim top premium. Bedanya cuma ada tombol bagasi elektriknya aja ya. Semua ada passif kill entry atau Mitsubishi nyebutnya Kos alias skill operation system. Jadi kalau mobilnya kekunci, remot-nya tinggal dikantongin, dekatin mobilnya dan klik tombol hitam ini di pintunya dan kuncinya kebuka. Spionnya juga langsung kebuka tuh ya. Dan buat kunci lagi tinggal klik lagi aja tombol hitamnya. Pintunya kekunci lagi dan spionnya juga ketutup lagi. Dan spion lipat otomatis ini bisa kita mati nyalain dari setting set unitnya ya. Sedangkan buat lipat sendiri pakai tombol yang ini tentunya ada tombol start stop mesin juga yang posisinya ada di konsol tengah sini ya. Inputnya di depan ada satu powerlet 12 volt, 1 USB port dan 1 USB type A. Di baris kedua ada 1 USB type C dan satu type A juga. Dan khusus di varian tengah ke atas, baris ketiga juga ada ya satu type C dan satu type E. Mantap. Tombol di setirnya yang sebelah kiri ada pengaturan audio dan mid ya. Sedangkan yang sebelah kanan khusus top trim dan top premium. Ada buat adaptive cruise-nya, telefoni, voice comand, dan tombol kamera. Sedangkan yang varian bawahnya bedanya buat atur cruise control standar aja dan gak ada tombol kameranya ya. Jendelanya yang driver auto up down. Oke, lanjut instrumen clusternya yang varian tengah ke atas dapat TFTLC di 8 inci nih yang animasinya cakep ya pastinya lain. Ada dua tema yang bisa dipilih nih di settings tipe tampilan ini. Satu yang tampilan speedometer dan takometer di atasnya dengan info tengahnya lebih kecil dan satu lagi yang takometernya lebih kecil di bawah dan info tengahnya lebih gede. Ada tombol di kanan sini buat ubah-ubah brightness layarnya ya. Oke, info di tengahnya lengkap banget sih ya. Pertama ada layar info dari Trimeter 1 yang ada konsumsi BBM rata-ratanya, konsumsi real time dan kecepatan rata-ratanya, terus ada info dari tripeter 2 dengan info yang serupa, ada layar indikator ECO dan ada layar skore eco driving. Nah, geser ke kanan ada layar beberapa info mobil nih kayak sisa jarak berkendara dan trimeter A, terus trimeter B dan ada indikator active view control sekaligus wheel control. Geser kanan lagi ada kompas. Geser lagi ada layar media. Geser lagi ada layar safety assist. Terus geser lagi ada layar warning. Dan geser lagi layar settings. Di sini ada settings gak ditema tadi. Ada buat matiinya speedometer dalam satuan lain. Ada buat setting system safety plus diamond sense-nya rem otomatis, blind spot warning, fre crossfic alert, sensor parkir dan lead car departur notification dan stability control. Terus ada buat atur alarm pengingat udah berkendara setelah sekian jam. Ada buat atur bunyi lampu sein yang pertama kayak gini. Dan yang kedua kayak gini dan buat ganti bahasa dan buat ganti satuan unit dan ada buat pengingat servisnya. Dan terakhir head unitnya varian top dan top premium dapat head unit layar lebar kayak gini ya 12,3 inci gede nih ya. Nice. Sedangkan varian tengah ke bawah pakai hatch unit 8 inci gini. Oke kita detailin yang 12,3 inci tadi ya. Di bawah ada shortcut tombol kapasitif kayak volume dan home gitu. Nah, home screen atau layar utamanya modelnya tampilan tiga widget gini ya yang bisa kita pindah-pindahin juga sih ya. Jadi kita bisa ngelihat nih tiga hal sekaligus di dalam satu layar. Di kiri juga ada beberapa shortcut menu dan di sebelah kanan juga ada ya ada wireless Apple CarPlay dan Android Auto. Jadi kalau sambungin iPhone kita gini misalnya yang bisa tanpa kabel, nah nanti bakal munculin interface yang lebih familiar gini dan ini bisa pakai aplikasi kayak Apple Music, Spotify, Google Maps, Waze, dan lain-lainnya. Dan pas awal setup koneksi HP-nya, kita juga bakal ditanya mau pakai CarPlay atau Android Auto atau pilih weblink alias buat mirroring layar HP kita ya. Lanjut. Media lain yang bisa dipilih ada Bluetooth, USB, iPod connection, dan radio ya. Oke, ada aplikasi multimeter yang bisa nampilin banyak banget data, ya. Yang menu Adventures ini ada widget GPS yang nunjukin ketinggian kita dan posisi titik latitude, longitude yang akurat. Terus ada widget tilt angle yang bakal nunjukin detail kemiringan horizontal dan vertikal mobilnya dalam derajat. dan ada widget kompas yang sekaligus nunjukin suhu di luar. Terus lanjut ke menu reliable. Ini ada widget tingkat kemiringan setir seiring kita belokin setirnya. Terus ada widget active control yang bakal nunjukin ketika fitur AYC-nya bekerja. Dan widget traction control yang nunjukin ketika sistemnya aktif dan sudut belokan bannya juga ya. Menu responsif ini ada widget boost meter turbonya, gmiter yang bakal bereaksi pas kita jalan, dan widget konsumsi BBM rata-rata dan instan. Menu driving skor ini ada skor yang bakal dikasih di setiap sesi berkendara kita. Dan menu customized ini ada widget voltaseaki aki, jam, dan overall skor berkendara. Lanjut ada aplikasi wallpaper player. Nah, ini kayak di XForce juga ya. Jadi selain wallpaper biasa di Destinator ini juga ada live wallpaper atau wallpaper bergerak kayak misalnya yang pohon Sakura di depan Gunung Fuji ini atau orang mendaki gunung lewati lembah ini atau ubur-ubur ini unik ya. Lanjut menu ambient lighting yang sebelumnya tadi kita bilang detail banget ya karena bisa diatur warna dan brightness ambient light buat masing-masing skenario. Enggak cuma satu skenario doang. Lanjut aplikasi sunroof. Nah, ini buat buka tutup sunroof dan Sunchei tadi ya. Aplikasi USB foto sini buat lihat-lihat foto dari USB. Terus ada aplikasi jam buat lihat jam dalam berbagai macam gaya. Nah, aplikasi vehicle information ini juga unik banget ya. Di dalamnya ada menu Evionix yang bakal nunjukin detail info mobilnya ala di pesawat. dari temperatur, barometer, kemiringan setir, rem, indikator coolent, injeksi bensin, pedal gas, dan beberapa info lagi. Menu altitude ini bakal ngasih lihat ketinggian kita dan temperatur luar. Driving skore kayak yang sebelumnya tadi, fuel ekonomi buat lihat sejarah konsumsi BBM, dan Eco Sore detail sejarah berkendara Eco kita. Lanjut ya, aplikasi kamera ini buat buka kamera 360 derajat-nya. Menu AC ini buat ngasih lihat detail AC-nya. Drive mode buat ganti mode berkendara. Mitsubishi Assistance buat sambungin kelainan Mitsubishi Connect tadi. Dan menu maintenance ini bakal ngasih lihat detail buat ngingetin kapan ganti oli dan filter oli selanjutnya, kapan perlu rotasi ban dan bahkan kita bisa nambahin variabel sendiri ya misalnya kapan kita harus ganti aki gitu. Lanjut ke settings. Yang setting standar ini buat settings head unit standar ya dari Bluetooth dan Wii-nya. Terus buat ganti wallpaper buat atur kamera, atur layar, atur detail yang mau ditampilin di depan apa aja. Ada buat kurangin noise radio juga settings audionya. Ada buat atur driving score, atur notifikasi. atur bahasa dan perintilan standar lainnya. Dan terakhir, settings kendaraan atau vehicle settings. Pertama ada settings Kos atau keyless entry-nya. Ini bisa atur feedback lampu seinnya kalau kita buka kunci mau nyalanya gimana dan atur feedback bunyi bip-bipnya kalau buka tutup kuncinya. Setting swiper isinya buat aktifin wiper belakang otomatis nyala kalau kita masuk gigi mundur pas wiper depannya lagi aktif. Settings lighting ini bisa buat atur voluming home dan welcome light. Settings turn signal ini buat mati nyalain one touch triple turn signal. Settings power door locks ini buat atur kunci ulang kalau habis kita buka kunci mobilnya tapi pintu mobilnya gak jadi kita buka gitu ya. Dan settings others ini buat atur spion lepat otomatisnya dan buat otomatis matiin aki kalau kita ada di sistem ACC terlalu lama. detail safety. Fitur safety-nya Destinator ini juga termasuk lengkap ya, apalagi di top trim dan trim premium ya, yang ada fitur ADAS atau advance driver assistant system yang Mitsubishi sebut Diamond Sense. Sama kayak di XForce, Diamond Sense di Destinator ini memanfaatkan kamera di balik spion tengah ini, radar di depan sini, dan dua sensor yang sembunyi di balik kiri kanan bumper belakang. Dan Mitsubishi mengklaim Diamond Sense-nya di Destinator ini dirancang untuk traffic Indonesia. Jadinya beberapa fungsi otomatisnya enggak bersifat terlalu mengagetkan dan lebih bisa beradaptasi di situasi jalanan yang sangat padat. Pertama ada forward collision mitigation system yang bakal mendeteksi dan kasih peringatan kalau ada kemungkinan nabrak objek di depan dan bakal ngerem otomatis kalau enggak kita gubris. Ada juga adaptive cruise control yang artinya selain bisa nge-set mobilnya buat jalan konstan, bisa juga nge-set buat ngejaga jarak sama mobil di depan kita. Jadi kalau mobil di depan memelan, kita bakal ikut memelan tanpa kita perlu injak pedal rem. Dan pas dia kencang lagi, kita juga bakal ikut kencang lagi sampai kecepatan yang sudahah kita set tanpa kita perlu injak pedal gasnya. Ada leading card departure notification yang bisa ngasih peringatan kalau pas kita lagi berhenti, mobil di depan kita tiba-tiba jalan supaya kalau kita lagi terdistraksi bisa langsung sadar dan ikut jalan juga. Ada automatic high beam yang bisa otomatis mati atau nyalain lampu jauh buat menyesuaikan tingkat penerangan di sekitar. atau terdeteksi enggak ada kendaraan yang berpotensi kena silau di depannya. Dan ada blind spot warning yang bakal nyalain indikator di spion pas terdeteksi ada objek di titik buta. Lane change assist yang bakal ngasih peringatan kalau kita nyalain lampu sein ke arah yang ada objek titik butai tadi itu. Dan ada rear cross traffic alert yang ngasih tahu kalau ada mobil datang dari kiri atau kanan belakang pas kita lagi mundur. Fitur kayak lampu otomatis atau auto headlight tadi dan wiper otomatis atau auto rain sensor juga Mitsubishi sebut masuk ke set diamond sense ini ya. Lanjut safety yang lebih basic. Airbag-nya varian yang entry dan mid dapat 4 airbag. Dua airbag depan dan dua airbag samping ada di samping kedua jok depan. Sedangkan varian atas dan varian premium ada en airbag-nya. Tambahannya lagi ada di dua airbag pilar yang memanjang. Rem depannya cakram ventilasi dan rem belakangnya cakram. Tentunya sistem rem ABS, IBD, dan brak assist komplit ya. Ada TCL atau traction control dan ASC atau active stability control. Keduanya buat menjaga traksi dan kestabilan mobilnya. Dan kayak di XForce juga di sini buat nonaktifinnya dari mid langsung. Ada juga active control atau AYC yang awalnya dulu dikembangkan buat Lancer Evo ya. Ay ini bakal ngebuat mobil lebih stabil pas menikung ekstrem dengan cara ngerem ban depan sisi dalam sesuai jumlah yang dibutuhkan supaya rol pas ngelakuin tikungan ekstrem itu berkurang drastis. Alias mobil yang enggak keguling sekaligus real time effect-nya itu bakal ngurangin under stearnya. Ada heill stasis yang bisa ngeremin mobil beberapa detik pas kaki kita pindah dari pedal rem ke pedal gas waktu mau jalan lagi setelah berhenti di tanjakan. Fungsinya supaya pas mau jalan lagi mobilnya enggak pakai merosot dulu. Sensor parkirnya ada empat titik di belakang yang terintegrasi gini dan di depan juga ada empat titik lagi. Nice ya. Dan ini bisa dimati nyalain dari mid ya. Plus ada indikatornya juga di instrumen clusternya. Kameranya semua varian dapat kamera mundur. Tapi varian teratas dan varian premium dapat tambahan kamera di depan sini dan di masing-masing bawah spion ya. Jadi dia bisa ngebentuk gambar 360 derajat sekeliling mobil gini yang pilihan angl-nya ada banyak dan ada tombol juga di setirnya buat langsung akses kameranya ya. Ada indikator seat belt setiap jok yang posisinya di overhead consoles ini dan tentunya ada dudukan isofix di jok baris kedua buat pakai child seat dengan lebih mudah ya. Sembilan bagasi dan storage. Bagasi Destinator di kebanyakan varian manual ya buat bukanya nyambung sama passif kill centry-nya. Kalau mobilnya lagi dikunci, kita cukup kantongin remote-nya. Dekatin mobilnya dan klik tombol panjang yang sebelah kiri sini dan pintu bagasinya kebuka. Dan setiap kunci pintu lain juga kebuka ya. Nah, khusus yang varian optional alias trim premium, bagasinya elektrik dan cara bukanya bisa dari remotes ini ya. Klik unlock dulu dan klik dua kali yang tombol buka bagas ini dan dia bakal kebuka. Buat tutup lagi juga klik dua kali lagi ya. Kalau dari dalam bisa klik tombol di kanan dashbor sini buat buka atau tutup. Bisa juga klik langsung tombol yang di pintunya dan dia kebuka secara elektrik. Dan ada fitur handsf dengan kick sensor juga ya. Kalau kuncinya kita kantongin, kita tinggal dekatin mobilnya dan pakai gaya tendang ke bawah mobilnya gini dan bagasinya bakal kebuka dan bisa juga dipakai buat tutupnya. Oke, detail bagasinya ini kalau setiap jok lagi dibuka ya cukup okelah buat sebuah SUV 7 seater seukuran gini. Bibirnya termasuk lebar bawahnya sedikit menyempit di atasnya tapi enggak masalah. Nah, kayak kebanyakan SUV jarak bibirnya ini dari tanah termasuk tinggi ya. Jadi kalau angkat barang berat pasti bakal lebih sulit. Tapi enaknya lantainya rata sama bibir bagasinya ya. Jadi kalau mau keluarin barang tinggal langsung tarik aja. Detailnya di sebelah kanan sini enggak ada apa-apa. Paling ada lubang aja di bawahnya ya. Dan di sebelah kiri sini ada kompar teman gini nih. Isinya dongkrak dan tulit yang rapi di dalam sini. Nice. Dan ada lubang juga di bawah lantainya pakai kompartement tiga kotak gede-gede gini kayak di Xpander ya. Jadi masih bisa masukin barang yang enggak bisa diintip dari luar. Dan yang tengah ini kalau dibuka buat turunin ban serp. Nih ban serapnya sendiri ada di bawah mobilnya dan modelnya space saver ya. Lanjut. Jok baris ketiga ini bisa diatur sudut recline-nya. Kalau dibuat lebih rebah bakal bikin ruang bagasinya lebih kecil tapi penumpangnya lebih rileks duduknya ya. Sedangkan kalau dibuat lebih tegak ya sebaliknya ya. Oke. Kalau mau luasin kapasitas bagasi jok baris ketiga bisa dilipat pakai konfigurasi 50 bing 50. Bukan pakai tali yang di bawah sini tapi pakai yang di atas sini. Ya, kalau kita lipat satu kita jadi bisa masukin barang lebih besar sambil tetap duduk satu orang di baris paling belakang. Dan kalau lipat dua-duanya, kapasitasnya jadi jauh lebih besar. Sini nice ya. Nah, kalau mau luasin kapasitas lagi, jok baris kedua bisa dilipat pakai konfigurasi 40 bing 20 bing 40. Artinya dia bisa dilipat yang tengahnya aja kayak gini. Nah, kita jadi bisa masukin barang yang sangat panjang sambil tetap duduk berdua dengan nyaman di tengah ya. Meski emang kalau lipat yang tengahnya sini dia enggak terlalu rata tuh lantainya. Kalau mau lebih rata dan masukin barang panjang lebih besar, kita bisa lipat yang sebelah kiri aja sini ya. Nah, kayak gini. Atau kita bisa lipat semuanya sekaligus juga. Dan kapasitas bagasinya jadi jauh lebih besar kayak gini ya. Dan ini lantainya rata nih cuma sedikit nanjak aja. Jadi kita bisa masukin barang yang panjang dan besar sekaligus kayak kasur gitu ya. Nice. Buat tutupnya dijin handle kayak gini di kanan dalam dan buat langsung kunci semua pintu lagi bisa klik tombol yang kecil di sebelah kanan sini. Sedangkan buat tutup bagasi yang trim premium tadi ada tombol buat tutup secara elektrik biasa dan ada satu lagi buat tutup sekaligus kunci semua pintunya sekalian ya. Dan ini sisa storage di dalam kabin. 10. Detail-detail lain kayak Xpander, Xpander Cross, dan X Force juga Destinator ini langsung dirakit lokal ya di pabrik Mitsubishi di sini. Dan kerennya kayak XForce juga, Destinator ini pun World Premier alias perdana dunianya di Indonesia. Ini keren sih ya. Nah, kalau buka cup bensinnya ada tulisannya ya direkomendasikan mesin ini pakai bensin dengan Octanron 95. Artinya di sini bisa pakai Shelie Power, BP Ultimate, Vivo Revo 95 gitu-gitu ya atau yang 98 kayak Pertamax Turbo misalnya. Tapi ada tulisannya minimal bisa pakaian RON 90. Artinya kalau enggak nemu RON 95 tetap bisa pakai yang 90 ya, kayak Pertal Lite atau Vivo Revo 90 gitu. Nice ya, mesin turbo gini masih bisa pakai RON 90. Sedangkan buat garansi dan program service waktu kita keluarin video ini belum ada detailnya dari Mitsubishi. Kalau udah ada nanti kita update di kolom komentar ya. Dan Destinator ini juga bakal hadir di Georb. dan di kota-kota lain juga. Buat info lengkapnya, kalian bisa cek website Mitsubishi deh ya. So, soal Mitsubishi Destinator ini, silakan sampaikan komentar kalian di bawah, klik like dan jangan lupa subscribe ke channel YouTube Karmudi Indonesia supaya ketinggalan sama video-video kayak gini lainnya. See you next time.

Lihat di YouTube