AKHIRNYA WULING DARION EV SAMPAI JUGA KE RUMAH! (YouTube Video)
Yes, akhirnya wooling Darion EV nyampai juga ya. Dan rencana mobil ini akan menggantikan unit wooling Cortes yang gua punya buat direntalin ya. Karena gimana enggak tergiur ya. Ini mobil EV seven seater yang proper panjangnya 4,9, lebarnya 1,9 m. Harganya cuma 419. Karena mobil dengan dimensi segitu itu dimensinya sama kurang lebih panjang lebarnya kayak Alpard tapi harganya berapa bisa dapat Alpard 4 biji gua rasa ya 419 dan startnya 360 untuk 1500 pembeli pertama ya jadi harganya reasonable banget nah akhirnya kita ngambil ini juga salah satunya kemarin kita punya Cortes gua udah pakai dari tahun 2019 awal ya 2018 akhir dan gua udah bikin videonya tentang apa aja masalahnya, apa aja kurangnya, dan bagaimana ngerawatnya selama 4 tahun terakhir. Waktu itu gua bikin videonya kalau enggak salah 2023 ya, itu udah gua bikin videonya secara lengkap di sana. Karena kelemahan kita kalau misalkan ngebahas mobil karena kita minjamnya paling cuma 3 hari, 4 hari atau paling lama seminggu lah. Jadi kita cuma bisa ngeres mobil beberapa saat aja kita bikin videonya, habis itu kita tayangkan. Tapi kita enggak bisa bahas tentang gimana after self service ya dan kawan-kawan. Kecuali mobilnya kita beli dan kita pakai lama. Dan enggak mungkin semua mobil kita pakai lama kan. Jadi mobilnya kita rentalkan juga karena emang kebetulan ada autonet car. Nah, ini mobil akan kita taruh di Autonet R car juga tapi untuk awal-awal gua akan pakai dulu ya. Nah, jadi ini adalah Wooling Darion atau Corttex Darion tipe EX yang paling tinggi. Dan menariknya adalah ini mobil harganya dibandingkan dengan yang PV jauh banget ya. Yang PV itu hampir Rp500 juta, yang ini 419. Jadi bedanya sekitar ya 6070 jutaan lah ya. Lumayan. Nah, sedangkan kalau yang EV itu jaraknya 540 km menurut CLTC. Nah, CLTC KDC itu kurang lebih bedanya sedikit ya. Kalau misalkan mungkin CLTC-nya 540, NEDC-nya mungkin sekitar 520 kali. Tapi kalau dibandingkan dengan WLTP kayak punyanya Ionic 5 itu jauh. Mungkin kalau 540 CLTC eh WTP-nya sekitar 450 km ya karena bedanya segitu. Dan secara baterai dia juga mirip kayak Ionic 5. Dia 69 kWh. Jadi hampir 70 kWh. Dan kalau kita lihat dari depan yang EV dan PHV itu bedanya di grill ya. Kelihatan beda. Dan EV ini lebih clean. Gua lebih suka yang EV sih dibandingkan dengan PV kalau secara desain. Dan warna putihnya ini bagus. Warna putihnya tuh kayak ada lembayungnya kebiru-biruan ya. Dan mobil ini sepertinya cukup aerodinamis karena dari sini tuh berlubang bolong sampai ke samping ya. Lampunya bagus. E malam juga terang. Gua udah coba di malam hari ada corner lemnya juga. Jadi kalau kita belok atau pakai lampu sein dia akan nyala nyala ke samping kiri atau kanan. Nah, terus juga kita lihat kuncinya dia kurang lebih mirip kayak punyanya Alves ya. Cuman ada tambahan dua ya karena ini buat buka pintu sebelah kiri. Nanti kebuka seperti itu. Pintunya kebukanya agak sedikit lambat sebenarnya, tapi oke. Dan dia cukup lebar ya. Kalau mau tutup tinggal dipencet lagi atau kita tarik dari sini aja dia otomatis langsung nutup juga. Nah, pelegnya dia 17 inci dan pakai ban 2155. Bannya sendiri dia pakai mereknya Leao. Ada gambar macannya. Harusnya Lion ya. Kok Leo ya? Mungkin tuh bahasa Cinanya Lion kali. E gua juga enggak tahu. Sama gua suka pelek ya, desainnya bagus. Sama untuk ininya ada dopnya nih. Jadi kalau kita mau buka ee bautnya kita pakai ini dulu nih. Jadi ini kita tarik ya. Jadi kalau kita mau buka itu kita pencet dulu dari samping dorong. Nah baru kita bisa buka dari sini set. Yah seperti itulah kurang lebihnya dicongkel ya. Ini mobil masih baru banget, jadi plastiknya masih banyak. Dan kita juga dapat ini, ini charger portable-nya. Eh, gua masih cek dulu ke wooling dapat wall charger apa enggak, ya. Kalau dapat wall charger sih agak lumayan karena ini hampir 70 kWh ya. Sama ada oh dia enggak ada ban serep tapi dikasih nih tire inflector sama repair kit-nya sekaligus ya. Terus ada segitiga pengamannya. Ini apa nih? Ada dua nih. Oh, ada first aid sama ada towing kit-nya ya. Ini mobil belum gua apa-apain. Jadi ya masih seperti itu aja ya. Nanti kita copot semua plastiknya juga. Terus ke belakang. Nah ini loh. Gua dulu gua waktu pertama kali wuling masuk gua bilang ini kenapa sih enggak dibikin warna silver? Dulu kan warnanya merah ya. merah tuh terasa agak murah. Dan sekarang katanya yang warna merah logo wolingnya itu cuma dipakai buat yang eh apa? Komersial kayak misalkan Woling Mitra ya yang listrik buat komersial. Terus sama satu lagi wooling formo. Jadi kalau buat passenger itu warnanya chrome seperti ini. Tapi kalau misalkan yang buat komersial warnanya merah dan desain belakangnya seperti ini. Bagus. Buka belakangnya. Nah udah power back door ya. Ini bagasinya itu besar sekali. Jadi bisa masuk ke bawah sini. Ini kita sambil lepas plastik kali ya. Oh, dia bisa rebah banget ya. Dan tengahnya juga ada seat belt nih. Jadi di belakangnya bisa buat bertiga. Yuk, sekarang kita tutup. Halus ya. Enggak ada bunyi ya? Enggak ada bunyi ngek gitu, [tertawa] ada plastik ya. Nih. Ini sebenarnya plat nomor kita ee minta dibuatin Jogja karena kan gua mau pakai selama di Klaten ini ya. Walaupun nanti plat aslinya adalah B karena plat sementara di Jakarta itu mahal sekali. Gua enggak ngerti kenapa R,5 juta buat 1 bulan saja. Dan itu bukan Woling doang ya. Semua brand itu rata-rata buat ngambil plat Jakarta tuh Rp1,5 juta. Tapi kalau di Klaten di itu Rp150.000 ya kalau enggak salah ya. Mobil mobil berapa? Pokoknya ratusan rib lah. Enggak nyampai Rp500.000. Iya. Enggak nyampai segitu. Murah. Kenapa di Jakarta bisa mahal sekali? Padahal sama-sama 1 bulan. A few moments later. Yes. Sudah ya. Ini juga plastiknya ini juga, Mat. Ini belum, Mat. Iya. Ah, head-nya di depan. Oke. Sama ini nih. Plastiknya ini kalau enggak dibuka dia bikin touch screen jadi agak susah ya. Rata-rata semua mobil begitu. Uh tebal banget ini. Ini baru tahu gua ada plastik setebal ini buat ngelindungin head unit. Nah ini kan baru tipis nih. Itu sampai bisa tebal banget tuh. Langsung beda ya gambarnya ya. Kalau di kamera mungkin enggak kelihatan ya. Oke, set. Wih, gede banget kacanya. Tapi ini lampunya ketutupan. [tertawa] Eh, ini nih lucu nih detailnya nih. Lihat deh. Dikasih blue sininya loh. Keren loh. Oh, makanya pas nutup dia enggak cetak gitu loh. Ada bluerew-nya. Keren juga. Itu detail-detail yang kecil orang enggak sadari. Set lepas sama yang sebelah sini. Oke, ini free delivery inspection-nya. Gua lagi menunggu orang yang mau menjual e aksesoris buat bagasi depan sih. Karena ini mobil dia tuh enggak ada storage depannya ya. Jadi kalau kita buka di sini dua kali dia kayak BMW. Nah, kita buka ya. Tuh lihat K mesinnya berat seperti biasa nih. Ini lega banget artinya kalau dikasih plastik tutupan ini ke bawah ya naik lagi dikit ke sini ini bisa jadi storage yang sangat amat lega sebesar itu. Sayangnya enggak ada. Oke ini yang agak lucu juga mungkin karena di negara asalnya setir kiri ya. Eh booster rem-nya kalau setir kiri kan ada di sebelah sini. Nah, dia dipindah sebelah kanan tapi tangkinya itu tetap di sebelah kiri. Jadi, dikasih selang lagi sampai ke booster rem-nya, ke master rem-nya, ya. Jadi, lucu. Dan dia punya dua buah coolent. Yang pertama untuk mesin listriknya, satu lagi buat baterainya ya. FWD tuh mesinnya segede gitu. Jadi, ini masih banyak sekali space yang bisa kita manfaatkan tapi bagus loh. Lihat deh. Nih, di-cover peredam sampai ke sini. Di bawahnya ada peredam lagi. Ini peredam loh. Nih tebal loh. Sampai di atasnya ada peredam lagi. Detail-detailnya diperhatiin ya. Gua suka. Yuk, sekarang kita masuk dalam lagi. Terus baris keduanya ya. Ini buat naik ke atas ini tuh agak sedikit tinggi ya. Jadi kalau misalkan dikasih step lagi mungkin lebih enak. Tapi kita dapat pegangan tangan di sebelah sini. Jadi buat akses ke belakang tuh gampang. Nah kita duduk. Udah nyala nih pendingin kursinya. Tapi sayangnya dari belakang ini kita enggak bisa matiin pendingin kursi. Dari mana ya? Coba kita tutup. Ada bunyi tut tut tut tut tut tut. Enggak ada tombolnya ya. Dia elektrik loh. Ini cuma elektrik cakep. Lightroom sih gede banget. Atasnya pun juga gede banget ya. Tapi kenapa enggak ada buat matiin ininya ya pendinginnya ya? Kayaknya kalau dikasih tombol tambahan akan lebih bagus deh. Iya loh. Enggak ada loh tombol buat matiin ventilated seat buat tengah. Ini lampu lampunya bagus LED juga. Enak sih mobilnya. D belakang pun juga enak. Tadi gua udah coba. Eh. Cuma kenapa ventilated seat-nya enggak ada tombol di sini? Ya, sama buat yang pengin ngecas di belakang ini ada colokan USB dua biji. Dan buat naruh HP-nya bisa ditaruh di bawah sini. Nah, nih belakang kalau dikasih meja makan juga lucu nih. Kalian bawa misalkan ke Om Ferry, taruh meja makan, tek. Jadi kalau makan tuh ada tatakannya gitu atau buat main HP atau semacamnya. Cakep. Ini tombolnya kurang lebih sama kortes yang lama sama nih buat AC belakang. Taruhnya di sini dia. Oke, kita buka. tut tut tut tut. Oh, ini tutupan sunroof-nya tadi ada plastiknya udah dicopot ya. Nah, terus dia tuh ada dong buat Android Auto sama Apple CarPlay. Jadi bawaan dari aplikasi ininya tuh dia enggak ada. Kenapa? Setahu gua ya, beberapa pabrikan itu gak mau pakai Android Auto sama Apple CarPlay karena kita harus bayar lagi license ke Android-nya, ke Google ya kan. Nah, ngakalinnya gimana? Sama dia dikasih e-box ini. Jadi kan ebox ini yang bayar nih ya. Mendingan beli ebox tambahin. Waktu di pameran gua lihat tuh ebox-nya ada di sini nih. Jadi ini kan kecil ya, enggak terlalu gede. Dikasih bok melintang begitu. Nah, itu rawan patah enggak sih? Nah, ternyata sama Woling ketika sudah masuk versi produksi sama dia ebox-nya ditaruh di sini nih. Nah. Nah. Nah, ini nih dia nih. Nah, ditaruh di sini. Jadi kita cukup taruh di sini aja. Kita sembunyiin ya. Oke, langsung kita bisa pakai Android Auto sama Apple CarPlay-nya. Dan kemarin sih gua pakai sekilas ya, karena belum pakai lama kan. Ini bagus sih. Nih, coba. Nah, masuki box yang di sini. Android Auto. Eh, nyalain Bluetooth-nya. Ini kita biasanya lepas casing dulu. Kenapa? Karena ini kan ada besinya tambahan nih. Kalau dikasih wireless charging besinya panas banget. Carletterah masuk langsung connect ya. Dan ini kita tinggal tempel di sini, dia langsung superf wireless charging 50 watt. Jadi kencang. Nah, sama di sini kan ada tombol buat AC ya. Ini buat pendinginnya seberapa kencang kipasnya sama yang kanannya ini itu untuk berapa jir ya. Tuh, jadi dia panas sama dinginnya itu namanya pakai jar bukan pakai temperatur. Nah, lucunya adalah di sini nih ada tombol kita bisa atuh dari sini juga. Jadi mau tambah kencang tuh bisa dari setir juga. Temperaturnya pun juga bisa diatur pakai dari setir sini. Nah, untuk kamera 360 awalnya gua wah susah kan. Tapi di sini ada tombol tinggal dipencet langsung jadi kamera 360 dan dia sudah bisa jadi ini loh jadi apa namanya transparan ya. Dia bisa diatur jadi transparan. Nah, ini bisa matiin transparannya di sini jadi kelihatan mobilnya ya. Bisa dinyalain bisa diaktifin jadi turn signal juga ya. sama ada L speed on. Ini apa nih? Lane speed on. What is that? Stir 60. Jadi kalau kita belokin 60 derajat dia akan berubah. Ya, gua matiin aja L ya. Enggak perlu kan wheel. E kiri, kanan, left, right, rear, front. Oke, bisa dilihat semua. Tapi enggak bisa dibikin muter-muter ya. Dan kameranya dipakai di malam hari pun juga masih bagus ya, masih cerah. Oke, tutup. Nah, kalau mau home tinggal diginiin aja. Ini kita masuk ke home. Nah, ada Bluetooth music, USB, radio, vehicle settings, ya. Di sini ada lighting-nya dan dia ada pengatur ketinggian lampu ya. Kalau gua sih pakainya yang mid, kalau high-nya terlalu tinggi ya. DRL limiternya juga bisa diatur, ya. Ada driving juga. Nah, IPS mode gua pakai yang sports. Kenapa paling berat? Rasanya paling enak. Break pedil pakai yang comfort ya. Comfort parking, smooth and comfortable parking. Ini dinyalain aja FPB system-nya. Release by stepping on the brake. Ada stability control, auto hold. Cat dari sini. Trailer mode tuh kalau misalkan kita mau parkir bisa di maju mundur ya, didorong ya. Energy recovery-nya pakai comfort aja karena strongnya agak kurang pas ya. Kemudian ada driving mode, ada echo standard sportalization. Oh, bisa diatur seperti ini. Hei, power response-nya juga bisa diatur. Jadi bisa dibikin seberapa halus ya. Nice. Ini bagus banget. Ini bagus banget. Video lock enggak perlu. I have confirm. Oke. Driver assist intelligent driving. Oke. Land the parter warning kita matiin aja. Land keepeping assist. Eh, oke. FCW kita matiin aja ya. Control lift gate belakang. Waper maintenance kalau kita pencet ini nanti dia ke tengah buat kita ganti e wiper ya. Sensitivitynya bisa diatur. Sliding door mode, manual atau power, left door, right door. Ini enggak perlu. Kenapa? Karena di sini ada tombolnya ya di atas ini nih. Jadi kalau kita mau buka pintu kiri kanan ada tombol di sini termasuk sunroof ya. Dan ini tuh, nah dia tuh touch sensitif ada kayak kristal lagi itu di dalam. Bagus ya. Automatic lock dan kawan-kawannya bisa diatur sini. Peps itu apa ya? Peps. Sunroof ventilation enggak perlu ya. Energy. Oke, wir charging, schedule charging, dan kawan-kawan. Oke, ini exstternal discharge-nya juga. Oh, maksimal 10%. Jadi V2L ya, jadi bisa jadi V2L kalau misalkan 20% nanti dia akan otomatis stop V2L-nya. Tapi bisa kita setting juga nih maksimal sampai 10% lah pokoknya. Cocok nih buat yang rumahnya suka mati lampu. Oke, kita back settings ya. Bluetooth connection. Oh, ada wireless network-nya. Display. Oke, instrumen panelnya kita mati kecilin. Oke, kita masuk. Ada light mode, ada dark mode ya. Oke, jadi putih. Bagus sih yang putih sih, cuma gua lebih suka yang dark ya. Ini jamnya salah. Kita ganti kok 14. Nah, Bangkok, Jakarta, Hanoi. Oke, kemudian ada sound ya. Kita bisa atur volume dari beberapa mode kayak navigation, media, call, dan kawan-kawan. Cuma kalau sound effect settings, eh ini mobil udah pakai audio dari DTS, tapi menurut gua audionya masih agak kurang. Jadi kalau misalkan kalian mau enak suaranya harus tambahin subwover kali ya karena bassnya itu agak lemah. Voice-nya juga dia ada Halo Woling, saya mendengarkan. halo Woling Sen saya di sini. Oke. Oh, ada ininya. Seat belt reminder, low battery, fatic driving reminder. Kita matiin aja ya. English Indonesian. Halo Woling. Nah, ini kita rubah ya voice language-nya ke English ya. Halo Woling. Oh, coba jadi Indonesia deh. Oke. Halo Wuling. Oke. Nih. Hai. Apakah aku terlihat cantik hari ini? Hah? Kok genit sih? Skill center. Oh, kita bisa tahu nih ada apa aja. Open vehicle increase voice. Wah, oke. Dan kawan-kawan dan kawan-kawan ada banyak sekali ini. Ada wakeup word-nya bisa diganti ya, tapi enggak bisa dipencet. Sistem link OS factory set dan kawan-kawan sudah selesai. Jadi menunya kurang lebih seperti itu ya. Scene mode pad, cam, nap, range snow. quick fan ya pet mode ini. Jadi kalau misalkan kita ninggalin peliharaan anjing, kucing atau semacamnya dia AC-nya bisa-bisa nyala tapi di luar kita kunci. Kalau nepap mode kita bisa buat tidur di dalam mobil ya. Ee tapi mobilnya kita kunci dari dalam bukan dari luar. Camping mode apa bedanya? Ada rain snow, ada quick fan. Stay tune. Oke, mungkin nanti buat update berikutnya sama di menu AC sini ya. Dia tuh ada buat seat karena kita bisa nyalain ventilated seat tapi buat di kursi belakang. Jadi kalau misalkan belakang itu pengen ada kipasnya ya dari kursi biar adem, dia ada dan dikontrol dari depan. Dari belakang di mana controllernya buat yang belakang ya. Ventilated seat tapi buat belakang. Itu tombolnya di mana, Mat? Sebentar ketemu enggak? Belum ketemu. Gua juga enggak ngerti sih. Dicari-cari enggak ada ya? Belum. Belum ketemu. Kita belum terlalu ngulik mobil ini sih. Emang harus diulik dulu, cuma so far udah nyala nih. Gara-gara depannya kita pencet. Yuk, wis yuk kita jalan-jalan. Gimana rasanya si Woling Darion EV ini. Let's go. Ini mobil pertama kali gua ketemu itu gede banget dan ketika nyetir juga rasanya dia tuh panjang, lebar. ujungnya tuh ada kelihatan kap mesin sedikit, tapi bisa dibilang hampir enggak kelihatan sih. [tertawa] Dan mobil ini sebenarnya posisi duduknya udah pas udah enak ya. Setirnya juga ukurannya pas gitu ya, digenggem enak. Eh, si teleskopiknya kalau bisa maju lagi sedikit pasti lebih enak lagi. Cuman kursinya dia depannya kurang naik dikit aja ya. Jadi kalau Agejok tuh dia bikin namanya incline kit ya. Buat BYD M6 kayaknya buat Darion mesti bikin incline kit juga karena pas dikasih dikasih incline kit pasti jadi lebih nyaman ya. Terus juga ini mobil gua udah coba pakai berbagai macam mode ya mulai dari sport eh ch normalnya mobil enak sih ternyata. Jadi pas kita coba pedal F-nya itu halus, rem-nya juga halus. Jadi kalau kita pakai mobil ini untuk mendapatkan ee pengendaraan yang halus gitu, misalkan kita punya spopir gitu kan, kita pengin sopir kita bawnya nyaman dong kita duduk di belakang. Nah, ini tuh gampang gitu karena remnya halus, ngegasnya pun juga halus. Dan ketika kita ngrem, dia tuh enggak break dev-nya tuh enggak bikin yang turun ke depan gitu loh. Beda kayak misalkan Innova Ribor gitu kalau kita ngrem kan suka ngedepan banget kan. Ini tuh enggak, ini tuh breaking-nya bagus, dia bodinya tuh tetap stabil ya. Dan meskipun gua bilang tadi pedal gasnya itu halus, tapi mobil ini kencang ternyata. Jadi buat dipakai nyusul, nyalip-nyalip itu enak ya. Tapi kalau kita eh nah inilah yang gua suka salah. Jadi biasanya mobil itu punya transmisi di balik setir pakai tuas itu kan biasanya sebelah kanan ya PRND gitu kayak Mercedes kan sebelah kanan ini dibalik tuasnya di sebelah kiri ya udah gitu tuas transmisinya ya ini mirip banget sama tuas lampu sama tuas se yang di sebelah kanan sini gitu loh jadi ukurannya sama dan dipegang tuh feel-nya juga sama biasanya kalau untuk transmisi tuh dia agak lebih gede dan Mmm. Agak sedikit ke atas sedikit ya. Agak mundur juga gitu. Nah, ini tuh bisa sama. Jadi kadang-kadang gua suka salah pencet ya, yang tadinya harusnya misalkan kita mau belok kanan, tapi kita salah pakai yang kiri kita ke atasin. Jadinya R kan tetap enggak bisa karena kita harus nginjak rem. Nah, gimana kalau kita mau belok kanan kita sambil nginjak rem terus pencet ke atas. Nah, tulisannya vehicle speed to high. Jadi enggak bisa dia shifting. Jadi kalian enggak usah takut, wah nanti kalau ketukar gimana nih? Enggak ada ngaruhnya. Nah, tapi kalau kita pencet bawah ya, pencet dua kali gitu ya, dia jadi intelligent driving assist activated. Jadi adaptive cruise control-nya jadi nyala. Jadi bedanya di situ. Jadi buat activity adaptive cruise control-nya itu dari pencet ke bawah. Nah, dua kali ya gitulah. Nah, kelihatan juga. Nah, ada tuh cruise controlnya. Dia enggak pakai radar, dia pakai kamera di atas sini. Jadi, dia kurang lebih sama kayak punyanya Honda ya, enggak pakai radar kayak Honda CRV gitu kan. Dia pakai full semuanya. Kamera ini pun juga sama. Jadi depan tuh gua cari tuh enggak ada radarnya tapi lumayan bagus ya. Sama kayak Alves atau eh Woling Almas yang baru kan dia juga udah enggak ada radarnya lagi kan. Dia semuanya pakai full kamera. E so far sih so good ya. Pas gua pakai bisa ngikut, bisa ngrem halus, dan akselerasinya pun dia juga halus pas kita pakai ACC-nya. Perdaman kabinnya sepringly juga bagus. Kaca depannya sudah double glass ya. Paling yang berasa itu suara kolong dari depan. Enak sih mobilnya sih. Kita gas. Cus kencang. Tapi dia tuh ee gampang buat slip ya bannya ya. Jadi karena dia bodinya besar, berat, FWD, kita gas e secara spontan otomatis traksinya enggak dapat. Kurang lebih kayak gitu sih. Tapi so far mobilnya enak banget. Lu enggak akan nyangka mobil kayak gini harganya R19. Ini mungkin kalau merek Jepang atau Eropa senyaman ini mungkin udah Rp800 R00 juta kali. Enak sih mobilnya ya. Handlingnya juga bagus untuk sebuah mobil fan 419 loh karena ini mobil gede dan lucunya yang 360 itu dia kan enggak pakai sunroof gak enggak pakai power sliding door kiri kanan enggak pakai power back door Kursinya juga dia belum pakai kulit ya dan enggak ada ventilated seat buat yang di tengah itu Rp360 juta harganya itu udah mepet sama Wooling Mitra EV yang ya range-nya di bawah ini dan namanya mobil barang pasti trondolan kan. Jadi belinya 360 aja kita copot bangkunya itu udah menguntungkan sekali. Dari luar kelihatan keren. Enak nih mobil nih. Kemudian mobilnya juga kemarin gua sempat pakai ke Surabaya sama keluarga rameai-ramai ya. Jadi kita bisa nyobain mobil ini cukup panjang. Ee mobil ini itu sebenarnya nyaman sekali pas kita pakai di bawah 80 atau di bawah 100 km/h ya. suspensinya pas, eh suara kabinnya juga e apa namanya? Kedap gitu ya. Enak mobilnya. Dan ketika kita belok, kita mau keluar tol gitu kan suka ada belokan yang cukup tajam gitu kan. Itu juga body roll-nya masih aman banget, bagus. Tapi ketika kita bawa di atas 110 km/h, di atas 120 atau jalan yang mulai bergelombang, itu baru kerasa mobil ini kurang nyaman. Jadi kalau dibawa pelan enak, dibawa kencang eh suspensi belakangnya terutama ya itu dibaw cepat. Jadi dia agak mantul-mantul di tol. Jadi pas jalannya bergelombang trans Jawa gitu kan begini kan ya. Atau mungkin MBZ gua belum coba ya seperti apa ya. Cuma pas kita bawa kencang ee mobilnya belakangnya tuh enggak anteng gitu, kurang antep. Biasanya mobil berat itu ya mobil segede gini biasanya tuh suspensinya antep tuh. Semakin kencang semakin antep. Tapi ini enggak. Ini justru semakin pelan semakin enak. Semakin kencang belakangnya e lumayan lompat. Terus yang kedua suara depannya ini enggak tahu ya, mungkin kayak kayak biasanya kalau mobil yang kolongnya berisik itu suara dari kolong. Ee kalau suara anginnya kencang itu suara angin gitu loh. Kayak lu bawa Zenix kan suka ada suara angin ya. ini tuh kayak depannya tuh kayak ada suara ban, tapi karena kap mesinnya itu kosong kayak jadi subwoover, jadi depannya tuh agak berisik pas kita bawa 120-an gitu ke atas. Nah, itu aja sih. Jadi pas bawa kencang mungkin menurut gua depan itu harus ditambahin sesuatu ya. kayak misalkan mungkin ee laci buat peredam terus sama mungkin audionya emang kudu di-upgrade sih karena ketika lagi kencang suara depan berisik suara audio dinaikin tapi suara audionya kurang begitu oke ee jadinya malah bising gitu sih. Tapi sisanya sih ini mobil kalau kita bawa buat dalam kota atau ke Jogja Solo deh tanpa lewat tol ini enak banget asli kayak ini beneran nih mobil 419 harga harganya dapatnya begini gitu dan mobil ini juga kencang banget ya jadi kalau kita gas lagi lurusan gini ya wus ini setirnya tuh agak sedikit lari tor setirnya tuh berasa gitu tapi tor setirnya tuh enggak enggak apa enggak enggak yang liar gitu, tapi kayak ngarahnya tiba-tiba ke kiri ke kanan dan setirnya berat. Jadi, tor setirnya tuh agak beda sama mobil lain yang FWD yang tenaganya besar. Mungkin kalau mobil ini tenaganya kecil, tor setirnya enggak berasa karena tor setir tu kayak tiba-tiba ngarahin kita kiri atau kanan gitu. Jadi harus dipegang banget setirnya dan bobot setirnya pas kita masukin ke gua masukin kan ada dua tuh ada yang comfort apa yang sport kalau enggak salah ya. Itu pas gua masukin sport ini bobot setirnya juga pas. Jadi sebagai driver menurut gua ini mobil enak sih ya, cuma enggak bisa kencang aja. Kalau kencang langsung berubah gitu nuansa mobilnya. Tapi so far ini mobil nyamanlah buat keluarga. Kalau kalian tiap hari bawa gitu ya buat antar anak sekolah atau semacamnya. Ini mobil sih pas gitu buat keluarga. Menurut gua dengan harga under 4,5 ya. R50 juta ke bawah. Ini MPV paling nyaman sih. Ini suspensinya nih lewat prosedur ya. Dung dung ya gitu doang. [tertawa] Enak ya. 327 kpa. Eh, ini masih agak kegedean sih. Biasanya gua 220 kpa ya atau sekitar ee berapa 35 psi lah. 34 PSI nih mungkin sekitar. Oke, Google berapa 266 kpa dalam PSI? 266 KP = 38,58 per inci per kegedean. Yang belakangnya malah 327 sama 305. Harusnya kalau kita turunin ini akan lebih empuk lagi. Enak loh mobilnya. Sama ini mobil desain interior tuh bagus ya. Gua suka sama pemilihan bahan-bahannya. Memang di sini masih plastik-plastik keras, tapi bagian yang kena tangan ini ya sampai ke belakang itu semuanya empuk. Terus buat naruh barang-barang juga cukup banyak. Di bawah sini ada storage ya. Di sini juga ada cup holder. Sebelah kanan cup holdernya gede banget ya. Nih e side pocket door-nya tuh gede banget. Sama nih kita buka tuh lihat. soft opening dan cukup besar ya. Tapi sayangnya mobil ini kalau di malam hari itu agak gelap ya. E kalau misalkan dikasih ambiance light itu pasti lebih bagus. Jadi kalau misalkan kalian punya Woling Darion menurut gua modifikasi yang bisa kalian lakukan itu yang pertama e ambiience light deh. Jadi biar malamnya itu jadi lebih syahdu ya. Kedua, so pastinya pasang descam dan kalian bisa pasang descam minta ke Autonet Care aja Jakarta atau Bandung bisa datang ke rumah atau datang ke kantor dipasangin kalian terima beres ya. Mereknya juga ada macam-macam. Terus kalian bisa ke tukang jok depannya dikasih incline kit jadi biar agak naik gitu biar kakinya itu pas enggak gantung. Nah, sama kalau kalian punya budget lebih, kursi tengah dibikin captain seat ala Alpard ya yang bisa tiduran itu sih pasti jadi enak banget. Ya udah sisanya nih mobil menurut gua cukup ini. Cukup banget pokoknya pas habis nyobain mobil ini ya terus nyobain mobil lain gitu ya yang harganya mirip-mirip kok jauh ya sama Darion ya. Jadi setelah nyobain Woling Cortex menurut gua ini sih mobil terbaiknya Woling untuk saat ini. Value harga sama kenyamanan kita enggak ngomongin cuma fitur ya. fitur bisa diadu lah. Jadi semua hal yang nyaman tuh dimasukin ke dalam mobil ini. Ya, itu aja mungkin vlog kita kali ini. Buat teman-teman yang sudah beli Cortes Darion yang EV ataupun PV bisa langsung komen di bawah. Sampai jumpa di video berikutnya. Bye- bye.
