Jungkat

Aksesoris Wajib Buat DJI Osmo Pocket 4P ! (YouTube Video)

  • 27/08/2026

Bayangin ya, DJI Pocket saya ada di sana, tapi saya tetap bisa preview pakai DJI Remote, tapi enggak saya pegang. Jadi, dipakai di jam tangan kayak gini. Beh, deh. Ini kan misalkan saya mau ke mana-mana, ngikut. Preview-nya tinggal kayak gini nih. Wih, ini on frame enggak? Tinggal kayak pakai jam. On frame enggak? Keren banget. Dan itu cuma salah satu aksesoris 3D print [musik] dari DJI Osmo Pocket. Dan di video kali ini kita akan ngebahas beberapa aksesoris dari DJI Pocket 4P atau P yang bakalan uh bikin kalian ngiler. Pertama, ada case yang super simpel. Nah, buat yang belum tahu si DJI Pocket 4P ini di paket pembeliannya enggak ada case-nya kayak di DJI Pocket 3 atau 3 ya. Jadi, kita harus cari sendiri aksesorisnya. Dan ini adalah versi case yang simpel. Jadi, kalau kalian lihat cuman satu sisi seperti ini. Nah, cara pakainya seperti ini nih. Jadi, di bagian luarnya, di bagian yang kayak carbon fiber yang ada tekstur-teksturnya [musik] ini ditaruh seperti ini. Jadi, di sini ada kayak semacam gantungan, tinggal ditarik seperti ini. Set. Nah. Terus di giniin. Tuh. Jadi, dia ngelock aman. Nah, ini coba lihat kalau terpasang kayak uh DJI-nya itu kayak sangar banget ya. Dan kalau ditanya aman atau enggak, sebenarnya ya aman-aman aja ya. Tuh. Cuman kalau misalkan kalian takut dengan versi yang seperti ini, ada versi lain yang langsung ketutup sama bagian back cover-nya. Tapi kalau ini keren tuh, dipegang tuh kayak di biro. Wah. Kayak jadi langsung cowok banget. Nah, kalau kalian punya 3D printer, kalian bisa nge-print ini di MakerBot. Saya lupa username-nya. Nanti editor mungkin tolong di-pop up-in aja ya. Cuman kalau misalkan mungkin kalian enggak punya 3D printer, bisa beli. Link pembeliannya ada di bawah. Oke, sekarang kita lanjut ke aksesoris berikutnya. Yang berikutnya ini versi case yang lebih simpel sih ya. Jadi pakainya ya tinggal ditaruh seperti ini. Set, terus dia ada sistem lock-nya di bagian sini. Tuh, jadi lebih aman dan kalau kalian punya 3D print saya saranin nge-print-nya jangan pakai PLA light atau PLA plus, tapi minimal PETG kalau misalkan kalian punya printer yang Bambu Lab P1S atau yang enggak ada enclosure-nya, itu bisa nge-print ABS. Jadi ABS ini lebih aman harusnya ya. Dan ini fitment-nya sih saya suka banget ya, kayak langsung rapat gitu. Jadi misalkan nih kita tutup ada suara ceteknya yang Gila ini sih harusnya lebih aman. Tuh dan kalian kalau misalkan kalian mau pakai tinggal plug and play seperti ini aja dan dia juga ada yang versi magnet. Dan yap, kalian juga bisa pilih warna-warnanya kalau misalkan kalian pengen nge-print dengan warna filamen lain. Oke, sekarang kita lanjut ke part berikutnya. Ada banyak nih lihat di sini nih. Tuh udah kita jepit di sini. Karena saya bosan ya syuting di studio jadi saya mau syuting di luar aja karena ada beberapa rig yang menurut saya harus dicoba di luar. Woh, yang ketiga ini ada case yang menurut saya ini nge-print-nya ini 12 jam. Bayangin ya, nge-print ini 12 jam dan versi ini menurut saya buat kalian yang bener-bener pengen punya [musik] rugged case yang bisa masuk semuanya. Contohnya kita bisa langsung masukin ke sini aja tuh dan [musik] dia udah di-organize dengan sangat rapi. Plus kita bisa masukin aksesoris lain. Nah, di sini kalian bisa masukin kabelnya, terus fill light-nya di sini, strap-nya bisa kalian masukin di sebelah sini. Jadi bisa di-organize dengan rapi kalau misalkan mau masukin micro SD di sini bisa sih tapi jadinya kayak oblak gitu ya. Tuh, coba lihat ini kalau misalkan ditaruh wih, cakep banget. Terus ditutup wah. Dan sekali lagi kalau kalian punya 3D printer saya saranin nge-print-nya minimal PETG kalau enggak ABS ya karena kalau PLA doang takutnya ya ya kan DJI Pocket 4 P itu lumayan harganya dua digit 12 jutaan. Kalau kalian nge-print nya pakai bahan-bahan yang PLA, menurut saya sih sayang di kameranya ya. Oke, sekarang kita lanjut ke aksesoris yang lain. Dan aksesoris selanjutnya, ini aksesoris buat mikrofonnya [musik] ini. Ini pakai DJI Mic 3, namanya siapa? Arya. [tertawa] Nah, ini kalau misalnya kalian mau wawancara seperti ini bisa. Nah, kalau misalkan mau pakai mic yang dua bawaannya, oh ini dia. Kita coba juga apakah dia bisa. Nah, ini kalau misalkan pakai mic dua seperti ini nih. Nah, keren kan? Kalian tinggal sesuaikan aja warnanya kalau misalkan mic duanya itu mau pakai warna merah ya, kan kalau mic [musik] dua itu kan ada magnetic case nya ya. Jadi, kita bisa gonta-ganti. Tinggal disesuaikan dengan warna filamennya aja. Cuman kalau kalian enggak punya 3D printer, nanti link pembeliannya saya taruh di bawah semua lah. Oke? Lanjut ke aksesoris selanjutnya. Nah, ini sebenarnya ini saya terinspirasi dari desain yang ada di My Mini Factory juga. Cuman di My Mini Factory itu enggak ada dimensi [musik] untuk si Pocket 4P atau 4P. Karena kan dia adanya buat Pocket 3 ya [musik] dan Pocket 3 itu kan lebih lebih tipis, ini kan lebih bulky gitu ya. Jadi, saya edit ulang pakai dimensinya untuk Pocket 4P. Nah, cara pakainya seperti ini. Cuman saya pengen tahu ya, sebenarnya [musik] kan si Pocket 4P ini punya gimbal yang menurut saya sudah cukup bagus dan sangat bagus. Apakah perlu kayak pakai rig-rig kayak gitu? Jadi, ya, ayo ya. Nah, jadi mau saya mau tes stabilisasinya kalau misalkan enggak pakai rig ya. Terus nanti kita coba lihat kalau pakai rig kayak gimana. Ayo ya. Nah, ini kalau misalkan kita enggak pakai rig nih. Wah, cukup cukup ya. Wah, kok saya yang capek. Ayo mundur mundur. Nah, seperti ini kalau misalkan enggak pakai rig. Yang sebenarnya menurut saya, karena gimbalnya sudah bagus, sebenarnya enggak perlu rig sih. Tapi, kita coba lihat perbedaannya kalau misalkan pakai rig. Nah, ini kalau misalkan pakai rig nya nih. Wah, gila. Jadi, kesannya itu kayak profesional banget ya. Jadi, kalau kalian nambah rig ini aja sebenarnya kalau red cat kalian bisa nambah gitu yang awalnya mungkin sejutaan kalau pakai ini kan orang lihat wah gila niat banget itu bisa naik dua kali lipat [musik] 2 juta. Karena red cat itu tergantung gear yang kita bawa biasanya. Oke, active track udah yuk. Ini kalau misalkan pakai raknya ya. Oke, wes cukup mundur. Hah. Nah, seperti ini. Harusnya sih pegangannya lebih firm ya. Oke. Mantap. Aduh, jauh lebih kesal. Wes tuwek aku berarti. Dan ini juga enak kalau misalkan kita mau birol apa misalkan contoh bunga ini Kita pakai tiga kalinya. Misalkan kita mau birol ini jadi dia lebih anteng gitu. Set swih. Wah, anjay. Keren banget ya. Nah, [menghela napas] jadi bayangin kalau misalkan kalian di wedding liputan pakai DJI tapi pakai rak seperti ini minimal pasti orang tanya beli di mana? Minimal itu pasti kayak gitu apalagi warnanya ungu kayak gini. Ini kenapa saya print warna ungu? Ya, biar beda aja sih sebenarnya ya kalau misalkan mau warna hitam bisa juga. Dan kalau ditanya apakah rig-nya ini aman? Aman karena saya udah ngecek tolerance. Jadi, kalau kalian punya 3D printer kalian bisa tes dulu namanya tolerance test ya. Jadi, clearance-nya itu kalian bisa tes juga. Maksudnya itu berapa gap clearance dan tolerance di area sini nih. Jadi, kalau kalian print kira-kira miss berapa ya? Agak teknikal tapi memang ngeprint kayak gitu. Dan saya mau coba kalau misalkan seperti ini nih. Saya goyang-goyang apakah dia aman? Wah, ini sih aman banget ya. Tapi, buat pengaman saya pakai strap di tangan tuh. Wah. Jadi, kalau misalkan kalian goyang-goyang [musik] aman. Nah, di bagian bawahnya ini nanti juga bisa dikasih kayak semacam mounting kalau mungkin ditaruh di sepeda, di tripod. Jadi, tinggal dikasih screw aja untuk pakai aksesoris lain. Misalkan kalian mau screw di sini terus pakai smartphone, smartphone-nya ada di bawah biar layarnya lebih gede itu bisa juga. Aksesoris yang ketiga ada rig yang modular. Jadi ini buat kamera kalau misalkan posisinya portrait dan ini buat kamera HP kalau misalkan kamera HP-nya posisinya landscape. Nah, cara pakainya modular jadi enak banget. Tinggal kita slide-slidekan seperti ini. Sets, nah. Terus tempatnya di GI. Nah. Tempatnya di GI modularnya kita taruh di sini nih. Kayak gini nih, keren kan? Cuman saya mau ngedesain lagi ya memang saya desain ulang jadi di sini nanti saya kasih modular juga yang fungsinya biar bisa dua tangan seperti ini. Nanti produk jadinya saya print pakai PETG lah minimal ya biar lebih kuat. Cuman kalau kebutuhan saya sebenarnya saya itu butuhnya yang seperti ini nih. Yang portrait seperti ini. Kenapa? Nah. Kayak gini. Jadi nanti kameranya kan portrait di tengah sini ya atau langsung saya praktekin aja deh. Nah, jadi seperti ini ini saya butuh banget buat liputan ya karena biasanya kan saya bikin video panjang dan juga video pendek untuk Instagram, TikTok dan juga YouTube short. Tapi saya juga juga butuh video panjang. Nah, kalau misalkan saya stretch biasanya itu enggak karu-karuan lah ya aspek rasionya. Nah, kalau kayak gini enaknya ya ini misal saya record. Nah, jadi seperti ini saya bisa record misalkan ini objek ya seperti ini tuh. Jadi saya bisa dapat dua footage sekaligus. Footage pendek dan juga footage landscape. Nah. Aksesoris selanjutnya ini adalah POV rig tapi ini ditaruh di tas ya. Jadi caranya ini benar-benar modular jadi enak banget dipakainya. Tinggal bentar saya putar dulu. Tinggal disesuain sama tebal tasnya sih Ya, ini tas standar sih harusnya universal semuanya bisa. Misalkan saya taruh di Nah, jadi dijepitkan seperti ini. Terus di sini ada baut tinggal diputar doang. Nah, ini diputar sambil ditekan. Oke, terus satunya juga. Enggak usah pakai obeng, tapi kalau misalkan kalian ngerasa kalian enggak punya kekuatan ya untuk muter bisa pakai obeng minus buat ditaruh di sini. Nah, ini posisinya kalau misalkan sudah terpaksa dan dia ini pakai quick mount release namanya ya. Jadi tinggal dipencet saja. Set, tarik ke atas, tuh. Jadi bisa dipakai kalau misalkan enggak mau ditaruh di tas. Kalau mau dipakai lagi tinggal di slide in lagi. Oke, jadi sekarang langsung saja kita coba. Misalkan sekalian kita mau ngonten ya, POV-nya bisa enggak ya? Nah, jadi seperti ini cuman biar enggak resiko ini di detekkan saja kali ya. [berdehem] Biar aman. Nah, cuman kan layarnya ke depan ini ya. Jadi me-review-nya gimana dong? Enggak bisa dilihat dong. Caranya pakai jam yang ada di sini. Misal mau record, tek. Ayo coba ya. Nah, ini tinggal di record. Ayo. Laporannya. Ya, jadi misal mau jalan-jalan kayak gini nih. Tuh, misalkan mau lihat frame-nya tinggal di jam. Wih, bisa jadi POV jam juga nih. Ini jamnya nih. Tuh. Dan dia cukup stabil. Uh, gokil. Enak banget sih ya. Ini namanya benar-benar praktis, Guys. Tuh. Dan ngomongin soal jam, ini saya bisa saya gerak-gerakin lewat sini. Tuh, misal kurang ke atas, ke bawah. Dan jamnya juga enak sih. Ini saya pilih strap yang benar-benar ringan saja dan sistemnya jam ini kayak gimana? Jadi ini sebenarnya juga saya terinspirasi dari Michael World, cuman dari Michael World itu menurut saya kurang pas dan kurang fit gitu. Terus kayak enggak bisa dibuat jam yang universal. Jadi saya redesign ulang pakai jam yang menurut saya bisa universal seperti ini. Jadi misalkan kalian punya strap yang ukurannya 20 mili. Jadi seperti ini nih. Saya taruh di bawah. Sebenarnya saya nge-print tiga versi ya, nge-print tiga desain. Cuman menurut saya paling the best ini sih ya. Kenapa? Karena versi sebelumnya itu ketutup semuanya dan kalau ketutup tuh kayak lebih berat. [musik] Terus versi ketiga itu tempat spring-nya jam itu di luar dan menurut saya kayak jadi terlalu besar. Dan menurut saya versi final yang menurut saya bagus ya yang ini nih. Oke, jadi mantap banget kan ya. Jadi kayak kalian punya DJI Osmo Nano yang kamera action-nya DJI, tapi kalian enggak perlu beli, tinggal ditaruh di sini. Dan aksesoris terakhir ini aksesoris buat remote-nya juga ya. Jadi ini bisa ditaruh kayak tempat charger-nya kan bolong di sini nih. Jadi ini tempat untuk kabel charger-nya si remote-nya ditaruh di sini. Terus kalau mau nge-charge tinggal ditaruh di sini. Kalau ini sih bukan saya yang bikin, ini yang bikin tuh ini creator-nya kayak ini nih ya, karena di watermark sama dia Tall Type Force. Jadi kalau kalian punya 3D printer, kalian bisa langsung ke Maker World untuk nge-print. Ya, jadi itu tadi adalah beberapa aksesoris yang menurut saya bakalan bikin kalian ngiler banget untuk DJI Pocket 4 P. Kalau saya redesign sendiri sih ada jam tangannya tadi, terus ini saya cocokkin buat Pocket 4 biar fit-nya pas banget. Terus ada [musik] rig tadi juga saya redesign sendiri dan nanti yang sistem modular juga masih saya mau revisi biar bisa dipakai [musik] dengan dua tangan. Nah, kalau kalian minat dengan aksesoris-aksesoris ini, link pembeliannya ada di deskripsi, harganya juga ada di deskripsi. [musik] Cuman kalau untuk sistemnya tergantung ya. Kalau misalkan kalian pesannya yang ini nih, ini mungkin PO nih, karena ini nge-print-nya ada di 10 jam. Gila sih ini ya, tapi kayak bener-bener rugged banget sih. Dan kalian juga bisa request warna tergantung filamennya nanti lah. Intinya seperti itu. Jadi oke, jadi mungkin cukup segitu aja. Kalau misalkan kalian adalah seorang engineer dan kalian punya request kayak, "Bang, kayaknya bikin 3D print ini menarik deh." Coba aja tulis di kolom komentar, [musik] nanti kita coba diskusi dan kita pikirkan sama-sama gimana enaknya dan kita coba [musik] print ya. Saya Dicky Saputra and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube