Jungkat

Aletra L8 2025: MPV EV Lega (YouTube Video)

  • 29/11/2025

Jadi, mobil ini sebenarnya adalah Gili gitu ya eh bukan Cina, Indonesia. Ini seperti mobil mahal ya. Aletra 8 NiV ini terasa lebih mahal dibandingkan eh BD M6. Bagi Anda yang sudah melirik BOD M6 mau beli gitu ya, at least coba dulu Aletra R8 EV ini. [Musik] [Tepuk tangan] Sebelum ada Polytron mobil listrik asal Indonesia ada ini dulu nih yakni Aletra Lev EV sama-sama produk rebage. dari mobil Cina sama dengan Polytron. Nah, lantas seperti apa mobilnya dan bagaimana rasa berkendara dari mobil ini? Yes. Jadi, eh Aletra E8 EV ini sebenarnya sudah lama ya meluncur di Indonesia. Sudah hampir setahun ee ada di Indonesia. Mobil ini ee tadinya hadir pertama kali menyapa ee masyarakat Indonesia itu pada ajang GJW 2024. Nah, tapi yang waktu itu benar-benar masih diklaim adalah mode prototype-nya banget. Nah, eh mereka sendiri eetra Indonesia itu menyebutkan bahwa mereka selalu meriset, meriset, dan meriset mobil ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dan yang ini adalah e benar-benar produk yang baru, benar-benar fresh, yang dirakit langsung di pabrik mereka di PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta dan sudah banyak disesuaikan dengan spesifikasi ee Indonesia. Kalau di GJW 2024 waktu itu yang di-eview oleh Aziz, nah eh di situ memang masih terlihat prototype banget dari eh catnya. Jadi bumper dengan bagian body itu ee catnya belang gitu ya. Nah, di mobil ini sudah tidak terlalu belang, tapi masih belang dikit. Tapi memang ini ee sering terjadi di mobil ee produksi massal waktu itu pertama kali itu heboh di Mitsubishi Xpander 2017. Ya, memang bumper dengan eh body plat itu beda warnanya. Tapi itu sebenarnya adalah bukan kesalahan dari kualitas catnya, tapi dari perbedaan material antara part dan juga plastik. Tapi e yang mungkin bisa diadjustment lagi gitu ya. Nah, di mobil ini sudah tidak terahu terlihat belang dan sedikit sejarahnya. Jadi, e sebenarnya Aletra dengan Polytron itu mirip ya. Kalau Polron itu mereka meebase dari mobil asal China juga yaitu Skyw. Nah, Aetra ini mereka merebase dari Livan Maple 80V yang ada di e China. Levan itu merupakan sub brand dari Gili. Jadi, mobil ini sebenarnya adalah Gili gitu ya, tapi diberi e emblem Aletra. Jadi, mobil ini bermerek Aletra. merek asal Indonesia. Dia adalah sebuah MPV listrik murni yang sebenarnya kalau secara pricing, secara gender itu dia memang harus berhadapan dengan rival terberatnya yaitu BYD M6. Tapi tahukah Anda bahwa dimensi mobil ini lebih panjang dibanding M6? Yes. Jadi Aletra ini sebenarnya jika dibandingkan dengan Innova Zenix pun dia ternyata lebih panjang dan dibandingkan M6 dia jauh lebih panjang. Jadi kalau M6 itu in between antara LMPv dan medium MPV. Nah, ini adalah medium MPV sejati sebenarnya dari sizing. Panjang dia mencapai 4,8 m. Jadi ee rasanya untuk menampung tujuh orang penumpang akan sangat reliable di bagian ee kabinnya. Nah, sekarang kita lihat apa yang ada di balik kapot motornya. Ya, memang dia enggak ada ini ya, enggak ada front trank langsung terpama control dan juga motor listriknya. Dia penggerak roda depan motor listrik tunggal saja. Nah, tenaganya itu mencapai 161 horsepow serta torsi 240 Nm. Baterainya, nah ini menarik karena mereka tadinya kalau di ajang Gjaw menjanjikan akan menghadirkan varian yang short range dan juga long range. Nah, sekarang jadinya adalah satu varian saja L EV seperti ini. Enggak ada yang varian short range-nya. Baterainya berkapasitas 64,74 kW hour. Nah, eh mereka mengklaim bahwa mobil ini sanggup berjalan sejauh 540 km menurut metode C LTC. Wow, memang proporsinya pas gitu ya. Jadi tenaganya memang 161 240 Nm. Enggak terlalu besar tapi pas. Kemudian baterainya juga enggak terlalu besar juga tapi range-nya jauh. Nah, itu yang sebenarnya dibutuhkan oleh ee konsumen Indonesia ya. Karena mobil listrik kencang ya mungkin bisa pilih yang performa gitu ya, tidak yang MPV seperti ini tapi yang penting range. Nah, ini cukup menarik. Kemudian chargingnya dia sudah support CCS2 dan fast charging. Maksimal daya penangkapan fast charging-nya adalah 88 kWh. Kemudian untuk harga dari mobil ini itu di Rp48 juta. Sedikit lebih mahal dibandingkan BYD M6. Tapi ee mereka juga menyebutkan bahwa saat ini masih ada potongan ee harga untuk konsumen sebesar Rp20 juta. Jadi sekitar Rp468 juta saat video ini dibuat untuk harga jual dari Aletra L8 EV ini. Dan ini dia bagian ee belakangnya. Jadi teratas Aletra gitu. Jadi kalau logonya sendiri ada di bagian depan dan juga di bagian setir. Itu logo dari merek Aletra. Di bagian belakangnya tulisan Aletra saja. Kemudian LV enggak ada varian apa-apa lagi. Jadi hanya ada varian e ini saja. Dan kelengkapannya dia masih ada rear refoger. Kemudian lampu stop lamp menyambung. Ya, ini bahasa desain mobil terkini banget. Dan untuk bagasi kita lihat apakah dia sudah elektrik. Biasanya mobil Cina kan elektrik rata-rata ya. Elektrik eh bukan Cina, Indonesia. Nah, kita untuk bagasinya memang untuk jok baris ketiganya dia pelipatan hanya seperti ini saja. Jadi enggak bisa benar-benar ee sembunyi gitu ya, benar-benar ee rata lantai. Tapi dia menarik karena ada tempat penyimpanan mendalam di menjorok bagian dalam di bagian belakangnya ini. Kalau kita buka jok baris ketiganya. Nah, seperti ini. Ini rasanya itu masih proper gitu untuk membawa koper kabin gitu ya. Koper besar pun masih bisa satu. Jadi memang enggak bohong dimensi besar. Jadi masih sangat proper untuk membawa eh barang-barang ketika jok baris ketiga dibuka dan bisa dilihat lroom baris ketiga pun masih cukup mumpuni. Memang pemanfaatan kabinnya memang tidak sebaik Kijang Innova Zenix ya. Kijang Innova Zenix itu jika dibandingkan M6 kemudian dibagi eh jika dibandingkan dengan eh Aletra ini dia memang paling baik. Dia luas banget untuk ruang kabinnya. Oke sekarang kita lihat bagian interiornya. Nah, ini dia R interior dari Aletra L8 EV ini. Nah, untuk bagaimana baris kedua, baris ketiga itu sudah dijelaskan oleh Aziz waktu itu ya. Jadi, memang enggak ada perbedaan dengan ee mobil yang kita review kali ini. Nah, untuk di baris pertamanya memang ada beberapa fitur yang mendapatkan improvement jika dibandingkan versi prototype-nya. Jadi, ee nih seperti dia sekarang dilengkapi dengan Apple CarPlay dan juga Android Auto untuk sistem entertainment-nya. Tapi memang dia third dir party sih, bukan yang build in gitu ya. Enggak apa-apa yang penting ada fitur tersebut dan dia sudah bisa dioperasikan secara wireless. Nice. Kemudian yang saya suka dari mobil ini adalah dia itu masih banyak tombol fisiknya. Jadi enggak seperti mobil Cina kayak ION, kayak eh Cherry ya. Dia lebih ke arah BYD yang masih mempertahankan eh tombol-tombol konvensional seperti ini nih AC masih ada tombol konvensionalnya kemudian drive mode dan juga eh regenerative breaking-nya masih ada auto hold kemudian rem parkir elektrik itu semua masih tombol fisik. Yes, itu menyenangkan. Kemudian juga untuk bagian setir dia ada beberapa tombol ada cruise control dan juga ini nih ada untuk matur sistem instrumen clusternya. Memang dengan versi prototype tidak ada perbedaan fitur eh secara mendalam ya. Jadi dia belum ada fitur ADAS, masih sebatas cruise control saja. Kemudian juga untuk customarnya seperti ini sama dengan versi prototype-nya. Jadi eh setengah digital, setengah yang model kalkulator gitu ya yang untuk baterainya dan juga ini nih untuk ee tenaganya. Tapi dia menarik karena ketika kita pindah drive mode ya dia berubah temanya gitu tuh. Kalau di sport jadi merah, kalau di Eco jadi biru. Cukup menarik. Dan juga di bagian tengah ada dua buah cup holder, ada center konsol. Nah, juga yang menarik dari mobil ini adalah dia tuh build materialnya bisa dikatakan bagus gitu. Tuh soft touch. Sini soft touch. Bagian belakang jugumai soft touch. Itu memang ada beberapa yang hard plastik, tapi enggak enggak hard plastiknya tuh bukan yang chip gitu ya, bukan yang murahan. Nice, nice banget. Kemudian juga e dia dilengkapi dengan anta panoramic tapi memang tidak bisa dibuka. Jadi, hanya tirainya saja yang bisa dibuka, kacanya enggak bisa dibuka. Dan ketika Anda duduk di mobil ini, ya kalau Anda pernah naik Bway di M6 terus pindah ke sini, yang langsung terasa adalah ini nih, posisi berkendaranya yang lebih ergonomis. Ini jauh lebih ergonomis dibandingkan M6. Kalau M6 kurang turun dikit setirnya. Kalau di sini iya sedikit kurang turun, tapi ini rasanya lebih baik. Dia bisa diatur secara teleskopik maupun tilt. Tuh, dan joknya bisa elektrik. Tapi rasanya untuk postur tubuh di atas 170 cm ini pas banget. Enak banget ini posisi berkendaranya untuk sebuah MPV ya. Nice. Kemudian juga ee ini menarik dia untuk tuas SE-nya ada di bagian kiri, tuas wiper di bagian kanan. Ini saya tanya sebenarnya ke pihak kalet yang kemarin kenapa tidak dipindahkan? Karena memang adjustment mobil dari strip kiri strip kanan tuh biasanya salah satunya adalah Sen. Nah, mereka menyebutkan menyebutkan bahwa enggak apa-apa biarin aja di kiri karena biar terasa lebih terasa premium. Kenapa gitu? Karena biasanya yang menggunakan se di bagian kiri adalah mobil Eropa gitu ya. Mereka menyebutkan seperti itu. Ya udah enggak masalah sih sebenarnya. Tapi kalau Anda biasa punya mobil Jepang terus pindah ke mobil ini ya sedikit ee ini ya adaptasi dikit gitu ya. Dan juga speaker ini ada lumayan banyak ada 1 2 3 ada speaker tengah dia 4 5 6 7uh buah speaker. Tapi memang belum after market dan ya udah deh kita langsung jalankan. Oh ya, bentar bentar masih ada ini nih. Di sini ada USB tapi belya belum USB type C ya. Jadi masih type A untuk pengisian ee daya gadget dan dia ada wires quick charge. Jadi ada ventilasi anginnya untuk mendinginkan eh smartphone Anda. Oke, langsung aja kita jalankan karena pasti banyak yang penasaran bagaimana rasa dari eh Aetra 8 EV ini. Kalau fitur, kalau akomodasi, itu semua udah dijelaskan lah ya oleh kami dan juga banyak media. Tapi belum banyak yang mengetes mobil ini berjalan. Oke, kita let's go. Mobil yang kami kemudikan ini ternyata membutuhkan tambahan daya untuk kami melanjutkan perjalanan dan merasakan impresi berkendaranya. Jadi, kami lajukan terlebih dahulu mobil ini ke SPBU Shell. Sekarang Anda bisa mengisi daya mobil Anda di shell dengan tarif yang terjangkau, yaitu Rp2.166 per KWH dan juga Rp25.000 untuk biaya layanan per transaksi. Langsung kunjungi shell.co.id/sellrecharge untuk informasi lebih lanjut. Nah, untuk menikmati berbagai keuntungan di Shell, Anda bisa bergabung menjadi member Shell Go Plus melalui aplikasi Shell Asia. Yasih. Terima kasih. Shell recharge merupakan wujud dukungan Shell Indonesia terhadap agenda pemerintah Indonesia dalam penyediaan energi yang lebih bersih. Dengan daya pengisian fast charging hingga sebesar 60 kW, proses pengisian daya dari 0 sampai 80% dapat dilakukan dalam waktu sekitar 30 menit saja. Shell Rege kini pengisian daya mobil listrik Anda menjadi lebih mudah. Saat menjalankan mobil ini, siapa sangka kualitas berkendara Aletra L8 EV ini tergolong sangat baik. Yes. Kualitas berkendaranya sih ini seperti mobil mahal ya, Aletra 8 EV ini. Jadi e ini langsung kita bandingkan saja dengan BYD M6 ya. Karena memang kalau secara spek itu enggak apple to Apple sebenarnya, tapi banyak memang yang membandingkan Aletra ini dengan BYD M6. Nah, soal kualitas berkendaranya ini eh BYD M6. Dari mana? dari yang pertama bandingan suspensi nanti e saya akan jelaskan bandingan suspensinya. Kemudian halus kekedapan kabinnya ini terasa lebih baik gitu firmnya dan juga apa ya ya overall ini kualitas berkendara itu ya Rp00 juta ke atas gitu harganya. Ini luar biasa untuk eh Altra LV ini. Tapi memang road noise ya bisa diperbaiki sedikitlah. Tapi ini udah oke sebenarnya. Udah udah mantap. Tapi yang saya miss adalah kegedapan kabinnya. Karena memang saya ketok-ketok gitu bodinya. Kemudian kacanya, penggunaan matai kaca itu tebal-tebal. Jadi rasanya kekadapan kabin, instalasi kabin yang baik itu tercipta dari hal tersebut. Sebagai sebuah MPV, tentu bantingan suspensi menjadi hal yang paling krusial. Lantas seberapa baik karakternya? Nah, suspensi juga ini jauh lebih empuk, jauh lebih firm dibandingkan M6. Jadi, rasanya tuh kalau di tol gini nyaman sekali ee bandingannya ya membuai tapi yang enggak terasa lemah gitu. Kemudian soal handling-nya pun meski dia empuk tapi rasanya tuh masih cukup akurat tuh handingnya tuh. tuh untuk sebuah MPV loh. Nice. Karena mungkin juga didukung oleh baterai. Jadi dia ada baterai di mana baterai itu biasanya center of grafity-nya tuh lebih baik dibandingkan mobil ICE. Jadi rasanya tetap antep gitu bahasanya ya. Enak loh suspensi ini. Hah nyaman. Overall mobil ini nyaman. Benar-benar karakter sebuah MPV sejati gitu. Enggak ada keluhan soal tidak nyaman gitu. Tapi memang ketika Anda melalui pos tidur kemudian dengan kecepatan tinggi gitu ya, pos tidurnya tinggi terus Anda kencang atau lubang tapi lubangnya dalam. Nah, itu ada bunyi mentok gitu. Ada gejala mentok tapi bukan mentok bagian bawah, tapi dia mentok e suspensi travel main suspensinya. Jadi rasanya tuh dia travel main suspensi itu pendek tuh main atas main bawahnya. Jadi kalau misalkan pos tidur dihajar gitu ya kan dia otomatis spage-nya naik. Nah, ketika dia mentok tuh terasa sekali dak ada dek gitu. Kemudian kalau lubang juga begitu sama kayaknya travel main suspensi atasnya tuh pendek mobil ini. Jadi kalau misalkan menggunakan mobil ini kalau melalui pos tidur itu e lebih baik di kecepatan rendah. Jangan dihajar pos tidur. Kemudian seperti ini catatan konsumsi energi serta kemampuan daya jelajahnya. kami sudah melakukan pengetesan konsumsi energi dari mobil ini. Eh, hasil terbaiknya konsumsi energinya itu di kecepatan 60 sampai 70 km/h ya, itu di angka sekitar 7 km/ kHour. Nah, kenapa kami ee mencari tahu best consumption-nya? Karena itu langsung kita kalikan saja dengan kapasitas baterainya. Nah, kapasitas baterai mobil ini mencapai 64 kWh langsung saja kita kalikan dengan e konsumsi energinya yaitu 7 km/ kWh dan hasilnya adalah 454 km range actualnya. Oke, ya. Memang e Aletra sendiri mengklaim bahwa mobil ini bisa berjalan sejauh 540 km eh berdasarkan metode CLT sih. Tapi actualnya adalah mereka overclaim ya. Enggak masalah sih, 454 dengan 540 memang bedanya cukup jauh, tapi itu bukan pertama kalinya mobil listrik itu overclaim ya untuk range karena cukup banyak gitu. Bahkan mobil listrik sekelas BYD pun di Dolphin dan juga Auto 3 itu ee klaimnya enggak pernah sampai gitu di kedua model tersebut di atau 3 malah dia overclaimnya hampir 100 km. Jadi rasanya ya segitu 494 km. Mungkin kalau Anda berkendara pelan di bawah 60 km/h mungkin bisa di atas 454 km. Tapi kalau misalkan Anda gunakan di ee luar kota gitu ya, ya mungkin hasilnya sekitar 450 kman untuk sekali pengisian daya penuh. Lantas bagaimana soal performanya? Ye. Nah, untuk akselerasinya kita ee cari tahu aja langsung menggunakan alat berbasis GPS. E ini kita matikan dulu kali ya. AC off ya. Kemudian di sini ada dua mode berkendara itu. Nah, kita masuk ke mode sport action control off. Oke. Oke, langsung aja. Go. ya. Sudah dapat hasilnya. Memang kalau dibandingkan M6 dia tenaganya enggak lebih besar ya. Ee M6 itu 2011 HP, ini 163 horsepow. Jadi ee lumayan gitu bedanya. Dan hasilnya adalah untuk 0 sampai 100 km/h tuntas dalam waktu 10,31 detik. Ya memang bukan figur yang buas, tapi rasanya yang namanya mobil listrik itu kan dia torsinya instan gitu ya. Jadi rasanya sah-sah aja gitu ee dengan aserasi segini. Jadi untuk penggunaan dalam kota pun tetap rasanya cukup baik. Memang untuk karakter asserasinya cukup menarik ya. Dia ketika di bawah tuh halus gitu ya. Kemudian di tengahnya menjambang sekitar masuk ke 30 sampai 40 km/j, tapi di atasnya flat lagi. Tapi ya tetaplah kalau dibandingkan dengan misalkan apa ya, Innova Zenix Bensin gitu ya. Ini rasanya tuh lebih effortless gitu tuh untuk stop and go gitu mobil listrik tuh selalu lebih menyenangkan apalagi untuk penggunaan dalam kota. Tapi tentu saja Aletra R8 EV ini juga menyimpan beberapa detail menarik. Yang pertama adalah ini memang sering terjadi di mobil listrik sih, remnya. Jadi remnya itu terasa sebenarnya udah natural sih. Tapi ketika Anda menekan sedikit kemudian Anda angkat itu rasanya masih ada sedikit ee rasa menahan dari remnya gitu ya. Entah kenapa, mungkin dia berpadu dengan sistem regulative baking. Jadi, e sistemnya mungkin ada yang e apa ya? Belum matang gitu ya. Jadi, kalau misalnya nih, misalkan gini, Anda rem sedikit, nah angkat tuh masih kerasa menahan gitu mobilnya. Kemudian yang kedua adalah ini semoga tidak terjadi di mobil eh massalnya ya, mobil yang diterima konsumen yaitu bau atau aroma dari luar itu masuk ke bagian kabin. Jadi misalkan depan ada truk, ada ee ya aroma-aroma tidak sedap gitu ya, Anda sudah mengaktifkan ventilasi dalam gitu ya, sirkulasi dalam itu masih terasa baunya masuk ke ruang kabinnya. Dan yang ketiga adalah sistem entertainment-nya yang terasa kurang responsif gitu. Jadi agak ee lag dikit dan juga sistem Apple CarPlay dan Android Autonya. Jadi ini saya menggunakan eh Android Auto ya. HP saya tuh Android. Yang satu lagi. Nah, itu setiap kita mendengarkan lagu tuh kadang-kadang ada main musik kan nyanyi apa e musiknya jalan tiba-tiba mati dikit jalan lagi. Itu berkali-kali berulang seperti itu. Tapi di AP karpnya so far normal sih di Android Autonya aja. Dan yang terakhir adalah ini ah sebenarnya e agak krusial ya, yaitu soal harga jualnya. Jadi mobil ini di bandrol dengan harga Rp48 juta. Ya, sebenarnya enggak terlalu mahal tapi kurang boom gitu ya. Karena ya ini mobil lokal sih bukan mobil Cina. Tapi yang tren sekarang itu kan mobil-mobil baru mau apalagi mobil asal Cina itu perang harga kan semuanya perang harga. Ee kemudian bisa memberikan e harga yang fantastis untuk sikis gitu, sikis konsumen gitu ya. Nah, mestinya mobil ini bisa lebih ee harganya lebih bersaing lagi gitu karena BYDM si harganya di bawah Aletra R8 EV ini mungkin kalau harganya R00 juta kecil akan lebih menarik. Tapi tentu mobil ini tidak luput dari beberapa kekurangan. Yang pertama adalah ini yang saya e sangat suka ya, yaitu tombol fisik. Mobil ini masih banyak. Jadi tidak perlu e repot repot mengatur di layar sistem entertainment-nya. ini masih tersedia lengkap sekali pengaturan AC, kemudian mode berkendara, handbrake segala macam masih di sini semua masih dekat dengan pengemudi. Dan yang paling krusial adalah ini nih ee pelipatan spion juga masih ada tombol fisiknya karena ada beberapa mobil Tiongkok itu semua meletakkan tombol-tombolnya tuh di bagian sistem entertainment-nya. Jadi bayangkan ketika Anda menggunakan mobil ini di gang gitu ya, berpapasan dengan mobil dan harus Anda harus melipat spion tuh Anda harus berkutat dengan sistem entertainmentnya itu tidak praktis. Kemudian yang kedua adalah double blowernya. Standar sebenarnya tapi double blower inira sendiri mengklaim bahwa mereka men-develop untuk double blower itu dengan cost yang cukup banyak gitu. Jadi double blower itu dingin dan dia tersedia tidak hanya di bagian sini, di bagian atapnya ada. Jadi kalau di model Gilvan Lilian E 80 itu ya dia tidak ada double lower atasnya, hanya ada di sini nih. Nah, di mobil ini ada semuanya. Jadi benar-benar dievelop ulang dan disesuaikan dengan iklim Indonesia yang cukup panas. Dan inilah kesimpulan kami terhadap MPV listrik dengan merek lokal ini. Hmm, gimana ya? Jadi gini, eh mobil listrik teraris saat ini di Indonesia adalah BYD M6. Kenapa dia bisa laku? Karena dia itu sangat memenuhi kriteria masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia itu kan konsumen Indonesia itu butuhnya apa? mobil gede MPV seven seater yang family oriented banget lah. Nah, hadirlah BYD M6 yang benar-benar mobil keluarga MPV muat tujuh orang penumpang dan bawaan e barang bawaannya bisa banyak gitu dalam kabinnya. Nah, bagi Anda yang sudah melirik BOD M6 mau beli gitu ya, at least coba dulu Aletra R8 EV ini karena dia dimensi itu lebih besar. Kemudian ini kualitas berkendaranya lebih baik dibandingkan BwD M6. Ibaratnya gini, BD M6 itu dia lebih setara dengan LMPv. Electra 8V ini dia lebih setara hampir ke medium MPV gitu ya, kualitas berkendaranya dan juga dia dimensi lebih besar, lebih leluasa di dalam kabinnya dibandingkan M6. Posisi berkendaranya jauh lebih enak, lebih fun to drive, lebih enak dikendarai dibandingkan BYD M6. Tapi memang dia harga jualnya lebih mahal. Jadi memang sekali lagi PR Aletra itu sebenarnya adalah ini ya untuk menaikkan eh brand awarenessnya sendiri ya. Karena memang merek Aletra itu mungkin masih awam di ee banyak orang. Tapi sekali lagi perlu diingat bahwa Aletra ini bukan mobil yang benar-benar dievelop dari nol oleh mereka sendiri. Ini adalah mobil dari Gili Cbrand Gili yaitu Lean dan masih sangat kental jilinya gitu. Di sini nih di kacanya ada tulusan Jili, di lampu tusan Jili, lampu belakang juga tusan Jili. Jadi ya rasanya ini mobil sesuai dengan harganya ya, lebih mahal dikit dibandingkan M6 tapi dia kualitas berkendaranya lebih juga dari M6 serta kelebihannya cukup banyak dibandingkan BYD M6. Oke, jadi begitulah hasil review lengkap kami terhadap Aletra R8 EV. Klik like jika Anda menyukai video ini, subscribe bila Anda belum, dan jangan lupa juga untuk isi kolom komentar di bawah. Main-main juga ke website kami di www.autodriver.com dan jangan lupa juga untuk download aplikasi kami di Google Play Store. Terima kasih sudah menyaksikan video ini dan sampai jumpa di video-video kami selanjutnya. Bye bye. Doesn't mean it doesn't mean the world. Yeah.

Lihat di YouTube