Jungkat

Aletra L8 EV : Medium Electric MPV dengan jarak 540 km (YouTube Video)

  • 30/07/2025

[Tepuk tangan] [Musik] Halo, kembali lagi di Autonet Max dengan Audi dan gua masih di GIAs 2025. Cuman kali ini gua dapat kesempatan buat nyobain langsung si Aletra L. Karena for your information, Aletra L ini kali ini diias dia punya varian baru versi 8 seaternya. Cuman versi 8 seaternya ada di dalam. Yang gua cobain versi seven seaternya. Kita pernah drive tipis-tipis, tapi kali ini kita coba explore lebih dalam rasanya gimana. Ada improvement juga ternyata yang diberelikan oleh Indonesia terhadap si varian ini. Penasaran? Cek terus video ini. your Oke, sekarang kita bahas sedikit soal eksteriornya. Padahal detailnya sebenarnya udah pernah gua bahas di video sebelumnya yang waktu gua preview pertama kali, tapi ini versi yang sudah Mas production, versi yang akan didelivery ke customer. Detail-detailnya masih sama, dia kelihatan clean tanpa grill ya di depannya sini grillnya cuma ada di bawah sini doang buat pendinginan. Aksen-aksen kamera 360, colokan listriknya dengan logo aletranya di sebelah sini. Samping pelegnya gede 18 inci pakai ban ukuran 2255 dan bannya lucunya dia pakai Hancook alias bukan ban Cina, ban Korea. Keren tapi bannya lumayan mahal itu hitungannya. Dan kalau kalian lihat proporsinya lagi, mobil ini sebenarnya cukup gede 4,8 m yang pastinya akan berimbas pada interiornya lega. Nanti kita akan lihat interiornya. Untuk versi seven seater maupun versi 8 seater tidak ada perbedaan sama sekali di bagian eksteriornya. Cuman di GIAs kali ini mereka mengeluarkan satu versi kayak option gitu ya, mereka sebutnya Aeroline. Jadi nanti ada sedikit lips ya di bagian depan samping dan di bagian belakangnya. Tipis-tipis aja tapi bikin dia kelihatan lebih fresh. Sebelum kita masuk ke dalam kita lihat dulu sedikit soal bagasinya. Gua paling demen pembukaan pintunya sudah elektrik. Just for your information, Aletra L8 ini berbasiskan maple LAN Maple ya. Jadinya dia bagasinya sendiri lega ya. Kapasitas bagasinya sendiri cukup lega 459 liter. Tapi kalau ini ditutup ya misalnya diginiin gila ini sih gede banget sumpah. Jadi versi yang seven seaternya ini sendiri pun tuh tetap punya kelegaan yang enak. Again for your information versi yang seven seater ini dilengkapi dengan captain seat. Tapi versi yang seater itu dilengkapi dengan kursi bench di bagian tengahnya. Dan uniknya lagi pelipatan antara versi seven seater dengan 8 seater itu berbeda. Seven seater dia pelipatannya 4060, 8 seater itu pelipatannya 5050 dan bisa flat sampai ke bagian baris keduanya. Jadi buat kalian yang pengen akomodasi lebih di baris kedua, seven seater pilihan yang pas. Tapi untuk kalian yang butuh ngangkut barang, eight seater atau ngangkut orang lebih banyak, eight seater lebih pas buat kalian. Oke, sekarang kita langsung bahas tentang driving impression-nya si Aletra L. Karena kita udah bahas sebenarnya buat interior, feature, feature segala macamnya. Kesan pertama begitu gua nyetir si Aletra L8 ini adalah dia mobilnya tinggi. Dia selain panjang dia tinggi. Panjangnya sendiri 4,812 tapi dia tuh commanding gitu loh. Kalau duduk tuh tinggi berasa benar-benar tinggi beda. Hampir mirip-mirip kayak bawa SUV. Dan lucunya lagi tadi pas keluar dari parkiran gua sempat kayak ngelind the skurb gitu mobilnya kayak bruk gampang tanpa gasruk. Jadi approach angle-nya kelihatannya cukup bagus karena hidung bonet apa overhang depannya dia agak kecil, agak pendek dan ground clearance-nya juga buat sebuah MPV dia lumayan tinggi 160 mm jadi enggak gasruk-gasrukan. Otomatis mobil-mobil kayak gini ya kalau menurut gua ini cocok dipakai buat mobil perang sih sebenarnya. Impresi kedua adalah posisi duduk dan visibilitynya. Posisi duduknya sendiri seperti tadi gua bilang ya, dia cenderung tinggi comanding. Jadi kalian duduk tuh harus agak dinaikin dikit biarpun kakinya gak selonjor selonjor banget kayak sedan. Lebih mirip kayak bawa MPV atau kayak bawa SUV. Pilar A sebenarnya agak tebal ya, tapi dia kasih kayak kaca gini supaya dia visibility-nya rada lumayan bagus. Overall-nya sih ini enggak kayak bawa MPV kalau menurut gua. Malah gua cenderung merasakan ini seperti bawa SUV tapi dengan kepraktisan. ala MPV dan tampilannya juga tetap MPV. Nah, gimana soal bantingannya? Percuma mobilnya gede tapi kalau bantingannya kagak enak, keras. Surprisingly, bantingannya pas kalau menurut gua. Dia masih tetap kerasa planted, tapi kalau ngelewatin kayak polisi tidur-polisi tidur kayak gini, Kp-kerb kecil kayak gini, dep tuh tuh dia masih meredam dengan cukup baik gitu kan. Biarpun sebenarnya enggak sampai ee yang melayang-melayang banget, tapi juga enggak sampai yang keras-keras banget. Intinya sih dia cun-nya pas lah kalau menurut gua buat antara kenyamanan maupun fun. Karena begitu kalian tarik mobilnya ya dan kalian pindah jalur mobilnya kerasa cukup stabil. Biarpun memang e kerasa tinggi ya mobilnya tuh. Gimana soal kekedapan kabinnya? Ya seperti halnya sebuah EV ya juara enggak kedengaran apa-apa. Peredaman juga mereka bilang ada improvement peredaman lagi di bagian bawahnya. Dan gua setuju suara-suara roda ada tapi sayup-sayup suara lingkungan terisolasi dengan bagus sih sebenarnya sih. Nah, gimana soal performanya? Jadi, mobil ini dilengkapi dengan sebuah motor listrik 161 HP, torsinya 240 Nm. Tarikannya konon 10 detikan. Dan gua demennya ada beberapa tuning yang diberikan sama Ara Indonesia terhadap si Aetra L8 ini. Contohnya di eco mode yang biasanya kerasa lemot banget di Alet R ini begitu gas masuk ke 80% ya kita tarik begini dia tetap narik. Jadi itu tuning yang diberikan sama Aetra Indonesia supaya mobil ini tetap kerasa responsif. Karena menurut mereka mobil-mobil kayak gini tentu saja banyak akan dipakai di perkotaan. Dan seperti kita tahu ya, EV itu cenderung punya kelebihan khusus untuk dipakai di perkotaan karena akselerasi mereka cenderung akan lebih sigap daripada mobil-mobil IC atau mobil-mobil bensin. Driving mode-nya sendiri ada dua. Yang tadi kita cobain itu Eco dan sekarang ada sport. Semuanya nanti berefek kepada responsivitas si pedal throttle-nya atau mapping dari si penyaluran tenaganya. Tentu saja kalau kalian ganti ke mode sport ya, gas tuh terasa lebih tichy dan mobilnya kalau digas gini langsung tuh. Oh, responnya langsung enak banget. Ini memang fun to drive-nya mobil listrik itu sebenarnya bukan terletak pada handling, lebih terletak pada akselerasi instan yang kalian enggak bisa dapetin atau kalian bisa dapetin di mobil-mobil IC dengan CC gede biasanya di mobil seperti ini atau di mobil-mobil EV atau Eri itu kalian bisa dapetin sejak dari torsi awal atau di mobil-mobil EV yang relatif terjangkau. Mobil listrik ngomongin akselerasi melulu, ngomongin baterai melulu, gimana breaking-nya? penting loh mobil listrik itu berat cenderungnya si Eletra ini beratnya sekitar 1,8an ton lebih breakingnya seperti apa kita lepas kita break. Oke, brake-nya enggak sampai responsif banget. Jadi cukup harus agak dalam baru kalian bisa apa namanya? Kerasa ngegigitnya. Tapi overall performa breaking-nya nih kalau kita coba lagi tuh oke oke banget. Dan untungnya mobil ini dibantu banget sama regenerative breaking-nya. Yang kebetulan gua setting bisa berapa level ya, ini bisa dietting level 3. Regen breakingnya itu benar-benar kerasa banget. Jadi kalau lagi di jalan begini terus gua lepas tuh dia deselerasinya tuh deselerasinya langsung kerasa itu tanpa gua nginjak rem. Lagi-lagi faktor breaking itu sebenarnya faktor paling penting di EV karena EV cenderung lebih berat daripada mobil IC. ATra L8 ini dilengkapi dengan baterai sebesar 64,74 kWh range-nya sendiri dia kalau dihitung-hitung sekitar 540 berdasarkan standar CLTC. Dan uniknya lagi biarpun dia pakai udah pakai CCS2 ya e port pengisiannya si orang-orang Aletra di Indonesia ini mereka bilang bahwa mereka mobil ini dicoba langsung sepanjang rutenya Jakarta Surabaya atau Jakarta Bali ya mereka bilang ya. Mereka cobain tiap SPKLU di lokasi tersebut dan mereka coba kompatibilitasnya terhadap si sistemnya Aletra. Jadi sambil dicolok sambil ngecas mereka sambil update software-nya biar nanti waktu orang pakai mobil ini tidak bakal ada glitch atau tidak bakal ada masalah dalam hal pengecasan si L ini. Niat banget. Sumpah itu niat banget. Selain kompatibility itu si Elera L8 juga dilengkapi dengan V2 L yang bisa mencapai 6.000 1000 watt alias bisa buat ngecas mobil listrik lain. Gila ya, ini salah satu yang terbesar di kelasnya. Dan ada sentuhan Indonesia banget di head unitnya atau di display-nya. Jadi kalau kalian swipe tiga jari warna mobilnya berubah. Iya, lucu ya. Dan ini pemandangan di belakangnya ini atau wallpaper-nya ini adalah Labuhan Bajo, Man. Jadi mereka lagi-lagi Altra Indonesia mencoba memasukkan elemen-elemen Indonesia ke dalam si Aetra E8 ini. Mobil listrik biasanya punya masalah. Kalau parkir paralel susah karena harus dipindahin ke towing mode atau harus bagaimana. Enggak bisa kayak mobil matic-matic biasa yang tinggal dietralin. Tapi alter L8 solusinya pintar banget. Lagi-lagi karena dia mengadopsi pendekatan lokal. Kalian cukup tahan rem kaki, pencet parking brake-nya 5 detik atau 3 detik kan kurang lebih. Transmisi akan berubah ke N langsung matikan mobil, mobilnya langsung bisa didorong. Jadi buat netral lebih gampang, enggak usah pakai mode aneh-aneh. By the way, ini mobil berat juga buat ngedorong. Oke, sekarang kita sampai pada kesimpulannya si Aletra L atau L. Kesimpulannya, mobil ini gua bisa bilang mobil listrik buat perang. Dia gede, dia akomodasinya luas, dan gua sukanya adalah Indonesia memberikan beberapa sentuhan-sentuhan lokal. Wallpaper labuhan Bajo, dia bisa netral. Responya juga masih oke, range-nya juga oke 540 km dan tenaganya juga lumayan banget 10 detikan untuk mobil sepanjang 4,81 m. Ini gua bisa bilang ini mirip-mirip kayak MPV terlares di Indonesia, cuman dalam bentuk listrik. Oke, menurut kalian bagaimana si Aetra L ini? Tulis di komen ya. Thank you sudah nonton. Kalau kalian suka video ini, klik like, subscribe, salan, komen, dan jangan lupa tekan tombol lonceng untuk tahu video-video terbaru dari Autonetch Max. Audi Signas 2025. Bye bye.

Lihat di YouTube