Jungkat

All-New MAZDA CX-5 2026 : Tunggu kehadirannya di Indonesia (YouTube Video)

  • 04/11/2025

[Musik] Halo, selamat pagi dan kembali lagi dengan Audi di Autonet Max. Gua ada di Japan Mobility Show 2025 dan di tempat ini juga Mazda CX5 generasi ketiga debut untuk publik. Mobil ini biarpun kelihatannya mirip tapi punya perbedaan yang signifikan banget. Kita lihat detailnya seperti apa. Yang pertama kita bahas adalah bagian mukanya karena dia sudah mengadopsi kode desain yang terbaru. Jadi, ini evolusi kodo yang menuju next face-nya. Kalau kalian pengin lihat next face-nya Kodo, kalian bisa lihat dengan mobil konsep yang di dalam. Tapi ini adalah generasi terakhir sebelum berubah total. Jadi dia masih punya kodo shield yang signifikan. Tapi sekarang warnanya dikasih bukan chrome, dikasih kayak silver satin. Lampunya juga ditekuk dikit dengan projection lamp yang berbentuk L2 biji. Di situ grillnya pakai honeyom dan di bawahnya dia kasih aksen hitam lagi. Mirip kayak si eh Mazda yang dari China, si Mazda CX6i. Jadi garis-garis desain kayak gitu itu diadopsi ke dalam mobil baru ini. Ada aksen menarik atau detail menarik yang di ee smartkan sama desainer Mazda di headlight-nya. Jadi headlight-nya memang desain baru, tapi di sini kayak ada aksen merah. Ini kalau kita lihat dari profil samping ini membentuk tulisan lima. Di bagian mukanya nih sekarang di siluet lampu di bagian bawahnya sini ya. Ya. Dia kayak ada washer buat lampunya. Jadi profilnya itu dia bikin sengaja jadi kayak wing shape gitu di bagian depannya. Kalau kita lihat benar-benar dari depannya kelihatan ya karakter Mazda terbaru atau kodo terbarunya kelihatan banget dari sini. Entah kalian atau suka atau tidak ya, tapi menurut gua ini masih subtle perubahannya tidak terlalu signifikan banget dan masih menampilkan sebuah identitas Mazda. Tambahan lagi kalau kalian lihat sedikit ke bagian bawahnya, lekukan khas C5 itu masih kelihatan di ujung-ujung bumpernya. Dan yang gua sukanya adalah sekarang lipsnya dari vendernya itu dia cenderung lebih maju ke depan. Jadi kalau kalian lihat dari profil sampingnya, mobilnya tuh kayak nyorong, monyong ke depan gitu loh, tapi bikin dia jadi kelihatan lebih panjang dan lebih elegan. Bagian sampingnya sekarang dia overfendernya dikasih gloss black. Mirip-mirip kayak versi-versinya Kuro ya. Dan lucunya lagi ada kayak ada takikan sedikit itu kayak pasak waktu lagi masang kayu itu menandakan bahwa mobil ini SUV banget. Bannya sendiri dia sekarang pakai peleg di labur hitam semua. Ukurannya 19 inci pakai ban profil 2255. Desain pelek terbarunya juga dia jadi di Lapu Black semuanya. For your information ini versi Eropa ya. Kalau menurut gua pelegnya agak kekecilan ya. harusnya sedikit lebih gede lagi biar e area di antara spakbur sama ban ini lebih ketutup. Nah, kita bahas dikit profil sampingnya. Jadi, for your information biarpun lagi-lagi tadi gua bilang mobilnya kelihatan yang sama, pada dasarnya yang sama dari mobil sebelumnya atau dari generasi kedua itu cuman bagian sini ke depan, bagian sini ke belakang itu berbeda total. Jadi mobil ini sedikit lebih tinggi dan sedikit lebih panjang dibandingin versi keduanya. Cuman proporsinya kata desainer kalau mereka bikin langsung ini ngebengkak itu kelihatannya off. Makanya mereka tambahin ini. Jadi ada yang bertanya-tanya ini buat apaan sih? Aksen doang. Yes, aksen doang. Seperti tadi gua bilang, mobil ini sebenarnya lebih panjang. Tapi panjangnya itu di belakang. Depannya enggak berubah. Buat mengatasi biar depannya enggak kedodoran. Mereka bikin satu potongan di sini. Sehingga seakan-akan bonetnya itu mulai dari depan. Berakhirnya enggak di sini. Tapi berakhirnya di sini. sehingga kesan visualnya adalah bonetnya lebih panjang daripada seharusnya dan mobilnya jadi kelihatan proporsional. Cerdas ya desainernya. Nah, kalau kalian lihat lagi nih bagian atasnya sekarang jadi lebih bongsor. Ininya lebih tinggi ke belakangnya lebih panjang. Tapi otomatis juga si desainer Mazda melakukan sesuatu yang menurut gua gua langsung ngelihat dari awal pertama kali tekukan di sini jadi mirip sama Mazda 3. Jadi dia agak blend, agak bidang tapi dibikin halus karena garis vertikalnya dari depannya ini dia menghilang tepat di titik sini. Ini untuk menyamarkan body belakangnya yang sebenarnya lebih bongsor daripada seharusnya. Nah, di bagian belakangnya baru terlihat perbedaan dibandingin generasi pertama atau generasi kedua. Karena sekarang dia sudah mengadopsi garis desain kodo yang terbaru. Jadi, dia hampir mirip sama kakak-kakaknya yang dua digit CX 60, 80 atau 90. Garisan lampu L-nya di sini memanjang. Logo Mazda wing-nya sudah hilang karena sekarang digantikan dengan tulisan Mazda. Elegan. Jadi lebih elegan. Tambahannya lagi kalau kalian lihat di sini profilnya dia bikin agak kagak kayak ala-ala ducttail terus ini melengkuk lagi ke bagian bawahnya sini. Jujur belakangnya terlihat cantik. Untuk versi yang ditampilkan di Mobility Show ini dia pakai hybrid ya. Jadi udah E Sky Active G. Nanti yang di versi Indonesia akan seperti apa. Kita akan lihat nanti. Sekarang kita lihat bagasinya seperti gimana. Tentu saja bukaannya sudah elektrik. Buka. Nah, bagasinya masih sama gedenya dengan yang dulu. Bahkan dia lebih besar lagi. Karena balik lagi pemaksimalan ruangnya dia lebih bagus. Mobil ini for your information jauh lebih panjang daripada versi sebelumnya. Versi sebelumnya panjangnya sekitar 4,5an something enggak nyampai 4,6 m. Mobil ini panjangnya hampir 4,7 m 4695 kalau enggak salah. Otomatis ruang-ruangnya jadi lebih lega. Dan gilanya lagi, Mazda juga menurunkan atau membuat si penampang bagian bawahnya itu sedikit lebih rendah sehingga memasukkan barang nanti akan jauh lebih mudah dibandingin versi sebelumnya. Oke, sekarang kita masuk ke baris pertama atau interior dari si CX5 generasi ketiga ini. Dan interiornya beda banget. Pertama dia didominasi sama layar besar 15,6 inci di bagian tengahnya. LCD display-nya masih ada, resolusinya masih bagus, setirnya juga masih punya ergonomi yang bagus seperti halnya sebuah Mazda. Tulisannya sekarang udah enggak ada wing Mazdanya lagi, tapi diganti tulisan Mazda di bagian sini. Dan karena ini sudah pakai touch screen, dia tidak punya tombol fysikal kecuali tombol hazard yang keren banget berpendar seperti ini. Ada tombol heater kaca depan dan belakang. Di sini kalian lihat PRND-nya electric parking blake atau hold. Sisanya tidak ada tombol lagi di bagian sebelah sininya. Gantinya adalah kalian bisa dapat tombol yang lebih komplit di bagian tengahnya sini untuk adaptif cruise control, rubah mode kamera dan segala macamnya. Untuk pengaturan lagu, pengoperasiannya segala macam di sini angka telepon segala macamnya di sini masih punya paddle shift di bagian sini. Tuas yang gua bilang sangat mirip dengan versi sebelumnya. Dan di sini kalian bisa atur AC-nya langsung. Jadi tinggal ditahan seperti ini tuh ya. Mirip-mirip kayak mobil Tiongkok sih jujur aja. Jadi ada gesture-nya tuh untuk mendinginkan atau memanaskan di sebelah sini. Nah, tapi ngomongin desainnya gua ngerasa CX5 ini jadi sedikit lebih tinggi dashboard-nya. Dashboard-nya dibandingin yang lama. Yang lama itu terasa lebih rendah. Yang ini sedikit lebih tinggi. Tapi ini enggak lebih tinggi daripada si bagian layar. Jadi kalau layarnya tetap dilihat, layarnya akan tetap akan lebih bawah. Enggak seperti mobil-mobil Tiongkok atau Innova kali ya yang layarnya segede gaban terus nongol kayak nutupin pandangan ini. Enggak. Masa tetap memikirkan ergonomi situ. Cuman ada cumannya entah kenapa mungkin ini prototype ya pemilihan materialnya tidak sewah CX5 generasi sebelum ini. Kenapa? Karena di sini lu masih bisa merasakan hard plastik. Di sini hard plastik. Soft plastiknya cuman di sini dan di bagian bawah sini. Jadi banyak banget kombinasi hard plastik yang menurut gua membuat dia less premium dibandingin versi sebelumnya. Sekarang kita watak-katik sedikit buat head unitnya. Masih pakai bahasa Jepang semua. Menunya kalian bisa lihat di sini. Eh, lancar sih ya. Smooth banget sih ini. Android Auto, Apple CarPlay tentu saja bisa. Dan dia sudah dilengkapi dengan kamera 360 yang punya resolusi cakep banget. Nih lihat deh. Ini masih bisa dimain-mainin gini. Dan resolusi mobilnya sih gil benar-benar tajam banget tuh ya. Kalian bisa lihat juga dia kanan kirinya segala macam. Oke, kalau kita masuk lagi ke home-nya. Ini tampilan display-nya ya. Mobilnya seperti ini. Dan ini widget ya. Jadi kalian bisa pilih widgetnya masing-masing. Tuh, di sini kalian bisa atur bisa dipindah-pindahin dengan ditahan. Tuh. Jadi kalian mau tampilnya di mana tuh. Ini mau di sebelah sini juga masih bisa. Ini widgetnya tampil sebelah sini. Ini mungkin fleksibilitas yang tawarkan dari sebuah touchsreen. Biarpun jujur aja gua bukan fans sebuah touch screen. E active sense-nya bisa kalian lihat dari sini setup-nya yang bahasa Jepang semua. Fel ekonominya kalian bisa lihat juga. Eh i stop-nya juga kalian bisa lihat juga dari sebelah sini. Settings. Oke, setting semua dalam bahasa Jepang ya. Nanti kita akan lihat ketika mobil ini nanti nyampai ke pasar Indonesia dan sudah tersedia dalam bahasa Inggrisnya. Untuk key charging atau wireless charging-nya kalian bisa dapetin sekarang di sini enggak di depan lagi. Dan di sini ada center consol yang bisa kebuka separuh-separuh. Dalam sini masih ada USBC ya buat di sininya gua mencari 12 volt tapi entah kenapa gua tidak menemukan 12 volt. Udah enggak jaman kali ya 12 volt ya. Pengaturan kursi sendiri komplit ya. Dia bisa maju mundur tuh, naik turun sampai tilting-nya juga ada dia. Recline-nya juga oke. Di sini juga masih ada lambar support. Tapi sayangnya lambar supportnya memang cuman dua arah, tidak ada memori. Oke, dan sebelah sampingnya untuk versi Eropa ini juga dilengkapi dengan pengaturan elektrik. Oke, sekarang kita pindah ke bagian belakangnya karena improvement paling besar itu ada di bagian belakang atau di bagian baris kedua. Yuk. Sekarang kita masuk baris keduanya. Ini yang paling signifikan. Wow. Jadi, for your information lagi, baris keduanya ini hampir 7 cent lebih lebar Otomatis la room luar biasa abundon. Benar-benar lega banget. Ini dengan posturus di depan dan dia duduk. No. Ini posi lu posisi lu ya. Ini kaki gua gila ini 20 centti ada nih light room-nya. Terus korsi juga dibikin lebih ergonomis. Eh, angle masuk inggressegress sama footwell-nya sininya juga dibikin lebih rendah sehingga orang masuk itu jauh lebih gampang. Kalau kalian ingat s5 yang generasi kedua itu kalau kalian masuk postur gua ya 174 itu biasa kepala harus agak nunduk dikit. Kalau ini jauh lebih gampang karena bukaan ini jauh lebih gede. Bukaan pintu jauh lebih lebar dan jauh lebih gampang diakses. Cuman yang gua rasakan dari ergonomi barunya ini biarpun recline-nya dia bisa satu step ya. Jadi ini posisi yang agak tegak, ini posisi yang agak rebah. Support di sini berbeda dengan si CX server lama yang cenderung lebih naik sudut kursinya. Jadi kayak lebih bisa men-support bagian paha bagian bawah ini dengan lebih baik. Ini kalau untuk men-support dengan baik, kaki kalian harus agak selonjor ke depan. Jadi memang kelihatannya gara-gara dia punya light room yang lebih, duduk kalian enggak harus begini, tapi duduknya harus agak selonjor ke depan. Mungkin ee untuk perjalanan jarak jauh harusnya ini lebih nyaman. Untuk di versi Eropa ini juga feature-featur-nya juga lumayan lengkap. Kalian bisa dapetin seat heater kanan kiri, USBC dua biji. Di sini juga masih ada amres yang keker ya, enggak ngeplek-ngeplek. reclining-nya juga bisa. Dan lucunya lagi, kemarin kita didemoin e Mr. Sano ini sempat marah-marah katanya ini orang bodoh yang naruh headr kebalik. Jadi ternyata head rest-nya bisa dibalik begini. Tujuannya apa? Tujuannya ketika ini ya diflatin semua, kalian bisa tidur di sini, kakinya bisa ngejul karena di sininya ada panoramik. Jadi kalian bisa ngelihat ya di sini bukan bintang, ini isall punya langit-langit. Cuma kalau kalian bawa mobil ini piknik gitu loh atau ke outdoor, kalian bisa tiduran sambil menatap bintang katanya. Untuk desainnya sendiri dia sebenarnya masih sama kayak depannya. Dia mengadopsi mode dual tone begini. Jadi ada hitem sama ada beige ya. Cuman entah kenapa gua ngerasa atau karena ini prototype ya pemilihan materialnya enggak seuah Mazda yang dulu. Entah nanti di versi Maspron-ya akan seperti ini karena ini plastik ya. Ya, ini plastik. Desainnya sih sebenarnya oke karena kalian masih bisa dapatin ergonomi yang bagus untuk tangannya. Sandaran tangan. Untuk mesin versi yang kita lihat ini adalah versi Eropanya. Dia pakai mesin 2.500 cc hybrid ya untuk versi Eropanya. Tapi untuk versi Indonesianya kayaknya mungkin kita akan pakai mesin 2.500 Sky Active yang biasa. Nanti kita lihat ketika mobil ini nyampai di pasar Indonesia. Oke, sekarang kita sampai pada kesimpulannya si Mazda CX5 generasi ketiga ini. Kesimpulannya ini enggak cuman bentuknya mirip doang, tapi ini adalah sebuah generasi baru yang punya banyak improvement. Dia lebih lega, dia lebih tinggi, dia lebih panjang. Gua nanti berharap jinba itainnya tidak berubah banyak karena kata desainernya mereka juga men-setting ulang segala macam suspensi dan kekerasan dan kekakuannya sehingga mobil ini harusnya lebih refine daripada sebelumnya. Tapi baik lagi si CX X5 terbaru ini sekarang berorientasi tidak hanya pada jin baitai tapi juga pada kenyamanan terutama di baris keduanya karena dia jadi lebih lega dia jauh lebih nyaman, dan dia jauh lebih manusiawi dibandingin versi keduanya atau versi sebelumnya. Gimana menurut kalian? Apakah si CX5 ini harus nyampai ke Indonesia secepatnya? Tulis di komennya. Oke, sekian video kali ini. Thank you sudah nonton. Kalau kalian suka video kali ini, klik like, subscribe, saran, komen, dan tekan tombol lonceng untuk tahu video-video terbaru dari Auto. Audi Sign Off dari Japan Mobility Show 2025. Bye bye. Kayak CX60, CX80, CX90 dan sana baru saja lewat itu dipotong dulu.

Lihat di YouTube