Jungkat

All Rounder 6 Jutaan: Kamera Keren, Desain Elegan, Performa Mumpuni! Review HONOR 400 (YouTube Video)

  • 03/07/2025

Ini adalah Honor 400, smartphone terbaru dari Honor yang disebut sebagai next Gen AI Imaging Smartphone. Fitur AI-nya memang banyak banget. Ada yang bisa bikin gambar jadi video. Ada yang untuk bantu ambil dan edit foto. Ada yang untuk bantu bikinin tulisan jadi lebih rapi. Dan ada yang bisa deteksi deep fake saat video call. Enggak cuma fitur aja yang ada andalannya ya. Desainnya mewah, premium, back cover dari kaca. Kamera utamanya 200 megapel dengan sensor besar 1/1,4 inci. Baterainya 6000 mAh dengan teknologi silikon carbon. Jadi bodinya tetap tipis dan bobotnya terjaga tetap ringan. SOC-nya Snapdragon 7 gen3, RAM 12, storage-nya 1/2 TB, ini 512 GB. Penasaran dengan yang satu ini? Langsung kita review aja yuk. Oke, setelah comeback ke pasar Indonesia beberapa waktu yang lalu, Horner Indonesia kembali menghadirkan smartphone terbaru mereka lewat HER 400 series yang datang ke Indonesia ada dua versi, yaitu Hor 400 versi reguler dan Honor 400 Lite yang lebih terjangkau. Tapi kali ini kita bahas yang regulernya ya, Honor 400. Dan ini bukan pertama kalinya kita bikin review dari produk Honor loh. Sebelumnya kita udah pernah bikin video tentang Honor Pad 9 serta ekosistem milik Honor juga. Kalau kalian belum nonton mungkin kelewatan ya, tahu dong masih ngapain. Oke, sekarang langsung aja kita bahas smartphone satu ini mulai dari paket penjualannya ya. Di dalamnya tentunya ada unit smartphone 400 dengan screen protektor yang sudah langsung terpasang. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 66 watt undercharge ya. Lalu ada kabel USBC dan ada case. Lalu ada sim trjector dan dokumennya. Jadi lumayan lengkap nih paket penjualannya. Untuk desain, under 400 ini hadir dengan penampilan yang simpel tapi tetap terkesan elegan dan mewah. Gaya desainnya serba flat. Jadi bagian bawah di belakangnya, frame, serta layar itu rata semua, datar semua ya. Optinya untuk warna itu ada tiga, ada desert gold, ada midnight black, dan ada tidle blue. Untuk warna desert gold dan midnight black body belakangnya sama-sama polos tanpa corak apapun. Sementara warna tidle blue, nah ini body belakangnya terdapat corak acak yang membuatnya enggak kelihatan polos-polos aja. Untuk materialnya bagian frame itu pakai bahan polikarbonat. Sementara buat belakangnya ini pakai kaca. Untuk daya tahan terhadap debu dan air, smartphone-nya punya IP rating loh di IP6. Jadi kalau kena percikan air atau hujan itu masih aman ya. Semprot-semprot dikit masih bisalah. Selain itu owner juga mengklaim kalau yang satu ini sudah punya sertifikasi SJS 5 star drop resistance. Jadi harusnya lumayan tangguh juga. Untuk dimensinya 3156,5 mm, lebar 74,6 mm, dan ketebalan di 7,3 mm. Sementara bobotnya itu semuanya sama ya, ada di 184 gr. Jadi cukup tipis dan ringan untuk sebuah smartphone yang baterainya 6.000 mAh. Sekarang kita lihat sisi kanannya. Di sini ada tombol power dan tombol volume up and down. Di atas ada mikrofon, infrared blaster, dan ada speaker. Di kiri ini kosong ya. Di bawah ada sim tray non hybrid. Ini bisa untuk dual nano SIM tanpa slot micro SD. Kemudian ada mikrofon lagi, ada port USBC dan ada grill speaker. Jadi smartphone ini punya dua mic dan stereo speaker. Untuk kata suaranya sih udah terasa mencukupilah ya untuk las harganya. Volumenya juga cukup lantang. Beralih ke sisi depan ini adalah layar 6,55 inci. Panelnya AMOLED. Resolusinya 2.736 * 1264. Refresh rate-nya up to 120 Hz. Ini adaptif ya, jadi bisa naik sampai 120 Hz kalau ada aktivitas di layar dan turun ke 60 Hz kalau tidak ada aktivitas di layar. Untuk brightness-nya, smartphone ini diklaim mempunyai peak brightness sampai 5.000 nits. Tapi ini harusnya untuk lokal peck brightness di mode HDR aja. Kalau kita tes untuk di mode indoor ya, brightness layer bisa mencapai 620-an nitz. Ini udah lumayan tinggi. Sementara untuk simulasi outdoor brightness-nya itu bisa mencapai 1500 nitz. Ini tinggi juga nih ya. Udah bisa diandalkan banget untuk penggunaan di luar ruangan bahkan di bawah trik sinar matahari sekalipun. Nah, untuk mode warna smartphone ini punya dua mode warna, ada normal dan ada vivit. Untuk hasil tes kalor gambutnya kurang lebih seperti yang ini nih ya. Lihat ya sini ya. Terlihat ya mode normal itu lebih diarahkan mendekati 100% sRGB. Jadi kalau mau ngedit foto atau video gunakan mode ini aja. Tapi kalau mau warna yang lebih gonjreng di tampilan layar bisa pilih mode Vivit karena gambut volume-nya jadi lebih tinggi. Di sini sudah mendekati 100% disi walaupun enggak pas-paset. Nah, untuk basel smartphone ini sudah tergolong tipis dan hampir simetris basel-nya ya di keempat sisi ini. Jadi penampilannya terasa modern dan rapi. Fitur always on display atau AOD juga sudah ada di sini dan ini bisa aktif terus-terusan. Jadi ini beneran always on. Nah, selain AOD, di layar ini juga ada fitur motion sickness relief. Nah, fitur ini bisa bantu mengurangi rasa pusing atau mual akibat gerakan di layar. Biasanya ini sering terjadi kalau kita lagi e lihat-lihat HP di mobil, main game, dan sebagainya, ya. bakal ada beberapa titik biru di layar yang bikin fokus kita lebih terjaga sehingga katanya ini bisa mengurangi rasa pusing atau mual saat kita ngelihat ke layarnya ini. Kemudian di sini ada earpiece yang terletak di beasel bagian atas dan kemudian ada kamera selfie 50 megap F2.0 fix fokus ya di sini ya perekaman video sampai 4K 30 fps dan di sini ada opsi untuk 1080p 60 fps. Beralih ke si belakang kamera utamanya 200 megap sensornya besar 1/1,4 inci. Bukanya F1.9. Ada optical image stabilizer, autofokus tentunya ya. Lalu perekaman video sampai 4K 30 fps dan di sini ada opsi untuk 1080p 60 fps. Kemudian ada lagi kamera ultra wide 12 megap F2.2 FW-nya lumayan lebar di 112 derajat. Ini autofokus dan perkaman video sampai dengan 4K 30 fps tanpa 1080p 60 fps di sini ya. Lalu ada LED flash. Nah, untuk fitur-fitur kamera bisa dilihat sini lumayan banyak nih fitur-fiturnya nih. Serius banget ya. Lihat nih banyak banget nih. Nih. Lalu untuk spesifikasi internalnya sekarang SOC-nya adalah Snapdragon 7 Gen 3. Memang ini bukan generasi terbaru ya, tapi harusnya performa tawarkan masih terasa cukup untuk penggunaan sehari-hari. Untuk RAM dan storage ini pilihan cuma ada satu ya, satu varian doang yaitu yang RAM-nya 12 gig dengan storage 512 GB. RAM-nya pakai LDR 4X, sementara storage-nya pakai UFS 3.1. Untuk baterai 6000 mAh dengan teknologi silikon karbon yang bikin baterainya punya kepadatan yang tinggi. Efeknya body smartphone tetap tipis dan ringan walaupun baterainya besar. Nah, untuk dukungan charging-nya smartphone ini punya 66 watt on superchge. Untuk sensor-sensor ada asterometer, ada light sensor, parimity sensor, magnetometer, gyroskop juga ada. Lengkap sensornya ya. Lalu untuk kektivitas tentunya ah bisa 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya ya. Dan dukungan untuk eIM juga ada di sini udah kekinian nih. Wii-nya WiFi 6, Bluetooth versi 5.4 dan kodex-nya lumayan lengkap juga. SBC, AAC, Qualcom Up X, Qualcom UpX HD, LDAC ada semua di sini. NFC tentunya ada dan USB-nya bisa OTG. Untuk set keamanan dia punya face unlock dan ada in display fingerprint sensor. Untuk OS dia pakai Magic OS 9.0 ini berbasis Android 15. Untuk jatah update-nya smartphone ini rencananya akan dapat dua kali update versi Android dan 3 tahun untuk security pass-nya. OS-nya ini bersih dari iklan ya, tapi untuk aplikasi third party tentunya tetap ada di sini ya. Dan kalau rasanya tidak dibutuhkan aplikasi ini bisa di-uninstal kok. Aman. Nah, untuk fitur-fitur ini ada banyak banget ya fitur dari Google seperti Google Lens, Gemini, dan Circle to Search itu sudah ada di sini. Lalu mungkin banyak yang nanya, "Ada Google Play Store-nya enggak tuh?" Nah, tenang ada di sini ada Play Store-nya. Ya, smartphone dari On itu memang punya Google Mobile Services atau GMS secara resmi. Jadi, fitur dan layanan dari Google bisa jalan di sini tanpa ada masalah. Normal aja kayak Android biasa. Lalu fitur Honor Connect ini juga udah tersedia di sini. Ini adalah fitur untuk memudahkan transfer file antara smartphone owner dengan iPhone. Caranya tinggal instal aplikasi Honor Connect ini di iPhone yang ingin kita gunakan untuk transfer file. Kemudian bakal muncul tuh opsi untuk share ke iPhone pas kita mau sharing file. Nah, sekarang kita bahas yang jadi andalan smartphone ini. Fitur AI dari owner sendiri. Di sini ada AI Eraser 2.0. Fitur ini bisa menghapus objek yang mengganggu di foto lalu menambal area yang dihapus dengan gambar yang sesuai dengan area sekitarnya. Untuk hasilnya kayak gini. Lumayan rapi ya ini ya. Lalu ada AI out painting. Yang satu ini fungsinya untuk memperluas bagian foto atau gambar dengan bantuan AI. Ini bakal berguna nih kalau ada bagian foto kita yang kepotong atau kalau kita mau ubah aspek rasio dari foto kita. Kemudian ada AI cut out. Nah, fitur ini bisa melakukan seleksi otomatis terhadap objek di sebuah foto. Jadi, kita bisa pindahin posisi objeknya sesuai dengan keinginan kita. Kemudian ini menarik nih, ada AI image to video. Nah, sesuai namanya fitur ini bisa membuat video pendek dari sebuah foto atau dari gambar. Lucu nih foto yang tadinya statis diam doang jadi bisa seolah-olah bergerak dengan fitur yang satu ini. Untuk hasilnya sendiri udah lumayan rapi sih ya menurut kami ya. Catatannya kita enggak bisa kasih prom mau bikin video seperti apa. Jadinya video ini akan digenerate secara random atau ya sepantasnya lah digenerate-nya ya. Nah, untuk fitur ini menggunakan model AIVO2 dari Google. Jadi bisa dibilang ini hasil kerja sama antara Honor dan Google juga ya. Nah, menurut Honor, smartphone Honor 400 series ini jadi smartphone pertama di dunia yang punya fitur AI image to video secara build in di smartphone-nya. Lalu ada fitur AI collage di sini. Fitur ini bisa membantu kita menyusun gambar dengan tampilan colas secara otomatis. Kita tinggal pilih beberapa gambar, nanti sistemnya akan langsung nyusun. Jadi suatu tampilan kolas atau kolase yang rapi tanpa perlu diedit secara manual. Praktis banget ini ya. Lalu ada Magic Portal. Ini adalah fitur untuk copy paste sesuatu antar aplikasi dengan cara drag and drop. Caranya tinggal lingkari teks gambar atau file apapun dengan gesture knuckle. Kemudian arahkan ke sidebar di sebelah kanan layar. AI di sini bakal akan mengenali objek yang kita copy lalu akan menampilkan pilihan aplikasi yang cocok untuk pasing objectnya. Kemudian masih ada lagi ada AI proof reading. Ini adalah fitur yang bisa ngecek apakah tulisan kita sudah sesuai dengan tata bahasa yang tepat atau belum. Bahasa Indonesia udah bisa ya di sini ya. Kemudian ada AI polish and rewrite-nya. Yang ini berfungsi untuk memperbaiki ejaan tata bahasa, dan susunan kalimat supaya tulisan kita jadi lebih rapi, jelas, dan enak untuk dibaca. Lalu ada fitur AI compos. Ini berfungsi untuk membuat tulisan secara otomatis berdasarkan promp yang kita buat. Contohnya nih, kita mau bikin caption atau membuat surat lamaran kerja gitu ya, ucapan selamat ulang tahun gitu dan lain-lain bisa. Tinggal di prom aja nanti dibuatin sama dia ya. Lalu tentunya ada AI translate. Fitur ini bisa menerjemahkan percakapan secara real time dari bahasa asing ke bahasa yang kita pilih, termasuk bahasa Indonesia. Bisa nih ada dua model tersedia di sini, yaitu chat untuk percakapan dua arah dan ada interpreter untuk percakapan satu arah. Lalu masih ada lagi namanya AI deep fake detection. Nah, fitur ini bisa mendeteksi deep fake saat kita lagi video call. Ei-nya bakal melakukan scan terhadap wajah dari lawan bicara kita. Kalau dirasakan mencurigakan, bakal muncul peringatan bahaya. Jadi kita perlu lebih hati-hati. Jangan-jangan kita ngobrol sama AI juga. Ini bakal berguna banget ya. Belakangan ini kan memang banyak yang menyalahgunakan teknologi deep fake untuk menipu. Sayangnya banyak yang beneran ketipu karena enggak sadar bahwa lawan bicaranya lagi pakai deep fake ya. Nah, hadirnya fitur ini seharusnya bisa bikin kita jadi lebih waspada terhadap penipuan dengan motif seperti ini. Nah, segi catatannya semua fitur AID smartphone ini membutuhkan koneksi internet. Jadi memang belum bisa jalan secara offline. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian performanya. Untuk Antutu 10 dia bisa dapat Rp854.000-an. Untuk Geigb 6 core-nya di 11170, multiore di 3.165. Lalu untuk Trmark Sling shot Extreme Unlimited Open Gld 3.1 graphic skornya di 9.815. Untuk 3K wildlife stress test tanpa kipas base score ada di 5.362 dengan low score di 5.351. Jadi stability-nya mantap 99,8%. Kemudian untuk GFX Bench 1080p mainhatan 3.1 offsreen dia dapat 84 FPS. Sementara untuk 1080p car chase off screen dia dapat 47 fps. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian gaming ya. Supaya mendapatkan hasil yang maksimal, kami menggunakan game mode yang bisa diakses melalui slider ketika menjalankan game. Kita mulai dari subway server dulu. Saat dimainkan, refresh rate-nya bisa jalan di 90 Hz dan frame rate-nya bisa lancar di 90 fps. Jadi, walaupun belum nyampai 120 fps masih cukup asik ya. Ini lebih smooth daripada yang 60 fps aja. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame rate yang terbuka itu sampai ultra atau 120 FPS. Sementara setting grafis yang terbuka seperti ini nih ya. Bisa dibilang settings tertinggi di game ini sudah terbuka untuk smartphone yang satu ini. Nah, saat dimainkan frame rate-nya bisa mencapai 120 fps kalau lagi sepi. Sementara kalau lagi ada battle yang efek visualnya cukup rame frame rate-nya dari kisaran 80 sampai 90-an FPS. Masih cukup mantaplah untuk push rank pakai smartphone ini ya. Lalu untuk PUBG Mobile. Nah, di sini opsi setting frame-nya terbuka sampai ekstrem atau 60 fps dan game-nya tentunya bisa jalan mulus dan lancar di 60 fps tanpa ada masalah sama sekali. Untuk gyroing bagaimana? Aman. Di sini kan dia pakai gyroskop yang hardware ya, jadi udah enaklah buat PUBG Mobile. Lanjut dengan watering waves. Kita coba mainkan preset graphics di quality settings frame rate di 60 fps dan auto FPS-nya kita off-kan. Nah, kalau lagi jalan-jalan keling map frame rate-nya ada kisaran 30 sampai 35 FPS. Tapi kalau ada battle, frame rate-nya sering turun ke bawah 30 fps. Saran kami sih kalau mau main game satu ini lebih baik pakai preset graphics yang lebih rendah saja. Jadi dapat frame rate-nya lebih tinggi, lebih asyik aja main game-nya ya. Lalu kita masuk ke Gensin Impact. Langsung aja kita hajar satu dengan highest 60 fps. Kita coba tanpa kipas pendingin terlebih dahulu. Di 5 menit pertama frame-nya saat jalan-jalan itu ada di kisaran 40 sampai 55 fps. Sementara kalau batel di kisaran 40 sampai 45 fps. Setelah itu frame-nya turun ke kisaran 38 sampai 45 fps. Baik saat jalan maupun battle. Hasil seperti ini bertahan hingga akhir pengujian. Nah, untuk suhunya titik terpanas di bagian depan smartphone ada kisaran 42 sampai 43 derajat Celcius. Masih oke. Sementara titik terpanas di bagian belakang smartphone sama 42 sampai 43 Celcius juga. Lanjut lagi kita coba pakai kipas pendingin. Bagaimana nih? Ya, dengan skan pengujian yang sama, frame rate-nya ada di angka 40 sampai 55 fps sepanjang pengujian. Jadi, kalau pakai kipas pendingin, hasilnya memang jadi lebih stabil. Nah, kalau mau dikasih ranking-rankingan nih buat G sini pack ini masuk ke dalam ranking B. Oke, lanjut ke pengujian kameranya. Oke, di tangan saya kali ini udah ada si Hunner 400 dan kali ini tes kameranya bareng sama saya. Ini suara yang teman-teman dengar sekarang direkam e secara langsung menggunakan mikrofon yang ada di smartphone-nya. Ini udah dual microphone ya. Jadi kalau misalnya mau dipakai untuk vlogging gitu misalnya, nah suaranya tuh kurang lebih kayak begini. Kita mulai pembahasannya dari video di kamera selfie-nya ya. Di sini resolusinya bisa sampai 4K 30 fps dan ada juga opsi untuk 1080p 60 fps. Untuk kualitas gambarnya ini udah terasa lumayan asik untuk kami. Detail dan ketajamannya itu terasa pas. Untuk stabilisasinya di resolusi 4K 30 FPS hasilnya sudah terbilang sangat stabil saat di bawah jalan seperti ini. Tapi kalau di 1080p 60 fps, kami menemukan ace-nya sedikit kurang optimal. Jadi hasilnya sedikit berguncang walaupun bukan sampai tidak stabil sama sekali, ya. Lalu, untuk kemampuan dynamic range-nya ini standar saja. Di bagian background agak over expos, tapi untungnya bagian wajah masih bisa terlihat dengan jelas. Lanjut ke kamera utama. Di sini resolusinya bisa sampai 4K 30 fps dan ada juga opsi untuk 1080p 60 fps. Untuk kualitasnya ini terbilang asyik ya, detail dan ketajamannya terbilang cukup tinggi. Jadi kami sih enggak ada protes di sini. Untuk stabilisasinya ini juga sudah terbilang stabil di semua resolusinya. Mau pakai 4K 30 fps atau 1080p 60 fps hasilnya sudah stabil dan minim guncangan saat di bawah jalan kayak gini. Untuk dynamic range di resolusi 4K 30 FPS, sisi terang dan gelapnya bisa diseimbangkan dengan baik. Di sini background tidak terasa over expos dan bagian wajah juga masih bisa terlihat dengan jelas. Tapi kalau di 1080p 60 fps, bagian background-nya jadi terasa sedikit over expos ketimbang di 4K 30 fps-nya. Tapi untungnya bagian wajah tetap terlihat dengan jelas. Lanjut ke kamera ultrawide. Di sini resolusinya bisa sampai 4K 30 fps juga, tapi untuk opsi 60 fps sayangnya belum ada. Untuk kualitas gambarnya ini udah oke ya. Setidaknya ini lebih baik dari beberapa kamera ultra wide 8 megapel yang pernah kami coba. Untuk stabil saat dibawa jalan kayak gini. Untuk dynamic range ini juga standar saja. Kalau di keadaan yang perbedaan gelap dan terang yang kontras, background-nya jadi agak overpos. Tapi untungnya bagian wajah masih terlihat dengan lumayan baik. Yang menarik, kamera ultrawide ini bisa autofokus. Nice honor. Lanjut ke low light. Untuk kamera selfie-nya, kualitasnya memang sudah menurun ketimbang saat siang. Meskipun begitu di 4K 30 FPS hasilnya masih bisa dibilang cukup baik. Noise memang ada dan detail juga sudah menurun. Untungnya bentuk wajah saya masih bisa terjaga dan gambar juga masih cukup terang. Kalau kita pakai 1080p 60 fps hasilnya jadi cenderung gelap seperti ini. Ini wajar ya karena 60 fps memang butuh cahaya yang lebih banyak. Saran kami gunakan 30 FPS-nya saja kalau mau pakai kamera selfie di kondisi minim cahaya. Lalu untuk jiter dari stabilizer ini juga tentunya ada ya. Tapi untungnya video masih terasa cukup stabil dan tidak terasa gempa. Lanjut ke kamera utamanya. Di 4K 30 fps, video yang dihasilkan terbilang lumayan. Detail gambar masih terjaga dengan baik dan noise pun terbilang minim. Lalu kalau kita pakai 1080p 60 fps-nya, detail gambarnya juga tetap terjaga dan minim noise. Dan yang menarik, video yang dihasilkan tetap terang. Untuk frame rate-nya juga aman, tidak terjadi penurunan FPS meski di kondisi minim cahaya. Ini kalau bukan sensor kelas atas sulit untuk bisa mencapai 60 fps dengan terang seperti ini. Untuk jaternya gimana di 30 fps? Kalau di bawah jalan seperti ini giter masih cukup terlihat. Tapi kalau di 60 fps gaternya lebih minim dibanding 30 fps-nya. Untuk urusan autofokus langsung saja kita coba di low light. Di 30 fps hasilnya aman. Enggak ada masalah meski di kondisi minim cahaya. Sementara saat kami tes di 60 fps, autofokusnya sudah terbilang aman. Tapi kami menemukan sering ada flicker saat pengujian. Lanjut ke kamera ultrawide. Di kondisi low light, hasilnya memang tidak sebagus kamera utamanya. Namun ini masih lebih baik ketimbang kamera ultrawide di beberapa smartphone lain yang pernah kami uji. Untuk jaternya ini juga cukup terasa ya kalau di bawah jalan seperti ini. Untuk tes autofokusnya langsung kita coba saja saat low light. Hasilnya kurang lebih seperti ini ya. Sekarang lanjut lagi ke urusan fotografi. Menurut kami, kemampuan fotografi dari smartphone ini udah cukup asik sih. Kalau di siang hari, rasanya mau pakai kamera apapun tinggal jepret aja lalu beres. Yang kami suka walaupun smartphone ini enggak punya kamera telefoto, hasil foto menggunakan digital zoom dua kalinya punya kualitas yang tinggi. Kamera ultrawide-nya juga menarik karena bisa autofokus yang satu ini jadi bisa untuk makro fotografi juga. Lalu kalau mau pakai portrait mode juga bisa dan hasilnya cukup rapi seperti ini. Kalau di kondisi low light, kualitas kamera selfie-nya memang sedikit menurun ketimbang di siang hari. Namun secara umum hasilnya masih terbilang baguslah untuk kami. Kalau kamera utamanya sih udah beda level ya. Di kondisi minim cahaya sekalipun kamera ini masih menghasilkan foto yang kualitasnya cukup tinggi. Detailnya pun tetap terjaga dan noise pun terbilang minim. Menariknya saat menggunakan digital zoom dua kalinya pun hasilnya tetap terjaga. Lalu kalau untuk kamera ultrawide menurut kami ini masih tergolong cukup aja lah hasilnya. Di low light memang tangan kita harus lebih stabil karena fitur auto night mod-nya akan menyala di kondisi seperti ini. Lanjut bahas fitur ekstranya. Yang pertama di sini ada AI zoom. Ini adalah fitur untuk upscaling foto dengan bantuan AI. Tombol fiturnya bakal muncul kalau kita melakukan digital zoom di atas 15 kali. Untuk perbandingan gambar dengan AI zoom dan tanpa AI zoom seperti ini ya. Lanjut lagi ada boke video. Ini bisa jalan di kamera utama saja ya. Untuk resolusinya pun terbatas di 1080p 30 fps. Hasilnya sih udah cukup rapi ya menurut kami. Berikutnya slow motion juga ada dan ini bisa di kamera utama saja dengan resolusi maksimal 1080p 120 fps. Tapi kalau mau yang lebih lambat ada juga opsi 720p 240 fps. Berikutnya ada juga mode pro. Ini bisa untuk foto dan video di kamera utama dan kamera ultrawide. Untuk pengaturan ISO dan juga shutter speed-nya seperti ini ya. Oke, itu dia pembahasan kamera dari Honor 400. Overall, kemampuan kamera dari smartphone ini terbilang cukup asyik di kelas harganya. Mau dipakai untuk mengambil foto atau video di berbagai momen, rasanya sudah bisa diandalkan. Tapi tentunya ada beberapa hal yang sekiranya masih bisa ditingkatkan lagi. Pertama, konsistensi stabilizer kamera selfie di 30 fps dan 60 fps masih perlu ditingkatkan. Berikutnya, sayangnya di sini kamera ultrawide-nya belum bisa merekam 60 fps juga seperti kamera lainnya. Lanjut lagi adalah pengalaman mult kameranya. yang di sini belum tergolong mulus. Ini bisa dilihat ketika kita pindah-pindah dari kamera ultra wide ke kamera utama atau sebaliknya. Yang terakhir, sayangnya belum ada autofokus di kamera selfie-nya. Oke, sekian dulu pengujian kamera kali ini. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya, ya. Lanjut lagi kita tes daya tahan baterainya sekarang, ya. Oke, dengan lokal YouTube playback 1080p. Baterai habis setelah 23 jam 39 menit. hasil yang terbilang standar lah. Ini sesuai dengan harapan kami ya untuk baterai sebesar ini. Lalu untuk streaming YouTube 1080p 30 fps non HDR selama setengah jam, baterai berkurang 2% saja. Untuk mainan TikTok, baterai berkurang 3% dalam setengah jam. Ini lebih irit ya, biasanya sekitar 4%-an turunnya. Kemudian untuk Gensin Impact HS 60 fps, baterai berkurang hanya 11% dalam 30 menit. Jadi datan baterai lumayan oke juga nih ya. Nah, untuk charging sekarang kita lihat sampai 50% kita butuh 24 menit. Sementara dari kosong sampai penuh kita butuh 1 jam 3 menit. Hasil yang tergolong wajar. Oke, sekarang untuk Netflix dia sudah white f1 ya, sudah bisa streaming sampai full HD dan dukungan untuk HDR10 juga sudah ada di sini. Untuk YouTube streaming bisa sampai 4K60 dan sudah support HDR. Sayangnya streaming terasa agak kurang mulus ya kalau pakai resolusi gitu. Saran kami streaming di resolusi 2K atau full HD aja lah biar lebih mulus. Lagian juga layarnya enggak 4K kan ya. Lanjut untuk heptic feedback. Secara umum getaran yang dihasilkan sudah terasa halus, namun rasanya agak sedikit kurang kuat aja. Untungnya kita bisa atur jadi lebih kuat lewat menu pengaturan di keyboard-nya. Lalu untuk Wii sharing bagaimana? Di sini ada ya. Tinggal nyalakan saja fitur hotspot saat sedang terhubung ke Wii. Nah, kita bisa share tuh koneksi WiFi kita ke device-device kita yang lain. Nah, untuk harga HAR 400 ini hadir dengan satu varian RAM dan saja 12512 aja. Harganya ada di kisaran Rp6.999.000. Nah, untuk pre-order ini bisa secara online lewat Honor official online e-commerce di Shopee dan Eraspace atau bisa juga secara offline di official Honor Experience Store, Erafone dan toko offline lainnya. Nah, untuk details lengkapnya cek di kolom deskripsi aja ya. Oke, kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, SOC yang digunakan memang bukan generasi terbaru. Walaupun demikian, performanya masih terasa cukup untuk penggunaan harian ini ya. Lalu ada beberapa keterbatasan teknis pada kameranya seperti yang sudah dibahas dalam pengujian tadi. Kemudian IP rating. Ini memang belum yang bisa dicemplungin ke dalam air ya, IP6. Tapi udah lumayan lah ya. Paling enggak ada daya tahannya di sini. Lalu fitur AI-nya ini online semua. Jadi harus terhubung ke internet kalau mau digunakan. Nah, dari segi menariknya pertama fitur AI-nya melimpah dan fungsional. Bukan gimik, fungsional banget ya. Lalu dukungan untuk layanan dan fitur kinian dari Google itu sudah ada semua di sini. Desainnya juga elegan. Mewah nih. Baterainya gede 6000 mAh. Tapi bodinya terbilang lumayan tipis dan ringan untuk baterai sebesar ini. Kualitas kameranya asik nih ya. Lalu storage-nya besar 1/2 TB ya. Layarnya udah AMOLED 120 Hz. Brightness juga cukup tinggi bahkan tinggi banget sebetulnya. Lalu ada in display fingerprint scanner. Basel juga udah tipis, udah rapi. Ada rating IP66 untuk proteksi air dan debu. Ada infrared blaster buat yang nyari ya. Ada dukungan eim juga di sini. Sensor-sensor juga lengkap. Paket penjualan juga lengkap. Masih dilengkapi dengan charger. case juga ada screen protector di sini ya. Jadi lengkaplah ya. Nah, pertanyaannya kira-kira smartphone ini cocoknya buat siapa sih? Tentunya ini cocok buat yang ingin merasakan smartphone dengan fitur E yang melimpah tapi budgetnya belum menjangkau ke smartphone yang kelas-kelas flagship. Lalu buat yang ingin mencoba smartphone dari owner untuk pertama kali, wah jelas ini cocok banget nih. Ini memuaskan sekali. Kita bisa merasakan kemampuan smartphone kelas atas tanpa perlu keluar budget untuk kelas flagship. Iya, dengan budget 6 jutaan ini bisa jadi opsi yang sangat menarik. Kamera mumpuni, software mumpuni, desain keren, baterainya oke, charging juga lumayan kencang, RAM dan storage-nya besar. Dipakai gaming berat pun masih lumayan oke di sini. Jadi ini akan cocok buat kalian yang mencari smartphone allrounder alias serba bisa untuk berbagai kebutuhan. Saya D Irfan, Jaka Tib TV. [Musik]

Lihat di YouTube