Jungkat

Alternatif PC !!! Murah, IPS 96%sRGB, Keyboard & Mouse Wireless | Axioo Flex (YouTube Video)

  • 19/08/2025

Masih bersama brand Indo. Apalagi kalau bukan Axio. Kali ini bukan laptop tapi Aio. AIO yang satu ini beda, Bro. Bisa bikin kita melonguk. Layarnya gede dan jernih kayak hasil foto di studio. Standnya bisa miring naik turun bahkan muter kayak akrobat di Solo. Soal performa enggak ngacung. Bisa buat ngetik skripsi ngoding di Visual Studio sampai edit foto. Soal harga enggak bikin kita makan Indomie jumbo. Ya udah enggak usah plunga-plungo. Selamat menonton. Penikmat dangdut. [Musik] Aw. [Tepuk tangan] Hai Andika, guys di sini. Jadi, kenalin di belakang saya ini adalah Axio Allinone Flag 3. All-inone dari Axio yang pakai prosesor Intel Core i3 1215. RAM-nya 8 GB dual channel yang bisa di-upgrade sampai 64 GB dengan storage NVME Gen 3 256 GB yang speed-nya lumayan kencang nih hasilnya. Dan seperti yang kalian lihat all ininone ini benar-benar terlihat minimalis, rapi, modern. Kabelnya pun juga enggak terlalu berantakan. Dari segi desain aja cakep loh dari basel layarnya yang tipis jadi kelihatan lebih minimalis dan modern. Warna putihnya ini khas clean, bersih gitu di meja. Warnanya senada sama mouse dan keyboard yang udah include di dalam paket pembelian. Dan yang menarik biasanya ya all-in-one itu kalau bundling keyboard sama mouse kan yang murah yang pakai kabel kayak di warnet gitu ya. Tapi ini enggak. Mouse dan juga keyboard-nya udah pakai wireless. Gokil gak? Warnanya jion ada loh putih. Buat keyboard-nya inih dapat yang low profile. Feel-nya lumayan empuk pas ditekan lumayan nyaman buat ngetik-ngetik di word atau nulis email. Kalau mouse-nya dapat mouse office standar sih. Bobotnya masih lumayan berat tapi secara responsif. Kalau buat kegiatan sehari-hari udah oke. Buat gaming masih kurang ya. Apalagi DPI-nya enggak bisa di-setting. Tapi ini kan segmentasinya memang bukan buat gaming ya, tapi buat kerja. Tapi apakah dia enggak bisa buat gaming? Bisa kok. Nanti kita tes ya. Sekarang kita masuk dulu ke bagian yang paling menarik dari all in-nya Axio ini. Apa itu? Layar. Layarnya ini enak kalau buat kerja seharian sampai malam. Nyaman karena panelnya pakai panel IPS yang resolusinya udah full HD. Ukuran layarnya juga gede 23,8 inch ya atau 24 inch lah ya. Lega kalau buat ngedit foto atau grafis. Terus pas kita zoom di bagian tertentu itu lebih kelihatan jelas karena larnya gede dan akurasi warnanya juga udah cukup kalau kalian gunain untuk editing foto. Pas kita tes pakai Kalman sRGB-nya itu udah ada di 95,8%. Adob RGB-nya di 83%. P3 80%, NTS di 78%, dan brightness-nya juga cukup lumayan. Brightness-nya itu punya tipikal di 241 nitz. Yang bikin enak lagi standnya ini fleksibel ya. Enggak cuman tilting atas bawah kayak gini, tapi juga bisa kiri kanan. Jadi kalau misalkan kita gunain untuk presentasi atau mau sekedar nunjukin ke teman di sebelah, enggak perlu kita angkat kiri. Eh, jatuh lampunya. Jadi tinggal digeser kayak gini aja atau kayak gini. Untuk adjustment-nya juga bisa nih. Gokil gak? Dan pakai satu tangan. Coba ya. Kita tes ya. Wah, bisa loh. Jadi easy dan simless. Cuman kalau kiri kanannya bagian bawahnya ikut ya. Dan enggak cuma itu aja, dia juga bisa vertikal. Nah, jadi kalau misalkan kalian mau coding atau mau tiktokan di sini, uh sayanya enggak touch screen ya. Kalau touch screen sih GG lagi nih AXU nih. Mungkin bisa tambahin ke depannya yang versi touch screen ya ACU ya biar lebih cakep lagi. Layar udah oke. Sekarang kita lanjut ke bagian kamera. Kameranya di mana, Bang? Kok yang enggak ada kameranya? Ada nih pop up kayak gini dan resolusinya juga gede di 1440p loh ya. Di atasnya full HD. Dan kira-kira seperti ini ya untuk kualitas webcam-nya di 1440p yang cukup lumayan padahal ada tapi lumayan juga terus no-nya juga enggak terlalu ada sih lihat tapi kira-kira seperti inilah kalau kita guna online enak banget kalau misalkan kita mau posisinya misalkan headroomnya kurang tinggal kayak gitu aja kurang ke atas Bisa bisa lihatin juga bisa tapi enggak sih? Weh Axio Flag 3 ini juga udah include sama speaker inin sama speaker. Tapi saran saya sih ya beli speaker eksternal lah yang Rp50.000 atau Rp100.000 lebih imersif lagi suaranya karena ya semahal-mahalnya all inin-one monitor ya speakernya itu biasanya standar-standar aja. Kalaupun iMac ya, ya iMac itu kencang tapi masih lebih kencang speaker eksternal dan iMac kan harganya juga urakan ya mahalnya. Buat portnya dia juga udah lumayan banyak tapi sayangnya belum ada port type C ya. Jadi kalau kalian punya SSD yang pakai type C atau suka mindahin data dari HP ke sini pakai C2C belum bisa. Bisa pakai dongle tambahan sih. Di sini portnya ada empat. Ada dua USB type A 3.0, ada VGA port, HDMI output dan RJ45. Terus ada audio jack. Saran saya buat Axio, mungkin bisa ditambahin port untuk HDM Mi ya, enggak cuma out aja. Jadi kalau misalkan suatu saat ada yang pengin cuman sekedar menjadikan dia monitor aja bisa. Lanjut, sekarang kita bahas gimana performanya Intel Core i3 Gen 12 di Axio Flag 3 ini. Seperti biasa kita coba dulu sintetisnya ya. Di sini Bis R15 single core-nya dia dapat 199 dan untuk multiore-nya ya kira-kira stabilnya di kisaran 690-an lah. CB R23 masih sama run 10 kali multiore di kisaran 4.500 poin, multior-nya di 1350 poin. Buat suhu pas kita run sin bens R15 mentok itu di kisaran 75 derajat ya enggak sampai 80 derajat celcius. Dan kalau kita lihat untuk stability-nya juga cukup oke ya, karena kita tes di 3D Mark stability test yang berarti dia di loop sebanyak 20 kali dia lolos dengan skornya itu 99,3%. Kalau untuk skor time spy dan juga fast track-nya kalian bisa lihat di sini. Lanjut kita tes dia untuk editing. Seperti biasa kita coba di Adobe Premiere Pro dengan template yang memang bisa kita pakai. Kita coba export ke 4K dulu ya. Dan hasilnya kalian harus lumayan sabar ya. Karena untuk expert 4K dia selesai dalam waktu 12 menit 58 detik. Saran saya sih ke full HD aja biar lebih cepat karena di full HD dia selesai dalam waktu 8 menit 58 detik. Lanjut ke blender dengan template BMW. Walaupun saran saya kalau kalian beli all inone ini jangan digunain untuk rendering 3D ya. Kalau ditanya bisa enggak, Bang? Ya bisa tapi lumayan karena untuk CPU render di blender dia selesai dalam waktu 10 menit dan kalau pakai GPU render mirip-miriplah 9 menit 41 detik. Nah, tapi kalau digunain sesuai dengan kodratnya ya untuk kebutuhan Office, contohnya kalau kalian export PowerPoint 150 slide ke PDF cuman 8 detik aja. Dan untuk Excel randomis data yang large banget dia selesainya segini, enggak terlalu lama juga. Lanjut kita cobain dia untuk main game. Walaupun sebenarnya dia bukan tipical all-in-one yang untuk main game ya, karena dia pakai Intel Core E3, terus U series juga. Tapi enggak apa-apa, kita coba aja. Pertama seperti biasa kita coba di game yang ringan-ringan dulu kayak Dota 2, grafiknya di fastest full HD, average FPS dia bisa dapat 65 tembus di 78 max-nya dan drop-dropnya di 44 fps masih aman. Valoran juga masih aman dengan grafik low average FPS dia dapat di 81 terus maksimumnya bisa tembus 98 dropdopnya di 64 fps. Terus karena 2 game ini kuat kita naikin dikit ke Gensin Impact dan Gensin Impact average-nya sih masih lumayan ya di 35 fps maksimum bisa tembus 60 tapi dropnya kadang bisa sampai 19 FPS di mana itu enggak playable jadi kita enggak lanjutin game triple A yang lain. Terus untuk permukaannya gimana, Bang? Ya walaupun sebenarnya Ol ini bakalan jarang ya kita sentuh permukaannya. Mungkin kalau pas lagi tilting atau ya menggerakkan ergonomiknya aja udah jatuh berapa kali? Tiga kali bic ya tapi enggak apa-apa kita tetap lihat untuk super mukanya berapa dan hasilnya di bagian depan dia di 40,5 derajat celcius belakang 40,7 derajat celcius masih di angka aman karena di bawah 42 derajat celcius. Okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja video review dari All inone Au Flex 3 kali ini. Harganya harganya mirip-mirip sama All-one yang kita bahas kemarin sih. Harganya itu di R jutaan. Apakah dia worthed buat dibeli? Wah, ini sih worthed banget menurut saya ya. Karena pertama harganya R5 juta. Kemarin kita juga sempat nge-rescu all inone yang R jutaan juga. Tapi yang Aksio ini pertama dari sisi ergonomisnya dia bisa adjustment terus bisa vertikal terus bisa seperti ini. Jadi dia lebih fleksibel pertama. Terus warnanya ini warna putih di mana kita bakalan susah banget nemuin warna putih di periperil. Kalau misal ada biasanya harganya lebih mahal tapi aksio ini enggak. Harganya tetap terjangkau di R jutaan. Terus aksesorisnya kita juga dapat keyboard mouse. Tapi yang ini versi wireless ya, bukan versi kabel. Jadi setup itu bisa lebih clean lagi. Layarnya juga gede, plus akurasinya juga hampir 100% sRGB. Dan Axio Flag 3 AIO ini udah dilengkapi garansi 1 tahun plus ADP. Jadi lebih aman dan tenang saat digunakan. Jadi kalau ditanya apakah dia worthed banget, ya worthed banget cuman memang dia enggak sempurna ya. Contohnya kayak port type C-nya dia enggak ada. Jadi kalian harus beli dong tambahan kalau misalkan suka pindah data C toc. Dan itu pasti karena kalau saya saya sudah jarang ya pakai TP E ya. Sekarang saya pakai C2C semua SSD eksternal saya juga pakai C2C. Terus karena dia harganya R5 jutaan, jadi ya performanya ya performa Core i3 Intel Gen 12. Enggak kayak seri PO yang memang segmentasinya lebih ke hardcore editing, hardcore rendering, dan juga hardcore gaming. Tapi overall kalau kalian cari all inone yang R jutaan, menurut saya sih AXo ini belum ada lawan ya. Apalagi dibandingkan dengan brand kompetitor lokal yang lain. Aksio sih dengan warna putihnya, ergonomisnya, layarnya yang hampir 100% sb lawan Zici. And see you on the next video. Bye- bye.

Lihat di YouTube