AMD Ga Mau Kalah. 🤔 - AMD Ryzen 7 7700X3D (YouTube Video)
Kemarin kita udah review prosesor dari Intel yang harganya R jutaan tapi rasa gamingnya itu udah kayak flagship. Nah, kali ini kita akan ng-review dari kubu merah yang punya konsep dan value yang sama. Untuk spesifikasi dari Ryzen 7 7700 X3D ini dia adalah sebuah prosesor 8 core 16 thre yang masih berbasis Zenf yang membawa teknologi 3D V Cash tapi dengan clock yang lebih rendah dibanding sang kakak yaitu Ryzen 7 7700X biasa. Secara spesifikasi CPU ini berjalan di base clock 4 GHz dengan boost hingga 4,5 GHz. Membawa cash L3 sebesar 96 MB dan tetap memiliki TDP 120 wat. Dan tentu aja dibandingkan 7800 X3D yang bisa boostnya itu sampai 5 GHz, 7700 X3D ini sengaja diposisikan lebih rendah. Kurang lebih ini adalah 7.800 00 X3D yang punya clock speed lebih rendah aja karena jumlah catch-nya mau di L2 atau L3 itu sama dan jumlah core-nya itu juga sama. Pas pertama ngebahas tentang 3D VCH ini, gua pernah cerita juga kalau clock speed di gaming modern ini bukanlah jadi satu-satunya penentu. Jadi walaupun clock dari Ryzen 7 7700 X3D ini dipangkas, tapi performa gamingnya itu pasti bakal ngelewatin 7700X biasa yang punya catch lebih sedikit. dan bottle neck itu mulai akan berpindah ke GPU. Cuma tetap aja kalau pekerjaan kalian itu lebih banyak rendering, encoding video, compiling, 3D design atau workload yang benar-benar ngandelin frekuensi tinggi mungkin 7.700X biasa itu lebih worth it workload produktivitas cash sebesar apapun tidak bisa menggantikan clock yang lebih tinggi. Lalu pertanyaannya siapa sih sebenarnya target Ryzen 7 7700 X3D ini? Menurut kita justru ini adalah CPU yang dibuat untuk mayoritas gamer. Bukan antusias yang rela bayar berapapun demi 5 FPS tambahan doang. Tapi gamer yang ingin performa kelas flagship tanpa harus ngebayar harga flagship. Nah, masalahnya kemarin kita juga baru aja ng-review CPU Intel yang harganya kurang lebih sama dengan 7700X ini. Core Ultra 7 270K Plus baru aja launching dengan prinsip yang kurang lebih sama, yaitu untuk ngedapetin gaming experience flagship dengan harga yang enggak sampai R7 juta. Makanya biar seru, kita bakal head to head dengan prosesor ini. Buat testbed, kita akan memakai motherboard ROG Strix X870A Gaming dengan RAM Corser Vengeance RGB 64 gig yang kita cun expo-nya di 6.000 dan coolernya kita akan pakai Master Liquid 360. Dan karena kita ingin menyamai performa gamingnya 270K plus kemarin, kita akan pakai GPU yang sama yaitu TAF Gaming RTX 5070. buat skor sin a bench seperti yang kita bilang tadi karena clock speed-nya itu lebih rendah jadi dia itu kalah cukup jauh dibanding 270k plus maupun dengan 7700X biasa tapi ini lumrah skor 3D Mark V6 dan juga Time Spy CPU ini juga kelihatan lebih rendah tapi karena ini adalah sebuah CPU yang istimewanya bukan di synthetic benchmark kita akan lihat penentuannya itu di gaming real life-nya pas kita tes game kita akan pakai semua resolusinya itu native enggak ada yang pakai super resolus solution sama sekali agar kelihatan perbedaan CPU-nya. Di City Skyline ternyata prosesor ini menang sedikit dibanding Core Ultra 7 270K Plus. Lalu di Forza Horizon 6 Full HD low juga frame rate-nya itu berbeda sekitar 20 FPS. Dan walaupun di Cyberpunk dia enggak berbeda sama sekali tapi saat kita coba game kompetitif kayak di CS2 ternyata perbedaan FPS-nya itu sampai 100 lebih. Dan ini membuktikan kalau kalian adalah sebuah gamer kompetitif yang memang mencari frame rate setinggi-tingginya dengan harga semurah-murahnya. Ryzen 7 7700X3D ini adalah primadona baru yang masuk ke line up CPU gaming walaupun masih memakai arsitektur Zenf. Dan apabila di software produktivitas dia itu lebih cupu, kelihatan bangetnya itu ada di blender ya dibandingnya sama 270K Plus. Tapi di Adobe Premiere Pro hampir enggak ada bedanya. Karena yang sekarang Adobe Premiier Pro yang sekarang udah bergantung banget sama kuda alias [musik] GPU bound. Yang kerennya sebenarnya ada di suhu dan power usage di mana suhu dari Ryzen 7 7700 X3D ini adem banget. Di saat sin bench dia itu rata-rata di 70-an derajat celcius doang. Sementara gaming-nya ada di 60-an derajat celcius. Power usage-nya sih yang hanya 70-an watt saat benar-benar fullot dan cuma 66 watt saat gaming ini hampir dua kali lipat lebih efisien ketimbang 270K plus. Jadi memang dengan cash yang besar, CPU ini bisa memberikan frame rate yang lebih tinggi dengan daya yang super efisien tanpa harus mengandalkan clock speed. Baru kali ini nih kita ng-review dua prosesor dari Intel dan AMD yang secara pricing dan value itu sama sama-sama ingin memberikan eh pengalaman gaming seflagship mungkin di harga R,5 jutaan. Dan jujur aja ini angin segar buat kita para konsumen di saat e perakitan PC ini lagi mahal-mahalnya sama RAM. Nah, kalau kalian tanya kira-kira 270K Plus sama 773D ini lebih worth it yang mana? Gua akan balik pertanyaannya itu menjadi mana yang lebih cocok sama kalian. Karena 773D ini dikhususkan untuk gamer. [musik] Titik. Karena secara clock speed dia itu gak lebih tinggi daripada 77X biasa. Jadi untuk produktivitas yang memang membutuhkan clock [musik] speed ya ini enggak enggak sebegitunya. Dia enggak akan begitu ngaruh karena dia itu hanya punya L3 cash yang banyak yang gede. Nah, itu pengaruhnya itu saat gaming. Jadi dia itu cocok untuk gamer yang menginginkan FPS setinggi-tingginya dan ya sementok-mentok kanannya di daya serendah-rendahnya. Jadi kalau misalnya kalian tuh gamer terus mungkin juga enggak pengin beli RAM banyak-banyak dulu, mungkin pengen single channel dulu, ya ini cocok banget buat kalian karena ya buat pakai RAM single channel aja udah bagus gitu loh dia. Nah, selagi kalian nabung buat beli RAM berikutnya, beda sama yang Intel. Kalau Intel itu dia [musik] ya memang dia lebih general, dia bagus buat produktif juga, bisa bagus buat gamer juga. Secara frame rate juga enggak jauh-jauh beda sama ini. Tapi ya gitu, secara power usage dia gede, terus juga secara suhu dia lumayan tinggi. Jadinya kalian harus punya, harus siap sama cooler yang proper buat si Intel itu. Nah, kalau misalnya untuk editing video sekarang gua ngelihat kayaknya Adobe Premiere Pro itu e bergantung bangetnya itu sama GPU ya, sama kudanya itu. Jadi kalau dulu kan cuma Mercury doang kan, jadi kayak cuman preview doang. Nah, sekarang mau rendering, mau pas lagi dia preview, mau pakai efek-efek, ya itu tergantung dari GPU dan secara prosesor itu enggak terlalu beda jauh lah. Yang jadi polemik adalah kenapa harga dari 7.700 X3D ini mepet banget sama 7.800 X3D [musik] yang nota bn harganya itu sama 6 sampai R jutaan dan bahkan kalau kalian belinya yang tray version itu harganya di R jutaan doang. Dan ya kalau misalnya harganya enggak turun sih yang si 77X3D ini, mendingan ambil 78 X3D sekalian. [musik] Nah, gua sendiri pun sebenarnya juga lagi bimbang nih mau upgrade Ryzen 959X gua itu ke 7700 X3D atau ke 270K plus. Tapi kalian stay tune aja di channel kita. Kira-kira gua upgrade-nya ke yang mana?
