Anak Desain Mampir Dulu ! Rekomendasi Laptop DKV (YouTube Video)
Seling sambana pas ngedesain laptop ngadat disuruh ganti malah banyak akrobatobat. Mending pentengin aja video ini biar kalian pada tobat karena aku bakal kasih tahu rekomendasi laptop TKV budget hemat. Ya udah langsung aja melapat. Selamat menonton. Pantai coklat. Hai semua, aku Azula. Jadi aku tuh lulusan DKV dan menurut aku DKV itu julusan yang agak tricky gitu. Karena aku percaya tools yang kita pakai itu bisa menunjang proses atau bahkan desain yang kita buat. Karena selain bersahabat sama Levisian, kita juga bersahabat sama aset, terus artboard, terus software-software desain yang itu bisa dijumlahin tuh sampai ratusan. Maka dari itu di video kali ini aku bakal kasih rekomendasi laptop yang ini cocok banget buat anak DKV. Tapi disclaimer dulu ya, ini laptopnya itu khusus buat yang grafis aja gitu kayak Photoshop, Illustrato, InDesign atau Figma. Jadi kayak 3D animasi atau video landeling. Ini enggak jadi pertimbangan kita di sini. Nah, sebelum itu kita harus bikin patokan buat spesifikasi laptopnya. Nah, ini kita ambil spesifikasi atau requirements-nya itu dari beberapa software-sofel-nya si Adobe Family ya. Oke, jadi bakal ada lima lules buat rekomendasi kali ini. Yang pertama dari segi layar karena selama ngedesain kita perlu warna yang akulat biar enggak ada color shifting. Jadi buat layak kita kasih syarat minimal FHD dengan 100% SRGB. Terus buat kelualan laptopnya minimal sih dalam kulun 1 sampai 2 tahun ke belakang aja. Selanjutnya buat menunjang kayak layer, artboard, file gede-gede, dan multitasking-nya dari segi prosesor kita kasih bel minimum di Intel Call i5 S 12 atau AMD ly 5 di seri 7.000-an. Sebenarnya requirement dari Adobe sendiri sih itu di 8 gig, tapi kalau menurut aku buat kebutuhan kebutuhan jangka panjang itu ya kita kasih minimal 16 gig aja lah ya. Terus selain L ini juga ditemenin sama SSD 512. terakhir buat harga karena ini kegunaan untuk grafis aja tanpa 3D ataupun video. Jadi kalau ngerekomendasiin yang di atas R jutaan kayaknya bakal overkill. Jadi amannya kita di angka adalah R jutaan aja. Nah, biar selu ini aku bakal bagi jadi tiga kelas. Yang pertama itu 6 sampai R juta, terus 8 sampai Rp9 juta. Kemudian yang terakhir 10 sampai Rp2 juta. Oke, yang pertama ini ada laptop dari Transion Holding yang menurut aku ini bisa menghancurkan pasal gitu. Ini ada si Infinix Inook X2 2025 dengan harga Rp6.799.000. Untuk spesifikasinya sendiri dia pakai Intel Call i5 1334U yang punya 10 core 12 three. Jadi buat multitasking masih oke. Buat skala sintetis dari pengujian L23 yang udah kita jalanin skema plugin dia dapat latar di angka 4.800-an. buat unplug-nya dia langsung terjun bebas karena cuma dapat rata-rata di sekitaran 2.900-an poin. Artinya kalian harus jadi sobat colokan buat dapetin performa terbaiknya dia. Tapi tenang aja buat pengujian real-nya ini bisa dibilang udah cukup oke buat di kelas harga R jutaan. Karena pas kita tes buat L the Premiere Pro di solusi 4K dia bisa dapat di 6 menit 11 detik dan 4 menit 39 detik di resolusi FHD. Nah, kalau kalian Nah, kalau kalian bertanya-tanya loh, Bang, katanya buat 2D doang kok ini kok ada landeling video juga gitu. Nah, itu tuh sebenarnya cuman buat kasih tahu ke kalian kalau lihat nih buat video landeling aja bisa sekuat ini apalagi buka Photoshop atau Illosato aja gitu. Nah, ini kan dia punya RAM 8 gig doang ya, padahal tadi requirements-nya itu kan minimal 16. Nah, sebenarnya dia itu punya varian atau SKU lain yang di 16 GB buat RAM-nya. Cuman dia harganya di R jutaan. Jadi buat yang 6,7 jutaan itu itu versi 8 GB-nya aja. Nah, terus kita lanjut dari sisi layalnya. Panelnya ini IPS dengan resolusi FHD. Kalau klaimnya, Infinix bilang laptop ini 100% s RGB. Tapi waktu kita tes, ternyata ini hasilnya enggak sesuai sama klaimnya si Infinix. Dia itu di 95,8% aja buat slgb-nya. Jadi enggak 100% enggak sesuai sama klaimnya dia. Tapi enggak masalah. Bedanya ini cuman tipis aja. Enggak bikin kayak color shifting yang gimana-gimana. Enggak kayak merah yang merah cabe jadi merah PDIP gitu enggak. Dan dari segi baterai dia punya kapasitas 50 watt hour awal yang intinya kalau buat desain seharian bikin poster konten sosmillator ringan ini masih aman banget warnanya masih masuk dan untuk harganya juga kehitung aman. Lanjut kita ke rekomendasi yang kedua ini masih diubnya Tension Holding. Ada si Techno Megabook T1 yang jadi rekomendasi laptop kita berikutnya di harga Rp6.899.000. Kalau dibandingin sama Infinix Inbook yang tadi, si tekno ini punya beberapa kelebihan. Paling kerasa itu diilamnya. Di harga Rp jutaan dia udah ngasih 16 gig. Sedangkan Infinix Inbook yang tadi itu kan kalau mau naik ke 16 gig itu harus nambah kan jadi R7 jutaan. Nah, ini di harga Rp6,8 juta itu udah dapat 16 GB RAM. Cuman ya ini masih ada tapinya ya, ada kekurangannya itu karena si RAMnya itu LPDDR jadi itu soldered kan gak bisa di-upgrade lagi. Cuman buat sekarang 16 GB di kelas harga segini udah lebih dari cukup. Mau buka Photoshop sambil browsing cara referensi desain sambil buka Spotify jelas masih aman. Untuk storage juga oke. Dia di 512 GB SSD dan bagusnya masih ada slot tambahan. Jadi kalau nanti file desain udah numpuk, ada katalog mook up, foto produk itu masih bisa ditambah lah ya si storage-nya. Terus soal yang sama warna di atas kertas sih dia klaim 100% sb tapi pas kita tes lilnya ada di 92%an aja. Buat desain di Illustrator atau ngerjain mater sosm sih masih nyaman karena warnanya juga enggak sampai kayak loh kok beda banget gitu kayak color shifting yang too much gitu enggak. Jadi masih aman aja kalau mau dipakai buat kayak Photoshop editing kelingan gitu masih oke. Cuman emang enggak setinggi klaimnya aja. Nah menurut aku sih ini masih masuk kategori yang acceptable. Dia juga ngasih kita panel IPS dengan resolusi FHD Plus di ukuran layar 14 inch. Jadi layalnya lega gitu kan, terus ditambah harganya cuma R jutaan. Jadi masih termaafkan. Oh ya, kalau kalian perhatiin si Tekno Mega Bukti One ini stikernya itu kayak gede banget menuh-menuhin si body jadi kayak cukup ngeganggu gitu. Tapi bukan kekurangan yang gimana-gimana banget cuman ini kayak penuh aja gitu kelihatannya jadinya. Walannya emang sedikit minus ya karena looksnya tadi jadi kelihatan kayak kulang clean gitu. cuman buat dalamannya kayak prosesor dia oke karena dia udah pakai ly 57430 dengan 6 col 12 redz yang kalau data dari notebook cek harusnya enggak ngebut prosesor sebelah di laptop Infinix tand cuman pas kita coba uji sendiri di L23 hasilnya jauh lebih ngebut dari Infinix punya karena buat multicall-nya dia dapat di angka 6700-an poin untuk dua skema plugin dan battery only-nya. Artinya dari segi tenaga dia ini lebih ngebut dan lebih stabil daripada si Infinix tadi. Sintetisnya udah. Sekarang lanjut ke Lil use-nya. Buat tende Premiere Pro video 4K, dia bisa selesaiin dalam waktu 6 menit 13 detik dan FHD-nya di 4 menit 25 detik. Dari segi baterai, si Techno ini juga lebih unggul daripada si Infinix karena punya kapasitas yang lebih gede di 65 watt awal. Nah, sebelum kita lanjut ke kelas yang selanjutnya di kelas 8 sampai 9 jutaan, kita itu udah pernah ng-review si Tekno Mega Bukti One ini. Jadi, kalau kalian mau nonton videonya, video review lengkapnya, langsung aja klik di pojok-pojokan nanti bakalan ada cardnya. Oke, lanjut ke rekomendasi selanjutnya. Ini di kelas 8 sampai R jutaan. Nah, buat mengawali ini aku bakal kasih laptop yang ini sudah sering kita bahas sebenarnya di channel ini yang sering kita eluk-elukan gitu kan karena ini dari bland lokal tapi kayak ini cukup anomali gitu karena dia kasih harga yang harganya cukup murah tapi layalnya oke banget. Ini ada si Axio Hype Al X8 OLED dengan harga di Rp9.88.000. Dari namanya aja ini udah kelihatan PD ya X8 OLED gitu. Udah ada OLED-nya gitu kan. Dan ternyata benar dia pakai panel OLED di sini. Dan ini bukan cuma nama doang, layarnya 14 inch, panelnya beneran OLED. Terus resolusinya FHD Plus. Dan yang gokil pas kita tes di Kalman SLGB-nya tembus 142,6%. Ini gokil banget buat laptop R jutaan dan menurut aku ini akan sangat membantu buat kita anak DKV yang lagi mungkin lagi sayang-senga bikin tugas desain yang 2D gitu karena warnanya udah akurat banget. Jadi enggak perlu tuh ada dibandingin sama HP-HP lagi karena ya udah udah benar-benar bagus di situ. Nah, apalagi kalau kalian bandingin sama seri tahun lalu yang masih IPS, keluaran yang tahun ini bikin upgrade-nya beneran kerasa banget. Enggak cuma layalnya aja yang gokil, tapi prosesornya juga enggak kaleng-kaleng. Dia pakai Lyzen 7 Flow 6850 Uya 8 col 16 ths. Nah, dibandingin sama yang sebelumnya, rekomendasi sebelumnya ini memang dia turun ya ke 6000. Tapi jangan khawatir walaupun dia turun ke 6000 series, soal performa dia lebih juala. Nih lihat aja chart uji syintetis L23 kita di skema plugin. Laptop ini bisa tembus di 11.000-an poin untuk multiic call-nya dan 1400-an poin untuk single call-nya. Ini jelas jauh lebih kencang daripada punyanya tekno tadi. Dan kencang juga waktu kita tes buat video lander. Resolusi 4K dia bisa kelaw cuma dalam waktu 3 menit 43 detik dan FHD cuma di 2 menit 30 detik. Ini jelas buat kebutuhan DKF hitungannya udah kecoffel banget. Dan perlu kalian tahu kalau kalian pakai Photoshop, Illustrator, atau ng-layayout-layout gitu, itu lebih kelasa di single call sama lam-nya aja. Nah, ngomong-ngomong soal RAM, Axio ini kasih kita RAM 16 GB. Tapi sayangnya emang dia on board ya sama SSD 512 jadi enggak bisa di-upgrade. Cuman enggak masalah dan kalian enggak perlu khawatir soal after sales-nya si AXio ini. Karena si Axio itu bakal kasih garansi selama 1 tahun untuk pembelian unit laptop ini. Nah, buat review lengkapnya kalian bisa langsung cek aja card yang ada di pojok-pojokan ini. Oke, lanjut ke rekomendasi yang selanjutnya. Ini dari brand lokal lagi temannya si Axio yaitu Advance. Ini ada di Advance Workpless L yang punya harga Rp8.299.000. Untuk layal dia udah pakai panel OLED dengan ukuran 14 inch dan resolusi FHD plus. Buat layalnya dia milih banget sama Axio Hype R tadi. Cuman apakah kalau sama? Ya sebenarnya enggak terlalu sama, beda tipis aja 0,5% jadi 1112. Karena si Advance WordPL L ini ada di angka 142,1% buat persentase sRGB-nya. Tapi real use-nya sih jelas hampir enggak kerasa bedanya karena emang benar-benar setipis itu. Secara spesifikasi di atas kertas sih dia ini bisa dibilang emang lawan yang sepadan sama si Axio Hype Art tadi. Cuman dari segi prosesor si Axio tadi masih lebih unggul karena Advance ini pakai AMD Lyzen 57535 HS yang lata-latas call multicol-nya di L23 ada di angka 8.000-an yang stabil di dua skema, plugin dan battery only. Sedangkan single call-nya hampir mirip sama si Axio tadi. Ada di 1300-an poin. Jadi bisa dilihat ya buat segi prosesor dia emang kurang unggul. Terus buat real use scanalionya buat render video 4K dia dapat di 4 menit 3 detik. Beda hampir 1 menitan sama Axio. Sedangkan buat FHD mirip-mirip aja di angka 2 menit 48 detik. Terus lanjut buat RAM-nya. Si Advance ini juga sama punya 16 GB on board. Lagi-lagi enggak bisa di-upgrade ya. Dan storage-nya dia pakai SSD 512. Tapi kalau kalian mau ada juga varian 1 tela tapi kalian harus nambah lagi jadi sekitar Rp9 jutaan. Sebenarnya ini opsi yang menarik karena si Advance itu ngasih opsi SSD yang lebih gede, storage yang lebih gede daripada si AXio. Nah, kalau kalian mungkin bertanya-tanya terus mending yang mana gitu kan tenang aja tonton dulu sampai akhir karena aku bakal kasih tahu mana yang lebih worth ithir. Oke, kita masuk ke kelas selanjutnya. Ini kelas belat ya. Ini aku akan memulai dengan bukan dari brand lokal, dari brand Taiwan itu si Esos Swift Go 14 SFG 14 yang punya harga Rp10.653.000 pas video ini kita buat. Dari segi layar dia udah berani karena dengan formnya yang 14 inci aja dia punya resolusi 2.8K. Ditambah lagi kalau akulasinya udah 100% sRGB. Cuman ada satu hal yang jadi kekurangannya si Swift Go 14 ini karena dia belum kasih panel OLED ya. Mungkin ini buat nekan cost-nya ya. Jadi dia ngasihnya panelnya itu cuman IPS aja. Tapi yang bikin laptop ini jadi lebih menarik itu justru prosesornya. Karena buat prosesor dia pakai Intel Core Ultra 5125H yang Score L23 bisa kalian lihat di tampilan berikut ini. Nah, karena Intel Core Ultra artinya dia udah support untuk kebutuhan AI-nya juga karena dalam prosesornya dia udah punya NPU. Kenapa ini jadi PO point plus? Karena kalau kita tahu ya zaman sekarang tuh kan apa-apa AI, apa-apa AI gitu kan. Nah, dengan dia pakai Intel Core Ultra 5 ini jadi dia pasti udah bisa support yang kayak gitu. Mau kita remove background, generative fill di Photoshop atau Illustrator itu juga pakai AI dan dengan adanya NPU ini jadi enggak mangkas performa dari prosesornya itu sendiri. Buat fitur-fitur lain yang menarik, dia punya media control touchpad dan ini bisa mempermudah kalian waktu ngerjain kerjaan. Terus ini juga bikin kesan kreatornya dapat gitu. Kayak kalau pas lagi WFC terus orang lihat itu kayak wah keren banget bisa nyala padahal cuman lagi play lagu di Spotify. Nah, halnya sendiri dia ini ada di 16 GB on board jadi fix enggak bisa ditambah dan SSD-nya ada di 512 GB yang menurut aku sih ini udah cukup aman buat konektivitasnya dia pakai Bluetooth 5.3 dan Wii 6 dan Acer juga kasih 2 tahun galan plus 1 tahun Acer priority care. Oke, ini kita lanjut ke rekomendasi yang terakhir. Ini ada si Lenovo yaitu Lenovo Idapad Slim 5. Laptop ini ada di lunch harga Rp12.424.000 waktu video ini kita buat. Untuk layalnya dia lebih oke dari yang sebelumnya karena udah pakai panel OLED yang otomatis nge-cover syarat 100% sRGB-nya. Yang sayang sih ada del solusinya karena masih FHD Plus. Jadi masih di bawahnya ES yang tadi ya. Karena ES kan tadi 2,8K. Ini masih di bawahnya cuman karena dia olet jadi ya ter maafkan lah ya. Terus buat proses sendiri dia pakai Intel Core Ultra 5225 yang punya 14 core 14 ths buat multitasking sama processor AI-nya ini udah enak banget harusnya. Nah, kalau mau kita compare sama Ultra 5125H-nya si Exel tadi di tes sintetis bench L23 kita bisa lihat kalau Ultra 5225-nya Lenovo itu multiall-nya dapat di angka 16.000-an poin. Lebih unggul 27% dibanding sama punya. buat single call-nya juga masih lebih unggul karena kena di sekitar 1900-an poin ya menang 20% lah ya dibanding sama si Ultra 5 125H tadi. Buat yang lain kayak lam dia sama di angka 16 gig buat bawaannya tapi bedanya dia ini upgradable jadi kalau dipakai buat jangka panjang relatif lebih aman in case waktu-waktu kalian butuh kapasitas yang lebih gede. Buat SSD-nya dia juga sama di 512 gig dan segi konektivitasnya dia lebih up to date dari SSF 14 tadi. Karena Lenovo udah pakai Bluetooth 5.4 dan WiFi 7 jadi lebih ngebut tentunya. Seperti yang kita tahu Lenovo ini tuh unggul di ADP-nya ya dan kalau kita beli si Lenovo Adapad Slim 5 ini kita udah dapat ADP selama 2 tahun, priority care selama 2 tahun juga. Oke, jadi itu tadi adalah rekomendasi laptop buat anak DKV yang masih berkecimpung di dunia 2D aja. Nah, terus dari enam rekomendasi aku tadi, aku bakal pilih tiga rekomendasi yang paling baik dari setiap kelasnya. Yang pertama di kelas 6 sampai R jutaan aku bakal pilih Tekno Megabukti one karena si tekno ini jauh lebih unggul dibanding sama Infinix. Di harga yang sama dia nawarin lam lebih, resolusi layang yang lebih gede, dan kapasitas batai yang lebih gede juga. Terus di kelas harga 8 sampai R jutaan ini menurut aku yang lebih worth it adalah Axio Hype RX8 OLED. Karena berdasarkan hasil tes yang kita papalin tadi, terbukti AXO lebih unggul dari segala lini. Dengan harga yang bedanya enggak nyampai sejuta, tapi dapat prosesor yang skor L23 multiol-nya lebih dari 11.000-an. Ditambah lagi sRGB-nya juga menang tipis dari Advance WordPL Air. Terus yang terakhir buat kelas beratnya ini yang lebih worth it adalah Lenovo Idapet Slim 5. Kenapa? Kan Lenova ID5 ini lampnya lebih upgradable, konektivitas lebih up to date, dan yang lebih penting prosesornya lebih ngebut. Dan meskipun selisih harganya R jutaan dibandingin si Assus Go 14, menurut aku Lenovo ID 95 tetap lebih worth it buat diambil. Tapi aku ingetin lagi ya, ini tadi itu cuman buat kebutuhan 2D aja buat 3D ya. Nanti mungkin aku bakalan bikin video selanjutnya mungkin pekan depan atau pekan depannya lagi kita belum tahu. Tapi pokoknya nanti aku bakalan bikin rekomendasi buat yang 3D. Terus kalau misalkan kalian ada yang tertarik sama rekomendasi yang udah aku sebutin tadi, linknya semua aku taruh di deskripsi dan ada card yang muncul-muncul di pojokan. Cuman kalau semisal kalian ada masukan atau mungkin ada rekomendasi lain bisa kalian tulis di kolom komentar. Udah kayaknya segitu dulu aja. Aku Azura. Bye-bye.
