Jungkat

"ANCAMAN" Nyata Buat Laptop Windows?💻 - MacBook Neo (2026) (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Selama beberapa tahun belakangan, kita udah terbiasa dengan iPad Pro dan iPad Air yang pakai chip M series bawaan MacBook. Nah, gimana kalau giliran MacBook yang dikasih chip bawaan iPhone terus dikasih harga yang merakyat? Apa iya seketika ini bisa bikin laptop Windows makin terpojok? Ayo kita cek. [musik] Tanpa basa-basi sebagai user Windows yang juga sempat nyoba beberapa seri MacBook Air dan Pro. Ini MacBook yang sekilas terasa sangat Apple, tapi at the same time berasa agak kurang MacBook. Keyboard enggak punya backlit, enggak punya portbol bolt. Touchpad balik mechanical tanpa force touch, enggak ada touch ID alias senso fingerprint. Terus bezel balik jadi agak tebal. Tapi di luar hal-hal itu menurut gue ini sah-saah aja kalau mau disebut MacBook Air versi Lite. Dibanding mayoritas laptop-laptop Windows yang sekarang lagi naik harganya gara-gara polemic RAM dan SSD, langsung aja dari segi kualitas konstruksi menang jauh. Uni body aluminiumnya terasa sangat premium ala MacBook Air. Sesuatu yang laptop Windows 20 jutaan pun belum tentu bisa ngalahin. Apple udah belajar dari flop iPhone 5C di zaman dahulu kalah karena chipping out build quality jadi plastik. Makanya dari segi konstruksi MacBook Neo enggak kerasa disunat meski opsi warnanya lucu-lucu, yaitu ada pink dan citrus di samping silver dan biru tua. Build quality tentu bukan satu-satunya kartu yang dimiliki MacBook New dalam ngelawan laptop-laptop Windows di harga Rp2 jutaan. Hehe, lihat deh sekarang ini laptop-laptop Windows lagi agak pelit ngasih layar OLED atau at least layar resolusi tinggi di atas full HD di segmen bawah Rp15 juta gara-gara kenaikan harga memori. Layar liquid retina IPS MacBook Neo emang enggak pakai Safix XDR alias teknologi mini LED apalagi OLED. Belum support True Tone dan the coverage DCI P3 sempurna macam seri Air dan Pro. Tapi yang penting udah 100% sRGB yang cukup untuk desain edit-edit foto, dan video secara casual. Panelnya ini juga lapis kaca glossy bikin konten yang ditampilin jadi ekstra tajam. Tapi ya dengan beda harga enggak begitu jauh, ada MacBook R2 yang saat ini udah true tone, gameote P3 dan beasel lebih tipis. Kami rasa nilai plus basel tebal adalah enggak perlu ada notch untuk kamera, tapi emang ada kualitas dan fitur center stage yang agak dikorbanin. [musik] Ditanya kualitas webcam dan microphone, kurang lebih seperti ini penampakannya. Bagusnya kualitas speaker walau hanya stereo bukan quat speaker ya. Tetap jernih dan nendang dan lubangnya di samping. Enggak masalah misal ditaruh di tasur atau di pangku. Detail bass tentu agak kurang. Tapi soal vokal dan mid wah lebih oke dari semua laptop Windows 10 jutaan yang udah kami cicipin. Saatnya bahas percolokan. MacBook Neo sama sekali enggak punya port Max Safe. Dan kedua USBC enggak ada yang Thunderbolt. Ngecasnya eksklusif pakai USBC. Either pakai USB 3.2 atau USB 2.0. Yes. Satunya ini cuma USB 2.0 ya dan enggak support juga output ke lebih dari satu monitor 4K 60 Hz. Ya, sebenarnya cukup-cukup aja sih untuk skenario user casual pada umumnya. Nevertheless, ini adalah downgrade situasi percolokan dibanding MacBook Air yang tadi kami sebut dan udah pakai Thunderbolt. Jujur aja awalnya di sisi performance ekspektasi kami enggak tinggi. Bayangin aja gitu ya, masukin Diity 9400 ke dalam laptop, tapi surprisingly malah enggak nemu problem atau experience yang buruk. Dengan segala keterbatasan SOC Apple A18 Pro bawaan iPhone 16 ditemani memori sebatas 8 gig. buat jalanin macOS taho sambil multitasking ringan misal browsing, dengerin video sambil buka Lightroom, no problem. Sure enggak ada yang bakal beli laptop ini buat render 3D berat apalagi edit video 4K gitu ya. Tapi tetap kita cobain. Buat export video 4K 10 menit actually lebih kencang dibanding Core Ultra 5125 yang sering ada di laptop Windows 9 sampai 11 jutaan. Bahkan Ultra 5226V yang biasanya ada di Ultrabook lebih mahal. Padahal kalau dilihat di synthetic benchmark, A18 Pro ini masih kalah dibanding M2 dan skornya main jauh dibanding Ryzen AI7350 atau Core Ultra 5226V tadi. Optimisasi kecepatan render pada banyak aplikasi ternyata emang udah mantap banget di MacOS. Paling ya kalau untuk playback resolusi full 4K di Premiier Pro masih nge-lag. Intinya chipset iPhone 2 tahun lalu ternyata bisa-bisa aja buat editing 4K H265 gitu. otomatis bakal bikin laptop Windows 10 jutaan ketar-ketir kalau nanti harga EBox-nya bisa lebih murah. Oh ya, gak heran juga Cyberpunk bisa jalan di setting low dibantu upscaling meski agak throtling dan frame drop. Karena sebelumnya A18 Pro diiklankan bahwa capable buat jalanin sejumlah game triple A. Andai mungkin dikasih RAM minimal 16 gig terus ditambah kipas harusnya bisa lebih lancar dan konsisten. Suhu permukaan setelah main 30 menit actually nyentuk kisaran 40 derajat Celcius. Jadi wajar-wajar aja Apple main aman biar laptopnya enggak overheat. Ini proof of concept aja sih bahwa perangkat selevel iMac atau Mac Mini ini dengan active cooling mungkin bisa-bisa aja ngasih performa setara desktop PC entry level yang ngandelin iGPU soal gaming. Speed SSD ya enggak sekencang MacBook MacBook lain sebatas speed PCI Gen 3X2 atau UFS kalau di HP. Perlu diingat Apple M series aja udah efisien banget kan soal daya tahan baterai. Jadi meski ini kapasitas baterainya hanya setara iPad Pro, enggak nyampai 40 WH, cukup-cukup aja buat playback YouTube kisaran 12 jam tanpa mode power saver di pengetesan kami. Lebih baik dari laptop-laptop Windows X86 harga R jutaan yang biasanya barely kuat 10 jam. Buat ngedit-ngedit foto di Lightroom pun cuma ngurang sekitar 9% setelah dipakai setengah jam. Mestinya cukup buat sekitar 6 jam. Nah, buat kerja berat macam main game dan render video pastinya tetap lebih cepat habis sekitar 3 jam paling. Again, kita ketemu masalah yang sama dari tadi di mana MacBook RM2 di luar fitur-fitur yang udah disebutin bisa ngasih kapasitas baterai dan daya tahan lebih ketimbang si NEO. Kuat sekitar 14 sampai 15 jam playback YouTube di pengetesan kami. Charger USBC bawannya surprisingly cuma 20 watt cukup buat ngecas iPhone dan iPad. Tapi jelas enggak disaranin buat ngecas MacBook atau laptop yang lebih gede. Jika laptop ini nanti udah resmi iBox dikasih harga R jutaan yang setara 599 US dar di kurs rupiah Rp17.000 per dolar, itu bisa jadi opsi budget friendly yang sangat menarik buat kaum pelajar, mahasiswa atau kantoran yang pengin ngelengkapin ekosistem Apple saat sudah punya iPhone atau butuh laptop buat sehari-hari, terutama ketika di rumah sudah punya PC gaming atau konsol. Sebagai fanboy Windows pun kali ini harus diakui Apple berhasil nyapu bersih user experience laptop-laptop Windows 10 jutaan pada umumnya, terutama yang pakai Windows 11 Arm kecuali perihal kapasitas SSD yang lebih terbatas. Namun seperti yang sudah disebut berulang kali, saat ini musuh terbesar si Neo justru sesama MacBook. di toko Studio Ponsel, tempat di mana kami dapetin MacBook Neo Interedisi Singapura ini, mereka juga nawarin MacBook Air M2 256 gig yang beda harganya enggak nyampai Rp1 juta. Bayangin R juta udah dapat MacBook Air Proper dengan portbol bolt, Mac safe, layar lebih tajam, baterai lebih gede, dan segala fitur premium macam backlit keyboard, Touch ID, heptic trackpad, quad speaker, dan speed SSD lebih kencang. Selama harga MacBook Neo masih R jutaan di Indonesia, pilihan MacBook paling bijak tetaplah MacBook Air. Disclaimer, di sini gue enggak mau bilang bahwa laptop Windows itu jelek atau gimana ya saat ini, tapi well, saatnya Microsoft, Intel, AMD, Qualcom, dan vendor-vendornya introspeksi bersama terutama terkait laptop yang ada di segmen R jutaan. Jika kalian mampu beli MacBook ataupun notebook sesuai kebutuhan masing-masing saat ini, well, good for you. Apapun pilihannya. Menurut kalian gimana? Apakah MacBook Neo berhasil mengunjang pasar laptop mainstream dunia? Please mendang mending di komentar. Gue Mike. Sampai jumpa di next video

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

iPad

iPad adalah tablet premium dengan performa cepat dan layar Retina yang tajam untuk kerja serta hiburan. iPad menghadirkan dukungan Apple Pencil, aplikasi produktivitas, dan ekosistem Apple yang terintegrasi.

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.

Apple

Apple adalah brand teknologi premium dengan produk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menghadirkan inovasi, performa tinggi, dan keamanan terbaik untuk produktivitas serta hiburan modern.

Apple Macbook Neo

Bagi Anda dengan mobilitas padat yang mencari peranti komputasi serbaguna, Apple MacBook Neo adalah jawaban relevan saat ini. Terbungkus material aluminium kokoh namun ringan, laptop ini merombak standar kelir tradisional melalui suguhan warna Indigo, Citrus, Blush, dan Silver yang atraktif. Integrasi visualnya makin kental berkat tuts keyboard yang memiliki nuansa...