AnTuTu 5,6 Juta dan 5GHz?! Hands-on Snapdragon 8 Elite Gen 6 & Extreme (YouTube Video)
Qualcom baru aja bikin chipset baru buat tahun depan yang sedikit lebih ribet. Karena Qualcom gak launching cuman Uno chipset aja, tapi ada duo chipset. Yang pertama ada Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan yang kedua ada Snapdragon 8 Elite [musik] Extreme Gen 6. Wah, ribet dan panjang nambahnya. Dua-duanya sama-sama 2 nm, sama-sama punya 8 core yang bisa sama-sama ngebut di 5 GHz. Gila ya. Dulu kalau kita ngomongin laptop 5 GHz saja harus dioverclock dulu sama [musik] Om Alpha. Sekarang 5 GHz udah bisa di smartphone. Tapi pertanyaannya kenapa harus dibikin duo ya? Apakah enggak mau kalah sama sebelah yang juga ngeluarin duo duo chipset? Terus apakah kelebihannya cuman jadi the world first mobile phone with [musik] 5 GHz saja? H kita bahas. [musik] Hai Andika, Guys. Di sini jangan komplain kenapa saya pakai kacamata. Karena enggak tahu tadi tiba-tiba pas bangun langsung bendel matanya. Jadi saya tutupin pakai kacamata. Jadi saya itu diundang sama Snapdragon untuk acara Snapdragon Summit di Mawi Hawai. Makanya background-nya ini udah hawai banget. Walaupun kalau di Malang ini kelihatan kayak di Bali kamp. Saya diundang sama Snapdragon untuk melihat chipset terbaru [musik] mereka, Gen 6. Tadi kita udah sempat benchmark dan skornya ya tetap Qualcom sih ya dengan Snapdragon-nya belum bisa dikalahkan kalau kita ngomongin skor AnTuTu. Geig bandch-nya pun nanti kita coba bandingkan dengan kompetitornya juga. Tapi sebenarnya yang paling menarik di launching tahun ini tuh bukan seberapa [musik] kencang skor AnTutunya, tapi Agentics AI-nya. Agent AI itu apa sih, Bang? Hm, gampangnya sama [musik] kayak agen pulsa. Jadi dia enggak cuma ngejawab pertanyaan kita, "Bang, beli pulsa dong." Dia ngejawab, "Ada, Bang." Enggak gitu doang ya. Jadi dia juga ikut ngerjain. Dia inisiatif lah. Jadi bisa dibilang Agentx AI itu adalah AI yang punya inisiatif. Selama ini kan kalau kita buka AI yang ada di HP, dia itu cuma bisa ngejawab dan kadang dia itu suka amnesia ringan. Jadi misal kita tanya hari ini, besok kita tanya konteks yang sama, dia lupa. Jadi harus diingetin dulu dan harus dikasih konteks. Nah, Qualcom ngelihat masalah-masalah itu dan akhirnya mereka bikin chipset yang support sama aentics [musik] AI. AI yang punya inisiatif. Contoh real-nya kalau di kehidupan saya ya, real skenarionya yah, saya itu kalau bangun sekitar jam 09.00 siang lah kalau di Indo. Kalau di HW ini saya bangunnya jam .00 pagi. Dan biasanya pas bangun tidur, EA-nya itu udah ngerangkum notifikasi kayak email, WhatsApp, apa yang penting, terus cicilan kartu kredit, promo tanggal kembar, semuanya dirangkumi jadi satu lah. Nah, saat ini cuman bisa ngerangkum aja. Tapi agent [musik] tadi beda. Dia enggak cuman ngerangkum. dia bisa milih mana yang penting, nyariin tempat meeting, kalender kita buat meeting tuh kosong atau enggak, nyiapin rute dan waktu perjalanan sekompleks itu. Kemarin [musik] di demo areanya saya juga udah didemoin. Misalkan ada email contohnya kayak ya Snapdragon Summit Invitation di Huawei ini. Pas kita klik terus kita suruh agen-nya ngerjain, wah langsung tuh ada itinerary, pesawat, hotel, restoran, dan semuanya itu disiapin plus sudah dibayar sama dia. Jadi connect sama kredit card kita. Jadi kita berangkat itu tinggal slow living aja. Tapi tentu karena ini masalah finance ya, masalah keuangan kita, Cici [musik] kita nyantol di situ walaupun on device. Qualcom gandeng mastercard untuk security-nya [musik] ya. Kalau kita main Mastercard kan Mastercard itu global gede ya. Nah, ya saya gak tahu ya apakah dengan ini [musik] tetap aman karena menurut saya no system is safe. Cuman kalau misalkan Fac udah menggandeng Mastercard, setidaknya kalau misalkan suatu saat terjadi apa-apa kita bisa lapor [musik] ke Mastercard-nya untuk ya report kalau ini fraud terus kita minta dispute, minta insurance. Kan di credit card itu pasti udah ada insurance-nya. Jadi seenggaknya kita aman. Karena ke depan nanti ya itu demonya gak cuman perkara di email [musik] doang, tapi udah ada kacamata yang udah pakai Snapdragon juga, smartwatch yang sekarang juga udah pakai Snapdragon kit juga dan itu semua satu ekosistem nyambung dengan EAI [musik] Agenticsnya. Di demonya kacamata itu bisa ngomong kalau misalkan kita cari barang nih, contohnya barang A. Oh, barang A ini enggak cocok buat kamu, [musik] cocoknya barang B. Apakah mau beli payment langsung gas? Nah, masalahnya kalau itu terjadi ya, apakah dunia reviewer akan habis karena udah dibantu sama AI? [musik] Tapi enggak sih ya, karena kan AI itu can make mistakes. Semoga enggak terganti karena nanti saya kerja apa. Tapi tetap sekali lagi untuk payment dan sesuatu yang sensitif itu harus manual dan harus [musik] izin kita sebagai penggunanya. Dan btw kalau ngomongin AI lokal ya sebenarnya saya sudah pakai. Saya itu pakai Hermage Agent yang bisa menggerakkan [musik] PC saya di rumah cuman lewat Telegram. Jadi kayak kebutuhan istri saya 3D print, terus usaha saya [musik] warm Windowo, foto box sama apaagi trading bahkan saya itu pakai agen AI yang nanti di video terpisah lah soal AI agents yang [musik] saya bikin. Tapi saran saya buat Qualcom ke depan jangan cuman email aja ya. [musik] Karena sekarang kan saya juga lagi mempelajari AI lokal ya. Nah AI lokal itu kalau saya pengin bikin CS yang otomasi gitu. Jadi dia bisa jawab sendiri dengan style [musik] bahasa saya. Jadi tidak kelihatan kalau itu AI. Cuman masalahnya kalau saya pakai LLM yang connect sama [musik] Herbs Agen pakai WhatsApp itu mahal banget. Nah, saran saya buat Qualcom ke depan mungkin bisa bikin AI agent tics yang bisa ngetik-ngetik sendiri. Wah, itu bakalan [musik] nyaman sih. Pertama, dari sisi tokens bakalan lebih murah karena saya enggak usah nyambung sama WhatsApp [musik] dan kalau itu misalkan agen lokal, wah bayangin jadi hemat token, hemat biaya [musik] AI tapi bisa AI lokal. Dia balasin WA sendiri. Wah, buat [musik] JS ini oke banget, gak sih? Oke, sekarang pertanyaannya kenapa bisa AgentX AI? Kenapa HP-nya itu bisa kenal sama kita? Supaya bahasanya sederhana ya, karena sebenarnya bahasanya teknikal dan rumit [musik] banget. Jadi, saya bagi ini sistem saya bagi jadi empat bagian lah. Yang pertama ada telinga dan juga matanya. Di chipnya itu namanya itu Sensing [musik] Hub. Sensing hub ini bekerja dengan daya yang super super rendah karena dia harus jalan terus buat nangkap konteks dari suara sensor, kamera, terus kebiasaan pengguna. Contohnya misalkan HP itu kalian taruh di meja. Jadi si sensing HP ini tahu, oh HP-nya ini lagi ditaruh di meja nih. Lagi [musik] enggak ngapain-ngapain nih. Terus misalkan diangkat, misalkan dilempar, misalkan digadein. Itu intinya sensing hub-nya itu tahu HP-nya ini lagi di situasi [musik] apa dan kebutuhan penggunanya itu apa. Dan karena ini bakalan jalan terus-menerus, [musik] makanya dibikin power-nya itu rendah banget sehingga enggak mempengaruhi CPU, GPU dan juga NPU-nya. Kalau kata Qualcom sih di keyote-nya kemarin dengan sensing hub ini naik dari generasi [musik] sebelumnya ya. Jadi dia itu punya 85% lebih kencang sensing hub-nya, terus efisiensinya [musik] 20% lebih hemat. Terus kedua ada buku catatannya [musik] namanya itu personal Scripe. Tugasnya itu bukan nyalin semua kegiatan dan juga kehidupan kita, enggak. Tapi dia milih [musik] mana yang penting-penting. Jadi dia bakalan ngingat apa yang relevan, terus apa yang kita katakan, apa yang biasanya kita lakukan. mulai dari kebiasaan kita ngedit foto, ngedit video, email, semuanya itu dipelajari [musik] sama dia untuk bikin EAI yang lebih personaliz, EA yang lebih kenal kita. Ketiga, ada otaknya. Nah, otaknya ini ada CPU dan juga NPU. NPU ini bakal nangani model AI kayak CPU itu ngatur urutan pekerjaannya. Jadi, mana yang dikerjain [musik] dulu, aplikasi yang dibuka mana, dan data yang diperlukan itu apa. Dan yang keempat, jelas tangannya [musik] ya atau aplikasi-aplikasi yang sudah support sama agent AI. Kayak contohnya misalkan EA-nya itu tahu kalian lapar, dia bakalan bisa langsung ngorderin [musik] makanan. Tapi kalau misalkan aplikasinya ini gak support sama Gent AI atau enggak kalian izinkan, ya percuma dia enggak bakalan mesinin kalian [musik] makanan. Jadi tetap lapar aja. Nah, untuk menjalankan semua agen AI itu tadi si Qualcom launching dua chipset [musik] yang tadi ya. Snapdragon Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Wah, panjang. Itu bakal lebih panjang lagi kalau misalkan colab sama Samsung. Snapdragon [musik] 8 Elite Extreme Gen 6 for Galaxy panjang. Bedanya apa sebenarnya? Foundasinya nih mirip ya. Keduanya dibuat dengan proses 2 nanm. CPU-nya [musik] punya 8 core. Dua core utamanya itu 5 GHz dan 6 core performance-nya itu di 4 GHz. Terus ada flex juga sekitar 16 MB. Ini buat yang sering lihat review laptop atau PC-nya di KID pasti tahulah. Case itu adalah memori yang dekat sama CPU. Gampangnya ya. Kalau RAM itu anggap aja analoginya kalau misalkan kalian kerja terus kalian misal butuh data, RAM itu kalian harus [musik] ambil di gudang sebelah misal. Nah, si case itu datanya itu kalian taruh di laci meja. Jadi untuk kerjain [musik] data itu lebih cepat karena datanya tinggal ambil dari seloroan gitu. Eh, seloro dari laci gitu kalau bahasa Indonesianya. Dan flex case ini penting buat agentic karena agentic itu enggak cuma menjalankan satu [musik] perintah aja. dia bisa 5 sampai 6 perintah data ngecek cender lah, ngecek lah. Jadi makanya dia butuh memori flx case yang kencang. Nah, sekarang bedanya apa dong yang varian basic atau yang flagship lah ya, jangan dibilang basic sama yang ekstrem. Beda majornya itu ada di bagian ESP atau image processing-nya. Untuk yang ekstrem perekaman videonya itu bisa 8K 60 fps dan 4K 240 fps ditambah ada [musik] APV juga untuk alur editing yang lebih serius. Kalau yang biasa itu 8K 30 fps dan juga 4K-nya 120 fps. Nah, pertanyaan kalau 8K 60 fps itu buat apa? Saya setuju sama poinnya Mas Did Irvans kalau misalkan 8K 60 FPS-nya itu udah ada, seenggaknya 4K-nya itu bakal lebih bagus. Plus kalau kalian tahu Samsung itu kan ngeluarin My F cam ya. My fan Cam itu jadi kayak kita bisa punya tiga angle yang berbeda. Jadi dia kayak main sistem croping gitu. Sama kayak kamera 200 megapel. kita jepret dulu terus kita croping hasilnya bakal tetap detail karena gede 200 megapel. Nah, 8K ini itu empat kalinya 4K. Jadi kalian bisa rekam dulu satu angle statik terus kalian bisa croping croping lagi croping lagi. Jadi kalian kayak seolah-olah pakai tiga kamera, tapi sebetulnya cuman satu kamera aja dengan [musik] croping tadi. Jadi kalian bisa close up, medium shot, terus white shot. ya kayak seolah-olah profesional tapi casin [musik] editornya sih sebenarnya pasti lebih pusing. Bedanya lagi varian yang flagship sama yang ekstreme itu ada di gaming ya. Nah, gamingnya ini sekarang juga pakai AI namanya itu ANF atau Adreno Neural Fusion. Gampangnya ini mirip-mirip lah ya cara kerjanya itu kayak DLSS [musik] atau satu lagi tuh multiframe generation. Jadi sebenarnya GPU-nya ini ng-render frame yang dikit banget tapi biar kelihatan lebih detail itu ditambahi lagi sama AI-nya. Jadi bisa high frame rate dan juga detailnya lebih bagus. Jadi logikanya GPU-nya jadi lebih hemat daya dan si Falcom [musik] pun juga ngeklaim kalau GPU-nya bakal lebih hemat daya tapi hasil grafik yang kalian dapat itu bisa lebih bagus [musik] walaupun itu bukan raw performance-nya ya, tapi dibantu sama AI ya. Demonya sih kemarin bagus ya di Dragon Elly game-nya. Cuman kalau kalian tanya apakah itu bakal langsung otomatis di game-game lain kayaknya enggak ya. harus butuh kerja sama sama developer-developer game juga. Karena kalau kita mau main AI, sekali lagi AI itu bisa salah. AI can make mistakes. Hampir [musik] semua disclaimer AI itu kan kayak gitu ya. Kemarin bahkan sempat ramai tuh di mana ada HP foto pesawat terus EAI-nya ngira itu burung jadinya pesawat burung. Aneh. Terus dari sisi audio juga ada yang namanya AI voice bubble dan juga AI voice separation. Ini sebenarnya [musik] ada di Samsung juga. Samsung itu punya fitur untuk memisahkan antara environment audio sama [musik] audio utamanya. Jadi kayak seolah-olah kita pakai mikrofon utama gitu. Tapi mungkin sekarang di inin aja mungkin. Nah, buat kalian yang pemujaan TTU kemarin juga sempat kita tes [musik] itu di device bawaannya atau prototype-nya si Qualcom ya. Jadi skorut-nya itu di 5,5 sampai 5,6 juta. Tapi perlu dicatat kalau itu kemarin device-nya pakai RAM 24 [musik] GB dan memang support RAM-nya untuk Qualcom yang terbaru ini di 24 GB. Nah, apakah dengan vendor OM lain yang mungkin main RAM-nya di 8 atau 12 GB bisa tembus 5,6 [musik] juta? Kita enggak tahu ya. Terus ini kalian juga bisa lihat hasil gech-nya kalau kita bandingkan dengan chipsetnya [musik] A20 Pro dari iPhone 18 Pro Max dan juga MediaTek diamond City 9.600. 600 Pro. Kebetulan ada teman-teman reviewer yang bawa. Mungkin hal menarik lain chipset Wi-Fi-nya. Chipset wifi-nya walaupun ini mungkin konektivitas tapi ini penting karena untuk AI dan apapun itu [musik] pasti butuh konektivitas dan dia pakai modem yang namanya itu X105 dengan download-nya bisa sampai 14,8 Gbit perdik lewat fast connect 8800-nya dan dia juga ada support untuk WiFi 8. Jadi future proof lah di Indo aja Wi-6 belum merata. Ya udah WiFi 8 aja. Tapi yang perlu diingat Qualcom ini sebenarnya cuman [musik] supplier-nya aja, Guys. Jadi untuk performa yang saya sebutin-sebutin tadi ya, kita tunggu dulu OM atau vendornya mau enggak memasukkan [musik] semua fiturnya ke HP mereka. Kayak contohnya kan UFS-nya udah 5.0. Apakah mereka vendornya mau masukin RAM 24 GB? Yang menurut saya kayaknya bisa sih, tapi harganya bakal enggak ngotak. Terus kalau kita ngomongin AI lokal tadi butuh RAM yang lumayan gede juga. Kita ngomongin 8K, 60 [musik] fps juga butuh storage yang gede juga. Untuk ngedit video 8K juga agak ribet. Tapi mungkin ya saran saya buat KC [musik] bisa bikin kayak semacam proxy ya. Nah, proxy itu kan bisa bikin editing-nya ringan tapi tetap ketika di-render tetap hasilnya it. Tapi kesimpulannya apakah dua chipset ini menarik dan patut kita tunggu? Kalau menurut saya sih iya banget sih. Karena pertama ini adalah mobile phone pertama yang udah [musik] bisa tembus 5 GHz. Walaupun bukan semua 8 core-nya 5 GHz ya. Tapi setidaknya prime core-nya ada dua itu 5 GHz dan performance core-nya itu 4 GHz. Jadi enggak main yang 2,5 lah 1 GHz lah. Enggak. Jadi prime dan performance score aja. Terus juga ada AIT sensing hub yang dia ngumpulin konteks personal crab buat nginget NPU buat processing, [musik] CPU yang ngatur kerjaannya dan GPU-nya bantu gambar dan GPU-nya sekarang juga ada [musik] EA-nya dengan Lumens dan juga si AMF-nya tadi Adreno Neural Fusion. Tapi sekali lagi ingat Qualcom itu cuman vendor ya ke depannya. Apakah bakalan dipakai sama HP HP Om-nya? [musik] Karena kalau kalian ingat Falcom dulu juga ngeluarin yang namanya horizontal lock ya. Horizontal lock itu udah lama dikeluarin sama Falcom. Tapi om-nya kayaknya seingat saya 1 [musik] tahun setelahnya atau 2 tahun setelahnya baru dipakai di Samsung, Motorola dan juga Vivo. Karena sebenarnya dari sisi software-nya, hardware-nya itu udah support, tapi OM-nya mungkin belum belum nemuin atau belum optimal. Jadi ngeluarinnya agak lama kayak 5G juga sebenarnya [musik] udah lama dikeluarin juga, tapi om-nya juga telat datangin ke HP-nya. Tapi menurut kalian gimana dengan chipset terbarunya sang naga merah ini? Tapi kalau menurut saya sih gila 5 GHz ya. Dulu aja 5 GHz harus di overclock dan agen AI-nya nih menarik karena saya enggak sabar buat nyobain [musik] karena saya juga lagi belajar tentang AI lokal ya. Nah, saya juga pengin kalau AI lokal di HP itu dia bisa gerak-gerakin HP sendiri kayaknya menarik deh ya. and see you on the next video.
