Apa apaan kamera ini… 24 menit KAGUMIN Xiaomi 17 Ultra by LEICA! (YouTube Video)
Halo guys, David disini, dan kita bakal cobain Xiaomi 17 Ultra by Leica... Ultra. Kalau diliat dari namanya, ini HP terbaik dari Xiaomi ya. Raja terakhir nih. Levelnya lebih tinggi dari Xiaomi 17 Pro Max, yang waktu itu punya layar di bodi belakangnya. 17 Pro Max aja udah segila itu lho. 17 Ultra ini kayak gimana? Kalau dari kotaknya sih, udah keliatan garang ya. Ada logo Xiaomi, dan logo Leica yang saling berdampingan. Ini pertanda spesial sih, soalnya kan... biasanya logo Xiaomi itu lebih gede, kayak Xiaomi 15 Ultra ini. Gede Xiaomi-nya. Sementara ada tulisan tipis, Co-engineered with Leica. Kecil aja. Sekarang posisinya kayak udah setara gitu ya. Ngasih kesan kalau HP ini bakal lebih kamera dari edisi yang kemarin-kemarin. Yang sebenernya sih Xiaomi 15 Ultra ini udah kamera banget ya. Sebelum kita mulai unboxing, saya mau ucapin terima kasih dulu buat Shopyz ID, yang udah minjemin Xiaomi 17 Ultra by Leica, plus casing spesial ini ya. Shopyz itu toko gadget di Tokopedia, di Shopee juga ada yang jual produk-produk resmi, tapi ownernya suka cobain gadget unik yang statusnya belum resmi. Suka minjemin ke channel ini, biar semuanya bisa dapetin serunya juga. Mantul! Thank you Shopyz ID! Kalau misalnya anda pengen cek-cek tokonya, linknya udah saya taruh di bawah. Sekarang mari kita unbox Xiaomi 17 Ultra by Leica! Oh iya, harus ada kata by Leica ya, di sini ketulis dengan jelas, di sebelah sisi kanannya juga, ada tulisan by Leica. Ini penting! Soalnya ada Xiaomi 17 Ultra biasa, yang desainnya lebih standar, harganya juga beda. Kalau kita pake patokan harga di China, bedanya 500 Yuan atau 1.2 juta sih. Pas video ini dibuat, belum ada info dari Xiaomi Indonesia, apakah HP ini bakal masuk keresmi? Sayang sekali. Atau kita tunggu saja? Semoga. Kita curi start dulu dengan unboxing, di sini ada sabuknya tadi, ada tulisan Leica Camera, beuh! Ini berasa unboxing kamera Leica ya, sama sekali nggak ada Xiaomi-Xiaomi nya, kalau kita lihat bagian sini doang. Di atasnya baru ada Xiaomi 17 Ultra, di belakangnya ada keterangan Xiaomi 17 Ultra. Nah, ini RAM-nya 16GB dan internal 512GB, Dolby Vision, Atmos, Snapdragon 8, Elite Gen 5, ini udah kelas flagship pastinya. Ada logo Xiaomi, ada Leica lagi. Lumayan unik ya, ada 2 logo yang berdampingan, gini berasa collabnya itu 50-50, setengah-setengah, bukan dominan oleh Xiaomi lagi. Padahal yang bikin HPnya tetep aja si Xiaomi. Xiaomi 17 Ultra by Leica. Ini adalah Xiaomi dan Leica. Sisanya saya tidak tahu cara bacanya kayak gimana. Ini adalah bab kedua dari kisah pencitraan fotografi Xiaomi dan Leica. Kami berkomitmen, ini adalah Leica Way, Leica yang anda kenal. Untuk cinta gairah, menyaksikan setiap momen yang luar biasa. Ya intinya mereka mau bilang kalau mereka bersemangat, atas kerjasama yang berlanjut. Terus di sini ada Always Believe, ini tagline-nya Xiaomi, terus di bawahnya lagi ada HPnya. Ini, wuh, ini kameranya sudah terlihat sungguh menonjol ya. Kita taruh dulu di pinggir, kita lihat kelengkapannya. Ada phone case, aksesoris, dan charger. Charger yang speednya harusnya kelas flagship ya. Di sini dapetnya... Alalalala... Dapetnya 100 Watt, dengan colokan versi China tentu saja, karena ini bukan barang resmi, dan kabel braided yang berasa lagi unboxing iPhone gitu. Bagus banget. Ini USB A to USB C, bukan C to C. Aksesoris dapetin apa ya? Kita dapetin... Ini adalah kain buat bersihin lensa. Ini udah kayak unboxing lensa kamera aja. Beuh, cakep nih. Ada logo Leicanya lagi bulet-bulet, mirip kayak kain lapnya Apple yang waktu itu dijual 300 ribuan. Ini asik lho pegangnya, lembut banget. Memang spesial grade gitu, kayak buat monitor, buat lensa. Terus ada strap. Asik ya. Wuhh, strapnya juga bukan yang kaleng-kaleng. Warnanya merah leka dengan ujung warna hitam, dan ada kaitannya. Wah, ini asik sih. Agak elastis-elastis sedikit, bisa diputer-puter. Ini berasa kayak strap yang mahal, dan di sini ada lens cap. Beneran kayak unboxing lensa dah. leka warna silver coy! Ini warna asli leka kan? Mirip kayak ini nih. Kalau yang saya, warnanya hitam di sini, dan di sini ada 2 jadinya. 1 warna silver dan 1 warna hitam. Tapi ini lebih tebel karena kalau yang kecil ini kan, buat lensanya si HP yang lebih tipis. mahal ya. Ada lho, ada suetnya yang teksturnya lembut, biar lensa lebih dimanjakan dengan sentuhannya. Kalau yang saya udah agak lepas-lepas, karena ini lens cap atau tutup lensa yang sangat jelek. Saya langsung review saja kayak gini, saya pasang, dia bisa kayak gitu aja. Nggak ada ceklekannya, parah banget. Buat casingnya sendiri, Ini juga ada fitur spesial yang ada di ringnya nih, dia bisa diputer-puter. Jadi nanti dia bisa kegabung sama bodi atau lensa HP-nya, bakal ada fungsi khususnya nih. Kelihatan gerakan ada putih-putihnya, mantep ini. Teksturnya juga ala kulit-kulitan, dan di sini nih, ada logo leka yang merah yang sangat menarik matain ini. Kita langsung liatin logo merahnya di HP-nya saja, karena itu juga sesuatu yang lumayan spesial, baru pertama kali. Kita lihat dulu si HP-nya. Ini adalah Xiaomi 17 Ultra by Leica, sekali lagi, by Leica. Karena kalau nggak ada by Leica, dia tidak ada logo merah-merah keramat yang ini. Ini spesial banget buat dunia HP. Karena buat pertama kalinya, sepanjang sejarah, logo bulet merah ini boleh ditempel di smartphone. Logo yang bikin orang noleh walaupun dari jauh ya. Soalnya selama ini, Leica cuma bolehin brand smartphone buat tempel tulisan Leica doang. Huawei, Sharp, Xiaomi, sebelum-sebelum ini, nggak pernah ada bulet merahnya. Tulisan doang, 5 huruf. Baru Xiaomi 17 Ultra by Leica ini doang. Xiaomi bilang sih, karena kerja sama mereka dan Leica udah next level ya, lebih dalam lagi. Dalemnya sampe mana sih nggak dijelasin. Yang pasti Xiaomi harus ngegali kantong mereka jadi lebih dalam lagi. Kalau Xiaomi 17 Ultra yang biasa, kayak gimana bang emangnya kalau nggak ada merah-merah ini, emangnya tulisannya kayak gimana? Seperti ini, kayak di 15 Ultra. Entah tulisannya apa, kalau saya lihat di website atau di online, gambarnya kayak gini doang, ada kotak, ada garis, gitu aja. Leicanya baru ditaruh di sini. Dan beda 1.2 juta tadi, bukan cuma soal logo merahnya doang, nanti kita lihat, sekarang kita lihat detail-detail dari HP-nya dulu. Di sini ada tulisan Leica lagi, ada kamera periskop yang lensanya bisa maju-mundur, ini zoomnya juga luar biasa, resolusinya 200MP, kamera utama yang wide 50MP, ultra wide juga 50MP, di sini ada mikrofon, harusnya IR blaster ada di sekitar sini, mungkin di sini ada titik, dan di sini ada lampu flashnya. Sama bagian yang spesial dari kameranya ini lagi, kalau anda ingat casing yang bisa diputer-puter ini, dia dibikin kayak gitu soalnya ring fisik di bagian kameranya ini juga bisa diputer-puter. Kayak gini nih, dia bisa diputer, dan puterannya itu nggak kerasa murah, terlalu licin, kayak kendor, nggak terlalu berat juga, karena di dalam sini ada bearing khusus, biar beratnya itu berasa pas kayak... muter lensa yang beneran, lensa yang khusus. Varian yang kita unbox kali ini namanya varian Black ya, jelas seperti namanya warna hitam, ada satu lagi varian warna krim yang lebih putih kesannya, walaupun nggak putih-putih banget. Dia pakai desain 2 tone, di bawahnya ada tekstur kulit-kulitan yang gelap, dan di atasnya kayak kulit-kulitan juga, tapi lebih mulus yang warnanya agak keabu-abuan gelap. Ada tulisan Xiaomi, terus di bawahnya sini ada Leica Camera Germany, ini juga saya rasa Xiaomi harus bayar lebih nih, biar bisa tulis kayak gini. Ada gripnya lagi, ada gerigi-geriginya, terus di bagian sebaliknya, di kanan ini, ada geriginya lagi, ada garis antena, kalau dipegang jadi lebih mantep, dan ada tombol power dan volume yang desainnya sangat mirip kayak iPhone jadul bulet-bulet gini. Cakep sih! Di atas ada garis antena, di kiri, oh yang tadi, dan di bawah ada port type C, ada mikrofon, garis antena, speaker, dan slot SIM dual nano SIM. Atau tergantung negaranya. Oh iya! Ini iPhone jadul! Ini iPhone punya Kevin, dia adalah sultan sejak kecil, ini iPhone berapa ya? 4 ya? 4 ya? Nah kayak gini nih. Jadi... mirip sekali. Plus dan minus. Kayak mur. Skrup. Desainnya berasa sangat niat buat mirip kayak kamera beneran ya. Kalau anda bilang ini kamera yang ada HPnya, saya juga sangat setuju. Vibes kameranya itu sangat mendominasi dibanding HPnya. Saya sampai lupa prosesornya apa, nggak pentingin RAMnya gimana, baterainya berapa, rasanya kayak nggak terlalu penting gitu. Padahal dia bagus juga speknya. Nanti kita cobain, cuma pengen ngagumin kameranya aja dulu. Xiaomi nemuin cara buat bikin HP ini lebih kamera daripada 15 Ultra yang udah sekamera ini, yang lensanya ada 4, yang modulnya serem banget bulet-buletannya. Mereka bisa bikin saya agak lupa dan ngagumin kamera yang baru ini. Mungkin karena brandingnya memang kuat banget. sama tadi lupa ada casing ini, aksesoris yang mungkin tambah ya, saya nggak tau ini paket bawaan atau bukan. Atau bonus, karena ada aksesoris kit atau fotografi kitnya. Jadi ada tombol shutter, ada ini buat zoom, terus ada ini record, terus ini bukan shutter ini mah buat setting-setting ISO dan lain-lain. Ada design by Xiaomi. Kalau dipasang sih jadi hilang ya leikanya ya. Sayang sekali ya, kayaknya casingnya ini bakal bikin Xiaomi 17 Ultra biasa. Agak aneh sih ngomong Ultra yang biasa, kayak Ultra aja ada biasa, ada yang lebihnya lagi. Gila ya, bikin 17 Ultra yang biasa jadi lebih keren, tapi bikin leikanya jadi agak ilang ya, tempelin stiker kali ya. Jadinya kayak gini sih... Kok rasanya agak standar aja ya? Eh, nyala. Apakah ada leikanya? Beuuh! Ada loh! Jadi kayak special edition. Tidak main-main. Sep, jadi ini adalah penampilan paling awal dari Xiaomi 17 Ultra by Leica. Mungkin kalau nggak by Leica, dia ikonnya nggak hitam merah seperti ini ya, karena ini ikon yang beda dari Xiaomi. Xiaomi pada umumnya yang colourful, dia kelihatan kayak ikon pack custom gitu. Dan warnanya tentu aja dominan merah dan hitam. Di sini banyak aplikasi dari China, karena ini barang China punya, bukan unit global atau unit Indonesia. Sisanya sih nggak banyak yang berbeda ya, kalau kayak gini tetap kayak Xiaomi biasa, kalau kita lihat UI-nya juga kayak Xiaomi pada umumnya, jadi bagian ikonnya aja yang di custom. Sama ini nih, ada titik merah, ada lensa yang tulisannya Leica dan spek lensanya di bawah. Kita langsung cobain saja! Yang pertama saya sadarin, di sini fontnya udah ala-ala Leica sekali ini, fontnya kayak kalau misalnya kita hidupin di sini. Fontnya lumayan mirip dari angka-angkanya, cuma kalau di bagian bawah misalnya tulisan foto gini, ini tetap ala Xiaomi. Terus bedanya ada di sini lagi, biasanya kan kita taunya ada style Leica authentic atau Leica vibrant. Di by Leica, ada tambahan lagi. Leica standar, Leica V, Leica natural, ini chrome, ada klasik, banyak banget filter yang bisa kita pakai. Jadi bukan 2 atau 3 pilihan saja, itu ada ekstra bonus lagi, terus di sini kita bisa atur exposure value-nya, lebih banyak aja sih pilihannya. Sama di bagian ujung sini, ada yang namanya Leica Essential, yang bikin tombol ini keluar, Leica M3. Jadi kita bisa milih nih, mau motret ala kamera Leica M3 yang monochrome, atau Leica M9, yang kalau kita baca di sini, lebih neutral di cahaya matahari, dan lebih kreatif ekspresif pada waktu malam atau lulet. Saya udah coba ngambil beberapa foto pakai 2 kamera ini, dan rasanya emang fun sih. Misalnya Leica M3 yang monochrome, rasanya bukan sekedar fotonya di hitam putihin aja, tapi kayak lebih berkarakter bagian mana yang dihitamin, bagian yang mana yang lebih putih. Nggak sesimpel, cuma ilangin saturasi aja. Terus kalau Leica M9, awalnya saya skeptis kan, ini filter-filteran doang kali, bikin warnanya jadi lebih ke hijauan. Emang lebih ada kesannya, cuma ah simpel lah, hijau doang. Ternyata kalau dipakai di situasi yang berbeda, hasilnya juga beda. Misalnya di indoor ini, warna yang agak soft, dia bikin jadi kuat, warna kuningnya, jadi lebih berasa lagi nuansanya. Terus kalau foto yang ini, nggak berasa kehijauan atau terlalu kekuningan. Jadi beda situasi, hasil warnanya juga beda. Apalagi ya, mainannya banyak banget sih di sini. Ada ini 2 aja, udah bikin kita bisa banyak eksperimen. Kalau dari hardwarenya sendiri, bukan suntik software doang, di sini nih, kamera zoomnya, yang 3,2 kali sampai ke 4,3 kali. Jadi 75mm equivalent ke 100mm. Ini juga ada yang spesial nih, misalnya saya setting dulu. Dan bagian serunya, ini harus dilihat agak dekat, biar berasa. Lensanya... Keliatan nggak tuh? Lensanya bisa maju mundur secara fisik. Mirip kayak optical lens yang kita puter-puter di lensa beneran. misalnya... Ini contoh lensa yang besar, jadi perbedaannya sangat terlihat ya. Merapat dan melebar seperti ini. Dan si Xiaomi ini, bisa bikin sistem mekanik yang sama kayak lensa beneran. Huff... Sistem kayak tadi bikin kualitas zoom mau 3,5, mau 3,9, 4,0, 4,3. Dia beneran hasil foto atau hasil zoom dari lensanya. Bukan tebak-tebak software. Kalau misalnya kita udah ngelewatin, misalnya 5,6, 5,9, atau 7,9 gini, lensanya udah nggak gerak, dan softwarenya yang nebak-nebak kira-kira, detailnya sampai kayak gimana. Itu bedanya optical zoom dan digital zoom. Optical zoom itu udah yang paling asli lah kayak si Xiaomi ini. Lanjut ke fungsi dari kamera ring yang bisa diputer-puter gini. Ini bukan gimmick atau buat alat ngisi kegabutan doang ya. Ini ada fungsinya ini. Jadi kalau kita puter-puter, kita bisa manfaatin sebagai alat buat nge-zoom. Dan zoomnya itu lumayan presisi. 11,2, 11,4. Kalau kita angkanya makin kecil, dia makin presisi lagi. 5,1, 5,0. Jadi nge-zoom juga lebih nikmat dan hapticnya juga mantep. Ini tek-tek-tek-teknya itu berasa mahal nggak asal loncat-loncat aja. Fungsinya juga bisa kita ganti yang barusan itu continuous zoom. Kita juga bisa ganti EV atau ganti filternya. Kalau kita puter, dia bakal berubah warna harusnya. Yap, kalau kita puter-puter gini, kita bisa melihat preview-nya dengan cepat. Cuma kayaknya nggak sih ini. Foto kagak, ganti filter mulu. Foto diputer-puter mulu. Di banyak mode juga kita bisa ganti-ganti, misalnya video, portrait pro, dan lain-lain. Jadi di movie kita juga bisa ubah bokehnya. Asik juga ya. Coba di movie mode. Jadi itu beberapa contoh fitur yang spesial dari Xiaomi 17 Ultra by Leica. Mungkin masih ada lebih banyak kalau misalnya digali, cuma kayaknya udah lebih spesifik lagi ya. Buat hasil kameranya sendiri, kalau misalnya kita jepret-jepret biasa buat 90% pemakaian saya rasa, ya hasilnya saya nggak bisa bilang kalau dia lebih bagus dari flagship lain macam OPPO, Vivo, Samsung, iPhone. Soalnya di level ini, poin-poin yang penting kayak dynamic range, detail, kualitas, telephoto yang gila-gilaan, performa low light, semua udah bagus, bisa diadu. Di HP mahal, udah soal rasa lah. Dan soal rasa, tergantung selera. Terutama soal warnanya. Makanya edisi by Leica ini, sampai nambahin warna khusus tadi, M3, M9, biar nilai tambahnya lebih-lebih lagi. mode Leica yang standar, tetep keren. Dan saya paling suka pas kita lagi motret momen yang alami, kayak street photography, atau foto yang rasa tradisionalnya kuat. Misalnya foto panci ini, ditambah cahaya sore, kok kena ya di saya? Panci loh. Kalau foto makanan gini, bagus juga, tapi ini bagus biasa, kamera lain mungkin lebih bagus. Saya juga suka foto dapur yang ngepul gini, warna Leica yang kontras, dan berani bikin si foto berasa ada ceritanya. Si Meong ini juga keliatan lebih liar lagi di warna kontras, sementara kalau buat foto-foto biasa, kayak foto produk, sepatu, suasana pemandangan, rasanya warna ala Leica nggak terlalu ngasih nilai tambah ya. Ini adalah hasil perekaman kamera depan dari Leica, bukan Leica, di resolusi 4K 60fps. Ini lagi jalan-jalan pagi, kalau misalnya ngeliat kualitas warnanya sih, nggak se... bagus. Fotonya ya, karakternya beda, karena di sini videonya serba terang, muka terang, background terang, kontrasnya nggak terlalu kuat kayak fotonya. Mungkin... settingannya emang kayak gitu, biar videonya jadi jelas, stabil juga, tajam juga. Jadi, karakternya ternyata bisa berbeda. Jadi standar aja. Buat speknya sendiri, sudah ketebak lah ya, ini pake Snapdragon paling kenceng, Elite Gen 5, RAM-nya tadi 16GB, terus... storage-nya sampai ada yang 1TB, apalagi ya? Baterainya 6800 mAh, lumayan wajar buat HP yang setebal ini. Ini... chasenya bisa sampai 90W kalau pake kabel, masih dibawah spek chargernya sih, cuma 90W oke lah. Atau nggak ya? Karena ini Xiaomi Ultra rasanya kalau bisa 120W, 120W dah, tapi dibatasiin di 90W aja. Ya, tetep kenceng sih, cuma nggak maksimal. Cuma wireless chargingnya maksimal, dia bisa sampai 50W buat wireless charging. Ya, ini udah mau kelar tapi mau terbang lagi. Kabur dulu ya. Performanya tentu udah lancar banget, dan nggak terlalu panas juga, panasnya standar-standar saja, tidak ada yang harus ditakutkan, dan tidak perlu dipikirkan terlalu banyak, karena ini nggak masuk resmi ya, atau belum masuk resmi. Kita nggak tahu langkah Xiaomi Indonesia, karena yang 15 Ultra mereka berani masukin. Kali ini nggak tahu. Kesimpulan Ini keren betul! Secara pegangnya kayak gini, terus lihat pinggir-pinggirnya, Auranya gagah sekali. Ini bener-bener menyenangkan buat dilihat, bahkan casing yang didapetin dengan cara dibeli kayak gini, mungkin malah ngerusak penampilan ya, saking kerennya penampilan bawaan dari si Ultra ini. Definisi kamera yang bisa nelpon, bisa main game, bisa cebur air, wireless charging, Kalau patokan harga China 8 ribu yuan sampai 9 ribu yuan, enak lho pegang ini, grigi-griginya bikin mantep lho dari tadi. tuh, beuh! Mantep! Mau saya geser jari pun nggak segampang itu. Asik sih. Harganya kurang lebih 20 juta ya, kalau pake harga yuan tadi. Itu sangat-sangat masuk akal. Tinggal Xiaomi Indonesia aja lagi-lagi, saya panasin aja, terus masukin resmi nggak? Di harga yang mirip China. Nah, kalau bisa, like kalau suka, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Closed Caption by @Subbox.id Mana ada HP kayak gini? Hah? Apa? Leica ini. Ini kemarin secondnya 60. Apa? Ini 20! Sensor 1 inci. Bisa nelpon. Bisa gensin. Main gensin. Penutup-penutup! Satisfying ya? Taral! Eh? Oh harus casing! Casing yang ada Leicanya juga dong. Ini casing bawaan by Leica. Beuh! Mantep! Bagus banget sih. Ini lebih rapet lho.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...


















