APAAN SIH INI!? Unboxing Itel Super 26 ULTRA Indonesia. (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan kita bakal nyobain... Itel Super 26 Ultra! Yep, anda nggak salah denger. Itel Super 26 Ultra. Itel, Itel... Nama HPnya makin kocak ya, Super Ultra. Mungkin tahun depan bakal ada varian Super, Duper, Omega, Ultra, Pro, Max, menembus langit, menggapai mimpi ya liat saking pengen lebaynya gitu. Udah kayak permainan bocah aja. Lu Ultra, gue Super Ultra. Hah, ini jualan HP rasa main-main sih. Untung ketolong sama harga dan speknya yang emang mantep abis. Sering kita sebut sebagai lembaga amal. Kayak ngasal aja gitu, ngelempar spek bagus di harga 2 jutaan. Nanti sambil unboxing, saya jelasin spek-spek dari Super 26 Ultra ini. Kita lihat desain kotaknya dulu, yang sebenernya keliatan serius ya. Hitam, terus ada aksen merahnya, namanya aja yang rasanya bikin agak turun wibawa, terlalu try hard rasanya. Di bagian depan kotaknya ada tulisan Super 26 Ultra, bukan S26 Ultra ya kayak seri S25 kemarin, disini Snya udah dijelasin kalau kepanjangannya adalah Super. Terus ada logo ITEL, di bawahnya ada fitur-fitur utamanya, ada Itel, AI atau Ai Phone, karena i-nya kecil rasanya bahasanya jadi i, tapi ya AI-phone harusnya bukan iPhone, atau iPhone, saya juga nggak terkejut lagi sih. Layarnya ditulis 144Hz dan resolusi 1.5K, nanti kita buktiin apakah resolusinya bener, karena akhir-akhir ini HP Transsion di kotaknya tulisnya 1.5K, tapi pas kita screenshot, cara ngebuktiin resolusi, dia munculnya Full HD aja. Apakah ITEL juga sama? Nggak tau, cuma rasanya marketingnya atau tulisannya agak membingungkan gitu. Disini ada 3D Curve AMOLED, terus ada Corning Gorilla Glass 7i. Mantap, ini kaca bagus yang biasanya dipake di HP 5-6 jutaan juga. RAMnya sendiri 16GB, ini lagi-lagi sesuatu yang misleading, padahal RAM hardwarenya cuma 8GB, ini plus 8GB cuma software doang, dan ROMnya atau memori internalnya adalah 128GB. Ada lambang Gorilla, ada IP65, dan ada fluensi 6 tahun. Ini lagi-lagi sesuatu yang nggak bisa dibuktiin sekarang. Bakal lancar, sampai 6 tahun ke depan, rasanya makin... tiap brand tuh makin pengen... Gua lebih lama, gua lebih lama. Dulu siapa yang mulai 4 tahun, terus ada brand mulai 5 tahun, pengen lebih lama, ini sekarang tulisnya 6 tahun. Pembuktiannya apa saya nggak tau. Karena harus nunggu 6 tahun, nggak ada mesin waktu sayangnya. Di sebelah kanan, Super 26 Ultra, di sebelah kiri, ya ini ada apa ya? Ada Free Protective Case Included. Jadi kita udah bakal dapetin casing. Di belakangnya ada spek-spek yang lebih detail, ada 6.78 inci Curve AMOLED, ini layarnya 1.5K, Android 15, 4G, kameranya 50MP, ada in-display fingerprint, ada infra merah, ada gyrosensor, GPS OTG, NFC, mantap! HP sekitar 2.5 juta udah dapet beginian, baterai juga gede, 6000 mAh, charging 18 Watt, prosesornya Unisoc T7300 yang katanya lebih kenceng dari Helio G99, kamera 32MP, dan... ini... fitur-fitur yang diandelin. Ini silahkan dibaca sendiri, ini diulang aja dari yang atas ini, intinya ya... mereka pengen banyak-banyakan fitur, dan itu bagus sih kalau semuanya bener ya. Sekarang kita lihat isi kotaknya! Ada ITEL, terus ada apa ini di dalamnya? Ada SIM Ejector, terus ada dapet... Screen Protector Tempered Glass, mantep juga! Tapi nggak dipasangin dari awal, mungkin selera kalau mau pasang langsung ya boleh, kalau mau tunggu scream protector plastik dari HPnya bulukan juga boleh, nanti silahkan aja, ini warna krim ya. Terus di dalamnya ada apa lagi? Kita dapetin casing! Casing, mantap! Dan casingnya lumayan gaya juga, di sini ada logo magnet ala-ala MagSafe gitu, karena HP ini bisa wireless charging ya memang. Soalnya kan walaupun HPnya nggak ada magnet, tapi kalau ditempelin begini, terus kita tempelin powerbank atau charger wireless, yang ada magnetnya bisa ngecas. Nggak ditulis tuh. nggak ada tulisan wireless charging sama sekali ya, padahal itu bakal keren kalau misalnya ada dan ditulis di sini. Nanti kita tes pas sudah hidupin HPnya, di sini kita lihat sisa aksesorisnya, ada kabel USB A to USB C, terus ada charger juga ini yang speednya 18 Watt. Oke! Satu lagi yang tidak ada di kotak Super S26 Ultra ini, nanti kalau beli, kita bakal dapetin aksesoris tambahan bonus, yang berupa DIY Display Phone Case. Jadi kita bakal dapetin casing satu lagi, yang terlihat seperti casingnya S... Samsung Ultra. Karena memang posisinya persis sama kayak gini, memang inspirasi dari Super 26 Ultra, atau ini S25 Ultra-nya Itel, udah jelas keinspirasi atau nyontek dari Samsung ya. Jadi di belakang sini dia tulisnya battery free, jadi casingnya nggak perlu baterai biar bisa hidup, karena memang dia ada fitur khusus, ada layarnya yang biasanya butuh baterai ya, cuma di sini dia tulis nggak perlu baterai. Picture endless! Nggak bakal abis-abis gambarnya. Tahan dari jatuh, tidak perlu khawatir, dan ada NFC tap buat refresh your style. Seperti apa? Action-nya kita coba lihat dulu, di sini ada si casing, terus ada dummy ala-ala Samsung, yang cetakannya by the way cuma samping kameranya doang, di sini nggak perlu buang-buang cet ya, nggak perlu buang-buang tinta ya. Di sini kita bisa kletek, dan ini adalah sebuah layar yang mungkin layar e-ink atau layar apa ya? Mungkin sistemnya dia ada dapetin setruman data sedikit dari NFC atau dari wirelessnya, terus dia ganti gambar, terus udah nggak perlu baterai lagi. Mungkin kayak gitu ya, ini harus tanya lebih detail lagi. Dan di baliknya ada barcode atau QR code, buat masuk ke instalasi aplikasinya, karena nggak ada di Play Store. Nanti kita coba, sekarang kita hidupkan dulu HP-nya, kita lihat dulu desainnya kayak gimana si S26 Ultra, bukan Super 26 Ultra! Ini tulisan depannya sama kayak kotaknya, desain belakangnya juga lumayan mirip kayak... ini keluarinya tanggung deh, di sini aja ya. Ha! Nah oke, nggak sobek ya. Yap, seperti ini, kali ini desainnya lumayan melengkung di bagian sudut ya, nggak semirip S-nya Samsung. Kalau Samsung kan ciri khasnya dia tajem di bagian sudut, kalau S25 Ultra dia juga tajem di bagian sudut, kalau ini dibikin agak ngelengkung kayak... S25 base model atau yang plus? Bukan yang Ultra, tapi ini namanya Ultra, jadi lumayan hybrid mungkin. Ya, 3 kameranya tetap sama, ada kamera 50MP, ada kamera gimmick dan ada IR blaster, di sini gimmick lagi, seolah punya 4 kamera yang ini. Ada LED flash, di bawah ada logo ITEL, warnanya bagus sih, beige dan soft touch juga, enak, licin, dan pantulannya keliatan berkelas, sama sekali nggak kerasa murahan. Di sini juga dia tipis, cuma 6.8mm doang, padahal baterainya bisa sampai 6000mAh. Ini sesuatu yang lumayan dibanggain Transsion Group ya, karena si Infinix sama TECNO juga punya HP yang sejenis, yang tipis tapi baterainya gede. Di sebelah kiri ada tombol power, yang ada aksen warna merahnya, terus di atasnya ada tombol volume, di atas dia polos, nggak ada apa-apa, karena speakernya mono by the way, jadi mungkin kalau pengen ngekritik, bisa bilang kalau ini speakernya mono, nanti kita denger suaranya kayak gimana. Wah, HP 2 juta kecil, 2.5 juta, mono... Oke lah, masih oke lah. Mungkin karena Transsion, jadi kita ekspektasinya sangat tinggi ya. dia polosan juga, kalau dibawah ada port USB-C, ada speaker, ada mikrofon, dan SIM tray yang masuk dual nano SIM. Sekarang mari kita hidupkan saja HP-nya. Itel! Geterannya kerasa murah ya, barusan dia hidup dan... rasanya kurang mantep aja, geli-geli aja. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Itel Super 26 Ultra. Saya udah pasangin casing karena langsung penasaran, apakah dia wireless charging? Ini ya magnet, dia casingnya ada magnet, cuma nggak ada, ini kita hidupin... Yep! Sama sekali tidak ada tanda kalau dia sedang di cas. Jadi ini gaya-gayaan aja, aksesoris aja, buat tempelin sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan wireless charging ya. Jadi kalau anda mau pasang dompet, pasang aksesoris apa yang bisa, ada magnet buat iPhone, di Itel ini juga bisa. Contohnya kayak si dompet speakernya. Lumayan-lumayan, kalau misalnya buat gaya-gayaan, ada lambang bulat dan garis kebawah ini rasanya... masuk ke dalam kelan yang lumayan eksklusif ya, walaupun nggak ada isinya gitu, jadi namanya doang. Sekarang kita cobain casing yang warna hitam, yang bonusan ini, yang pasti dapet ini. Yang katanya bisa buat ganti-ganti gambar di belakangnya. Jadi kalau kita lihat sekilas kayak gini, dia berasa satu foto ukuran dompet atau kartu, yang diselipin ke belakang casing ya, kayak... ada casing, kita bolongin atau ada akrilik, terus selipin dan... nembus ke sini. Padahal ini adalah layar. Personalisasi yang sangat... gue banget lah gitu. Kalau misalnya anda bangga dengan club kesayangan anda, juga bisa MU, atau misalnya anda nggak punya fotokartnya Itel, anda bisa download gambarnya, terus pasang di sini, serasa punya fotokart, jadi gue banget. Semoga. Jadi kita download dulu aplikasi Airmi, ini namanya Airmai, ini pake scan barcode tadi yang ada di casingnya, dan ini udah ada bawaan gambarnya. Kalau kita... Uh, ada harimau, harimau? Singa, singa berambut merah. Kayak One Piece Shanks gitu ya. Nah, kalau gini, ini templatenya, kita coba pasang saja. Oke, kita crop dulu, dan projek! Detecting phone case. Di belakangnya bakal berubah harusnya. Tatatatatat! Waduh! Eh eh eh eh eh! Jadi hasilnya seperti ini, kalau dilihat dari jauh mirip kayak foto sih, foto yang kita sleepin, atau kertas apalah, kayak bukan layar, nggak ada terangnya sama sekali, tapi tetap jelas. Kalau mau custom juga bisa sih. Kita bisa crop, terus yes, dan projek. Oke, dia bakal pecahin dulu, biar lebih low-res dan warnanya juga nggak bakal gamutnya kenceng-kenceng banget. Ini dari hitam putih dulu. Wow! Oke ada ketit-ketitnya. Oh iya, oke. Hab-hab-hab-hab. Tada! Eh, lama ya? Kayak lagi dibakar gitu, kayak lagi cuci foto gitu. Cuma saya bingungnya dia nggak punya baterai, nggak butuh dicas, nggak ada baterai, batere free klaimnya, tapi dia bisa ganti foto kayak gini lho. Ini tuh masih butuh baterai lah minimal buat ganti gambar gini. Atau sebenarnya dia punya baterai, tapi bisa ganti seribu kali abis itu udahan. Nggak tau juga ya. Mari kita lihat hasilnya. Wuhduh! Ini jelas sih gambar apa, ini gambar anak dan istri sedang di pantai. Saya suka sih, saya yakin bakal banyak banget orang yang nyari casing kayak ginian. Cuma sayangnya buat sekarang saya taunya adanya di bonusan HP ITEL aja. Kalau misalnya ada yang third party, ada di Tokped atau di e-commerce, bisa komen aja di bawah. Pas kita lepas juga gambarnya masih stay ya, masih bertahan, jadi beneran kayak kita selipin selembar foto yang nggak bakal ada matinya. Semoga, karena ini tetep lah elektronik atau apa ini? Oke lah, kita udah mengagumi casing ini. Mungkin buat saya ini yang paling berkesan karena baru. Sekarang kita lanjut ke HP-nya yang juga cakep buat harga 2 juta, 2.5 juta. Ini layarnya udah curve, terus resolusinya kita buktiin lagi sekarang. Mari kita screenshot, terus kita lihat di galeri, dan lihat detailnya. Details! Di sini tertulis 1080x2400 pixel alias Full HD. Lagi-lagi saya nggak ngerti kenapa ditulis 1.5K. Harus tanya ke orang Transsionnya sih. Padahal di setting juga nggak ada pilihan buat bikin layarnya lebih tajam. Kayak yang ada di Samsung. Kalau Samsung atau Sony kan kita bisa turunin ke HD atau Full HD atau 2K. Ini nggak ada, nggak ada pilihannya. Sekarang coba kita buktiin refresh rate-nya. Nah, yang katanya 144, ini 90, oke. Di setting dia di 120, di menu dia 90. Jadi bisa naik turun, 60, 90, mantep juga. Jadi nggak 60 sama 120 doang, cuma nggak bisa lebih turun lagi jadi 48 ya. Kayak yang ada di Xiaomi. Tapi di mana dia bisa aktif 144? Kalau di Xiaomi kemarin dia bisa di Google Message ada 144-nya. Tapi di sini dia mentok 90 aja. Kalau Google Chrome dia 60, 90, terus apa lagi ya? Phone Master dia 60, ya 60, bahkan nggak 90 di aplikasi Itel-nya. Jadi 144, mungkin dia 144 tapi nggak tahu berlaku di aplikasi apa. Dan kayaknya nggak bakal kepake banget. Kalkulator menghitung di 144Hz, nggak bisa 90 aja. Ini settingannya udah kita paksa ke high ya, up to 120Hz malah tulisannya. Ini juga agak aneh sih, dia katanya hardware-nya 144, tapi settingannya up to 120. Kalau customize juga dia di setting, 120 mentok. Lagi-lagi saya nggak ngerti 144 tulisannya, tapi dia 120 aja. Udah bagus, 120Hz, cuma nggak 144. Untung brightness-nya udah tinggi ya, ini kita pake di outdoor pun, di matahari terik. Layarnya masih bisa kelihatan dengan jelas. Ini lebih penting sih daripada refresh rate 144. Warnanya sendiri cakep, dia panelnya udah AMOLED, ada in-display fingerprint juga, OS-nya juga cakep, ini udah OS yang paling baru dari Transsion lebih rapi, ada AI-nya juga udah sering kita tes, jadi kita skip aja, mungkin tes satu aja ya. Coba nih, ini foto yang agak vintage-vintage gitu, warnanya kita pake AI Extender. Start expansion. Wow, ini mantep sih, kursinya konsisten lho, mejanya juga konsisten, orang di belakangnya juga kelihatan alami, padahal aslinya seperti ini. Mantep sih, lagi-lagi. Kalau kita hapus kabelnya yang di atas ini, lampu-lampu kozi ini, rapi juga. Terus kalau kita iris, ya bakal... Harusnya sangat gampang. Waduh, eh lampunya! Ada lampu terbang, berarti kurang di ini-ini. Oke, start to iris. Nah, wah langsung bersih tuh. Ada lampu bagus juga sih sebenernya. Kayak ada garis pembatas biar fokus ke sini. Komposisi. Nggak bagus sih speakernya. Kok rasanya agak low-res ya suaranya, kayak berantakan, padahal udah 1080p. Yang suaranya paling bagus. Ini bukan masalah mono lagi sih, tapi... Kurang oke. Nggak ada bassnya sama sekali lho. Ini... Ini agak kacau, agak kotor sih suaranya sih. Karena detailnya nggak ada, suaranya kemana-mana, bassnya juga nggak ada. Mungkin 5 kali atau 4 kali. Kurang-kurang... Coba, kalau kita denger... Iya sih. Agak-agak pecah gitu. Kurang-kurang, speakernya kurang. Yang si Super ini, tidak se-Super itu. Kalau gamingnya seperti apa, kita coba lihat benchmarknya dulu, AnTuTu-nya dulu. Kita coba aktifin terus ya refresh ratenya, kalau tiba-tiba aktif 144, anda bisa langsung bikin timestampnya. Ini di 482 ribu, sedikit lebih tinggi daripada Helio G99, yang biasanya 450-420 ribu, ini hampir 500 ribu buat AnTuTu 10 ya. Kalau sekarang ada AnTuTu 11, yang standarnya naik lagi, mungkin bisa 500 ribu lebih kalau AnTuTu 11. Ini AnTuTu 10, yang biasanya kita lihat. Ini sambil nunggu Mobile Legends, saya cobain S25 Ultra, dan suaranya beda. S25 Ultra lebih bagus speakernya. Tuh, bening, ting-ting-tingnya ada lebih jelas, sama deng... Bagus sih kalau yang ini. Masih ada dikit lah, emang nggak mantep banget, cuma lebih ada dari yang S26 ini. Jadi speakernya turun ya. Buat Mobile Legends, lancar sih, mantap ini. Mulus, bisa di-setting Super HD, 90 fps, dan rasanya stabil-stabil aja, buat dipakai nge-brawl juga yang rame kayak gini. ini cara pakai Hanabi ini lempar-lempar aja. selain Helio G99 sama Snapdragon 685, si Unisoc ini, Unisoc ini memberikan alternatif lain lewat T7300nya, yang ngasih skor AnTuTu paling tinggi sih dibanding saingan-saingannya. Cuma mungkin agak mikir kali ya, kayak Unisoc bagus nggak sih? Ya ini buat main team, cakep, buat main Mobile Legends. Hajar! Ha ha ha ha ha ha ha! Mantap! Wala wala! Nggak apa-apa, buat beli barang. Oke, mari Genshin! Hap! Oke... Kita bakal lawan naga ya. Holawaga Ngoubou. Golden Tyrant of Broken Oath. Wih, keren. Ini apa ini? Ini panggil Minion, terus ini meta apa lagi ini? Ini, wah, agak patah-patah sih. Unisocnya tetep aja, ternyata kelasnya 2 juta, tetep bisa main lancar, cuma nggak lebih oke daripada Helio G99 ya. Helio G99 dan Snapdragon masih mantap kalau buat main game berat. Wah, abis. Buat suhunya sendiri aman, untungnya di 40-42 derajat aja, setelah dipakai buat main Genshin agak lama. Sekarang mari kita tes kameranya! Kamera 50MP, pixel 1 aja, nggak ada ultrawide tentu saja, 2 juta kecil, belum ada yang bisa ngasih 2 kamera. Foto juga, settt! Dan buat hasilnya, saya suka! Kamera Super 26 Ultra ini justru di foto malamnya rapi banget. Kalau kita pake night mode, warnanya bisa ketangkap dengan baik, noisenya masih terkontrol, walaupun ada, cuma ini sangat wajar, masih enak dilihat, kelihatan terang juga, cerah, tapi inget, harus hidupin night mode ya, kalau nggak, lampunya bakal agak liar, bakal putih doang. Warna lampu yang harusnya merah bakal putih, nggak sanggup si HPnya buat nangkep warnanya. Jadi pastiin pake night mode aja, biasain saja biar lebih bagus. Kalau foto pas kondisi terang, kalau di outdoor yang banyak hijaunya gini, di mata saya fotonya agak kusem ya, bukan kusem warnanya puder gitu, tetapi agak kotor, agak kecoklatan, agak kekuningan sedikit. Tonenya jadi agak berubah dibanding aslinya. Kalau di dalam ruangan, malah fotonya jadi kelihatan mirip kayak yang dilihat mata. Jadi mungkin processing HPnya terhadap warna tertentu, itu treatmentnya beda ya, kalau banyak hijaunya mungkin dia bakal kasih banyak kuning, biar kelihatan seimbang. Padahal malah jadi agak kotor kelihatannya. Buat perekaman kamera depan, Intel Super 26 Ultra bisa dituke ya, dan ada stabilisasinya lagi. Hebat sih. Ini 2 juta tapi udah bisa tajam dan stabil, itu suatu prestasi walaupun dynamic range-nya enggak terlalu bagus ya. Di belakang udah blow out semua, muka masih jelas sih. Jadi aman-aman aja. Kalau stabilisasinya kita matiin, bisa lebih lebar lagi. Cuma nggak oke sih, mending ada stabilisasinya lebih sempit dikit sebagai bayaran. Itu udah mantep dan tajam juga. Kesimpulan buat Intel Super 26 Ultra. Spek super mantep, bodinya cakep, kelihatan keren, finishingnya bagus, halus, nggak berasa murahan, terus layarnya juga mantep. Ini 120Hz mungkin atau 144Hz, tidak masalah, tetep kenceng. Dia panelnya AMOLED yang warnanya juga mantep, terang, resolusinya juga oke, walaupun bukan 1.5K, dia Full HD aja. Cuma itu udah sangat-sangat cukup buat HP 2 juta kecil. Baterai juga gede, kamera oke. Tidak mengejutkan sebenarnya buat sebuah HP Transsion, cuma tetep pengen apresiasi aja, karena nggak gampang buat bikin HP yang speknya kayak gini. Trio Transsion emang saling sikat lah di kelas 2 jutaan. Itu kayak udah permainan lapangan yang mereka kuasain lah. Infinix, Tecno, Itel, berasa nggak punya saingan lain kalau soal spek. Cuma saya nggak tau, kalau anda disuruh pilih dari ketiga merek tadi, harga sama, spek sama, beda brand doang, yang mana yang bakal anda pilih? Coba tulis di bawah. Infinix, Tecno, Itel? Kalau saya buat sekarang kayaknya bakal milih antara Infinix atau Tecno ya, soalnya kalau Itel ini speknya emang gila, tapi berasa kurang identitas gitu. Kerasa cuma niru HP-HP lain doang. Nggak cuma dari desain, tapi sampe ke namanya juga berasa lucu sih. Atau justru itu identitas Itel yang niru-niru aja, kayak Kakashi, sangat ditakutin, dihormatin, walaupun julkannya Kakasih Sang Ninja Peniru. Kebanyakan nonton anime nggak deh? Tapi itu karakter favorit malah. Demikian unboxing GadgetIn buat Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Ini mungkin bonus favorit kali ya. Keren aja. Closed Caption by Subbox.id Gratis, tapi keren.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Persaingan ponsel sejutaan semakin sengit berkat kehadiran dua saudara kembar yang menawarkan spesifikasi menggoda. Meski sekilas tampak serupa dengan layar mulus...
Pasar ponsel pintar kelas entri kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Spark Go 3, sebuah perangkat yang tampaknya siap mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna di...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...


















