Jungkat

Apakah Sony XPERIA 1 VIII Masih Spesial? (YouTube Video)

  • 23/05/2026

Eh, ternyata ya antusias teman-teman buat HP Sony terbaru masih banyak banget. Bikin gua mikir apa yang baru dan spesial dari Xperia One Mark 8 ini ya. Gara-gara kamera modulnya yang berubah kah atau speknya ada meningkat jauh? Dan btw, karena ini HP masih pre-order dan belum bisa didapetin, GPL gua langsung ke Sony Store di sini buat share pengalaman, cobain HP-nya ke teman-teman semua nih. Yang impresi gua jujur aja auto enggak bisa berhenti ngelus-ngelus bagian belakang HP-nya karena finishingnya unik ajaib. Mau back cover atau frame-nya sama-sama punya tekstur yang kasar kayak batu gitu. Dan kalau gua gesek-gesek gini beneran berasa loh kasarnya. Tapi jangan salah, sebenarnya ini masih bermaterial kaca dan bukan dari batu kok karena perlindungannya dari Gorilla Glass Victus. Kalau Sony sih nyebutnya dengan nama New Or ya, OR kayaknya yang mana OR itu kalau di Indonesiain kayak batu-batuan alami yang mengandung mineral. Terus kalau diolah dengan benar, si ore ini bisa jadi bahan yang bernilai loh. Tapi sekali lagi ingat, ini konsep desain doang, bukan materialnya beneran dari ORE. Enaknya finishing ini jadi keset banget di tangan. Gak licin. Terus bonus minim jiplakan sidik jari. Ada lagi perubahan yang cukup bikin gua ngangong-ngangong sih lihatnya. Ada apa dengan desain kamera modulnya yang baru ini Sony? Kalau kata anak zaman now jadi mix feeling sih. Karena identitas kamera Sony yang biasanya manjang ke bawah itu jadi hilang. Tapi mungkin ini salah satu cara Sony buat penyegaran desain biar dilirik orang mungkin. Gimana buat kalian? Lanjut kita ke bagian depan. Basel kanan kirinya lumayan tipis ya. Walaupun atas bawahnya masih kelihatan cukup tebal. Tapi buat gua pribadi dan para fanboy Sony harusnya ini bukan hal yang aneh sih, malah jadi ciri khas karena buat yang awam yang enggak tahu nih bagian tebalnya itu ada gunanya yaitu sebagai tempat ngumpetnya kamera selfie sama speaker yang ngadap ke kita biar layarnya benar-benar bersih dari notch. Keren ya. Lanjut. Ada hal kecil lagi tapi masih ke Sony, yaitu ini nih, shutter button-nya yang bisa ditahan setengah buat lock fokus, terus pencet full buat langsung jepret. Terus buat fingerprint ada di power button ya. Buat SIM tray sekarang pindah ke bawah kayak kebanyakan HP lainnya, bukan di samping lagi. Cuma tetap buat bukanya enggak perlu SIM ejector, tinggal congkel pakai kuku aja. Dan mungkin ini salah satu HP flagship zaman now yang masih support micro SD kali ya, up to 2 tera. Oh ya, di bagian frame-nya ada satu kotak panjang yang gua gak tahu sih ini buat apa. Apa mungkin buat urusan sinyal makin kencang. Entahlah. Untuk spesifikasi kita mulai dari layar yang punya ukuran 6,5 inch OLED dengan resolusi Full HD plus refresh 120 Hz. Perlindungan layar udah pakai Gorilla Glass Pictus 2 dan ini powered by Bravia yang mana kalau kalian enggak tahu Bravia itu nama TV-nya Sony ya. Jadi secara kualitas layar enggak kaleng-kaleng. Untuk performa udah pakai chipset yang paling ngebut saat ini, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang performanya enggak usah diraguin lagi. Terus kapasitas baterai 5000 mAh, charging yang sayangnya masih 30 wat plus support wireless charging 15 wat. Gimana dengan kamera? lumayan galak juga nih. Lensa belakangnya full 48 megap dari kamera utama, telefoto sampai ultrawide. Sementara selfie-nya di 12 megapel dan kamera ini masih setia partneran sama Ziz-nya. Jadi enggak cuman Vivo aja nih yang bareng Ziz, tapi ada Xperia juga. Buat spek lainnya, HP ini udah 5G, support eIM NFC, udah IP 65 dan 68, USB 3.2, dan kedapatan update OS di 4 kali dan 6 tahun security. Tapi yang sepatutnya diapresiasi sama semua manusia di bumi ini yaitu audionya Sony Xperia ini ya. Lihat aja tuh speknya panjang bener. Ini teman-teman yang ngerti bisa tolong jelasin satu-satu di komen deh. Oh ya, yang bikin Sony juga makin spesial di tahun 2026 ini adalah masih punya lubang kebahagiaan buat sebagian orang, yaitu 3,5 mili audio jack. Jempol deh. Terus kalau dibandingin sama Mark S apa bedanya, Bang? Peningkatannya enggak terlalu banyak sih, ada di chipset dari Snapdragon 8 Elite ke 8 Elite Gen 5. Habis itu lensa tele dari 12 ke 48 megap dengan sensor yang makin gede juga. Terus di Mark 8 ini udah support isift. Hmm, kayaknya udah sih itu aja yang penting-penting. Kalau ada yang kurang, boleh tolong tambahin di komen ya. Sama gua juga mau minta maaf, Guys, kalau cuman bisa hands on di toko. Karena selain kondisi dompet gua yang mesti lebih berhemat, alasan lainnya adalah kalaupun beli, kata staffnya itu HP-nya baru dikirim akhir bulan Juni. Jadi, semoga bisa dimengerti dan kalau menurut kalian lebih mending bikin gini daripada enggak dibikin videonya sama sekali, boleh kasih tahu gua dengan like video ini ya. Thank you. Nah, kita masuk ke kamera. Gua langsung salf sama angka-angka vokal leng-nya yang agak bervariasi. Mulai dari ultrawide di 0,7 kali, terus ke lensa utama yang bisa satu sama dua kali, habis itu telefoto 2,9 kali dan lanjut ke digital zoom-nya sampai 5,8 kali. Plus zoom mentalnya tuh dibikin benar-benar presisi di 17,5 kali sampai niat dikasih 0,5 kalinya enggak tuh. Terus Xperia One Mark 8 ini udah bisa rekam sampai 4K HDR 120 FPS. Jadi mau bikin footage yang cinematic ataupun slowmo bisa banget. Dan pilihan buat mainin settingan kameranya juga lumayan banyak. Salah satunya ada fitur AI camera assistant. Jadi dia bisa bantu rekomendasiin color profile yang kira-kira cocok dari preview yang kita lihat. Dan enaknya kita masih bisa otak-atik lagi brightness atau warna dari gambar sesuai selera. Jadi kayak warm-nya semana tin. kontras dan sebagainya. Cuma lucunya fitur ini sempat jadi bulan-bulanan netizen di IG story-nya Sony karena foto ini. Ada yang bilang, "Ini ngelawak ya, gua lebih suka foto originalnya." Terus muncullah persepsi, "Oh, mungkin Sony mau kasih tahu kita biar enggak usah pakai AI lagi dari hasil foto yang kayak gini." Jadi kayak dikira Sony lagi sarkas tuh. sampai akhirnya doi bikin pos klarifikasi sehari kemudian yang intinya tujuan dari fitur ini sih lebih buat bantu kita explore pilihan aja kayak color profile atau white balance yang mungkin biasanya enggak kepikiran bakal dipakai. Dia bakal kasih empat opsi setting foto dengan style warna yang beda-beda berdasarkan scene yang kita lagi foto tuh. Mau dipakai boleh, enggak juga enggak apa-apa. Jadi gitu, Guys. Kasihan ya Sony. Tapi jujur emang contoh yang diposting itu jadi keputihan banget. Dan yang enggak kalah seru, HP ini bisa makro pakai lensa tele maupun ultrawide. Telepoto bisa fokus dekat sampai sekitar 15 cent. Sementara ultra wide bahkan bisa sekitar 5 cent aja. Jadi kalau mau foto tekstur, detail kecil atau tiba-tiba mau jadi fotografer semut bisa terlaksanakan. Terus ukuran sensor telefotonya sekarang empat kali lebih gede dibanding seri sebelumnya ya. Jadi harusnya ada potensi peningkatan buat zoom dan menyerap cahaya pas lowlight lebih baik. By the way, kameranya juga powered by Sony Alpha. Itu loh jajaran kamera profesionalnya Sony kayak mirrorless sama DSLR. Hmm, kalau dipikir ini HP sebenarnya disuntik sama DNA Sony yang gacor-gacor, Guys. Layar pakai Bravia, audio bawa nama Walkman, kamera dapat racikan Alfha dan semuanya gabung di satu HP. Udah kayak Avengers enggak sih? Oke, buat warna lumayan bervariasi nih. Mulai dari hitem, merah ke marun gitu, silver sama emas. Terus kalau buat variannya ada dua 12 + 256 gig di harga 1989 atau sekitar 27,5 juta dan loncat ke 16 plus 1 ter enggak ada 512 ya di harga 22.599 Singaporea dolar atau nyaris banget nyentuh di Rp36 juta. Waduh banget. Cuma ingat harga-harga barusan gua konversi langsung dari Singaporea dolar ke IDR. Jadi belum termaksud segala macam pajak kalau mau dikirim ke Indonesia nanti. Dan buat para sultan yang tertarik dan enggak mau ribet buat datangin HP ini ke Indonesia bisa toel jasip rekomendasi gua Sg.shop. Dijamin aman IMEInya karena bayar pajak resmi dan pengiraannya cepat juga. Overall, walaupun terkesan HP Sony ini udah mulai meredu, tapi menurut gua mereka masih kelihatan berusaha buat tampil beda di tengah pasar HP yang makin seragam. Mulai dari desainnya yang memanjang kayak remote, layar tanpa notch, sampai fitur-fitur kayak headphone jack dan micro SD yang udah banyak ditinggalin brand lain. Tapi itu semua masih santai aja dipertahanin sama Sony nih. Dan lucunya beberapa fitur kayak headphone jack dan micro SD tadi yang terlihat jadul. Justru di zaman now jadi pembeda dan bikin HP ini spesial. Tapi ya karena pengen beda inilah yang akhirnya bikin HP ini jadi makin nich. Yang nyari emang ada, tapi enggak sebanyak pasar HP mainstream. Jadi kalau peminatnya dikit biasa bakal berpengaruh ke produksinya yang enggak dibuat banyak, yang mana bakal berefek juga ke harganya jadi lebih tinggi. Menurut kalian gimana, Guys, nasip HP Sony ke depannya nih? Kalau kalian nih misalnya cuma boleh disuruh pilih satu HP dari Xperia One Mark 8 ini, iPhone 17 Pro Max sama Samsung S26 Ultra bakal ambil yang mana kalau uang bukan masalah. Apakah Xperia ini bakal jadi pilihan kalian? Coba share pendapatnya deh.

Lihat di YouTube