Aplikasi Gratis utk Kendalikan Ratusan Produk Smart Home dari Berbagai Brand! (YouTube Video)
Jumpa lagi Jibo TV. Kali ini kita akan bahas sebuah aplikasi yang bisa dipakai untuk memantau dan mengendalikan produk smart home dari 250 merek lebih. Dan ini aplikasi resmi. Menariknya lagi, aplikasi ini gratis. Jenis produk yang dukung tuh banyak banget. Bukan cuma untuk smart bulb aja atau smart plug aja. Banyak perangkat-perangkat smart home umum juga bisa. Di sini kita juga bisa kendalikan smart TV, AC, kulkas, vacuum cleaner, weable, dan masih banyak lagi ya. Ini adalah Samsung Smart Things. Praktis karena kita gak perlu instal beberapa aplikasi atau banyak aplikasi untuk mengendalikan banyak merek berbeda. Bisa untuk perangkat dari merek seperti Bardi, IKEA, Wis, dan masih banyak lagi yang lainnya. Eh, tapi bagaimana dengan opsi pengendalian yang ditawarkan? Apakah cuma sekedar on off aja atau bisa untuk yang lainnya juga? Nah, kita akan bahas kali ini ya. Oke, Samsung Smart Things. Buat yang sering ngikutin review yang kita tayangkan, seharusnya udah pernah dengar ya soal Smart Things ini. Nah, kita pernah bahas singkat aplikasi ini di review smartphone Samsung dan pernah juga kita review bersamaan dengan mesin cuci dan kulkas dari merek yang sama tentunya. Sekilas memang mungkin banyak yang menganggap fungsinya cuma terbatas untuk produk Samsung saja ya. Namanya juga Samsung Smart Things ya. Tapi ternyata aplikasi ini penggunaannya bisa jauh lebih dari itu. Banyak sekali produk dari berbagai merek yang bisa dihubungkan ke aplikasi ini. Termasuk Bardi, Bosh, Harman Cardon, Hue, Honeywell, IKEA, JBL, TPLink, WHS, dan masih banyak lagi ya. Jadi cukup dengan satu device, berbagai perangkat smart home dari berbagai merek bisa dipantau dan dikendalikan. Nah, untuk video kali ini kita pakai Samsung Galaxy Zfold 7 ya. Oke, langsung aja kita coba kemampuan Samsung Smarting sini. Kita coba lihat penggunaan aplikasi ini sebagai contoh kita pakai perangkat dari Samsung dulu aja ya. Vacum cleaner B Spoke AI ZL ini udah support smartings ya. Oh ya ini vacum cleaner pintter terbaru dari Samsung yang udah hadir resmi di Indonesia. Ini paket lengkap untuk bersih-bersih nih dah hisap sampai 280 watt. Menariknya dia punya AI cleaning mode 2.0 yang membuat vakum cleaner bisa menentukan sendiri seberapa kuat daya hisap yang dibutuhkan. Ini disesuaikan dengan permukaan yang akan dibersihkan ya. Misalnya untuk lantai biasa ada hisap yang akan mengatur sendiri. ke tingkat yang agak rendah. Sementara kalau untuk karpet daya hisapnya akan otomatis ya pakai AI kan ditingkatkan ya. Lalu dia punya multiayer filtration system yang disebut bisa menyaring 99,999% kotoran yang dihisap memastikan udara yang keluar dari alat ini sudah benar-benar bersih. Cleaning session yang tersedia juga membuat vakum cleaner ini bisa dibersihkan secara otomatis. Enggak perlu bersih-bersih secara manual setiap kali selesai digunakan. [Tepuk tangan] Nah, perlengkapan di paket penjualan juga membuat kita bisa membersihkan berbagai area di rumah kita. Bahkan sampai celah yang sempit juga bisa. Oke, mari coba kita daftarkan perangkat yang canggih ini ke Smart Things. Nah, setelah masuk ke aplikasi Smart Things dan login akun Samsung, kita bisa menambahkan vacuum Clear dengan cara seperti ini. Tekan tombol plus di kanan atas, lalu pilih add device. Pilih Samsung devices, dan pilih jenis perangkatnya. Ikuti saja panduan yang muncul di aplikasi. Nah, setelah beberapa saat vacuum cleaner akan langsung terdaftar. Oke, dari Smarts kita bisa memantau sisa baterai dan menjalankan proses mengosongkan dasbin di unit vacuum cleaner. Ada juga opsi pengaturan untuk kekuatan hisap standar yang aktif saat kita menyalakan vacuum cleaner serta berapa lama durasi cleaning station membersihkan vacuum cleaner. Nah, yang menarik ada juga fungsi call and message alert. Jadi kalau kita lagi bersih-bersih dengan vacuum cleaner dan ada telepon masuk, vacuum cleanernya akan otomatis berhenti dan ada notifikasi incoming call muncul di layar yang ada di gagang vacuum cleaner yang sangat berguna nih. Kan kalau lagi nyedot debu gini kadang-kadang kita suka enggak dengar kalau ada telepon masuk kan. Oke itu vakcumer. Sekarang kita coba dengan perangkat Samsung yang lain. Ini mesin cuci Bspoke AI Laundry front load washer quick drive. Hmm panjang namanya ya. Mesin cuci ini punya kapasitas maksimum 14 kg. kapasitas besar ya walaupun ukurannya terbilang cukup ringkas ini ada drawer yang berisi dispenser detergent dan softener. Jadi kita enggak perlu nuang detergen dan softener secara manual setiap kali mau nyuci. Fiturnya ada AI wash yang membuat mesin cuci menentukan sendiri berbagai parameter pencucian seperti deterjen yang digunakan, volume air untuk pencucian, serta durasinya. Kalau butuh perat pencucian untuk berbagai macam cucian ada juga banyak di sini ya, sudah tersedia semuanya. Ada juga fitur seperti AI acobable, hygiene steam, quick drive, dan masih banyak lagi. Nah, mari kita hubungkan ke Smart Things. Terlihat di sini banyak fitur pengaturan untuk penggunaan mesin cuci, termasuk memilih periset pencucian. Kalau butuh melakukan fine tuning parameter pencucian, kita juga bisa mengatur suhu air saat pencucian, level spin sampai dengan jumlah deterjen dan softener yang bisa digunakan. Jadi, bisa kita atur manual dulu dari aplikasi, lalu, parameter akan dikirim ke mesin cuci. lebih mudah daripada harus setting manual langsung di mesin cucinya. Ya, kadang-kadang kita suka lupa tuh ya. Nah, jadi lebih gampang dari HP. Ada juga fitur smart control kalau diaktifkan kita bahkan bisa atur proses pencucian dari jarak jauh. Kita bisa mengatur kapan proses pencucian itu harus selesai. Serta kita juga bisa mendapatkan notifikasi kalau cucian yang sudah selesai dicuci itu masih tertinggal di dalam mesin ini. Oke, itu untuk vacuum cleaner dan mesin cuci dari Samsung. Tentunya fungsi yang bisa kita akses dari Smart ini berbeda-beda ya untuk setiap perangkat. Misalnya untuk smart TV dan AC, kita bisa mendapatkan fungsi serupa dengan remote masing-masing perangkatnya tentunya beserta berbagai fungsi pemantauan dan pengendalian lainnya. Ini berlaku dari mana aja ya? Jadi sekalipun kita lagi enggak ada di rumah atau bahkan mungkin lagi di luar kota atau luar negeri ya selama ada internet kita masih bisa mendapatkan fungsi pemantauan dan pengendalian perangkat-perangkat tersebut. Jadi kurang lebih seperti itu ya untuk perangkat smart home dari Samsung sendiri. Nah, bagaimana untuk perangkat yang bukan Samsung? Kita coba juga ya. Saat daftarkan perangkat baru, kita bisa pilih opsi partner devices. Nah, akan muncul banyak sekali daftar partner Samsung yang perangkatnya bisa terhubung ke Smart Things. Nah, merek partner Samsung ini punya cara yang berbeda-beda untuk menghubungkan perangkat mereka ke aplikasi ini. Dan instruksi untuk melakukan hal itu akan otomatis ditampilkan. Ya, misalnya kita coba untuk smart lighting WHS, kita akan diminta menghubungkan aplikasi WHS ke Smart Things. Panduannya pun disertakan, jadi tinggal diikuti aja panduannya. Setelah itu, perangkat-perangkat smart lighting yang terhubung ke aplikasi WIS akan otomatis terdaftar juga di Smartings. Kita bisa langsung pakai Smart Things untuk pengendalian smart lighting tersebut. Bukan cuma bisa on off aja ya, mau ganti warna, ganti color temperature, atur brightness itu juga bisa. Sayangnya memang untuk pengaturan effect lighting ini masih belum didukung. Oke, sekarang mari kita coba untuk perangkat dari Bardi ya. Cara menghubungkan perangkat dari Bardi ke Smarts kurang lebih seperti ini ya. Harus lewat platform tuya terlebih dahulu. Kebetulan yang kita pakai ini adalah plugnya mereka ya. Langsung terdeteksikan ya. Smart plug ini kami hubungkan ke power strip yang terhubung ke perangkat-perangkat yang ada di studio. Jadi kalau mau syuting cukup nyalakan aja itu plug body tadi dari Smartings. Praktis. Semua lampu langsung menyala dan studio siap dipakai buat syuting. Oh ya, Smarts ini juga mendukung fitur manajemen lokasi. Jadi, kita bisa mengelompokkan perangkat yang terhubung berdasarkan tempat kita meletakkan perangkat tersebut. Misalnya untuk smart TV kita atur ada di ruang tengah, AC diletakkan di ruang tengah, ada yang di kamar tidur dan lain sebagainya ya. Jadi pengendalian bisa lebih mudah karena kita bisa melihat daftar perangkat di satu ruangan saja, bukan daftar panjang yang isinya kecampur-campur. Nah, selain itu untuk perangkat smart lighting di satu ruangan, ada juga fitur yang memungkinkan kita untuk menyalakan, mematikan, atau mengatur konfigurasi lampu-lampu tersebut sekaligus hanya dengan satu tombol saja. Bisa memudahkan ya ini. Oh ya, pakai Smarts Defoldable seperti Zfold 7 ini ada kelebihan tersendiri juga ya kalau pakai layar utamanya. Ini kan ukurannya besar ya. Jadi Smart tampil lebih lega nih, lebih mudah kalau mau mantau perangkat smart home atau kalau mau pantau perangkat smart home sambil kerja multitasking bisa juga bisa buka Smart sebelahan dengan aplikasi lain seperti ini. Nah, apakah Smarts mendukung pengendalian perangkat smartom lewat perintah suara? Tentunya bisa. Ada Bixby misalnya ya. ini bisa diaktifkan lewat opsi voice assistant di menu settings. Setelah melakukan setup Bixby, kita bisa pakai perintah suara untuk pengendalian perangkat smart home. He Bixby, turn on light in my studio. Apakah cuma Bixby aja yang bisa? Ternyata tidak, ya. Smart ini juga mendukung penggunaan voice assistant selain Bixby. Bahkan kalau kita ada perangkat seperti Google Nest atau Amazon Eco Dot, kita bisa hubungkan ini ke Smart Things dan perangkat smart home bisa kita kendalikan lewat perintah suara ke alat-alat tersebut. Misalnya seperti ini. Hei Alexa, set gradient bar color to red. Oke. Hei Alexa, set gradient bar color to blue. Hei, Alexa, turn off gradient bar. Yes. Oke. Sekarang mari kita bahas fitur otomatisasi smart home yang tersedia di smart things. Ini disebut sebagai routines, ya. kita bisa atur trigger atau pemicu suatu otomatisasi untuk dijalankan misalnya berdasarkan waktu, berdasarkan lokasi, berdasarkan status perangkat lain dan masih ada beberapa hal-hal lain yang bisa kita pilih di sini. Misalnya kita bisa atur agar pagi hari 30 menit setelah matahari terbit Samsung Smart TV secara otomatis menyala untuk menemani aktivitas kita di pagi hari. Atau misalnya saat dalam perjalanan pulang dari kantor AC otomatis dihidupkan. Bisa juga tuh kita bisa jalankan otomatisasi atau routins ini berdasarkan lokasi kita. Tapi pertama kita harus daftarkan dulu titik rumah kita ke Smart Things. Lalu kita bisa atur agar kalau kita sedang menuju ke rumah AC secara otomatis dihidupkan. Lumayan kan ruangan bisa langsung sejuk tanpa harus cari-cari remote dulu. Yang jelas nyampai rumah udah adem. Dan ini bisa untuk perangkat yang bukan Samsung juga ya. Misalnya nih kami syuting setiap hari kerja itu mungkin jam 08.00 malam biasanya ya. Kita atur smart plug dan lampu di studio agar otomatis menyala setiap jam tersebut. Otomatis kita juga bisa membuat semua lampu mati jam 12.00 malam ini. Mastikan bahwa syuting harus selesai sebelum tengah malam. Kalau kelupaan matiin lampu studio pun lampu pasti akan mati di tengah malam. Enggak ada tuh tagihan listrik ekstra hanya karena lupa matiin lampu studio. Nah, di Smart Things kita juga bisa lihat ada personal devices ya. Nah, ini adalah daftar perangkat weable yang kita gunakan. Bukan cuma perangkat dari Samsung aja ya, semua perangkat variabel yang pernah terhubung ke smartphone kita akan tampil di sini. Misalnya kita coba cek Galaxy Budore. Karena ini perangkat dari Samsung, ada opsi pengaturan untuk noise control dan kita juga bisa mengaktifkan motion control. Lalu kita coba juga cek untuk yang Galaxy Watch 5 Pro ya. Nah, di sini cuma ada opsi untuk membuka Find My Watch atau Samsung Health. Wajar ya, karena untuk varable Samsung pemantauan dan pengaturan lengkapnya itu ada di aplikasi Galaxy Warable. Tapi terlihat kan kalau Galaxy Watch 5 Pro sebenarnya terhubung juga nih ke Smart Things. Jadi pemantauan dan pengaturan perangkat smart home yang terhubung ke Smart Things juga bisa dilakukan dari aplikasi di smartwatch ini. Memang untuk opsi pengaturan ini belum selengkap yang ada dalam aplikasi smartphone, tapi secara umum ada beberapa opsi pengaturan yang bisa kita akses. Jadi menarik ya, Smartings ini bukan cuma ada di smartphone, tapi juga bisa dari perangkat-perangkat lain di ekosistem Samsung. Oke, ada hal menarik apa lagi ya di Smart Things ini? Oh ya, ada yang satu ini nih. Kita bisa lihat konsumsi daya atau mungkin tepatnya perkiraan konsumsi daya dari perangkat-perangkat smart home yang kita gunakan. Terlihat juga perkiraan biaya listrik juga ditampilkan di sini. Canggih nih, kita bisa mantau penggunaan listrik kan jadinya. Lalu apa lagi? Ada invite member. Jadi kalau kita mau membagi akses ke perangkat-perangkat smart home ke anggota keluarga kita atau siapapun yang tinggal bareng sama kita bisa juga. Nah, Smart Things ini juga masih punya beberapa fitur lain yang terkait dengan smart home dan smart living. Ini bisa dilihat dari tab live di bagian bawah ini. Salah satunya adalah Family Care. Ini baru saja diperluas fungsinya dengan beberapa fitur baru yang mempermudah pemantauan anggota keluarga yang memang membutuhkan perhatian lebih bisa untuk orang tua ataupun anak misalnya ya. Tapi kita tidak bahas di sini lebih jauh ya fitur-fitur smartings ini ya. Kita fokus ke pemantauan dan pengendalian perangkat smart home dulu. Kalau kita mau bahas semuanya, enggak tahu nih durasi videonya mau seberapa panjang. Apalagi kalau mau dikombinasikan dengan perangkat-perangkat yang bisa connect. Wah, banyak banget. Ratusan soalnya. Oke. Oke. Sekarang mungkin pertanyaannya, apakah aplikasi ini cuma ada di smartphone Samsung atau tadi ada di weable Samsung aja? Jawabannya singkat, tidak. Di tablet Samsung juga ada. Enggak, enggak. Tapi beneran ini tidak cuma tersedia di smartphone atau tablet Samsung aja ya. Kalau kita cari di Google Play Store, ini tersedia kok. Dan bisa diinstal di berbagai smartphone atau tablet Android. Bahkan saat kami coba cek di app marketplace untuk smartphone yang pakai OS berbeda, ternyata ada juga dia ya. Nah, waktu kami coba cek untuk PC yang pakai Windows 11, eh ada juga di situ. Smart Things ini bisa dipakai dari mana-mana ya. Mantap dong yang satu ini. Oke, jadi Smart Things ini sepertinya memang layak disebut sebagai aplikasi yang sangat menarik untuk pengguna perangkat smart home ya. dukungannya luas banget bisa untuk banyak sekali perangkat dari berbagai merek. Kita enggak perlu buka tutup beberapa aplikasi untuk penggunaan perangkat smart home yang kita gunakan. Memang fungsi pengendalannya belum yang super lengkap untuk beberapa perangkat dari merek-merek tertentu. Tapi setidaknya sebagian besar fungsi dasar udah bisa dikendalikan dari aplikasi ini. Bahkan otomatisasi lewat routins juga mendukung banyak sekali perangkat. Enggak cuma Samsung doang. Secara umum kami merasa bahwa ini akan membantu sekali dan ini juga terbilang mudah digunakan sebenarnya. Beneran akan mendukung rumah pintar yang sesungguhnya. Jadi kalau kalian ingin aplikasi powerful untuk penggunaan perangkat smart home, Smart Things ini sangat layak untuk dicoba dan oh ya ingat ya aplikasi ini gratis. Saya Did Irfan Jaka TV. [Musik]
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















