APU Gaming Intel TERKUAT. - Intel Arc G3 Extreme (MSI Claw 8 EX AI+) (YouTube Video)
Until recently, kebanyakan orang selalu anggap remeh kemampuan APU Intel dalam hal gaming. Tapi mulai tahun ini, Intel udah serius garap chip yang didesain buat konsol handheld yang bernama Intel [musik] Arc G3 Series. Seberapa nampolkah prosesor handheld Intel terbaru ini? Mari kita sekalian coba bareng conso flagship terbaru MSI. [musik] Tampil sedikit beda dari Chl 8 yang pernah kita bahas tahun lalu, Clow 8 EXAI Plus ini punya desain dan ergonomic yang up to date. Grip ala gamepad Xbox di kiri kanan mungkin sedikit mengingatkan pada Xbox X. Sangat nyaman digenggam lama meski menurut kami pribadi desain ini terlihat lebih clean dan enggak kelihatan awkward. Moreover karena layarnya doang yang tumpah ke bawah jadi kelihatan lebih modern. Namun ya dari layout gamepad dan koleksi port sama persis familiar buat yang udah pakai handheld windows macam ROGI dan MSI Clow generasi sebelumnya. Di sisi atas ada tombol power gabung sensor fingerprint, tombol volume, combo, audio jack, slot micro SD Express buat nambah storage. Dan enggak cuma satu, tapi ada dua port USBC thunbolt 4. Keduanya bisa output monitor 4K up to 120 Hz, bahkan key 240 Hz+ sekaligus charging dan enggak menutup kemungkinan ekspansi GPU eksternal kalau kalian punya. Spek layar tidak berubah dari clow 8 tahun lalu. Full HD 16 b 120 Hz ukuran 8 inch. Sangat terang di 500 nit sehingga enak dipakai di manapun. Asal jangan sambil berjemur di luar pasi yang bolong. Hehe. Kuota speaker front firing-nya pun enggak perlu diragukan lagi. Jernih dan powerful buat gaming, nonton Netflix, maupun dengerin musik. Intel Arc G3 Extreme basically adalah sebuah APU berbasis Panther Lake yang sangat powerful mirip Co 358H karena sama-sama pakai IGPU Arc B390, 123 core, NPU 50 tops biar enggak ketinggalan sama Ryzen Z2treme. Namun bedanya di jumlah PC core aja. G3 punya 2 core total 14 core 14 thread. Sedangkan Core Ultra X7 punya 4P core total 16 core 16 thread. Untuk kebutuhan gaming, performa EGPU kencang tentu jauh lebih crucial daripada punya CPU sekencang mungkin, which Arc B390 ini lebih kencang dari semua IGPU Intel maupun AMD di kelas APU mainstream dengan efisiensi tinggi. Kabar baiknya MSI lanjutin tradisi ngasih RAM LPDR 5X 32 gig pada handeld ini bareng SSD PCI Gen4 M2280 super kencang yang mudah di-upgrade dari segi CPU doang. Meski enggak sekencang varian Core Ultra 7 yang ada di laptop ini, performa single plus multiore-nya masih tergolong sangat mantap dan hemat daya untuk kebutuhan gaming dan computing mainstream sehari-hari. Ngalahin Ryzen Z2 Extreme di Xbox L bahkan lebih kencang dari Redse Core i7 Gen 11 atau Core i5 Gen 13. di laptop gaming ukuran penuh plus ada NPU 50 tops. Tapi lagi-lagi yang terpenting di sini adalah kemampuan GPU. Beaut blender bisa jalanin one API dan tender lebih cepat dari RTX 3050 yang pakai kuda atau optics. Bicara gaming tanpa perbedaan performa dicolok maupun enggak colok, performanya jelas unggul dibanding daripada para pemegang rekor IGPU mainstream sebelumnya seperti Radeon 890M pada Ryzen C2 meski kalah dibanding Radeon 8060s di Ryzen AI Max Plus. Contoh di mana even dengan frame generation Xbox L Struggle buat nyampai 90 FPS di Cyberpunk, Clow 8e bisa dapat average 120 FPS baik dengan FSR maupun XSing. Forza Horizon 6 pun lancar di setting medium. Wukong medium dapat 40-an FPS tanpa frame g. Steller blade setting high dan arc knight andfield setting medium pun lancar. Gua bisa safely bilang ini handheld mainstream global dengan performa terbaik yang ada di pasaran sekarang. So far ini adalah chip handheld yang enggak butuh cooling extensif serta paling aman dari performance penalty pas enggak dicolok. Di mana dia dituning buat jalan di kisaran 15 sampai 25 watt normalnya. Tinggal dietting di MSI Centure M. Tidak seperti Ryzen AI Max series yang bisa narik lebih dari 100 watt di performa maksimum. Makanya enggak pusing soal charger, cukup 65 watt. Bahkan bisa dicharge via monitor USBC Xiaomi 827 Go yang output USB PD-nya segitu. Cuma jujur dari daya tahan baterai tetap belum terasa ada improvement signifikan saat digeber kekuatan full. Gue main Forza baterainya habis dalam 2 jam pas. Tapi kalau di set endurance mode dan main game ini ringan macam DRG, baterai 80 WH bawaan ini ternyata kuat 4 sampai 5 jam. lebih dari 6 jam bahkan kalau cuma dipakai browsing dan nonton YouTube dengan performa dan batery life yang fleksibel. Asli ini mantap banget kalau mau sambil dipakai sebagai mini PC. Well, yang ngeri-ngeri sedap dari handheld ini tinggal masalah harga. Dengan keunggulan performa dan fleksibilitas yang kita dapetin ditambah harga komponen dan kurs dolar saat ini, sejujurnya enggak heran kalau harga banding launch pack MSI Clow EX AI Plus sampai R30 juta. Ya, soal worth atau apa enggaknya, apakah mending sekalian beli laptop gaming aja kalau harganya segini? Itu balik lagi ke masing-masing preferensi. Gue pribadi mungkin enggak perlu-perlu amat handhal yang performanya setara RTX 3050. Bahkan udah happy dengan performa MSI Clow 8 Ryzen atau ROG Xbox LI yang jauh lebih terjangkau. 24 gig RAM itu udah lebih dari cukup untuk sebuah handheld. Sedangkan 32 gig RAM jatuhnya udah agak overkill, kecuali emang mau dipakai sebagai mini PC buat produktivitas dan multitasking. [musik] Itu dulu aja sekilas tentang si Clow EX AI Plus serta Intel Arc G3 gue Mike. See you in the next video.
