Jungkat

ARCFOX T1 : Mobil listrik dari BAIC (YouTube Video)

  • 04/12/2025

Halo semuanya, sekarang kita lagi di Kuangcho dan kita pengen ngelihat mobil ini. Ini adalah Arcoox T1, sebuah crossover listrik dari Bike ya, baik yang jualan BJ40, X52 dan kawan-kawan. Sekarang kita pengin lihat gimana sih crossover yang katanya mau masuk ke Indonesia dalam waktu dekat ini ya. Jadi sekali lagi ini adalah Arcoox T1. Ini adalah crossover listrik dari Arvox ya. Sub brand-nya e baik tuh yang jualan BJ40 sama X552 di sini. Dan pastinya dia adalah sebuah crossover kecil bertenaga listrik. Karena ini di Cina dia pakai charger GBT ya. Nanti kita lihat lagi lebih lengkapnya. Tapi kita lihat dulu detail dari mobil Arc Force T1 ini nih. Ini lampu depannya. Jadi kalau beberapa mobil modern kan kayak di sini lampu LED DRL terus lampu utamanya ada di bawah. Enggak. Dia masih lumayan tradisional. Jadi DRL sama lampu utama itu nyata di sini. Lampu LED dan diarlnya cakep ya. Ini ada motif segitiga yang lanjut dari lampu kanan kiri dan sampai grillnya. Lumayan cakep ya. Dan ini adalah logo Arc Fox. Mirip kepala rubah. Karena kan Fox kan rubah ya memang mirip sama siluet kepala rubah. Ventilasi udara asli di sini. Ya, kita lanjut lagi. Dan ada detail unik di sini di mana ada siluet mobil ini si Arc Fox T1 di bagian kaca penumpang atau kaca sopir ya kalau di Cina kaca penumpang depan. Cakep nih siluet mobilnya. Terus untuk bannya sendiri dia pakai merek lokal ya, Linglong Grip Master tapi dia diameternya lumayan 18 inci loh. Bannya 2155 R18 dan rem depan cakram, rem belakang juga cakram. Nah, selain tadi di depan, di sini juga ada aksen garis-garis miring yang unik gitu ya. Dan di spionnya udah ada kamera 360. Jadi kita bisa ngelihat ke segala arah pakai mobil ini. Terus kalau kita lihat di sini dia pakai atap kaca ya Poramic Roof bukan Poramic SATR. Jadi ini enggak bisa dibuka tapi lumayanlah. Jadi kalau misalnya pengin interior berasa lega, pantonomic roof di mobil ini bisa memberikan kesan tersebut. Dan untungnya dia pakai handle pintu tradisional. Bukannya model flat, bukannya elektronik atau apa. Ini tradisional. Jadi sangat-sangat mudah dan sangat-sangat familiar. Refreshing ya buat ngelihat kayak gini lagi di mobil-mobil baru. Cuma sayangnya kalau misalnya mobil-mobil Tiongkok lainnya kan udah pakai kaca depan double ini ya, double layer glass gitu. Ini dia masih kaca biasa, kaca tunggal ya sedikit disayangkan tapi ya udahlah. Kaca belakangnya juga bukan double layer gitu ya. Jadi ya udahlah. Nah, rem belakang juga cakram seperti yang gua bilang tadi dan ukuran pel depan belakang itu sama-sama 2155 R18 dan ada detail desain unik di sini. Ini cuma detail doang ya. Nah, di bagian kaca belakang kita bisa lihat mobil ini tampilannya cukup bersih ya. Enggak ada wiper belakang. Entah kayaknya enggak diumpetin ya. Di sini enggak ada apa-apa. Jadi bukan wiper belak dietin emang enggak punya wiper aja. Di sini ada logo Roox lagi yang kayak kepala. Dan ini ada nama mobilnya si T1 ini. Terus kalau pengin buka bagasi tombolnya yang ini agak ngumpet ya. Lampu belakang motif garis sama kayak ini. Di sini ada LED pastinya. Sensor parkir, kamera parkir kayaknya famp belakang ya. Dan di sini kita langsung aja buka bagasinya. Pertama-tama dia punya lantai bagasi itu yang adjustable. Jadi kita bisa lihat gila ini gede banget nih sampai ke bawah nih. Ini gede banget. Wah kayaknya anak-anak bisa diumpetin di sini nih kalau mau gil. Dan ini bisa diganjal juga ya. Jadi bisa stay di situ kalau misalnya kita pasti pengin naruh-naruh di bagasinya. Dan bisa juga lantai bagasinya direndahin jadi kayak gini nih. Kita berusaha ya. Soalnya ini satu tangan nih. Semoga bisa. Iya bisa tuh. Jadi bisa lebih rendah, bisa lebih tinggi, fleksibel tergantung kebutuhan aja. Dan jok belakang bisa diliput terpisah 60, 40 dan jadi gede banget ya. Terus kita lihat di tembok sebelah kanan kirinya ada apa. Di sini kosong. Di sini juga kosong. Kita tidak melihat ada colokan 12 watt atau sejenisnya ya. Di sini ada lampu sih. Tapi satu hal yang unik adalah di bagian pintu bagasinya ini ada cantolan dengan tulisan maksimal 1 kg dan ada kayak gambar apa ya? Lampion atau lampu petromag gitu. Jadi kalau misalnya kita camping sama mobil ini, kita bisa gantungin kayak lampion bukan lampion ya. Ya, lampion atau lampu petromx di sini. Lucu ya. Jadi mendukung banget buat kegiatan outdoor si RVOX T1 ini. Kita tutup. Nah, kalau sekarang kita lihat di bagian depannya ini kan mobil listrik tapi dia enggak punya bagasi depan. Jadi beberapa komponen kayak kondensor e apa namanya controller controller unit gitu ya, cool, air wiper semua di sini. Jadi ee karena semua dijejelin di sini, efeknya kabinnya lega. Tapi emang sebenarnya ada space kecil buat bagasi di sini, tapi kayaknya tanggung ya kalau cuma sekecil ini doang. Jadi ya udahlah. Dan akinya enggak kaleng-kaleng, man. Akinya Farta. Udah kayak aki BMW, Mercedes, Audi gitu-gitu ya. Gokil. Dan emang enggak dapat peredam. By the way, kita saatnya ngomongin baterai dan motor mobil ini, ya. Jadi dia satu motor listrik penggerak roda depan dan tenaganya sekitar 70 atau 95 kW tergantung varian. Terus dia pakai baterai LFP ya sekitar 33 kWh atau 42 kWH. Terus jarak tepunya juga bervariasi. Jadi karena dia ada macam-macam pilihan jarak tepunya bisa 320 km atau 425 km tergantung varian ya. Jadi mungkin segitu aja kita bisa ngelihat si Rox T1 ini. Kita tutup ya. Sekarang kita bisa masuk ke bagian dalamnya. Tapi sebelum itu nih lihat bagian pintunya ada empat tombol buat power window. Enggak kayak beberapa mobil baru yang power window cuma dua. Terus buat belakang ada tombol rear gitu ya. Central door lock, window lock. Dan buat buka pintunya lagi-lagi seperti ini. Dan ini dia desain dashboard-nya. Seperti biasa enggak ada yang aneh-aneh. Kalau bahan-bahan juga ya plastik dan di sini kulit ya. Speakernya speaker normal bukan branded. Dan settingan jok depan udah elektrik. Coba kita masuk. Iya. Oke. Pertama-tama instrumennya dia enggak aneh-aneh ya. Enggak neko-neko layar dan bisa real time animation. Jadi itu bagasinya kebuka karena mobil lagi kebuka. Ini ada speedometer, posisi gigi, dan tekanan udara di tiap bannya. Tekanan angin ban gitu ya. Terus buat wiper di sebelah kiri seperti beberapa mobil Tiongkok dan Bang juga dari situ itu ng-edm ya. Dan buat PRND-nya ada di sebelah kanan tuh. Nah, ini logo sivox lagi-lagi kepala rubah dan ini buat adasnya dia lumayan lengkap. Dan ini tombolnya kayak Tesla ya. Banyak mobil baru, terutama mobil Tiongkok yang tombolnya kayak begini nih, kayak tesla-teslaan gitu. Ini tombol bisa diubah, fungsinya sesuai apa namanya? Keinginan kita. Land keep assist. E buat set speed cruise controlnya dan buat nyalain cruise controlnya. Nah, sebelah kanan ini buat multimedia, skip tag, previous track, e menu mid gitu ya, source dan voice command-nya. Coba kita lihat, kita pencet-pencet dan berubah menu di instrumennya ya. Tuh, enggak aneh-aneh. Sederhana ya, cukup sederhana buat mobil seperti ini. Sekarang kita lihat layar tengahnya ya. Kalau diwipe kanan kiri dia ganti wallpaper seperti yang bisa kalian lihat. Dan kalau kita swipe dari atas ini ada mode berkendara, ada Comfort, Eco, Sport, sama ESC off. Terus dia ada tiga memory seat buat driver dan buat buka bagasinya di sini. Aduh, kenapa di layar sih? Ini buat e volume multimedia ya. Si yang gambar musik ini, ini buat brightness layar tuh mungkin sedikit kelihatan dan ini buat rest mode karena e apa namanya? Kalau misalnya mobil listrik kan kita bisa tetap nyalain mobilnya dan istirahat di dalam sambil nyalain AC. Ini buat ngatur spion nih. Kalau kita pencet kita pakai tombol yang di sebelah kanan. Yang ini buat ngatur spion kiri atau kanan gitu ya. Oke. Dan ini buat ngelipat autofolding. Bukan auto folding, ngelipat spionnya. Ini buat ngubah mode tampilan malam siang atau auto gitu ya. Tapi kita langsung ke malam aja. Mode car wash. Terus ini buat suara palsu. Buat notifikasi kalau misalnya kan mobil listrik enggak ada suaranya, dia bakal ng suar palsu buat ee bikin alert pedestrian gitu ya. Dan dia bisa auto parking. Buat mobil sekecil ini bisa auto parking. Itu adalah sebuah gift ya, sebuah e hal yang welcome gitu. Buat AC ngatur arahnya masih apa ya fisik di sini bagus tapi buat ngatur f speed, temperatur segala macam itu di sini semua. Kena woi, kena woi. Nah, ini buat ngatur arah hembusan segala macam. Dan dia udah bisa dual zone climate control. Jadi, oh apa harus Oh, enggak, ternyata dia single zone. Jadi, kanan kiri sama aja dan jok depannya ada penghangat sama pendingin. Jadi, bagus ya. Dan kita lihat lagi beberapa menunya. Mungkin di sini kayaknya menarik nih. Ini home. Kita lihat ada di sini dari yang atas ini search ya. Ini soal perpintuan ini buat ngatur pintu bagasi nih. Buka tutup dan di sini kita bisa ngatur mau seberapa tinggi pintu bagasinya kebuka. Coba kita lihat lagi ini. Ya, mungkin kayak berhubungan dengan pintu ya, central door lock segala macam. Nah, ini buat menu lampunya. Lampunya di layar tapi hah ya udahlah tinggal set di auto selesai. Dan benar dia ada lampu kabut belakang ya dan ini ngatur ke senssi bukan sensitif apa leveling lampu depannya ya 01 2 3 segala macam auto high beam dan lain-lainnya. Ini buat mode berkendara tadi comfort Ecort ESP off terus apa namanya setting terus energy saving terus personal gitu. Ini kayaknya individual sih individual ini customizable ya gitulah intinya. Ini gambar baju by the way. Dan ini intinya kayak buat e oh ini apa namanya? Follow me home segala macam. Aduh kayaknya saatnya kita belajar bahasa Cina enggak sih? Nah ini buat adasnya banyak menunya ya. Nah ini buat apa namanya? Forward collisioning. Kalau ngelihat dari icon-nya banyak ya. Nah ini buat ngatur balitas layarnya, tombol-tombolnya, backlit segala macam. Oh, ini buat ngatur pembagian suaranya. Mau depan, tengah, surround, gitu-gitu, voice command, apa e koneksi smartphone gitu-gitu, WiFi dan sistem dari si Rfox T1 ini. Nah, mungkin untuk layar segitu aja kali ya. Nah, kamera deh. Kamera. Oke, dia bisa ngelihat atau ngasih lihat mobilnya dalam bentuk 3D, tapi kayak kurang cris ya, kurang tajam gitu. Tapi ya lagi-lagi ini mobil yang kalau di Tiongkok ini lumayan ramah kocek gitu ya, bahkan buat warga Tiongkok sendiri. Spion tengah day night manual. Oke juga. Lampu touch touch touch dan hazard-nya di sini. Kita balik lagi ke layarnya dulu bentar kita lihat ada menu apa aja. Devogger kaca depan, kaca belakang. ngatur volume dari situ. Kalau enggak mau swipe ya kita matiin menunya ada apa aja? E oh dia udah include Huawei. Jadi kayaknya ini kerja sama antara si bike sama Huawei. Jadi udah include software-software Huawei. Jadi mungkin udah menganut harmoni OS juga ya. Nah jadi kita lihat eh spion eh spion apa vanity mirror. Ada lampunya ya. Bagus aplikasi hijau tuh ada juga. Dan ini kaca panoramiknya. Terus ini buat naruh HP tapi bukan wireless charger. Ini juga bukan. Ini juga bukan. Cuma pad doang. Ada cup holder dan enggak tahu ada ikcon baterai di sini. Mungkin di sinilah wireless chargernya sekalian sama proximity key buat proximity sensor buat kuncinya gitu ya. Dan ada satu USBC di bagian situ ya. Tapi ini benar-benar cuma kantong doang, enggak ada pendingin atau apa-apa. Dan di bawah situ ada kantong lagi dengan lapisan karet. Jadi, oke. Dan desain jok e penempang kurang lebih sama dengan depan. Dan apakah di sini ada glove box? Dan kalaupun ada gimana bukanya ya? Enggak ada tombolnya loh. Apa mungkin tadi ini. Oh, enggak bisa. Gimana cara buka lacinya? Ada enggak sih? Kayaknya enggak ada ya. Tapi ini ada kaot-kaotnya. Ya udahlah. Tapi di sini ada cantelan ya. Tuh yang gua tunjuk sekarang. Jadi mungkin ada, mungkin enggak ada. Tapi gua enggak nemu cara buat buka glove box-nya. Yang ini juga bukan loh. bukan. Ini buat buka glove box-nya. Apa bisa diatur coba? Enggak bisa ya. Jadi interior si Arvox T1 kayak begitu ya. Sekarang kita mau lihat ke kabinya. Nah, pertama-tama buat buka pintunya itu dari sini dan kalau dirasa-rasa ini masih mekanical ya, bukan electrical. Jadi aman kalau misalnya akinya habis atau apa, ini tidak tergantung sama kekuatan kelistrikan mobil. Tapi kalau bahan-bahan di sini jujur biasa aja ya, enggak ada yang ee fancy atau gimana. Di sini juga ini plastik, tapi di sini di bagian yang di mana sikut kita akan bersan dan ini dikasih lapisan kulit cukup oke dan lantainya rata karena dia mobil listrik ya. Bagus dan ini dia desain jok belakangnya. Tadi kalian sudah lihat dia bisa dilipat 6040 ya. Terus kalau misalnya kita duduk di sini kita bisa lihat ada satu AC belakang. Jadi kalau misalnya ada berdua atau bertiga ya rebutan tipis-tipis lah ya. satu USBC buat ngecas dan ada satu kantong di sini dan di masing-masing jok depan di baliknya ada kantong dan ini cover buat atap panoramiknya. Kalau duduk di sini tinggi gua kan 178, kaki agak ngangkat dikit kalian bisa lihat ya normal lah karena baterainya agak tebal juga ya. Ruang dengkul masih pas, ruang kepala masih oke juga. Masih oke. Jadi di belakang sebenarnya enggak terlalu banyak mainan ya, cuma charger tadi sama grab handle nih. Tapi overall cukup si Roox T1 ini kalau di belakang. Oke, sekarang kita udah di dalam Rox T1. Dan kalau pengin nyalin mobil ini, dia enggak ada tombol start. Tapi enggak cuma injak rem aja. Kita injak rem dia enggak nyala. Kita harus masuk R atau D baru dia nyala. Dan di sini semua kontrol lumayan familiar ya. Persel yang di sini semuanya apa namanya? Wiper, Segala macam. Emang di sini jadi lega gitu ya. Kita maju dikit. Dan kita tunggu giliran sama yang lain. Dan kita baru aja ngecek ya dia kacanya kaca biasa bukan e apa namanya? Double glazing bukan double layer. Jadi mungkin perdamannya biasa aja tapi kita coba. Di depan ada BJ 40 Pro. Oke kita jalan sekarang. Dan bahkan di dalam pun kita bisa dengar kayak suara apa sound effect gitu ya buat eh low speed sound. Jadi buat ngingetin kita kalau misalnya ada mobil di sekitar dan ini kita bisa dengar di dalamnya. Impresi pertama tenaga. Kalau misalnya kita terbiasa dengar atau mungkin ngerasain mobil STP tuh punya tenaga yang atau torsi sih sebenarnya torsi ya bukan tenaga, torsi yang meledak-ledak. Yang ini relatif agak meledak-ledak juga tapi santai. Mungkin karena dia kilowatt-nya atau mungkin newon meternya tenaga dan torsi itu enggak terlalu gede. Jadi ini masih user friendly buat mereka yang baru pengin punya mobil listrik gitu ya. Dan setir seperti biasa mobilist trik ini setirnya enggak ada rasanya tapi ringan. Jadi kalau manuver kayak gini enggak ada masalah berarti. Mau muar balik enak, mau parkir enak, mobil patah juga enak. Dan karena mobil ini ukurannya kira-kira kayak compact hatchback atau crossover ya, ini mungkin dalam perkotaan tidak akan jadi masalah kalau misalnya kena macet atau mungkin butuh masuk gang yang kecil gitu ya. Remnya juga lumayan enak, feelingnya agak natural gitu ya. Tapi kita belum nemu cara buat ngatur iin bankingnya. Mungkin dari sini atau mungkin enggak ada pedal shift juga. Maaf suara HT ya. Dan ini sesi kita bersama Rox T1 sudah selesai. Lagi-lagi kita enggak bisa ngetes suspensi karena ini mulus. Tapi ya impresi pertama oke. Oke sekarang kita coba tes gym karena pakai si Arvox T1. Baik lagi, ini mobil kecil jadi harusnya enggak ada masalah buat manuver-manuver kayak gini. Mungkin sekali lagi kita coba akselerasinya. Sebenarnya enggak ada tor setir ya tu di kecepatan 3040 tiba-tiba dia jadi lebih gigit gitu elektrik motornya. Nah, benar kalau mobil kecil kayak gini tuh manuver enak. Heh. Ih. Zigzagnya sih enak loh. Baik lagi setirnya sih gak ada rasa apa-apa. Tapi kalau misalnya buat kayak begini enggak ada masalah. Oke, trik jmkan aja segitu doang. Jadi mungkin cukup mewakili ya. Oke, jadi segitu dulu liputan kita soal si Arvox T1 ini. Lagi-lagi di sini membuktikan kalau misalnya segmen ini kayaknya tidak ada matinya. Semua merek punya sampai ke Arvox atau baik ya baik punya Arvox ini buat kita yang kegiatannya dalam kota gitu, butuh mobil listrik buat komputer harian dan punya desain yang bisa masuk ke selera semua orang. Jarak topinya cukup ya 300 km dan dia juga punya kabin yang lega plus feature-feature yang menarik. Tinggal kalau misalnya mobil ini masuk ke Indonesia gimana harganya, speknya segala macamnya menarik buat ditunggu. Oke segitu aja dari kita. Thank you sudah nonton. Jangan lupa jebol like, komentar, dan subscribe. Ah

Lihat di YouTube