Asus nyerah… Unboxing Zenfone 11 Ultra. (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan kali ini kita bakal cobain ASUS Zenfone 11 Ultra. HP yang bikin perasaan saya agak nyesek gitu pas dia launching. Pas pertama kali liat bentukannya, kok dia berubah ya? Kayak bukan Zenfone yang saya kenal lah. Zenfone kecil yang punya jiwa idealis dari Zenfone 8, 9, 10. Setelah 3 tahun dihajar realita, dia pun nyerah dan ikutin arus dunia. Sekarang bentuknya udah digedein kayak HP lain, namanya juga udah Ultra kayak HP lain, desainnya juga nggak banyak pake mikir, pake cetakan yang udah ada kayak HP lain, untungnya spek dan harganya masih tetep bisa saingan lah sama HP lain. Harganya 10 juta, mesin sama fiturnya berlimpah. Itu kabar baiknya. Kalau kita cari di Tokopedia, malah udah ada yang jual di 9.5 juta atau bisa lebih murah lagi. Luar biasa. Sama ada satu lagi sih kabar baik lain, kalau kita liat tanggal di kalender sekarang, di HP anda atau di mana, di dinding rumah anda, silahkan liat, sekarang tanggal berapa? 27, 28, 29, 30? Berarti sekarang udah waktunya, Waktu Indonesia Belanja Tokopedia TikTok! Ada promo guncang yang ngasih potongan langsung 100 ribu, dan ada bebas ongkir 0 rupiah juga buat belanjaan kita. Akhir bulan gini emang waktu yang tepat lah, buat checkout barang yang udah diincar dari kemarin kemarin. Langsung cek link dibawah aja buat buktiin, sekarang kita unboxing aja si Zenfone 11 Ultra ini, bener nggak sih Asus ngambil langkah yang mainstream, yang lebih menjual, biar HP ini lebih laku, coba kita liat dulu HPnya kayak gimana. Yang pasti ini kotaknya agak susah dilihat ya, kita coba ganti background dulu deh. Nah kalau kayak gini lebih gampang ngeliatnya, di sini ada tulisan Asus Zenfone 11 Ultra, walaupun dia namanya Ultra, tapi kotaknya sebenarnya nggak se-Ultra itu ya, dan dia nggak tebel-tebel banget juga, rasanya kayak di dalamnya ini cuma HP 6.5 inci, atau ke bawahnya, padahal di dalamnya ada HP 6.78 inci lho. Di sini tulisannya juga mengkilat-mengkilat, ada monogram logo Asus juga, yang juga mengkilat, jadi ya semuanya berasa serba premium gitu, ada Asus Zenfone 11 Ultra, ini logo Asus, terus Asus lagi, dan di belakangnya di sini ada stiker khas HP-HP Asus ya, bener-bener rame gitu, warna hitam dan ada spek-speknya. Di sini ada 2B, 2B apa? 2B Black, jadi di dalam kotak ini ada Asus Zenfone 11 Ultra, yang warnanya hitam, ada juga varian warna abu-abu, sama warna biru, jadi ini salah satu dari 3 variannya, terus RAMnya 12GB, memori internal 256GB, ada satu lagi varian RAM 16GB internal 512GB, harganya itu 14 juta, jadi ada selisih 4 juta, ini udah 5G, dual SIM, Full HD display 6.78 inci, isinya ada bumper, ada headset, dan Snapdragon 8 Gen 3, kameranya ada banyak banget, nanti coba kita lihat. Jadi speknya sih tetap Zenfone banget ya, yang dulu kecil, yang sekarang gede. dia tetap pake prosesor atau chipset yang kelasnya tetap yang paling tinggi. Di sini Snapdragon 8 Gen 3, buat tahun 2024 itu udah paling kenceng buat Qualcomm, kecuali ada 8 Plus kali ya, nggak tau bakal ada nggak. Sekarang baru ada 8S sama yang 8 ini, di sini ada tulisan apa ini? Eco-friendly material, Eco-ing, ini ada lambang 3 daun, oke, packagingnya udah ramah lingkungan, dari kertas, bukan dari plastik. Di sini ada SIM Ejector, ala Asus yang bulet aja, dan ada casing, terus ada buku petunjuk, dan ada stiker-stiker ya. Casingnya kayak gini sih, jadi ya kelihatan kalau ukuran HPnya itu gede banget, dan yang langsung bikin saya agak... Ya beneran kayak gitu ya. Waktu itu pas kita unboxing ROG, saya juga ada sebutin, 1 atau 2 kalimat kalau bentuknya itu ROG sama Zenfone yang baru, kelihatan sama-sama aja. Sekarang kita buktiin langsung. Casing Zenfone 11 Ultra sama si ROG Phone 8. Apakah muat dan pas? Ya ini pas sih. Eh nggak deh, eh... Oh kembung ya, kurang panjang dikit. Nah jadi nggak pas. Nggak bisa diulang pas karena kameranya sedikit lebih panjang. Hah? Yang Ultra? Coba... Oke, kalau ini yang ROG 8 Ultimate. Tetap kembung juga, jadi ada ganjelan di bawah sini. Oh dipikirin ya, sedikit lebih panjang. Berarti ada 1 tambahan lagi buat istilah serupa tapi tak sama ya. Kalau dilihat dari gambarnya, dari orang pegang, dari kita liat-liat videonya doang, kelihatan mirip banget. Nih, kalau kita lihat belakangnya, ya ukurannya 6.78 inci. Nih, mirip. Terus kameranya juga posisinya ya... Yang gede di kiri atas, terus yang sisanya di bagian kanan, terus kotaknya juga kelihatan mirip, tapi ternyata si ROG sedikit lebih panjang. Walaupun nggak tahu ini ada gunanya atau nggak dipanjangin gitu, tapi bikin casing si Zenfone ini jadi nggak muat ya. Coba kita lihat kelengkapannya dulu, nanti baru kita balik ke HP-nya lagi. isi kabel apa ini? Type C to Type C, oke. Sama ada headset. In-ear monitor berkabel ya. Ini sesuatu yang jarang, tapi sisanya udah, nggak ada. Nggak ada chargernya, jadi si Asus mengikuti flagship-flagship brand lain, setidaknya brand Samsung dan iPhone sih, kalau Xiaomi, Vivo, Oppo sih masih ada ya, tapi si Asus entah kenapa nggak ngasih charger, padahal di sini kayak ada pemisahnya gitu, mungkin mereka mutusin oke, mungkin merecept flagship biar laku yaudah, kita ilangin chargernya aja dan orang tetap beli, tapi buat Asus kayaknya nggak kayak gitu deh. Sini mungkin keputusan ilangin charger itu detik terakhir ya, soalnya ini udah dibikin gitu. Udah, chargernya kita gantiin in-ear monitor aja, biar nggak kelihatan sepi banget, jadi si kabel ini ada temennya, tapi charger tolong diilangin ya. Nah sekarang malah HP-nya yang tabrakan sama backgroundnya, kita ganti lagi. Oh iya, ngomong-ngomong si Zenfone 11 Ultra ini, dia support charging 65 Watt, kayak charger yang dikasih ROG Phone, dan dia support wireless charging 15 Watt ya, jadi silahkan sesuaiin aja. Sip, ini backgroundnya udah sangat kontras dengan si Asus Zenfone 11 Ultra, yang warna hitam ini dengan kilauan-kilauan yang membentuk logo monogram huruf A dari logo Asus, ada tulisan Asus Zenfone juga, di bagian kamera dia punya kamera utama 50 MP yang ada OIS, terus di kanan bawah sini ada kamera 32 MP yang punya optical zoom 3x, dan di sini ada kamera ultrawide 13 MP, di sini ada LED Flash, dan ada tulisan apa nih? Kayaknya garis doang ya? Yup, ini garis doang. Nggak ada tulisan OIS atau fitur-fitur apa, dan spek kamera kayak gini, sama persis kayak ROG Phone Ultimate. Ini 50 MP, ini 32 MP optical 3x, dan ini juga 13 MP. Cuma yang di ROG ada tulisan 8K Ultra HD, Zenfone juga punya 8K Ultra HD, jadi mirip. Lagi-lagi mirip, serupa tapi tak sama ya. Oh iya, satu lagi, serupa tapi kalau ini benar-benar sama. Jadi di sini tebelnya juga sama, dia 8.9 mm kalau saya lihat dari speknya, dan beratnya juga sama-sama 225 gram. Jadi berasa... Ya Asus mungkin... Ah udahlah, bikin HP yang kecil, walaupun banyak yang ngefans, banyak yang muji, "Wah HP kecil langka nih, apalagi HP kecil yang baterainya kuat, spek bagus, nggak mudah panas, itu keren banget." Tapi beli juga nggak. Jadi ya udahlah kita bikin yang sama-sama aja, hemat mesin cetaknya, hemat sekali beli prosesornya sama, kameranya juga sama, ukuran layarnya juga sama, orang juga lebih seneng layar yang gede. Jadi ya udahlah kita beli 1 paket bikin 2 HP. Bedain model sama bedain fitur. Kesannya kayak gitu sih. Bedanya kalau yang si Zenfone ini ya, dia dikasih ekstra kamera walaupun harganya 10 juta, kalau ROG Phone 8 yang edisi standar, dia harganya sama, tapi kameranya cuma ada 2, yang ketiga ini dia makro doang, nggak kayak yang ultimate. Terus kalau yang ROG, dia ada air trigger di pojok kanan pojok kiri sini, terus apalagi ya, kalau bahannya sama, dia dari aluminium recycle, tombolnya sama, terus posisi atasnya juga sama, terus dari kiri, si ROG punya port USB tambahan, buat pasang aksesori, sementara Zenfone nggak ada, karena dia bukan HP gaming. Kalau di bawah, dia juga sama. Jadi ada mikrofon, ada port USB C, ada SIM tray, ada speaker, dan ada headphone jack. Sekarang kita hidupkan saja. Ya ketika perusahaan melakukan efisiensi ya, rasanya kayak nggak pernah bagus gitu. Ya buat perusahaannya bagus, berarti lebih hemat dan lain-lain, tapi kita udah kehilangan 2 HP yang sangat berbeda. Ini si kecil dan si gede, terus si kamera gede dan kamera yang asal ada, terus teksturnya juga beda. Wah... Ya ujung-ujungnya yang suaranya paling keras ya, angka penjualan ya. Cuannya brand tuh berapa? Bukan sebanyak apa follower brandnya, sebanyak apa like postingan brandnya, atau sebagus apa reviewnya, tapi jualan ujungnya. Asus itu bukan lembaga amal. Nggak kayak Itel. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal, dari Asus Zenfone 11 Ultra, dengan UI Zen UI. Jadi ini Zen UI ya, ini bukan Xiaomi atau Hyper OS UI ya ini. Pas saya pertama kali lihat juga mikir kok ini kayak... Xiaomi? Atau ya Asus udah belajar, atau ya udah nggak terlalu banyak mikirin juga, jadi ya udah yang kira-kira populer apa ya Xiaomi. Kalau misalnya nggak suka, kita bisa ganti. Ini salah satu yang spesial, dari Zen UI atau sistem yang ada di Asus, kita bisa ganti. Jadi ini Asus Optimize, dan ini ada stock Android, kalau kita ganti gitu, dia langsung berasa Google Pixel. Mantap! Jadi ini dari dulu Asus emang setia sih, buat ngasih kita sistem yang simple gini. Kita bisa atur color, temperature, dan lain-lain kita bisa custom juga. Ya di beberapa HP lain juga ada, cuma yang di Asus karena udah dari dulu, rasanya lumayan berkesan aja. Di sini banyak banget settingannya, anti flicker, auto rotate, eye protection, terus sampai ke bawah ada always on panel, yang gini-gini bisa di setting semua. Di bagian baterai juga ada banyak pilihannya, ada power saving, battery care, charging mode juga dari dulu, udah dikenalin oleh Asus, bypass charging juga udah ada dari dulu, smart bypass. Jadi walaupun sistem dari Asus ini kelihatan simple, ada stock Android, tapi sebenarnya di dalamnya itu banyak banget fitur yang dia kasih, dan itu udah dari dulu ya. Itu hebatnya Asus, cuma sayangnya nggak dilanjutin aja, kayak nggak dikembangin sampe ke desainnya, atau serius jualan di Indonesia, variannya dibanyakin, mereka cuma ROG Phone sama Zen Phone, dan sayangnya si Zen Phone ini, yang pertaruhan yang lumayan berani si idealis ini, nggak terlalu diterima ya. Jadi ya gitu lah, mungkin ini salah satu aksi ngambeknya Asus ya. Lu nggak beli ya udah lah, kami samain aja lah gitu. Kalau dari sistem operasinya sendiri, dia udah Android 14, udah yang paling update, dan dia bakal dapetin update OS sampe 2 tahun. Ya 2 tahun sih, nggak banyak-banyak banget sih buat HP yang harganya 10 juta, kalau security patch dia dapetnya 4 tahun. Oh iya, buat spek layarnya sendiri, dia ukurannya 6.78 inci, udah pake LTPO yang bisa turun dari 120 sampai ke 1Hz, tapi kalau di sini stopnya entah kenapa, cuma sampe 24 doang ya, nggak langsung auto turun ke 1, dia resolusinya Full HD+, dan dia pake Gorilla Glass Victus 2. Dia bisa sampe 144Hz sih, tapi cuma hidup pas kita main game doang, dan itu cuma di beberapa game doang. Jadi sistemnya juga mirip sama ROG Phone, cuma yang ROG Phone, dia bisa sampe 165, 165Hz, kalau ini 144. Sekarang kita cobain ini ya, speakernya ya, kalau misalnya ROG Phone 8 ini kan bagus banget, walaupun nggak sebagus ROG Phone 7. Tapi kalau misalnya si Zenfone 11 Ultra ini, sama kayak ROG Phone 8, harusnya saya nggak bisa bedain ya, sekarang kita coba blind test aja. Coba lu puter bang. Ya persamaan keduanya nggak separah pokok sama Xiaomi, yang harganya cuma beda 100 ribu gitu ya, kalau keduanya kan cuma beda harga, sama cara jualannya. Kalau si Zenfone sama ROG ini, lumayan ada bedanya lah, walaupun sedikit, catakan gedenya sama, tapi detail-detailnya beda, kayak se...apa? Kok se...apa? Kayak itu, fitur-fitur gamingnya. Oke, satu, dua, tiga. Apa yang pertama? Oh, bagus ya. Bassnya lumayan meledak ya, ada doom. Ini... ROG Phone kah? Wow, dalam ya. Oke, sip. Ini kayaknya lebih bagus, bentar. Apa karena lebih dekat? Enggak? Sama ya, kanan-kiri doang ya. Ini lebih bagus deh. Coba, nanti pas udah nge-reff nya. Volume-nya sama ya? Kayaknya lebih bagus ya. Kanan lebih bagus ini, jelas. Oh, cool. Oh, Zenfone lho. Menurut lo gimana? Nah, lo yang di depan juga kan? Ini lebih bagus, di Zenfone kok lebih bagus ya? Padahal ROG Phone ini, HP gaming terkenal bagus. Ini settingannya udah sama ya, by the way, jadi dari aplikasi atau softwarenya, udah disamain semua. Saking anehnya, kami sampai ngecek, dan udah sama semua. Nah, ini kita sama ROG Phone Ultimate ya. Penasaran soalnya. Ini saya nggak tau apa. Ini kayaknya Ultimate deh, nggak sebagus yang tadi. Ini udah full ya? Udah ya? Ya, terus satu lagi. Iya lho, kayak lebih bagus aja. Mirip sih ya, agak mirip. Tapi kalau ditanya apa, kayaknya kiri yang ini lebih bagus. Apaan? Iya lho. Berarti Ultimate nggak Ultimate, sama. Kalau dari performanya sendiri ya, ini sesuai harapan Snapdragon 8 Gen 3 ya. Udah maksimal, tapi kalau kita lihat grafik dari PerfDoc, atau aplikasi software buat mantau... performa gaming dari HP, atau ya frame rate apapun, dia ada throttlingnya. Jadi si Zenfone 11 Ultra ini nggak dibiarin lepas gitu aja performanya. Mau agresif, tapi nggak bisa bener-bener ditahan. Nggak kayak si ROG Phone yang... pasti dibikin semaksimal mungkin gamingnya. Walaupun akibatnya jadi panas. Jadi kalau Zenfone 11 Ultra ini, kalau kita lihat temperaturnya, karena dia panas sedikit udah di-throttling, udah diturunin performanya, jadinya nggak panas-panas banget ya. Dia sekitar 42 derajat doang. Itu suhu yang bagus sih. Cuman konsekuensinya sekali lagi, 8 Gen 3-nya nggak lepas, rata-ratanya nggak bisa mentok di 60 fps, dia bisanya di 55 fps aja. Oke, kelarin, kelarin, kelarin, kelarin. Wah, oke. Kalau lihat sini dari tadi, frame ratenya, oh nggak. Udah turun tuh, udah mentok di 50 tuh, nggak di 60 lagi. Padahal ini baru main sekitar 5-10 menit ya. Udah 50 aja. Cuma suhunya 42 derajat. Kalau buat game enteng ya, MLBB dia nggak perlu throttling, juga udah pasti adem ya. Karena tantangannya kurang berat, 120 fps, Ultra, aman. Kalau buat PUBG, dia settingannya nggak kebuka maksimal, di 90 aja. Sama kalau Zenfone ini, bedanya dia nggak punya fitur-fitur yang kayak Xsense atau apa, yang bisa ngambil barang tanpa kita tekan apapun, bisa ngambil otomatis, terus bisa teken-teken sendiri kalau lagi nge-freeze. Jadi bedanya ROG Phone sama Zenfone ya di sana. Tapi bonusnya, si Zenfone, dengan harga yang sama kayak ROG Phone 8 di 10 juta, dia dapet 1 ekstra kamera telephoto optical zoom 3 kali ya. Jadi Zenfone 11 Ultra sama ROG Phone 8 yang biasa, harganya sama, buat varian yang sama, tapi si ROG Phone, dia cuma pake kamera makro. Si Zenfone dapet kamera tele. Kalau si ROG Phone, kalau mau dapet kamera tele, kita harus nambah sampai 5 juta lebih, baru kameranya sama kayak Zenfone. Tapi Zenfone nggak ada fitur gaming. Itu sih... Harusnya dari awal videonya cukup 20 detik, udah gitu doang bedanya. Kalau buat kualitas kameranya sendiri, apakah Zenfone lebih bagus karena dia lebih fokus ke kamera? Awalnya saya pikir gitu ya, tapi setelah saya bandingin sama yang Ultimate ini, bedanya ada di watermarknya doang. Kalau misalnya kita coba nilai gini, mau dilihat dekat, mau dilihat jauh, mau lensa apa yang dibedain, juga rasanya sama-sama aja loh. Beda di watermark doang loh. Yang artinya si Zenfone ini, kameranya nggak terlalu bagus ya, dari dynamic range. Kalau dari bayangan, dia walaupun matahari lagi nggak kenceng, tetep gelap bayangannya, detailnya nggak keangkat. Terus kalau malam juga detailnya nggak sebagus itu. Jadi... Zenfone rasa ROG sih kameranya. Atau ROG yang rasa Zenfone ya? Nggak tau, silahkan dinilai sendiri. Ya, Zenfone rasa ROG atau ROG... Nggak tau. Udah, sama aja. Satu... Ya udah, sama aja. Mau bilang apa lagi? Ya, jadi begitulah realitanya Zenfone 11 Ultra. Ya, sama kayak ROG Phone dengan sedikit beda. Apakah itu sesuatu yang bagus? Cuma Asus yang tau. Kalau bagus ya, buat mereka angka penjualannya naik. Tapi kalau buat kita sebagai penggemar HP yang cuma senang ngeliat doang, ngikutin perkembangan doang, ya ini bukan sesuatu yang bagus, karena rasanya inovasinya hilang aja. Satu jenis HP yang unik, hilang aja. Jadi ya gitu sih. Ini Zenfone 11 Ultra, gitu aja deh. Like kalau suka, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed Caption by @subbox.id Semoga ujung-ujungnya nggak diskontinue ya. Kalau diskontinue, rugi nggak kalau sama kayak gini hilang satu? Rugi sih.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...

















