Awalnya GAK YAKIN Huawei Watch GT 6 Pro Tahan 21 Hari (YouTube Video)
[Musik] Katanya smartwatch ini punya baterai yang bisa tahan 21 hari. Karena gak percaya, gua bakal pakai sampai baterainya sekarang. Baterainya tinggal 5%. Dengan lakuin berbagai macam aktivitas mulai lari, sepedaan, hiking, dan lain sebagainya. Dan selama cobain ini enggak cuman hal menarik ya, tapi ada unek-unek juga yang pengen gua sampein ke kalian. Kalau kalian lihat garisnya, masa gua melayang di atas air sih? Yuk, kita bahas. Oke, jadi gua mulai pakai jam ini di tanggal 22 ya dengan baterai full di 100% yang langsung gua terbang ke Hawai buat ke acara Snapdragon Smit tanpa bawa charger pastinya. Hal pertama yang gua suka dari pakai jam ini, desainnya lebih netral dan fleksibel dengan pilihan strap yang ada. Misalnya kalau lagi pakai strap wooven atau rubber masuk banget buat dipakai sehari-hari atau bisa kelihatan sporty juga. Terus kalau gua stalking, ada juga titanium strap yang look-nya pas banget buat acara formal, buat ketemu orang penting tuh. Wah, udah kayak CEO cupu Corps enggak, Guys? Buat materialnya juga premium pakai campuran titanium yang biasa dipakai di pesawat terbang. Kacanya pakai safire dan belakang seramik nanocrystal. Terus layarnya, wah ini sih terang banget. Bahkan di bawah sinar matahari Hawai pun masih kelihatan jelas. Pas gelap pun malah bisa nyamar jadi senter. Oh ya, buat Huawei Watch GT6 Pro ini cuman ada varian 46 mili aja ya, sedangkan versi regulernya 46 dan 41 mili. Tapi yang 41 ini kayaknya lebih ditujuin buat cewek sih kalau dilihat dari desainnya. Buat pergalangan tangan gue yang termaksud kecil, 46 mili ini masih tergolong oke kok, enggak kelihatan gede. Terus sama juga kayak smartw lainnya untuk strap-nya bisa kita ganti sesuai selera sama mood juga dong. Akhirnya setelah seminggu jalan-jalan di Hawai tanpa charger, gua balik ke Singapura dan pas lihat baterai masih di 66%. Jadi kalau dihitung-hitung selama seminggu cuman turun 34%. Artinya per hari berkurang sekitar 5% alias bisa tahan 20 hari sih, sadis. Tapi ingat, itu baru pemakaian normal, cuma notifikasi, cek jam, diingetin berdiri, auto detect jalan, tracking tidur, dan lain-lain. Nah, sekarang kita masuk ke fase pemakaian enggak normal alias bagian yang paling seru. Olahraga di luar ruangan. Dan kita mulai dengan lari. Jadi, gua tes di daerah bot keys sekalian ngetes seberapa akurat nih GPS-nya yang mana Huawei Watch GT6 series ini pakai sistem baru yang namanya All New Sunflower Positioning System. Lucu juga ya namanya. Tapi ini teknologinya keren sih. Jadi enggak cuman GPS aja, tapi pakai sistem 3D positioning. Di mana kalau tracking rute kita lari atau sepedaan bisa lebih akurat bahkan di tengah gedung tinggi. Yang mana kalau gua baca-baca tracking di antara gedung-gedung atau bangunan tuh agak jadi tantangan tersendiri kalau hanya mengandalkan GPS. Oke, ini dia statistiknya. Oke, dan total tadi gua lari sekitar 10 menit sama pendinginan dan baterai berkurang 1% ya, Guys. Dan pas gua cobain lumayan akurat loh. Bahkan tadi gua sempat melipir dikit dan kelihatan di sini ada lengkungannya. Tapi ada juga bagian yang off tuh. Misalnya pas gua jalan di pinggir sungai tadi garisnya malah keluar. Jadi setelah lari dengan performance kelas Olimpiade tadi, capek gua lumayan haus dan pas pengen beli minum baru sadar satu hal, smartwatch ini belum bisa tap buat bayar. Sama juga kalau naik transport umum gak bisa tap kayak Apple atau Samsung Watch. Nanti kita bahas ini lebih lanjut di belakang ya. Nah, sekarang ada beberapa unek-unek gua juga tentang jam ini. Next, kita mau cobain sepeda pakai jam ini. Habis itu gua juga sempat sepedaan yang fiturnya sih menarik dan baru tahu kalau mau dapat hasil pengukuran yang lebih akurat, kita bisa masukin informasi berat sepedanya. Loh, serius baru tahu gua. Terus gua juga sempat tes fitur auto pause-nya. Jadi begitu gua berhenti, jamnya otomatis nge-pause setelah sekitar 4 sampai 5 detik. Habis itu pas gua lagi sekitar 5 detik kemudian lanjut tracking. Ban pakai smartwatch lain hasil tadi termakud responsif enggak sih? Dan yang paling menarik jam ini adalah smartwatch pertama di industri yang support virtual power pas sepedaan. Jadi dia bisa ngitung seberapa besar tenaga yang kita hasilin dari tiap goesan. Padahal biasanya buat dapat data ini kita harus beli alat yang namanya power meter dan harganya bisa sampai belasan juta. Jadi paling enggak fitur ini bisa kasih gambaran dulu sebelum kita keluarin duit segitu banyak. Oke, guys. Kurang lebih tadi kita juga 10 menit naik sepeda dan baterai juga berkurang 1% ya. Kayaknya sebentar-sebentar doang nih kita ngetesnya. Besok kita masih yang lebih lamaan dikit biar tahu berkurang berapa sih. Misalnya setengah jam, sejam kita lihat ya. Terakhir ada satu fitur penting yaitu fold detection ya. Nangkaplah maksudnya buat apa. Intinya kalau jatuh dari sepeda bisa dideteksi sama jamnya, terus otomatis telepon kontak darurat yang udah kita masukin sebelumnya. Tuh, Btalau ngomongin telepon darurat tadi gua yakin banyak yang kepo juga. Apakah smartwatch ini bisa buat angkat telepon dari WhatsApp? Jawabannya bisa. Jadi pas ada panggilan WhatsApp masuk, jamnya langsung bunyi dan muncul tombol accept sama reject di layar. Cuman emang namanya enggak keluar ya, cuma ada nomornya doang tuh. Halo, kamu kenapa-napa kan? Aman aman enggak apa-apa kok, lagi syuting aja. Eh, suara aku jelas enggak? Iya, jelas kok. Btan suka sama konsep review real life kayak begini dan pengen gua sering-sering bahas smart wasch bisa kasih tahu gua dengan like video ini ya. Dan subscribe juga buat yang belum. Oke, thank you. Aktivitas selanjutnya gua sama Nyonya bakal trail atau hiking ini. Wuh, kita baru jalan belum sampai 3 menit tapi udah capek banget. Kalian bayangin nanjaknya parah banget. Oh ya, Guys. Sebagian informasi yang gua tunjukin sebelumnya kayak misalnya tracking lari, rute sepeda, ngitung jarak, pasti teman-teman mikir, "Ah, kalau ini mah bisa dilakuin di HP aja pakai app olahraga." Ada benarnya sih, tapi bedanya di smartwatch ini enggak cuman ngerekam aktivitas aja, tapi juga bisa nangkap data tubuh kita langsung. kayak misalnya detak jantung real time, cardiovascular, dan ECG atau elektrokardiogram yang setara dengan level profesional. Hah, bisa ngomong. Kita bakal naik ini yang terjal banget, Guys. Let's go. Terus lanjut. Dia juga ada slip monitoring yang ngelacak durasi tidur kita. Detak jantung, pernapasan sampai isu kayak ada gangguan dalam tidur atau enggak tuh. Habis itu datanya dianalisis dan dijadiin informasi yang bisa kita terapin supaya kualitas tidur kita lebih baik. Pegangan ya kalau capek. Awas jatuh. Huh. Ini udah nih. Iah, Guys. Latitude sama longitud-nya bisa bilang sama persis loh. Tuh. Oh ya, Guys. Tambahan juga kalau Smartw ini punya 12 status tentang keadaan emosional kita, ya. Dan kenapa bisa sebanyak itu? Tujuannya supaya kita bisa dapat informasi mendalam tentang perasaan kita dan gimana cara mengelola perasaan tersebut supaya enggak tiba-tiba meledak. Y enggak dising aja ke HP kamu perasaan aku. F dan akhirnya kelar juga guys hiking kita total sekitar 50 menit dan baterai berkurang 3% aja. Oke guys, selain olahraga-olahraga yang gua lakuin tadi, Huawei Watch GT6 series ini dia punya 100 mode olahraga lebih ya. Mulai dari lari, sepedaan, hiking, gol, sampai olahraga pedal yang sekarang udah jadi memang dikit pasti di sanalah ada lahan pedal. Udah mirip kayak es krim. Overall dari sisi baterai, jam ini emang mendekati klaim. Dari yang gua coba beserta perhitungan tadi bisa mencapai 20 sampai 21 hari untuk pemakaian normal. Jadi enggak perlu insecure sama chargeran kalau ditinggal pergi kayak kemarin gua ke US seminggu. Cuman kalau emang kita cukup aktif pakai buat olahraga dan lain-lain tentu bakal lebih memakan daya kayak yang tadi kita bisa lihat pas tes lari sepeda, sama hiking baronya. Kalau dari Huawei sih ngeklaimnya kurang lebih sekitar 12 hari untuk varian yang 46 mm yang pro ataupun reguler. Kalau buat yang ukuran 41 mili bisa sampai 14 hari atau 7 hari untuk pemakaian aktif. Guys, sekarang kita tes jamnya buat berenang. Dan sekarang baterai tinggal 6% ya. Tadi gua habis tradmill setengah jam dan baterai berkurang 1 apa 2%. Oke, buat aktivitas terakhir gua mau cobain berenang pakai jam ini dan pastinya enggak usah takut ya karena dia udah punya sertifikasi IP69 yang artinya tahan air bertekanan tinggi plus 5 ATM jadi aman buat diajak nyelam atau diving ringan. Terus yang keren, semua data dan fitur-fitur di jam ini kayak berat badan, tinggi, progres olahraga, info tidur, sampai kebugaran fisik bakal diintegrasi jadi satu dan dianalisis sampai ketemu koneksinya satu sama lain. Dari situ si jam bisa kasih insight seputar kesehatan plus solusinya. Misal nih kalau stres berlanjut bisa ganggu tidur atau kurang olahraga bikin pemulihan detak jantung jadi lebih lambat. Intinya dia bisa ngelacak pola kesehatan jangka panjang dan deteksi potensi masalah lebih awal lewat data-data tadi. Selain itu di health app-nya juga ada fitur tambahan yang fokus ke relaksasi dan mental health. Ada banyak jenis musik dan suara terapi mulai dari akustik, neurologi sampai psikologi. Bahkan ada white noise yang bantu banget buat tidur nyenyak yang semua akses ini bisa kita dapat gratis selama 3 bulan. Overall, gua sangat happy sih pakai smartwatch ini. Punya desain dan buil quality premium, akurasi data yang mantap, dan yang paling penting baterainya. Gila. Fleksibilitas buat pindah HP mau Android ataupun iPhone juga gampang banget. Di sini bakal ngebantu buat gua yang suka ganti-ganti HP tuh. Karena sesimpel tinggal disconnect dari jamnya, terus tinggal pair lagi di HP lain. Plus data-data sebelumnya juga masih kesimpan. Cuman dari segala manis-manisnya tadi, ada juga beberapa catatan yang menurut gua masih kurang. Pertama, yang sempat gua mention sebelumnya tentang contactless payment yang belum seleluasa Apple ataupun Samsung Watch. Huawei sebenarnya punya Huawei Pay, tapi di Singapura ini cuman support pembayaran lewat Union Pay. Belum bisa Visa atau master yang lebih umum dipakai tuh. Cuman buat teman-teman di Indonesia sih enggak terlalu ngaruh ya, karena Apple maupun Samsung P juga belum resmi di-support di sana. Cuman setahu gua kalau untuk register akses card lewat NFC, smartwatch ini bisa lakuin sih. Habis itu soal aplikasi pihak ketiga, jumlahnya emang belum sebanyak ekosistem Apple atau Samsung. Misalnya di Samsung Watch bisa langsung terintegrasi sama Gem ini. Terus belum ada juga gesture lutu-lutu kayak di Apple Watch yang bisa double tap atau flick buat navigasi cepat. Terus di jam ini ada fitur remote shutter, tapi beneran sebatas shutternya doang, enggak ada preview-nya. Sejauh ini. Itu sih yang gua ketemu kurangnya. Secara keseluruhan di luar hal-hal tadi, pengalaman pakai jam ini tetap solid buat daily use ataupun olahraga. Terakhir, buat harganya gua juga enggak tahu sih bakal dijual berapa, tapi kalau mengacu di seri sebelumnya untuk pro version itu mulai dari 4,6 juta tergantung varian sama strap. Kalau yang basic mulai dari 33,6 juta. Gua gak tahu video ini bakal di-up kapan, tapi buat pastinya teman-teman pantengin aja tanggal 9 Oktober karena Huawei bakal launching jam ini resmi. Kalau buat promo dan bonusnya udah di-announce di IG mereka sih yang kalian bisa lihat di sini nih.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...


















