Jungkat

AWALNYA JELEK, SEKARANG JADI BAGUS‼️ Lanjut Modif Spresso Budget Pelajar Part 2 (YouTube Video)

  • 06/06/2025

Ini adalah modifikasi termahal yang akan kita lakuin di Suzuki Espressonya. Sebenarnya bukan yang ini sih, tapi ini salah satunya. Seperti yang kalian tahu, espresso ini lagi kita modif dengan budget pelajar. Walaupun ada yang bilang budget pelajarnya anak pejabat atau budget pelajarnya UPH, tapi enggak apa yang penting masih budget pelajar. Teman-teman, di episode pertama kemarin kita sudah modif di bagian pelek-peleknya. Jadi kalau kalian lihat sekarang sudah berubah sekali ya kan kaki-kakinya udah jauh lebih gahar. Yang bikin gua kaget espresso itu di modal ganti pelek, ganti ban itu looknya langsung beda banget. Benar-benar yang tadinya culun cungkring gitu ya, kecil gitu kan kayak calon dibully gitu. Ini agak mendingan lah. Dia kayak udah lebih berotot. Jadi ternyata menurut gua pribadi secara look espresso itu kekurangannya ternyata diettingan pelek dari pabriknya aja sebenarnya karena udah diganti ring 15 ban AT ini kalau salah gua 205 kan eh salah ban 19565 15 ya itu berubah banget look si espressonya benar-benar langsung keker garang ditambah mobilnya kan warnanya gelap gini ya benar-benar gahar banget ketemu pelek yang hitam begini jadi kalau emang kalian pengen modif Looksnya aja dari peleg aja itu udah berubah banget. Ini kaki-kaki enggak kita otak-kacir loh, Teman-teman. Di video kali ini kita akan modif beberapa hal, Teman-teman. Nah, salah satunya itu berkaitan dengan ruang penyimpanan. Sebenarnya espresso secara bawaan itu bagasinya udah lumayan gede. Foto kemarin ganti pelek di sini masuk tiga pelek kalau enggak salah. Jadi, sebenarnya secara bagasi espresso ini itu di kelasnya menurut gua bagus banget. Seperti akan gua kasih contoh, ada kursi roda eang gua. Ini kursi roda memang yang ukuran travel lah ya, tapi ini lumayan gede dan gua tidak perlu nurunin jok ke depan ya kan masih muat di sini teman-teman. Jadi kalian bisa lihat sendiri ya ini berarti kalau ini aja muat stroller baby yang kabin gitu ya pasti muat teman-teman. Jadi emang cukup banget. Tapi yang akan kita modif ini berkaitan juga dengan looks. Seperti yang gua bilang kan, gua pengen modif SPS-nya jadi model gaya-gaya alto all train offroad atau agak limbung tapi oke. Peleg udah gahar, ban udah gahar kayaknya alto ini agak kurang kalau kita enggak pasang sesuatu di atas. Maka dari itu, kali ini hap kita mau modif pasang roof rack teman-teman di atas. Nah, ini sesuai budget kita ya kan? Kan budget kita emang budget pelajar ya kan. Jadi ini kita pakai punyanya Autop project ini nanti akan kita coba pasang di atas dan kita lihat apakah benar-benar PNP atau tidak. Dan kalau kalian penasaran berapa nanti akan gua kasih tahu. Jadi sekarang mendingan kita pasang. Baik kita amin paknya. Pak, boleh Pak di batu Pak daripada gua rusak entar. Jadi espresso itu enggak punya talang air kayak di Jimny ataupun di G Classnyaeter. Terus juga espresso itu enggak punya roof rail ya kan. Jadi ini yang ke body Pak ya namanya ya. Iya. Jadi istilahnya dijepit ke body guys di sini nih. Jadi ini emang universal. Jadi entar akan dijepit ke sini kira-kira. Apparently ini sebenarnya sudah lazim sekarang. Terus kendala lainnya sebenarnya espresso itu adalah ini ada antena di sini nih. Jadi ini mau enggak mau tetap di bawah. Salah satu hal yang paling nyebelin kalau pasang kayak beginian itu tuh adalah ngepasin dari sini panjangnya berapa biar enggak miring gitu kan. Iya. Ini dikasih karet biar enggak ada suara bersiul. [Musik] Cross bar sudah terpasang. Nah, ini ada dua warna, silver sama hitam. Cuman masih sengaja kita pilih yang hitam. Ini sudah terpasang jepitnya ke sini. Terus ini juga jaraknya bisa kalian atur mau seberapa, tapi ini udah disesuaiin sama si e roof rack-nya yang di atas. Kalau mau begini aja juga sebenarnya udah lumayan mengubah tampilan. Nah, udah agak lebih lucu. Ini bisa dikasih tempat ski, tempat sepeda, terserahlah. Bisa dipakai apa aja di sini karena aksesorisnya di atas banyak banget. Tapi sekarang adalah momen of trot kita akan coba naikin roof rack-nya ya. Karena secara look sebenarnya agak gede ya. Tapi semoga aman-aman aja. Oke. Oh pas ya. Coba kita lihat segede apa. Lebar lebar rufreknya benar-benar selebar mobilnya. Ini sebenarnya kalau ditaruh di Kijang mungkin enggak gede-gede banget nih. Cuma karena espressonya kecil. Bukan salah rufrek ya. Salah espressonya. Espresso kecil banget. Coba kita lihat dari depan yuk. Bus juga pas banget lebarnya ya. Lebarnya benar-benar set ngepas banget. Mungkin kalau agak sedikit lebih kecil lagi mungkin lebih lucu sebenarnya. Tapi enggak apa. Sementara begini dulu aja karena ini bisa dipakai. Entar coba sekarang kita cek kurang mundur enggak ya? Mm. Pak mundurin lagi bisa enggak, Pak? Ini ini seginilah biar depannya enggak terlalu ini aja kita. Hah? Ini tadi di depan. Ah, di belakang ini. T di belak depan. Oh, kita putar. Coba coba. Ini gimana muternya? Oh, ini enteng sih. Oh, benar juga. Tes berikutnya adalah kita coba buka bagasi deh. Karena kalau roof rack kebanjangan ke belakangnya mentok kan. K segitu harusnya masih aman. Nih, Guys. Kalau kalian pasang roof ra frake pastiin jangan terlalu ke belakang karena takutnya mentok spoiler mentok ke belakang jadi kalian masih setting itu. Oke sih segini entar tinggal kiri kanannya kita samain Pak ya. Tapi secara depan belakang harusnya udah cukup. Sebenarnya kalau lebih ramping dikit aja antara mobilnya digedein atau rknya dikecil. Opsi pertama enggak mungkin enggak mungkin boleh digedein. Tapi lucu. Jadi sekarang kalau mau naruh-naruh barang gitu ada space lebih lah di atas ini, Teman-teman. Sebenarnya kalau gua pribadi sebenarnya penginnya ininya lebih kecil rak ya kan? Cuman ya emang bukan salah rak ya mobilnya cimit. Jadi kalau menurut gua kalau misalkan mau agak lebih rapi kalian mungkin bisa cari roof rack yang lebarnya tuh maksimal seini nih se apa sekaret inilah sambungan body ini senggaknya di dalam situ jadi agak lebih manis lah walaupun ini sebenarnya masih tidak selebar body mobil ya. Jadi ini kalau kalian lihat sama pintu masih lebaran pintu ya kan. Jadi ini sebenarnya not so bad ini sekarang jadi banyak mau naruh barang apa aja bisa di atas itu, Teman-teman. Dan nih looks-nya udah lebih alto ya kan udah lebih siap offroad lagi ya kan. Tapi bukan ini modifan termahal yang akan kita pasang di mobil ini. Apakah itu? Nah ikutin terus videonya. Waktunya kita menuju ke tempat modifikasi kedua. Salah satu hal yang sebenarnya bukan kekurangan sih, karena emang di harganya ya segitu harga mobil ini Rp150 juta ke bawah. Audio. Gua enggak bilang audionya jelek tapi memang ya balik lagi di harga segitu dapatnya segitu. Bisa lebih baik menurut gua kalau kita utak-atik. Nah, jadi ya kondisi sekarang itu ya kayak trelnya terlalu menyakitkan di kuping terus ee enggak ada bassnya, mid-nya enggak jelas. Ya, pokoknya standar lah ya. Benar-benar standar. Speakernya cuma satu doang di bawah enggak pakai Twitter juga. Jadi sekarang kita menuju ke salah satu tempat langganan gua untuk ngutang-katik audio dari dulu zamannya Mercy Wagon. Siapa lagi kalau bukan Koko Ayung Audio. Let's go. Sudah di Koko Ayung bersama Cici Ayung di sini yang sudah toko langganan 5 tahun emang sudah ke sini sering banget. Jadi di project kali ini pun gua mau nanya Cici Ci. Ini kalau misalkan orang beli espresso kan audionya standarnya tuh ya biasa bangetlah ya. Kalau mau upgrade nih, misalkan Ci, gua maunya nyicil deh. Misalkan gua misalkan gua enggak mau keluar duit langsung banyak nih. Bisa, bisa. Nah, pertama ganti yang mana dulu nih? Contohnya nih kalau misalnya mau paket sederhana ya simpel aja deh. Paket ini nih. Ini DSP prosesor udah beliin amplifier. Heeh. Terus speaker depannya saya gantiin. Oke. Nah, karena mobilnya speaker standarnya itu enggak ada, belakang enggak usah belakang ya. Jadi espresso gua juga baru tahu tadi di sini. Pintu belakang kagak ada speakernya ya. Enggak ada. Dan pintu depan pun juga enggak. Sebenarnya enggak ada tempat twitter ya. Kita mesti tempat twitter belakang enggak ada. Kalau mau dibobok door trimnya depan juga. Kalau depan ada tuh yang segitiga itu tuh paling enggak kita taruh tempel di situ. Benar benar benar. Jadi belakang enggak ada. Kalau mau bikin ada ya mesti bobok lebih lama lagilah ya waktunya. Iya, yang pasti sehari bisa kelar sih. Oke. Nah, misalkan nih speaker sama amplifier DSP. Amplifier DSP. Oke. Itu berapa tuh kayak gituan? Ini bicara udah all in ya, udah memasang kabel jasa setting itu di angka Rp8 juta aja ini sama ini. Ih murce kan nih cukuplah ya. Aduh udah enak. Tapi nanti kalau mau nambah yang lain bebas berarti entar pilih lagi yang lain atau nanti kita kasih alternatif yang lain deh. Kalau ini beda lagi nih. Beda lagi nih kalau paketnya misalnya mau tambahin oh biar ada suara bassnya nih. Oke tambah bas subwover misalnya ini tiga bareng nih. Heeh. Terus tambahin subwovernya udah pasti lebih enak. Ini kayak lebih perfect. Misalnya DSP prosesor udah ada, speaker vokal buat trel sama vokal orang itu nyanyi udah ada sama BS. B ini tiga nih Sabraha paketnya murah nih cuman Rp2.500 500 udah sama pasang udah all in masang setting kabel-kabel oke itu semua udah termasuk peredam kalau peredam itu edisional aman aman tapi peredam kalau mobil segede espresso pintu doang gitu iya e berapa anjing kalau pintu doang kayaknya kalau keliling kan berarti lima pintu ya 10 lembar juga okok atau kalau misalnya mau dimaksimalin misalnya butuhnya 12 lembar misalnya satu pintu itu bisa 3 lembar jadi posisi Isi dibuka itu dol trim tengah sama depan itu itu 3 t ya bisa 12 12 lembaran bukan R juta kan enggak itu kemahalan R juta dapatnya ini iya peredam tuh berapaan ya misalkan tadi peredam sama masang anggap Rp200.000 Bu, kalau buat di pintu per lembar. Per lembar sudah sama masang. Oke. Oke. Berarti tinggal dikali aja ya berapa lembar ya. I habisnya berapa tinggal dikaliin. Kalau misalkan nih, Ci, Ci, gua belum ada duit Rp8 juta nih. Gua pasang DSP dulu atau speaker dulu? Kalau gua bilang kalau lu pasang DSP dulu next time mau tambahin speaker nih, tetap sorry aku kenain jasa setting lagi. Oke. Karena lebih baik kalau mau nyicilnya speaker dulu. Speaker dulu. Subwover dulu. Oh, DSP terakhir. Pokoknya DSP itu bagian terakhir. DSP buat yang mengunci semuanya lah ya. Iya, karena jasa settingnya itu di sini. Oh, di DSP ini. Kalau misalnya beli speaker dulu, beli subwoofer dulu, enggak ada masalah. Bisa. Ee bisa. Atau enggak misalnya nih orang kadang C dengan standarnya aja, tapi gua kepengin DSP-nya. Heh, bisa. Iya, tapi gua tanya dulu yang pasti next time kepengin nambah ini enggak? Oke. Kalau kepengin nambah ini, kalau menurut gue ini nanti aja. Oke. Karena misalnya sekali pasang prosesor ini, lu kan udah kena just a setting di sini. Next time nih datang lagi mau pasang speaker nih, itu pasti berubah lagi tuh settingan. Harus di-setting ulang lagi. Berarti aku kenain jasa setting lagi. Kalau mau enggak masalah pokoknya gue ikutin aja gitu. Tapi kalau misalkan mau mulai dari yang paling terjangkau dulu, speaker dulu itu di berapaan tadi? Sama pasang sama kabel lah. Kalau ini paket. Oh, misalnya speakernya doang nih. Speakernya doang nih. Berarti split dia. Udah termasuk ada ring speakernya, ada ring busa, ada kabel speaker sama jasa pasang itu kurang lebih bisa Rp3 juta. Rp3 juta. Oke dong. Okelah ya. Subwoover. Nah, kalau subwoover ini sama kabel sama masang enggak mahal ya. Cuman 3,7-an. Oke, jadi kalau kalian mau nyicil misalkan bulan ini R juta dulu speaker, bulan depan Rp3 juta lagi yang apa namanya? Eh, subwover slim. Terus habis itu baru misalkan DSP. Tapi kalau ada rezeki mah enakan langsung lah tiga-tiganya gitu. Betul. Kalau misalkan ada rezeki kan saya doain. Amin. Nah, di video ini kan gua bilang jadi ini adalah modifan termahal C di espresso gua secara sepaket. Ini lebih mahal dari peleg, dari roofrek, dari lampu ya. Karena ini satu-satunya modifikasi yang bisa kalian nikmatin dari dalam mobil. Kalau lu ganti peleg kan lo nyetir enggak bisa lihat. Iya benar. Lu pasang roof rack lu nyetir enggak bisa lihat. Tapi kalau lu lagi macet-mancetan, lagi nyetir audio ini yang bisa dinikmatin. Ya kan? Jadi ini yang menemani kalian ketika macet-macetan sendirian karaokean. Jadi, makanya kenapa menurut gua di sini gua mungkin spend akan lebih banyak sekitar lebih dari Rp10 juta, tapi karena ya itu tadi bisa dinikmatin ketika macet, Teman-teman. Eh, tapi ada lagi kalau mau yang lebih di atasnya ada lagi tahu nih pakai ini. Oh, ini lebih mahal lagi. Heeh. Karena prosesor ini kan saya banyak tipe nih, harganya juga beda-beda. Contohnya kayak di sini nih. Itu paling mahal berapa tuh? Nih termasuk di sini nih. Prosesornya yang mahal juga ada. Tapi karena sekarang kontennya itu yang sederhana, jadi aku pilihin yang dua tipe ini doang. Tapi kalau misalkan kalian mau buat modif audio espresso seharga espressonya Rp10 juta, bisa juga kan? Oh, bisa banget. Sekarang kita pasang yang ee dengan budget sekitar R jutaan lebih dikit lah ya. 12 lag. Iya. Kalau yang ini misalnya budget dia bisa Rp15 juta. Oke. Sip. Kalau yang tadi kan R jutaan. Nah, kalau paket yang ini bisa Rp15 juta. Kalau mau lebih jelas kontak tiici aja. Thank you, Ci. Terima kasih. Tuh kan benar enggak ada kan bisa-bisanya enggak ada loh. Speaker belakang kagak ada ya. Terus ini lagi dibongkar-bongkar. Nah, ini posisi Twitter nanti di sini. Jadi kenapa ada ini? Karena ini sebenarnya buat ee ng-set spion jadi yang model tahun 2023 gitu. itu tuh belum elektrik, spionnya masih manual. tadi di sini cuma sudah ganti elektrik jadi ada area di sini bisa buat twitter terus ini haculit bawaannya bawaannya karion loh kokung cuman ini secara standar enggak ada soket kamera mundur memang cuma enggak tahu deh entar bisa diutati atau enggak tapi ya sementara itu dulu update-nya masa itu nyambung ke entar nyambung ke head unit aslinya aku ambil barangnya dulu serius bisa serius ya kau ayung yang bekerja lah dicari-cari barangnya pusing enggak usah pusing Jadi bisa bisa semoga bisa. Speaker bawaannya enteng banget speaker gantinya bebeknya tuh beda gitu loh. Tuh jadi emang secara magnet segala beda ini. Bahkan Mas ini enggak ada Twitter-nya kan ya? Enggak ada. Jadi cuman mid doang ini. Mid doang kan berarti. Nah ini Twitternya mana? Ini dia bakal dipakai Twitter. Nah, ini yang nanti bakal dipakai di dipasang di mana? Di tempat door trim yang ini nih. Akhirnya audionya sudah selesai terpasang. Prosesnya jujur memakan waktu beberapa hari. Jadi masa-masanya sekitar sehari setengah lah ya gitu. Dan setting-nya pun juga butuh sehari setengah sehari. Dan kita kemarin kepotong weekend makanya kenapa agak lama nih tapi yang penting sudah terpasang. Dan ada beberapa detail yang pengin gua share di sini. Sayangnya enggak kelihatan di sini. Coba kita yang sebelah sana deh. Jadi memang ee Koayung ini orangnya suka kerapihan ya teman-teman ya. Jadi ketika dia pasang audionya, pasang subwoover sama prosesor itu sama dia tuh dibikinin tempat di bawah sini, Teman-teman. Jadi dia bikin dudukan lagi nih. Dia masangnya bukan cuman asal pasang, tapi dikasih dudukan. Nah, kalau kalian lihat jadi sama dia bikin dudukan baru, dia bikin box baru untuk si prosesornya di sini. Jadi lumayan rapi nih, ya kan? Jadi bukan cuma ditempelin biasa doang terus sama mereka dipikirin beneran biar rapi itu taruhnya kayak gimana. Terus juga posisi twitter-nya. Nah, ini mungkin buat para pemilik espresso yang tahun yang sama akhirnya punya posisi twer yang pas banget di sini. Ini pakai bekasnya tempat e adjuster spion yang tahun-tahun sebelumnya, Teman-teman. Bentuknya pas banget. Jadi kesannya kayak OiM banget. Ini sudah pakai peredam. Jadi kalau kita ketok-ketok beda kan suaranya kan. Kalau mau lebih gelap lagi ya semuanya dipasangin. Cuman lagi. Nah, terus juga sekarang kalau misalnya kita masuk head unit masih pakai yang standar. Sekarang kalau misalkan gua masukin gigi mundur, sudah ada kamera mundurnya ya kan. Terus kamera mudanya bisa diatur loh, terangnya berapa. Jadi mobil sudah lebih kepakai lagi teman-teman. Sekarang mending kita tes aja. Nah, salah satu lagu yang gua suka untuk ngetes audio tuh lagunya Kuntoji yang selaras, Teman-teman. Ini sayangnya enggak bisa masuk karena ar copyright beda tuh suaranya udah di atas sini. Kalau kemarin tuh suaranya ada di bawah sini jadi kayak mendem banget kan travelnya gak keluar. Ini semuanya keluar mid-nya keluar tapi gak sakit tuh udah enak banget suaranya. Subwovernya udah kerasa banget bedanya. Padahal subwovernya tuh ada di bawah lo bukan di bawah gua. Cuman enaknya karena udah pakai DSP dan sebagainya, kalian bisa ngatur nih suaranya jatuh di mana. Walaupun subwovernya di bawah semi, tapi gua juga bisa ngerasa subwovernya bagus. Suaranya si Nadin Amiza juga enak. Suara kelincingannya itu enggak sakit gitu di kuping ya kan. Suara audionya juga enak. Untuk ukuran yang gua karin sekitar 12 sampai R juta ini worth it banget. Karena balik lagi ketika kalian macet di dalam mobil ini modifan yang bisa kalian rasain. Jadi enggak apa-apa kalau menurut gua gak apa-apa kalau mau spend agak lebih banyak. I kan udah jauh banget beda sama yang kemarin. Gila, sebeda itu bagus banget hasilnya. Parah. Ini benar-benar night and day berubah banget. Parah. Apakah sebagus BMW-nya yang touring? Ya tentunya enggak. Tapi dibanding standar ini udah jauh banget berbeda parah banget. Kalau dari luar yang bikin berubah banget itu kan peleg sama bannya bikin espresso jadi jauh lebih gagah. Interiornya kasih audio dan peredam yang bagus tuh benar-benar mengubah banget. Yang tadinya berasa kayak mobil biasa aja gitu ya. Terus sekarang audionya udah jauh lebih bagus. Nah, jadi di video kali ini total modifan yang udah kita keluarin sekitar R sampai Rp16 juta lah, Teman-teman. Rp16 juta yang kemarin pelek ban setting-setting tu 10. Jadi kira-kira udah Rp26 juta. Masih di bawah target kita antara R sampai Rp40 juta, Teman-teman. Jadi kita masih ada ruang sedikit spare untuk modifikasi berikutnya. Ada yang bisa kasih saran keren enggak? Apa sih modifan berikutnya yang membuat mobil ini akan menjadi lebih keren lagi? Tolong tulis di kolom komen di bawah. Jangan lupa dilike, jangan lupa subscribean video, video guys.

Lihat di YouTube