Jungkat

BADAK 2,3 JUTA! Unboxing TECNO POVA 7 Indonesia! (YouTube Video)

  • 29/06/2025

Halo guys, David sini dan kita bakal cobain Tekno Pova 7 seri andalan tekno yang sering jadi raja di kelas 2 jutaan. Tapi sekarang enggak tahu ya. Soalnya 3 bulan lalu Teekno udah duluan keluarin seri Comeon 40 Comeon 40. Harganya R jutaan juga kualitas gila-gilaan. Desain prosesor, layar, kamera sedap semua sampai jadi juara di video rekomendasi kemarin. Dahsyat. dan bikin mikir kalau kamon aja udah sebagus ini terus pova apa kabar nih? Itu yang bakal kita cari tahu di video ini ya. Udah habiskah dimakan saudara sendiri atau malah bisa lawan balik kah atau antar saudara saling melengkapin buat kuasain pasar jutaan. Kalau punya 2,5 juta lebih pilihnya common 40. Kalau budgetnya di bawah 2,5 juta pilihnya POVA atau tanggung. Mending nambah ke kamon yang jadi juara sekalian. Let's go kita cari tahu, kita lihat desain kotaknya dulu. Yang ini jelas nargetin gamer banget sih. Soalnya ada mas-mas PUBG ini yang tidak ada namanya. Katanya sih nama karakternya ini unknown ya, beneran unknown gitu, tidak diketahui. Atau sebenarnya ada nama yang saya cari di internet, enggak ada. Mungkin fans atau player PUBG hardcore bisa komen di bawah. Setahu saya ini namanya unknown deh. Beneran Unknown player unknown. Di samping masmas ini ketulis Pova 7 yang versi biasa. Pova 7 4G nanti bakal ada Pova 7 5G atau Pro ada yang kayak gituan. Ada logo Techno. Di sebelahnya ada PUBG Mobile kolaborasi. Di sini ROM-nya 128 gig udah UFS dan RAM-nya tentu saja 16 gig ditulis yang gede. Padahal yang R-nya lagi-lagi 8 gig saja. Saya tidak bosan mengingatkan kalau plus 8 gig extended ini adalah ya itu ekstra aja lah. Software aja lah. Enggak terlalu dihitung. Di bawahnya ada spek yang luar biasa dari Po 7 ini sesuai nama serinya 7000 mAh mega bater fast charging juga 45 wat dan kameranya 108 meg. Di sebelah kanan ada Pova 7. Ada apa ini? Bonus smartfend total 33 gig. Pulsa tetap utuh setelah bonus diterima. Di sebelah kanan ada logo Crafton dan ini logo-logonya PUBG lah. Terus di bawahnya ada Dolby Atmos Highr audio dan garansinya 12 plus 1 bulan. Di belakangnya tidak ada spek-spek kunci yang banyak kayak biasa ditulis di HP-HP Trensin ya. Di sini dia cuma pamerin tiga varian warna dari Pova 7. Di sini yang kita unboxing adalah warna putih, ada warna hijau yang ada di sini, terus warna hitam yang ada di sini. Sedikit spoiler soal warnanya, cuma yang warna putih lumayan keren juga sih. Nanti kita lihat di bagian bawah. Di sini ada varian warnanya magic silver, storage 128 gig dan RAM-nya 8 gig garansi. Terus dia dibikin dibuat di Indonesia. Mantap. Langsung kita buka saja lihat isinya seperti apa. Kelengkapan yang dikasih si Pova 7 ini. Dulu Pova 3, Pova 4 itu benar-benar nguasain pasar R juta. 5 sama 6 juga bagus, tapi dia bersaing sama seri note-nya si Infinix. Jadi dua saudara itu saling balap-balapan lah. Sekarang tiba-tiba muncul lagi saudara lagi. Bahkan dalam satu selimut istilahnya si Comeon. Jadi pola itu dihajar sana sini dan kualitasnya kayak gimana. Coba kita lihat HP-nya ada Pova 7 Mediatek Helio G100. Ini seperti biasa trenion pawangnya MediaTek belum bisa dapat chipset 4G yang lebih bagus lagi. Sampai sekarang G100 tetap jadi pilihan yang paling aman buat mereka. Di sini ada baterai 7.45 wat. Di sini ada layar 120 Hz Vivit display full HD plus 108 megap. Dan di sini ada IP64 yang artinya tahan debu dan percikan air yang mungkin hujan ya. Yang paling sering kita temuin di kehidupan sehari-hari. Kalau kasus lain mungkin sir tanaman di kebun mungkin atau semprot-semprotin burung ya. Ngapain ya? Semprotin mandiin burung ya? Iya mandiin burung. Di kotaknya ada nomor smart friend. Oke terus ada license by Qualcom. Apa ini? Kok ada penyusup sini? Bentar. License by Qualcom. Padahal di sini jelas tertulis Mediatch Helio G1. Kenapa license by Qualcom? Apa maksudnya ini? Ini ada tulisan kah? Tidak ada. Tidak ada keterangan apapun. Cuma license byik Qualcom aja enggak tahu maksudnya apa. Ada techno 12+ 1. Oke, ada petunjuk pengguna seperti biasa. Ada kartu garansi seperti biasa. Ada banyak juga ya. Ada casing pelindung casing silicon yang wuh ini modelnya lumayan beda nih. Dia ada lis-list warna putihnya dan cut out kameranya yang agak miring, enggak kotak full. Jadi kelihatan lumayan beda dia tipenya juga walaupun dari plastik tapi agak keras ya. Enggak bisa diilipat dengan gampang. Ada tekstur titik-titiknya juga tipis sih. Tipis banget sih. Agak susah kelihatan. Ada titik-titik kecil banget. Nah, ini kelihatan nih titik-titik super kecilnya. Detail yang mungkin enggak bakal disadarin dan enggak terlalu penting, tapi keren aja nunjukin kayak gini. Di dasar kotaknya ada kabel charger ini type A to type C. Oke, ada charger 45 wat. Ini portnya type A dan ada sim ejector yang lumayan unik ya. Wuh, lucu. Jadi dia bikin custom bentuk frame kameranya segitiga yang agak ngebulet, terus ada tulisan po dan ada jarum buat ngelihat sim tray-nya, buat keluarin sim tray-nya. Asik sih kayak gini bukan sekedar kawat-kawat doang, tapi ada pegangannya biar lebih mantap. Ya, kekurangannya adalah dia tidak punya lubang buat digantungin. Jadi, ada aja ya plus minusnya ya. Kritik. Terus kita posisiin license by Qualcom sepanjang video biar Mediatch agak panas dikit. Ini videonya Trension kok ada license by Qualcom. Saya juga mencari-cari ini license by Qualcom-nya di mana. Mari kita coba lihat dengan melihat desain HP-nya dulu. Harusnya enggak ada lisensi apa-apa sih di sini. Adanya hanyalah HP yang kelihatan keren sih kalau dari kamera gini. putihnya itu berasa elegan. Pantulannya juga mirip-mirip kayak nothing phone ya. Entah kenapa ini vibes-nya kok agak ada nothingting phone. Nothingting phone-nya ya, garis-garisnya. Terus di sini ada coba apa? Sekrup. Sekrup. Sekrup juga ada. Jadi ini ada nothingting phone warna putih. Kalau dibandingin gini emang enggak berasa jelas banget sih. Cuma saya pas pertama kali lihat ingatnya langsung si Notting Phone ini. Mungkin karena garis-garisnya terus warna putihnya lumayan khas. Ada sekrup-sekrupnya juga. Walaupun kalau sekali lihat orang yang enggak pernah lihat Nothing phone bilang ini miripnya enggak terlalu lah, Bang. Tapi itu feeling yang saya dapatkan waktu melihat desain dari Tech No Pova 7 ini. Dan mungkin itu bagus ya karena desain Nothingting Phone ini unik. Sekarang ada yang coba tiru-tiru. Di sini ada banyak Easter egg-nya ya, banyak desain cerdas atau unik yang si Pova ini gunakan. Misalnya di tulisan POVA ini kalau kita lihat dari angle kayak gini dia PA-nya jelas semua. Kalau kita lihat dari sudut yang agak miring P sama V-nya yang nyala. Kalau kita miringin lagi ini masih P sama V O sama A-nya yang nyala sekarang. Woduh, berasa tombol-tombol di PS gitu ya. Kayak baju yang saya pakai ini. Kebetulan enggak enggak sengaja sih I ya. PA-nya lucu sih. Niat banget dia bikin kayak gini. Ada motif-motif kayak sekrup juga. Walaupun saya enggak yakin ini beneran sekrup yang bisa dibuka buat ngebuka HP-nya. Biasa kan cuma cover doang. Ada tulisan 7000 mAh high density battery atau baterai yang kepadatannya tinggi. Walaupun saya gak dapetin vies yang padatnya tinggi sih, enggak kayak silikon karbon. Saya enggak yakin ya ini dia pakai baterai tipe silikon carbon karena dia lumayan tebal buat sebuah HP 7000 mAh di zaman sekarang. Di atas ini juga ada tulisan kecil NFC. Mantap. Dia punya fitur NFC. Terus ada apa ini? Desain by Techno. Oke, 07 seperti ROG. Sudah kalau ROG 06. Kalau si Techno ini 07. Terus dari kameranya dia bentuknya segitiga. Lumayan unik. Ada 108 megap kamera ini. Kameranya sisanya kamera gimmik. Dia enggak ada ultrawide dan LED flash. Jadi kalau dari desainnya Technopolova 7 ini jelas nargetin gamer banget sih. Ada motif-motif murnya, ada panah-panahnya, terus ada tulisan-tulisan kecilnya kayak ayo cari buat tahu detail-detail yang geek banget rasanya. Kalau dari warna sih putih bagus sih atau warna hitam ini juga bagus. Kalau hijau kayaknya udah keseringan lihat ya. Kayak si kamonnya juga warna hijau. Di sebelah kanan ada tombol power yang ngerangkap fingerprint, ada tombol volume. Di atas ada speaker, ada air blaster, sama ada mikrofon. Di kiri dia ada sim tray. Woh, mantap rasanya. Bukan pakai kawat-kawat doang. Sim tray-nya tipe yang bisa masuk dua kartu nano SIM dan 1 micro SD sampai 1 ter ya. Jadi dia triple slot. Di bawah masih ada headphone jack. Ini bakal menyenangkan buat yang masih pakai headset berkabel, terutama gamer. Ada mikrofon, ada port, dan ada speaker. Jadi speakernya sudah stereo, ada NFC, IR blaster, Gyo, Hardware. Fiturnya lengkap sih. Apa yang kurang dari HP ini bakal kita temukan sebentar lagi kalau kita hidupkan. Soalnya saya udah baca speknya dan agak beda sama si Comeon. Cuma kekurangan pertama kalau dibandingin sama si Comeon ini yang lebih mahal Rp500.000 Dari dimensinya POVA jelas lebih tebal. Selisihnya hampir 2 mm lah sementara. Tapi Comeon emang baterainya cuma 5.200 mAh. Cuma pakai tanda kutip karena 5.200 sebenarnya gede buat HP setipis ini. Bobotnya juga jelas lebih berat. Ini Volva lumayan 225 gr mirip-mirip iPhone Pro Max. Kalau si Comeon ini selisihnya 45 gr loh. Berasa banget bedanya. Jauh ya. Wow. Jadi dari genggaman jelas lebih nyaman si Comeamon tapi baterai ini monster. Sip. Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Techno Pova 7 yang sekali lagi langsung mengingatkan saya dengan UInya Nothing Phone. Ini mirip kayak Nothing OS sih dari font-font-nya, dari icon-iconnya yang ada putih, ada abu-abu gelap, ada orange. Ini sangat nothing fun sih. Tapi Tekno enggak meninggalkan estetic high OS mereka. Ya, itu pilihan aja yang mirip Nothing phone ini. Soalnya di awal setting tadi kita diminta buat milih mau iOS atau PUBG atau si namanya apa ini ya? Jadi di bagian setting ini di temanya ini oh ini namanya Vision Art. Jadi yang mirip Nothingting Phone ini namanya Vision Art. Ada temanya PUBG, ada temanya High OS juga yang bawaan TNO. Jadi dari icon dia udah berubah walaupun wallpaper-nya sama tulisannya mirip-mirip ya sampai ke widgetnya juga masih dipertahankan. Jadi itu pilihan aja estetiknya mau seperti apa. Cuma jadi fix sih kalau si Ova 7 ini lumayan keinspirasi sama si Nothing. Nothing. Bentar lagi katanya mau masuk Indonesia. L. Kalau dari ukuran layarnya sendiri dia punya ukuran 6,78 inci. Resolusinya full HD plus. Jadi dari tajam udah aman. Dari refresh rate juga udah enak 120 Hz. Tapi em gimana ya? Mungkin saya langsung menghadirkan Techno Comon 40 buat kasih perbandingan aja. Memang si Comeon lebih mahal 500.000 itu harus selalu diingat. Cuma rasanya beda kelas gitu ya dari beelnya, dari warnanya juga kalau buat saya si Teeknopova 7 ini agak sedikit puder gitu. Mirip kayak HP R,5 juta sampai R juta yang enggak terlalu cerah-cerah banget. Bahkan itel yang R1,3 juta yang kemarin kita bahas rasanya lebih keluar gitu warnanya. Si Poova ini rasanya masih agak sedikit kurang kurang cemerlang gitu. Ada ada istilahnya ya puder puder enggak puder banget tapi kurang sering aja rasanya. Enggak separah HP R juta yang udah pasti burik kayak si Redmi, tapi ini di tengah-tengah lah, enggak sebagus si Comeon atau Etel kemarin. Sama dari brightness juga kalau misalnya kita tembakin sinar matahari yang kencang, isi layarnya bakal susah buat kelihatan. Lebih mending daripada HP yang murah banget tapi enggak seterang si Comeon juga. Ini standarnya emang tinggi ya kita bandinginnya ya. Kalau misalnya cuacanya agak mendung atau kita pakainya di bawah atap indoor gitu, aman banget. Kalau dari software-nya sih mirip-mirip ya sama si Comeon karena dia emang sama-sama dari Tekno jadi enggak ada bedanya. Dari Techno AI juga dia masih ada sampai ke ela voice-nya juga dia masih ada. Call assistant dokumen assistant jadi udah lengkap mantap. dari mesin gternya dia juga enak buat nekannya lebih enak daripada si Comeon. Itu salah satu nilai plusnya. Mungkin karena si PoV ini lebih fokus ke gaming ya. Buat update OS-nya sendiri dia bakal dapetin sampai 2 tahun, dua generasi ke depan dan security pass-nya sampai 3 tahun. Sekarang kita cobain bagian yang paling kuat dari si Pova 7 atau nomor dua kuat karena nomor satu adalah baterainya. Spek buat gamingnya tentu saja kalau di kotaknya aja udah gambar PUBG udah pasti dia targetin gamer banget ya dari skor AnTutunya udah sesuai buat si Helio G1-nya R30.000. Tidak ada yang aneh sih kalau kita langsung cobain PUBG atau MLBB dulu gas aja deh. Kita cobain Mobile Legends dulu deh dengan license by Qualcom tentu saja entah kenapa ya. Ini ada si Comeon sama si hitam. WS keren sih kalau lihat kayak gini. Buat Mobile Legends di settingannya kita bisa pakai yang high aja sih paling tingginya. Wah, wah. Makan. Makan. Hah. Oke. Hai. Oke. Ini udah main sekitar 8 menitan udah keppush habis lagi kalah. Ini enggak tahu bisa comeback atau enggak. Feeling mainnya sih enak ya. Tapi keadaan pertandingan tidak menggambarkan feeling main ya. Karena feeling mainnya enak sih. Lancar, mulus, frame-nya stabil. Ayo gas gas. Ayo ayo ayo. Nah, gua harus di belakang lah. Oke, saya adalah penyebab tim ini kalah. Ah, K. Walah. Lah, ya. Ya. Oh, empat. Ayo, dua lawan satu. Nah, habisin. Nah, keluar enggak nih? Keluar enggak nih? Ayo, satu lagi nonton aja. Lancar sih kalau nonton sih 60 fps ini. Nonton berhara. Walah, ayo. Ya, hasilnya adalah kalah. Tapi gameennya enak kok. Kalau di PUBG grafiknya adalah smooth ultra. Aneh ya. Padahal dia kayak kerja sama bareng PUBG, tapi frame rate maksimal yang bisa didapetin oleh Ultra ini cuma 40 fps aja. Jadi kalau ngelihat pola dari MLBB yang cuma 60 terus PUBG cuma 40, kayaknya si Techno harus cepat-cepat optimalin si HP-nya buat nyambung sama game-game populer gini ya. Karena potensi dari Helio G1 ini lebih tinggi dari yang dikasih Pova 7 sekarang. Dia MLBB bisa nyaman di atas 60 bisa sampai 90. Kalau PUBG buat 60 gampang tapi masih kecap di 40 aja. Jadi semoga si tekno cepat update ya. Ini penting karena kalau saya lihat si POVA ini dari tadi cobain dia target utamanya itu gamer dari baterai, dari desain, dari kotaknya. fitur-fitur lain udah siap ya. Gero hardware buat aiming, buat stabilisasi kamera, buat yang lain-lain. Giro hardware udah ada buat HP R juta kecil mantap. Kalau buat fitur-fitur lain kayak steere speaker juga udah ready. Jadi tinggal software-nya aja sih buat gaming harus dioptimalin. Hap h buat Gensin udah aman juga ya. Helio G100 itu salah satu chipset yang belum pensiun pun tapi udah jadi legend karena selalu bisa diandelin dia performanya sangat bisa ditebak stabilnya terus dari suhunya juga sangat bisa e bikin tenang karena kalau kita lihat kamera thermal gini seperti Helio G99 G100 pada umumnya 42 43 derajat doang Jadi enggak salah juga kalau misalnya si Trension weh kok hilang ya? Kalau si Trension selalu ngandelin chipset yang ini ini lagi gini-gini lagi. Jadi buat Gensin sama seperti helio Helio G100 yang lain dia juga tetap nyaman walaupun enggak mulus-mulus banget. Grafiknya sendiri juga mirip di 30-an FPS kurang lebih sekitar itu. Rata-ratanya juga sama. Chipset Helio G100 juga karena temperaturnya enggak setinggi itu dia jadi enggak terlalu makan baterai juga enggak terlalu boros juga dikombinasiin sama baterai 7000 mAh di Pova 7 ini hasilnya udah saya coba, udah saya tes dan luar biasa sih dia. Gensin setengah jam cuma 6 sampai 7%. Mobile Legends setengah jam cuma 5%. Kalau buat streaming YouTube 1 jam cuma makan 5%. Jadi memang body yang gede, baterai yang gede di HP ini faedahnya sangat kuat sih. Speakernya bagus loh, detailnya enak. Emm, kerinting-kerintingnya jernih ya. Jarang-jarang ada HP R juta atau HP yang enggak terlalu mahal yang detailnya mantap. Hm. Oke, basnya sih enggak terlalu nendang ya. Kalau dari kencangnya juga enak, enggak terlalu ketinggian sampai pecah. 100% pun masih tetap kejaga. Apa tuh? Enggak distorsi-distorsi. Oke, saya kasih nilai delan lah buat HP ini. Kalau misalnya bass-nya lebih nendang lagi bisa lebih tinggi dari itu. Tapi ternyata bassnya enggak se mantap itu. Sekarang kita cobain kameranya. Sampai detik ini saya belum ngerti e maksudnya license by Qualcom ini ada maksudnya apa gitu qualcom-nya ya udahlah didus ya smart friend take no pubg dolb crafton enggak ada qualcomnya loh foto tanaman ini terus kita fotoin si camon tada buat kualitas kameranya di harga R juta kecil ya. Jepretan Technopova 7 udah bagus. Foto suasana terang kelihatan tajam. Pas kita switch ke lensa dua kali yang pakai digital zoom, dia tetap lumayan detail. Faedah sensor 108 megapel-nya berasa. Kalau soal warna, racikan Pofa ini kerasa kontras ya. Bagian bayangan lumayan pekat, lebih nampol. Cuma warna yang lain enggak senampol bayangannya sih. Tetap bagus. Buat foto-foto indoor pun masih bagus walaupun lebih mudah goyang. Harus lebih hati-hati aja. Sementara kalau foto malam warnanya masih oke sih, tapi detail udah turun jauh ya. Cek cek. Ini adalah hasil perekaman kamera depan dari Techno Pova 7 di resolusi 2K 30 fps. Mantap. Bisa di 2K resolusi yang tajam tapi dia jadi enggak ada stabilisasinya ya. Dia punya option stabilisasi. Nanti kita coba hidupin. Kita coba lihat dynamic range-nya dulu yang bisa nampilin muka dengan baik. Jelas warnanya bagus cuma langitnya jadi putih ya. Sampai gedung di belakang juga agak kalah jadinya. Sekarang coba kita lihat kalau kita aktifin mode stabilisasi kayak gini. Kalau mode stabilisasi dihidupkan langsung tidak banyak gempa ya. Langsung enak lihatnya. Tapi muka saya jadi lebih dekat karena dia pakai IIS gitu. Jadi dia harus nge-zoom in dan digoyang-goyangin pakai sistem software-nya. Lah memang lebih enak dilihat, tapi emang lebih sempit sih sudut pandannya. Jadi tangan harus agak dijauhin seperti ini. Nah, kalau gini oke. Kalau kualitas gambar masih mirip, tapi resolusinya emang turun ke 1080p ya. Jadi enggak setajam yang tadi. Cuma saya lebih senang yang kayak ginilah daripada gempa-gempa. Kesimpulan buat Techno Pova 7. Kalau punya duit lebih sih saya sangat saranin buat ambil seri common 40 aja. Soalnya selisihnya Rp500.000 tapi yang didapat juga jauh benar. Desainnya lebih enteng, lebih tipis, lebih ramah tangan. Ini ada kamera ultrawide juga. Ini kameranya satu aja yang main. Layar si Comeon ini juga amol, sementara layar IPS di PoV ini enggak secemerlang itu. Terus yang common ada OIS, dia tahan siraman air, IP66 lebih tinggi in display fingerprint. Comeon Ford ini emang layak buat jadi raja di kelas 2 jutaan. Sampai sekarang memang standarnya tinggi banget, tapi saya bandingin karena dia sama-sama take no ya. Pova 7 ini cocok kalau Anda butuh baterai monster. Mantap banget. Nafas 7000 mAh-nya itu benar-benar awet. Buat gamer bakal suka sih. Mesinnya pas buat gaming walaupun software-nya semoga bakal dapetin update. Semoga banget karena itu penting. Terus dia ada headphone jack lagi dan paling penting baterainya juga enggak habis-habis lagi. Dan tentu aja dia lebih murah R5 juta. Kalau Anda tahu apa yang dimau dari Pova 7, dia udah bisa bikin happy ya, plus bikin ngerasa bijak juga karena enggak buang-buang duit. buat sesuatu yang mungkin gak terlalu dibutuhin ya dari si Comeon ini. Kalau saya sih ya lagi-lagi ini. Tapi kalau misalnya mau hemat dan tahu apa yang di mau ini udah cukup. Demikian unboxing Gadgetin buat Techno Pova 7 license by Qualcom. Ada warna hijau, ada warna putih, dan warna hitam. Like kalau suka dengan video ini, dislike kalau enggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo. Asik ya ada qualcom-nya ya. Jarang-jarang trension Infinix Pad sih pakai Qualcom dia tablet Infinix 6 juta.

Lihat di YouTube