Bagai Kamera Pro dgn Fungsi Smartphone: REVIEW Huawei Pura 80 Ultra (YouTube Video)
Kamera smartphone ini bikin apotek pada tutup, gak ada obatnya. Keren parah. Dia punya telepiskop bukan cuma satu, tapi ada dua. Telenya juga panjang. Optical zoom sampai 10 kali. Nonton konser mantap banget. Kamera lainnya juga enggak kaleng-kaleng. Kamera utama 50 megapel tapi sensornya 1 inci yang ditemani dengan kamera ultra wide 40 megap. Ini bisa kami bilang adalah salah satu yang terbaik. Tapi apakah keunggulan cuma di kamera? Ternyata tidak. Langsung aja kita review Huawei Pura 80 Ultra. Huawei Pura ini adalah lini flagship-nya Huawei. Bisa dibilang ini adalah smartphone terbaik mereka untuk kategori nonfoldable. Kalau dulu namanya P series ya, sekarang sudah berubah jadi pura. Tahun kemarin Huawei hanya menghadirikan varian Huawei Pura 70 Ultra saja ke Indonesia. Tahun ini yang rilis resmi ke Indonesia ada dua, ada Pro dan ada Ultra. Untuk varian Basic kita tunggu aja kabar resminya ya. Nah, yang kali ini kita akan bahas adalah varian ultranya atau varian rata kanannya. Oke, langsung aja kita bahas. Mulai dari paket penjualannya tentunya dalamnya ada smartphone-nya, ada charger 100 wat. Jadi, ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya di sini. Lalu kabel USB type C 2C, ada hard case dan ada sim tray ejector. Nah, untuk desain satu hal yang langsung mencolok mata udah pasti adalah modul kameranya. Huawei sering banget jadi panutan karena berani menggunakan desain modu kamera yang berbeda. Termasuk di sini modul kameranya terasa sekali seperti sebuah pernyataan kalau ini rajanya kamera smartphone. Kesudaran bya sendiri terasa mewah ya saat digenggam ya dengan back cover dan layar yang punya lengkungan tipis-tipis di sisi-sisinya yang menarik. Meskipun mode kameranya begitu besar dan posisinya tidak di tengah tapi ternyata tidak terlalu goyang saat dioperasikan di atas meja seperti ini. Untuk material ini pakai kaca untuk backover dan frame dari metal. Pilihan warna ada dua, golden black dan prestige gold. Dia juga punya IP rating di IP68 dan IP69. 3163 mm, lebar 76,1 mm dan ketebalannya di 8,3 mm. Bobotnya 234 gr. Di sisi kanan kita lihat ada tombol power yang merangkap sebagai fingerprint scanner, tombol volume up and down, dan dua garis antena. Di atas ada lubang mikrofon, grill speaker, dan dua garis antena. Di kiri ada dua garis antena. Di bawah ada SIM tray untuk dual SIM, ada lubang mikrofon, port USB 3.1 gen type C, lalu ada grill speaker. Untuk speakernya sendiri ini udah kelas flagship ya. Suaranya lantang, detail oke, dan bassnya juga berasa. Nah, ini layar 6,8 inci LTPO OLED. Resolusinya 2848 * 1276 pikel. Refresh rate 120 Hz adaptif. Brightness kalau claim Huawei, smartphone ini punya peak brightness 3.000 nits. Kalau dari pengujian kami, dia bisa mencapai 616 nits indoor dan 1616 nits simulated outdoor. Untuk color gamut ada dua mode warna normal yang diarahkan ke 100% sRGB dan ada vivit yang mengarah ke 100% DCIP3. Layarnya pakai second crystal armor con loan glass yang disebut 25 kali lebih kuat dan 16 kali lebih tahan gores dibandingkan kaca biasa. Layar ini support always on display dengan beragam pilihan termasuk wallpaper AOD dan di sini juga ada opsi untuk selalu menyala. Basel layarnya udah super tipis dan penampilan terlihat lebih elegan di sini. Di basel atas ada sebuah earpiece dan di bawahnya ada kamera selfie 13 megapel bukan F2.0 tentunya autofokus berkaman video sampai dengan 4K 60 fps. Nah ini kamera utamanya 50 megapel telefoto kamera dengan optical zoom 3,7 kali F2.4 4 autofocus optical image stabilizer. Perkelaman video up to 4K 60 fps. Lalu ada 12,5 megapel telefoto kamera dengan optical zoom 10 k f.6 autofokus optical image stabilizer. Nah, yang satu ini dirancang Huawei hanya untuk foto. Untuk video sayangnya belum bisa. Kalau dia nge-zoom pakai video di atas 3,7 kali, dia pakai digital zoom dari kamera yang 50 megapel tadi. Lalu ada 50 megapel ultra lighting HDR kamera sensor 1 inci bukan F1.6 sampai F4.0 ya. Ini variable aperture ya. autofokus dan optical image stabilizer tentunya ada perekaman video up to 4K 60 fps. Untuk ultra wide angle kameranya ini 40 megapel bukannya F2.2 tentunya autofokus dan perkaman video lagi-lagi 4K 60 fps. Di sini ada juga ultra chroma kamera untuk mengukur warna dan ada infrared blaster lalu ada LED flash. Nah untuk fit-fit kamera ada banyak. Cek aja di menu kameranya berikut ini ya. Nah, Huawei suka banget nih menguji kamera mereka melalui DXO Mark. Dan hasilnya untuk saat ini Huawei Pura 80 Ultra punya skor tertinggi saat video ini dibuat. Nah, menurut Huawei, kamera smartphone ini dilengkapi dengan hardware TCG HDR real time dengan dynamic range super luas sampai dengan 16 EV. Ini diklaim 15 kali lebih tinggi dibandingkan Pura 70 Ultra dan setara dengan kamera DSLR. Pada praktiknya untuk foto maupun video dan mic rance-nya memang terlihat baik sekali. Nah, mau lihat secanggih apa kameranya? Buat hint aja. mengutip dari teman saya yang fotografer profesional setelah nyobain Pura Ultra di Pagelaran Sabang Merauke, dia bilang bahwa pakai Pura Ultra ini rahasia seperti pakai kamera DSLR yang kebetulan punya fungsi smartphone. Oke, di tangan saya kali ini sudah ada Huawei Pura 80 Ultra nih, Teman-teman. Jadi, kita mau lihat kemampuan kamera seperti apa. Jadi, untuk pengujian kali ini saya bareng sama Nan. Jadi, sampel-sampelnya nanti ada bareng sama dia juga. Saya sempat bawa ke konser Jumbo, dia sempat bawa ke event apa tuh kemarin? Sabang sampai Merauke 2025. Jadi kita langsung tes untuk konser atau festival seperti apa ya. Luar biasa. Langsung aja kita mulai. Satu hal ya yang langsung kita notice kamera selfie-nya ini atau kamera depannya lumayan spesial ya karena dia punya autofokus. Jadi untuk vlogging atau video presentasi talking head mau ngasih lihat produk ke dekat kamera ini bisa banget nih kamera selfie autofokus mantap semuanya ya. Kameranya auto fokus ya. Kamera depannya auto fokus ultrawide auto fokus. Kamera ta juga auto fokus ya pastilah. Tapi yang spesial nih, kamera selfie-nya autofokus. Nice. Kalau untuk hasil videonya sendiri, ini udah stabil ya untuk semua kamera dan untuk semua resolusi. Dari segi kualitasnya sendiri juga sudah bagus bangetlah. Namanya juga flagship. Dan yang kami suka smartphone ini punya warna yang konsisten antar kameranya. Bahkan tuningan warna di kamera selfie pun juga terbilang mirip dengan kamera belakangnya. Lalu untuk kemampuan dynamic range ini juga sudah tergolong mantap. Informasi di area gelap dan terangnya dapat diseimbangkan dengan baik. Dan ini bukan cuma di kamera utamanya ya, tapi di kamera ultra wide, tele, bahkan selfie-nya pun juga sama. Dan yang kami suka lagi adalah efek bokai natural dari kamera utama dan telefotonya. Beh, sadis bener. Gimana? Kalian setuju enggak? Lanjut ke video malam hari. Di sini terlihat kualitas perekaman videonya. Untuk kamera selfie-nya masih bisa ditangkap dengan baik. Begitu juga di kamera utamanya. Detail video pasti dapat dipertahankan dan noise di video juga enggak terlalu kentara di sini. Untuk kamera ultra wide di sini udah kelihatan turun kualitasnya. Bagian wajah terlihat soft dan noise juga mulai terlihat di sini. Sementara untuk kamera telinya aman dengan detailing masih dapat terjaga dengan baik di sini. Menariknya meski kita merekam di 60 fps, hasil videonya masih bisa terang. Luar biasa untuk semua kameranya loh ya tanpa terkecuali. Untuk cheater stabilizer masih bisa terlihat tapi bagi kami ini masih di level yang wajar. Kita sudah coba di semua kameranya ya, dari kamera selfie-nya, kamera ultrawide, kamera utama, dan telinnya juga. Nah, sekarang kita bahas hasil foto-fotonya. Bagi kami enggak banyak sih bisa diprotes. Hasil fotonya secara mendasar itu sudah luar biasa. Apalagi kamera tele, kami sempat nyobain nonton Pagelaran Sabang sampai Merauke dengan smartphone ini dan hasilnya luar biasa. Salah satu kemampuan kameranya Huawei Pura 80 Ultra ini pas lagi nonton konser ini adalah kemampuan face detection-nya. Jadi kalau misalnya mau merekam orang lagi di konser seperti ini, di kondisi sulit seperti ini pun face detection-nya itu bisa bekerja dengan cepat dan akurat ya. Jadinya dia bisa langsung menyesuaikan lightning sekitar supaya lebih bagus. Luar bias lah kameranya ini. Mau foto mau video itu praktis banget untuk konser seperti ini. [Musik] Nah, enggak cuman pagelaran ini, bahkan kita juga sempat bawa smartphone ini untuk nonton konser jumbo juga. Selain untuk bisa zooming jarak jauh seperti ini, kamera telenya juga ada yang kami suka nih, yaitu kemampuan telemakronya yang super dekat. Gimana? Gokil enggak kalau dibilang ini adalah kamera telefoto terbaik di smartphone saat ini? Kami sih setuju ini gila banget. Kamera telenya gila banget. Kemudian hal lain yang kami suka adalah kamera ini punya tombol shutter yang responsif. Jadi, kita bisa bikin foto yang beruntun dengan nge-spam tombol shutter dari smartphone seperti ini. Biasanya di beberapa smartphone lain setelah jepret foto beberapa kali itu bisa lagging, tapi di sini bisa lancar terus. Ditambah lagi hasil jepretan dari smartphone ini bisa dibilang jarang sekali blur. Objek bergerak masih bisa dapat loh. Selama bukan di ruangan yang super gelap sih masih aman. Untuk fitur-fitur ekstra di sini ada mode pro untuk foto dan video. Mode ini berlaku untuk kamera utama ultrawide dan kedua kamera tel-nya. Untuk kamera selfie sayangnya belum bisa. Selain bisa setting manual ISO dan shutter speed, di mode ini kita juga bisa mengatur manual aperture dari kamera utamanya ya. Karena ini kan punya variabel aperture ya dari f1.6 sampai F4. Untuk pengaturan variabel aperture ini enggak cuma di mode pro ya, tapi di mode aperture itu juga ada untuk pengaturannya. Kemudian ada slow motion 1080p 240 fps di sini dan bisa 960 fps. Tapi ini interpolasi. Oke, kesimpulan tentunya enggak ada kamera yang sempurna ya. Ada beberapa hal yang menurut kami masih perlu ditingkatkan lagi oleh Huawei, terutama dari segi UI kameranya sendiri seperti belum ada opsi rasio 16 menit 9 untuk foto. Kemudian untuk mengganti resolusi pada video masih perlu beberapa langkah terlebih dahulu. Cara gantinya juga redundant ya, bisa dari menu atas tapi swipe dari menu bawah juga bisa. Dan kedua cara ganti resolusi ini masih belum tergolong praktis sih. Lalu kami juga menemukan saat zooming jauh seperti ini di kiri atas akan ada preview versi lebarnya. Tapi untuk saat ini titiknya tuh belum akurat. Tapi balik lagi itu kami sudah level need picking sih yang mungkin untuk mayoritas pengguna gak terlalu mengganggu juga. Overall bagi kami kemampuan kameranya termasuk yang sadis mulai dari efek bok naturalnya, lalu dual periscopnya yang gokil hingga hasil foto-fotonya yang weh gila bangetlah ini. Setiap jepretan fotonya berhasil membuat kami terkesan. Buset dah, kamera smapot sudah bisa sejauh ini ternyata. Mau di Lightinga, lighting rumit seperti konser sekalipun, kameranya bisa menghasilkan foto dan video yang bagus. Terima kasih Huawei sudah berusaha menembus batas inovasi pada kamera smartphone seperti ini. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, lanjut untuk SOCnya. Saat kami cek smartphone-nya menggunakan SOC Kirin 9020 dari Huawei. RAM 16 GB storage 512 GB UFS. Dari pengujian kami, Antutu 10 skornya bisa mencapai Rp1.160.000-an. Gig 6 single core di 1277, multiore di 4.499. Untuk stabilitasnya saat kami tes dengan 3m w life stress test tanpa kipas hasilnya ada di 32,3% dan bisa naik ke 96,7% kalau dikipasin. Nah, kalau untuk gaming kita coba dari Mobile Legends dulu ya. Setting grafis terbuka itu adalah ultra 120 fps. Saat game dijalankan, refresh layarnya ternyata otomatis turun ke 90 Hz. Jadi frame rate yang didapatkan mentok di 90 fps. Lalu untuk Impact saat kami traveling selama setengah jam dengan setting highest 60 fps, frame rate yang didapatkan ada di kisaran 55 sampai 60 fps dengan average di 59 fps. Suhu body juga terpantau aman di sini ya. Di layar suhunya hanya sekitar 41 derajat celcius di area tengah. Back cover-nya hanya mencapai 40 derajat celcius di area dekat modul kamera. Enggak disangka ya performanya bisa sebagus ini. Tadinya kami skeptis karena SOC-nya bukan yang paling modern. Benchmarknya juga kayaknya enggak hebat-hebat amat. Tapi ternyata di game berat frame rate-nya bisa tinggi dan stabil. Suhunya juga enggak panas. Untuk Gensin Impact dia sangat layak dapat ranking S. Untuk baterai 5.170 mAh. Untuk lokal video playback 1080p dia bisa bertahan hingga 19 jam. Oh okelah. Tepatnya 18 jam 58 menit. Kalau kita pakai buat scrolling TikTok selama setengah jam baterai berkurang sekitar 4%. Nah, untuk charging menggunakan 100 watt Huawei Superchge saat kami tes charger bisa mengisi dari smartphone dari 0 sampai 50% itu dalam waktu 16 menit. Sementara dari kosong sampai penuh hanya butuh waktu 46 menit. Oh ya, smartphone ini juga support wireless charging sampai 80 wat. Untuk kontivitas sayangnya masih terbatas sampai 4G ya. Wii-nya Wii 7, Bluetooth 5.2, NFC ada, dan bisa emulasi akses card. Dia juga support display output via USBC. Untuk security dia ada fingerprint scanner dan face unlock. Untuk OS dia pakai EMUI 15.0.0. Untuk update, sayangnya saat video yang dibuat kita belum dapat kepastian dari Huawei. Nah, untuk fitur-fitur di sini ada AI remove yang bisa menghapus objek dari foto seperti ini. Lalu ada AI best expression yang memungkinkan kita untuk memilih ekspresi wajah. Kemudian ada AI gesture yang memungkinkan kita untuk mengendalikan smartphone dengan gesture tangan. Contohnya untuk scrolling, kita bisa melambaikan tangan dari bawah ke atas untuk scrolling ke bawah dan sebaliknya. Bisa juga untuk screenshot dengan perlihatkan telapak tangan ke arah kamera kemudian beralih ke posisi menggenggam. Nah, untuk urusan harga sayangnya masih belum di-reveal oleh Huawei saat video ini dibuat. Jadi, tunggu aja launching resmi mereka tanggal 17 September 2025 mendatang. yang bisa kami katakan untuk sekarang harga Indonesia kemungkinan besar akan lebih murah dibandingkan negara lain yang sudah launching. Nah, di awal penjualannya Huawei mengadakan promo yang total bonusnya hingga Rp10 juta. Ada gratis Huawei Watch GT5, Trade Cashback, bank cashback, dan Tiket.com cashback. Selain itu, Huawei juga kasih layanan tambahan lewat Huawei Care Plus selama 1 tahun. Konsumen akan mendapatkan perlindungan untuk kerusakan terhadap layar dan bagian belakangnya dengan biaya yang sangat terjangkau. Nah, promosi ini berlaku hingga 17 Oktober 2025. Oke, selain varian ultra, Huawei juga menghadirkan Huawei Pura 80 Pro dengan spesifikasi yang mirip dengan varian ultranya. Layarnya juga sama-sama 6,8 inci LTPO OLED. Setup kamera juga mirip. Punya kamera utama 50 megapel dan sensor 1 inci yang ditemani dengan kamera ultrawide 40 megapel. Bedanya kalau di Ultra punya dua teleperiskop, varian Pro ini hanya dilengkapi dengan satu telepis 48 megapel dengan optical zoom di empat kali. Untuk kemampuan kamera telnya memang belum sehebat varian ultra, tapi bukan berarti hasilnya jelek dong. Ini perbandingan hasil foto dari varian Pro dan ultra. Bagaimana menurut kalian? Nah, kalian tinggal tentukan sendiri seberapa butuh kalian dengan zoom jarak jauh seperti ini. Untuk harga ini juga belum di-reveal ya, tapi akan rilis bersamaan di 17 September 2025. Tapi ya tentunya ya harusnya versi yang pro ini akan lebih terjangkau dibandingkan yang varian ultra. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, buat yang butuh aplikasi Google, sayangnya belum berjalan dengan natif di sini. Lalu, konektivitas ini masih 4G. Kemudian performa baterainya belum tergolong yang super-super awet. Tapi untuk penggunaan sehari-hari harusnya sudah mencukupi. Lalu SOCnya bukan yang terkencang, tapi untuk pekerjaan berat seperti merekam video 4K terus-terusan masih aman. Gaming berat juga masih aman. PR Huawei ini lebih ke arah baterai aja sih. Mungkin perlu dioptimalkan lagi entah dari SOC atau dari OS-nya. Kemudian saat zoom 10 kali di mode foto dari hasil tes kita merasukkan ada sedikit delay ini karena mekanisme optical zoom 10 kalinya menggunakan motor di dalam modul kameranya. Jadi enggak perlu khawatir. Ini bukan rusak, memang mekanismenya Huawei seperti itu. Kemudian bobotnya yang memang cukup berat. Nah, dari segi kelebihannya kemampuan kameranya level flagship atau mungkin benar ya level DSLR sebetulnya ya. Dan dia punya dua kamera periscop dengan optical zoom 3,7 kali dan 10 kali terutama untuk foto ya. Untuk sebuat perkemaran videonya itu juga sampai 4K60 di semua kamera. Lalu stereo speakernya ini kualitasnya mumpuni banget. Lalu charging juga terlalu kencang bisa 100 watt atau 80 watt wireless. Bodinya solid banget. Frame juga udah metal ya. Layarnya adaptif hingga 120 Hz. Brightness layarnya tinggi, support display output pula. RAM dan storage-nya langsung besar. NFC-nya sudah support emulasi akses card dan dia punya IP rating di IP68 dan IP69. Ya, Huawei Pura 80 Ultra ini adalah smartphone dengan kemampuan kamera paling mumpuni yang bisa kita temui di pasaran saat ini. Apalagi kamera telennya yang bisa optical zoom sampai 10 kali membuat smartphone ini cocok banget. Mungkin yang paling cocok untuk dibawa nonton konser. Bisa kami bilang bahwa ini rajanya kamera konser saat video ini dibuat. Selain kemampuan kameranya yang gila, ini juga cocok untuk kalian yang ingin merasakan smartphone terbaiknya Huawei. Desain mewah, layar keren, performanya ternyata masih sanggup juga untuk game berat, speakernya bagus, charging kencang, after sales kelas atas. Akhir kata kalau kalian mencari sebuah smartphone dengan kamera yang oke banget, keren banget untuk saat ini rasanya Huawei Pura 80 Ultra ini sangat sayang untuk dilewatkan. Saya D Irfan Jaka Dib TV. H
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Membuat konten liputan di lapangan sendirian tanpa bantuan kru sering kali menjadi momok bagi para kreator, terutama dalam menjaga kualitas visual dan audio agar...
Pasar ponsel lipat mendadak gempar lewat gebrakan Huawei yang sukses mencuri start dari Apple lewat lini terbarunya, Pura X Max. Kehadiran gawai futuristik ini...
Tren berolahraga luar ruangan kini memicu pergeseran minat dari TWS konvensional ke perangkat Open-Ear Headphones (OWS) demi faktor keamanan dan kenyamanan telinga....
Mencari smartwatch ideal di rentang harga 3 jutaan sering kali berujung pada kompromi antara fitur kesehatan yang akurat atau desain yang modis. Namun, Huawei Watch...
Pasar smartwatch kembali diguncang oleh lini terbaru Huawei yang berani menyematkan fitur pelacakan kesehatan tingkat lanjut, termasuk indikator risiko diabetes. Di...
Dunia wearable baru saja kedatangan standar baru lewat kehadiran lini Huawei Watch Fit 5 Series yang diklaim mampu mendeteksi risiko diabetes secara dini. Jam...
Pasar smartwatch kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru Huawei yang berani menantang dominasi Apple Watch dengan harga jauh lebih ramah...
Pasar smartwatch premium kini kedatangan penantang serius yang siap mengacak-acak dominasi merek besar lewat lini HUAWEI WATCH FIT 5 Series. Perangkat cerdas ini...
Kehadiran Huawei Watch Fit 5 Pro menandai babak baru dalam evolusi perangkat sandang kesehatan dengan membawa fitur pemantauan risiko diabetes langsung ke...

















