Bagus sih.. Tapi yaa gitu aja... - Review Samsung A56 (YouTube Video)
[Musik] Sampai detik ini, salah satu brand yang masih konsisten dalam waktu peluncuran smartphone-nya adalah Samsung. Gimana kalau kita perhatikan Samsung Galaxy A56 ini dirilis tepat 1 tahun setelah Galaxy A55 dirilis tahun lalu. Berbeda dengan beberapa brand seperti Oppo dan Vivo yang merilis smartphone mereka hanya selang beberapa bulan saja. Di satu sisi, cepatnya waktu rilis sebuah smartphone bikin kita sebagai gadget antusias merasa senang karena selalu dikasih pilihan-pilihan yang baru. Tapi di sisi lain sebagai konsumen kita terkadang merasa kesal gitu karena HP kita terasa begitu cepat dilupakan gitu. Sayangnya waktu perilisan yang tepat 1 tahun tidak membuat HP baru dari Samsung ini terlihat berbeda secara signifikan. Karena kalau kita perhatikan HP ini masih mirip dengan Samsung Galaxy A55, terutama soal build quality dan feels waktu dipegang. Yang berbeda mungkin hanya modul kameranya yang mana kameranya berada di dalam frame memanjang. Selain itu, HP ini nyaris identik dengan Samsung Galaxy A55. Samsung Galaxy A56 dijual dengan harga R jutaan dan di harga segitu HP ini masuk ke kelas premium midrange. Walaupun masuk ke kelas premium ternyata kesan mewahnya tetap terasa. Fils waktu pegang HP ini tuh rasanya 1112 dengan waktu kita pegang Samsung Galaxy S25 Ultra ya. Artinya memang kesan mewah yang dijual oleh mereka. Oppo Reno 13 juga punya pendekatan yang sama karena build quality HP tersebut menurut saya sama baiknya dengan Samsung Galaxy A56. Tapi pendekatan berbeda dilakukan oleh Vivo V50 yang kita tahu HP itu masih menggunakan frame plastik walaupun punya layar dan bagian belakang yang melengkung. Satu hal yang saya benci banget sama Samsung Galaxy A56 adalah it's [ __ ] slipery. Anjay. Habis makan pizza tadi gua tiba-tiba eh pizza mah Itali ya. Harusnya bahasa Itali dong. Udah enggak kehitung berapa kali apa ini hampir jatuh baik itu deat meja atau saat keluar dari kantong. Dan ini adalah sebuah keajaiban di mana HP ini tidak jatuh sama sekali saat saya pakai gitu. Lapisan elopic coating-nya juga saya rasakan di bagian backover ya. Mungkin itu salah satu alasan kenapa HP ini tuh kerasa licin banget gitu. Jadi saran saya sebaiknya kalau kalian beli langsung aja dipasangin casing yang sayangnya itu tidak kita temukan dalam paket penjualan. Ternyata ada satu lagi yang bikin saya agak kurang suk sama HP ini, yaitu posisi lubang USB type C dan SIM tray. Di mana kedua bagian ini terlihat tidak simetris. Ya, ada satu lagi yang saya sayangkan, yaitu hilangnya slot micro SD di dalam SIM tray-nya. Buat sebagian orang, mungkin ini bukan sebuah hal yang mengganggu mengingat storage dari HP ini lumayan besar. Tapi masalahnya kebutuhan setiap orang tuh beda-beda dan saya adalah salah satu user yang butuh banget storage yang sangat besar. Untuk layar Samsung Galaxy A56 punya layar berukuran 6,7 inch dengan panel Super AMOLED. Layar DP ini lebih besar sedikit dibandingkan generasi sebelumnya. Soal kualitas dari Super AMOLED sendiri ya kayaknya enggak perlu diceritain lebih banyak ya karena memang panel jenis ini adalah salah satu yang terbaik yang ada di smartphone. Walaupun posisinya mungkin ada satu tingkat di bawah layar flagship Samsung. Tapi layar di HP ini menurut saya udah sangat-sangat bagus sekali ya dengan refresh rate 120 Hz. beratnya ya lumayan tinggi sampai 1900 nits dan tentu saja sudah support HDR 10 Plus. Responsivitas layar juga bagus dan layar ini juga ternyata udah punya sertifikasi ICE dari SJS yang menjamin mata akan tetap nyaman ngelihat selayar walau digunakan dalam waktu yang lama. HP ini pakai SOC baru buatan Exyos yaitu Exyos 1580 dengan dukungan GPU XClipse 540. Angka-angka yang didapat dari aplikasi benchmark juga menurut saya lumayan tinggi. Walaupun kita bisa dengan mudah menemukan smartphone lain di range harga yang sama dengan performa yang jauh lebih kencang daripada HP ini. Menurut saya mungkin performa di HP ini adalah be minimum untuk sebuah smartphone yang nyaman buat digunakan. Untuk performa Oppo Reno 13 menurut saya lebih ngebut daripada HP ini. Untuk Anutu HP ini dapat angka 800 atau hampir R900.000-an ya. Untuk performa single core-nya sendiri di aplikasi Geekbench dia dapat 1353 dan performa multior-nya ada di 3744. Performa SOC di HP ini juga cukup stabil karena saat pengujian tidak terlihat ada gejala throtling dengan tingkat stabilitas di 94%. Untuk experience penggunaan casual saya tidak nemu ada masalah karena semua berjalan lancar, smooth, dan nyaman. Untuk bermain game juga sebenarnya saya enggak nemu ada kendala. Main game ringan kayak Smash Legend atau Huner Kings terasa cukup smooth gitu. Untuk smash Legend tentu kita bisa set ke settingan grafis rata kanan. Nah, untuk Hark King sebenarnya berjalan sangat lancar, cuman kita hanya bisa nge-set grafis di level 4 aja. Kayaknya memang GPU yang dipakai di HP ini tuh masih tergolong baru, jadi belum optimal di game ini gitu. HP ini juga sebenarnya lancar buat dipakai main game berat ya. Main game Sin Impact juga dia bisa dengan settingan medium di mana di settingan tertinggi juga sebenarnya dia bisa cuma kerasa agak enggak nyaman aja gitu karena akan terasa sedikit patah-patah dan banyak frame drop-nya gitu. Yang saya sayangkan, HP ini hampir enggak bisa dipakai buat main game Call of Duty Warzone. Sebenarnya sampai masuk ke dalam game, HP ini masih bisa, tapi saat dimainkan terlalu banyak glitch dan error gitu. Si GPU itu kelihatan gagal buat ng-render si game gitu. Saya udah coba set grafis ke tingkat paling rendah sekalipun, tapi masalah ini masih terjadi. Sekali lagi ada kemungkinan bukan karena raw power GPU yang kurang ngebut, tapi lebih kepada GPU ini yang kurang optimal sama si game-nya. Untuk RAM di HP ini tergolong kecil untuk sebuah HP dengan harga hampir Rp juta. RAM-nya cuman 8 GB. Untungnya kita bisa naikin si RAM dengan bantuan virtual RAM hingga 8 GB lagi. Sedangkan untuk storage lumayan besar yaitu 256 GB. Sayangnya buat saya ini masih terlalu kecil karena seperti yang kalian lihat saya sudah menggunakan storage ini hampir setengahnya gitu. Padahal saya baru instal beapa games dan belum cukup banyak ambil foto dan video loh. Untungnya kecepatan baca tulis si storage ini ngebut ya, karena dia udah pakai storage berjenis UFS 3.1 dengan kecepatan tulis di 492 MB/s dan kecepatan baca di 917 MB/s. Jadi untuk storage yang terasa pas-pasan ini sedikit termaafkan. Untuk konektivitas HP ini lengkap mulai dari konektivitas 5G, WiFi 6, Bluetooth 5.3 dan NFC. Sayangnya USB yang dipakai di HP ini masih versi 2.0 yang kalau kita pakai buat transfer data langsung dari handphone ke komputer akan terasa lambat. Selain sudah mendukung konnitivitas 5G, HP ini juga udah support eIM dan bisa menampung dua eM sekaligus. Jadi kalau kalian enggak mau pakai SIM yang fisik nano SIM itu, kalian bisa pakai isim lebih simpel. Untuk speaker tentu aja dia punya setup du speaker berlabel Dolby Atmos dengan kualitas suara yang menurut saya bagus, lumayan tebal dan cukup kencang. Suaranya enggak pecah saat volumenya kita mentokin. Terakhir untuk durability. Samsung Galaxy A56 juga punya sertifikasi IP67 yang bikin dia bisa diajak berenang selama 30 menit di kedalaman 1,5 m. Anti air dia. Samsung Galaxy A56 pakai Android 15 dengan tampilan termuka One UI 7. Kayaknya saya juga enggak perlu cerita banyak soal experience menggunakan UI ini ya. Karena menurut saya ini salah satu UI yang paling nyaman dan paling Ichy yang pernah saya pakai. Walaupun ada beberapa fitur yang krusial yang saya tidak temukan di UI HP ini ya, seperti memindahkan, menghapus, atau uninstal beberapa shortcut sekaligus dia enggak bisa. Seandainya XOS-nya Infinix punya tampilan seperti One Ui, saya juga mungkin akan memaklumi. Tapi nyatanya kan enggak ya. Sementara untuk baterai saya merasa tidak ada yang spesial dari HP ini. Samsung Galaxy A56 itu punya baterai berukuran hanya 5000 mAh dengan dukungan fast charging 45 watt. Saya sematkan kata H-nya karena ukuran segini bukanlah ukuran yang besar untuk sekarang. Kita bisa lihat brand-brand lain tuh udah mulai menjadikan 6000 mAh sebagai ukuran standar pada baterai smartphone mereka. Untungnya daya tahan baterai di HP ini menurut saya lumayan oke ya, karena dalam pengujian dia bisa bertahan hingga 15 jam di skenario penggunaan nonstop. Fast charging di AP HP ini juga cukup bisa berjalan dengan baik ya, di mana dia bisa mengisi baterai dari 0 sampai 100% dalam waktu 1 jam lebih sedikit. Lanjut ke kamera. HP ini punya setup kamera yang menurut saya cukup standar. Maksudnya tidak overwhelming dan tidak menjual angka ratusan megapel gitu. Kamera utamanya beresolusi 50 megapel dan sudah dilengkapi dengan OIS. Lalu kamera keduanya kamera berjenis ultrawide beresolusi 12 megapel. Dan kamera ketiganya adalah kamera makro beresolusi 5 megapel. Sedangkan kamera depannya sendiri beresolusi 12 megapel. Secara umum kamera utama HP ini bisa nangkap foto yang bagus dengan warna yang sedikit mengalami enhancement gitu tapi tetap kelihatan natural gitu di kondisi cahaya yang terang. Detailnya juga cukup oke dengan warna yang vibrant ya. Kamara ultrawide-nya juga cukup oke buat ngambil foto dengan sudut pandang yang lebih luas. Performa di kondisi lol juga tergolong bagus dan bisa lebih bagus lagi dengan e night mode. Dengan night mode, foto jadi lebih tajam, minim noise, dan dynamic range-nya tuh lebih baik gitu. Hanya saja foto llight dari lens ultrawide-nya eh kalah tajam dibandingkan kamera utamanya. Terus tone warnanya juga sedikit berbeda, terutama dalam kondisi low light. Untuk kamera depannya foto selfie-nya juga kelihatan bagus walau resolusinya hanya 12 megapel. Hasilnya oke, detailnya tajam, dan eming race-nya juga lumayan oke, dan warnanya juga akurat menurut saya terutama soal skin tone-nya ya, di mana saya suka banget karena muka saya itu enggak lantas jadi pucat atau jadi kemerah-merahan gitu. Kualitas perekaman video di kamera depan dari handphone seharga R jutaan ini menurut Bagus. Maksudnya bagus aja gitu enggak enggak pakai bagus banget kameranya. Ee enggak auto fokus ya dia fix fokus. Vokaleng-nya enggak terlalu lebar. Jadi tangan saya udah cukup jauh supaya supaya framming-nya bisa bagus kayak begini. Jadi enggak terlalu dekat kayak gini kualitas suaranya. Seperti yang kalian dengarkan sekarang, dia bisa ngambil foto saat kita merekam video. Terus dia juga flip ke kamera belakang saat merekam video. Jadi walaupun kita udah dalam kondisi nge-record ya, kita bisa nge-switch gitu. Enak kan? Eh. Nah, jadi kalau mau bikin sampel kayak gini untuk nge-switch ke kamera belakangnya, saya enggak perlu pusing. Saya tinggal nge-switch terus saya tinggal balik. Nah, ini adalah kualitas kamera belakang dari handphone ini. Percaya atau enggak, kemampuan untuk nge-switch kamera pada saat ng-record itu enggak banyak yang bisa loh. Saya belum nemu handphone apa lagi yang bisa kayak gitu. Kayaknya Samsung doang di luar ini akan kepakai atau enggak sama kalian. Tapi yang pasti fitur ini asik. Apalagi kalau kalian mau nge-vlog gitu ya, terus bercerita tentang sesuatu yang ada di depan kalian kan agak repot kalau kita harus membelakangi gitu kan. Nah, cara paling gampang adalah tinggal nge-switch aja si kameranya ke kamera belakang. Dan ini keren menurut saya. Videonya tajam, eh, warnanya oke, dan migrang-nya kalian bisa lihat langit masih kelihatan. Terus kalau saya mau bercerita tentang apa yang saya lihat misalkan hijau-hijau begini asik banget kan? Dan kalau bal switch lagi ke depan. Eh, pokoknya saya suka handphone ini. Cuma ya itu harganya Rp7 juta. Harganya itu mirip-mirip kayak Oppo Reno 13 sama V 40 ya kalau enggak salah. Tapi kayaknya V40 enggak nyampai segitu deh. Intinya adalah ini salah satu pilihan midrange premium yang solid menurut saya. Jadi kalau kalian nyari handphone dengan range harga R jutaan tapi pengin punya handphone yang solid baik itu penggunaan performa foto dan video A56 ini salah satu pilihan yang oke. Silakan dibeli. Jadi kesimpulannya menurut saya Samsung Galaxy A56 ini adalah HP midrange dengan paket yang lengkap ya. Desainnya cakep, enak dipegang dan kerasa mewah banget. Terus layarnya Super AMOLED yang manjain mata banget gitu. Performa juga lumayan ngebut buat penggunaan casual atau buat main game gitu. Baterainya juga awet dan ngecasnya juga lumayan ngebut. Kamera belakang juga menurut saya bagus. Sayangnya kamera depannya resolusinya turun ya. Karena A55 ton lalu itu punya kamera depan 32 megapel dan hasilnya bagus banget menurut saya. Satu lagi yang bikin tenang Samsung ngasih jaminan update software sampai 6 tahun security update dan 6 kali update OS gitu. Ini yang enggak akan kalian temukan di brand lain. Enam kali update OS, coy. Kekurangannya mm paling desain yang licin. Naudubillah minzalik ya. Licin ya. Terus enggak ada slot micro SD terus masih pakai port USB yang agak jadul dan enggak ada cek audio. Itu aja sih kekurangannya. Oke, itu aja yang bisa saya ceritain ke kalian soal HP ini. Menurut kalian gimana HP ini? Bagus enggak? Tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah ya. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini. Dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Iron pamit dan adius
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar jam tangan pintar Android kedatangan penantang serius lewat kehadiran OPPO Watch X3 yang digadang-gadang sebagai upaya terbaik sang produsen sejauh ini....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
OPPO tampaknya sedang menguji batas kewajaran pasar lewat lini Find X9 Series terbaru mereka. Alih-alih memangkas banyak fitur esensial demi menekan harga seperti...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
OPPO Find X9s membuktikan bahwa bodi ringkas tak berarti mengorbankan performa beringas. Dibanderol separuh harga varian Ultra, perangkat 14 jutaan ini konsisten...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...

















