Bagusan mana? Xiaomi Redmi Note 13 4G atau 5G? (YouTube Video)
Redmi note, adalah seri hape Xiaomi yang selalu dipilih tanpa rasa bingung. Misalnya kalau teman saya nanya, hape apa yang rekomen, performanya ngebut, dengan kamera yang oke, di otak saya otomatis akan terlintas sama seri redmi note dari Xiaomi. Tapi, tahun ini terasa berbeda, karena varian dari Redmi Notenya itu total yang masuk ke Indonesia ada 5 ya. Nah, di video ini kita akan bahas duanya yaitu seri Redmi Note biasa. Seri redmi note 13 ini ada dua varian, yaitu varian 4G dan varian 5G. Dan kalau kalian bingung mau membeli atau menentukan mana yang akan kalian beli, ada baiknya kalian tonton video ini sampai habis. Ini adalah Xiaomi Redmi Note 13 4G dan Redmi Note 13 5G, hape baru mereka yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu. Perbedaan harga kedua varian ini lumayan, sekitar 400.000. Jujur, saya agak bingung kenapa mereka harus masukin dua varian kayak gini ya. Karena secara harga juga ga apa ya, ga jauh perbedaannya gitu. Kalau saya harus memilih, sudah pasti saya akan rela nambah 400.000 untuk dapetin varian yang 5G. Tapi mungkin video ini saya buat bukan untuk orang kaya saya, karena saya yakin banyak orang tidak berpikir kalau uang 400.000 itu adalah nominal yang kecil. Oleh karena itu, semoga video ini bisa sedikit meyakinkan kalian, mana yang harus kalian beli. Secara desain, kedua hape ini sebenarnya mirip ya, terutama untuk dimensi dan desain backcover-nya. Bagian belakang varian 4G terlihat lebih polos tanpa ada frame bump di kamera. Selain itu, peletakan kameranya pun mirip. Varian 5G punya ketipisan 7,6 mm sedangkan varian 4G itu lebih tebal sedikit ya yaitu 8 mm. Untuk bobot, varian 5G lebih ringan hampir 15 gram dibandingkan varian 4G. Untuk feel digenggaman, kedua hape ini sama-sama mirip ya. Sama-sama enteng, sama-sama nyaman, dan kerasa sama-sama solid di tangan, karena bentuk framenya itu mengotak. Sebagai informasi aja, kedua hape ini sudah punya sertifikasi IP54, yang artinya dia tahan terhadap percikan air dan debu. Dan, dalam paket penjualan, kedua hape ini juga sudah dapet sebuah softcase berwarna abu-abu. Kalau kita perhatikan, semua produk terbaru dari Xiaomi ataupun Poco, bentuk softcase-nya mirip ya. Tapi lucunya, ada perbedaan yang mencolok antara kedua softcase ini. Yang mana softcase untuk varian 4G nggak punya penutup port USB type-c, sementara untuk varian 5G-nya itu ada, hehe aneh kan? Kalau saya prefer yang nggak pakai tutup ya karena, nggak ribet kalau mau ngecas gitu. Tapi penutup begini juga ngebantu, buat ngelindungi lubang port USB type-c dari debu yang masuk. Untuk layar, kedua hape ini sedikit berbeda ya. Punya layar dengan ukuran yang sama yaitu 6,67 beresolusi fullhd+. Sama-sama menggunakan panel AMOLED dengan refresh rate 120 hz. Kedalaman warna varian 5G lebih tinggi, karena sudah mendukung 10bit color. Sedangkan layar untuk varian 4G belum mendukung 10 bit color. Perbedaannya selanjutnya bisa dilihat dari tingkat brightness-nya ya. Dimana varian 5G hanya 1000 nits di kondisi peak, sedangkan varian 4G justru mencapai 1800 nits saat kondisi peak hehe. Agak menarik dan membingungkan karena ternyata varian 4G-nya justru lebih terang dibandingkan varian 5G. Saya melihat kedua layar di hape ini tuh sedikit berbeda ya. Kalau diperhatikan, layar dari varian 4G ini sedikit lebih kuning, dibandingkan varian 5G nya. Ini dalam kondisi color shceme yang sama ya. Artinya, memang layar dari varian 4G ini secara default lebih warm. Dan satu lagi perbedaan pada layar kedua hape ini adalah, varian 4G masih menggunakan corning gorilla glass 3, sedangkan varian 5G sudah menggunakan Corning Gorilla Glass 5. Kedua hape ini layarnya sama- sama sudah punya sertifikasi tuv rheinland low blue light, Sertifikasi yang memastikan keamanan mata saat digunakan melihat layar dalam waktu yang cukup lama. Kualitas kedua layar di hape hape ini juga sama-sama bagus, dengan reproduksi warna yang cukup vibran, dan respon layar yang sama-sama bagus juga gitu. Layar dari kedua hape ini juga sudah terpasang anti gores dari sononya. Jadi kalau kalian ingin memasang tempered glass, mau nggak mau anti gores bawaannya harus dilepas. Untuk hardware, kedua hape ini dipastikan punya SoC yang berbeda ya. Varian 4G menggunakan Snapdragon 685, sedangkan varian 5G menggunakan Mediatek Dimensity 6080. Kedua SoC ini dibuat dengan proses fabrikasi 6nm. GPU kedua hape ini juga berbeda, di mana varian 4G menggunakan adreno 610, sedangkan varian 5G menggunakan Mali G57-MC2, anjay. G57-MC2 maksudnya hehe sok Inggris lu, Dalam pengujian beberapa aplikasi benchmark, terlihat varian 5G memiliki angka yang sedikit lebih tinggi dibandingkan varian 4G. Tapi ada satu hal yang menarik yang saya temukan ya, saat melakukan pengujian terhadap 2 SoC ini. Saat saya lakukan throttling test, terlihat bahwa Dimensity 6080 ini mengalami sedikit throttling, dibandingkan Snapdragon 685 yang justru terlihat lebih stabil. Untungnya, throttling-nya tidak begitu parah kalau dilihat dari grafis. Mungkin turun sekitar 10% lah. Pilihan RAM dan Storage kedua hape ini sama, yaitu hanya punya satu pilihan, 8gb ram dan 256GB storage. Baik varian 4G maupun 5G, sama-sama memiliki dua buah slot sim berjenis hybrid, dimana slot keduanya bisa kita pilih, antara simcard, ataupun microsd. Kedua hape ini juga sama-sama menggunakan storage berjenis UFS 2.2. Merekajuga sama-sama menggunakan LPDDR4X untuk ram-nya. Baik varian 4G ataupun 5G, juga sama- sama punya infrared blaster dan NFC. Perbedaannya justru ada di modul bluetooth-nya, di mana varian 4G masih menggunakan bluetooth versi 5.1, sedangkan varian 5G sudah menggunakan bluetooth versi 5.3. Perbedaan versi bluetooth ini rasanya tidak terlalu berpengaruh ya, apalagi buat kalian yang memang notabenenya jarang menggunakan perangkat-perangkat berbasis bluetooth gituloh. Nah, ada yang menarik dari kedua hape ini. Varian 4G punya in-screen fingerprint, sementara varian 5Gnya, fingerprint-nya diletakkan di bagian samping menyatu dengan tombol power, hmm lucu ya. Menurut saya, kedua jenis fingerprint ini sama-sama punya performa yang cukup baik, walaupun secara pribadi, saya lebih prefer untuk menggunakan fingerprint di bagian samping, karena cara penggunaan akan terasa lebih seamless dan lebih apa ya, ya seamless ajalah pokoknya lebih smooth, lebih lancar. lebih ga kerasa kalau lagi pakai fingerprint aja gitu. Untuk baterai, Kedua hape ini sama- sama memiliki baterai sebesar 5000 mah, dengan dukungan fast charging 33 watt. Sekarang kita bahas soal kamera. Kedua hape ini secara angka punya setup kamera yang nyaris identik. Dimana kedua hape ini total punya 4 buah kamera. 3 di bagian belakang, dan satu di bagian depan. Kamera belakang pertama beresolusi 108MP, kamera kedua beresolusi 8MP ultrawide, dan kamera ketiga beresolusi 2MP berjenis macro. Walaupun secara angka terlihat mirip, tapi ternyata ada sedikit perbedaan antara kedua hape ini. Di lensa 108MP- nya varian 4G, punya aperture F/1.75. Sementara varian 5G punya aperture yang lebih besar, yaitu F/1.7. Kedua hape ini juga punya kamera depan beresolusi yang sama, yaitu 16MP, dengan bukaan F/2.4. Memang sih, secara angka, kedua hape ini punya spesifikasi yang nyaris identik. Mulai dari ukuran sensor, sampai bukaan atau aperture. Masalahnya, hasil sebuah foto tidak hanya ditentukan oleh besarnya resolusi kamera atau jenis sensornya. Satu hal lagi yang bisa jadi paling penting adalah, ISP… atau image signal processor. Karena kedua hape ini menggunakan SoC yang berbeda, bisa dipastikan ISP-nya pun berbeda. Mungkin, saya nggak akan ngomongin soal teknis ya. Tapi, kita lihat langsung aja, gimana kualitas foto yang ditangkap oleh kedua hape ini. Secara umum dan secara kasat mata, kedua hape ini terlihat bisa menghasilkan foto yang cukup bagus, cukup vibran, dan sangat- sangat instagrammable ya. Tapi seperti yang saya mention sebelumnya, bahwa ISP yang berbeda bisa menghasilkan foto yang berbeda juga. Hal ini terlihat saat saya zoom kedua foto ini. Di sini terlihat kalau foto dari varian 5G lebih tajam, dibandingkan varian 4G. Foto dari varian 5G juga punya warna yang menurut saya lebih akurat, dibandingkan varian 4G cenderung apa ya lebih kuning gituloh. Foto tadi saya ambil tanpa mengaktifkan mode AI. Dan foto ini saya ambil menggunakan mode AI, di mana dengan mode ini, terlihat sekali kalau AI dari varian 4G jauh lebih agresif daripada varian 5Gnya. Foto makanan ini apa ya terlalu kuning menurut saya, dan terlalu kurang natural gitu. Berbeda dengan foto dari varian 5G, dimana dia bisa menghasilkan foto yang lebih natural dan lebih menggiurkan. Kemampuan foto di kondisi low light pun berbeda, dimana sekali lagi, varian 5G lebih minim noise dibandingkan foto dari varian 4G. Cerita yang sama juga terjadi untuk kamera depannya, dimana kamera depan dari varian 5G tetap terlihat lebih baik ya. Mulai dari detail yang ditangkap, sampai kemampuan HDR-nya yang bekerja cukup baik dibandingkan varian 4G. Tapi jujur ya, untuk tone warna, entah kenapa saya lebih suka varian 4G, karena terlihat lebih warm gitu loh. Kedua hape ini sama-sama mampu merekam video beresolusi Full HD di 30 fps pada kamera belakang. Dalam kondisi cukup cahaya, kedua hape ini sekilas bisa menangkap video yang cukup bagus. Tapi kalau kita perhatikan lebih detail, video yang ditangkap dan direkam menggunakan varian 5G ini sekali lagi lebih baik, dengan detail yang lebih oke dan warna yang menurut saya paling mendekati aslinya. Video yang direkam menggunakan varian 4G sebenarnya sudah cukup oke, tapi kalau kita perhatikan dengan seksama, detailnya terasa apa ya kurang gituloh, dengan movement compansation yang lebih terasa gituloh. Jadi si video terlihat lebih JITTERING gituloh lebih goyang-goyang gitu, dibandingkan yang versi 5g. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa kedua hape ini punya perbedaan yang bisa dibilang cukup signifikan ya. Pertama SoC yang sudah pasti berbeda, lalu layar yang juga sedikit perbedaannya, dan sensor fingerprint yang punya peletakan berbeda. Dan perbedaan yang paling krusial adalah kualitas dari kameranya, di mana versi 5G ini secara signifikan lebih bagus dibandingkan versi 4G-nya. Kalau memang performa dan kualitas kamera bukan concern utama dalam membeli sebuah smartphone, varian 4G-nya bisa kalian pilih untuk dibeli. Tapi secara pribadi, kalau saya disuruh memilih, sudah pasti saya akan memilih varian 5G dengan harga yang sedikit lebih tinggi ya. Tapi saya lebih suka yang 5G gituloh. Nah, kalau kamu pilih yang mana?
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...

















