Jungkat

BAIC BJ30 Indonesia (YouTube Video)

  • 23/07/2025

Kalian ingat Fork Bronko? SUV Legendaris itu memang sekarang punya versi barunya. Tapi di samping gua ini ada mobil yang mengambil beberapa elemen atau mengingatkan gua sama si Bronko. Ini adalah Bike BJ30i dan ini adalah hybrid pertama dari bike Indonesia. Detailnya seperti apa? Menarik enggak mobilnya? Cek terus di video ini. Just right now. [Musik] Jadi kalau ngomong secara detailnya, mobil ini sebenarnya pernah gua bahas waktu gua berkunjung ke markasnya baik di Beijing sana. Ini videonya ya, entar ditek aja ya. Tapi balik lagi ya desainnya benar seperti gua bilang dia ada beberapa elemen desain kayak Bronko. Jadi ada yang mengotak-mengotaknya permainan hitamnya. Cuman di luar itu baik juga enggak lupa menyematkan beberapa elemen desainnya khas mereka. Contoh grill 5nya itu yang chrome-nya itu kalau di baik BJ40 plus itu kelihatan gitu. Kalau di sini dibikin shle tuh. Jadi ini kayak grill 1 2 3 4 5 jadi satu. Cuman grillnya di sini dibungkus kayak lampu. Keren sih jadinya. DRL-nya juga dia bikin rata dong. Jadi kalau nyala ini kayak gini nih. Kalau lagi malam gini ini kelihatan nih fasia depannya nih punya karakter tersendiri. Dan uniknya lagi biasa mobil-mobil zaman sekarang itu kan punya ADAS dan segala macamnya itu mereka biasanya naruh di depan sana atau di atas sana gitu kan. Dan biasanya ada sensor lagi di sini kayak semacam radarnya gitu kan. Ini gue curiganya karena ini clean mungkin mereka mengintegrasikan sesuatu di sini karena di sini sendiri ada tulisan multensor detection. Jadi enggak cuman kamera doang, hadasnya juga pakai radar di sebelah sini. Untuk bannya sendiri gua demennya mereka mengadopsi sama persis desain yang gua pernah lihat di Beijing sana. Dia pakai ban ukuran 19 inci 23560 profilnya. Dan elemennya ini kebetulan fittingnya menurut gua ini pas enggak ngatung, enggak celong gimana pas banget. Ditambah lagi ada aksen-aksen menarik nih. Dan uniknya lampu yang difendernya ini juga ada di bagian belakangnya. Jadi bagian depan dan bagian belakangnya juga ada lampu seperti ini. Detail-detail lainnya yang menarik juga ini di blackout. Jadi dia kesannya kayak floating. Ini juga di black breakout hitam. Di sini ada proyeksi logo bayi kalau dibuka pintunya. Footstep-nya juga dia masih ada di sini buat naik ke mobilnya. Padahal mobilnya enggak tinggi-tinggi banget. Pintar sih sebenarnya sih. Tarik lagi ke belakang. garis hitamnya dibikin kayak apa ya? Kayak aksen. Jadi kayak kontemporer gitu loh. Dia bikin aksen hitam di sini dikontrasi dengan warna bodinya yang cenderung terang hijau. Di sini kasih lagi aksen. Ada tulisan AWD-nya dan ada beberapa detail-detail lagi yang menarik di bagian belakangnya. Contoh lampunya juga mengingatkan gua sama Bronko. Tapi kalau Bronko dia agak keluar gitu ya kayak mode-moda Wrangler kayak di Jeep. Tapi kalau ini dia dikasih blackout semua. Jadi belakangnya tuh kayak part yang terpisah. Dan kalau tadi di sampingnya ada logo gunungnya mengingatkan gua sama Ford Everest jujur aja. Di sini ada logo. Bukan ada logo sih, ada gambar mobil dan tenda menunjukkan bahwa mobil ini siap bertualang ya. Dia balik lagi dia yang kita dapetin ini adalah versi all wheel drive-nya. Sebelum gua naik ini karena dia ada footstepnya jadi enak. Dan footstepnya kok keret diinjak begini kuat banget. Sebenarnya enggak tinggi-tinggi banget untuk masuk dengan postur gua ya 174. Tapi karena ada footstep jadi makin enak. Cuman karena ada footstep gua cenderung akan mencari grip handle di sini tapi enggak ada. Jadi ya udah masuknya konvensional biasa aja seperti ini. Tuh korsinya 20 elektrik. Dan gua sukanya detail-detail yang gua temuin waktu di China juga masih ada di versi setir kanannya. Ini waktu itu gua di China e versi setir kiri ya. Oke, kita lihat detailnya. soft touch. Soft touch plastik dan logo gunungnya yang di bagian belakang itu samar di sini kayak diing gitu di bagian plastiknya tuh kalau dilihat tuh kayak samar-samar gitu. Ar kameraman lihat ya. Tapi di sini kelihatan gitu loh. Layar juga ukurannya masih gede. Detail-detailnya semuanya masih sama dengan versi Tiongkoknya. Bahas dikit soal detail-detailnya. Layar depannya full digital 10,25 inci. Jadi kelihatan lebih modern ya sebenarnya ya. Dan bagusnya lagi biasanya kalau mobil-mobil Tiongkok itu ginrek banget. Layarnya cuma dibikin kayak frame plastik doang terus ditaruh aja ceplokin kayak gitu. Di sini dia taruh di balik dashboard-nya kayak diintegrasiin gini. Biarpun gua yakin ini layar sama persis sama mobil tiongkok lain. Resolusinya, ukurannya, detailnya persis. Tapi dia nyamarkan itu biar kelihatan lebih bagus. Layar tengahnya sendiri 14,6 inci. Lagi-lagi menurut gua mirip dengan mobil Tiongkok lainnya. Dari resolusinya, ukurannya, potongannya, cut out-nya, semuanya sama. Untungnya interface-nya di sini dia tampil ya khasnya sih baik dan responnya juga lumayan. Oke, lanjut ke bagian sininya. Ini kalian masih bisa dapetin wireless charging pad. Udah ada kipasnya bagus. Yang paling gua suka waktu kayak di China juga waktu itu gua ngomong deh, "Tuas transmisinya keren banget sumpah." Dia kayak plastik sebenarnya ya, cuman dibikin kayak adaching metalnya gitu terus ada teksturnya dan teksturnya keren banget. Dia tombol parknya di samping sini. Ini bisa buat tuas maju mundur PRND-nya sampai tuas parking brake-nya juga kayak metal gitu. Terus enak banget dipegangnya dan ada kayak teksturnya. Ini mewah banget. Benar-benar kelihatan kayak mobil-mobil premium. Tuas di sininya juga tuh keren banget tuh. Gila. Dan tektilnya enak banget tuh. Biarpun enggak bisa dipencet ya. Gila ya. Ini ternyata buat drive mode-nya. Jadi ada snow, comfort, echo, sport, water wedding. Wow. Madi road sand. Pindah ke atas dikit. Dia udah ada panoramic sunroof. Jadi bisa dibuka seperti ini. Dan sunroof-nya di depannya. Tunggu, tunggu, tunggu. Iya, benar ada pengata sunroof-nya. Gua pikir kaca semua ke belakang. Jadi ini yang depannya bisa dibuka dikit nih. Tuh. Nah, dan cukup gede ya. Lucunya lagi adalah sunroof-nya biasanya taruhnya agak ke depan. Ini justru agak ke belakang dan dia hampir di tengah-tengahnya sini. Jadi kalau ada udara masuk gitu kan kalau ke pegunungan gitu kan udara masuk itu bisa baris tengah itu bisa langsung kerasa. Oke, sebelum pindah ke belakang tambahan dikit lagi. Horse-nya full leather dia hitam semua dia kasih aksen kayak gold. gold di sini. Dan kalau versi Tiongkoknya itu gua ingatnya handle-nya itu dibikin kontras. Jadi yang waktu itu gua lihat warna hijau juga handle-nya itu sewarna budi. Kayaknya untuk versi Indonesia biar enggak kotor handle-nya dibikin warna hitam juga. Agak hilang sih kontrastingnya. Cuman gua demennya handl-nya biarpun plastik ya ini ya tapi dibikin kayak ala-ala strap leather gitu loh. Biarpun begitu dipegang ini plastik bukan leather. Kita lihat bagian belakangnya yuk. Oke, sekarang kita lihat baris keduanya. Dan baris keduanya punya hand grip enggak kayak baris ke depannya. Jadi mau naik itu jauh lebih gampang tuh lebih enak. Ah. Oke kita tutup. Wow lega ya. 4,7 mnya panjangnya. Tapi dia cuma bisa muat 5 orang saja. Otomatis ruang bagasi gede-gede banget. Nanti kita lihat habis ini. Baris keduanya lega banget. Khas mobil-mobil Tiongkok karakternya. Ya enggak usah kalian lihat sendiri ya. Enggak usah ngomong deh ya. Lightroom sih berlimpah banget. Kaki enak. Posisi duduk juga enak karena angle sininya juga agak pas ya. Jadi masih bisa men-support bagian paha kalian tuh dengan enak. Duduk enak cuman sayangnya ini enggak bisa di-decline berapa step. Jadi fix kayak gini aja. Kalian masih bisa dapetin armres kisi-kisi AC dan ada USBC satu di sebelah sini. That's it. Tidak apa, tidak ada apa-apa lagi sih. Cuman yang menang leganya di sini. Kita lihat bagian bagasinya. Bukanya gimana? Iya, ada tombolnya enggak kelihatan. Seperti gua bilang 4,7 m 5 seater. Gila, ini gede banget bagasinya. Gede banget. Dan gua demenannya baik karena mereka berpengalaman bikin mobil-mobil offroad. Jadi, beberapa detail-detail itu mereka kasih. Contoh nih ya, di sini kayak ada jepitan gitu. Tuh, bisa kalian jepit apa kayak gini, bisa kalian setting. Di sini masih ada hook-nya juga. Di sini masih ada 220 volt yang bisa kalian pakai. Nih udah ada adaptornya sendiri. Biasanya cuman kasih 12 volt di sini. 12 volt-nya juga masih ada. Ada lampu. Dan di balik sini karena dia hybrid, dia masih ada tiar inflatornya atau tire sealernya dan baterainya. Gila ya, niat banget kalau gua bilang. Sekarang kita lihat mesinnya seperti apa sebelum kita coba driving tipis-tipis. Mesinnya dia pakai 1500 cc turbo tapi dikombinasikan dengan dua motor listrik. Ada yang di bagian belakang, ada yang bagian depannya karena dia all wheel drive. Total tenaga yang dihasilkan 403 HP. Sadis. Lebih sadis lagi torsinya. 685 Nm. For your information, 685 Nm itu biasanya torsinya super car. Jadi mobil ini entar feel-nya seperti apa. Kita akan coba langsung aja gimana? Penasaran? Yuk, langsung test drive. Oke, sekarang kita boleh test drive si BJ30i ini tipis-tipis ya. Kita atur dulu posisi duduk bisa rendah loh ini posisi duduknya. Enak loh. Enggaking-komending banget bisa agak ngadelap. Gua demen karena biasa gua bawa sedan ya. Gua atur agak tinggi karena mobil kayak gini biasanya harusnya agak tinggi gua agak comending. Pengaturan setir juga sudah til telescopic jadi kita bisa atur. Enak ya. Eh masih kesan tradisionalnya masih ada. Tapi di balik ini dia udah full digital, udah full layar semua. Oke kita coba jalan. Oke masukin gede. Langsung jalan. Wah, kerasa gede sih ini mobil langsung begitu pertama kali karena hidungnya kelihatan banget. Mobil-mobil zaman sekarang banyak yang hidungnya tuh enggak kelihatan. Mobil ini hidungnya kelihatan banget dan memang gede gitu. Oke, se di kiri ya dia. Oke, langsung kita bahas soal suspensinya atau bantingannya. Bantingannya ini gimana ya? Dia tuh kaskas SUV, soft roader tapi masih anteng. Jadi suspensinya travelnya dia masih main, dia masih bisa meredam jalanan jelek atau curve gitu dengan bagus. Tapi di satu sisi dia enggak terlalu mental, enggak terlalu ngayun kayak suspensi murah gitu ibarat ya. Ini suspensinya kerasa mahal karena mobilnya kerasa jauh lebih stabil. Jadi kalau kita lewatin beberapa jalanan-jalanan yang agak-agak jelek gitu, dia tuh main banget ngeredam banget. Contoh nih, ini kita lagi ngetes di dekat apa ya IKEA ya? Alam Sutra sini. Ini kan jalanan banyak tambalan-tambalan nih. Kalau ganti kayak gini tuh kayak enggak kerasa effortless. Apalagi kalau kayak pembatas-pembatas jalan yang tuh deb debdnya tuh enak banget gitu loh. Enggak goyang yang dr kasar atau kayak yang bongbong mantul-mantul. Suspensinya kalau gua bilang dewasa gitu. Ibaratnya benar-benar dewasa tuh enak banget. Nah, level selanjutnya adalah tentu saja kekedapan kabin. Mobil-mobil Tiongkok tuh ya kekedapan kabinnya memang di atas rata-ratata termasuk si BJ30i ini juga. Jadi kalau jalan nih ya suara terisolasi dengan baik. Benar-benar terisolasi dengan baik. Kanan kirinya semuanya enggak kedengaran apa-apa. Biarpun di luar trafficnya ramai. Bagian bawah juga sayup-sayup banget sih. Sayup-sayup banget loh. Lumayan juga ini. Padahal masih bannya ban bawaan dari sana ya. Mungkin kalau diganti dengan ban yang lebih silent gitu lebih enak atau mungkin ganti ban empty aja lah mat and terin gitu kan ibaratnya looknya keren tapi juga enggak bisa enggak terlalu berisik-berisik banget karena kekedapannya udah cukup baik. Nah, sekarang kita cobain versi-versi modenya. Jadi dia ada berapa versi mode? E ada. Kalau Eco tuh agak agak lambat ya respon gasnya. Kalau normal atau comfort itu dia oke. Tapi kalau dikasnya oh dia nariknya di bawahnya. Nah, terus ada delay dikit di mana dia engine-nya baru kick in ya, baru ngambil gitu kan ibaratnya kan baru masuk bantuin tenaganya. Gimana kalau mode coba kita ganti ke mode sport bentar putar balik dulu ya. Oke, sekarang kita cobain mode sport kita rolling speed dari 1520 lah ya. Kita gas. Nah, ini. Wah, anjir. Oh, dia kick ininnya dia ada jeda dikit. Tapi begitu dia kickin di 6080 gua gua ngerasa kayak ada turbonya. Alah kayak ada turbonya tuh dia langsung baru w nambahin lagi. Jadi 80 kecepet tuh kayak tiba-tiba ada percepatan tiba-tiba yang bikin dia tambah kencang. Ya intinya sih mobil ini kencang. Oke, sekarang kita sampai pada kesimpulannya si BJ30i ini. Kesimpulannya kesimpulannya mobil ini diharapkan oleh baik Indonesia menjadi backbond mereka yang baru. Dan gua separuh setuju. Kenapa? Karena mobil ini refine, bantingannya enak, punya mesin yang powerful, feature-feature juga sudah kekinian. Desainnya mengingatkan sedikit sama Bronk agak klasik-klasiknya. Tapi balik lagi separuhnya lagi gua nungguin harganya. Kalau ini bisa dibandrol dengan harga yang kompetitif, wah mobil ini bisa jadi hit sih sebenarnya sih. Mobil ini akan ditampilkan oleh bike Indonesia di GIAs 2025. Jadi kalian bisa lihat si Bike BJ30i ini di GIAs 2025. Menurut kalian harga yang pas untuk si ini berapa? Tulis di komen ya. Oke sekian video kali ini. Thank you sudah nonton. Kalau kalian suka, like, subscribe, comment, dan tekan tombol lonceng untuk tahu video terbaru dari Autonet. Audi Sign off. Thank you sudah nonton. Bye bye.

Lihat di YouTube