BAIC BJ30e 2025: Ganteng Bisa Offroad (YouTube Video)
Dia ada mesin bensin, ada motor resistik depan, dan juga ada motoristik di belakang. Kemudian mesin bensin pun bertugas untuk mengisi daya baterai karena mobil ini tidak dilengkapi dengan drive shaft atau kopel ya, jadi rata. SUV Boxy allwheel drive hybrid di bawah R miliar. Nah, ada nih dari Cina lagi yaitu Bike BJ30E. Mobil ini merupakan SUV boxy bisa light offroad dan juga dia berpengerak hybrid dan hybridnya pure hybrid ya, bukan mild hybrid ataupun VH EV. Lantas seperti apa mobilnya? Ya, sebenarnya kami sudah bertemu mobil ini dulu, tepatnya tahun lalu. Waktu itu kami berangkat ke Beijing ke headquarters asalnya baik. Dan kami sudah bertemu langsung dengan BJ30 ini. Jadi, secara segmentasi sesuai dengan angkanya ya, BJ30 itu nantinya akan disegmentasikan di bawah BJ40, BJ60, dan juga BJ80. BJ80 itu yang mirip G Class. Dan akhirnya setelah 1 tahun penantian, mobil ini hadir juga di Indonesia. Dan untuk pertama kalinya BJ30 hadir dalam format setir kanan yang dikhususkan untuk pasar Indonesia. Oke, ee model ini merupakan model ketiga ee baik di Indonesia setelah ada X5 yang merupakan compact SUV dan juga ada BJ40 yang merupakan realad SUV. Mobil ini dia lebih disegmenkan city slicker offroad SUV. Jadi, dia bisa offroad tapi tidak seberat BJ40 kemampuannya. Jadi dia bisa light off-road. Kemudian yang menarik dari mobil ini adalah dia berpenggerak allel drive. Allelhe drive-nya juga bukan yang allel drive biasa ya, karena ini cukup menarik karena dia ada mesin bensin, ada motoristik depan dan juga ada motor listik di belakang tapi tidak dihubungkan dengan sebuah drive shaft atau kopel. Jadi motoristik belakang dan depan itu bergerak secara independen. Jadi benar-benar ee kalau roda belakang itu benar-benar yang menggerakkan motor listriknya saja. Sedangkan ee bagian depan itu merupakan perpaduan antara mesin bensin dan juga motor listrik. Nanti kita akan jelaskan saat membahas mesinnya. Yang pertama kita akan bahas terlebih dahulu yaitu soal desainnya. Oke, desainnya mobil ini cukup catchy, cukup ikonik. Tapi memang ya mungkin perlu diakui juga memang setiap model ee baik BJ30, BJ40, BJ60, BJ80 ya memang itu seakan-akan terinspirasi dari banyak model ee global ya. BJ40 kalau Anda tahu ya memang dia mirip dengan Jeep Rangler. Kemudian BJ60 itu perpaduan antara Toyota Land Cruiser dan juga Prado. Dan di BJ80 itu benar-benar dia terinspirasi dari Mercedes-Benz G Class. Nah, BJ30 ini merupakan BJ30 generasi kedua jika sebelumnya di gasi pertama dia mirip dengan Jeep Cherokee. Kalau di BJ30 generasi kedua ini memang dia antara perpaduan dua model ya, antara Ford Bronco kemudian ketika melihat bagian sampingnya itu seperti sebuah Land Rover Defender. Tapi enggak masalah sih, karena mobil Cina itu tampaknya menjadi isu yang biasa. Tapi itu tergantung lagi preferensi Anda bagaimana. Karena semakin ke sini itu menjadi hal yang cukup lumrah ya. Mobil mirip ini, mobil mirip itu. Bahkan tidak cuma baik. Banyak model-model mobil Cina itu memang desainnya tidak original. Tapi enggak apa-apa, kita lihat dulu bagian depannya ya. Nih bagian depannya lampunya digabungkan dengan grill seperti ini. Grill yang ada LED-nya. transparan ya grill-nya seperti ini. Ada LED di bagian dalam. Kemudian lampunya seperti ini. Ada LED juga untuk daytime running light-nya. Memang untuk bagian grillnya ya mirip dengan Ford dan juga mirip dengan Jeep. Ada kamera 360 dan juga untuk bumper dia berwarna hitam seperti ini yang mencirikan sebuah SUV maskulin. Kemudian bagian bawahnya ada juga ee aksen abu-abu seperti ini. Jadi menambahkan ee warna-warni di mobil ini di bagian eksteriornya ya. Kemudian dia juga dilengkapi dengan fitur radar ADAS. Jadi di bagian siniak kelihatan nih ada tulisan radar bagian sini. Bagian depan juga ada karena dia dilengkapi dengan ADAS yang cukup ee komplit. Sekarang kita lihat bagian mesinnya dan kita lihat penggeraknya. Jadi ada mesin bensin 1500 cc 4 silinder turbo. Dia bertugas untuk mengisi ee daya baterai dan juga penggerak untuk roda depannya. Kemudian ada juga motor listrik di bagian depan dan juga ada motor listrik di bagian belakang. Nah, tenaga ini cukup menarik karena untuk motorisik depan dia bertenaga 135 horsepow serta torsi 315 Nm. Sedangkan motorisik belakang itu memiliki tenaga tenaga 73 horsepow serta torsi 135 Nm. Tidak ada eh spesifik berapa tenaga mesinnya, tapi secara total keseluruhan ini juga saya sebenarnya sudah dengar waktu di Beijing waktu itu ya. Tenaga itu besar banget. Total mencapai 403 horsepow serta torsi 685 Nm. Ya, secara paper besar tapi sebenarnya kami juga sudah mencoba waktu itu di Beijing. Memang ee rasanya memang tidak sebesar itu. Tapi enggak tahu kenapa di paper dia secara total secara kesuruhan tenaganya besar banget katannya ya. Kemudian, nah mesin ini dia berpadu dengan transmisi otomatis DHT dua percepatan. Jadi hanya dua speed. Jadi dia rasa itu akan mirip dengan CVT. Oke, sekarang kita lihat bagian sampingnya. Kemudian seperti ini. Bagian sampingnya memang dia didominasi oleh asen-asen yang mengotak garis-garis tegas garis body bisa terlihat nih dari depan bagian belakang satu ya, satu tarikan lurus. Jadi memang ini SUV yang maskulin. Kemudian dimensi panjangnya dia mencapai 4,7an meter yang arti ya sebenar ya kalau dengar bisikan harganya sih ya nantinya mobil ini akan bersaing dengan yang real rival-nya adalah Cherry Jen6 tapi itu juga sebenarnya kan beda general ya. Satu EV satu hybrid. Nah itu kembali lagi kepada Anda pilihan mau yang eh EV atau yang hybrid seperti ini. Karena secara dimensi secara bentuk itu mirip-mirip gitu ya. Eh karakternya sama. Kemudian juga ada beberapa e aksen yang membuat mobil ini menarik. Yang pertama adalah roof rail-nya. Rof rail itu tegas. Jadi mencirikan sebuah SUV eh sejati. Dan juga ini nih side step ya, footstepnya itu seakan-akan dia tersembunyi gitu, hidden ketika pintu tertutup. Tapi ketika dibuka nah ini berfungsi sekali. Misalkan Anda overtot ya. Jadi tidak jadi gampang untuk naik ke mobilnya. Kemudian ketika ditutup nah tuh seperti tersembunyi gitu ya. dan juga dia dilengkapi dengan eh corner light di bagian sini nih, side corner yang LED seperti ini. Veleg dia untuk bagian depan dan bagian belakang sama dilengkapi dengan diameter R 18 yang dibalut dengan ban 235 50 ring 18. Dan yang menarik adalah kaca belakangan ni kecil mirip-mirip Defender ya jadinya. Dan juga ada embos AWD. Nah, saya tadi sudah jelaskan juga ya sebelumnya. Jadi benar-benar untuk sistem AWD itu menarik karena untuk bagian belakang dia benar-benar motor listriknya saja yang bekerja. Jadi tidak ada kopel, tidak ada pengaruh dari ee mesin bensinnya. Jadi benar-benar ee motor listrik dan mesin dan juga motor listrik untuk ee roda bagian depannya. Kemudian bagian belakang seperti ini memang kalau boleh jujur juga dibandingkan bagian dengan bagian sampingnya kemudian bagian depannya bagian belakangnya ini memang ee terkesan plain ya, terkesan ya biasa aja gitu ya. Kemudian ada emblem besar ini baik BJ30E E ini merupakan versi hybrid dan lampunya sudah LED seperti ini. Desainnya keren juga. Bumper dia juga sear dengan bumper depan ya. Jadi warna hitam seperti ini. Kaca dilengkapi dengan di fogger. Dan kemudian untukembuka bagasi ada tombol di bagian sini nih. Seperti menyarui ya dengan aksen yang di sini sudah elektrik dia five seater untuk layout-nya. Tapi konon katanya nanti jika ada varian selanjutnya yang tidak hybrid, nah nanti eh mungkin kemungkinan dia akan dilengkapi dengan e jok baris ketiga alias nantinya akan 5+2. Kenapa begitu? Karena untuk versi hybrid ini tidak memungkinkan untuk membawa kursi di eh jok baris ketiga karena baterai benar-benar tkspos. Tuh baterai hybridnya segede gini nih di bagian bawah ee bagasinya. Dan sepertinya dia iya tidak ada banser. Jadi nanti mungkin untuk konsumen akan tersedia tay repair kit ya. Tapi untuk bagasi si sendiri untuk sebuah e SUV sih cukup besar ya untuk di kelasnya. Kemudian ada dua dua buah tempat penyatan bagian sini dan ada tempat penyimatan di bagian bawah lagi di belakang baterainya. Kemudian ada partisi juga. Ini partisinya menarik karena dia hard case seperti ini. Ya udah kita lihat bagian ee baris keduanya. Dan untuk duduk di bangku baris keduanya sih cukup leluasa ini untuk sebuah SUV dengan panjang 4,7 m. Memang dia 4,7 m tuh sekelas dengan X-trail, kemudian dengan unit tuson ya. Jadi harusnya sih seperti ini memang spacy ya. Kemudian ini sudah saya sesuaikan posisi duduk saya. Tinggi saya 170 N cm dan bisa dilihat ruang kakinya luar biasa lega. Kemudian untuk ruang kepala juga sangat spesi padahal dilengkapi dengan panoramic sunroof. Dan untuk joknya ya hanya ada seperti ini saja satu sandaran enggak bisa direbahkan lagi. Tapi rasanya sih cukup bukan cukup ini tergolong nyaman untuk duduk di bangku baris keduanya lengkapi dengan amres. Ada dua cup holder enak duk belakangnya. Dan juga ada fitur apa lagi di sini? ada ee kisi-kisi AC tapi tidak dia tidak individual ya untuk pengaturannya. Jadi mengikuti pengaturan bagian depan kemudian USB dan USB-nya ini sudah type C ada penyemaran bagian sini dan yang menarik adalah ya itu karena mobil ini tidak dilengkapi dengan drive shaft atau kopel ya jadi r lantainya bisa rata seperti ini nih jadi ee menambah kesan lega di mobil ini tuh enak-enak joknya kulit kulitnya juga bahannya cukup baik ini cukup premium favorated di bagian sininya kemudian door trim ya memang pasti pasti keras sih di sini baterai empuk tapi Ini masih keras dia setengah-setengah. Ada materampuk juga di bagian sini. Kemudian ya belum ada ker ya udah kita lihat bagian depannya. Dan sekarang saya sudah berada di balik lingkar kemudian pertamanya itu benar-benar ee ya ini mencirikan sebuah SUV maskulin ya. Jadi benar-benar di sana tuh enggak ada yang bulat gitu. Serba kotak, serba tegas semuanya ya. Bagian sini nih, di bagian dashboard-nya tuh. Kemudian sebagai SUV yang bisa offroad, mobil ini dilengkapi dengan handle di bagian sini. Ya, tapi memang bukan handle-handle banget sih. Seperti misalkan di Jimny kemudian di Jeep Rangler ya. Tapi kebanyakan mobil yang bisa offroad itu dilengkapi dengan handle di bagian dashboard. Jadi ketika Anda melakukan offroad, penumpang kiri itu bisa pegangan gini. Tapi memang di mobil ini dibuat halus gitu. Jadi ada handle. Nah, dia langsung menyatu dengan bagian kisi-kisi AC di bagian tengah. Jadi kesannya tuh enggak yang terlalu row gitu ya. Tapi ini keren sih, detail yang cukup keren. Dan yang lebih keren lagi dia ada embos pegunungan di bagian sini dan ada tulisan BJ30 yang seakan-akan menggambarkan bahwa mobil ini adalah mobil yang siap adventure. Dan untuk material ini soft touch untuk bagian dashboard-nya ada pasti keras sedikit di bagian door trim dan ada material empuk lagi di bagian door trim. Jadi sama seperti bagian belakang ya, persis gitu untuk bagian door trim-nya materialnya. Kemudian tuh benar-benar kotak semuanya ya. Kacanya pun seperti ini, tajam. SUV box ini rata-rata kayak gini nih. Dan instrumen clusternya dia dilengkapi dengan eh digital full digital. Layarnya 10,25 inci. Dan untuk head unit atau sistem entertainment-nya juga besar nih. Layarnya 14,6 inci ya. Eh, tapi memang perlu diakui untuk baik ya memang dia entah kenapa sistem entertainment itu tidak se lancar milik e mobil Cina lain gitu seperti di BYD, kemudian di ION, di Cherry pun dia rasanya lebih lancar di mobilnya itu entah di X5 ya. Kemudian di BJ40, di BJ40 lebih sederhana lagi. Di X5 tuh juga semuanya udah bagus kecuali sistem entertainment-nya agak tertinggal jika dibandingkan dengan mobil Tiongkok lainnya. terjadi juga di BJ30 ini. Tapi gak apa-apa, dia masih bisa mengatur banyak sekali pengaturan seperti ini, energy recovery level. Jadi bisa mengatur untuk regenerative breaking-nya seberapa kuat. Auto hold ada di bagian sini. H distent control juga di bagian sini. Dan sistem ADAS juga bisa diatur di sini. Semuanya tuh ada banyak di mobil ini. Driving. Terus juga kita lihat fiturnya ada apa lagi di mobil ini. Ada easy connection dan juga ada Apple CarPlay. Tapi tampaknya belum ada Android Auto di mobil ini. Kemudian juga ada round view monitor ketika Anda menggunakan mobil ini. Nah, enggak cepat memang responnya. Jadi tekan tuh kayak ada 1 2 detik delay-nya. Tapi kabar baiknya ini kameranya cukup jernih gitu untuk mobil ini ya. Rata-rata mobil tiongkok seperti ini sih. Jadi ee definisi bagus tuh. Dan juga untuk mode berkendara dia juga ada tujuh totalnya ya. Di tinggal diputar aja di bagian sini nih. Ada sand, snow, comfort, echo, sport, wedding. Wedding tuh untuk ketika Anda harus melalui kidangan air ya. dan Madi Road. Kemudian dia juga masih dilengkapi dengan wire charging. Ennya startopnya ada di bagian sini. Tuas transmisi cukup menarik, kecil. E bahannya seperti aluminium gini ya. Keren. Dan juga RC packing BKnya ada di bagian sini. Ini knop tadi untuk eh bukan untuk mengatur sistemment, tapi untuk memilih mode berkendara dan juga informasi diber Cter. Coba kita lihat ada apa aja. Ada ini nih diagram dari ee penggeraknya. Sekarang ini mesinnya menyala. Jadi kelihatan tuh mesinnya mengisi daya baterai di keadaan berhenti seperti ini ya. Kemudian ada juga RPM temperatur mesin. Kemudian juga ada mid seperti biasa e konsum bahan bakar dan lain-lain. Tire PC monitoring system dan juga ada warning fault atau fault ya dan juga ada media. Dan ini ada tuas juga di sini nih. Ini untuk adaptif cruise controlnya. Jadi bukan di bagian sini. Ini tuas crol mirip dengan BJ40. Tapi untuk mobil ini dia dilengkapi dengan adaptif c control. Jadi bisa diatur nih untuk berapa jauhnya nih bisa diatur antara mobil depan dan mobil ini ya. Posisi berkendara so far oke. Dia bisa diatur secara teleskopik dan juga tilt yang cukup leluasa. Bangku bisa diatur secara elektrik juga. Overall sih oke ini oke cukup ergonomis untuk eh mobil ini ya. Kemudian kita akan mendapatkan kesempatan untuk mengendarai mobil ini. Tapi memang bukan jangka panjang sih. Jadi hanya di sekitaran ee kompleks Alam Sutra di mana dealer bike ini berada. Ya, kita akan mengetahui impresi berkendara pertamanya seperti rasa suspensinya, kemudian bagaimana mekanisme hybridnya dan juga bagaimana performa dari mobilnya. Let's go. [Musik] Oke, sudah berjalan dengan BJ30 ini. Dan yang langsung terasa memang mobil ini apa ya? Suspensi itu kalau dibandingkan BJ40 ya. Kalau misalkan Anda sudah mencoba BC40 yang dia leather frame di mobil ini tentu dia karakter monocoknya kental. Dia jauh lebih nyaman, dia lebih senyap gitu dan masuk akal jika digunakan di dalam kotak. Memang kalau BJ40 adalah sebuah SUV offroader sejati. Kalau BJ30 ini dia lebih versatile. Versatile dalam artian dia bisa eh digunakan nyaman digunakan di perkotaan dan juga bisa untuk offroad. Tapi memang kecenderungannya offroad ringan jika dibandingkan dengan BJ40. Kemudian suspensi. Nah, suspensi ini well, ini enak. Benar-benar dia eh empuk ya, dapat. Kemudian sebagai SUV monokok ya, dia juga minim, cukup minim untuk e gejala body roll-nya dan eh handlingnya pun juga Oh, terprediksi. Ya, itulah karakter sebuah Sifokok mestinya seperti ini dan e peredamannya juga terasa juga eh cukup baik. Bahkan menurut kami ini tergolong baik sih untuk sebuah SUV asal Tiongkok ya. Kita putar balik dulu. Ja, sebelumnya kami sudah mencoba mobil ini di kota asalnya itu di Beijing waktu itu tahun 2024 tahun lalu. Tapi memang itu di proving ground-nya saja bukan di jalan seperti ini. Tuh, suspensinya sih benar-benar enggak enggak ada isue ya. Enak, enak banget tuh. Membuai. membinya dapat tapi handlingnya juga tidak terkorbankan sama sekali. Kemudian masalah peredaman kabin. Well, memang mobil ini dia dilengkapi dengan kaca double glass ya. Tapi memang untuk sebuah mobil dengan kaca double gas mungkin ya soso sih untuk peredaman kambinnya. Tapi untuknya untuk road noise tidak terlalu kedengaran ke dalam kabin. Tapi memang suara sekitar insulasinya memang bukan yang terbaik untuk soal ee untuk mobil yang e memiliki kaca double gas yang di mana kaca double gas itu memang sejatinya untuk meredam suara untuk masuk ke dalam kabin. Tapi so far sih enggak yang gimana-gimana banget. Untung dia masih senyap. Oke, untuk hybrid ini cukup menarik karena banyak sekali hybrid di Indonesia. seperti misalkan mic hybrid, kemudian ada yang e power, kemudian yang hybrid beneran, dan juga ada yang eh plugin hybrid. Nah, di mobil ini adalah hybrid electric vehicle. Tapi ini hybridnya juga rasanya dia lebih e dewasa gitu jika dibandingkan dengan ini sebenarnya la sepadannya itu ada di ee GWM Tank 300 ya. Tapi di GWM Tank 300 tuh entah kenapa hybridnya dia menyatakan bahwa hybrid itu hybrid full hybrid gitu ya. Tapi rasanya tuh cenderung hybrid itu jadi hybrid assis saja. Nah, di mobil ini enggak. Jadi benar-benar hybridnya tuh rasanya seperti di Honda HRV, kemudian di Innova Zenix ya, hybrid-hybrid Jepang pada umumnya lah. Jadi harusnya ya seingga pada saat ini kita enggak bisa ee ngetes mobil ini dalam waktu jangka waktu panjang. Jadi enggak ketahuan berapa konsumsi bahan bakar. Tapi harusnya kalau kinerjanya seperti ini ini irit bahan bakar. Jadi enggak seperti as-asis biasa, ya. Kemudian mekanismenya sudah saya jelaskan pada saat first impression seperti apa. Jadi motor listrik itu menggerakkan roda depan dan juga bagian belakang di 0 sampai 30 km/j itu kalau Anda menekan gas 30% gitu ya, itu masih eh motor listrik saja yang bekerja. Kemudian nah ketika di mode ek seperti ini dia hanya motor depan saja bekerja belakang enggak. Tapi kadarnya belakang iya sih. Nih. Oh, kalau di serasi dia juga bekerja yang bagian belakangnya. Kemudian mesin bensin pun bertugas untuk mengisi daya baterai. Dan mesin bensin di atas 70 km/h, dia akan ee berfungsi sebagai penggerak menggantikan motor listrik dan juga dia bisa mengisi daya baterainya. Jadi, ini rasanya hybrid yang terasa dewasa jika dibandingkan dengan rival-rival asal Tiongkoknya. Kemudian di mobil ini juga ada banyak sekali mode berkendara. Ada tujuh totalnya. Ada sport, eco, eh comfort, snow, sand, dan juga madi root. Ada wedding juga. Jadi ada total ada tujuh ya. Nah, kita akan mencoba di mode sport. Sayang kita enggak bisa di mode offroad ya. Maksudnya kita enggak di medan offroad, kita di mode sport. Nah, kalau di mode sport tuh dia terasa respon gasnya tuh lebih lebih instan gitu ya. Ah, kita gaspol aja. Nah, benar-benar tuh motor listrik yang mendominasi gitu ya. Tuh, tor si instan banget memang mobil ini rasanya. Dan juga ketika di mode sport ini, coba kita lihat ininya ya. Benar-benar dia all wheel drive. Jadi ee depan dan belakang itu bekerja untuk motor listrik dan juga mesin bensinnya. Jadi dia menghasilkan tenaga yang begitu instan, torsi yang begitu buas ya. Ya. Oke. Well, sebagai kesimpulan memang ee sayangnya kita hanya bisa eh test drive di jalanan ini jalanan normal, jalanan umum tapi bukan yang long term test ya. Jadi impresi berkendara pertamanya mobil ini kesimpulannya sangat menyenangkan. dia untuk sebuah SUV offroader ringan mungkin ya. Ini terasa nyaman, terasa masuk akal sekali untuk digunakan harian dengan desainnya yang catch juga ya. Tentu ada MOB ini akan e menambah ee kesan prestige gitu karena desainnya tuh benar-benar ikonik dan juga catch dan juga teknologi hybrid yang dimiliki kami rasa ini cukup dewasa. harusnya dia memiliki kondisi bahan bakar yang irit dan juga performa yang eh terasa instan gitu ya. Jadi tidak ada performa yang terbuang sama sekali tenaganya. Jadi overall ya mobil ini sangat menarik dari segi desain dan juga rasa berkendaranya. Jadi begitulah hasil video first impression dan juga first drive dari baik BJ30E ini. Klik like jika Anda menyukai video ini, subscribe bila Anda belum, dan jangan lupa juga untuk isi kolom komentar di bawah. Main-main juga ke website kami di www.otriver.com totriever.com dan jangan lupa juga untuk download aplikasi kami di Google Play Store. Terima kasih sudah menyaksikan video ini dan sampai jumpa di video-video kami selanjutnya. Bye bye.
